• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan

Bab 3 Akuntabilitas Kinerja

3.1 Capaian Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan

Dalam upaya mendukung implementasi 9 (Sembilan) Lompatan Kementerian Ketenagakerjaan yang menjadi kebijakan strategis saat ini, Barenbang Ketenagakerjaan siap berkontribusi dalam semua agenda kebijakan, yakni: (1) Transformasi BLK; (2) Link and Match Ketenagakerjaan; (3) Transformasi Program Perluasan Kesempatan Kerja; (4) Pengembangan Talenta Muda; (5) Perluasan Pasar Kerja Luar Negeri; (6) Visi Baru Hubungan Industrial; (7) Reformasi Pengawasan; (8) Ekosistem Digital SIAPKerja; (9) Reformasi Birokrasi. Bahkan pada Tahun 2021, Barenbang Ketenagakerjaan telah melakukan pemetaan terkait agenda, detail agenda, hingga level detail aktivitas untuk mengimplementasikan 9 (Sembilan) Lompatan Kementerian Ketenagakerjaan dalam program dan kegiatan Barenbang Ketenagakerjaan. Sehingga pada Tahun 2021, Barenbang Ketenagakerjaan fokus pada peningkatan kegiatan untuk mendorong pelaksanaan perencanaan yang akurat dan matang, pengelolaan data dan teknologi informasi yang adaptif dan transformatif, serta pengembangan model kebijakan yang berbasis riset atau kajian yang aktual.

Ketiga hal tersebut dijalankan sesuai pelaksanaan tugas dan fungsi pada masing-masing Unit Kerja Eselon II di lingkungan Barenbang Ketenagakerjaan.

3.1.1 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Jika dilihat pada Tabel 2.1 Sandingan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis Sebelum dan Setelah Perubahan Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perubahan yang siginifikan dalam Sasaran Strategis (SS) dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Kementerian Ketenagakerjaan. Perubahan terjadi hanya pada target kinerja, khususnya pada IKSS Indeks Reformasi Birokrasi dan Indeks SPBE. Berdasarkan Permenaker No. 11 Tahun 2021 tentang Indikator Kinerja Utama Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024, penanggungjawab pada IKSS

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 29 Indeks SPBE adalah Barenbang Ketenagakerjaan dan Sekretariat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan.

Tabel 3.1 Perbandingan Target dan Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Indeks SPBE Tahun 2020 dan Tahun 2021

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran Strategis

(IKSS)

Tahun 2020 Target

Tahun 2024 Target Realisasi Persentase

Realisasi Permenaker No. 12 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020 – 2024

Tahun 2021 Target

Tahun 2024 Target Realisasi Persentase

Realisasi Permenaker No. 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024

Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang baik

Indeks SPBE 3,39 2,90 85,55% 4,0

Pelaksanaan SPBE di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan diatur dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 332 Tahun 2021 tentang Tugas dan tata Kerja Tim Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam Keputusan Menteri tersebut, disampaikan bahwa Tim Koordinasi SPBE Kementerian Ketenagakerjaan ini dibentuk untuk melakukan perumusan dan sinkronisasi kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan dan evaluasi penerapan SPBE dibawah koordinasi Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan selaku Koordinator Tim, Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur (OSDM) sebagai penanggungjawab, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan selaku pelaksana entri data, dan beberapa Pejabat Administrator serta Pejabat Pengawas di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai anggota tim. Selanjutnya untuk menindaklanjuti pelaksanaan tugas dalam lingkup SPBE, Kepala Barenbang Ketenagakerjaan mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Barenbang Ketenagakerjaan No. 7/41/HK.05.01/III/2021 tentang Tim Evaluator SPBE Kementerian Ketenagakerjaan.

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 30 Gambar 3.1 Hasil Evaluasi SPBE Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2021

Sumber: Hasil Evaluasi SPBE Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2021 oleh Kementerian PAN dan RB

Berdasarkan Permenaker No. 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024, Target Indeks SPBE Tahun 2021 sebagai IKSS sebesar 3,39, sementara capaian Indeks SPBE Kementerian Ketenagakerjaan berdasarkan hasil penilaian Kementerian PAN dan RB sebesar 2,90, tidak mencapai target atau hanya tercapai sebesar 85,55%.

