Capaian kinerja BPS Kabupaten Mamuju Tahun 2019 merupakan pencapaian dari indikator- indikator tujuan dan sasaran strategis selama tahun 2019. Capaian kinerja dihitung berdasarkan perbandingan antara realisasi dengan target PK 2019 yang telah ditetapkan pada awal tahun. Capaian kinerja BPS Kabupaten Mamuju dijabarkan menjadi dua jenis yaitu capaian kinerja tujuan dan capaian kinerja sasaran strategis.
Capaian Kinerja Tujuan
Ada 4 (empat) tujuan yang hendak dicapai BPS Kabupaten Mamuju pada tahun 2019 yaitu:
1. Peningkatan kualitas statistik.
2. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik.
3. Peningkatan system statistik nasional (SSN) melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bidang statistik.
4. Peningkatan birokrasi yang akuntabel.
Rincian capaian kinerja tujuan BPS Kabupaten Mamuju seperti pada tabel dibawah ini.
24 Laporan Kinerja BPS Kabupaten Mamuju 2019 Tabel 4. Capaian Kinerja BPS Kabupaten Mamuju Tahun 2019
No Tujuan Indikator Satuan Target Realisasi Capaian Kinerja 1. Tujuan 1 Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik Persen 94,00 98,39 104,67 2. Tujuan 2 Persentase kepuasan Konsumen terhadap pelayanan data BPS Persen 94,00 94,68 100,72 3. Tujuan 3 Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun Metadata 1 5 120,00 4. Tujuan 4 Hasil Penilaian SAKIP Oleh Inspektorat Point 50 53,85 107,70 Rata-Rata Capaian Indikator Tujuan 108,27
Tujuan pertama adalah “Peningkatan Kualitas Data Statisitk”, diukur dengan indikator kinerja “Persentase Konsumen yang Merasa Puas Dengan Kualitas Data
Statistik”. Indikator ini mencerminkan penilaian konsumen terhadap kualitas data statistik
(BPS) yang dihasilkan meliputi 5 (lima) ragam data, yaitu : data Statistik Sosial, Statistik Produksi, Statistik Distribusi, Neraca dan Analisis Statistik serta Metodologi Statistik. Target pada tujuan pertama adalah 94 persen dan realisasi capaian adalah 98,39 persen yang puas dengan kualitas data statistik. Beberapa hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya adalah dengan melakukan pengecekan hasil pencacahan secara berjenjang mulai dari pencacah, pengawas dan supervisi, kemudian dari segi pengolahan dilakukan entri data dan validasi. Dari segi pelatihan, dipilih petugas terbaik yang berkualitas dalam menggali informasi responden tanpa menyinggung responden dengan pendekatan kekeluargaan.
Gambar 5.Motto PST BPS Kabupaten Mamuju
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Mamuju 2019 25
Tujuan kedua adalah “Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik”, diukur dengan indikator “Persentase Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Data
BPS”. Target tujuan kedua adalah 94 persen, sedangkan realisasinya sebesar 94,68
persen. Salah satu upayanya adalah pelayanan dilakukan melalui one gate services yang dinamakan Pelayanan Statistik Terpadu (PST). Pelayanan PST yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Mamuju dikelola oleh Seksi IPDS. Dalam pelayanan tersebut, petugas pelayanan berusaha melakukan pelayanan prima dengan menjelaskan sedetail mungkin pada pengguna layanan. Petugas juga memberikan pemahaman kepada pengguna data apabila data yang diinginkan tidak tersedia serta solusinya.
Tujuan ketiga adalah“Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan
pembinaan yang efektif di bidang statistik” diukur dengan indikator “Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun”. Statistik sektoral adalah statistik
yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan tugas pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi pemerintah yang bersangkutan. Sedangkan Statistik Khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan intern dari suatu instansi/perusahaan swasta dalam rangka penyelenggaraan riset atau penelitian. Pada awal penyusunan perjanjian kinerja, target yang ditetapkan sebanyak 1 (satu) metadata. Hal ini dikarenakan metadata hanya bisa satu kali dilaporkan dan apabila berulang kegiatannya setiap tahun maka tidak dicatat metadatanya sedangkan pada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) setiap tahun hanya melakukan kegiatan yang sama dalam pelayanannya.
Tujuan keempat adalah
“
Peningkatan Penyelenggaraan/pelaksanaan Birokrasi yang Akuntabel’ diukur dengan indikator “Hasil Penilaian SAKIP Oleh Inspektorat”.Penilaian SAKIP meliputi 5 (lima) komponen besar yang menjadi objek evaluasi dari Inspektorat BPS. Kelima komponen besar tersebut meliputi: Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Kinerja dan Pencapaian Sasaran/Kinerja Organisasi. Masing-masing komponen mempunyai bobot penilaian yang beragam. Dari total bobot (100), komponen perencanaan kinerja mempunyai bobot (30), komponen pengukuran kinerja mempunyai bobot (25), pelaporan kinerja mempunyai bobot (15), evaluasi kinerja mempunyai bobot (10) dan capaian kinerja mempunyai bobot (20). Pada penilaian SAKIP26 Laporan Kinerja BPS Kabupaten Mamuju 2019
2018 oleh Inspektorat dengan berbagai temuan sehingga nilai SAKIP menjadi turun menjadi 53,83 point.
