BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISAS
Untuk mengetahui sejauhmana tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai kinerjanya perlu dilakukan pengukuran kinerja karena merupakan proses penilaian yang sistematis berdasarkan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Evaluasi dan analisis kinerja dilakukan terhadap hasil pengukuran kinerja untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan dan atau kegagalan pencapaian suatu sasaran. Langkah ini bertujuan agar diketahui tingkat pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dihadapi. Pengukuran capaian kinerja dilakukan terhadap setiap kegiatan, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Membandingkan realisasi kinerja dengan kinerja yang direncanakan;
- Menghitung capaian kinerja dengan cara angka realisasi dibagi dengan angka target/rencana kerja, kemudian dikalikan dengan 100%.
Badan Diklat Provinsi Jawa Timur selama kurun waktu setahun telah banyak meraih penghargaan, berkreasi, serta melakukan berbagai inovasi. Kreasi dan inovasi tersebut meliputi aspek kelembagaan, program, sistem dan mekanisme kerja maupun SDM kediklatan yang secara akseleratif telah mengalami peningkatan yang signifikan.
Secara umum kinerja Badan Diklat Provinsi Jawa Timur adalah sebagai berikut :
Laporan Kinerja 2015 | Badan Diklat Provinsi Jawa Timur 24
1. Dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen diklat telah mengimplementasikan pola kebijakan diklat satu pintu sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 890/1877/SJ tanggal 20 Mei 2011 dan telah ditindaklanjuti dengan Surat Gubernur Jawa Timur Nomor: 893.3/1858/205.1/2015 tanggal 19 Januari 2015 perihal Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur;
2. Penertiban sistem dan mekanisme pengelolaan anggaran diklat aparatur melalui pola APBD. Seluruh anggaran yang berasal dari Kabupaten/Kota dan instansi pengirim peserta diklat (kontribusi instansi pengirim) disetor pada kas daerah sesuai dengan tarif yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur tentang Retribusi Daerah. Dengan demikian mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pelaporan mengikuti kaidah-kaidah pengelolaan APBD;
3. Melakukan audit internal dan eksternal melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008 ;
4. Mengintensifkan pertemuan-pertemuan/rapat-rapat internal baik dengan pejabat struktural, widyaiswara maupun staf, sehingga terwujud sinkronisasi program antar bidang serta seluruh jajaran Badan Diklat sehingga memiliki persepsi yang sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan;
5. Peningkatan Kualitas SDM Penyelenggara diklat, melalui berbagai pendidikan dan pelatihan Management Of Training (MOT) dan Training Officer Course (TOC), workshop, dll.
6. Peningkatan kualitas tenaga widyaiswara, melalui berbagai kegiatan TOT untuk pengembangan Widyaiswara;
7. Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana untuk proses belajar-mengajar;
Laporan Kinerja 2015 | Badan Diklat Provinsi Jawa Timur 25
8. Sejak Tahun 2005, telah diberi tugas oleh Gubernur Jawa Timur menjadi Lembaga Pelaksana untuk menyelenggarakan Fit and Proper Test bagi calon Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta memfasilitasi fit and proper test bagi calon pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan di luar Provinsi. Untuk melaksanakan tugas tersebut Badan Diklat Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan SDM assessor yang memiliki sertifikasi dan kualifikasi internasional melalui berbagai pendidikan dan pelatihan seperti di Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat, Lembaga Psikologi TNI Angkatan Laut, Kolej Damansara Utama (KDU) Malaysia, Civil Service Training Institute (CSTI) Thailand, Development Dimension International (DDI) Asia Pasific Singapore serta dukungan tenaga psikologi yang berkompeten. Disamping itu juga tidak kalah pentingnya didukung dengan sarana prasarana berupa Gedung Assessment Center yang dilengkapi dengan berbagai peralatan mutakhir untuk mendukung validitas hasil fit and proper test;