Berdasarkan hasil penilaian oleh Kementerian PAN dan RB Kementerian Ketenagakerjaan mendapatkan predikat BAIK dalam penerapan SPBE, terdapat beberapa catatan terkait keunggulan dan kelemahan dalam pelaksanaan SPBE di Kementerian Ketenagakerjaan, diantaranya sebagai berikut:

• Keunggulan penerapan SPBE di Kementerian Ketenagakerjaan adalah pelaksanaan SPBE yang efektif dan efisien, dari sisi anggaran, kinerja serta optimalisasi dalam pelayanan masyarakat, melalui beberapa hal sebagai berikut:

✓ Domain Kebijakan SPBE, Domain Tata Kelola SPBE, Layanan SPBE, dengan penerapan Aspek Kebijakan Internal Tata Kelola SPBE, Aspek Perencanaan Strategis SPBE, Aspek TIK, Aspek penyelenggaraan SPBE, Aspek Layanan Administrasi Pemerintahan, dan Aspek layanan publik berbasis elektronik,

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 31 melalui Kebijakan Tata Kelola yang mengamanatkan koordinasi menyeluruh dengan internal Instansi maupun lintas instansi;

✓ Aspek Layanan Administrasi Pemerintahan berbasis elektronik dan Layanan Publik berbasis elektronik, dengan diimplementasikannya Layanan Perencanaan, Layanan Penganggaran, Layanan Keuangan, Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, Layanan Kepegawaian, Layanan kearsipan Dinamis, Layanan Pengelolaan Barang milik negara, Layanan Pengawasan Internal Pemerintah, serta Layanan Akuntabilitas Kinerja Organisasi; Layanan Pengaduan Pelayanan, Layanan Data terbuka, layanan Karir Hub, dan layanan unggulan berupa pelatihan untuk masyarakat terlihat adanya integrasi dengan aplikasi umum berbagi pakai pada bidang kepegawaian, perencanaan/penganggaran, dan kearsipan;

• Kelemahan penerapan SPBE di Kementerian ketenagakerjaan diharapkan menjadi cacatan perbaikan ke depan sehingga menjadi peluang untuk meningkatkan indeks SPBE melalui Aspek Penerapan Manajemen SPBE, Audit TIK, dan Kebijakan Internal terkait Tata Kelola SPBE, secara lebih detail diuraikan sebagai berikut:

✓ Aspek penerapan manajemen SPBE dan aspek audit TIK. Aspek manajemen SPBE dan audit TIK merupakan aspek yang baru di terapkan tahun ini, sehingga wajar bila belum sesuai dan memenuhi sesuai dengan yang diharapkan;

✓ Pada manajemen resiko dan manajemen pengetahuan memang telah diterapkan namun belum sepenuhnya menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 5 Tahun 2020 tentang Pedoman Manajemen Risiko SPBE, seperti: penerapan form dan matriks yang disediakan, serta indikator-indikator lainnya yang belum sepenuhnya sesuai dengan permen tersebut;

✓ Pada aspek audit, saat ini setiap indikator audit yang dilakukan sudah harus masuk dalam perencanaan dikarenakan proses audit merupakan proses yang terus menerus dan berkelanjutan untuk perbaikan, sehingga setiap proses harus masuk dalam perencanaan;

✓ Pada Aspek Kebijakan Layanan yang masih bersifat mengatur secara internal perlu ditingkatkan untuk mengakomodasi arah kolaborasi dan integrasi serta dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan instans;

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 32

✓ Aspek Penerapan Manajemen SPBE dan Audit TIK yang tingkat kematangannya masih rendah, masih sangat terbuka untuk ditingkatkan dengan menerapkan kebijakan sesuai peraturan yang ditetapkan, serta mulai merencanakan proses audit TIK dan keamanan informasi sesuai dengan perencanaan yang terprogram dengan baik, memenuhi kaidah-kaidah yang ditentukan.

