• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja Organisasi

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2020 (Halaman 19-41)

Mempedomani Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan tata cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, maka capaian kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2020 dianalisa dengan:

1. Membandingkan antara target dengan realisasi kinerja tahun 2020, 2. Membandingkan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan realisasi

kinerja tahun sebelumnya (2019)

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2020 dengan target jangka menengah

4. Membandingkan realisasi kinerja tahun 2020 dengan standar di Kementerian Pertanian

5. Analisis penyebab keberhasilan atau kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya

7. Analisis program/ kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian kinerja.

Keberhasilan setiap capaian sasaran dan indikator kinerja ditentukan dengan persentase pencapaian target yang telah ditetapkan sebagai berikut:

A. Sangat Berhasil : > 100% B. Berhasil : 80 – 100% C. Cukup Berhasil : 60 – (< 80%) D. Kurang Berhasil : < 60%

Apabila terdapat capaian yang sangat melampaui target atau lebih dari 200% dari target, dinyatakan dalam data anomali yaitu 200%*). Angka ini merupakan salah satu kriteria yang disepakati dalam PMK 249/2011 Jo. 214/2017.

Pengukuran kinerja dilakukan melalui perhitungan capaian Indikator kinerja. Data perhitungan capaian indikator kinerja tersebut bersumber dari aplikasi basis data kegiatan operasional Karantina Pertanian yang tersedia pada aplikasi IQ-FAST maupun laporan dari rekapitulasi data secara manual dengan menggunakan exel. Data dimaksud sebagai mana Tabel 5 memuat: 1. Data operasional perkarantinaan (impor, ekspor, domestik masuk,

domestik keluar) yang diperoleh dari aplikasi IQ-FAST; 2. Data penyelesaian kasus sampai dengan P21;

3. Pemberitahuan ketidak sesuaian terkait keamanan pangan ke negara asal komoditas

4. Nilai IKM berdasarkan hasil survey IKM yang dilakukan UPT Karantina Pertanian tiap semester.Data temuan OPTK dan HPHK dari hasil temuan pemeriksaan karantina;

5. Nilai Kinerja berdasarkan PMK 249/2011 Jo. 214 tahun 2017;

Perkembangan capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan (IKSK) tahun 2020-2024 secara lengkap sebagaimana Tabel 5. Pengukuran Indikator Kinerja revisi renstra 2020-2024 menggunakan data sebagaimana Tabel 6 sebagai berikut:

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 20

Tabel 5. Data terkait penghitungan capaian indikator kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2020.

No Parameter Jumlah

1. Komoditas yang sesuai persyaratan (Pembebasan Impor KH)

0

2. Komoditas yang sesuai persyaratan (Pembebasan Impor KT)

4

3. Sertifikasi Ekspor KH (HC) (berdasarkan persyaratan negara tujuan)

2

4. Sertifikasi Ekspor KT (PC) (berdasarkan persyaratan negara tujuan)

366

5. Komoditas yang sesuai persyaratan (Pembebasan Domestik Masuk KH)

1.953

6. Komoditas yang sesuai persyaratan (Pembebasan Domestik Masuk KT)

1.286

7. Komoditas yang sesuai persyaratan (Sertifikasi Domestik Keluar KH)

4.135

8. Komoditas yang sesuai persyaratan (Sertifikasi Domestik Keluar KT)

8.912

9. Kasus perkarantinaan yang diselesaikan sampai P21 0 10. Jenis temuan HPHK Gol I pada kegiatan operasional 0 11. Jenis temuan HPHK Gol II pada kegiatan operasional 1 12. Jenis temuan OPTK A1 pada kegiatan operasional 0 13. Jenis temuan OPTK A2 pada kegiatan operasional 0 14. Pemberitahuan ketidak sesuaian terkait keamanan pangan

nabati ke negara asal komoditas 0

15. Pemberitahuan ketidak sesuaian terkait keamanan pangan

hewani ke negara asal komoditas 0

16. Nilai IKM tahun 2020 83

17. Nilai Kinerja Keuangan (PMK 249/2011 jo. 214/2017) 91,23

Keterangan:

1. Sumber data: IQ-FAST, Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu;

2. Penyelesaian kasus-kasus pelanggaran perkarantinaan merupakan kasus

pro-justisi pada saat importasi komoditas pertanian, terjadi di tempat pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan, ditangani oleh PPNS Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dan mencapai P-21 (rincian terlampir);

3. Temuan HPHK dan OPTK merupakan hasil temuan pada pemeriksaan

karantina tahun 2020 (rincian terlampir);

4. Pemberitahuan ketidak sesuaian terkait keamanan pangan merupakan

temuan yang ditindakanjuti dengan pemberitahuan ketidak sesuaian yang disampaikan ke negara asal komoditas (rincian terlampir);

5. Nilai IKM tahun 2020 merupakan nilai rata-rata survey Kepuasan

Masyarakat semester I dan II yang dilakukan oleh UPT Karantina Pertanian tahun 2020.

6. Niai Kinerja Keuangan berasal dari Aplikasi SMART PMK 214/2017

Kementerian Keuangan;

Analisis capaian kinerja terhadap capaian indikator kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu tahun 2020 adalah sebagaimana Tabel 6.

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 21 Tabel 6. Indikator Kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

No IK INDIKATOR KINERJA Target Realisasi % Realisasi

1 2 3 4 5

IKSK.31 Jumlah komoditas hewan, tumbuhan dan keamanan hayati yang sesuai persyaratan melalui tempat pemasukan/ pengeluaran yang ditetapkan

12.100 16.290 135,75%

IKSK.32 Jumlah temuan ketidaksesuain

persyaratan karantina pada komoditas pertanian yang dilalulintaskan di tempat pemasukan/ pengeluaran

0 0 100%

IKSK.33 Jumlah Jenis temuan HPHK & OPTK pada komoditas pertanian yang dilalulintaskan di tempat pemasukan/ pengeluaran

5 1 100%

IKSK.34 Jumlah komoditas pertanian ekspor yang sesuai dengan persyaratan karantina negara tujuan

101 368 364,35%

IKSK.35 Jumlah penyelesaian kasus Pelanggaran Perkarantinaan sampai P21

1 0 0%

IKSK.36 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas layanan publik BBKP/BKP/SKP

84.05 83 98,22%

IKSK.37 Nilai Kinerja Keuangan BBKP/BKP/SKP 91,23 91,23 100% Keterangan: *) data anomali

Perhitungan dan analisis capaian kinerja setiap Indikator kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu adalah sebagai berikut:

1. IKSK.31 Jumlah komoditas hewan, tumbuhan dan keamanan hayati yang sesuai persyaratan melalui tempat pemasukan/ pengeluaran yang ditetapkan

Komoditas hewan, tumbuhan dan keamanan hayati yang dilalulintaskan baik yang masuk ke wilayah Indonesia (impor) maupun yang dilalulintaskan di dalam wilayah Indonesia (Domestik Masuk maupun Domestik Keluar) harus memenuhi persyaratan karantina untuk menjamin bahwa komoditas tersebut tidak membawa OPTK dan HPHK. Jaminan tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya sertifikat pembebasan terhadap komoditas yang diimpor maupun diantar areakan baik domestik masuk maupun domestic keluar. Target tahun 2020 adalah 16.290 sertifikat

Tabel 7. Perkembangan capaian IKSP 1

Target dan Realisasi 2020 2021 2022 2023 2024 % realisasi thd target th 2020 % realisasi th 2020 thd 2019 % realisasi thd target jangka menengah Target IKSK.31 12.100 12.400 12.800 13.000 13.200 Realisasi IKSK.31 16.290 134,628 123,409

a. Perbandingan Target dan realisasi tahun ini;

Realisasi kinerja tahun 2020 sebesar 16.290 atau melebihi target tahun 2020 sebesar 12.100 dengan rincian 10.202 capaian karantina

