• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL 2019"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PERTANIAN 2020

SEKRETARIAT JENDERAL 2019

LAPORAN KINERJA

(2)



KATA PENGANTAR 

Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran yang dikelola. Penyusunan laporan kinerja bertujuan untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai serta sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Tahun 2019 disusun dengan mengacu kepada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Secara umum materi yang termuat dalam laporan ini memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian selama Tahun 2019. Capaian kinerja Tahun 2019 tersebut diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sebagai tolak ukur keberhasilan pencapaian kinerja Sekretariat Jenderal. Analisis atas capaian kinerja terhadap target kinerja ini akan digunakan sebagai umpan balik perbaikan dan peningkatan kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian secara berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal,

Dr. Ir.Momon Rusmono, MS NIP. 196105241986031003



KATA PENGANTAR

Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran yang dikelola. Penyusunan laporan kinerja bertujuan untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai serta sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Tahun 2019 disusun dengan mengacu kepada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Secara umum materi yang termuat dalam laporan ini memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian selama Tahun 2019. Capaian kinerja Tahun 2019 tersebut diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sebagai tolak ukur keberhasilan pencapaian kinerja Sekretariat Jenderal. Analisis atas capaian kinerja terhadap target kinerja ini akan digunakan sebagai umpan balik perbaikan dan peningkatan kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian secara berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal,

Dr. Ir.Momon Rusmono, MS NIP. 196105241986031003 lampiran 5.

DISTRIBUSI PEGAWAI LINGKUP SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2019

I II III IV SD-SLTA Diploma S1 S2 S3 L P

1 Biro Perencanaan 0 3 69 25 12 3 48 29 5 53 44 97

2 Biro Organisasi dan Kepegawaian 1 35 132 24 58 9 94 31 0 137 55 192

3 Biro Umum dan Pengadaan 1 21 211 19 111 26 75 39 1 160 92 252

4 Biro Hukum 0 1 45 6 4 0 33 15 0 34 18 52

5 Biro Kerjasama Luar Negeri 0 0 60 13 3 2 38 29 1 35 38 73

6 Biro Humas dan Informasi Publik 0 4 81 7 14 5 54 18 1 47 45 92

7 Biro Keuangan dan Perlengkapan 0 6 90 12 30 7 48 23 0 64 44 108

8 PSEKP 0 10 61 43 32 7 23 21 31 71 43 114

9 Pustaka 0 3 42 24 8 10 26 23 2 39 30 69

10 Pusdatin 0 6 85 25 28 3 57 25 3 54 62 116

11 PPVTPP 0 4 63 17 7 6 38 32 1 40 44 84

T O T A L 2 93 939 215 307 78 534 285 45 734 515 1249

Sumber: Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2019

No Unit Kerja Golongan Jenis Kelamin Jumlah

Pegawai Tingkat Pendidikan

(3)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2015-2019 dan Rencana Kerja 2019. Penyusunan Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 ini pada hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas kinerja yang telah dilakukan selama tahun 2019.

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 disusun dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 53 Tahun 2014. Laporan ini memuat pencapaian kinerja pelaksanaan program/kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal serta Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2015-2019. Pada Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal ini dijelaskan upaya pertanggungjawaban keberhasilan maupun kegagalan dalam pelaksanaan program/kegiatan Sekretariat Jenderal pada tahun 2019.

Dalam upaya merealisasikan good governance, Sekretariat Jenderal telah melaksanakan berbagai kegiatan, dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran, untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2015-2019.

Visi Sekretariat Jenderal adalah Kredibel, Akuntabel dan Profesional dalam Pelayanan Manajemen dan Dukungan Administratif Kementerian. Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, Misi yang harus dilaksanakan adalah: (1) Membangun dan mengembangkan organisasi dengan tata kelola pemerintahan yang baik; (2) Mengembangkan SDM yang handal, berintegritas tinggi dan profesional.

Dengan ditetapkannnya Misi Sekretariat Jenderal 2015-2019, perlu dukungan penyelenggarakan manajemen pembangunan pertanian yang sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola, penyelenggaraan dan kewenangan. Sebagai dukungan terhadap hal tersebut, tujuan yang akan dicapai Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian adalah Terbangunnya Sistem Koordinasi serta Layanan Administrasi dan Teknis Lainnya yang baik di lingkup Kementerian Pertanian.

Sasaran Sekretariat Jenderal adalah Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pertanian serta Koordinasi, Pembinaan dan Pemberian Dukungan Administrasi Lingkup Kementerian Pertanian.

(4)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2015-2019 dan Rencana Kerja 2019. Penyusunan Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 ini pada hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas kinerja yang telah dilakukan selama tahun 2019.

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 disusun dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 53 Tahun 2014. Laporan ini memuat pencapaian kinerja pelaksanaan program/kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal serta Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2015-2019. Pada Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal ini dijelaskan upaya pertanggungjawaban keberhasilan maupun kegagalan dalam pelaksanaan program/kegiatan Sekretariat Jenderal pada tahun 2019.

Dalam upaya merealisasikan good governance, Sekretariat Jenderal telah melaksanakan berbagai kegiatan, dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran, untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2015-2019.

Visi Sekretariat Jenderal adalah Kredibel, Akuntabel dan Profesional dalam Pelayanan Manajemen dan Dukungan Administratif Kementerian. Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, Misi yang harus dilaksanakan adalah: (1) Membangun dan mengembangkan organisasi dengan tata kelola pemerintahan yang baik; (2) Mengembangkan SDM yang handal, berintegritas tinggi dan profesional.

Dengan ditetapkannnya Misi Sekretariat Jenderal 2015-2019, perlu dukungan penyelenggarakan manajemen pembangunan pertanian yang sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola, penyelenggaraan dan kewenangan. Sebagai dukungan terhadap hal tersebut, tujuan yang akan dicapai Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian adalah Terbangunnya Sistem Koordinasi serta Layanan Administrasi dan Teknis Lainnya yang baik di lingkup Kementerian Pertanian.

