• Tidak ada hasil yang ditemukan

CAPAIAN KINERJA ORGANISASI (SKPD)

PROGRAM KEGIATAN ANGGARAN

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI (SKPD)

Pengukuran kinerja RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 menggunakan metode yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Hasil pengukuran kinerja beserta evaluasi setiap tujuan dan sasaran RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 disajikan dalam Tabel 3.2 sebagai berikut :

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 20 Tabel 3.2

Pencapaian Kinerja Tahun 2020 No

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Target

Realisasi % capaian 1. Sertifikasi akreditasi RS Indikator SPM yang

mencapai target

89,5 % 90,53% 101,15

2. Meningkatnya kepuasan konsumen RS

IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat)

84,85 84,67 99,79

Berdasarkan Hasil Pengukuran pada Tabel 3.2 diatas dapat diketahui bahwa Sasaran strategis Sertifikasi Akreditasi RS diukur melalui indikator SPM yang mencapai target. Target yang ditetapkan pada tahun 2020 adalah 89,50%, sedangkan realisasinya sebesar 90,53%, dengan demikian tingkat persentase capaiannya sebesar 101,15%. Berdasarkan pada persentase capaian tersebut dapat disimpulkan bahwa capaian indikator SPM yang mencapai target termasuk dalam Kategori Sangat Tinggi.

Sasaran Meningkatnya kepuasan konsumen RS diukur melalui indikator IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat), target yang ditetapkan pada tahun 2020 sebesar 84,85, sedangkan realisasinya sebesar 84,67 dimana Nilai IKM tersebut termasuk dalam kategori BAIK, tingkat persentase capaian indikatornya sebesar 99,79%. Berdasarkan pada persentase capaian tersebut dapat disimpulkan bahwa capaian indikator Nilai IKM termasuk dalam Kategori Sangat Tinggi.

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 21 Tabel 3.3

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 No Sasaran Rumah Sakit yang mencapai target, apabila diibandingkan dengan tahun 2018 dan tahun 2019, capaian Indikator SPM yang mampu mencapai target mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 indikator SPM yang mampu mencapai target sebesar 86,31% dan pada tahun 2019 indikator SPM yang mampu mencapai target sebesar 89,47%, sementara itu pada tahun 2020 indikator SPM yang mampu mencapai target mengalami peningkatan menjadi 90,53%. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit semakin baik.

Pada tahun 2018 nilai Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo sebesar 83,77, sedangkan pada tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 84,97. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, maka nilai IKM RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo pada tahun 2020 mengalami sedikit penurunan. Namun demikian Nilai tersebut masih termasuk dalam kategori BAIK. Tingkat persentase capaian dibandingkan dengan target sebesar 99,79%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah puas dengan pelayanan di Rumah Sakit.

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 22 Tabel 3.4

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d Akhir Periode RENSTRA No Sasaran

Strategis

Indikator Kinerja

Target Akhir RENSTRA

Realisasi s.d tahun n

Tingkat Kemajuan

1. Sertifikasi akreditasi RS

Indikator SPM yang

mencapai target

90,0% 90,53% 100,59%

2. Meningkatnya kepuasan konsumen RS

IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat)

86,65 84,67 97,71%

Berdasarkan tabel 3.4 perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 sampai dengan akhir periode RENSTRA tahun 2023, maka dapat dilihat bahwa dari dua indikator kinerja yang telah ditetapkan menunjukkan bahwa indikator SPM yang mencapai target pada tahun 2020 ini telah mampu mencapai target kemajuan sebesar 100,59% dari target jangka menengah, dimana target sampai dengan tahun 2023 sebesar 90% sedangkan pada tahun 2020 ini telah tercapai realisasi sebesar 90,53%. Sementara itu pada Indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) target jangka menengah sebesar 86,65, sedangkan capaian pada tahun 2020 sebesar 84,67 sehingga nilai IKM telah mencapai kemajuan sebesar 97,71%

dibandingkan dengan Target Jangka Menengah.

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 23 Tabel 3.5

Analisis Capaian tahun 2020 dan Solusi Perbaikan No Sasaran

Tercapai Adanya komitmen dari seluruh komponen RSUD

Tercapai Adanya tindak lanjut atas masukan / saran hasil survey IKM tahun sebelumnya

Meningkatkan kualitas pelayanan agar

kepuasan Masyarakat semakin meningkat

Berdasarkan Tabel 3.5 di atas dapat diketahui bahwa capaian indikator kinerja pada tahun 2020 telah mampu mencapai target. Faktor keberhasilan/

kegagalannya adalah sebagai berikut : 1. Indikator persentase capaian SPM RS

Indikator persentase capaian SPM RS menggambarkan kemampuan Rumah Sakit dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang terdiri dari 95 Indikator. Target persentase capaian SPM RS tahun 2020 adalah 89,50%, sedangkan Indikator yang berhasil mencapai target sejumlah 86 dari 95 indikator atau 90,53%, dengan demikian Indikator Persentase capaian SPM RS telah tercapai.

Faktor ketercapaiannya adalah adanya komitmen dari seluruh komponen RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, antara lain dengan melakukan evaluasi atas indikator standar pelayanan minimal yang belum mencapai target pada tahun lalu dan melakukan tindak lanjut perbaikan sehingga indikator SPM yang tahun lalu belum mencapai target dapat ditingkatkan capaiannya. Sementara itu

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 24 untuk beberapa indikator SPM yang belum mampu mencapai target antara lain disebabkan karena terbatasnya jumlah SDM terutama dokter spesialis dan sub spesialis, perlunya diklat berkala bagi SDM terutama SDM kesehatan sesuai dengan kompetensi, serta belum optimalnya monitoring pelaksanaan tindak lanjut perbaikan capaian indikator mutu pada setiap periode waktu evaluasi.

