REALISASI BELANJA PER JENIS BELANJA
D. Capaian Kinerja Lainnya 1. Zona Integritas
Reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional.
Dalam perjalanannya, banyak kendala yang dihadapi, diantaranya adalah penyalahgunaan wewenang, praktek KKN, dan lemahnya pengawasan. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025. Pada tahun 2025 diharapkan tercapai tujuan dan sasaran pembangunan semakin baik yang ditandai dengan:
a. tidak ada korupsi;
b. tidak ada pelanggaran;
c. APBN dan APBD baik;
d. semua program selesai dengan baik;
e. semua perizinan selesai dengan cepat dan tepat;
f. komunikasi dengan publik baik;
g. penggunaan waktu (jam kerja) efektif dan produktif;
h. penerapan reward dan punishment secara konsisten dan berkelanjutan;
i. hasil pembangunan nyata (pro pertumbuhan, pro lapangan kerja, dan pro pengurangan kemiskinan)
Pelaksanaan program reformasi birokrasi secara konkret pada unit kerja melalui upaya pembangunan Zona Integritas. Zona Integritas merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal
pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) merupakan predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja, sedangkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.
Capaian pembangunan Zona Integritas sampai dengan saat ini yang telah dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kota Palu pada tahun 2020 dengan pagu anggaran sebesar Rp70.090.000 dengan realisasi anggaran sebesar Rp26.023.000 atau 37,12 persen yang terbagi dalam beberapa kegiatan sebagai berikut:
a. Pelaksanaan rapat internal pembentukan Tim Pembangunan Zona Integritas Kantor Pertanahan Kota Palu yang dilaksanakan pada tanggal 9 September 2020;
b. Pelaksanaan kegiatan Internalisasi Pembangunan Zona Integritas yang dihadiri oleh semua ASN baik PNS, PPNPN maupun Asisten Surveyor Kadaster Berlisensi (ASK) pada Kantor Pertanahan Kota Palu pada tanggal 19 November 2020;
c. Pengadaan Spanduk, Baliho dan Pin Zona Integritas;
d. Pelaksanaan kegiatan eksternalisasi ZI dengan mengundang Walikota Palu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Palu, Kepala Kepolisian Resort Palu, Komandan Resor Militer (Danrem) Donggala, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Radio Republik Indonesia Palu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah beserta para Pejabat Eselon 3 di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 22 Desember 2020.
Masih rendahnya capaian pembangunan zona integritas pada Kantor Pertanahan Kota Palu, sehingga diperlukan upaya maksimal untuk meningkatkan pembangunan zona integritas yang pada akhirnya Visi Kementerian dapat terwujud.
2. Penanggulangan COVID-19
Dalam rangka penanganan Pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional telah menerbitkan kebijakan, demikian pula halnya Kepala Kantor Pertanahan Kota Palu juga membuat beberapa kebijakan dengan tetap mengacu pada kebijakan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, yang mana kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3/SE-100.TU.03/III/2020 tentang Pelayanan Pertanahan Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);
2. Adanya kebijakan Work From Home (WFH) dalam rangka upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 dengan membuat jadwal bekerja dari kantor sebanyak 50% pegawai secara bergantian selama bulan Maret-Mei 2020;
3. Membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Pemantauan Persebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Kantor Pertanahan Kota Palu dengan SK Nomor 28/SK-72.71.KP.02/IV/2020 tanggal 8 April 2020.
Berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah, begitupun juga dengan Kantor Pertanahan Kota Palu terus berusaha menekan angka penyebaran penularan virus. Adapun langkah yang dilakukan dalam rangka mencegah penularan virus antara lain:
1. Membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 guna mencegah dan mengendalikan penyebaran virus di lingkungan kantor.
2. Menyediakan sarana cuci tangan (wastafel) menggunakan air, menyediakan Loket Shield, menyediakan hand sanitizer, wajib menggunakan masker dilingkungan kantor serta memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan desinfektan.
3. Melakukan pengecekan suhu menggunakan thermo gun kepada setiap pegawai maupun pemohon yang akan masuk ke lingkungan Kantor Pertanahan Kota Palu.