Dari capaian kinerja tersebut, rata-rata capaian kinerja tujuan BPS Kabupaten Mamuju secara keseluruhan sebesar 108,27 persen.
Capaian Kinerja Sasaran
Dalam mencapai tujuan, maka di-breakdown menjadi beberapa sasaran strategis setiap tujuan. Hasil capaian kinerja sasaran strategis BPS selama tahun 2019 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
SS1.1. Sasaran Strategis: Meningkatnya Kepercayaan Pengguna Terhadap Kualitas Data BPS
Tabel 5. Capaian Kinerja Sasaran Strategis Tujuan Pertama Tahun 2019
Indikator Satuan Target Realisasi Kinerja (%) Capaian 1.1.1 Persentase konsumen yang merasa puas dengan
kualitas data statistik Persen 94,00 98,39 104,67
1.1.2 Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan
informasi statistik BPS sebagai rujukan utama Persen 85,00 83,33 98,04 1.1.3 Persentase pemutakhiran data MFD dan MBS Persen 100,00 100,00 100,00 1.1.4 Jumlah publikasi/laporan Statistik yang terbit tepat
waktu Publikasi 25 14 56,00
1.1.5 Jumlah release data statistik yang tepat waktu Aktivitas - - - 1.1.6 Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei
dengan pendekatan rumah tangga Persen 98 97,72 99,71
1.1..7 Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei
dengan pendekatan usaha Persen 94 125,9 120,00
1.1.8 Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei
dengan pendekatan non rumah tangga non usaha Persen 99 99,27 100,27 Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 96,96 Indikator pertama sama dengan indikator tujuan pertama yang menghasilkan capaian kinerja sebesar 104,67 persen. Indikator kedua menghasilkan capaian kinerja sebesar 98,04 persen yang kurang dari target sebesar 85 persen yang diakibatkan karena beberapa pengunjung yang datang pada PST menjadikan data BPS hanya sebagai data pembanding dari data yang sudah mereka kumpulkan. Indikator ketiga menghasilkan capaian kinerja sebesar 100 persen dimana sumber datanya berasal dari Master File Desa dan Master Blok Sensus yang dimutakhirkan.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Mamuju 2019 27
Indikator keempat publikasi yang rilis tidak tepat waktu sebanyak 11 publikasi yang diakibatkan karena keterlambatan upload publikasi melalui portal publikasi. Indikator kelima tidak dilakukan di BPS Kabupaten Mamuju. Indikator keenam capaian kinerja berkurang jika dibandingkan pada target dikarenakan jumlah survey dengan pendekatan rumah tangga mempunyai respon rate yang rendah dikarenakan banyak responden yang bepergian dan tidak kembali sampai batas pencacahan.
Indikator ketujuh mempunyai capaian kinerja yang cukup tinggi dikarenakan adanya target sampel yang dianggap kurang respon akan tetapi dapat dicacah oleh petugas. Indikator kedelapan dimana pemasukan dokumen dengan pendekatan non rumah tangga dan non usaha yang salah satunya adalah kantor pemerintahan mempunyai tingkat respon yang meningkat jika dibandingkan dengan targetnya.
Masalah/kendala yang dihadapi
1. Perencanaan kegiatan yang kurang terpadu yang menyebabkan beberapa responden yang sama, baik responden rumah tangga maupun perusahaan terkena sampel untuk beberapa survey dengan tujuan yang berbeda.
2. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam waktu bersamaan menyebabkan pelaksanaannya tidak berjalan maksimal dan tidak sesuai rencana yang telah disusun. Kondisi tersebut menuntut penggunaan tenaga non organik (mitra statistik), namun ketersediaan mitra statistik yang kompeten di kabupaten/kota jumlahnya terbatas. 3. Kesulitan menemukan alamat responden di lapangan terutama untuk responden
perusahaan sehingga meningkatkan persentase non respon. Selain itu adanya responden yang pindah alamat dan perusahaan yang tutup juga berpengaruh terhadap tingkat respons rate di lapangan.
4. Penerimaan responden perusahaan terhadap petugas cenderung rendah yang disebabkan karena kejenuhan yang dialami oleh responen untuk menjadi responden dari survei yang dilaksanakan oleh BPS.
5. Kerangka sampel untuk beberapa perusahaan tidak up to date (masih terdapat beberapa perusahaan yang tidak aktif yang masih masuk dalam kerangka sampel) sehingga tingkat non respon meningkat.
