• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja Lain di Luar PK

Dalam dokumen MM /OT.02.02/BGN.1/1/19 (Halaman 49-53)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

C. Capaian Kinerja Lain di Luar PK

Perhitungan tingkat efektivitas anggaran terhadap capaian kinerja tahun 2018 terdapat pada Tabel 23.

Tabel 23. Tingkat capaian kinerja, penyerapan anggaran serta efektivitas anggaran.

No. Sasaran Kegiatan Capaian Kinerja (%)

Penyerapan Anggaran (%)

Tingkat Efektivitas 1 Diperolehnya data

sumber daya Uranium dan Thorium terkategori di Indonesia

135,85 % 98,92 % 1,37

2 Diperolehnya teknologi pemisahan Uranium dan efektivitas yang merupakan perbandingan antara capaian kinerja dengan penyerapan anggaran memiliki nilai lebih dari satu, atau dengan kata lain persentase capaian kinerja lebih tinggi dibandingkan dengan persen penyerapan anggaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan anggaran Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir dalam mencapai sasaran kegiatan sangat efektif dan efisien.

C. Capaian Kinerja Lain di Luar PK

Selain capaian kinerja yang dicantumpan dalam PK (Penetapan Kinerja) tahun 2018, terdapat beberapa capaian antara lain:

1. Pelaksanaan Scientific Visit IAEA Dr. Rahman Yaccup (Malaysia), 2018

Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN menerima scientific visit yang merupakan program IAEA bekerjasama dengan BATAN.

Program ini diikuti oleh peserta dari Malaysia, yaitu Dr. Rahman Yaccup (Malaysian Nuclear Agency) pada tanggal 22 Januari sampai dengan 2 Februari 2018. Kegiatan ini berupa sharing knowledge terkait dengan eksplorasi sumber daya thorium yang pernah dilakukan oleh PTBGN maupun Malaysian Nuclear Agency.

Eksplorasi dan pengolahan mineral radioaktif di Indonesia telah dilaksanakan oleh BATAN sejak tahun 1960-an. Beberapa lokasi potensial keterdapatan mineral radioaktif di seluruh Indonesia dan teknologi pengolahan mineral tersebut telah dikuasai. Hal ini merupakan keunggulan BATAN dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, sehingga IAEA menjadikan BATAN sebagai tuan rumah scientific visit di bidang mineral radioaktif. Tema yang diusung dalam

Laporan Kinerja Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Tahun 2018 42

kegiatan ini adalah “Exploring the Potential of Thorium Resources for Possible Commercial By-product Extraction in Center for Nuclear Minerals Technology (PTBGN)”. Materi sharing knowledge yang disampaikan antara lain aktivitas eksplorasi dan geologi secara umum, metode eksplorasi, estimasi sumber daya, dan ekstraksi thorium dari produk samping pertambangan.

Gambar 13. Kegiatan Scientific Visit IAEA 2018

2. Kegiatan Loka PTBGN

Loka PTBGN yang diresmikan pada tahun 2015 baru efektif dilaksanakan mulai tahun 2016. Kegiatan Loka PTBGN terletak di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Melaksanakan pemeliharaan fasilitas, sarana dan prasarana kegiatan/penelitian di Kawasan Instalasi Bahan Galian Nuklir, Kalan, Kalimantan Barat yang terdiri dari perbaikan dan perawatan jalan & jembatan, perbaikan dan perawatan kendaraan operasional dan alat berat, perbaikan dan perawatan kantor, gudang dan bengkel, perawatan dan perbaikan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), pemeliharaan & perawatan terowongan eksplorasi Remaja,

b. Melaksanakan perekayasaan peralatan instrumentasi penambangan nuklir,

Laporan Kinerja Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Tahun 2018 43

c. Melaksanakan pemeliharaan dan perawatan Mess BATAN Pontianak dan Kantor Loka Bahan Galian Nuklir, Nanga Pinoh, kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, melaksanakan ketatausahaan Loka yaitu melakukan pengelolaan administrasi Loka sesuai peraturan yang berlaku.

