• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja Customer Perspective

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA 2020 (Halaman 37-54)

Capaian Indeks Citra Indonesia Tahun 2018-2020

B. Capaian Kinerja Customer Perspective

Sasaran Strategis: Perlindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI BSB yang Prima IKU C1.1 – Persentase Kasus WNI di Brunei Darussalam yang Diselesaikan

Analisis Pencapaian IKU C1.1

Dalam hal capaian IKU C1.1, IKU ini terealisasi sebesar 88,74% dengan nilai capaian 93,41%. Total kasus keseluruhan (umum dan khusus) yang ditangani di tahun 2020 sebanyak 524. Dengan rincian 511 kasus umum dan 13 kasus khusus. Selama tahun 2020, banyak kasus berat yang memerlukan perhatian lebih dan membutuhkan waktu lama untuk penyelesaian.

32

Kasus khusus yang terjadi selama tahun 2020 diantaranya kasus pemalsuan uang dan pembunuhan WNI/PMI. Sementara, untuk kasus umum, masih didominasi dengan permasalahan tidak betah kerja dan tunggakan pembayaran gaji.

Tabel Pencapaian IKU C1.1 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020

IKU C.1.1 Kasus yang

Brunei Darussalam yang Diselesaikan

524 465 88,74%

Realisasi IKU C1.1: 88,74%

Capaian IKU C.1.1 (%) dari target 95%: 93,41%

Persentase kasus umum yang ditangani KBRI BSB di tahun 2020 adalah sebanyak 511 kasus umum atau sebesar 97,51%. Persentase kasus umum tersebut berkurang dibanding dengan tahun 2019 yang mencatat kasus umum sebanyak sebanyak 551 dari 577 kasus atau sebesar 98,92%. Sementara itu, jumlah kasus khusus yang ditangani KBRI BSB di tahun 2020 sebanyak 13 kasus lebih banyak dibandingkan pada 2019 sebanyak 7 kasus.

Tabel Perbandingan Penyelesaian Kasus WNI/PMI di Brunei Darussalam oleh KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2019 - 2020

Masalah-masalah umum yang diadukan oleh para WNI/PMI selama periode tersebut antara lain:

1) Tidak tahan bekerja sebanyak 338 kasus. PMI yang mengadukan hal in, pada umumnya mengadukan permasalahan disharmoni dengan majikan karena waktu kerja yang panjang, bekerja untuk keluarga majikan, bertengkar dengan majikan, maupun tidak boleh bebas menggunakan alat telekomunikasi.

2) Bekerja tidak sesuai dengan perjanjian/kontrak kerja sebanyak 67 kasus. Ketidaksesuaian ini terjadi pada perjanjian/kontrak kerja yang ditandatangani di Indonesia oleh Calon PMI, tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan setelah tiba di Brunei Darussalam.

3) Pengaduan terkait pembayaran gaji ada sebanyak 59 kasus. Pengaduan terkait pembayaran gaji ini, meliputi gaji yang tidak dibayarkan sama sekali selama PMI bekerja pada majikan, maupun gaji yang tidak diabyarkan sebagian, gaji yang dihutang majikan atau pemotong gaji yang melebihi ketentuan.

4) Mengalami tindak kekerasan sebanyak 14 kasus, tidak hanya dari majikan, tetapi ada juga yang dilakukan oleh keluarga majikan.

5) Overstay sebanyak 6 kasus.

6) Penyalahgunaan izin tinggal sebanyak 12 kasus.

Kasus Umum

yang Diselesaikan 577 551 95,4% 7 7 100% 524 465 93,41%

IKU C.1.1

2019 2020

33

7) Kasus lain-lain sebanyak 15 kasus (khalwat, percobaan bunuh diri, sakit, hamil dan melahirkan di luar nikah)

Tabel Rekapitulasi Kasus Umum yang Ditangani KBRI Bandar Seri Begawan 1 Januari-31 Desember 2020