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 22

tumbuhan dari target 6.050 dan 6088 capaian karantina hewan dari target 6.050 sebagaimana Tabel 7.

b. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun sebelumnya;

Realisasi kinerja belum bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena Tahun 2020 merupakan awal renstra 2020-2024 sebagaimana Tabel 7.

c. Perbandingan realisasi kinerja sampai tahun 2020 dengan target jangka menengah;

Dilihat dari capaian kinerja tahun 2020 sebesar 16.290 atau telah mencapai target jangka menengah yang jatuh pada tahun 2024 yaitu sebesar 13.200

d. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dengan standar nasional (100%);

Realisasi capaian Kinerja tahun 2020 sebesar 16.290 telah mencapai standar nasional yaitu 100%. Indikator kinerja ini merupakan cascading dari , sehingga telah selaras dengan Renstra yang dijadikan sebagai standar nasional.

e. Analisis penyebab keberhasilan kinerja;

Keberhasilan capaian kinerja tersebut disebabkan:

1) Meningkatnya lalu lintas komoditas pertanian yang berdampak semakin tinggi pula komoditas yang tersertifikasi;

2) Tersedianya informasi yang efektif dan efisien melalui berbagai media sehingga mempermudah akses masyarakat pengguna jasa mendapatkan informasi tentang system perkarantinaan 3) Pemenuhan pelayanan perkarantinaan telah sesuai; Standar

Pelayanan Publik dan Keterbukaan Informasi Publik, serta telah mendapatkan penghargaan sebagai UPT. Yang telah menerapkan Keterbukaan Informasi Publik terbaik ke-3 dilingkup Kementrian Pertanian pada Tahun 2020;

4) Meningkatnya kinerja UPT, dengan memberikan kinerja terbaik kepada masyarakat dan telah memperoleh Penghargaan UPT berkinerja terbaik ke-2 lingkup;

5) Menerapkan SNI ISO 9001:2015 tentang Standar Pelayanan yang telah diintegrasikan dengan SNI ISO 370001:2016 untuk standar manajemen anti penyuapan, dan penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017 untuk akreditasi Laboratorium.

Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan tersebut di atas dilakukan dengan:

1) Pengembangan inovasi dalam pelayanan publik melalui pengembangan website untuk menyajikan informasi kepada Publik tentang informasi public yang dmiliki oleh UPT Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu;

2) Menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu (SMM) SNI ISO 9001:2015 dengan system manajemen anti penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001 : 2016;

3) Menjaga konsitensi standar kualitas pelayanan dan penambahan ruang lingkup jenis uji yang dilakukan oleh Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu untuk menjamin kualitas hasil layanan laboratorium;

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 23 4) Meningkatkan kompetensi tenaga fungsional teknis karantina

hewan dan karantina tumbuhan;

5) Mengoptimalkan pemanfaatan IQ-FAST dalam pengendalian OPTK dan HPHK;

6) Peningakatan pemahaman masyarakat melalui penderasan informasi perkarantinaan melalui media sosial.

f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Berdasarkan analisis efisiensi penggunaan sumber daya, IKSK.31 menunjukkan efisiensi sebesar 0,13% dengan nilai efisiensi 50,32% sebagaimana perhitungan pada Tabel 8.

Tabel 8. Analisis efisiensi penggunaan sumber daya IKSK.31

IKSP Nama Output PAKi x CKi (PAKixCKi) - RAKi Efisiensi*) Efisiensi*) Nilai

IKSK.31 Jumlah komoditas hewan, tumbuhan dan keamanan hayati yang sesuai persyaratan melalui tempat pemasukan/ pengeluaran yang ditetapkan

1823-101 Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati

(Sertifikat)

738.178.702,13 94.289.102,13 0,13 50,32%

*) Perhitungan mengikuti formula

g. Analisis kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja 1) Kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja

adalah adanya usaha, komitmen serta dukungan unsur dari pimpinan / manajemen dan dukungan pegawai/staf adaministrasi maupun teknis lain pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, 2) Penguatan komitmen dalam implementasi pelayanan publik oleh

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu,

3) Keterbukaan informasi publik terhadap pelaksanaan pelayanan publik termasuk tarif, prosedur dan waktu layanan,

4) Pengadaan dan perbaikan sarana pendukung pelayanan karantina,

5) Penguatan komitmen dalam implementasi pelayanan publik oleh seluruh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu.