Jika mengacu dari Permenaker No. 11 Tahun 2021 tentang Indikator Kinerja Utama Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024, definisi operasional pada IKSS Nilai Indeks SPBE adalah Tingkat maturitas pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam penyelenggaraan pelayanan pemerintahan berbasis elektronik bidang ketenagakerjaan pada Tahun n-1 dengan cara perhitungan Nilai tingkat capaian SPBE (tiga domain, tujuh aspek dan 35 indikator) pada Tahun n-1 hasil evaluasi Kementerian PAN dan RB. Sementara pada Tahun 2021, berdasarkan hasil penilaian Kementerian PAN dan RB, Indeks SPBE dihitung berdasarkan empat domain, delapan aspek dan 47 indikator berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 59 Tahun 2020 tentang Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Gambar 3.2 Perubahan Struktur Penilaian SPBE

Sumber: paparan Kementerian PAN dan RB tentang Sekilas Peraturan Menteri PAN dan RB No. 59 Tahun 2020

Secara umum terdapat perubahan Peraturan Menteri PAN dan RB terkait Penilaian SPBE sehingga menyebabkan beberapa nilai indeks turun, seperti: pada domain manajemen SPBE yang meliputi penerapan manajemen SPBE dan Audit TIK menjadi aspek baru dalam penilaian. Dalam domain penerapan manajemen SPBE,

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 33 salah satu indikator penilaian adalah adanya regulasi terkait SPBE. Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyiapkan regulasi terkait pelaksanaan SPBE, Sistem Informasi Ketenagakerjaan serta tata kelola sedang disiapkan.

Selanjutnya pada aspek Audit TIK yang menjadi salah satu indikator penilaian juga saat ini memang belum dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Namun jika melihat tren dalam penilaian SPBE dari Tahun 2020 dan Tahun 2021, terdapat banyak Kementerian/Lembaga yang juga mengalami penurunan nilai Indeks SPBE.

Berdasarkan posisi secara nasional, Tahun 2021 rangking Indeks SPBE Kementerian Ketenagakerjaan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, yakni pada ranking ke-16 secara nasional di Tahun 2019-2020, sementara pada Tahun 2021 dengan adanya perubahan perhitungan, Kementerian Ketenagakerjaan mengalami penurunan nilai namun naik secara rangking menjadi posisi ke-15 secara nasional.

Beberapa catatan penilaian yang menjadi kelemahan pelaksanaan SPBE Kementerian Ketenagakerjaan akan diupayakan untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya sebagai strategi peningkatan Indeks SPBE Kementerian Ketenagakerjaan ke depan, seperti: penyusunan regulasi terkait SPBE serta penyelenggaraan audit TIK.

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 34 Tabel 3.2 Perbandingan Nilai SPBE Tahun 2019/2020 dengan Nilai SPBE Tahun 2021 pada Kementerian/Lembaga Secara Nasional

INDEKS SPBE TAHUN 2019 / 2020 INDEKS SPBE TAHUN 2021

NO INSTANSI INDEKS PREDIKAT NO INSTANSI INDEKS PREDIKAT

1 Kementerian Keuangan 4,39 Memuaskan 1 Kementerian Komunikasi dan Informatika 3,82 Sangat Baik

2 Kementerian Perhubungan 4,31 Memuaskan 2 Kementerian Keuangan 3,72 Sangat Baik

3 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 3,8 Sangat Baik 3 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 3,68 Sangat Baik 4 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 3,73 Sangat Baik 4 Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat 3,44 Baik

5 Kementerian Komunikasi dan Informatika 3,71 Sangat Baik 5 Kementerian Pertanian 3,44 Baik

6 Kementerian Sekretariat Negara 3,68 Sangat Baik 6 Kementerian Perdagangan 3,42 Baik

7 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 3,61 Sangat Baik 7 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan

Kebudayaan 3,38 Baik

8 Kementerian Kelautan dan Perikanan 3,57 Sangat Baik 8 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 3,33 Baik

9 Kementerian Luar Negeri 3,37 Baik 9 Kementerian Dalam Negeri 3,17 Baik

10 Kementerian Pertanian 3,34 Baik 10 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan

Nasional 3,05 Baik

11 Kementerian Perdagangan 3,34 Baik 11 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 2,99 Baik

12 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 3,34 Baik 12 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 2,99 Baik