Gambar 14 Kegiatan Loka PTBGN

3. Penyusunan Disain Konsep Dan Tekno-Ekonomi Pabrik Pengolahan Monasit Menjadi Cerium Oksida, Lantanum Oksida Dan Konsentrat Neodimium Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara PTBGN-BATAN, PSTA-BATAN, dan PT TIMAH (Persero) Tbk. yang bertujuan untuk memperoleh data kelayakan pendirian pabrik pengolahan monasit kapasitas tertentu terkait dengan gambaran proses, peralatan, utilitas dan perkiraan biaya (anggaran) yang diperlukan serta untung ruginya berinvestasi mendirikan pabrik pengolahan monasit menjadi Ce oksida, La oksida dan konsentrat Nd hidroksida. Dokumen desain konsep berbasis pada gabungan data hasil penelitian yang telah dilakukan di Laboratorium Bidang Teknologi Proses PSTA BATAN Yogyakarta dan PTBGN BATAN Jakarta serta data hasil pengoperasian pilot plant pengolahan monasit menjadi REOH kapasitas 50 kg/hari milik PTBGN BATAN yang berlokasi di Batan Pasar Jumat dan pilot plant pengolahan REOH menjadi (Ce dan La) oksida dan konsentrat Nd hidroksida kapasitas 10 kg/batch milik PSTA BATAN yang berlokasi di Batan Yogyakarta.

Berdasarkan hasil perhitungan evaluasi ekonomi yang dilakukan, diketahui bahwa pabrik pengolahan monasit kapasitas 1000 ton/tahun dinyatakan layak untuk dijalankan.

Laporan Kinerja Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Tahun 2018 44

Gambar 15. Dokumen Perjanjian Kerjasama dan Laporan Studi Tekno Ekonomi

Laporan Kinerja Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Tahun 2018 45

BAB IV PENUTUP

Secara umum pencapaian sasaran strategis seperti yang telah ditetapkan dalam Renstra Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) 2015-2019 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja (PK) PTBGN tahun 2018. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran kinerja.

Capaian kinerja yang diperjanjikan dalam dokumen PK berdasarkan hasil pengukuran kinerja dapat direalisasikan sesuai dengan rencana, bahkan 4 dari 7 indikator kinerja tercapai melebihi target. Capaian kinerja tersebut adalah sebagai berikut 1) Jumlah data riset eksplorasi bahan galian nuklir (IK 1.a) sebesar 100%; 2) Jumlah tonase potensi sumber daya Uranium kategori tereka (IK 1.b) sebesar 101,2%; 3) Jumlah tonase potensi sumber daya Thorium kategori tereka (IK 1.c) sebesar 102,2%; 4) Jumlah publikasi ilmiah (IK 1.d) sebesar 240%; 5) Jumlah prototipe Amang Plant (IK 2.a) sebesar 100%; 6) Jumlah dokumen teknis litbang pengolahan Uranium dan Thorium dari Slag II, Monasit dan Bijih Uranium (IK 2.b) sebesar 100%;

dan 7) Indeks kepuasan pelanggan (IK 2.c) sebesar 101,25%.

Capaian kinerja PTBGN yang baik tersebut pada tahun mendatang diupayakan untuk ditingkatkan dengan komitmen, keterlibatan dan dukungan aktif dari pemangku kepentingan. Langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan dan hambatan yang dapat mempengaruhi kinerja, yaitu:

1. Melakukan evaluasi daerah-daerah potensial berdasarkan data sekunder dan hasil eksplorasi yang pernah dilakukan.

2. Memperluas kerjasama eskplorasi dengan pihak lain yang melaksanakan kegiatan eksplorasi mineral dan batubara pada daerah yang berpotensi mengandung uranium dan thorium, seperti BUMN dan instansi pemerintah lainnya.

3. Mengusulkan pelaksanaan pemboran guna meningkatkan data sumber daya uranium dan thorium terkategori.

4. Melakukan peremajaan alat untuk pemantauan pengolahan bahan galian nuklir dan proteksi radiasi.

5. Mendorong kepada seluruh pejabat fungsional terutama peneliti, penyelidik bumi, dan pranata nuklir untuk lebih produktif dan berperan aktif dalam mempublikasikan karya ilmiahnya.

6. Memberikan kesempatan seluruh pejabat fungsional terutama peneliti, penyelidik bumi dan pranata nuklir untuk mengikuti seminar nasional dan internasional.

7. Memberikan kesempatan kepada staf yunior untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal, diklat, seminar, workshop, bimtek, dll.

Dalam dokumen MM /OT.02.02/BGN.1/1/19 (Halaman 49-53)

Dokumen terkait