LAPORAN KINERJA 2020
Teks penuh
(2) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan limpahan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan Kinerja (LKj) KBRI Bandar Seri Begawan (KBRI BSB) tahun 2020 sebagai bagian dari wujud penyelenggaraan kinerja pemerintah yang efektif, transparan dan akuntabel sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diamanatkan kepada kami. Penyusunan LKj tahun 2020 KBRI BSB disusun berdasarkan petunjuk teknis dari Biro Perencanaan dan Organisasi, Kementerian Luar Negeri RI yang didasarkan pada capaian masing-masing Indikator Kinerja Utama KBRI BSB tahun 2020. Laporan ini menyajikan target dan realisasi KBRI BSB selama tahun 2020. Dalam menjelaskan realisasi kinerja tersebut di atas, kami juga menyampaikan analisis faktor pendorong pencapaian keberhasilan dan beberapa kendala yang perlu diatasi dan terus dicarikan solusinya di masa yang akan datang. Sesuai metodologi yang ditetapkan, kinerja KBRI BSB tahun 2020 diukur menggunakan dasar penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan indikator keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran strategis Perwakilan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja (PK) tahun 2020. Akhir kata, semoga Laporan Kinerja KBRI BSB tahun 2020 ini dapat bermanfaat serta dapat mendukung penyusunan Laporan Kinerja Kementerian Luar Negeri RI tahun 2020 agar dapat memberikan bukti kerja nyata Pemerintah RI di bidang diplomasi terutama dalam konteks hubungan bilateral Indonesia – Brunei Darussalam.. Bandar Seri Begawan, Januari 2021 Signed.. Dr. Sujatmiko Dubes RI LBBP BSB. i.
(3) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. Daftar Isi Kata Pengantar. i. Daftar Isi. ii. Ringkasan Eksekutif. iii. I.. 1. Pendahuluan A. Latar Belakang. 1. B. Tugas dan Fungsi. 1. C. Struktur Organisasi. 2. D. Aspek Strategis Organisasi. 3. E. Isu-isu Strategis. 6 11. II. Perencanaan Kinerja A. Rencana Strategis KBRI BSB 2020-2024. 11. B. Perjanjian Kinerja Tahun 2020. 12 16. III. Akuntabilitas Kinerja A. Capaian Kinerja Stakeholders Perspective. 19. B. Capaian Kinerja Customer Perspective. 31. C. Capaian Kinerja Internal Business Process Perspective. 48. D. Capaian Kinerja Learning and Growth Perspective. 56 60. IV. Penutup A. Kesimpulan. 60. B. Permasalahan. 62. C. Langkah Perbaikan ke Depan. 64. Lampiran 1. Matriks Perjanjian Kinerja dan Perubahan/Revisi Perjanjian Kinerja Lampiran 2. Matriks Realisasi Rencana Aksi (Renaksi) PK Lampiran 3. Matriks Informasi Kinerja Lampiran 4. Matriks Nilai Capaian Kinerja Organisasi. ii.
(4) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. Ringkasan Eksekutif Selama tahun 2020, Indonesia melalui perwakilannya KBRI Bandar Seri Begawan (KBRI BSB) terus berupaya meningkatkan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya dengan Brunei Darussalam dan memperjuangkan kepentingan nasional Negara Republik Indonesia, melindungi Warga Negara Indonesia, dan Badan Hukum Indonesia di Brunei Darussalam, sesuai dengan kebijakan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pecahnya pandemi COVID-19 mengubah secara dramatis lanskap politik-ekonomi global dan kawasan dengan ramifikasi hingga ke tingkatan kerja sama antarbisnis dan koneksi antar masyarakat bilateral. Penurunan aktivitas umum dan perjalanan penumpang di negara akreditasi dan tanah air yang diikuti ancaman resesi selama masa COVID-19 berpengaruh negatif terhadap realisasi kinerja terutama pada elemen kerja sama ekonomi. Di sisi lain, dapat dicatat peningkatan capaian kinerja khususnya dalam elemen perlindungan dan pelayanan WNI/PMI, sesuai refocusing prioritas di masa pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, realisasi kinerja KBRI BSB pada TA 2020 mencapai tingkat Nilai Capaian Kinerja Organisasi 88,99 yang diukur menurut Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut: 1. S1.1. Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam. IKU ini terealisasi sangat tinggi melebihi target yaitu persentase peningkatan sebesar 74,34% dari target sebesar 1%, dimana nilai perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam naik sebesar BND 176.71 juta (data s.d. Oktober 2020) dari BND 101,36 juta (data s.d. Oktober 2019) atau mengalami kenaikan sebesar BND 75,3 juta. Capaian IKU ini diukur sesuai nilai toleransi yaitu 120%. 2. S1.2 Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke Indonesia dari Brunei Darussalam. Dari target sebesar 1%, IKU ini tidak terealisasi dimana nilai investasi asing ke Indonesia dari BSB menurun sebesar BND 0,0003 juta dari BND 0,53 juta pada 2019. Dengan demikian, IKU ini tidak tercapai (0%). 3. S1.3 Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia ke Brunei Darussalam. Realisasi IKU ini belum dapat diukur capaiannya mengingat belum tersedianya data yang memadai baik melalui sumber BKPM RI, maupun lembaga yang menangani investasi di Brunei Darussalam. 4. S1.4 Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Brunei Darussalam. Dari target sebesar 1%, IKU ini tidak terealisasi karena adanya larangan bepergian keluar Brunei Darussalam sejak bulan Maret 2020 karena pandemi COVID19. Berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan Brunei ke Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 19.278 orang (atau 14.751 orang data Januari-Oktober 2019), namun pada 2020 (s.d. Oktober 2020) hanya terdapat 2.679 wisatawan, sehingga terjadi penurunan sebesar -82%. Dengan demikian, IKU ini tidak tercapai (0%). iii.
(5) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. 5. S2.1 Indeks Citra Indonesia di Brunei Darussalam. IKU ini terealisasi sesuai target yaitu 3,8 dari skala 5. Hasil indeks citra Indonesia di Brunei Darussalam diperoleh dari tabulasi survei dengan total 104 responden yang mengisi pertanyaan dalam enam indikator yaitu pemerintahan, investasi dan imigrasi, ekspor, pariwisata, budaya dan citra warga Indonesia. 6. C1.1 Persentase Kasus WNI di Brunei Darussalam yang Diselesaikan. IKU ini terealisasi sebesar 88,74% dengan nilai capaian 93,41%. Total kasus keseluruhan (umum dan khusus) yang ditangani di tahun 2020 sebanyak 524 kasus. Dengan rincian 511 kasus umum dan 13 kasus khusus. 7. C1.2 Indeks Kepuasan Pelayanan Kekonsuleran KBRI BSB. IKU ini terealisasi sesuai target yaitu 4 (Skala 4) dengan nilai capaian 100%. Total kuesioner Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Bandar Seri Begawan yang dikembalikan oleh responden sebanyak 972. 8. C1.3 Indeks Kepuasan Pelayanan Perlindungan WNI/BHI KBRI BSB. IKU ini terealisasi sesuai target yaitu 4 (skala 4) dengan nilai capaian 100%. Total kuesioner Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI BSB yang dikembalikan oleh responden sebanyak 96. 9. C2.1 Persentase tindak lanjut/implementasi kesepakatan bilateral Indonesia dengan Brunei Darussalam. IKU ini terealisasi melebihi target sebesar 106,67% dengan telah ditindaklanjutinya 80% kesepakatan bilateral RI-Brunei dari 75% yang direncanakan pada 2020. 10. B1.1 Jumlah Kesepakatan di Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya. IKU ini mencapai 100% melalui terealisasinya seluruh target yaitu tiga kesepakatan di bidang ekonomi, utamanya keberhasilan KBRI BSB memfasilitasi kerja sama bisnis kedua negara. 11. B1.2 Indeks Respon Positif Stakeholders terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI BSB. IKU ini berhasil terealisasi mencapai target dimana respons positif stakeholders terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence mendapatkan nilai 5 dari target 5 (angka tertinggi). Dengan demikian, capaian IKU ini menjadi 100%. 12. B2.1 Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Polhankam. IKU ini berhasil memenuhi target dengan terealisasinya dua kesepakatan di bidang diplomasi polkam dari target dua kesepakatan. Dengan demikian, capaian IKU ini menjadi 100%. 13. B3.1 Persentase WNI di Brunei Darussalam yang Terdaftar di Portal Peduli WNI. IKU ini terealisasi sebesar 11,6% dengan nilai capaian 58%. 14. L1.1 Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) KBRI BSB. Capaian Nilai AKIP tahun 2020 didasarkan pada Evaluasi Nilai AKIP 2019 yaitu 72,94 sementara target ialah 78, sehingga capaian menjadi 93,51%.. iv.
(6) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 15. L2.1 Persentase Sarana dan Prasarana KBRI BSB yang Dipenuhi Sesuai dengan Rencana. IKU ini terealisasi 147,37% karena pengadaan sarana oleh KBRI BSB melebihi target yaitu 28 unit dari 19 unit yang direncanakan, dengan pemanfaatan jumlah anggaran yang tersedia. Dengan demikian, capaian IKU ini menjadi 120% (sesuai dengan nilai toleransi). 16. L3.1 Nilai Kinerja Anggaran KBRI BSB. Nilai Kinerja Anggaran KBRI BSB pada 2020 adalah 90,55 yang ditentukan berdasarkan 60% nilai SMART (92,06) dan 40% nilai IKPA (88,29). Target nilai kinerja anggaran ialah 90, dan dengan demikian capaian IKU ini adalah 100,61%. Guna mendukung pelaksanaan kegiatan, KBRI BSB memperoleh pagu DIPA TA 2020 sebesar Rp 40.918.361.000. Sesuai kebijakan Pusat terkait penanganan pandemi COVID-19, maka pagu DIPA KBRI BSB mengalami penyesuaian menjadi Rp 33.688.870.000. Hingga 31 Desember 2020 telah terserap Rp.30.944.750.145 atau 91.85% dari pagu hasil revisi. Tingkat realisasi anggaran TA 2020 sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 91,80%. Terdapat SIAR sebesar Rp 2.744.119.854 yang merupakan pencadangan untuk pemeliharaan gedung dan bangunan serta sisa belanja pegawai sehubungan dengan belum terisinya pos DCM dan kekosongan formasi local staff.. v.