28 Laporan Kinerja BPS Kabupaten Mamuju 2019
6. Pengumpulan data untuk beberapa survei khususnya dengan responden perusahaan kadang membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga menimbulkan data yang dihasilkan tidak up to date.
7. Petugas mitra yang membantu kegiatan hendaknya bisa berkelanjutan, sehingga proses transfer knowledge dapat berjalan dengan baik.
8. Kurangnya pemahaman petugas lapangan terutama petugas yang baru dilibatkan dalam kegiatan lapangan.
9. Penerimaan dokumen menumpuk pada akhir jadwal pelaksanaan, sehingga proses pemeriksaan data tidak berjalan dengan maksimal.
10. Buku pedoman belum dapat menjawab semua permasalahan lapangan yang ada.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1. Melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap proses pelaksanaan kegiatan. 2. Menyusun matriks jadwal kerja yang memuat beban kerja petugas dan target waktu
penyelesaian sehingga proses monitoring dan evaluasi dapat dilaksanakan dengan baik.
3. Melakukan komunikasi ke BPS Provinsi terkait jadwal pelaksanaan kegiatan yang tumpang tindih.
4. Perekrutan petugas mitra dilaksanakan dengan selektif.
5. Mengupayakan agar proses pengiriman data yang sudah selesai ditingkat petugas lapangan ke proses selanjutnya secara bertahap, sehingga tidak menumpuk pada akhir kegiatan atau lebih dikenal dengan mekanisme “ban berjalan”.
6. Menyusun penegasan-penegasan untuk beberapa kasus yang tidak dijelaskan dalam Buku Pedoman.
7. Melakukan penjemputan atau kunjungan ulang ke perusahaan perusahaan yang menjadi unit pendataan.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Mamuju 2019 29 SS2.1. Sasaran Strategis: Meningkatnya Kualitas hubungan dengan pengguna data
Tabel 6. Capaian Kinerja Sasaran Strategis Tujuan Kedua Tahun 2019
Indikator Satuan Target Realisasi Kinerja (%) Capaian 2.1.1 Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data
dan informasi statistik melalui website BPS Pengunjung 5000 11510 120,00 2.1.2 Persentase konsumen yang puas terhadap akses
data BPS Persen 80,00 90,80 113,50
2.1.3 Persentase konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan
nasional Persen 80,00 33,33 41,66
Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 91,72 Indikator pertama memperlihatkan pada kita bahwa pengunjung eksternal semakin banyak yang mengakses data BPS dikarenakan system pada website ringan dan mudah untuk mendownload data yang dihasilkan oleh BPS. Indikator kedua memperlihatkan bakwa jumlah konsumen yang puas terhadap akses data BPS sebesar 90,8 persen yang dipermudah dengan kemudahan mendapatkan data pada website tersebut yang bisa dilakukan dimana saja asalkan jaringan internet ada. Indikator ketiga jumlah konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan cukup rendah sebesar 33,33 persen yang didominasi oleh pengunjung yang memakai data BPS hanya sebagai pembanding data yang sudah mereka kumpulkan.
Stategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya yaitu:
1. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk memudahkan pengguna data dalam mengakses data yang dihasilkan oleh BPS.
2. Pemantauan tingkat kepuasan pengunjung terhadap layanan yang diberikan segera setelah pengunjung selesai melakukan kunjungan ke area PST sekaligus meminta saran untuk perbaikan pelayanan ke depan.
SS3.1. Sasaran Strategis: Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan SSN
Target metadata adalah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) atau Instansi Pemerintah lainnya yang menyelenggarakan kegiatan statistic atau produk administrasi lainnya. Metadata hanya dicatat satu kali apabila dilakukan setiap tahunnya sehingga hanya
30 Laporan Kinerja BPS Kabupaten Mamuju 2019
kegiatan yang baru yang dicatatkan pada metadata tersebut. Oleh sebab itu tidak setiap tahun ada metadata yang dikumpulkan dari OPD.
Tabel 7. Capaian Kinerja Sasaran Strategis Tujuan Ketiga Tahun 2019
Indikator Satuan Target Realisasi Kinerja (%) Capaian 3.1.1 Jumlah metadata kegiatan statistic sectoral dan
khusus yang dihimpun Metadata 1 5 120,00
Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 120,00
SS4.1. Sasaran Strategis: Meningkatnya birokrasi yang akuntabel
Tabel 8. Capaian Kinerja Sasaran Strategis Tujuan Keempat Tahun 2019 Indikator Satuan Target Realisasi Kinerja (%) Capaian 4.1.1 Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat Point 50 53,85 107,70
Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 107,70 Capaian kinerja pada tujuan keempat hanya terdapat satu indikator saja dikarenakan tidak ada anggaran PPSA yang ada pada anggaran tahun 2019. Capaian kinerja yang dihasilkan sebanyak 107,70 persen dikarenakan penilaian SAKIP oleh inspektorat masih diatas target walaupu bernilai rendah.