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 24

2. IKSK.32 Jumlah temuan ketidaksesuaian persyaratan karantina pada komoditas pertanian yang dilalulintaskan di tempat pemasukan/ pengeluaran

Temuan ketidak sesuaian merupakan indikator kinerja yang mencerminkan keberhasilan tugas pokok dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam pengawasan kemamanan hayati. Dengan ditemukannya ketidak sesuaian pada komoditas media pembawa HPHK/OPTK yang dimasukkan ke Indonesia, maka masyarakat Indonesia diharapkan terhindar dari pangan yang tidak aman konsumsi.

Tabel 12. Perkembangan capaian IKSP. 4

Target dan Realisasi 2020 2021 2022 2023 2024 % realisasi thd target th 2020 % realisasi th 2020 thd 2019 % realisasi thd target jangka menengah Target IIKSK.32 0 0 0 0 0 Realisasi IIKSK.32 0 100% 100% *) data anomali

a. Perbandingan Target dan realisasi tahun ini;

Realisasi kinerja tahun 2020 sebesar 0,00 atau sama dengan target tahun 2020 sebesar 0,00 sebagaimana Tabel 9.

b. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun sebelumnya;

Realisasi kinerja belum bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena Tahun 2020 merupakan awal renstra 2020-2024 sebagaimana Tabel 9.

c. Perbandingan realisasi kinerja sampai tahun 2020 dengan target jangka menengah;

Dilihat dari capaian kinerja tahun 2020 sebesar 0,00 atau telah/ belum mencapai target jangka menengah yang jatuh pada tahun 2024 yaitu sebesar 0,00

d. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dengan standar nasional (0,00);

Realisasi capaian Kinerja tahun 2020 sebesar 0,00 telah mencapai standar nasional yaitu 0,00. Indikator kinerja ini merupakan cascading dari , sehingga telah selaras dengan Renstra yang dijadikan sebagai standar nasional.

e. Analisis penyebab keberhasilan kinerja;

Keberhasilan capaian kinerja tersebut disebabkan:

1) Peningkatan kompetensi sumber daya manusia di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam menjalankan tindakan karantina 8P (Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan).

2) Penguatan pelaksanaan tindakan karantina berdasarkan rekomendasi teknis hasil analisis risiko OPTK dan mananjemen risiko HPHK.

3) Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasional.

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 25 Upaya untuk mempertahankan dan menunjang keberhasilan tersebut di atas dilakukan dengan:

1) Penguatan kemampuan dan penambahan ruang lingkup pengujian laboratorium, analisis risiko terhadap HPHK/ OPTK antara lain:

a) mengupayakan akses informasi dan basis data yang akurat dan terkini.

b) membangun jejaring kerja dengan organisasi dan instansi lain.

2) meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui in house training, workshop, pendidikan dan pelatihan.

3) Penguatan sarana dan prasarana tindakan karantina di tempat-tempat pemasukan yang berisiko tinggi.

4) Peningkatan penyebarluasan informasi kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap fungsi penyelenggaraan karantina

f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Berdasarkan analisis efisiensi penggunaan sumber daya, IKSK.32 menunjukkan efisiensi sebesar 0,13% dengan nilai efisiensi 50,00% sebagaimana perhitungan pada Tabel 10.