Informasi Kasus Jumlah

Sisa kasus tahun 2019 25 kasus

Jumlah kasus yang masuk 1 Januari s.d. 31 Desember 2020 511 kasus Jumlah kasus yang selesai 1 Januari s.d. 31 Desember 2020 488 kasus Jumlah WNI/PMI yang pulang ke Indonesia/keluar

penampungan 93 orang

Jumlah PMI yang kembali bekerja 395 orang

Jumlah kasus yang belum selesai hingga 31 Desember 2020 23 kasus Jumlah PMI di penampungan KBRI s.d 31 Desember 2020 23 orang (19 perempuan, 4 laki-laki)

Sementara itu, kasus khusus yang ditangani selama 2020 adalah sebagai berikut:

1) Kepemilikan mata uang Brunei Darussalam pecahan BND 10.000 palsu 2) Penyelundupan dan jual beli rokok secara ilegal

3) Penyelundupan orang 4) Khalwat

5) Penyelundupan orang 6) Pencurian

34 7) Penipuan

8) Masuk ke wilayah Brunei Darussalam secara ilegal dan membawa miras 9) Kekerasan pada anak

10) Khalwat 11) Narkoba

12) Korban pembunuhan

Kendala penyelesaian kasus selama tahun 2020 sebagian besar akibat faktor eksternal, yaitu pandemi COVID-19. Efek COVID-19 mengakibatkan kondisi ekonomi turun, penutupan sementara perbatasan, dan penutupan jalur serta moda transportasi untuk kembali ke Indonesia.

Kondisi Ekonomi yang turun menyebabkan lesunya bisnis di Brunei Darussalam. Akibatnya banyak para WNI/PMI menghadapi masalah gaji dipotong, dipecat atau habis kontrak tapi tidak bisa pulang ke Indonesia. Maskapai Royal Brunei Airlines (RBA) yang memiliki penerbangan langsung ke Indonesia menghentikan sementara sejak Maret 2020. Sementara, untuk jalur darat, Bus Damri yang melayani rute Bandar Seri Begawan - Malaysia - Indonesia juga berhenti operasi karena Malaysia menerapkan lockdown.

Memperhatikan kondisi WNI/PMI di Brunei Darussalam, KBRI BSB melakukan beberapa langkah perlindungan selama pandemi COVID-19 diantaranya pemberian bantuan masker dan handsanitizer serta pemberian bantuan bahan pangan pokok sebanyak 1.081 paket; pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk WNI/PMI; bantuan fasilitasi perpanjangan masa izin tinggal untuk WNI/PMI dengan visa lawatan yang sudah habis masa tinggalnya; dan fasilitasi repatriasi mandiri WNI/PMI yang ingin kembali ke Indonesia. Pada 2020, sebanyak Special Flight 30 penerbangan telah dilangsungkan menggunakan Royal Brunei Airlines sebanyak 13 kali, dan Garuda Indonesia sebanyak 7 kali, dengan total 3.391 orang penumpang. Secara regular, KBRI BSB juga melakukan pertemuan dengan instansi terkait di Brunei Darussalam terutama Jabatan Imigrasi dan Buruh untuk penyelesaian permasalahan.

35 Disamping itu, KBRI

BSB dalam melaksanakan pelayanan dan perlindungan WNI/PMI, juga telah memperjuangkan hak-hak finansial PMI sebesar Rp 5.829.631,756, memberikan

pendampingan dan

penterjemahan di pengadilan yang melibatkan WNI/PMI bermasalah sebanyak 45 kali, dan memfasilitasi pengurusan pemulangan ataupun pengebumian 38 jenazah WNI/PMI serta mengupayakan keluarga/ahli waris memperoleh hak-hak WNI/PMI yang meninggal secara maksimal, berupa gaji yang belum dibayar, biaya pengiriman/penguburan, asuransi, serta uang duka.

Secara umum pada tahun 2020 di masa pandemi COVID-19, KBRI BSB dalam melaksanakan fungsi pelayanan dan perlindungan WNI/PMI tidak mengalami hambatan yang berarti. Hal tersebut dapat terlaksana karena kerja sama yang baik, dan peran aktif KBRI BSB dengan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam, serta kerja sama dan hubungan baik antara KBRI BSB dengan jabatan/instansi terkait di Brunei Darussalam dan di Indonesia.

