Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019
RESPONDEN 1 Sekretariat Jenderal
F. Capaian Kinerja Lainnya
Pada tahun 2019, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mendapatkan beberapa penghargaan sebagai berikut:
* Catatan:
Rumus nilai efisiensi diperoleh dengan asumsi bahwa nilai minimal yang dicapai K/L dalam formula efisiensi sebesar -20% dan nilai maksimalnya sebesar 20%. Oleh karena itu, perlu dilakukan transformasi skala efisiensi agar diperoleh range nilai yang berkisar 0% sampai dengan 100%.
1. Penghargaan Inisiatif Agriculture 4.0
Gambar 19. Penyerahan Penghargaan Inisiatif Agriculture 4.0
Tanggal 18 Juli 2019 Kementerian Pertanian (Kementan) dan sektor pertanian Indonesia kembali menorehkan prestasi tinggi di kancah internasional. Kementan diberi apresiasi oleh Organisasi OpenGov Asia yang memberikan penghargaan atas inisiatif pemanfaatan teknologi yang inovatif di sektor publik dalam rangka optimalisasi kerja pemerintah, memberikan peningkatan pelayanan masyarakat, serta memberikan inovasi terobosan yang baru.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia dinilai telah secara konsisten dan luar biasa dalam upaya menerapkan inovasi teknologi dalam pembangunan pertanian. Kementerian Pertanian dinyatakan sangat layak mendapatkan penghargaan dalam kategori Inisiatif Agriculture 4.0.
Kementan diwakili Pusat Data dan Informasi Pertanian hadir menerima langsung penghargaan bergengsi ini. Tim teknis menilai Kementan telah berinisiatif untuk memanfaatkan teknologi secara masif dan konsisten dalam percepatan pembangunan pertanian modern, yaitu dengan menggunakan sensor canggih, robotic atau mekanisasi, pemetaan berbasis informasi geospasial dan teknologi cuaca. Implementasi dari teknologi ini dinilai telah mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat petani.
Regenerasi pertanian dinilai penting lantaran kebutuhan pangan di masa depan akan semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk. Digitalisasi pertanian juga dilakukan untuk merespon keterbatasan tenaga kerja, peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta membangun bisnis proses baru, value baru, dan konsumen baru, untuk menghasilkan produk baru yang mampu men-disruptive teknologi budidaya konvensional.
2. Persentase capaian kinerja dalam hal penyerapan anggaran adalah 98,32;
3. Persentase capaian kinerja dalam hal konsistensi penyerapan anggaran terhadap perencanaan adalah 92,71;
4. Persentase capaian kinerja dalam hal efisiensi adalah 1,68;
5. Persentase capaian kinerja dalam hal capaian sasaran program adalah 72,11; dan
6. Persentase capaian kinerja dalam hal rata-rata nilai satker adalah 80,58.
Selanjutnya untuk analisis efisiensi sumberdaya anggaran berdasarkan PMK 214/2017, maka dilakukan penghitungan nilai efisiensi anggaran dengan menggunakan rumus penghitungan sebagaimana berikut:
NE = 50% + (E/20 x 50) Dimana :
NE = Nilai Efisiensi E = Efisiensi
Persentase capaian kinerja Sekretariat Jenderal tahun 2019 dalam hal efisiensi adalah mencapai 1,68, maka penghitungan koefisien Nilai Efisiensinya adalah :
NE = 50% + (1,68%/20 x 50) = 50% + (0,084% x 50) = 50% + 4,2%
= 54,2%
Berdasarkan penghitungan tersebut, koefisien nilai efisiensi sumberdaya anggaran Sekretariat Jenderal pada tahun 2019 adalah 54,2%.
Berdasarkan capaian kinerja masing-masing indikator pada Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2019, dari anggaran tahun 2019, Sekretariat Jenderal sementara mampu mencapai target 1 (satu) dari 2 (dua) indikator pada Perjanjian Kinerja Tahun 2019 yaitu Indikator Tingkat Kepuasan Unit Eselon I Terhadap Layanan Sekretariat Jenderal Tahun 2019 dengan capaian kinerja sebesar 100,63%. Sedangkan untuk Indikator Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian Sesuai Kewenangan Sekretariat Jenderal sampai dengan akhir Januari 2020 nilai capaian belum dirilis oleh Tim Evaluasi dari Kementerian PAN dan RB.
F. Capaian Kinerja Lainnya
Pada tahun 2019, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mendapatkan beberapa penghargaan sebagai berikut:
* Catatan:
Rumus nilai efisiensi diperoleh dengan asumsi bahwa nilai minimal yang dicapai K/L dalam formula efisiensi sebesar -20% dan nilai maksimalnya sebesar 20%. Oleh karena itu, perlu dilakukan transformasi skala efisiensi agar diperoleh range nilai yang berkisar 0% sampai dengan 100%.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019
3. Kategori Sangat Memuaskan dalam Penyelenggaraan Kearsipan Kementerian Pertanian
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui suratnya Nomor B-AK.01.00/4002/2019 memberikan nilai 97,79 dengan kategori “AA”
(Sangat Memuaskan) untuk penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Kementerian Pertanian. Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian pada tahun 2019 telah melaksanakan tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan tahun 2016 dan tahun 2018.