(7) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. Bab I. Pendahuluan. A. LATAR BELAKANG Laporan Kinerja merupakan suatu bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Laporan Kinerja berisikan ikhtisar yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan rencana kerja yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBN. KBRI Bandar Seri Begawan (KBRI BSB) sebagai salah satu Perwakilan RI di luar negeri diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja ini sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, fungsi, dan peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan. Selain itu, Laporan Kinerja juga dilakukan untuk menyampaikan capaian, evaluasi dan analisis terhadap pengukuran kinerja untuk setiap sasaran strategis atau hasil program/kegiatan dan langkah perbaikan ke depan. Penyusunan Laporan Kinerja KBRI BSB Tahun 2020 mengacu pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Permenlu No. 04 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kinerja Kemenlu dan Perwakilan RI.. B. TUGAS DAN FUNGSI Sesuai dengan Keputusan Menteri Luar Negeri RI Nomor SK.06/A/OT/VI/2004/01 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di BSB merupakan Perwakilan Diplomatik dengan indeks Perwakilan 3,09 dan indeks masing-masing kegiatan sebagai berikut: Konsuler (3,60), Politik (3,27), Ekonomi (3,27), dan Sosial Budaya (2,23). a. Tugas Tugas pokok KBRI BSB adalah melaksanakan hubungan diplomatik dan memperjuangkan kepentingan nasional Negara Republik Indonesia, melindungi Warga Negara Indonesia, dan Badan Hukum Indonesia di Brunei Darussalam, sesuai dengan kebijakan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Fungsi Dalam melaksanakan tugas pokoknya, sesuai dengan Pasal 5 Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 2003, KBRI BSB menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: a. Peningkatan dan pengembangan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya dengan Negara Penerima dan/atau Organisasi Internasional; b. Peningkatan persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antar sesama Warga Negara Indonesia di luar negeri;. 1.
(8) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 c. Pengayoman, pelayanan, perlindungan dan pemberian bantuan hukum dan fisik kepada Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, dalam hal terjadi ancaman dan/atau masalah hukum di Negara Penerima, sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional; d. Pengamatan, penilaian, dan pelaporan mengenai situasi dan kondisi Negara Penerima; e. Fungsi konsuler dan protokol; f. Perbuatan hukum untuk dan atas nama negara dan Pemerintah Republik Indonesia dengan Negara Penerima; g. Kegiatan manajemen kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan internal Perwakilan, komunikasi dan persandian; h. Fungsi-fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktek internasional.. C. STRUKTUR ORGANISASI Untuk menjalankan tugas dan fungsi KBRI BSB, telah dibentuk struktur organisasi KBRI BSB terdiri dari unsur pimpinan, unsur pelaksana, dan unsur penunjang yaitu home staff dengan keseluruhan jumlah 16 orang. Pada akhir 2020, struktur organisasi tersebut terdiri dari: a. b.. Unsur Pimpinan yaitu Kepala Perwakilan/Dubes LBBP Unsur Pelaksana, yang terdiri dari: i. Minister Counsellor Protokol dan Konsuler ii. Minister Counsellor Ekonomi iii. Minister Counsellor Sosial Budaya iv. Sekretaris Pertama Politik/Ekonomi v. Sekretaris Pertama Ekonomi vi. Sekretaris Pertama Ekonomi vii. Sekretaris Ketiga Sosial Budaya viii. Sekretaris Ketiga Protokol dan Konsuler ix. Atase Pertahanan x. Atase Tenaga Kerja xi. Asisten Atase Pertahanan c. Unsur Penunjang, yang terdiri dari: i. BPKRT Perlengkapan, Kepegawaian dan Rumah Tangga ii. BPKRT Keuangan (Bendahara Perwakilan) iii. Petugas Komunikasi iv. Pegawai Perbantuan SP111.. Sepanjang 2020, telah dilaksanakan empat mutasi pegawai KBRI BSB ke Pusat, yaitu (1) Sdr. Arko Hananto Budiadi, Wakil Kepala Perwakilan yang mutasi pada Januari 2020, (2) Sdri. Dwi Rochmawati, Sekretaris Pertama Politik, mutasi Januari 2020, (3) Sdr. Mispan, Pegawai Perbantuan SP111, mutasi Maret 2020, dan (4) Sdri. Yudhitia Nirmala, BPKRT, mutasi September 2020. Sementara itu, telah dilaksanakan pula tiga mutasi pegawai ke KBRI BSB, yaitu (1) Sdri. Arinta Puspitasari, Sekretaris Pertama Politik/Ekonomi yang mutasi pada Februari 2020, (2) Sdr. Yuan Triyuansyah, Pegawai Perbantuan SP111, mutasi Mei 2020, dan (3) Sdri. Nisa Asniasita, BPKRT, mutasi Oktober 2020.. 2.
(9) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 D. ASPEK STRATEGIS ORGANISASI KBRI BSB sebagai salah satu ujung tombak pelaksanaan politik luar negeri dan penyelenggara hubungan luar negeri memiliki aspek-aspek strategis yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya. Peran strategis KBRI BSB digambarkan sebagai berikut. Aspek Eksternal Hubungan bilateral Indonesia dan Brunei Darussalam sepanjang 2020 di era pandemi tetap berjalan baik. Kedekatan hubungan dan rasa saling percaya telah pula melandasi hubungan di antara kedua negara dan sebagaimana dimaklumi, stabilitas dan hubungan politik yang baik merupakan pondasi awal dalam melaksanakan diplomasi ekonomi yang menjadi prioritas Indonesia pada 2020. Tidak hanya pada level bilateral, di tingkat regional dan multilateral Brunei juga senantiasa memberikan dukungan atas berbagai inisiatif dan prakarsa yang diusulkan Indonesia. Di tingkat ASEAN dua inisiatif Indonesia berhasil disepakati tahun 2020 yaitu ASEAN Declaration on an ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework dan Narrative of ASEAN Identity dan hal ini tidak lepas dari dukungan Brunei sebagai salah satu negara anggota ASEAN. Di tingkat multilateral, Brunei pada prinsipnya senantiasa memberikan prioritas dukungan kepada Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya dalam pencalonan di berbagai badan dunia. Pada 2020, Brunei memberikan dukungan atas pencalonan Indonesia sebagai anggota ECOSOC periode 2021-2023. Sangat disayangkan bahwa pada 2020 hubungan bilateral yang biasanya diwarnai oleh pertukaran kunjungan tidak banyak dapat dilaksanakan sehubungan dengan penutupan penerbangan reguler dan pembatasan perjalanan kecuali perjalanan yang sangat penting sejak Maret 2020. Meskipun demikian, sebelum larangan diberlakukan (Januari-Februari 2020), KBRI BSB telah memfasilitasi dan memberi dukungan kepada delegasi pejabat pemerintah, pengusaha, dan wakil masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Brunei. Isu kekonsuleran dan ketenagakerjaan merupakan isu utama bagi KBRI BSB yang yang menjalankan fungsi sebagai Perwakilan citizen service. Serangkaian pertemuan dengan instansi terkait di Brunei Darussalam telah dilaksanakan guna mengoordinasikan pelayanan dan perlindungan bagi WNI/Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilakukan, antara lain pembahasan terkait kebijakan keimigrasian bagi WNI yang melawat; pembahasan pengadaan Special Flights guna membawa para PMI yang telah habis masa kontrak kerja, PMI yang diputus kerja, WNI/PMI yang sakit ataupun meninggal, maupun WNI/PMI yang telah habis izin tinggal ataupun dideportasi; dan pembahasan terkait kebijakan dan biaya swab test bagi WNI/PMI yang akan pulang ke Indonesia. Guna percepatan finalisasi Memorandum of Understanding on the Placement and Protection of Indonesian Domestic Migrant Workers, telah dilakukan pembahasan secara daring melalui video conference dengan instansi terkait di Indonesia, yang dilanjutkan dengan pembahasan internal KBRI BSB.. 3.
(10) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 Di tengah pandemi COVID-19, KBRI BSB tetap melaksanakan berbagai program kerja untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap WNI/PMI yang berada di Brunei, antara lain pelayanan pembuatan dokumen kekonsuleran, perlindungan hukum terhadap WNI/PMI yang bermasalah, kunjungan ke penjara bagi WNI yang sedang menjalani hukuman, bantuan repatriasi dan deportasi, penanganan WNI/PMI yang sakit, meninggal, maupun yang transit, penyelesaian kasus-kasus ketenagakerjaan, dan pembinaan terhadap PMI baik di penampungan sementara KBRI BSB pada khususnya maupun di Brunei Darussalam pada umumnya. Sebagai bentuk perlindungan selama masa pandemi COVID-19, KBRI BSB melakukan beberapa kegiatan yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6). Pemberian bantuan pangan kepada WNI/PMI yang terdampak ekonomi akibat COVID-19; Pemberian bantuan masker dan sabun cuci tangan; Peningkatan kunjungan kerja ke daerah-daerah di Brunei Darussalam untuk melihat langsung kondisi WNI/PMI; Pelayanan pemeriksaan kesehatan (pengecekan gula darah, tekanan darah, asam urat, dan kolesterol) gratis untuk WNI/PMI; Fasilitasi repatriasi mandiri WNI/PMI yang akan kembali ke Indonesia; dan Fasilitasi bantuan perpanjangan izin masa tinggal untuk WNI dengan visa lawatan yang tidak bisa kembali ke Indonesia akibat penutupan penerbangan.. Selama pemberlakuan protokol kesehatan dan pembatasan aktivitas fisik, KBRI BSB telah berupaya pula menjangkau WNI/PMI di Brunei melalui berbagai kegiatan daring yaitu sosialisasi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan kekonsuleran khususnya kebijakan penempatan dan perlindungan PMI di masa pandemi COVID-19; webinar menjaga keselamatan dan mencegah kecelakaan kerja, dan diialog kisah inspiratif mengenai kisah sukses PMI menjadi entrepreneur di Brunei. KBRI BSB mengemban tugas memfasilitasi, menjembatani, serta mengkampanyekan peningkatan volume perdagangan, arus investasi bilateral, serta kunjungan dan nilai transaksi pariwisata dari Brunei Darussalam ke Indonesia. Bersama peran tersebut, melekat pula tugas melindungi dan turut mendorong pengembangan usaha milik warga Indonesia yang berdomisili di Brunei. Tugas ini antara lain diterjemahkan dengan menempatkan pameran produk UMKM Indonesia sebagai kalender rutin, survei pasar dan pembangunan database usaha Indonesia di Brunei, serta pendekatan khusus dengan otoritas setempat bidang industri dan perdagangan. Meski ukuran pasar yang relatif kecil, Brunei Darussalam menyajikan peluang yang baik bagi masuknya ragam barang dan jasa Indonesia. Terlebih, terdapat lebih dari 50.000 warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Brunei dengan potensi untuk memperkenalkan dan menyerap sekaligus mempengaruhi orientasi pasar Brunei pada produk-produk yang didatangkan dari Indonesia. Namun promosi TTI Indonesia dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Terdapat persaingan yang ketat terutama dari negara kawasan Asia Tenggara di samping kendala buruknya konektivitas yang berdampak pada tingginya biaya angkutan barang dan kunjungan penumpang dari Brunei ke Indonesia dibandingkan Brunei dengan negara lainnya.. 4.