Sasaran Sekretariat Jenderal adalah Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pertanian serta Koordinasi, Pembinaan dan Pemberian Dukungan Administrasi Lingkup Kementerian Pertanian.

(5)

Dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK) Sekretariat Jenderal Tahun 2019 menetapkan 2 Sasaran Program dengan 2 Indikator Kinerja Sasaran Program (IKSP). Sasaran Program yang dimaksud adalah: (1)Terwujudnya Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal dengan IKSP nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal dengan target 70,05%; dan (2) Meningkatnya kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan kesekretariatan dengan IKSP tingkat kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan target 3,15 skala likert. Dari 2 (dua) IKSP tersebut, pada tahun 2019 ada 1 (satu) IKSP yang berhasil mencapai target, yaitu tingkat kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan capaian kinerja 100,63% (Sangat Berhasil). Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2018, capaian kinerja tingkat kepuasan unit eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal tahun 2019 meningkat sebesar 1,93%.

Untuk indikator lainnya yaitu nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal, sampai dengan laporan ini di susun, KementerianPAN dan RB sebagai instansi yang berwenang melakukan evaluasi belum mengeluarkan hasil evaluasi atas Nilai RB Kementerian Pertanian tersebut.

Jika dilihat capaian tahun 2018 yaitu sebesar 76,83, kinerja indikator Reformasi Birokrasi sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal meningkat dibandingkan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya.

Sekretariat Jenderal pada tahun 2019 mendapatkan beberapa penghargaan antara lain: 1) Penghargaan Inisiatif Agriculture 4.0; 2) Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019; 3) Masuk Dalam Kategori Sangat memuaskan Untuk Penyelenggaraan Kearsipan Kementerian Pertanian; 4) Anugerah Serah Tertib Undang-Undang Deposit; dan 5) Penghargaan Keterbukaan Publik.

Pada tahun 2019, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mendapatkan total alokasi anggaran sebesar Rp1.787.690.530.000,- yang bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) dengan realisasi anggaran mencapai Rp1.757.651.582.618,- atau 98,32%.

Dalam upaya mencapai kinerja yang ditargetkan pada tahun 2019, Sekretariat Jenderal melakukan berbagai upaya, antara lain:1) Membentuk Agen Penggerak Perubahan Lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian beserta rencana aksi untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik; 2) Penguatan Proses Bisnis dan SOP AP Sekretariat Jenderal dengan melakukan revitalisasi dan integrasi SOP AP dari semula 852 menjadi 293 dan pengelolaan proses bisnis dari SOP Kementan berbasis teknologi informasi melalui eprobis.pertanian.go.id;

3) Mengembangkan Aplikasi e-Talenta dalam mendukung manajemen pegawai dengan sistem merit di lingkungan Kementerian Pertanian; 4) Mengadakan

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang bertujuan untuk mendorong terciptanya inovasi dan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik; 5) Melakukan integrasi pada beberapa aplikasi dalam upaya mempermudah dan mempercepat pelaksanaan tugas; dan 6) menyeragamkan metode yang digunakan dalam pengukuran tingkat kepuasan unit eselon I terhadap layanan yang diberikan Biro/Pusat lingkup Sekretariat Jenderal.

Sekretariat Jenderal akan senantiasa berupaya dan bekerja lebih keras lagi, serta menyempurnakan kebijakan yang ada untuk lebih mengoptimalkan pencapaian sasaran strategis, sehingga diharapkan di masa yang akan datang capaian semua sasaran strategis dapat lebih optimal. Melalui Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan kinerja kegiatan untuk tahun selanjutnya.































































(6)

Dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK) Sekretariat Jenderal Tahun 2019 menetapkan 2 Sasaran Program dengan 2 Indikator Kinerja Sasaran Program (IKSP). Sasaran Program yang dimaksud adalah: (1)Terwujudnya Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal dengan IKSP nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal dengan target 70,05%; dan (2) Meningkatnya kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan kesekretariatan dengan IKSP tingkat kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan target 3,15 skala likert. Dari 2 (dua) IKSP tersebut, pada tahun 2019 ada 1 (satu) IKSP yang berhasil mencapai target, yaitu tingkat kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan capaian kinerja 100,63% (Sangat Berhasil). Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2018, capaian kinerja tingkat kepuasan unit eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal tahun 2019 meningkat sebesar 1,93%.

Untuk indikator lainnya yaitu nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal, sampai dengan laporan ini di susun, KementerianPAN dan RB sebagai instansi yang berwenang melakukan evaluasi belum mengeluarkan hasil evaluasi atas Nilai RB Kementerian Pertanian tersebut.

Jika dilihat capaian tahun 2018 yaitu sebesar 76,83, kinerja indikator Reformasi Birokrasi sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal meningkat dibandingkan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya.

Sekretariat Jenderal pada tahun 2019 mendapatkan beberapa penghargaan antara lain: 1) Penghargaan Inisiatif Agriculture 4.0; 2) Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019; 3) Masuk Dalam Kategori Sangat memuaskan Untuk Penyelenggaraan Kearsipan Kementerian Pertanian; 4) Anugerah Serah Tertib Undang-Undang Deposit; dan 5) Penghargaan Keterbukaan Publik.

Pada tahun 2019, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mendapatkan total alokasi anggaran sebesar Rp1.787.690.530.000,- yang bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) dengan realisasi anggaran mencapai Rp1.757.651.582.618,- atau 98,32%.