4. Anugerah Serah Tertib Undang-Undang Deposit
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2019 menyelenggarakan apresiasi kepada penerbit yang aktif terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam dengan tema “Pemberian Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2019”.
Pada kesempatan ini salah satu publikasi Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Sekretariat Jenderal yakni Forum Agro Ekonomi (FAE), mendapat penghargaan untuk kategori Jurnal. Kepala PSEKP Dr. Sudi Mardiyanto menerima Piagam Penghargaan dari Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI Ibu Ofy Sofiana.
Gambar 21. Piagam Anugerah Serah Tertib Undang-Undang Deposit
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019
2. Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019
Gambar 20. Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019
TOP DIGITAL AWARDS 2019 dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada instansi pemerintahan dan perusahaan swasta yang dinilai berhasil mengimplementasikan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan program.
Penghargaan ini diperoleh karena adanya komitmen Menteri Pertanian dalam mendukung secara penuh pengembangan dan implementasi Teknologi, Informasi dan Komputer (TIK) di Kementan.
Dalam program 100 hari pertama Menteri Pertanian, selain membenahi dan mensinkronkan akurasi data-data pertanian serta mengacu pada data BPS, Menteri Pertanian juga mendorong semua aktivitas pertanian harus dipantau dan dilakukan dengan menggunakan IT yang canggih.
Terkait dengan harapan ini, Kementan sedang membangun Agriculture War Room (AWR) untuk dapat memantau secara langsung kegiatan dan kondisi pertanian terkini di semua lokasi. Tujuannya agar semua kegiatan di lokasi bisa terpantau secara baik.
Kementan pada saat yang sama juga sedang membangun Komando Strategis Pertanian (Kostra Tani) pada tingkat kecamatan. Salah satu fungsi Kostra Tani ini adalah sebagai penyedia data dan informasi rill di lapangan yang langsung dihubungkan ke AWR di Kementan, sehingga apabila ada masalah, penanganannya menjadi tepat sasaran. Melalui terobosan-terobosan yang dilakukan tersebut, diyakini kebijakan dan program pembangunan pertanian bisa dibuat secara tepat sehingga bermuara kepada peningkatkan kesejahteraan petani, serta upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan dan berdaulat bagi 267 juta penduduk bisa dilakukan secara baik.
3. Kategori Sangat Memuaskan dalam Penyelenggaraan Kearsipan Kementerian Pertanian
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui suratnya Nomor B-AK.01.00/4002/2019 memberikan nilai 97,79 dengan kategori “AA”
(Sangat Memuaskan) untuk penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Kementerian Pertanian. Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian pada tahun 2019 telah melaksanakan tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan tahun 2016 dan tahun 2018.
4. Anugerah Serah Tertib Undang-Undang Deposit
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2019 menyelenggarakan apresiasi kepada penerbit yang aktif terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam dengan tema “Pemberian Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2019”.
Pada kesempatan ini salah satu publikasi Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Sekretariat Jenderal yakni Forum Agro Ekonomi (FAE), mendapat penghargaan untuk kategori Jurnal. Kepala PSEKP Dr. Sudi Mardiyanto menerima Piagam Penghargaan dari Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI Ibu Ofy Sofiana.
Gambar 21. Piagam Anugerah Serah Tertib Undang-Undang Deposit 2. Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019
Gambar 20. Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019
TOP DIGITAL AWARDS 2019 dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada instansi pemerintahan dan perusahaan swasta yang dinilai berhasil mengimplementasikan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan program.
Penghargaan ini diperoleh karena adanya komitmen Menteri Pertanian dalam mendukung secara penuh pengembangan dan implementasi Teknologi, Informasi dan Komputer (TIK) di Kementan.
Dalam program 100 hari pertama Menteri Pertanian, selain membenahi dan mensinkronkan akurasi data-data pertanian serta mengacu pada data BPS, Menteri Pertanian juga mendorong semua aktivitas pertanian harus dipantau dan dilakukan dengan menggunakan IT yang canggih.
Terkait dengan harapan ini, Kementan sedang membangun Agriculture War Room (AWR) untuk dapat memantau secara langsung kegiatan dan kondisi pertanian terkini di semua lokasi. Tujuannya agar semua kegiatan di lokasi bisa terpantau secara baik.
Kementan pada saat yang sama juga sedang membangun Komando Strategis Pertanian (Kostra Tani) pada tingkat kecamatan. Salah satu fungsi Kostra Tani ini adalah sebagai penyedia data dan informasi rill di lapangan yang langsung dihubungkan ke AWR di Kementan, sehingga apabila ada masalah, penanganannya menjadi tepat sasaran. Melalui terobosan-terobosan yang dilakukan tersebut, diyakini kebijakan dan program pembangunan pertanian bisa dibuat secara tepat sehingga bermuara kepada peningkatkan kesejahteraan petani, serta upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan dan berdaulat bagi 267 juta penduduk bisa dilakukan secara baik.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019
Kinerja dengan indikator Nilai Hasil Monev Keterbukaan Informasi Publik pada PPID lingkup Kementerian Pertanian sebesar 82.