(11) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 Dalam latar demikian, KBRI BSB berada di garis depan dan memainkan peran penting turut mendorong akses yang lebih efisien bagi produk Indonesia (termasuk atraksi wisata) ke pasar Brunei melalui pendekatan dan kerja sama dengan berbagai pihak baik di wilayah akreditasi maupun di tanah air. Di bidang sosial-budaya, KBRI BSB telah melakukan berbagai kegiatan pembinaan dan promosi citra positif Indonesia di tengah keterbatasan akibat pandemi COVID-19. Khusus terkait pandemi, KBRI BSB telah mengadakan dialog Duta Besar RI dengan komunitas Indonesia secara daring guna memantau situasi dan kondisi masyarakat Indonesia di Brunei yang terdampak pandemi pada 26 April-6 Mei 2020. KBRI BSB juga secara aktif menyebarkan informasi terkait kebijakan pandemi Indonesia dan Brunei Darussalam bagi para warga di seluruh kanal media. Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI, khususnya upacara, juga diadakan terbatas di kalangan internal demi mematuhi protokol kesehatan. Walau kegiatan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha urung diadakan karena terbentur protokol kesehatan, KBRI BSB tetap berusaha membina masyarakat melalui pengajian daring selama Ramadhan 1441 H, serta peringatan Maulid Nabi dan Natal di akhir tahun saat kondisi mulai membaik dan pembatasan perkumpulan massa mulai dilonggarkan. Di segi pendidikan, pada tahun 2020, KBRI BSB telah meluluskan angkatan kedua graduan Program Kejar Paket A, B dan C tahun 2019/2020 sebanyak 26 orang, bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Nusantara. Di bidang peningkatan citra positif Indonesia, KBRI BSB telah melaksanakan Malam Seni Musik RI-Brunei pada 21 September 2020 dan pertunjukan budaya Gema Irama pada 12-13 Desember 2020. Kedua kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi komunitas seni Indonesia dan Brunei Darussalam. KBRI BSB juga merangkul kalangan pelajar dan mahasiswa untuk mengenal lebih jauh Indonesia melalui program donasi buku ke Universiti Brunei Darussalam pada 13 Februari 2020 dan kunjungan Sekolah Seri Mulia Sarjana International School ke KBRI pada 5 November 2020. KBRI BSB juga mendukung Brunei December Festival 2020, melalui partisipasi pada Brunei Film Blitz dengan menampilkan pemutaran 4 film Indonesia dari 36 film yang berasal dari 10 negara. Dalam bidang pertahanan, adanya pandemi COVID-19 turut berpengaruh terhadap kegiatan pertemuan berkala, latihan bersama (latma), pendidikan dan pelatihan, serta pertukaran kunjungan antara pejabat TNI dan Angkatan Bersenjata Brunei Darussalam (ABDB) dimana banyak kegiatan kerja sama terpaksa ditunda/dibatalkan/diselenggarakan secara virtual. Beberapa kegiatan yang tetap dilaksanakan selama pandemi diantaranya adalah Kegiatan Latma Kilat Sakti antara Kopassus dengan Rejimen Pasukan Khas ABDB pada tanggal 19 s.d. 21 Oktober 2020 yang dilaksanakan secara virtual dan Army Working Group antara TNI AD dan TDDB pada tanggal 1 Desember 2020 yang yang juga dilaksanakan secara virtual. Satu unit pesawat angkut CN-235 buatan PT DI milik TUDB telah dapat terbang kembali setelah sebelumnya grounded selama beberapa tahun. Aktifnya kembali pesawat CN-235 akan meningkatkan kemampuan TUDB dalam melaksanakan tugas pokoknya, terutama dalam pengangkutan pasukan, logistik dan kegiatan patroli pengintaian. Secara menyeluruh, sepanjang 2020 KBRI BSB telah melakukan berbagai kegiatan dan melakukan terobosan inovatif sesuai perubahan kondisi dan dan anggaran untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara di semua bidang, serta dalam memberikan 5.
(12) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 pelayanan dan perlindungan WNI/PMI. Capaian sepanjang tahun 2020 akan menjadi tolak ukur untuk meningkatkan kinerja KBRI BSB pada tahun-tahun selanjutnya. Aspek Internal KBRI BSB didukung oleh SDM yang jumlahnya memadai yaitu 16 home staff, 30 local staff termasuk 3 local staff Atase Pertahanan, dan 9 orang tenaga harian lepas. Pejabat dan staf KBRI BSB memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa setempat dan penguasaan teknologi informasi yang cukup baik. Masa kerja sebagian local staff yang telah cukup lama juga memberi kemudahan melalui telah terbentuknya jejaring kerja sama dengan berbagai kalangan di Brunei Darussalam, sehingga dapat memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsi KBRI BSB. KBRI BSB didukung dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana kerja untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Pada 2020, KBRI BSB telah melakukan serah terima 1 (satu) unit kendaraan dinas pimpinan atas pengadaan yang dilakukan pada 2019. Guna mengoptimalkan kinerja KBRI BSB, telah dilaksanakan pengadaan peralatan fasilitas perkantoran dan perangkat pengolah data dan informasi serta perlengkapan pendukung lainnya. Selain itu, dalam rangka kelancaran penyelenggaraan urusan perkantoran, dan agar sarana dan prasarana yang telah dimiliki oleh KBRI BSB selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan, telah dilakukan pula kegiatan pemeliharaan, baik pemeliharaan Gedung dan Bangunan maupun pemeliharaan inventaris dan peralatan kantor (Peralatan dan Mesin).. E. ISU-ISU STRATEGIS Tahun 2020 merupakan tahun yang unprecedented dan sangat berat bagi dunia, tidak terkecuali bagi Brunei Darussalam. Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh sektor, baik kesehatan, perekonomian, hubungan antarmasyarakat, dan sebagainya. Meskipun demikian, Brunei Darussalam menjadi salah satu champion yang berhasil mengendalikan penyebaran COVID-19 di negaranya hingga akhir 2020. Kasus positif COVID-19 pertama di Brunei tercatat pada 9 Maret 2020. Sejak 6 Mei 2020, Brunei telah bebas dari transmisi lokal COVID-19 dan hanya mencatat kasus impor yang dapat dibendung. Kesuksesan Brunei Darussalam mengendalikan pandemi telah membuat kondisi dalam negeri yang stabil di berbagai bidang. Setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut: kepemimpinan Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang kharismatik dan dicintai rakyat, pengambilan kebijakan yang tepat didukung penerapan hukum yang tegas, profil wilayah yang tidak besar dan jumlah penduduk yang sedikit sehingga relatif lebih mudah dikelola, serta kesediaan mengikuti best practices yang diterapkan negara lain dan bekerja sama dengan negara lain. Sidang Legislative Council (LegCo) Ke-16 dibuka pada 9 Maret 2020 dan pada malam hari yang sama kasus positif COVID-19 pertama di Brunei diumumkan. Sidang LegCo ialah sidang tahunan yang diisi dengan pembahasan tindak lanjut titah Sultan mengenai berbagai permasalahan nasional, termasuk rencana anggaran dan program setiap kementerian. Sidang LegCo Ke-16 hanya berlangsung selama lima hari dan ditutup lebih cepat karena meningkatnya angka penularan COVID-19. Dalam sidang tersebut, Menlu Brunei telah memaparkan arah kebijakan luar negeri yaitu melanjutkan kebijakan luar negeri positif selaras dengan filosofi 6.
(13) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 nasional Melayu Islam Beraja dan memperkuat hubungan dengan negara lain di tengah berbagai tantangan seperti ketidakpastian geopolitik dan instabilitas geoekonomi akibat harga migas yang turun, perang dagang, dan pandemi COVID-19. Salah satu tantangan geopolitik Brunei ialah isu Laut China Selatan. Terkait isu ini, pada 20 Juli 2020 Brunei mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali komitmen Brunei Darussalam untuk memelihara perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan. Brunei tetap mempertahankan dua langkah pendekatan penanganan isu LCS yaitu seruan penyelesaian permasalahan yang spesifik secara bilateral bagi negara-negara yang terlibat langsung melalui dialog dan konsultasi secara damai dan meneruskan engagement dengan seluruh negara dan berkontribusi terhadap perdamaian dan kestabilan di kawasan. Di bidang pertahanan, telah ditegaskan dalam Sidang LegCo ke-16 tiga strategi pertahanan utama Brunei yaitu upaya cegah rintang (deterrent and response), diplomasi pertahanan, dan pertahanan holistik, yang meliputi pengadaan dan peningkatan aset pertahanan, peningkatan kualitas dan kuantitas personel ABDB melalui rekrutmen prajurit Angkatan Bersenjata Diraja Brunei (ABDB). Di bidang ekonomi, anggaran belanja Brunei Darussalam tahun 2020/2021 tercatat masih sama dengan tahun 2019/2020, BND 5,86 miliar. Tahun 2020 diwarnai melemahnya permintaan dan harga minyak dan gas global, yang tentunya akan mempengaruhi menurunnya pendapatan negara, yang diproyeksikan sebesar BND 4,05 miliar, sehingga defisit negara diproyeksikan mencapai BND 1,81 miliar. Defisit ini lebih tinggi dibanding tahun 2019 yang mencapai BND 1,469 miliar. Dengan tetap mempertahankan tema Investing in Our Future pada belanja negara tahun 2020/2021, sebagaimana tahun fiskal sebelumnya, perbelanjaan negara masih akan difokuskan pada empat program yaitu: 1).. Peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) Dalam kerangka Industry Roadmap Brunei, peningkatan FDI difokuskan pada 5 sektor industri: migas, makanan, ICT, pariwisata dan jasa. Proyek-proyek pembangunan yang diprioritaskan antara lain pembukaan lahan baru penanaman padi; pembangunan sektor pertanian dan agrimakanan; pembangunan fase kedua kawasan industri khusus Pulau Muara Besar; pengembangan produksi perikanan; pembangunan Teluk Brunei; serta pemeliharaan bandara dan bangunan Brunei.. 2).. Kemudahan dalam kegiatan bisnis perdagangan Brunei terus berupaya memajukan sektor swasta, khususnya pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, dengan menyediakan perundangan yang kondusif, meningkatkan kemampuan teknologi, dan mempercepat proses ijin pembukaan bisnis. Pada tahun 2020, Brunei berhasil meningkatkan Score Ease of Doing Business dari 69,6 menjadi 70,1, berada pada peringkat ke-66 dunia. Brunei mencatat peringkat ke-16 Easiest to Start Business dan peringkat ke-1 Easiest in Getting Credit, bersama dengan Selandia Baru.. 3).. Penyediaan SDM yang kompeten dan profesional Berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui rencana pengembangan pendidikan untuk menghasilkan lebih banyak tenaga ahli, tenaga profesional, pengusaha dan para calon pemimpin. Brunei terus mengupayakan penyelenggaraan program pelatihan kerja i-Ready, 7.