2. Indikator capaian Indeks Kepuasan Masyarakat

Indeks Kepuasan Masyarakat adalah pernyataan tentang persepsi pasien terhadap pelayanan yang diberikan di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

Survey dilakukan oleh Tim survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) universitas Airlangga Surabaya, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Negara Nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.

Target capaian nilai IKM pada tahun 2020 adalah 84,85, hasil survey pada tahun 2020 didapatkan nilai IKM sebesar 84,67. Berdasarkan Skala Pengukuran Capaian Sasaran Kinerja maka prosentase capaian sebesar 99,79%, dapat dikatakan bahwa target indikator nilai IKM telah berhasil mencapai target. Hal ini tidak terlepas dari adanya evaluasi dan upaya tindak lanjut atas segala masukan / saran dari masyarakat pada survey IKM tahun sebelumnya, sehingga masyarakat semakin puas dengan pelayanan di RS.

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 25

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa pencapaian indikator kinerja RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo pada tahun 2020 telah mampu mencapai target dengan persentase capaian masing – masing indikator adalah sebagai berikut : Indikator SPM yang mencapai target capaiannya sebesar 101,15%, sedangkan Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 99,79% dari target yang ditentukan. Sementara itu dari sisi anggaran, realisasi anggaran pada tahun 2020 sebesar 77,35%, sedangkan capaian fisiknya mencapai 97,56%. Hal ini menunjukkan adanya efisiensi dalam penggunaan anggaran untuk melaksanakan program / kegiatan yang ada di RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo.

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 26

Efisiensi merupakan salah satu alat pengukur kinerja dari suatu organisasi.

Istilah efisiensi dalam konsep ekonomi merujuk pada pemanfaatan sumber daya.

Pada sistem pelayanan kesehatan, efisiensi didefinisikan sebagai suatu hubungan antara hasil output) yang spesifik dalam sistem pelayanan kesehatan dengan sumber daya (input) yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.

Suatu organisasi pelayanan kesehatan dikatakan efisien apabila dapat mencapai output yang maksimal dengan menggunakan input yang tersedia dengan seminimal mungkin.

Berdasarkan pada tabel 3.7 di atas dapat diketahui bahwa tingkat efisiensi penggunaan sumberdaya di RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo sangat tinggi.

Tingkat efisiensi dalam pencapaian indikator target SPM Rumah Sakit mencapai 130,77% sedangkan tingkat efisiensi dalam pencapaian indikator Nilai IKM mencapai 129,01%.

Penerapan PPK – BLUD di RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo telah meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan melalui pemanfaatan semua sumberdaya yang dimiliki Rumah Sakit secara optimal dan efisien. Kebijakan Manajemen Rumah Sakit diupayakan berpijak pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan guna memenuhi tuntutan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, dengan demikian segala pembiayaan operasional Rumah Sakit harus disesuaikan dengan skala prioritas untuk pelayanan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sesuai dengan peraturan yang

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 27 berlaku, monitoring dan evaluasi secara kontinyu untuk mengetahui kinerja dan efektifitas seluruh pelaksanaan pelayanan dan pemanfaatan sarana dan prasarana Rumah Sakit.

Tabel 3.8

Analisis Program / Kegiatan Penunjang No

Sasaran/

Indikator sasaran

PROGRAM /

KEGIATAN ANGGARAN ANALISA

1 Sertifikasi

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 28

KEGIATAN ANGGARAN ANALISA

Program Pembinaan Kesehatan Lingkungan Sosial Industri Hasil Tembakau

14.576.435.183,00 dapat memenuhi standar pelayanan Rumah Sakit Jiwa / Rumah Sakit Paru – Paru / Rumah Sakit Mata

Untuk melaksanakan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp.

50.882.717.079,-. Realisasi keuangan pada tahun 2020 sebesar Rp.39.884.669.525,28 (78,39%), sedangkan realisasi fisik mencapai 97,92%. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program ini antara lain : tersedianya ruang cuci brankart, tersedianya sarana prasarana Gedung untuk trotoar pejalan kaki, terlaksananya penambahan fasilitas IPAL, Rehabilitasi Gedung perawatan Covid-19, rehabilitasi ruang mammography, pembangunan saluran air, pembuatan handrail, tersedianya bahan habis pakai dan alat kesehatan untuk pelayanan Covid-19 seperti : Hepafilter, High Flow Nasal Canule, Syringe Pump, Infuse Pump, dll.

2. Program Pembinaan Kesehatan Lingkungan Sosial Industri Hasil Tembakau Untuk melaksanakan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp.

14.576.435.183,-. Realisasi keuangan pada tahun 2020 sebesar Rp.14.412.962.492 (98,88%), sedangkan realisasi fisik mencapai 100%.

Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program ini antara lain : Tersedianya

LKjIP RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tahun 2020 29 alat sterilisasi suhu rendah, Washer, Drying Cabinet, Pasien monitor, Flowmeter twin, Humidifier, alat kedokteran THT ( Fess & Esofagus Rigid), USG Radiologi, X Ray Mobile Digital, Treadmill, dll.

3. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD

Untuk melaksanakan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp.

184.491.530.954,82,-. Realisasi keuangan pada tahun 2020 sebesar Rp.139.048.663.126,- (75,37%), sedangkan realisasi fisik mencapai 94,77%. Penggunaan anggaran BLUD Sebagian besar untuk biaya operasional pelayanan di Rumah Sakit seperti penyediaan makan minum pasien, pembelian perbekalan farmasi, bahan habis pakai layanan penunjang, peningkatan kompetensi SDM melalui kegiatan Pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan sarana dan prasarana Gedung Rumah Sakit, dll.

Dokumen terkait