13 Kementerian Dalam Negeri 3,32 Baik 13 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 2,95 Baik

14 Kementerian Kesehatan 3,31 Baik 14 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Anak 2,92 Baik

15 Kementerian Perindustrian 3,30 Baik 15 Kementerian Ketenagakerjaan 2,90 Baik

16 Kementerian Ketenagakerjaan 3,29 Baik 16 Kementerian Sekretariat Negara 2,88 Baik

17 Kementerian Perencanaan Pembangunan

Nasional/Bappenas 3,23 Baik 17 Kementerian Luar Negeri 2,87 Baik

18 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan

Transmigrasi 3,19 Baik 18 Kementerian Perhubungan 2,84 Baik

19 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 3,18 Baik 19 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 2,80 Baik

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 35

INDEKS SPBE TAHUN 2019 / 2020 INDEKS SPBE TAHUN 2021

NO INSTANSI INDEKS PREDIKAT NO INSTANSI INDEKS PREDIKAT

20 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Anak 3,05 Baik 20 Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal 2,80 Baik

21 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan

Nasional 2,6 Baik 21 Kementerian Kesehatan 2,79 Baik

22 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 2,07 Cukup 22 Kementerian Kelautan dan Perikanan 2,75 Baik 23 Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan

Keamanan 1,89 Cukup 23 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan

Transmigrasi 2,75 Baik

24 Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat - 24 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2,62 Baik 25 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia

dan Kebudayaan - 25 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi 2,61 Baik

26 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah - 26 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata

dan Ekonomi Kreatif 2,59 Cukup

27 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian - 27 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas 2,56 Cukup 28 Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman

Modal - 28 Kementerian Pertahanan 2,48 Cukup

29 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi - Tidak Ada Nilai 29 Kementerian Pemuda dan Olahraga 2,48 Cukup

30 Kementerian Pertahanan - 30 Kementerian Agama 2,35 Cukup

31 Kementerian Pemuda dan Olahraga - Tidak Ada Nilai 31 Kementerian Badan Usaha Milik Negara 2,16 Cukup

32 Kementerian Agama - 32 Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan

Keamanan 1,98 Cukup

33 Kementerian Badan Usaha Milik Negara - 33 Kementerian Sosial 1,56 Kurang

34 Kementerian Sosial - 34 Kementerian Perindustrian 1,38 Kurang

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 36 3.1.2 Capaian Indikator Kinerja Program Barenbang Ketenagakerjaan

Jika dibandingkan dengan Tahun 2020, capaian kinerja Barenbang Ketenagakerjaan di level program Tahun 2021 mengalami peningkatan. Di Tahun 2020 total capaian kinerja Barenbang Ketenagakerjaan sebesar 102,59% dengan mengacu dari Sasaran Program (SP), Indikator Kinerja Program (IKP), dan target kinerja berdasarkan Permenaker No. 12 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020. Pada Tahun 2021, jika mengacu dari Permenaker No. 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024, capaian kinerja program Barenbang Ketenagakerjaan sebesar 119,74%.

Terjadi perubahan yang signifikan pada Sasaran Program (SP) dan Indikator Kinerja Program (IKP) jika mengacu dari Permenaker No. 12 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020 – 2024 dan Permenaker No. 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024. Dalam Renstra sebelumnya, Barenbang Ketenagakerjaan memiliki tiga SP dengan lima IKP. Sementara dalam Renstra yang baru, Barenbang Ketenagakerjaan memiliki dua SP dengan empat IKP. Secara lebih detail, perbandingan target dan capaian kinerja Tahun 2020 dan tahun 2021 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.3 Perbandingan Target dan Capaian Indikator Kinerja Program Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2020 dan Tahun 2021

Sasaran Program Indikator Kinerja Program (IKP)

Tahun 2020 Target

Tahun 2024 Target Realisasi Persentase

Realisasi Permenaker No. 12 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020 – 2024

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 37

Sasaran Program Indikator Kinerja Program (IKP)

Tahun 2020 Target

Tahun 2024 Target Realisasi Persentase

Realisasi Pengembangan

Ketenagakerjaan Nilai evaluasi SAKIP 83 88,77 106,95% 87

Total Capaian 102,59%

Permenaker No. 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024 Tenaga Kerja dan Daftar Jabatan Tenaga Kerja Menengah Tinggi di sektor prioritas yang mendorong daya saing

75% 70,52% 94,03% 78%

Total Capaian 118,96%

a) Sasaran Program Tersedianya Usulan Kebijakan dan Rencana Tenaga Kerja Nasional Berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Data dan Informasi