(14) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 pengembangan Pusat Pengembangan Kapasitas, berbagai program pengembangan untuk kalangan pemuda dan NGO, serta pembangunan universitas dan lembaga pendidikan lainnya. 4).. Pemeliharaan kesejahteraan masyarakat Untuk tujuan ini, Brunei mengupayakan dengan penyediaan berbagai infrastruktur sosioekoomi, juga pembangunan sektor pertanian. Brunei tercatat mencapai hasil yang baik dalam Sustainable Development Goals untuk kategori: penyediaan sistem kesehatan dan pendidikan yang berkualitas tinggi, akses kebutuhan dasar dan kesetaraan gender.. GDP Brunei pada tahun 2019 tercatat mengalami pertumbuhan yang baik, yaitu mencapai angka 3,9%, kemudian pada awal tahun 2020, diproyeksikan GDP Brunei akan dapat meningkat antara 4,9% hingga 7,1%. Namun demikian, proyeksi ini belum memperhitungkan efek pandemi COVID-19 dan menurunnya perekonomian global. Pada oktober 2020, Department of Economic Planning and Statistics (DEPS) Kementerian Ekonomi dan Keuangan Brunei menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Brunei Darussalam tetap mencatat pertumbuhan positif 2,4% pada Triwulan I tahun 2020, pertumbuhan 2,8% pada Triwulan II tahun 2020, dan pertumbuhan 0,5% pada Triwulan III tahun 2020. ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) memproyeksikan GDP tahunan Brunei Darussalam pada angka 1,6% pada 2020 dan 3,1% pada 2021. Hal ini karena terjadinya penurunan menurunnya harga minyak, pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan selama masa pandemi yang berdampak signifikan terhadap industri pariwisata. Pemerintah Brunei pun harus mengeluarkan beberapa tahap kebijakan Paket Stimulus Ekonomi yang mencapai total BND 450 juta (3,2 persen PDB). Program Pemerintah Brunei mungkin tidak dapat sepenuhnya terlaksana karena fokus penanganan pandemi nasional, namun kedepannya program pengembangan sektor swasta, upaya peningkatan investasi asing dan upaya peningkatan ekspor Brunei akan tetap menjadi prioritas dan menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Brunei. Selain itu, arah pengembangan sektor ekonomi Brunei di bidang pertanian, perikanan dan maritim menjadi potensi bagi Indonesia yang perlu terus dijajaki, baik dalam hal tenaga ahli, maupun produk-produk unggulan Indonesia yang mendukung industri tersebut. Brunei melihat kekosongan posisi akibat kepulangan pekerja asing yang tidak digantikan semasa COVID-19 sebagai peluang untuk lebih banyak diisi pekerja lokal. Proses vaksinasi COVID-19 di berbagai negara sumber tenaga kerja tradisional ke Brunei kemungkinan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat sehingga diprediksi bahwa dalam jangka menengah, Pemerintah Brunei akan semakin kuat mendorong pengusaha untuk memanfaatkan tenaga lokal. Pekerja Indonesia di Brunei saat ini masih berpotensi di sektor-sektor yang sedang dalam pengembangan dan masih kurang dikuasai oleh pekerja lokal, seperti sektor konstruksi, jasa (akomodasi dan makanan), pertanian dan perikanan. Perlindungan kesejahteraan bagi pekerja lokal berupa rencana penetapan upah minimum juga merupakan hal yang perlu diamati. Tingkat pengangguran di Brunei Darussalam selama tiga tahun berhasil diturunkan yaitu 9,3% pada 2017, 8,7% pada 2018, dan 6,8% (2019). Namun demikian, dalam pembukaan Sidang LegCo Ke-16, Sultan Haji Hassanal Bolkiah tetap menyoroti masalah pengangguran dan upaya 8.
(15) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 meningkatkan peluang kerja bagi penduduk lokal. Sultan juga menitahkan agar kebijakan yang ada terus dimonitor, khususnya yang terkait dengan masuknya pekerja asing serta hambatan atau proses yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis. Brunei Darussalam semakin ketat menyeleksi pekerja asing. Pada 2019, sebanyak 17.579 dari 36.681 aplikasi atau 48% aplikasi perusahaan untuk mempekerjakan pekerja asing ditolak. Sementara itu, Brunei terus mendorong perekrutan tenaga kerja local melalui berbagai program. Melalui JobCentre Brunei, sejak memanfaatkan situs web pada 2017 telah terdapat 2.949 pencari kerja lokal yang berhasil mengisi lowongan di sektor swasta. Saat ini tercatat 9.021 pencari kerja aktif di JobCentre Brunei. Pemerintah Brunei juga mendorong agar pengusaha sektor swasta bersama dengan pemerintah meningkatkan lingkungan bisnis Brunei Darussalam termasuk agar pekerjaan di sektor swasta diminati dan tidak lagi hanya dipandang sebagai batu loncatan menjadi pegawai negeri atau bersifat sementara. Berdasarkan pengamatan KBRI BSB, Sistem Rasio Perekrutan Pekerja Asing yang dimulai pada 2019 oleh Brunei belum diterapkan. Berdasarkan sistem ini, terdapat pembatasan jumlah pekerja asing dalam delapan sektor pekerjaan. Namun demikian, konsekuesi pajak tahunan (levy) sebesar BND 100 per orang yang dikenakan bagi pekerja asing di luar jumlah yang ditentukan belum diterapkan. KBRI BSB berharap bahwa implementasi kebijakan ini nantinya tidak berpengaruh besar pada penempatan PMI di Brunei Darussalam, khususnya PMI yang bekerja pada pengguna berbadan hukum maupun profesional yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing dengan pekerja lokal. Pada masa pandemi COVID-19, Pemerintah Brunei Darussalam mengeluarkan kebijakan pengetatan keluar masuknya orang dari dan ke Brunei Darussalam, termasuk penangguhan proses mendatangkan pekerja asing sejak tanggal 21 Maret 2020, sebagai berikut: (1) Penangguhan permohonan Lesen Pekerja Asing (LPA) bagi pekerja asing baru, dan aplikasi tambahan, termasuk permohonan yang diajukan ke Jabatan Buruh sebelum 21 Maret 2020; (2) Penangguhan permohonan pekerja sektor domestik, termasuk permohonan yang diajukan ke Jabatan Buruh sebelum 21 Maret 2020; (3) Penangguhan permohonan visa kerja, termasuk permohonan yang diajukan ke Jabatan Imigrasi dan Pendaftaran Kebangsaan; (4) Penangguhan izin visa kerja yang dikeluarkan oleh Jabatan Imigrasi dan Pendaftaran Kebangsaan; (5) Penangguhan visa kerja dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Brunei Darussalam di luar negeri; (6) Bagi pekerja asing yang telah dikeluarkan visa kerjanya, tetapi masih berada di negara asal mereka, agar menunda perjalanan mereka ke Brunei Darussalam, dan tetap di negara asal mereka; dan (7) Bagi pekerja yang telah memiliki Re-Entry Visa, tetapi masih di negara asal mereka, agar menunda perjalanan mereka ke Brunei Darussalam, dan tetap di negara mereka. Dari data lapor diri yang dimiliki KBRI BSB, diperkirakan terdapat 28.996 orang WNI/PMI di Negara Brunei Darussalam, dimana sekitar 75% diantaranya atau sekitar 21.747 orang adalah PMI. Di sisi lain, pada tahun 2020 ini, KBRI telah memfasilitasi dilakukannya repatriasi khususnya WNI/PMI menggunakan Special Flight dengan total penumpang hingga akhir Desember 2020 sebanyak 3.391 orang penumpang, dimana sekitar 80% diantaranya atau sekitar 2.712 orang. 9.
(16) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 penumpang adalah PMI. Mengacu kepada data tersebut, maka total pekerja asing yang berasal dari Indonesia yang saat ini bekerja di Brunei Darussalam berkisar 19.035 orang. Kondisi pandemi COVID-19 pada tahun 2020 turut berdampak pada kehidupan sosial dan budaya di Brunei Darussalam. Pelarangan perkumpulan massal sejak Maret 2020 telah membatalkan berbagai perhelatan nasional, budaya dan keagamaan tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Brunei antara lain Peringatan Hari Keputeraan, Peringatan Idul Fitri dan Idul Adha, Majlis Ilmu, dan Peringatan Maulid Nabi. Sebagai gantinya, berbagai acara nasional di atas diadakan secara terbatas oleh pemerintah dan masyarakat dianjurkan untuk tetap merayakan hari-hari keagamaan di rumah atau di masjid dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat ketika kondisi pandemi dianggap mulai membaik. Saat kasus lokal COVID-19 terus meningkat pada Maret-Mei 2020, Pemerintah segera menutup tempat-tempat publik seperti pasar, masjid, sekolah, bioskop, museum dan fasilitas olahraga. Pemerintah Brunei juga berusaha memulangkan para warga Brunei yang mengambil pendidikan di RRT dan Inggris sementara para pelajar di dalam negeri diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran daring di rumah. Penerapan awal pembelajaran daring menghadapi berbagai tantangan, khususnya bagi pelajar Brunei. Menurut survei pada 17-23 April 2020 oleh BruCert, badan keamanan siber Brunei, isu yang banyak dialami pelajar antara lain kesulitan gadget yang memadai, konektivitas internet yang terbatas dan biaya internet yang mahal. Dalam hal ini, Pemerintah menyediakan paket internet khusus bagi pelajar dan guru serta membuka donasi komputer, laptop dan tablet dari publik. Kehidupan sosial-budaya mulai pulih saat Pemerintah mulai melonggarkan pembatasan sosial pada 13 Juni 2020 secara bertahap. Kegiatan budaya, sosial dan keagamaan dapat diadakan dalam jumlah partisipan kecil pada triwulan ketiga 2020 selanjutnya dalam jumlah sedang (maksimal 350 orang) pada triwulan keempat 2020.. 10.
(17) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. Bab II Perencanaan Kinerja A. RENCANA STRATEGIS KBRI BSB 2020-2024 Pada saat Laporan Kinerja KBRI BSB tahun 2020 ini disusun, konsep Rencana Strategis KBRI BSB 2020-2024 masih terus dimatangkan dengan ringkasan sebagai berikut di bawah ini.. Visi Kementerian Luar Negeri RI “Memimpin diplomasi yang aktif dan efektif untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan berkepribadian berlandaskan Gotong Royong” Misi Kementerian Luar Negeri RI 1. Memberikan nilai manfaat ekonomi yang optimal melalui hubungan luar negeri untuk mendukung struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing 2. Memberikan pelindungan WNI/BHI di luar negeri yang prima sebagai upaya perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga 3. Menjaga integritas NKRI yang bersinergi bersama dengan Pemerintah Pusat serta Daerah dan meningkatkan citra positif Indonesia di dunia internasional 4. Memajukan kepemimpinan dan peran Indonesia yang berpengaruh di dunia internasional 5. Meningkatkan infrastruktur diplomasi Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI untuk mendukung peningkatan kualiltas manusia Indonesia. Visi KBRI BSB “Menjadi ujung tombak pelaksanaan diplomasi Indonesia yang aktif dan efektif di Brunei Darussalam” Misi KBRI BSB 1. Memberikan nilai manfaat ekonomi yang optimal melalui hubungan luar negeri Indonesia dengan Brunei Darussalam 2. Memberikan pelindungan WNI/BHI di Brunei Darussalam yang prima 3. Menjaga integritas NKRI dan meningkatkan citra positif Indonesia di Brunei Darussalam 4. Meningkatkan infrastruktur diplomasi KBRI BSB. Tujuan/Sasaran Strategis KBRI BSB 1. Nilai manfaat diplomasi ekonomi KBRI BSB yang optimal 2. Integrasi Kedaulatan NKRI dan citra positif Indonesia yang meningkat di Brunei Darussalam 3. Pelindungan WNI/BHI di Brunei Darussalam dan pelayanan publik yang prima 4. Dukungan dan komitmen nasional atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan internasional yang tinggi 5. Infrastruktur diplomasi KBRI BSB yang kuat. 11.