Tabel 13. Analisis efisiensi penggunaan sumber daya IKSP. 4

IKSP Nama Output PAKi x CKi (PAKixCKi) - RAKi Efisiensi*) Efisiensi*) Nilai

IKSK.32 Jumlah temuan ketidaksesuaian persyaratan karantina pada komoditas pertanian yang dilalulintaskan di tempat pemasukan/ pengeluaran

1823-101 Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati

(Sertifikat)

32.140.000,00 42.000,00 0,13% 50,00%

*) Perhitungan mengikuti formula

g. Analisis kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja 1) Kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaiaan kinerja

adalah Peningkatan Kualitas Pelayanan Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati.

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 26

2) Indikator ke-5 melampaui target karena sertifikasi kesehatan terhadap pemasukan media pembawa ke wilayah Indonesia dilakukan oleh petugas karantina yang kompeten, implementasi peraturan perkarantinaan dan keamanan hayati terhadap pemasukan media pembawa ke dalam wilayah Indonesia terlaksana dengan baik.

3. IKSK.33 Jumlah Jenis temuan HPHK & OPTK pada komoditas pertanian yang dilalulintaskan di tempat pemasukan/ pengeluaran.

Temuan HPHK dan OPTK merupakan indikator kinerja yang mencerminkan keberhasilan tugas pokok dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam melakukan upaya mencegah masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK ke dalam wilayah Indonesia. Dengan dapat ditemukannya HPHK dan OPTK pada kegiatan operasional, maka masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK dapat terdeteksi secara dini dan dilakukan tindakan antisipatif berupa perlakuan, penahan, penolakan maupun pemusnahan di tempat pemasukan dalam rangkan mencegah masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK tersebut.

Tabel 14. Perkembangan capaian IKSP. 4

Target dan Realisasi 2020 2021 2022 2023 2024 % realisasi thd target th 2020 % realisasi th 2020 thd 2019 % realisasi thd target jangka menengah Target IIKSK.33 5 5 5 5 5 Realisasi IIKSK.33 1 20,00% 20,00% *) data anomali

a. Perbandingan Target dan realisasi tahun ini;

Realisasi kinerja tahun 2020 sebesar 1 atau sama dengan target tahun 2020 sebesar 5 sebagaimana Tabel 11.

b. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun sebelumnya;

Realisasi kinerja belum bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena Tahun 2020 merupakan awal renstra 2020-2024 sebagaimana Tabel 11.

c. Perbandingan realisasi kinerja sampai tahun 2020 dengan target jangka menengah;

Dilihat dari capaian kinerja tahun 2020 sebesar 1,00 atau belum mencapai target jangka menengah yang jatuh pada tahun 2024 yaitu sebesar 5

d. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dengan standar nasional ();

Realisasi capaian Kinerja tahun 2020 sebesar 1 belum mencapai standar nasional yaitu 5 Indikator kinerja ini merupakan cascading dari , sehingga belum selaras dengan Renstra yang dijadikan sebagai standar nasional.

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 27 Berdasarkan analisis efisiensi penggunaan sumber daya, IKSK.33 menunjukkan efisiensi sebesar 0,04% dengan nilai efisiensi 51% sebagaimana perhitungan pada Tabel 12.

Tabel 15. Analisis efisiensi penggunaan sumber daya IKSP. 4

IKSP Nama Output PAKi x CKi (PAKixCKi) - RAKi Efisiensi*) Efisiensi*) Nilai

IIKSK.33 Jumlah Jenis temuan HPHK & OPTK pada komoditas pertanian yang dilalulintaskan di tempat pemasukan/ pengeluaran

1823-101 Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati

(Sertifikat)

10.000.000,00 40.000,00 0,04% 50,01

*) Perhitungan mengikuti formula

f. Analisis kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja Peningkatan Kualitas Pelayanan Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati.

a) Sertifikasi kesehatan terhadap pemasukan Media Pembawa OPTK ke dan pengiriman Media Pembawa OPTK dari satu área ke área lain di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dilakukan oleh petugas karantina yang kompeten,

b) Implementasi peraturan perkarantinaan dan keamanan hayati terhadap pemasukan media pembawa di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu terlaksana dengan baik.