Dalam upaya mencapai kinerja yang ditargetkan pada tahun 2019, Sekretariat Jenderal melakukan berbagai upaya, antara lain:1) Membentuk Agen Penggerak Perubahan Lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian beserta rencana aksi untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik; 2) Penguatan Proses Bisnis dan SOP AP Sekretariat Jenderal dengan melakukan revitalisasi dan integrasi SOP AP dari semula 852 menjadi 293 dan pengelolaan proses bisnis dari SOP Kementan berbasis teknologi informasi melalui eprobis.pertanian.go.id;

3) Mengembangkan Aplikasi e-Talenta dalam mendukung manajemen pegawai dengan sistem merit di lingkungan Kementerian Pertanian; 4) Mengadakan

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang bertujuan untuk mendorong terciptanya inovasi dan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik; 5) Melakukan integrasi pada beberapa aplikasi dalam upaya mempermudah dan mempercepat pelaksanaan tugas; dan 6) menyeragamkan metode yang digunakan dalam pengukuran tingkat kepuasan unit eselon I terhadap layanan yang diberikan Biro/Pusat lingkup Sekretariat Jenderal.

Sekretariat Jenderal akan senantiasa berupaya dan bekerja lebih keras lagi, serta menyempurnakan kebijakan yang ada untuk lebih mengoptimalkan pencapaian sasaran strategis, sehingga diharapkan di masa yang akan datang capaian semua sasaran strategis dapat lebih optimal. Melalui Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019 ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan kinerja kegiatan untuk tahun selanjutnya.





























































(7)



 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

RINGKASAN EKSEKUTIF ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

Ǥ PENDAHULUAN.. ... 1

A Latar Belakang ... 1

B Organisasi dan Fungsi ... 2

C Sumberdaya Manusia Sekretariat Jenderal ... 7

D Permasalahan dan Tantangan ... 7

E Dukungan Anggaran ... 8

Ǥ PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 9

A Rencana Strategis ... 9

B Perjanjian Kinerja ... 11

Ǥ AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN ... 15

A Kriteria Ukuran Keberhasilan ... 15

B Pencapaian Kinerja Tahun 2019 ... 16

C Evaluasi Akuntabilitas Kinerja ... 18

1. Indikator Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian Sesuai Kewenangan Sekretariat Jenderal (79,6%) ... 18 2. Indikator Tingkat Kepuasan Unit Kerja Eselon I Terhadap Layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian... 46 D Akuntabilitas Keuangan ... 60

E Analisis Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya ... 62

F Capaian Kinerja Lainnya ... 64

G Rencana Aksi Perbaikan ... 69

PENUTUP ... 71 LAMPIRAN

(8)



 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

RINGKASAN EKSEKUTIF ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

Ǥ PENDAHULUAN.. ... 1

A Latar Belakang ... 1

B Organisasi dan Fungsi ... 2

C Sumberdaya Manusia Sekretariat Jenderal ... 7

D Permasalahan dan Tantangan ... 7

E Dukungan Anggaran ... 8

Ǥ PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 9

A Rencana Strategis ... 9

B Perjanjian Kinerja ... 11

Ǥ AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN ... 15

A Kriteria Ukuran Keberhasilan ... 15

B Pencapaian Kinerja Tahun 2019 ... 16

C Evaluasi Akuntabilitas Kinerja ... 18

1. Indikator Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian Sesuai Kewenangan Sekretariat Jenderal (79,6%) ... 18 2. Indikator Tingkat Kepuasan Unit Kerja Eselon I Terhadap Layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian... 46 D Akuntabilitas Keuangan ... 60

E Analisis Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya ... 62

F Capaian Kinerja Lainnya ... 64

G Rencana Aksi Perbaikan ... 69

PENUTUP ... 71 LAMPIRAN

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal Kementan ... 3

Gambar 2. Komponen Penilaian RB Kementerian/Lembaga ... 19

Gambar 3. Sertifikat Opini BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian tahun 2018 ... 25 Gambar 4. Realisasi Nilai RB sesuai Kewenangan Setjen tahun 2015-2018 ... 29

Gambar 5. Rapat Koordinasi terkait RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Sektor Pertanian... 37 Gambar 6 Bimbingan Teknis Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan ... 38

Gambar 7. Tim Kecil Harmonisasi RPP tentang Pembiayaan Usaha Tani . ... 40

Gambar 8. Sosialisasi Perjanjian Bidang Pertanian. ... 40

Gambar 9. PPID Utama dan Komisioner Komisi Informasi Pusat Pada Rapat Koordinasi PPID Kementerian Pertanian Tahun 2019... 42 Gambar 10. Penandatanganan Komitmen Bersama Keterbukaan Informasi Publik... 43 Gambar 11. Unit Pelayanan terpadu Satu Pintu (PADU-SATU) ... 44

Gambar 12. Berbagai Kegiatan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kementan ... 46

Gambar 13. Perbandingan Realisasi Tingkat Kepuasan Unit Kerja Eselon I Terhadap Layanan Sekretariat Jenderal Tahun 2018 dan Tahun 2019... 50 Gambar 14. Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi Publik ... 51

Gambar 15 Koordinasi Tim Pengarah TIK ... 55

Gambar 16. Aplikasi Simpertan ... 58

Gambar 17. Repositori Publikasi ... . 58

Gambar 18. Analisis Efisiensi Sumberdaya Anggaran Sekretariat Jenderal Kementan 2019 Berdasarkan Aplikasi Monev Kinerja Anggaran PMK 214/2017. ... 63 Gambar 19. Penyerahan Penghargaan Inisiatif Agriculture 4.0... 65 Gambar 20. Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019... 66

Gambar 21. Piagam Anugerah Serah Tertib Undang-undang Deposit... 667

Gambar 22. Penyerahan Anugrah Serah Tertib Undang-undang Deposit... 68

Gambar 23. Penyerahan Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik diterima oleh Menteri Pertanian... 68 DAFTAR TABEL Tabel 1. Rincian Pegawai Sekretariat Jenderal tahun 2019... 7