Dalam Permenaker No. 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024 Sasaran Program Tersedianya Usulan Kebijakan dan Rencana Tenaga Kerja Nasional Berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Data dan Informasi memiliki empat IKP, yakni: (1) Persentase Usulan Kebijakan tahun sebelumnya yang diimplementasikan; (2) Nilai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE); (3) Persentase Pemanfaatan Rencana Tenaga Kerja dan Daftar Jabatan Tenaga Kerja Menengah Tinggi di sektor prioritas yang mendorong daya saing; dan (4) Indeks Kepuasan Layanan Data dan Informasi Ketenagakerjaan. Secara detail capaian atas masing-masing IKP akan diuraikan dalam pembahasan berikut.

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 38 1) Indikator Kinerja Program Persentase Usulan Kebijakan tahun sebelumnya yang

diimplementasikan

Jika mengacu dari Permenaker No. 11 Tahun 2021 tentang Indikator Kinerja Utama Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024, definisi operasional pada IKP Persentase Usulan Kebijakan tahun sebelumnya yang diimplementasikan adalah usulan kebijakan yang diimplementasikan adalah usulan kebijakan yang digunakan oleh Unit Kerja Eselon I berdasarkan total kebijakan yang dihasilkan satu tahun sebelumnya. Penyusunan usulan kebijakan dilakukan berdasarkan isu strategis dan penugasan Unit Teknis. Selanjutnya IKP ini didapat dengan cara perhitungan sebagai berikut:

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑠𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑖𝑚𝑝𝑙𝑒𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝐸𝑠𝑒𝑙𝑜𝑛 𝐼

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑏𝑖𝑗𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑘𝑎𝑛 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎 𝑥 100%

Pada Tahun 2020, Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan yang saat ini menjadi Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan mampu menghasilkan 14 judul penelitian dan kajian. Dari 14 penelitian dan kajian yang dlakukan terdapat 10 hasil penelitian dan kajian yang diimplementasikan berdasarkan nota dinas dari Unit Kerja Eselon I di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, diantaranya sebagai berikut:

Tabel 3.4 Judul Penelitian/Kajian Tahun 2020 dan Usulan yang Diimplementasikan Unit Kerja Eselon I

NO. JUDUL PENELITIAN DAN KAJIAN TAHUN 2020

USULAN YANG DIIMPLEMENTASIKAN UNIT KERJA ESELON I

1 Penelitian Kemampuan Membayar Upah Pada Industri

Padat Karya Sebelum dan Dimasa Pandemi

2 Penelitian Faktor Dominan Budaya Kerja Produktif

Terhadap Peningkatan Produktivitas

3 Kajian Standarisasi Upah PMI Sektor Domestik di

Taiwan

4 Kajian Kesiapan Indonesia dalam Meratifikasi Kovensi

ILO No. 188 Tahun 2007

5 Kajian Efektivitas Pendampingan Tenaga Kerja Asing

(TKA) di Indonesia

6 Kajian Mandiri Dinamika Narasi/Diskursus Publik

Terhadap Program Bantuan Subsidi Upah

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 39

NO. JUDUL PENELITIAN DAN KAJIAN TAHUN 2020

USULAN YANG DIIMPLEMENTASIKAN UNIT KERJA ESELON I

7

Kajian Dampak Subsidi Upah dan Modal UMKM Terhadap Permintaan Tenaga Kerja di Sektor Manufaktur

-

8 Kajian Dampak Kartu Prakerja Terhadap Investasi di

Sektor Padat Karya -

9 Kajian Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap

Permintaan Tenaga Kerja di Sektor Manufaktur - 10

Kajian Dampak Digitalisasi Ekonomi Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja dan Perilaku Konsumsi di Indonesia

-

11

Kajian Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Indonesia: Analisis Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020

12

Kajian Khusus bersifat mendesak Dampak Mogok Kerja Buruh Terhadap Perekonomian Nasional “Kajian Pada Buruh di Sektor Industri”

13 Penelitian Model Penciptaan Wirausaha Baru

Berdasarkan tabel di atas maka perhitungan capaian IKP Persentase Usulan Kebijakan tahun sebelumnya yang diimplementasikan adalah sebagai berikut:

𝟗 𝒖𝒔𝒖𝒍𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒔𝒊𝒍 𝒑𝒆𝒏𝒆𝒍𝒊𝒕𝒊𝒂𝒏/𝒌𝒂𝒋𝒊𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆𝒎𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒊𝒕 𝑬𝒔𝒆𝒍𝒐𝒏 𝑰

𝟏𝟑 𝒑𝒆𝒏𝒆𝒍𝒊𝒕𝒊𝒂𝒏/𝒌𝒂𝒋𝒊𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒉𝒂𝒔𝒊𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝑻𝒂𝒉𝒖𝒏 𝟐𝟎𝟐𝟎 𝒙 𝟏𝟎𝟎% = 𝟔𝟗, 𝟐𝟑%

Capaian pada IKP Persentase Usulan Kebijakan tahun sebelumnya yang diimplementasikan sebesar 69,23% atau tercapai sebesar 178,58% dari target yang ditentukan pada Renstra yakni sebesar 40%.

Tabel 3.5 Capaian Indikator Kinerja Program Persentase Usulan Kebijakan Tahun Sebelumnya yang Diimplementasikan Tahun 2021

Sasaran Program Indikator Kinerja Program (IKP)

Tahun 2021

Target Realisasi Persentase Realisasi

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 40 Pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan oleh Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan, pada Tahun 2021 fokus pada beberapa kegiatan penelitian yang terdiri dari empat kajian utama, delapan Kajian Mandiri, dua Model Pengembangan Kebijakan dan dua Kajian cepat, sedangkan jumlah evaluasi sebanyak lima kegiatan, secara lebih detail sebagai berikut:

• Kajian Utama

1. Kajian Kartu Indonesia Kerja: Konsep dan Manfaatnya;

2. Kajian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Ketenagakerjaan di Sektor Batu Bara;

3. Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak;

4. Kajian Pengelolaan Tenaga Pengawas Ketenagakerjaan Dalam Rangka Mendukung Reformasi Pengawasan Ketenagakerjaan;

• Kajian Mandiri

1. Kondisi Link and Match di Era Industri 4.0;

2. Problematika Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Pasca Berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja;

3. Penyelenggaraan Sistem Pengawasan Berbasis Teknologi Digital untuk Menciptakan Proses Layanan Pengawasan Ketenagakerjaan Secara Profesional, Modern dan Bermartabat;

4. Determinan Individu Wirausaha Berbasis Teknologi di Era Pandemi Covid-19;

5. Model Peraturan Daerah (Perda) Bidang Hubungan Industrial Yang Memiliki Kemanfaatan dan Meningkatan Kepastian Hukum ;

6. Visualisasi Informasi Ketenagakerjaan Berbasis Spasial: Komparasi Kondisi Ketenagakerjaan Umum di Indonesia Tahun 2008-2020 (Studi Kasus: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun 2008-2020);

7. Kesiapan Lembaga Penyelenggara Pelatihan Kerja dan Sistem Informasi Pasar Kerja Dalam Rangka Implementasi Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan;

8. Penerapan Waktu Kerja Berdasarkan UU Ketenagakerjaan: Perspektif Pekerja Media;

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 41

• Model Pengembangan Kebijakan

1. Kajian Dampak PPKM terhadap Ketenagakerjaan;

2. Pengawasan Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan;

• Kajian Cepat

1. Urgensi Penambahan Fungsi Pengawasan Ketenagakerjaan pada Balai K3;

2. Model Labour Center;

• Evaluasi Kebijakan

1. Evaluasi Program Kartu Pra Kerja;

2. Evaluasi Kegiatan Prioritas Nasional (Evaluasi Program Desmigratif);

3. Evaluasi Kegiatan Prioritas Nasional (Evaluasi Program BLK Komunitas);

4. Evaluasi Kegiatan Prioritas Nasional (Evaluasi Efektivitas Peran BLK Komunitas);

5. Evaluasi Kegiatan Prioritas Kementerian (Evaluasi Program Bantuan Subsidi Upah);

2) Nilai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

Dalam Permenaker No. 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024, Indeks SPBE juga merupakan salah satu IKP dalam SP Tersedianya Usulan Kebijakan dan Rencana Tenaga Kerja Nasional Berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Data dan Informasi.