4. IKSK.34 Jumlah komoditas pertanian ekspor yang sesuai dengan persyaratan karantina negara tujuan

Dalam rangka mendukung akselerasi ekspor, Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu melakukan sertifikasi kesehatan terhadap media pembawa ekspor. Keberhasilan sertifikasi ekspor diukur dari jumlah komoditas pertanian ekspor yang tidak memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor dibanding jumlah ekspor komoditas pertanian yang disertifikasi.

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 28

Tabel 13. Perkembangan capaian IKSK.34

Target dan Realisasi 2020 2021 2022 2023 2024 % realisasi thd target th 2020 % realisasi th 2020 thd 2019 % realisasi thd target jangka menengah Target IKSK.34 101 103 105 107 110 Realisasi IKSK.34 368 364,35% 334,545%

Keterangan: *) data anomali

a. Perbandingan Target dan realisasi tahun ini;

Realisasi kinerja tahun 2020 sebesar 364,35 atau melebihi target tahun 2020 sebesar 101,00 sebagaimana Tabel 13.

b. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun sebelumnya;

Realisasi kinerja tahun 2020 sebesar 364,35 belum bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena Tahun 2020 merupakan awal renstra 2020-2024 sebagaimana Tabel 13.

c. Perbandingan realisasi kinerja sampai tahun 2020 dengan target jangka menengah;

Dilihat dari capaian kinerja tahun 2020 sebesar 364,35 atau telah/ mencapai target jangka menengah yang jatuh pada tahun 2024 yaitu sebesar 110,00

d. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dengan standar nasional (100%);

Realisasi capaian Kinerja tahun 2020 sebesar 364,35 telah mencapai standar nasional yaitu 100%. Indikator kinerja ini merupakan cascading dari , sehingga telah selaras dengan Renstra yang dijadikan sebagai standar nasional.

e. Analisis penyebab keberhasilan kinerja;

Keberhasilan capaian kinerja tersebut disebabkan:

1) Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam menjalankan tindakan karantina berupa tindakan pemeriksaan dan (Perlakuan,) melalui pelatihan, dan bimbingan teknis (diseminasi).

2) Pengembangan teknik dan metode perlakuan terhadap Media Pembawa OPTK yang akan di ekspor.

Upaya untuk mempertahankan dan menunjang keberhasilan tersebut di atas dilakukan dengan:

1) Mempertahankan akreditasi laboratorium dan menambah ruang lingkup pengujian laboratorium;

2) Membangun jejaring kerja dengan organisasi dan instansi terkait yang mendukung akselerasi ekspor;

3) Peningkatan kompetensi sumber daya manusia;

4) Peningkatan pengawasan terhadap pihak ketiga yang sudah teregisterasi sebagai pelaksana tindakan karantina tertentu dengan sistem Audit;

5) Pemenuhan sarana dan prasarana tindakan pemeriksaan dan perlakuan media pembawa di UPT tempat pengeluaran;

6) Penyampaian informasi teknis komoditas ekspor yang diperlukan Negara tujuan.

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 29 f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Berdasarkan analisis efisiensi penggunaan sumber daya, IKSK.34 menunjukkan efisiensi sebesar 0,02% dengan nilai efisiensi 50,01% sebagaimana perhitungan pada Tabel 14.

Tabel 14. Efisiensi penggunaan sumber daya terhadap IKSK.34

IKSP/ Nama Output PAKi x CKi (PAKixCKi) - RAKi Efisiensi*) Efisiensi*) Nilai

IKSK.34 Jumlah komoditas pertanian ekspor yang sesuai dengan persyaratan karantina negara tujuan

1823-101 Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati

(Sertifikat)

89.224.000,00 14..000,00 0,02% 49,96%

*) Perhitungan mengikuti formula

g. Analisis kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja 1) Kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaiaan kinerja

adalah Peningkatan Kualitas Pelayanan Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati.

2) Indikator ke-4 mencapai target karena sertifikasi kesehatan ekspor dilakukan oleh petugas karantina yang kompeten, pemenuhan persyaratan negara tujuan terlaksana dengan baik.