Tabel 2. Tujuan dan Indikator Tujuan Setjen Kementan 2015 – 2019 ... 9

Tabel 3. Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal tahun 2019 ... 12

Tabel 4. Capaian Indikator Sekretariat Jenderal kementerian Pertanian Tahun 2019 ... 16 Tabel 5. Komponen Penilaian Reformasi Birokrasi sesuai Kewenanagan Sekretariat Jenderal ... 20 Tabel 6. Perkembangan Opini BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian tahun 2014 s.d 2018 ... 25 Tabel 7. Jumlah Responden Survey Kepuasan Masyarakat Tahun 2019... 27

Tabel 8. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2019... 28

Tabel 9. Tingkat Kepuasan Unit Eselon I terhadap Layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian ... 49 Tabel 10. Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Sekretariat Jenderal ... 62

Tabel 11. Rencana Aksi Perbaikan Tahun 2019... 69

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal Kementan ... 3

Gambar 2. Komponen Penilaian RB Kementerian/Lembaga ... 19

Gambar 3. Sertifikat Opini BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian tahun 2018 ... 25 Gambar 4. Realisasi Nilai RB sesuai Kewenangan Setjen tahun 2015-2018 ... 29

Gambar 5. Rapat Koordinasi terkait RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Sektor Pertanian... 37 Gambar 6 Bimbingan Teknis Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan ... 38

Gambar 7. Tim Kecil Harmonisasi RPP tentang Pembiayaan Usaha Tani . ... 40

Gambar 8. Sosialisasi Perjanjian Bidang Pertanian. ... 40

Gambar 9. PPID Utama dan Komisioner Komisi Informasi Pusat Pada Rapat Koordinasi PPID Kementerian Pertanian Tahun 2019... 42 Gambar 10. Penandatanganan Komitmen Bersama Keterbukaan Informasi Publik... 43 Gambar 11. Unit Pelayanan terpadu Satu Pintu (PADU-SATU) ... 44

Gambar 12. Berbagai Kegiatan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kementan ... 46

Gambar 13. Perbandingan Realisasi Tingkat Kepuasan Unit Kerja Eselon I Terhadap Layanan Sekretariat Jenderal Tahun 2018 dan Tahun 2019... 50 Gambar 14. Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi Publik ... 51

Gambar 15 Koordinasi Tim Pengarah TIK ... 55

Gambar 16. Aplikasi Simpertan ... 58

Gambar 17. Repositori Publikasi ... . 58

Gambar 18. Analisis Efisiensi Sumberdaya Anggaran Sekretariat Jenderal Kementan 2019 Berdasarkan Aplikasi Monev Kinerja Anggaran PMK 214/2017. ... 63 Gambar 19. Penyerahan Penghargaan Inisiatif Agriculture 4.0... 65 Gambar 20. Penghargaan Top Digital Implementation on Ministry 2019... 66

Gambar 21. Piagam Anugerah Serah Tertib Undang-undang Deposit... 667

Gambar 22. Penyerahan Anugrah Serah Tertib Undang-undang Deposit... 68

Gambar 23. Penyerahan Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik diterima oleh Menteri Pertanian... 68 DAFTAR TABEL Tabel 1. Rincian Pegawai Sekretariat Jenderal tahun 2019... 7

Tabel 2. Tujuan dan Indikator Tujuan Setjen Kementan 2015 – 2019 ... 9

Tabel 3. Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal tahun 2019 ... 12

Tabel 4. Capaian Indikator Sekretariat Jenderal kementerian Pertanian Tahun 2019 ... 16 Tabel 5. Komponen Penilaian Reformasi Birokrasi sesuai Kewenanagan Sekretariat Jenderal ... 20 Tabel 6. Perkembangan Opini BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian tahun 2014 s.d 2018 ... 25 Tabel 7. Jumlah Responden Survey Kepuasan Masyarakat Tahun 2019... 27

Tabel 8. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2019... 28

Tabel 9. Tingkat Kepuasan Unit Eselon I terhadap Layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian ... 49 Tabel 10. Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Sekretariat Jenderal ... 62

Tabel 11. Rencana Aksi Perbaikan Tahun 2019... 69

(11)









(12)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.

Penerapan SAKIP mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Berdasarkan hal tersebut, maka Laporan Kinerja yang dibuat Instansi Pemerintah merupakan salah satu wujud penerapan akuntabilitas.

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Tahun 2019 ini disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dalam melaksanakan tugas dan fungsi selama periode tahun 2019. Selain itu, Laporan Kinerja ini juga dimaksudkan sebagai wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian menuju terwujudnya good governance dan clean governance, wujud transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat, dan sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja setiap unit organisasi di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Tidak kalah penting, penyusunan Laporan Kinerja ini adalah sebagai salah satu alat untuk mendapatkan masukan/umpan balik bagi perbaikan kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian ke depan.

Penerapan SAKIP di instansi pemerintah dilakukan melalui berbagai tahapan, sebagai berikut: (a) mempersiapkan dan menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang berisi visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis untuk mencapai tujuan; (b) menyusun Rencana Kinerja Tahunan; (c) menyusun Perjanjian Kinerja; (d) merumuskan Indikator Kinerja Unit Kerja dengan berpedoman kepada kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan pertanian pada upaya-upaya mengatasi permasalahan fundamental, isu-isu aktual, dan antisipasi terhadap kendala yang mungkin timbul; (e) memantau dan mengamati pelaksanaan tugas dan fungsi instansi secara seksama; (f) melakukan pengukuran pencapaian dan evaluasi kinerja dengan mengkaji kinerja aktual dengan rencana/target yang ditetapkan dan membandingkan

(13)

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

Dari sekian banyak fungsi yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal, ada beberapa fungsi yang sangat strategis, antara lain:

1. Koordinasi penyusunan Renstra dan PK lingkup Kementerian Pertanian;

2. Koordinasi penyusunan Anggaran lingkup Kementerian Pertanian;

3. Pengelolaan Tunjangan Kinerja lingkup Kementerian Pertanian;

4. Koordinasi dan Pembinaan Reformasi Birokrasi lingkup Kementerian Pertanian;

5. Koordinasi, pembinaan dan penyusunan Laporan Kinerja lingkup Kementerian Pertanian;

6. Pemberian layanan dan pembinaan pengadaan barang dan jasa lingkup Kementerian Pertanian; dan

7. Pengelolaan dan pelayanan informasi publik bidang pertanian.

Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1. Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Sekretariat Jenderal didukung oleh 7 (tujuh) Biro dan 4 (empat) Pusat. Berdasarkan Renstra Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2015-2019, tugas dan fungsi masing-masing Biro/Pusat sebagai berikut:

1. Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, dan penyusunan rencana, kebijakan, program, anggaran serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi:

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

dengan kinerja tahun sebelumnya; serta g) melakukan evaluasi secara keseluruhan.

Implementasi SAKIP tahun 2019 merupakan kelanjutan evaluasi tahun-tahun sebelumnya dan merupakan tahun terakhir pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan Renstra periode tahun 2015-2019. Penerapan SAKIP tersebut diharapkan berfungsi secara optimal, sehingga dapat dijadikan salah satu instrumen utama dalam pelaksanaan pembaruan birokrasi pemerintah untuk mempercepat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, dan bersih dari praktek-praktek penyimpangan. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya diperlukan suatu komitmen yang kuat dari para pejabat dan semua pegawai jajaran Sekretariat Jenderal. Sistem ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat capaian kinerja, kendala/hambatan, dan permasalahan serta upaya pemecahannya dalam pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Pada gilirannya penerapan SAKIP dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban kinerja baik melaporkan keberhasilan maupun kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

B. Organisasi dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/

2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, yang merupakan penjabaran dari ketentuan Pasal 54 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi yang tertuang dalam Pasal 7 pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015, antara lain:

1. Koordinasi kegiatan Kementerian Pertanian;

2. Koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran Kementerian Pertanian;

3. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Kementerian Pertanian;

4. Pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana;

5. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan advokasi hukum;

6. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa pemerintah; dan

7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

(14)

Dari sekian banyak fungsi yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal, ada beberapa fungsi yang sangat strategis, antara lain:

1. Koordinasi penyusunan Renstra dan PK lingkup Kementerian Pertanian;

2. Koordinasi penyusunan Anggaran lingkup Kementerian Pertanian;

3. Pengelolaan Tunjangan Kinerja lingkup Kementerian Pertanian;

4. Koordinasi dan Pembinaan Reformasi Birokrasi lingkup Kementerian Pertanian;

5. Koordinasi, pembinaan dan penyusunan Laporan Kinerja lingkup Kementerian Pertanian;

6. Pemberian layanan dan pembinaan pengadaan barang dan jasa lingkup Kementerian Pertanian; dan

7. Pengelolaan dan pelayanan informasi publik bidang pertanian.

Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1. Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Sekretariat Jenderal didukung oleh 7 (tujuh) Biro dan 4 (empat) Pusat. Berdasarkan Renstra Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2015-2019, tugas dan fungsi masing-masing Biro/Pusat sebagai berikut:

1. Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, dan penyusunan rencana, kebijakan, program, anggaran serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi:

dengan kinerja tahun sebelumnya; serta g) melakukan evaluasi secara keseluruhan.

Implementasi SAKIP tahun 2019 merupakan kelanjutan evaluasi tahun-tahun sebelumnya dan merupakan tahun terakhir pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan Renstra periode tahun 2015-2019. Penerapan SAKIP tersebut diharapkan berfungsi secara optimal, sehingga dapat dijadikan salah satu instrumen utama dalam pelaksanaan pembaruan birokrasi pemerintah untuk mempercepat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, dan bersih dari praktek-praktek penyimpangan. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya diperlukan suatu komitmen yang kuat dari para pejabat dan semua pegawai jajaran Sekretariat Jenderal. Sistem ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat capaian kinerja, kendala/hambatan, dan permasalahan serta upaya pemecahannya dalam pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Pada gilirannya penerapan SAKIP dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban kinerja baik melaporkan keberhasilan maupun kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

B. Organisasi dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/

2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, yang merupakan penjabaran dari ketentuan Pasal 54 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi yang tertuang dalam Pasal 7 pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015, antara lain:

1. Koordinasi kegiatan Kementerian Pertanian;

2. Koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran Kementerian Pertanian;

3. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Kementerian Pertanian;

4. Pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana;

5. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan advokasi hukum;

6. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa pemerintah; dan

7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

(15)

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

5. Biro Umum dan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, dan penyelenggaraan kearsipan, ketatausahaan, kerumahtanggaan, serta layanan pengadaan barang dan jasa. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Umum dan Pengadaan menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan pengelolaan kearsipan;

b. Pelaksanaan urusan ketatausahaan;

c. Pelaksanaan urusan kerumahtanggaan;

d. Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa;

e. Pemberian layanan dan pembinaan pengadaan barang dan jasa; dan f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum dan

Pengadaan.

6. Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan dan penyelenggaraan kerja sama luar negeri di bidang pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan koordinasi, pembinaan, dan penyelenggaraan kerja sama bilateral di bidang pertanian;

b. Penyiapan koordinasi pembinaan, dan penyelenggaraan kerja sama regional di bidang pertanian;

c. Penyiapan koordinasi pembinaan, dan penyelenggaraan kerja sama multilateral di bidang pertanian;

d. Penyiapan kerja sama, pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri;

e. Pelaksanaan administrasi Atase Pertanian; dan

f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kerja Sama Luar Negeri.

7. Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat, keprotokolan dan hubungan antar lembaga, serta pengelolaan informasi publik di bidang pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik (Humas dan IP) menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat;

b. Pengelolaan dan pelayanan informasi publik bidang pertanian;

c. Pelaksanaan urusan keprotokolan dan hubungan antar lembaga; dan d. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan

Masyarakat dan Informasi Publik.

8. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengolahan, analisis dan pengembangan sistem informasi pertanian, serta pelayanan dan publikasi data dan informasi pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana, program, anggaran;

b. Pelaksanaan pelayanan dan publikasi data dan informasi pertanian;

c. Pengumpulan, pengolahan dan analisis, serta penyediaan data dan informasi komoditas pertanian;

d. Pengumpulan, pengolahan dan analisis, serta penyediaan data dan informasi non komoditas pertanian;

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

a. Penyiapan koordinasi, dan penyusunan rencana pengembangan wilayah pertanian;

b. Penyiapan koordinasi, dan penyusunan kebijakan dan program pembangunan pertanian;

c. Penyiapan koordinasi, dan penyusunan anggaran pembangunan pertanian;

d. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program pembangunan pertanian; dan

e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan.

2. Biro Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan organisasi, tata laksana dan reformasi birokrasi, serta pengelolaan kepegawaian lingkup Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan, evaluasi, dan penyempurnaan organisasi, serta pengembangan jabatan fungsional dan budaya kerja;

b. Penyusunan, evaluasi, dan penyempurnaan tata laksana, fasilitasi reformasi birokrasi lingkup Kementerian Pertanian serta penyelenggaraan sistem pengendalian internal lingkup Sekretariat Jenderal;

c. Pelaksanaan perencanaan, pengembangan, dan penilaian kinerja pegawai;

d. Pelaksanaan mutasi pegawai; dan

e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Organisasi dan Kepegawaian.

3. Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan barang milik/kekayaan negara, serta arsip dan dokumentasi Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan urusan perbendaharaan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

b. Pelaksanaan akuntansi dan verifikasi anggaran Kementerian Pertanian;

c. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian;

d. Pengelolaan arsip dan dokumentasi Kementerian Pertanian, dan pelaksanaan administrasi keuangan Sekretariat Jenderal; dan

e. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan dan Perlengkapan.

4. Biro Hukum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan advokasi hukum. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Hukum menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pertanian;

b. Pengembangan sistem dan pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum pertanian;

c. Penyusunan naskah perjanjian, pemberian pertimbangan dan litigasi hukum; dan

d. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Hukum.

(16)

5. Biro Umum dan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, dan penyelenggaraan kearsipan, ketatausahaan, kerumahtanggaan, serta layanan pengadaan barang dan jasa. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Umum dan Pengadaan menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan pengelolaan kearsipan;

b. Pelaksanaan urusan ketatausahaan;

c. Pelaksanaan urusan kerumahtanggaan;

d. Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa;

e. Pemberian layanan dan pembinaan pengadaan barang dan jasa; dan f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum dan

Pengadaan.

6. Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan dan penyelenggaraan kerja sama luar negeri di bidang pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan koordinasi, pembinaan, dan penyelenggaraan kerja sama bilateral di bidang pertanian;

b. Penyiapan koordinasi pembinaan, dan penyelenggaraan kerja sama regional di bidang pertanian;

c. Penyiapan koordinasi pembinaan, dan penyelenggaraan kerja sama multilateral di bidang pertanian;

d. Penyiapan kerja sama, pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri;

e. Pelaksanaan administrasi Atase Pertanian; dan

f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kerja Sama Luar Negeri.

7. Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat, keprotokolan dan hubungan antar lembaga, serta pengelolaan informasi publik di bidang pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik (Humas dan IP) menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat;

b. Pengelolaan dan pelayanan informasi publik bidang pertanian;

c. Pelaksanaan urusan keprotokolan dan hubungan antar lembaga; dan d. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan

Masyarakat dan Informasi Publik.

8. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengolahan, analisis dan pengembangan sistem informasi pertanian, serta pelayanan dan publikasi data dan informasi pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana, program, anggaran;

b. Pelaksanaan pelayanan dan publikasi data dan informasi pertanian;

c. Pengumpulan, pengolahan dan analisis, serta penyediaan data dan informasi komoditas pertanian;

d. Pengumpulan, pengolahan dan analisis, serta penyediaan data dan informasi non komoditas pertanian;

a. Penyiapan koordinasi, dan penyusunan rencana pengembangan wilayah pertanian;

b. Penyiapan koordinasi, dan penyusunan kebijakan dan program pembangunan pertanian;

c. Penyiapan koordinasi, dan penyusunan anggaran pembangunan pertanian;

d. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program pembangunan pertanian; dan

e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan.

2. Biro Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan organisasi, tata laksana dan reformasi birokrasi, serta pengelolaan kepegawaian lingkup Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan, evaluasi, dan penyempurnaan organisasi, serta pengembangan jabatan fungsional dan budaya kerja;

b. Penyusunan, evaluasi, dan penyempurnaan tata laksana, fasilitasi reformasi birokrasi lingkup Kementerian Pertanian serta penyelenggaraan sistem pengendalian internal lingkup Sekretariat Jenderal;

c. Pelaksanaan perencanaan, pengembangan, dan penilaian kinerja pegawai;

d. Pelaksanaan mutasi pegawai; dan

e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Organisasi dan Kepegawaian.

3. Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan barang milik/kekayaan negara, serta arsip dan dokumentasi Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan urusan perbendaharaan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

b. Pelaksanaan akuntansi dan verifikasi anggaran Kementerian Pertanian;

c. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian;

d. Pengelolaan arsip dan dokumentasi Kementerian Pertanian, dan pelaksanaan administrasi keuangan Sekretariat Jenderal; dan

e. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan dan Perlengkapan.