36

37

IKU C1.2 – Indeks Kepuasan Pelayanan Kekonsuleran KBRI Bandar Seri Begawan

Analisis Pencapaian IKU C1.2

Untuk mengukur pencapaian IKU C.1.2, Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI BSB telah membuat angket kuesioner pada setiap kegiatan pelayanan kekonsuleran (termasuk pelayanan ketenagakerjaan dan keimigrasian), baik pelayanan rutin kekonsuleran di KBRI BSB maupun kegiatan outreach berbasis one day service di wilayah akreditasi. Minat masyarakat pengguna jasa masih sangat rendah untuk mengisi kuesioner meskipun telah diberitahukan kepada pengguna jasa agar mengisi kuesioner tersebut untuk meningkatkan dan perbaikan pelayanan.

Dalam hal capaian IKU C.1.2 yaitu, indeks kepuasan pelayanan kekonsuleran KBRI Bandar Seri Begawan, KBRI BSB berhasil memenuhi target 4 (Skala 4) dengan nilai capaian sebesar 100%. Total kuesioner Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Bandar Seri Begawan yang dikembalikan oleh responden sebanyak 972.

38

Tabel Capaian IKU C1.2 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU C1.2 Kuesioner

yang diterima

Rata - rata Presentase Kepuasan selama 1 tahun

Nilai

Tabel Perbandingan Capaian IKU C1.2 KBRI Bandar Sei Begawan Tahun 2019 - 2020

IKU C1.2 2019 2020

Sepanjang 2020, KBRI BSB telah melaksanakan kegiatan pelayanan pembuatan dokumen kekonsuleran, keimigrasian dan ketenagakerjaan secara reguler di KBRI Bandar Seri Begawan, serta pelayanan pembuatan dokumen kekonsuleran berbasis one day service di Distrik Belait dan Temburong. Di awal-awal masa pandemi COVID-19, KBRI BSB melakukan beberapa penyesuaian pemberian pelayanan yaitu pelayanan pembuatan surat keterangan, visa, sign on/off buku pelaut diajukan melalui email tanpa kehadiran langsung di KBRI BSB dan pengurangan jam pelayanan karena pemberlakuan work from home (WFH). Namun demikian, pembuatan paspor tetap dilayani langsung karena diperlukan untuk perekaman biometrik.

Selama pemberian pelayanan kekonsuleran, KBRI BSB juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan negara setempat. Petugas menggunakan sarung tangan dan masker, pemberian tanda jaga jarak antar bangku tunggu, penyediaan hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke lingkungan KBRI BSB.

Langkah tersebut di atas dilakukan sebagai bentuk untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 di kawasan KBRI BSB dan Brunei Darussalam pada umumnya. Penyesuaian-penyesuaian pemberian pelayanan dilaksanakan hingga akhir Mei 2020 karena setelahnya tidak ada lagi kasus sebaran lokal COVID-19 di Brunei Darussalam. Tercatat kasus lokal terakhir di Brunei Darussalam terjadi pada 6 Mei 2020.

39

Sesuai dengan program kerja, KBRI BSB juga tetap melakukan pelayanan kekonsuleran ke distrik – distrik yang ada di Brunei Darussalam. Tercatat, KBRI BSB melaksanakan 4 (empat) kali pelayanan kekonsuleran selama di tahun 2020, dengan rincian 3 (tiga) kali dilaksanakan di Dsitrik Belait dan 1 (satu) kali di Distrik Temburong. Sepanjang tahun 2020, kegiatan pelayanan kekonsuleran juga dibarengi dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk WNI/PMI.

Hal ini sebagai bentuk dan upaya pelayanan serta perlindungan yang komprehensif.

Pelayanan selama masa pandemi COVID-19

Terkait dengan upaya peningkatan pelayanan keimigrasian, pada tahun 2020, KBRI BSB juga telah melakukan perbaikan mesin printer paspor. KBRI BSB memiliki dua mesin printer paspor, tapi salah satunya mengalami kerusakan. Kondisi demikian cukup menjadi kendala dalam proses pencetakan paspor. Mengatasi hal tersebut, KBRI BSB segera mengirimkan mesin printer paspor ke Jakarta untuk diperbaiki langsung disana. Pengiriman mesin printer paspor terpaksa dilakukan karena WNA asing tidak diperbolehkan masuk Brunei Darussalam akibat COVID-19.