(18) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 Indikator Kinerja Utama KBRI BSB 1. Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam 2. Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke Indonesia dari Brunei Darussalam 3. Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Brunei Darussalam 4. Indeks Citra Indonesia di Brunei Darussalam 5. Persentase Kasus WNI di Brunei Darussalam yang Diselesaikan 6. Indeks Kepuasan Pelayanan Kekonsuleran KBRI BSB 7. Indeks Kepuasan Pelayanan Pelindungan WNI/BHI KBRI BSB 8. Persentase Tindak Lanjut/Implementasi Kesepakatan Bilateral Indonesia dengan Brunei Darussalam 9. Jumlah Kesepakatan di Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya 10. Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI BSB 11. Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Politik, Pertahanan dan Keamanan 12. Persentase WNI di Brunei Darussalam yang Terdaftar di Portal Peduli WNI 13. Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) KBRI BSB 14. Persentase Sarana dan Prasarana KBRI BSB yang Dipenuhi Sesuai dengan Rencana 15. Nilai Kinerja Anggaran KBRI BSB. B. PERJANJIAN KINERJA KBRI BSB 2020 KBRI BSB memulai tahun dengan optimisme untuk meningkatkan capaian kinerja perwakilan sesuai dengan visi, misi dan tujuan perwakilan. Sesuai dengan arahan Menteri Luar Negeri, fokus utama diplomasi Indonesia pada 2020 ialah diplomasi ekonomi sebagaimana disampaikan pada PPTM 2020 dan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI pada bulan Januari 2020. Terkait dengan itu, pada Perjanjian Kinerja awal KBRI BSB telah menetapkan target Indikator Kinerja Utama (IKU) secara optimal di bidang promosi perdagangan (target ditetapkan meningkat 3%), promosi pariwisata (target meningkat 2%), citra positif Indonesia (target mencapai indeks 4 (skala 5)), tindak lanjut/implementasi kesepakatan bilateral (target 85%), dan jumlah kesepakatan di bidang ekonomi, sosial dan budaya (target 5 kesepakatan). Namun demikian, sebagaimana diketahui pandemi COVID-19 telah mengubah situasi nasional bahkan global yang tidak pernah dialami sebelumnya oleh seluruh negara di dunia. Pandemi ini sangat mempengaruhi kondisi awal yang menjadi asumsi dasar penyusunan Perjanjian Kinerja 2020 dimaksud, antara lain perubahan kondisi eksternal (resesi ekonomi, larangan penerbangan dan kunjungan keluar negeri, pembatasan sosial dan fisik, protokol Kesehatan yang ketat, dlsb.) dan refocusing prioritas dan refocusing anggaran pemerintah Indonesia. Terkait dengan itu, KBRI BSB melakukan revisi Perjanjian Kinerja yaitu perubahan target capaian pada IKU tersebut di atas. Sementara itu, terkait anggaran perwakilan telah dilakukan penyesuaian dari Rp. 40.918.361.000 menjadi Rp.33.688.870.000.. 12.
(19) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. Stakeholders: Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, DPR, DPD, MPR, K/L. S1. Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI Bandar Seri Begawan yang Optimal. Customers: WNI/BHI, Diaspora, WNA, Perwakilan Asing, Media, Akademisi, LSM, Pemda, Pemprov, Badan Usaha Asing. Internal Business Process. Customers. Stakeholders. PETA STRATEGI KBRI BSB TAHUN 2020. S2. Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Brunei Darussalam. C1. Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI Bandar Seri Begawan yang Prima. B1. Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI Bandar Seri Begawan yang Kuat. C2. Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di Brunei Darussalam. B2. Diplomasi Politik, Pertahanan dan Keamanan KBRI Bandar Seri Begawan yang Kuat. B3. Basis Data WNI KBRI Bandar Seri Begawan yang Akurat. Anggaran. Learning & Growth. Organisasi dan Lingkungan Kerja L2. Sarana dan Prasarana KBRI Bandar Seri Begawan yang Memadai. L1. Tata Kelola Organisasi KBRI Bandar Seri Begawan yang Baik. L3. Pengelolaan Anggaran KBRI Bandar Seri Begawan yang Optimal. Kode SS. Sasaran Strategis (SS). Kode IKU. Indikator Kinerja Utama (IKU). Target 2020. (1). (2). (3). (4). (5). IKU S1.1. Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam. 1%. IKU S1.2. Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke Indonesia dari Brunei Darussalam. 1%. IKU S1.3. Persentase Peningkatan Investasi Indonesia ke Darussalam. 1%. IKU S1.4. Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Brunei Darussalam. Stakeholders Perspective. S1. Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI BSB yang Optimal. 13. Nilai Brunei. 1%.
(20) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. S2. Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Brunei IKU S2.1 Darussalam. Indeks Citra Indonesia di Brunei Darussalam. 3,8 (skala 5). Persentase Kasus WNI di Brunei Darussalam yang Diselesaikan. 95%. Customer Perspective IKU C1.1. C1. Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI BSB IKU C1.2 yang Prima. Indeks Kepuasan Kekonsuleran KBRI BSB. Pelayanan. 4 (Skala 4). IKU C1.3. Indeks Kepuasan Pelayanan Pelindungan WNI/BHI KBRI BSB. 4 (Skala 4). Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas IKU C2.1 Kesepakatan Bilateral di Brunei Darussalam. Persentase Tindak Lanjut/ Implementasi Kesepakatan Bilateral Indonesia dengan Brunei Darussalam. 75%. IKU B1.1. Jumlah Kesepakatan di Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya. 3. IKU B1.2. Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI BSB. 5 (Skala 5). B2. Diplomasi Politik, Pertahanan dan Keamanan IKU B2.1 KBRI BSB yang Kuat. Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Politik, Pertahanan dan Keamanan. 2. B3. Basis Data WNI KBRI BSB yang Akurat. IKU B3.1. Persentase WNI di Brunei Darussalam yang Terdaftar di Portal Peduli WNI. L1. Tata Kelola Organisasi IKU L1.1 KBRI BSB yang Baik. Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) KBRI BSB. 78 (BB). L2. Sarana dan Prasarana KBRI IKU L2.1 BSB yang Memadai. Persentase Sarana dan Prasarana KBRI BSB yang Dipenuhi Sesuai dengan Rencana. 100%. L3. Pengelolaan Anggaran IKU L3.1 KBRI BSB yang Optimal. Nilai Kinerja Anggaran KBRI BSB. C2. Internal Business Process Perspective. B1. Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI BSB yang Kuat. 20%. Learning and Growth Perspective. 14. 90.
(21) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. No. 1 2 3. Pagu Anggaran. Kegiatan. (Rp). Penyelenggaraan Kegiatan Dukungan Manajemen pada Perwakilan RI di Luar Negeri Peningkatan Sarana dan Prasarana Perwakilan RI di Luar Negeri Penyelenggaraan Diplomasi dan Kerja Sama Internasional Pagu Anggaran KBRI BSB 2020. 15. 30.688.870.000,200.000.000,2.678.428.000,33.688.870.000,-.
(22) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020. Bab III Akuntabilitas Kinerja Nilai capaian kinerja organisasi KBRI BSB pada tahun 2020 sebesar 88,99. Capaian ini diraih dalam kondisi global pandemi COVID-19 yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian nasional dan global dimulai sejak Maret 2020. Capaian Kinerja KBRI BSB selama 2020 adalah sebagai berikut: Kode SS (1). Sasaran Strategis (SS) (2). Kode IKU (3). Indikator Kinerja Utama (IKU) (4). Target 2020 (5). Realisasi. Capaian. (6). (7). 1%. 74,34%. 120% (nilai toleransi). 1%. -99.94%. 0. 1%. n/a. n/a. 1%. -81,83%. 0. 3,80 (skala 5). 3,80. 100%. Stakeholders Perspective IKU S1.1. S.1. Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI BSB yang Optimal. IKU S1.2 IKU S1.3 IKU S1.4. S.2. Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Brunei Darussalam. IKU S2.1. Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke Indonesia dari Brunei Darussalam Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia ke Brunei Darussalam Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Brunei Darussalam. Indeks Citra Indonesia di Brunei Darussalam. Customer Perspective. C1. C2. Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI BSB yang Prima Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di. IKU C1.1 IKU C1.2 IKU C1.3. IKU C2.1. Persentase Kasus WNI di Brunei Darussalam yang Diselesaikan Indeks Kepuasan Pelayanan Kekonsuleran KBRI BSB Indeks Kepuasan Pelayanan Pelindungan WNI/BHI KBRI BSB. 95%. 88,74%. 93,41%. 4 (Skala 4). 4. 100%. 4 (Skala 4). 4. 100%. Persentase Tindak Lanjut/ Implementasi Kesepakatan Bilateral Indonesia dengan Brunei Darussalam. 75%. 80%. 106,67%. 16.
(23) Laporan Kinerja KBRI BSB 2020 Brunei Darussalam Internal Business Process Perspective. B1. B2. B3. Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI BSB yang Kuat Diplomasi Politik, Pertahanan dan Keamanan KBRI BSB yang Kuat Basis Data WNI KBRI BSB yang Akurat. IKU B1.1. Jumlah Kesepakatan di Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya. 3. 3. 100%. IKU B1.2. Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/ Market Intelligence KBRI BSB. 5 (Skala 5). 5. 100%. IKU B2.1. Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Politik, Pertahanan dan Keamanan. 2. 2. 100%. IKU B3.1. Persentase WNI di Brunei Darussalam yang Terdaftar di Portal Peduli WNI. 20%. 11,6%. 58%. Learning and Growth Perspective L.1. L.2. L.3. Tata Kelola Organisasi KBRI BSB yang Baik Sarana dan Prasarana KBRI BSB yang Memadai Pengelolaan Anggaran KBRI BSB yang Optimal. IKU L1.1. Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) KBRI BSB. 78 (BB). 72,94 (BB). 93,51%. IKU L2.1. Persentase Sarana dan Prasarana KBRI BSB yang Dipenuhi Sesuai dengan Rencana. 100%. 147,37%. 120% (nilai toleransi). IKU L3.1. Nilai Kinerja KBRI BSB. 90. 90,55. 100,61%. 17. Anggaran.
(24) 18.