4. Biro Hukum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan advokasi hukum. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Hukum menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pertanian;

b. Pengembangan sistem dan pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum pertanian;

c. Penyusunan naskah perjanjian, pemberian pertimbangan dan litigasi hukum; dan

d. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Hukum.

(17)

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

a. Perumusan program analisis sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

b. Pelaksanaan analisis dan pengkajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

c. Pelaksanaan telaah ulang program dan kebijakan pertanian;

d. Pemberian pelayanan teknis di bidang analisis sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

e. Pelaksanaan kerja sama dan pendayagunaan hasil analisis, dan pengkajian di bidang sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

f. Pelaksanaan evaluasi pelaporan hasil analisis dan pengkajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian; dan

g. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

C. Sumberdaya Manusia Sekretariat Jenderal

Jumlah pegawai Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian pada tahun 2019 berdasarkan golongan, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan sebaran pada Biro/Pusat lingkup Sekretariat Jenderal dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Rincian Pegawai Sekretariat Jenderal Tahun 2019

I II III IV SD-SLTA Diploma S1 S2 S3 L P

1 Biro Perencanaan 0 3 69 25 12 3 48 29 5 53 44 97

2 Biro Organisasi dan Kepegawaian 1 35 132 24 58 9 94 31 0 137 55 192

3 Biro Umum dan Pengadaan 1 21 211 19 111 26 75 39 1 160 92 252

4 Biro Hukum 0 1 45 6 4 0 33 15 0 34 18 52

5 Biro Kerjasama Luar Negeri 0 0 60 13 3 2 38 29 1 35 38 73

6 Biro Humas dan Informasi Publik 0 4 81 7 14 5 54 18 1 47 45 92

7 Biro Keuangan dan Perlengkapan 0 6 90 12 30 7 48 23 0 64 44 108

8 PSEKP 0 10 61 43 32 7 23 21 31 71 43 114

9 Pustaka 0 3 42 24 8 10 26 23 2 39 30 69

10 Pusdatin 0 6 85 25 28 3 57 25 3 54 62 116

11 PPVTPP 0 4 63 17 7 6 38 32 1 40 44 84

T O T A L 2 93 939 215 307 78 534 285 45 734 515 1249

No Unit Kerja Golongan Jenis Kelamin Jumlah

Pegawai Tingkat Pendidikan

Jumlah pegawai Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 29 orang (2,3%) dibandingkan dengan tahun 2018 yang berjumlah 1.278 orang. Pengurangan ini disebabkan karena pada tahun 2019 jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun melebihi pegawai baru di lingkup Sekretariat Jenderal.

D. Permasalahan dan Tantangan

Dalam menjalankan fungsi koordinasi, pembinaan dan pelayanan administrasi di lingkup Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal dihadapkan berbagai tantangan dan permasalahan, namun tantangan dan permasalahan tersebut harus dianggap sebagai motivasi dalam meningkatkan kinerja.

Sumber : Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal, 2019

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

e. Pengelolaan dan pelaksanaan pengembangan sistem informasi Kementerian Pertanian; dan

f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

9. Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlindungan dan pendaftaran

varietas tanaman serta pelayanan perizinan dan rekomendasi teknis pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan program, rencana kegiatan dan anggaran;

b. Pelaksanaan kerja sama dan publikasi;

c. Pemberian pelayanan hukum perlindungan varietas tanaman dan perizinan pertanian;

d. Pelaksanaan pemeriksaan perlindungan varietas tanaman;

e. Pemberian pelayanan perlindungan varietas tanaman;

f. Pemantauan dan evaluasi hak dan kewajiban pemegang hak perlindungan varietas tanaman;

g. Pemberian pelayanan pendaftaran varietas tanaman lokal dan varietas hasil pemuliaan serta pelayanan pendaftaran peredaran varietas tanaman;

h. Penerimaan, analisis persyaratan, fasilitasi proses teknis penolakan atau pemberian izin dan rekomendasi teknis dan pendaftaran di bidang pertanian; dan

i. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.

10.Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan program, anggaran dan evaluasi perpustakaan dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian;

b. Pengelolaan sumberdaya dan pelayanan perpustakaan;

c. Pembinaan sumberdaya perpustakaan di lingkungan Kementerian Pertanian;

d. Pembinaan dan pengelolaan publikasi hasil penelitian pertanian;

e. Penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian melalui tatakelola teknologi informasi dan promosi;

f. Pengelolaan sarana instrumentasi teknologi informasi dan bahan pustaka;

g. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Perpustakaan dan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

11.Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian mempunyai tugas melaksanakan analisis dan pengkajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian menyelenggarakan fungsi:

(18)

a. Perumusan program analisis sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

b. Pelaksanaan analisis dan pengkajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

c. Pelaksanaan telaah ulang program dan kebijakan pertanian;

d. Pemberian pelayanan teknis di bidang analisis sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

e. Pelaksanaan kerja sama dan pendayagunaan hasil analisis, dan pengkajian di bidang sosial ekonomi dan kebijakan pertanian;

f. Pelaksanaan evaluasi pelaporan hasil analisis dan pengkajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian; dan

g. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

C. Sumberdaya Manusia Sekretariat Jenderal

Jumlah pegawai Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian pada tahun 2019 berdasarkan golongan, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan sebaran pada Biro/Pusat lingkup Sekretariat Jenderal dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Rincian Pegawai Sekretariat Jenderal Tahun 2019