Sehingga, KBRI BSB tidak dapat memanggil teknisi untuk memperbaiki langsung di Brunei Darussalam.

Perbaikan mesin printer paspor

40

Selama masa pandemi COVID-19 di tahun 2020, sempat terjadi penurunan jumlah pelayanan. Namun, setelah Brunei Darussalam dinyatakan telah bebas dari kasus lokal COVID-19, jumlah pelayanan mulai meningkat kembali.

Pelayanan Kekonsuleran KBRI Bandar Seri Begawan Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 2020

JENIS PELAYANAN DOKUMEN JUMLAH

Visa Kunjungan 119 stiker visa

Pembuatan Paspor Biasa 4.268 buku

SPLP WNI 44 buku

Lapor Diri WNI/PMI melalui Sistem Data

WNI KBRI Bandar Seri Begawan 12.309 orang Surat Keterangan/Lahir/SIM/Legalisasi 1.167 dokumen

Affidavit 7 dokumen

Job Order 17 job order

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Fungsional periode 1 Januari – 31 Desember 2020 sejumlah BND 383.481 atau ekuivalen dengan Rp. 4.026.550.500,- (dengan kurs rata-rata:

1 BND = Rp. 10.500,-).

C1.3 – Indeks Kepuasan Pelayanan Pelindungan WNI/BHI KBRI Bandar Seri Begawan

Analisis Pencapaian IKU C1.3

Untuk mengukur pencapaian IKU C1.3, Fungsi Protokol Konsuler dan Ketenagakerjaan KBRI BSB telah membuat angket kuesioner pelayanan perlindungan bagi WNI/PMI yang telah selesai mendapatkan fasilitasi penyelesaian permasalahannya. Minat masyarakat pengguna jasa masih sangat rendah untuk mengisi kuesioner meskipun telah diberitahukan kepada pengguna jasa agar mengisi kuesioner tersebut untuk meningkatkan dan perbaikan pelayanan. Dalam hal capaian IKU C1.3, KBRI BSB memperoleh nilai survey sebesar 92%. Dari 96 kuesioner yang diterima, sebanyak 15 responden menjawab dengan nilai 81-90 (sangat puas), dan sebanyak 33 responden menjawab dengan nilai 91-100 (sangat puas sekali). Berikut di bawah ini tabel capaian C1.3 KBRI BSB.

Tabel Capaian IKU C1.3 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU C.1.3 Kuesioner

41

Tabel Perbandingan Capaian IKU C1.3 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2019-2020

2019 2020

Sebagai salah satu perwakilan yang menjalankan fungsi citizen service, perlindungan WNI/PMI menjadi prioritas utama kerja KBRI BSB. Berbagai upaya inovatif peningkatan pelayan dan perlindungan telah dilakukan, termasuk di dalamnya pembinaan kewirausahaan dan edukasi remitansi, serta sosialisasi sebagai upaya pencegahan dan mendorong kepatuhan WNI/PMI terhadap hukum Indonesia dan hukum setempat.

Sepanjang tahun 2020, pelaksanaan fungsi perlindungan WNI/PMI KBRI BSB umumnya tidak menemui hambatan yang berarti, walaupun ada beberapa yang terkendala karena proses penyelesaian yang lambat di instansi terkait di Brunei Darussalam. Perkembangan yang terjadi di tahun 2020, kasus yang ditangani masih didominasi oleh masalah hubungan tidak harmonis dengan majikan (disharmoni), tidak sesuai dengan perjanjian kerja, permasalahan gaji, mengalami kekerasan, menderita sakit, pelanggaran imigrasi, dan lain-lain (khalwat, hamil dan melahirkan di luar nikah, dan lain-lain).

Kasus disharmoni antara majikan dan pekerja rumah tangga sering terjadi disebabkan oleh ketidakcakapan PMI dalam melaksanakan pekerjaannya, maupun kesiapan mental para PMI untuk bekerja di luar negeri, dan jauh dengan keluarga. Hal ini disebabkan tidak adanya kurangnya penyiapan pra-pemberangkatan PMI.