5. IKSK.35 Jumlah penyelesaian kasus Pelanggaran Perkarantinaan sampai P21

Penegakan hukum merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan perkarantinaan. Pengukuran indikator kinerja ini dilakukan dengan jumlah kasus yang dapat diselesaikan sampai tahap P21. Batasan kasus yang dihitung pada indikator ini adalah kasus yang masuk pro-justisi, terjadi di tempat pemasukan dan atau pengeluaran yang ditetapkan serta ditangani oleh PPNS Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu .

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 30

Tabel 165. Perkembangan capaian IKSP.35

Target dan Realisasi 2020 2021 2022 2023 2024 % realisasi thd target th 2020 % realisasi th 2020 thd 2019 % realisasi thd target jangka menengah Target IKSP.35 1 1 1 1 1 Realisasi IKSP.35 0 0% 0%

a. Perbandingan Target dan realisasi tahun ini;

Realisasi kinerja tahun 2020 sebesar 0,00 atau sama dengan target tahun 2020 sebesar 1,00 sebagaimana Tabel 15.

b. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun sebelumnya;

Realisasi kinerja tahun 2020 sebesar 0,00 atau sama dengan capaian tahun 2019 sebesar 0,00/ Realisasi kinerja belum bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena Tahun 2020 merupakan awal renstra 2020-2024 sebagaimana Tabel 15.

c. Perbandingan realisasi kinerja sampai tahun 2020 dengan target jangka menengah;

Dilihat dari capaian kinerja tahun 2020 sebesar 0,00 atau belum mencapai target jangka menengah yang jatuh pada tahun 2024 yaitu sebesar 1,00

d. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dengan standar nasional (1,00);

Realisasi capaian Kinerja tahun 2020 sebesar 0,00 belum mencapai standar nasional yaitu 1,00 Indikator kinerja ini merupakan cascading sehingga telah selaras dengan Renstra yang dijadikan sebagai standar nasional.

e. Analisis penyebab ketidak berhasilan kinerja;

Ketidak berhasilan capaian kinerja tersebut disebabkan:

1. Belum ditemukannya pelanggaran peraturan karantina hewan dan tumbuhan yang dilakukan oleh pengguna jasa karantina pertanian yang perlu untuk diberikan penindakan hukuman;

2. Banyaknya tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang harus diawasi, dengan jadwal aktivitas lalau lintas alat angkut media pembawa HPHK/OPTK yang tidak tetap dan pasti;

3. Masih terbatasnya sumber daya manusia berupa pejabat fungsional teknis karantina hewan dan karantina tumbuhan sehingga belum optimal melaksanakan pengawasan diseluruh tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang sudah ditetapkan secara penuh setiap saat;

4. Belum fokusnya pejabat fungsional baik karantina hewan dan karantina tumbuhan melaksanakan tugasnya dilapangan atau tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan dikarenakan harus merangkap tugas tambahan diluar tugas utama dari jabatannya;

Upaya untuk menunjang keberhasilan tersebut di atas dilakukan dengan:

Laporan Kinerja Balai karantina Pertanian Kelas II Palu2020 31 1. Perlu ditambahnya pejabat fungsional baik untuk karantina hewan dan tumbuhan yang memadai dengan tugas dan tanggungjawabnya melakukan pengawasan lalu lintas media pembawa HPHK/OPTK dan pelaksanaan tindakan karantina disetiap tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan;

2. Tidak diberikan tugas tambahan lain kepada pejabat fungsional baik karantina hewan dan karantina tumbuhan sehingga bisa lebih fokus dan profesional dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pelayanan di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan;

3. Perlu ditambah jumlah petugas PPNS, Intelijen dan POLSUS untuk melakukan tindakan terhadap kasus pelanggaran peraturan karantina hewan dan tumbuhan;

4. Perlu ditingkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2020 (Halaman 19-41)

Dokumen terkait