Kantor Pertanahan Kota Palu melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 mengalokasikan anggaran sebesar Rp163.087.000,00 dan terealisasi sebesar Rp162.310.240 atau 99,52 persen untuk penanganan pencegahan penyebaran virus Corona, dengan rincian sebagai berikut:
1. Pagu sebesar Rp149.187.000 dengan realisasi sebesar Rp148.955.120 dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan rincian pengadaan vitamin untuk pegawai, hand sanitizer, sanitizer gedung dan pengadaan wastafel (tempat cuci tangan);
2. Belanja Pemeliharan Gedung dan Bangungan dengan pagu sebesar Rp10.000.000 dengan realisasi anggaran sebesar Rp9.855.120 untuk pengadaan Loket Shield;
3. Belanja modal dengan pagu sebesar Rp3.900.000 yang terealisasi sebesar Rp3.500.000 untuk pengadaan thermogun.
Tujuan dan maksud diadakan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kantor Pertanahan Kota Palu yaitu diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang menjadi pandemic dunia sehingga kita bisa bebas dari COVID-19 yang telah melemahkan kesehatan dan bahkan ikut melemahkan perekonomian di Indonesia. Kantor Pertanahan Kota Palu terus berupaya ikut serta dalam pencegahan pengendalian penyebaran COVID-19 dan segala sumbangsih yang dapat kami lakukan demi kebaikan bersama.
3. Pembangunan Hunian Tetap (Huntap)
Bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 di kelurahan Balaroa Kecamatan Palu Barat, Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan serta sepanjang pesisir pantai kelurahan Talise, Kelurahan Tondo dan Kelurahan Mamboro Kota Palu, membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat sasaran dari Pemerintah. Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, maka kegiatan penanggulangan bencana serta rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dilakukan.
Kegiatan tanggap darurat telah dilaksanakan sampai dengan tanggal 24 April 2019, penanganan kegiatan tanggap darurat tersebut dilanjutkan dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana
dengan salah satu penanganan mendesak yang harus dilakukan adalah penyediaan lahan hunian tetap (HUNTAP) bagi para korban bencana.
Untuk kegiatan awal pembangunan HUNTAP telah diterbitkan SK Gubernur Sulawesi Tengah Nomor: 369/516/Dis.BMPR-G.ST/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Penetapan Lokasi Tanah Relokasi Pemulihan Akibat Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah, dan SK Gubernur Sulawesi Tengah Nomor: 360/167/BPBD-G.ST/2019 tentang Penetapan Data Korban Bencana Alam dan Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah Tahap II.
Selanjutnya pada tanggal 08 Agustus 2019 telah dilakukan kesepakan bersama antara PT. Lembah Palu Nagaya dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional tentang Pelepasan Hak Atas Tanah, dan pada tanggal 13 November 2019 dilakukan lagi kesepakatan bersama antara PT. Lembah Palu Nagaya dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional tentang Pelepasan Hak Atas Tanah, yang terletak di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Kantor pertanahan kota palu melakukan kegiatan pensertipikatan lahan HUNTAP yang terletak di kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Tengah Nomor: 622.1/72.AT.02.02/VII/2020 tanggal 24 Juli 2020 tentang Pensertipikatan Hak Atas Tanah Lahan Huntap I Kota Palu melalui kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 30 Rincian Pensertipikatan Hak Atas Tanah Lahan Huntap I Kota Palu melalui kegiatan PTSL
No. Alas Hak Jumlah
Subyek Sertifikat
Belum Terproses
Salah satu tugas dan fungsi seksi pengadaan tanah adalah melaksanakan penetapan hak atas tanah aset instansi pemerintah, badan hukum pemerintah dan badan usaha pemerintah, termasuk Tindakan Tindakan lain yang perlu dilakukan dalam rangka percepatan pendaftaran tanah instansi pemerintah.
Pada tahun 2020 seksi pengadaan tanah telah melaksanakan penetapan hak atas tanah Aset Pemerintah Daerah Kota Palu, Aset Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Aset Pemerintah Pusat/Kementerian dan aset PT. Perusahaan Listrik Negara, dengan rekapitulasi sebagai berikut:
Tabel 31 Rekapitulasi Penetapan Hak Atas Tanah Aset Pemerintah No. Pemerintah
Daerah/Instansi Lainnya
Jumlah Sertifikat
Kegiatan
PTSL Rutin
1. Pemerintah Daerah Kota Palu
9 Bidang - 9 Bidang
2. Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng
1 Bidang - 1 Bidang
3. Pemerintah Pusat (Kementerian)
3 Bidang - 3 Bidang
4. Pemerintah Daerah Lainnya - - -
5. PT. PLN (Persero) (2019) 35 Bidang - 35 Bidang
TOTAL 48 Bidang - 48 Bidang