Kegiatan sosialisasi dalam rangka pembinaan dan upaya perlindungan pada tahun 2020 disampaikan kepada para WNI/PMI yang berada di Brunei Darussalam pada umumnya, namun dikarenakan adanya protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang harus diikuti, maka kegiatan dilakukan secara daring. Tema Web Seminar (Webinar) yang disampaikan pada tahun 2020 yaitu Kebijakan Penempatan dan Perlindungan PMI di Masa Pandemi COVID-19 (11 Juli 2020); Menjaga keselamatan dan Mencegah Kecelakaan Kerja (26 Juli 2020); dan Dialog Kisah Inspiratif: PMI Menjadi Enterpreneur (12 Agustus 2020). Namun demikian, setelah

de-42

eskalasi diberlakukan oleh Pemerintah Negara Brunei Darussalam, dialog interaktif Duta Besar RI dengan para WNI/PMI pun beberapa kali dapat dilakukan, antara lain dialog Duta Besar RI dengan para WNI/PMI di kawasan Labi pada 4 September 2020; dialog dengan para PMi Nelayan di KBRI Bandar Seri Begawan pada 11 Septemebr 2020; dialog dengan para WNI/PMI di Temburong pada 25 September 2020; dialog dengan para WNI/PMI di Tutong pada 23 Oktober 2020; dan dialog dengan para WNI/PMI di Kuala Belait pada 21 November 2020.

Kunjungan kerja dalam rangka Market Intelligence maupun untuk mengetahui kondisi kerja para PMI dilakukan beberapa kali sepanjang tahun 2020. KBRI memanfaatkan kesempatan ini pula untuk mengingatkan para PMI yang ditemui tentang pentingnya mematuhi peraturan perundang-undangan khususnya di Brunei Darussalam.

Penjajakan kesem-patan kerja pada industri perhotelan dilakukan pada 6 Maret 2020, sebelum akhirnya pada tanggal 21 Maret 2020, Pemerintah Brunei Darussalam melalui Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri mengumumkan

adanya kebijakan

penangguhan sementara untuk mendatangkan pekerja asing ke Brunei Darussalam, yang masih diberlakukan hingga saat ini, kecuali bagi sektor-sektor yang dianggap strategis bagi kemajuan Negara Brunei Darussalam, dengan izin khusus dari Jabatan Perdana Menteri (Prime Minister Office).

Kunjungan kerja berikutnya antara lain dilakukan ke Soon Lee Golden Chick Hatchery and Breeding Farm Sdn Bhd di Tutong pada 11 Juli 2020; kunjungan ke staff house Adinin Works

& Engineering Sdn Bhd di Kuala Belait pada 12 Juli 2020; kunjungan kepada para PMI Nelayan di Pantai Jerudong pada 25 Juli 2020; kunjungan ke TS Wood Sdn Bhd, dan Syarikat Kilang Papan Labi Sdn Bhd, serta Hua Ho Agricultural Farm di kawasan Labi pada 4 September 2020;

kunjungan kerja ke Shrimp Farm Golden Corporation Sdn Bhd di daerah Tutong pada 5 Kunjungan kepada PMI nelayan di Pantai Jerudong

43

September 2020; kunjungan kerja ke Yildiz Enterprise, dan Lau Jaya Enterprise di daerah Temburong pada 25 September 2020; kunjungan kerja ke Ang Ping Hui Quarry Sdn Bhd, dan lunch meeting dengan para pengusaha di daerah Temburong pada 26 September 2020;

kunjungan ke KN Nursery Sdn Bhd, dan perkebunan di kawasan Kampong Masin pada 10 Oktober 2020; kunjungan kerja ke Syarikat Ibnu Anwari Enterprise, dan Syarikat Abd Manaf Haji Besar dan Anak-Anak di Kawasan Kemajuan Pertanian (KKP), Kampong Sinaut, Tutong pada 23 Oktober 2020; kunjungan ke KKP Tunggulian di daerah Belait, dan memperluas jejaringan dengan Tutong Acting District Officer (DO) pada tanggal 24 Oktober 2020; perluasan jejaring kerja sama dengan Belait Assistance District Officer (DO), dan dialog dengan pemilik NEM Sdn Bhd dan Syarikat Haji Omar Abdullah dan Anak-Anak di Kuala Belait pada tanggal 21 November 2 020;

kunjungan ke Purnomo Sdn Bhd di Temburong pada 22 November 2020;

dan kunjungan ke Penjara Maraburong Fasa 1 dan 3 pada 8 Desember 2020, guna berdialog dengan para WNI/PMI yang sedang menjalani masa hukuman, sekaligus memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok, dan bahan bacaan.