(25) A. Capaian Kinerja Stakeholders Perspective Sasaran Strategis: Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI BSB yang Optimal. IKU S1.1 - Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam Sepanjang 2020, realisasi IKU S1.1 mencapai 74,34% dari target 1%, dimana nilai perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam pada Januari-Oktober 2020 sebesar USD 176.718.100 dan mengalami kenaikan sebesar USD 75.352.200 (74,34%) dari nilai perdagangan pada kurun waktu yang sama di 2019 sebesar USD 101.365.900.. 19.
(26) Tabel Capaian IKU S1.1 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU S1.1. Data Nilai Perdagangan 2019 (Januari-Oktober). Data Nilai Perdagangan 2020 (Januari-Oktober). USD 101.365.900. USD 176.718.100 Realisasi IKU S1.1 (%). Persentase peningkatan nilai perdagangan Indonesia dengan Brunei Darussalam. Nilai. 74,34%. Target IKU S1.1 (%) Capaian IKU (%) dari Target 1% Nilai toleransi. 1% 7.434% 120%. Sejak tahun 2017, neraca perdagangan Indonesia dan Brunei terus menunjukkan surplus. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, pada tahun 2017 Indonesia mencatat surplus sebesar USD 21,9 juta, pada tahun 2018 sebesar USD 41,09 juta, pada tahun 2019 sebesar USD 72,6 juta dan pada periode Januari-Oktober 2020 surplus sebesar USD 30,37 juta. Tabel Neraca Perdagangan Brunei Darussalam – Indonesia 2017-2020 (dalam jutaan USD) Sumber: Kemendag RI. Tahun. Ekspor Indonesia. Impor Indonesia. Total. Surplus Indonesia. 2017. 64.506,6. 42.519. 107.025,6 (+) 21.987,6. 2018. 61.194,0. 20.097,3. 81.291,3 (+) 41.096,7. 2019. 103.153,6. 30.551,9. 133.705,9 (+) 72.601,7. Jan-Okt 2020. 103.548,8. 73.169,8. 176.718,1 (+) 30.378,5. Jika dilihat dari total perdagangannya, perdagangan bilateral pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 64% dari total USD 81,29 juta menjadi USD 133,7 juta. Dan kemudian berdasarkan periode Januari-Oktober 2020 dibandingkan periode yang sama tahun 2019, peningkatannya telah mencapai sebesar 74,34%. Meskipun terjadi penurunan ekonomi secara global, namun demikian perekonomian Brunei masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,6% pada semester I tahun 2020. Restriksi perjalanan internasional dan ditutupnya perbatasan Brunei, memiliki dampak terhadap meningkatnya penjualan retail domestik Brunei pada tahun 2020. Penjualan ritel pada Triwulan I tahun 2020 meningkat 6,6% dibandingkan triwulan IV tahun 2019. Sedangkan pada Triwulan II tahun 2020 dibandingkan Triwulan I meningkat sebesar 4,4%, yaitu dari BND 406 juta menjadi BND 423,7 juta. Hal ini menunjukkan permintaan kebutuhan sehari-hari yang mengalami peningkatan di masa pandemi, mengingat berkurangnya perbelanjaan masyarakat Brunei keluar negeri. Produk ekspor utama Indonesia ke Brunei didominasi oleh sektor non-migas, khususnya consumer goods, kendaraan, dan sebagainya. Untuk itu, penjualan ekspor Indonesia ke Brunei pun mengalami peningkatan. Sepanjang 2020, KBRI BSB telah melakukan berbagai kegiatan diplomasi ekonomi yang ditujukan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antar kedua negara, yaitu: 20.
(27) a. Untuk peningkatan konektivitas, khususnya merealisasikan rencana jalur pelayaran langsung Indonesia-Brunei, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan perdagangan kedua negara, Dubes RI telah melakukan rangkaian pertemuan dengan Menteri Perhubungan RI pada 2 Januari 2020 dan dengan jajaran Direktur PT. PELNI pada 6 Januari 2020 di Jakarta. Sebagai tindak lanjut, KBRI juga telah memfasilitasi kunjungan Delegasi PT. PELNI ke Brunei pada tanggal 20-24 Januari 2020 untuk memfinalisasi persiapan pembukaan pelayaran langsung Indonesia-Brunei, dengan pertemuan bersama pihak-pihak terkait di Brunei. b. Memfasilitasi kunjungan delegasi Kadin Jawa Timur pada 7-9 Januari 2020 dan delegasi pengusaha yang terdiri dari anggota Kadin Sumatera Utara dan beberapa pengusaha dari daerah lain mengadakan kunjungan ke Brunei Darussalam pada tanggal 14-19 Januari 2020. Kunjungan dilaksanakan dalam rangka mengunjungi Consumer Fair dan pertemuan dengan para importir Brunei. Diperoleh informasi potensi kerja sama sektor perkebunan dan konstruksi. c. KBRI BSB bekerja sama dengan Toko Buku Gramedia cabang Pontianak telah berpartisipasi pada Pesta Buku Brunei pada tanggal 28 Februari – 8 Maret 2020. Pesta Buku 2020 diikuti oleh 39 exhibitor, dan dihadiri oleh 65 ribu pengunjung. Booth Gramedia mendapatkan sambutan yang baik dari warga Brunei. Dari 1.135 buah buku yang ditawarkan, sebanyak 676 buah buku (60%) berhasil terjual dengan nilai omset BND 8.245 atau setara dengan Rp. 86.572.500. d. Bekerja sama dengan Ditjen Aspasaf dalam menyelenggarakan kegiatan Seminar Daring bertemakan “Economic Updates and Business Engagement: Consumers Goods and Fashion to Brunei”, pada 3 September 2020. Dubes RI dan perwakilan importir Brunei, H SKY 21.
(28) Trading, menjadi narasumber pada seminar ini. Kegiatan memperoleh sambutan positif dari para pelaku usaha Indonesia. Sebagai hasilnya, KBRI BSB menerima dan menindaklanjuti sejumlah enquiries untuk kerja sama lebih lanjut dengan perusahaan Brunei. e. Jamuan Bisnis Dubes RI pada 21 Oktober 2020 sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku usaha Brunei, sekaligus sebagai acara mensosialisasikan dan mengundang keikutsertaan para importir pada kegiatan Trade Expo Indonesia-Virtual Event (TEI-VE). Kegiatan juga untuk mendorong para importir untuk terus menggarap peluang bisnis dari berbagai jenis produk potensial Indonesia yang masih terbuka luas. f.. Jamuan Bisnis Promosi Produk RI dan Rencana TEI-VE 2020. Kegiatan promosi melalui webinar yang diadakan oleh Al-Ahmadi Entrepreneurship Centre, tanggal 3 Desember 2020, bertemakan “Business Chellenges-Opportunities 2021”. KBRI BSB menjelaskan potensi ekspansi produk Indonesia ke Brunei, beserta aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam akses pasar tersebut.. g. Menyelenggarakan kegiatan promosi “Pasar Rakyat” pada 12-13 Desember 2020 yang bertujuan memperkenalkan produk dan kuliner Indonesia, termasuk juga sebagai upaya untuk memberdayakan UMKM Indonesia di Brunei setelah menghadapi masa sulit sebagai efek dari pandemi COVID-19. Kegiatan diikuti oleh 31 exhibitor para pelaku UMKM Indonesia di Brunei Darussalam dan perwakilan komunitas yang menawarkan aneka jasa, ragam produk dan kuliner khas nusantara. Pengunjung bazar tercatat 3.256 orang dalam dua hari pelaksanaan dengan nilai penjualan mencapai BND 36.000 atau sekitar 378 juta rupiah. h. KBRI terus berupaya menggali potensi perdagangan antar kedua negara dengan mengadakan kunjungan dan pertemuan dengan berbagai kalangan usaha, baik di sektor peternakan, perikanan, maupun consumer goods. Kegiatan ini baru dapat dilaksanakan kembali sejak mulai pulihnya kondisi pandemi di Brunei yaitu pada bulan September hingga Desember 2020. i.. Merelisasikan capaian ekspor domba hidup dari Indonesia ke Brunei Darussalam, untuk menjawab kelangkaan stok daging kambing di Brunei semasa pandemi Covid-19.. 22.
(29) j.. Upaya menjajaki dan meningkatkan pengiriman kargo udara yang mengangkut produkproduk Indonesia ke Brunei melalui penerbangan repatriasi Garuda Indonesia selama tahun 2020.. Dalam upaya pencapaian IKU ini, KBRI BSB menghadapi kendala eksternal antara lain belum dijadikannya Brunei sebagai prioritas oleh pelaku usaha Indonesia maupun instansi terkait karena penilaian atas ukuran pasar yang relatif kecil, meskipun produk Indonesia berpeluang untuk merebut pangsa yang lebih tinggi di pasar Brunei. Untuk itu, kegiatan promosi terus dilakukan, meskipun menghadapi kendala masa pandemi dimana terdapat larangan kegiatan keramaian dan pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi nasional, KBRI BSB terus mengupayakan promosi potensi perdagangan melalui webinar promosi, maupun dialog online dengan para pelaku usaha. Kegiatan keramaian berupa Pasar Rakyat dilaksanakan di hampir penghujung tahun 2020, menyesuaikan dengan pembatasan dan protokol kesehatan di negara setempat. Selain itu, terdapat pula kendala terkait konektivitas. Upaya KBRI BSB untuk merealisasikan jalur pelayaran langsung Indonesia-Brunei belum dapat terlaksana karena faktor eksternal, yaitu terdapatnya ketentuan yang tidak memungkinkan jalur subsidi domestik untuk mempersingkat waktu perjalanan dipergunakan untuk jalur pelayaran internasional. Namun demikian, KBRI BSB akan terus mengupayakan peningkatan konektivitas ini, baik laut maupun udara. Penerbangan repatriasi yang awalnya menggunakan jasa penerbangan Royal Brunei Airlines sebanyak 13 kali sejak 1 Mei 2020 hingga 27 September 2020, kemudian diupayakan oleh KBRI BSB menggunakan penerbangan Garuda Indonesia, sehingga dapat mengangkut lebih banyak kargo udara produk Indonesia ke Brunei Darussalam. Sebanyak 7 kali penerbangan dengan Garuda Indonesia pada OktoberDesember 2020 telah mengangkut 1.293 penumpang dan 23.876 kg kargo, termasuk barang consumer goods, keperluan rumah tangga, maupun produk perikanan.. 23.