9. Mengundang narasumber kaliber Nasional/Internasional dalam kegiatan pengembangan kompetensi dan mind set antara lain :
a. Hermawan Karatajaya b. Mario Teguh
c. Renald Kasali d. Bob Sadino e. Effendi Ghazali
f. Tanadi Santoso, dan lain-lain
10. Aktif memberikan masukan konstruktif terhadap LAN RI dan Badan Diklat Departemen Dalam Negeri terutama dalam masalah : Reformasi
Laporan Kinerja 2015 | Badan Diklat Provinsi Jawa Timur 26
Diklat Aparatur, Diklat Untuk DPRD dan kebijakan-kebijakan diklat yang berskala nasional;
11. Memperluas jejaring kerja dengan berbagai lembaga pemerintah maupun swasta, baik dalam maupun luar negeri;
12. Aktif dalam mengembangkan kerjasama dengan 10 Provinsi anggota Mitra Praja Utama (MPU);
13. Menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada Gubernur, Kepala LAN RI atau Kementerian Dalam Negeri;
14. Melibatkan Pejabat Struktural sebagai narasumber/tenaga pengajar pada diklat kepemimpinan, teknis maupun fungsional;
15. Harmonisasi hubungan dengan DPRD melalui pelaksanaan program- program diklat bagi anggota DPRD baik di dalam negeri maupun luar negeri;
16. Otomatisasi dan komputerisasi pendaftaran peserta diklat baik diklat kepemimpinan maupun diklat teknis dan fungsional;
Disamping itu juga untuk TA. 2015 beberapa penghargaan telah diperoleh, diantaranya adalah :
1. Akreditasi dan Sertifikasi dari Lembaga Administrasi Negara R.I Tanggal 1 Februari 2016 melalui Keputusan Kepala LAN R.I. Nomor : 38/K.1/PDP.09/2016, untuk penyelenggaraan :
a. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II b. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III c. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV d. Pendidikan dan Pelatihan Pra Jabatan Gol I
e. Pendidikan dan Pelatihan Pra Jabatan Gol II f. Pendidikan dan Pelatihan Pra Jabatan Gol III
Laporan Kinerja 2015 | Badan Diklat Provinsi Jawa Timur 27
2. Berdasarkan Surat Gubernur Nomor 709/20522/041/2015 tanggal 28 Oktober 2015 tentang Penilaian LAKIP 2014, mendapat kategori
“A” (interpretasi “memuaskan”)
3. Juara 1 Lomba Perpustakaan Khusus SKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2015
4. Hasil Audit External SMM ISO 9001:2008 Tahun 2015 Badan Diklat Provinsi Jawa Timur tetap dapat mempertahankan sertifikat ISO 9001:2008;
Adapun hasil capaian kinerja dari penyelenggaraan diklat di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur dengan output alumni diklat digambarkan dalam Grafik Komposisi Alumni Diklat tahun 2015 berdasarkan rumpun diklat adalah sebagai berikut :
Grafik 3.1
Komposisi Alumni Diklat
Dari Grafik tersebut di atas, jumlah alumni diklat Pra Jabatan menempati urutan terbanyak sejumlah 12.475 orang atau 58%, kemudian disusul dengan alumni diklat teknis sejumlah 7.583 orang atau 36%, alumni diklat
Alumni Diklat Kepemimpinan; 1.014; 5% Alumni Diklat Teknis; 7.583; 36% Alumni Diklat Fungsional; 297; 1% Alumni Diklat Prajabatan; 12.475; 58%
Laporan Kinerja 2015 | Badan Diklat Provinsi Jawa Timur 28
kepemimpinan sejumlah 1.014 orang atau 5%, dan alumni diklat fungsional sebanyak 297 orang atau 1%.
Rincian realisasi dan capaian kinerja TA. 2015 adalah sebagai berikut :
3.1.1 Membandingkan Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun Ini
Berdasarkan Visi, Misi Renstra Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur untuk masa tahun 2014-2019, maka capaian kinerja adalah sebagai berikut :
TUJUAN 1 Mengembangkan sistem perencanaan, penyelenggaraan