Selama tahun 2020, KBRI BSB melakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi WNI/PMI sebanyak 5 kali masing-masing di 5 kota yang berbeda, Hal ini dilakukan lebih banyak dibanding tahun 2019, mengingat sebagian besar penyebab kematian WNI/PMI di Brunei Darussalam dikarenakan pecah pembuluh darah, stroke, ataupun masalah jantung, Total jumlah WNI/PMI yang diberikan layanan adalah 620 orang, terdiri dari 178 orang dilakukan di KBRI BSB pada 9 Agustus 2020; 114 orang dilakukan di Tutong pada 23 Oktober 2020; 71 orang dilakukan di Temburong; 125 orang dilakukan di Labi pada 29 November 2020; dan 132 orang dilakukan di Seria pada 19 Desember 2020.

Dari 620 orang WNI/PMI yang mengikuti pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, diketahui bahwa yang beresiko tinggi mengalami penyempitan pembuluh darah dan jantung (Asterial Scierotic Cardiovascular Disease = ASCVD) sebanyak 93 orang atau 15,00%;

yang beresiko sedang dan rendah masing-masing sebanyak 219 orang atau 35,32%; dan yang tidak beresiko sebanyak 89 orang atau 14,36%. Sebanyak 302 orang WNI/PMI atau 22,40%

Kunjungan kerja ke Shrimp Farm Golden Corporation

44

WNI/PMI yang diperiksa memiliki kolesterol tinggi; sebanyak 272 orang atau 20,18% mengalami kegemukan (obesitas); sebanyak 200 orang atau 14,84% mengalami tekanan darah tinggi;

sebanyak 199 orang atau 14,76% memiliki gula darah tinggi; sebanyak 89 orang atau 6,60%

mengalami kelebihan berat badan; sebanyak 79 orang atau 5,86% menderita asam urat;

sebanyak 70 orang atau 5,19% terdiaknosa normal; dan sisanya sebanyak 139 orang atau 10,31% mengalami diagnose lain-lain yaitu antara lain mengalami nyeri otot, peradangan sendi (rematik), dan mengalami masalah lambung.

Di awal masa pandemi COVID-19 yang melanda Negara Brunei Darussalam, banyak PMI yang terdampak akibat diberlakukannya protokol kesehatan, khususnya PMI yang bekerja di sektor perdagangan, jasa, dan investasi, khususnya bidang pariwisata (perhotelan, transportasi wisata), dan rumah makan.

Banyak dari mereka yang dipotong bahkan tidak dibayar gaji, dikarenakan pemberi kerja juga kehilangan upaya untuk mendapatkan penghasilan sehari-hari akibat dibatasinya waktu operasi.

Selain itu, waktu kerja mereka juga banyak yang dikurangi, karena pemberi kerja tidak sanggup membayar gaji seluruh pekerjanya secara penuh, dan juga akibat dibatasinya waktu operasi.

Untuk itu KBRI BSB membagikan bantuan bahan makanan pokok, masker, dan juga sabun cuci tangan sebanyak 1.081 paket.

Ditutupnya akses keluar masuk Brunei Darussalam baik darat maupun udara, juga menimbulkan dampak lainnya, dimana para PMI yang telah selesai kontrak, ataupun WNI/PMI yang dideportasi, tidak dapat pulang ke Indonesia, sehingga tidak sedikit dari mereka yang harus diproses perpanjangan izin tinggalnya, dan lain-lain. Untuk itu KBRI BSB juga kemudian melakukan koordinasi dan negosiasi dengan institusi terkait di Brunei Darussalam untuk dapat menyelenggarakan Special Flight tujuan Brunei Darussalam (Bandar Seri Begawan) ke Indonesia (Jakarta dan Surabaya). Hingga akhir Desember 2020, sebanyak 30 Special Flight yang dikhususnya untuk merepatriasi WNI/PMI telah dilakukan, dimana sebanyak 13 kali penerbangan

45

menggunakan Royal Brunei Airline (RBA), dan 7 kali penerbangan menggunakan Garuda Indonesia Airline (GA), dengan total 3.391 orang penumpang.