Berdasarkan Permenaker No. 11 Tahun 2021 tentang Indikator Kinerja Utama Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024 definisi operasional dan cara perhitungan Indeks SPBE dalam IKSS, IKP serta IKK sama sehingga capaian dan analisis atas capaian kinerja pada Indeks SPBE di masing-masing level kinerja juga sama.

Pada Tahun 2021, Indeks SPBE Kementerian Ketenagakerjaan sebesar 2,90 lebih rendah dari target yang ditetapkan yakni sebesar 3,39 atau hanya tercapai 85,55% dari target. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan cara penilaian oleh Kementerian PAN dan RB, dari yang semula hanya meliputi tiga domain, tujuh aspek dan 35 indikator sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PAN dan RB No. 5 Tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Sementara pada Tahun 2021, berdasarkan hasil penilaian Kementerian PAN dan RB, Indeks SPBE dihitung berdasarkan

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 42 empat domain, delapan aspek dan 47 indikator berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 59 Tahun 2020 tentang Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Tabel 3.6 Capaian Indikator Kinerja Program Indeks SPBE Tahun 2021

Sasaran Program Indikator Kinerja Program (IKP)

Tahun 2021

Target Realisasi Persentase Realisasi

Pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan, pada Tahun 2021 fokus pada pengembangan Sistem Informasi Pemerintahan melalui beberapa kegiatan untuk mewujudkan implementasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan, sebagai berikut:

a. Sosialisasi Aplikasi Internal Kementerian Ketenagakerjaan

b. Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan baik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan maupun di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi.

c. Integrasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan dengan unit teknis terkait.

✓ Integrasi dengan dukcapil (NIK – Nomor Induk Kependudukan)

✓ Integrasi dengan OSS BKPM (NIB – Nomor Induk Berusaha)

✓ Integrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan (Kepesertaan)

✓ Integrasi dengan BNSP (Sertifikasi)

✓ Integrasi dengan BP2MI (Penempatan Luar Negeri)

d. Kegiatan Sinergitas Sistem Informasi Ketenagakerjaan dengan unit teknis terkait.

e. Penyusunan NSPK Layanan SPBE dan Rencana Induk SPBE f. Self assessment SPBE

g. Pengembangan Sistem Informasi Ketenagakerjaan

✓ Karirhub (informasi lowongan kerja)

✓ Skillhub (informasi pelatihan)

✓ TalentHub (pengembangan karir bagi Pencari Kerja)

Laporan Kinerja Barenbang Ketenagakerjaan Tahun 2021 - 43

✓ JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan)

✓ Bizhub (layanan untuk memfasilitasi tenaga kerja mandiri dalam rangka program perluasan kesempatan kerja)

✓ LMIS (informasi pasar kerja baik dalam maupun luar negeri, perizinan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia dan proses seleksi pekerja migran Indonesia)

✓ Jobfair (informasi bursa kerja pada event tertentu)

✓ Pelatihan (layanan pelatihan kerja untuk meningkatkan kompetensi)

✓ Sertifikasi (layanan sertifikasi kompetensi terintegrasi BNSP)

✓ Kelembagaan (layanan registrasi dan informasi Lembaga pelatihan)

✓ WLKP (layanan wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan sesuai UU No. 7 tahun 1981)

✓ PP-PKB ( layanan penerbitan Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama)

h. Penyusunan Buku Ketenagakerjaan Dalam Data dan Buku Pintar Ketenagakerjaan 2021

i. Penyusunan Buletin Ketenagakerjaan dan Booklet Satu Data Ketenagakerjaan 2021

j. Penyusunan Bahan untuk Rancangan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Tentang Daftar Data, Standar Data, dan Metadata Ketenagakerjaan Tahun 2021

k. Penyelenggaraan Konsolidasi Nasional Satu Data Ketenagakerjaan

l. Perancangan Aplikasi Penyusunan Standar Data dan Metadata Ketenagakerjaan

m. Penyelenggaraan Forum Satu Data Ketenagakerjaan

n. Pengembangan Portal Satu Data Ketenagakerjaan dan LINDA (Layanan Interaktif Data Ketenagakerjaan)

n. Pengembangan Portal Satu Data Ketenagakerjaan dan LINDA (Layanan Interaktif Data Ketenagakerjaan)

Dokumen terkait