(30) IKU S1.2 - Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke Indonesia dari Brunei Darussalam Analisis Pencapaian IKU S1.2 Sepanjang 2020, realisasi IKU S.1.2 sebesar 0% tidak mencapai target dimana nilai investasi asing ke Indonesia dari Brunei Darussalam sepanjang Januari-September 2020 sebesar USD 0,3 ribu atau jauh menurun sementara pada 2019 (Januari-September) investasi ke Indonesia dari Brunei Darussalam mencapai USD 0,53 juta. Tabel Capaian IKU S1.2 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU S1.2. Data Nilai Investasi (2019). Data Nilai Investasi (2020). USD 0,53 juta. USD 0,3 ribu. Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke Indonesia dari Brunei Darussalam. Nilai. Realisasi IKU S1.2 (%):. 0%. Realisasi IKU S1.2 (%):. 1%. Capaian IKU (%) dari Target 1%:. 0%. Nilai investasi Brunei Darussalam di Indonesia dan investasi Indonesia di Brunei Darussalam selama delapan tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut.. INVESTASI BRUNEI DI INDONESIA Nilai ribu USD. Proyek. USD 4,5 Juta Proyek, 18. USD 1,6 Juta Proyek, 31 USD 800 Ribu USD 510 Ribu Proyek, 14. Proyek, 2. USD 530 Ribu Proyek, 13. N/A. 2014. 2015. 2016. 2017. 2018. 2019. USD 0,3 Ribu Proyek, 13. 2020. Sumber data: BKPM. Sepanjang tahun 2020, KBRI BSB telah memfasilitasi beberapa pertemuan bisnis untuk mendorong peningkatan investasi Brunei Darussalam ke Indonesia, sebagai berikut.. 24.
(31) a. Pembina Kadin Jatim Dr. H. Marzuki Ali dalam pertemuan dengan Kementerian Energi Brunei pada Januari 2020 telah menawarkan kerja sama investasi bagi Brunei pada 500 hektar refinery perminyakan yang berada di dalam 1.200 hektar kawasan perminyakan (akan menjadi KEK) di Banyuwangi. b. KBRI BSB bertemu dengan pejabat Kementerian Sumber-Sumber Utama dan Pariwisata (MPRT) Brunei pada 26 Maret 2020, selain membicarakan potensi suplai pangan oleh Indonesia, juga membahas potensi investasi Brunei di Indonesia untuk sektor peternakan dan pertanian. Secara khusus, MPRT menyatakan tertarik dengan konsep kerja sama investasi pada lahan pertanian di Indonesia guna mendukung stabilitas suplai pangan di Brunei sambil tetap mengupayakan peningkatan produksi dalam negeri. c. Memfasilitasi rencana investasi pengusaha setempat (melalui BIMP-EAGA) di sektor produksi pengolahan kopi di Indonesia. Selain pertemuan bisnis tersebut di atas, KBRI BSB telah melaksanakan upaya-upaya lainnya, antara lain dengan pemberdayaan pengusaha Indonesia. Dalam rangka memperkuat status hukum, baik dari segi legalitas usaha maupun keuangan masyarakat Indonesia yang memiliki usaha di Brunei Darussalam, KBRI BSB terus memfasilitasi pendirian usaha dengan status Sendirian Berhad. Pada tanggal 9 Desember 2020, komunitas bisnis Indonesia bernamakan Indonesia Business Chamber (IBC) di Brunei Darussalam telah resmi dibentuk sebagai wadah komunikasi, konsultasi, fasilitasi dan kerja sama para pengusaha Indonesia yang berbasis di Brunei Darussalam. Data statistik yang tercatat ada kemungkinan tidak menggambarkan data yang riil mengingat pengusaha Brunei menitipkan modalnya ke fund manager di Singapura, yang diberikan kepercayaan dalam mengambil keputusan investasi. Ancaman resesi ekonomi 2020 di tingkat global, termasuk di Indonesia, juga diduga turut mempengaruhi minat investasi Brunei di luar negeri. Tahun 2020 juga diwarnai pemilu Amerika Serikat dan negosiasi Brexit, yang turut mempengaruhi sikap “wait and see” investor Brunei terhadap perkembangan hasil situasi tersebut. Ditandatanganinya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 15 November 2020 dan reaktivasi pembangunan ibukota baru Indonesia di Kalimantan pada 2021 diharapkan dapat membangkitkan kembali alur investasi Brunei ke Indonesia di masa depan. Selama ini, pendekatan antarpemerintah dalam penjajakan investasi belum menghasilkan, meskipun telah diupayakan hingga pimpinan teratas (tingkat Kepala Negara). Untuk itu, KBRI BSB juga akan terus meningkatkan penjajakan investasi yang dilakukan antarkalangan pebisnis. IKU S1.3 - Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia ke Brunei Darussalam Analisis Pencapaian IKU S1.3 Dalam capaian IKU S1.3 yaitu persentase peningkatan nilai investasi Indonesia ke Brunei Darussalam, tidak dapat dilakukan penghitungan capaian dikarenakan belum tersedianya data yang memadai baik melalui sumber BKPM RI, maupun lembaga yang menangani investasi di Brunei Darussalam.. 25.
(32) Tabel Capaian IKU S1.3 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU S1.3 Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia ke Brunei Darussalam. Data Nilai Investasi (2019). Data Nilai Investasi (2020). Nilai peningkatan. n/a. n/a. n/a. Realisasi IKU S1.3 (%):. n/a. Realisasi IKU S1.3 (%):. 1%. Capaian IKU (%) dari Target 1%:. n/a. Meskipun penghitungan dalam upaya pencapaian IKU S.1.3 belum dapat dilakukan, sepanjang 2020 KBRI BSB telah berupaya meningkatkan investasi Indonesia ke Brunei Darussalam, sebagai berikut: 1) KBRI BSB memfasilitasi kerja sama PT. Wastec Internasional dengan Sahid Sdn Bhd. 2) Fasilitasi kerja sama tender pembangunan proyek perumahan antara PT. Pembangunan Perumahan (PP) dengan VSL Systems (B) Sdn Bhd dan Thong & Thong Sdn Bhd. 3) Pemanfaatan teknologi EOR (enhanced oil recovery) bagi sumur-sumur minyak tua di Brunei. Brunei memiliki visi “Wawasan Brunei 2035” yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan diversifikasi ekonomi di berbagai bidang, seperti membentuk badan khusus, mendorong peningkatan masuknya investasi langsung asing (foreign direct investment) di sektor-sektor non migas, perbaikan kondisi yang mendukung investasi dan kewirausahaan, penciptaan kebijakan ease of doing business, pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM dan produk halal serta wisata Islami. Terkait hal ini, Indonesia memiliki potensi untuk berperan dalam pembangunan Brunei dengan mengikuti tender dan proyek investasi. KBRI BSB menghadapi tantangan dengan mencarikan partner setempat yang tepat dan terpercaya bagi perusahaan Indonesia yang akan mengikuti tender. Untuk itu, KBRI BSB terus berupaya memperluas jaringan kontak dengan pelaku usaha setempat, termasuk dalam upaya mencari potensi investasi di Brunei Darussalam yang dapat dikerjasamakan. Selain itu, kebijakan tender setempat yang tidak memberikan informasi nilai proyek di awal pengajuan tender, menjadi tantangan khusus, sehingga partisipan tender harus berupaya sebaik mungkin memberikan penawaran proyek dengan nilai yang kompetitif. IKU S1.4 - Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Brunei Darussalam Analisis Pencapaian IKU S1.4 Sepanjang 2020, realisasi IKU S1.4 KBRI BSB -81,83% dimana jumlah wisatawan Brunei ke Indonesia pada Januari-Oktober 2020 hanya sebesar 2.679 orang dari tahun 2019 sebanyak 14.751 orang pada periode Januari-Oktober 2020. Dengan demikian, capaian IKU ini pada 2020 ialah 0%.. 26.
(33) Tabel Capaian IKU S.1.4 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU S1.4. Persentase peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia dari Brunei Darussalam. Jumlah wisatawan Brunei ke Indonesia 2019. Jumlah wisatawan Brunei ke Indonesia 2020. 14.751. 2.679 Realisasi IKU S1.4 (%). Nilai. - 81,83%. Target IKU S1.4 (%). 1%. Capaian IKU (%) dari target 0,7%. 0%. Pada Januari 2020, angka kunjungan wisatawan dari Brunei ke Indonesia masih menunjukkan angka normal yaitu 1.219 orang. Namun demikian, pandemi COVID-19 yang menyebabkan terjadinya kebijakan pembatasan perjalanan internasional, mengakibatkan angka kunjungan terus menurun sepanjang tahun 2020. KBRI BSB masih berkesempatan menyelenggarakan kegiatan promosi pariwisata bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada forum Travel Exchange (TRAVEX) 2020 di Brunei Darussalam, 14-16 Januari 2020. Kegiatan ini menghasilkan potensi transaksi hingga USD 4,7 juta atau setara dengan Rp. 65 miliar, dari 524 pertemuan bisnis oleh 20 Pertemuan industri wisata di TRAVEX Brunei industri pariwisata Indonesia dengan mitra industri pariwisata dari berbagai negara. Buyer terbanyak tercatat berasal dari kawasan Asia Pasifik, khususnya Filipina, Thailand dan Malaysia, serta Tiongkok, Korea Selatan, dan India. Pameran TRAVEX ini diadakan sebagai rangkaian dari ASEAN Tourism Forum yang diselenggarakan oleh Brunei Darussalam. Pameran ini difokuskan bagi B-to-B yang diikuti oleh ASEAN Sellers, untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk pariwisata ASEAN kepada industri wisata internasional maupun intra-ASEAN.. 27.
(34) Namun kemudian di masa pandemi, KBRI tidak dapat melakukan kegiatan promosi yang telah direncanakan, seperti familiarization trip ke destinasi wisata Indonesia ataupun promosi melalui influencer. Hal ini terjadi selain karena restriksi perjalanan internasional dan pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi nasional di Indonesia, juga karena pertimbangan sensitivitas terhadap perkembangan situasi pandemi. Namun demikian, secara terbatas, KBRI BSB tetap melakukan diseminasi informasi mengenai konsep “Dream Now, Travel Tomorrow” pariwisata Indonesia, jargon “InDoCARE” dan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Safety, Healthy Environment) di berbagai obyek destinasi wisata Indonesia pada artikel yang diterbitkan di media massa, maupun di Buletin yang diterbitkan KBRI BSB, Brunindo News.. Sasaran Strategis: Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Brunei Darussalam IKU S2.1 – Indeks Citra Indonesia di Brunei Darussalam Analisis Pencapaian IKU S2.1 Realisasi IKU S2.1 KBRI BSB pada 2020 mencapai kinerja sebesar 100%. Hasil indeks citra Indonesia di Brunei Darussalam diperoleh dari tabulasi survei dengan total 104 responden yang mengisi pertanyaan dalam enam indikator yaitu pemerintahan, investasi dan imigrasi, ekspor, pariwisata, budaya dan citra warga Indonesia. Tabel Capaian IKU S2.1 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU S2.1.. Indikator Pertanyaan. Indeks Citra Indonesia di Brunei Darussalam. Pemerintahan Investasi dan Imigrasi Ekspor Pariwisata Budaya Warga Indonesia. Jumlah Kuosioner Terisi. Rata-rata Jawaban (Skala Indeks 5). 104 104 104 104 104 104 Total Rata-rata Realisasi IKU S2.1: Target IKU S2.1:. 3,41 3,25 3,71 4,26 3,95 4,24 3,80 3,80 3,80. Capaian (%) dari target 3,8 (skala indeks 5). 28. 100%.