Pembinaan kepada para WNI/PMI Bermasalah yang berada di tempat penampungan sementara KBRI Bandar Seri Begawan juga telah dilakukan secara rutin pada tahun 2020, namun sempat vaccum beberapa bulan dikarenakan adanya protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang harus diikuti. Pembinaan keagamaan melalui bimbingan membaca/mengaji Al Quran dengan siraman rohani Islam rutin dilaksanakan dua kali seminggu, demikian pula dengan bimbingan Bahasa Inggris. Selain itu, berbagai pelatihan keterampilan lainnya, seperti membuat batagor, membuat mie kocok, menjahit, membuat pizza, maupun pudding art diajarkan kepada mereka sekali seminggu. Untuk menjaga kebugaran para WNI/PMI, diadakan pula senam bersama minimal seminggu sekali di ruang serbaguna KBRI.

Kegiatan pelatihan kepada para WNI/PMI pada tahun 2020 tidak hanya diberikan kepada para WNI/PMI Bermasalah yang berada di tempat penampungan sementara KBRI BSB saja, tetapi juga diberikan kepada para WNI/PMI yang berada di luar.

Pelatihan yang diberikan adalah Pelatihan Bertanam secara Hidroponik, yang pada tahun 2020 dilakukan sebanyak 2 angkatan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan masing-masing sebanyak 3 kali pertemuan, dari mulai pengenalan dan penyemaian, hingga pembesaran dan panen hasil bertanam sendiri.

46

Sasaran Strategis: Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di Brunei Darussalam

IKU C2.1 – Persentase Tindak Lanjut/Implementasi Kesepakatan Bilateral Indonesia dengan Brunei Darussalam

Analisis Pencapaian C2.1

Sepanjang 2020, KBRI BSB telah menindaklanjuti 4 dari 5 kesepakatan bilateral yang ditargetkan dalam IKU C2.1 atau sebesar 80% dari target. Hal ini telah melampaui target sebesar 75% yang ditetapkan tahun ini, sehingga capaian IKU C2.1 KBRI BSB ialah 106,67%.

Tabel Capaian IKU C2.1 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020

IKU C2.1

Capaian IKU (%) dari target 80% 106,67%

Pada 2020, KBRI BSB merencanakan untuk menindaklanjuti 5 kesepakatan bilateral Indonesia dan Brunei Darussalam yaitu:

1. Nota Kesepahaman Kerja Sama Pertahanan Indonesia dan Brunei Darussalam yang ditandatangani di Jakarta, 10 April 2003.

2. Joint Statement between the Republic of Indonesia and Brunei Darussalam on the Occasion of the State Visit of His Excellency Dr. Susilo Bambang Yudhoyono President of the Republic of Indonesia to Brunei Darussalam yang disepakati di BSB, 24 Februari 2011.

3. Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of His Majesty the Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam on Consular Notification and Consular Assistance yang disepakati pada 18 Juli 2011.

4. Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of His Majesty the Sultan and yang di-Pertuan of Brunei Darussalam in the Field of Health Cooperation yang disepakati pada Februari 2015.

5. Agreed Minutes the Fourth Meeting of the Joint Commission for Bilateral Cooperation between the Republic of Indonesia and Brunei Darussalam yang disepakati di Jakarta, 20 Juli 2018.

Sejumlah tindak lanjut yang dilaksanakan oleh KBRI BSB untuk menindaklanjuti dan melaksanakan kesepakatan dimaksud pada 2020 sebagaimana berikut di bawah ini. Dari kelima

Sejumlah tindak lanjut yang dilaksanakan oleh KBRI BSB untuk menindaklanjuti dan melaksanakan kesepakatan dimaksud pada 2020 sebagaimana berikut di bawah ini. Dari kelima

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA 2020 (Halaman 37-54)

Dokumen terkait