(35) Penyebaran dilakukan secara manual kepada 206 orang responden dengan profil sebagai berikut: a. Responden berasal dari berbagai negara yaitu Brunei Darussalam (94,23%), Malaysia (2,88%), Jepang (1,92%), Kamboja (1,46%), dan tidak ditulis (0,96%). b. Responden berprofesi sebagai pelajar (57,69%), karyawan swasta (18,27%%), majikan/atasan (2,88%), pekerja paruh waktu (0,96%), pebisnis (0,96%), pengangguran (1,92%), dan tidak tertulis (1,92%). c. Sebanyak 98,068% responden mengetahui tentang Indonesia dan hanya 1,92% yang belum mengetahui tentang Indonesia. d. Sebanyak 67,31% responden menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Indonesia, sementara 28,85% belum memiliki keinginan mengunjungi Indonesia. e. Sumber informasi responden yang mengetahui tentang Indonesia terdiri dari media (64,42%), produk-produk Indonesia yang dibeli (5,77%), kedua sumber (21,15%) dan lainlain (8,64%). Dari tabulasi kuesioner tahun 2020, secara rata-rata tingkat persepsi Citra Indonesia di Brunei Darussalam adalah 76,07% (3,8 dari 5,0) atau dapat dikatakan bahwa citra Indonesia di Brunei Darussalam adalah Baik. Nilai indeks tahun ini menurun dibanding pada tahun 2019 yang mencapai 81,16% (4,06 dari 5,0). Penurunan terjadi di seluruh bagian pertanyaan (pemerintahan, investasi dan imigrasi, ekspor, pariwisata, budaya serta orang) dengan penurunan terbesar di citra investasi dan imigrasi dari 3,67 (2019) menjadi 3,25 (2020). Sementara nilai indeks tertinggi saat ini dicapai oleh citra promosi pariwisata yang mencapai 4.26.. Capaian Indeks Citra Indonesia Tahun 2018-2020 4.6. 4.1 3.6 3.1 2018. 2019. 2020. Pemerintahan. Investasi dan Imigrasi. Ekspor. Pariwisata. Budaya. Warga Indonesia. Citra Indonesia. Penurunan khususnya di citra investasi dan imigrasi ini ditengarai salah satunya karena pemberitaan intensif berita-berita pandemi, musibah, bencana alam, dan kecelakaan di Indonesia oleh media konvensional Brunei. Analisis pemberitaan terkait Indonesia pada Desember 2020 misalnya, dari 33 berita terkait Indonesia, 48,5% terkait pandemi, 15% terkait politik, 12% terkait kriminal, 9% terkait musibah dan 15% terkait budaya dan ekonomi. Selain itu, juga terdapat beberapa isu imigrasi seperti kesulitan warga tetap Brunei yang belum mendapat kewarganegaraan Brunei (pemegang Brunei International Certificate of Identity) untuk masuk ke Indonesia. 29.
(36) Dubes RI menyerahkan donasi buku-buku Indonesia untuk Perpustakaan Universiti Brunei Darussalam (UBD) kepada Rektor UBD, Datin Dr Anita B Z Abdul Aziz, 13 Februari 2020. Dalam hal ini, di tengah keterbatasan anggaran, KBRI BSB telah mengadakan berbagai acara promosi budaya dan pariwisata, khususnya sebelum pandemi yaitu ASEAN Travel Fair dan Batik Fashion Show pada Januari 2020. Selain itu KBRI BSB juga merangkul publik khususnya kalangan pendidikan melalui pameran buku, pameran pendidikan Indonesia, donasi buku ke Universiti Brunei Darussalam pada Februari 2020, pengenalan budaya dan pelatihan gamelan dan angklung bagi peserta training Benchlab pada 15 Februari 2020, kunjungan budaya Seri Mulia Sarjana Internasional School ke KBRI BSB pada 5 November 2020, dan pemutaran 4 film Indonesia pada Brunei Film Blitz pada 20 Desember 2020. KBRI BSB setidaknya telah mengadakan 22 acara sosial dan budaya guna membina WNI di Brunei dan menggalang kedekatan warga Brunei kepada Indonesia.. Di akhir tahun, promosi juga diadakan melalui media film melalui partisipasi KBRI BSB pada Brunei Film Blitz dengan menayangkan empat film Indonesia (Ada Apa dengan Cinta?, Ada Apa dengan Cinta?2, Mudik dan Sokola Rimba) secara gratis kepada khalayak Brunei pada 20 Desember 2020. KBRI juga telah mengadakan persembahan budaya RI-Brunei “Gema Irama” berkolaborasi dengan Kris Karmila Kreations pada 12-13 Desember 2020.. 30.
(37) Paduan suara “Suara Anak Seni” dari Brunei Darussalam membawakan lagu Soleram di Gema Irama, 13 Desember 2020. Terkait media, selama pandemi, KBRI BSB terus menyebarkan informasi terkait Indonesia dan berbagai isu terkait kepentingan warga Indonesia di Brunei guna menjelaskan situasi yang terjadi dan kebijakan penanganan oleh Pemerintah. Usaha peningkatan citra juga dilakukan melalui diseminasi konten promosi pariwisata new normal di media sosial dan buletin BrunIndo News KBRI BSB, majalah triwulan terkait Indonesia dan kegiatan KBRI BSB yang dirilis sejak awal tahun 2020. KBRI BSB juga telah bertemu dengan redaktur koran harian Borneo Bulletin dan Media Permata pada 26 Februari 2020 dalam rangka menggalang dukungan kedua media massa tersebut dan mendorong pemberitaan yang lebih positif dan berimbang tentang Indonesia. Di bidang kekonsuleran, KBRI BSB juga terus menyebarkan kebijakan keimigrasian di media sosial saat pandemi serta terbuka untuk konsultasi visa dan kekonsuleran lainnya bagi para warga Brunei yang ingin masuk ke Indonesia. KBRI BSB secara bertahap menampilkan Pojok Budaya Indonesia di sisi samping lobi Gedung A KBRI, mulai pertengahan Desember 2020. Pada tempat itu ditampilkan pajangan dan/atau informasi tentang 34 Provinsi RI, warisan budaya Indonesia, dan masakan khas Indonesia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan apresiasi warga Indonesia, Brunei Darussalam, dan warga asing lainnya terhadap keanekaragaman budaya Indonesia.. B. Capaian Kinerja Customer Perspective. Sasaran Strategis: Perlindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI BSB yang Prima IKU C1.1 – Persentase Kasus WNI di Brunei Darussalam yang Diselesaikan Analisis Pencapaian IKU C1.1 Dalam hal capaian IKU C1.1, IKU ini terealisasi sebesar 88,74% dengan nilai capaian 93,41%. Total kasus keseluruhan (umum dan khusus) yang ditangani di tahun 2020 sebanyak 524. Dengan rincian 511 kasus umum dan 13 kasus khusus. Selama tahun 2020, banyak kasus berat yang memerlukan perhatian lebih dan membutuhkan waktu lama untuk penyelesaian. 31.
(38) Kasus khusus yang terjadi selama tahun 2020 diantaranya kasus pemalsuan uang dan pembunuhan WNI/PMI. Sementara, untuk kasus umum, masih didominasi dengan permasalahan tidak betah kerja dan tunggakan pembayaran gaji. Tabel Pencapaian IKU C1.1 KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2020 IKU C.1.1 Persentase kasus WNI di Brunei Darussalam yang Diselesaikan. Kasus yang ditangani 524. Kasus yang terselesaikan 465. Nilai 88,74%. Realisasi IKU C1.1:. 88,74%. Capaian IKU C.1.1 (%) dari target 95%:. 93,41%. Persentase kasus umum yang ditangani KBRI BSB di tahun 2020 adalah sebanyak 511 kasus umum atau sebesar 97,51%. Persentase kasus umum tersebut berkurang dibanding dengan tahun 2019 yang mencatat kasus umum sebanyak sebanyak 551 dari 577 kasus atau sebesar 98,92%. Sementara itu, jumlah kasus khusus yang ditangani KBRI BSB di tahun 2020 sebanyak 13 kasus lebih banyak dibandingkan pada 2019 sebanyak 7 kasus. Tabel Perbandingan Penyelesaian Kasus WNI/PMI di Brunei Darussalam oleh KBRI Bandar Seri Begawan Tahun 2019 - 2020 2019. Kasus Umum Kasus yang yang Ditangani Diselesaikan Nilai IKU C.1.1 Presentase Kasus WNI yang Diselesaikan 577 551 95,4%. 2020. Kasus Kasus Khusus Khusus yang yang Ditangani Diselesaikan 7. 7. Nilai. Kasus yang Ditangani (umum dan khusus). Kasus yang Diselesaikan. Nilai. 100%. 524. 465. 93,41%. Masalah-masalah umum yang diadukan oleh para WNI/PMI selama periode tersebut antara lain: 1) Tidak tahan bekerja sebanyak 338 kasus. PMI yang mengadukan hal in, pada umumnya mengadukan permasalahan disharmoni dengan majikan karena waktu kerja yang panjang, bekerja untuk keluarga majikan, bertengkar dengan majikan, maupun tidak boleh bebas menggunakan alat telekomunikasi. 2) Bekerja tidak sesuai dengan perjanjian/kontrak kerja sebanyak 67 kasus. Ketidaksesuaian ini terjadi pada perjanjian/kontrak kerja yang ditandatangani di Indonesia oleh Calon PMI, tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan setelah tiba di Brunei Darussalam. 3) Pengaduan terkait pembayaran gaji ada sebanyak 59 kasus. Pengaduan terkait pembayaran gaji ini, meliputi gaji yang tidak dibayarkan sama sekali selama PMI bekerja pada majikan, maupun gaji yang tidak diabyarkan sebagian, gaji yang dihutang majikan atau pemotong gaji yang melebihi ketentuan. 4) Mengalami tindak kekerasan sebanyak 14 kasus, tidak hanya dari majikan, tetapi ada juga yang dilakukan oleh keluarga majikan. 5) Overstay sebanyak 6 kasus. 6) Penyalahgunaan izin tinggal sebanyak 12 kasus. 32.
Dokumen terkait
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) TAHUN 2020 DINAS PERDAGANGAN, KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN DEMAK 1 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat
Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 21 Tahun 2000 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota
Pada tahun 2020, kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan tertuang di Laporan Akuntabilitas Kinerja sebagai wujud pertanggung jawaban
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BPBD Kabupaten Gresik ini merupakan laporan capaian kinerja (performance results) selama tahun 2020, dengan kata lain Laporan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan laporan yang memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja sesuai Perjanjian Kinerja Tahun 2020, sekaligus
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj-IP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik tahun 2020 dimaksudkan untuk mengkomunikasikan capaian kinerja
Laporan Kinerja (LAKIN) Universitas Bangka Belitung tahun 2020 merupakan laporan evaluasi atas pencapaian kinerja organisasi dan kinerja anggaran. Fungsi evaluasi
commit to user.. buku The Concept of Law adalah pemahaman dan penjelasan mengenai pemikiran hukum, serta mengenai hukum, paksaan, dan moralitas sebagai hal yang berbeda namun