I II III IV SD-SLTA Diploma S1 S2 S3 L P

1 Biro Perencanaan 0 3 69 25 12 3 48 29 5 53 44 97

2 Biro Organisasi dan Kepegawaian 1 35 132 24 58 9 94 31 0 137 55 192

3 Biro Umum dan Pengadaan 1 21 211 19 111 26 75 39 1 160 92 252

4 Biro Hukum 0 1 45 6 4 0 33 15 0 34 18 52

5 Biro Kerjasama Luar Negeri 0 0 60 13 3 2 38 29 1 35 38 73

6 Biro Humas dan Informasi Publik 0 4 81 7 14 5 54 18 1 47 45 92

7 Biro Keuangan dan Perlengkapan 0 6 90 12 30 7 48 23 0 64 44 108

8 PSEKP 0 10 61 43 32 7 23 21 31 71 43 114

9 Pustaka 0 3 42 24 8 10 26 23 2 39 30 69

10 Pusdatin 0 6 85 25 28 3 57 25 3 54 62 116

11 PPVTPP 0 4 63 17 7 6 38 32 1 40 44 84

T O T A L 2 93 939 215 307 78 534 285 45 734 515 1249

No Unit Kerja Golongan Jenis Kelamin Jumlah

Pegawai Tingkat Pendidikan

Jumlah pegawai Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 29 orang (2,3%) dibandingkan dengan tahun 2018 yang berjumlah 1.278 orang. Pengurangan ini disebabkan karena pada tahun 2019 jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun melebihi pegawai baru di lingkup Sekretariat Jenderal.

D. Permasalahan dan Tantangan

Dalam menjalankan fungsi koordinasi, pembinaan dan pelayanan administrasi di lingkup Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal dihadapkan berbagai tantangan dan permasalahan, namun tantangan dan permasalahan tersebut harus dianggap sebagai motivasi dalam meningkatkan kinerja.

Sumber : Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal, 2019

e. Pengelolaan dan pelaksanaan pengembangan sistem informasi Kementerian Pertanian; dan

f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

9. Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlindungan dan pendaftaran

varietas tanaman serta pelayanan perizinan dan rekomendasi teknis pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan program, rencana kegiatan dan anggaran;

b. Pelaksanaan kerja sama dan publikasi;

c. Pemberian pelayanan hukum perlindungan varietas tanaman dan perizinan pertanian;

d. Pelaksanaan pemeriksaan perlindungan varietas tanaman;

e. Pemberian pelayanan perlindungan varietas tanaman;

f. Pemantauan dan evaluasi hak dan kewajiban pemegang hak perlindungan varietas tanaman;

g. Pemberian pelayanan pendaftaran varietas tanaman lokal dan varietas hasil pemuliaan serta pelayanan pendaftaran peredaran varietas tanaman;

h. Penerimaan, analisis persyaratan, fasilitasi proses teknis penolakan atau pemberian izin dan rekomendasi teknis dan pendaftaran di bidang pertanian; dan

i. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.

10.Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan program, anggaran dan evaluasi perpustakaan dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian;

b. Pengelolaan sumberdaya dan pelayanan perpustakaan;

c. Pembinaan sumberdaya perpustakaan di lingkungan Kementerian Pertanian;

d. Pembinaan dan pengelolaan publikasi hasil penelitian pertanian;

e. Penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian melalui tatakelola teknologi informasi dan promosi;

f. Pengelolaan sarana instrumentasi teknologi informasi dan bahan pustaka;

g. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Perpustakaan dan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

11.Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian mempunyai tugas melaksanakan analisis dan pengkajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian menyelenggarakan fungsi:

(19)

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJ ANJI AN KINERJ A A. Rencana Strategis

1. Visi

Visi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2015-2019 adalah Kredibel, Akuntabel dan Profesional dalam Pelayanan Manajemen dan Dukungan Administratif Kementerian.

2. Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka Misi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2015-2019 adalah:

a. Membangun dan mengembangkan organisasi dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Sekretariat Jenderal sebagai unit kerja yang bertugas memberikan dukungan administratif kepada unit kerja lain haruslah mampu menciptakan organisasi yang berorientasi kepada kerja yang efektif, efisien dan akuntabel.

b. Mengembangkan SDM yang handal, berintegritas tinggi dan profesional.

ASN dituntut untuk memiliki kemampuan, bertanggungjawab dan berintegritas tinggi dalam bekerja sehingga Sekretariat Jenderal perlu mengembangkan SDM-nya agar terwujud good government dan clean governance.

3. Tujuan

Sesuai dengan visi dan misi Sekretariat Jenderal, maka tujuan Sekretariat Jenderal periode tahun 2015-2019 adalah Terbangunnya Sistem Koordinasi serta Layanan Administrasi dan Teknis Lainnya yang baik di lingkup Kementerian Pertanian. Ukuran keberhasilan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian adalah tercapainya indikator-indikator berikut ini:

Tabel 2. Tujuan dan Indikator Tujuan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 2015 – 2019

No. Tujuan Indikator Satuan Target

2019 1. Terwujudnya Reformasi Birokrasi

di lingkungan Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal

Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal (79,6%)

Nilai 70,05

2. Meningkatnya kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Kesekretariatan yang diberikan Sekretariat Jenderal

Tingkat kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian

Skala likert 1-4

3,15

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019

Permasalahan dan tantangan yang dihadapi Sekretariat Jenderal antara lain: 1) koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pertanian yang belum efektif dan efisien; 2) penerbitan peraturan perundangan-undangan di Kementerian Pertanian yang belum terimplementasi secara optimal; 3)

kualitas Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pertanian yang belum optimal;

4) pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang belum tepat guna dan tepat sasaran; 5) pelaksanaan Reformasi Birokrasi masih kurang baik; 6) pemanfaatan jaringan data dan informasi pertanian yang belum optimal; 7) kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih perlu ditingkatkan; 8) alokasi anggaran pembangunan pertanian di daerah yang belum mengakomodir pemerataan alokasi anggaran; dan 9) hubungan pejabat struktural dengan fungsional yang belum bersinergi dengan baik.

E. Dukungan Anggaran

Pagu angaran Sekretariat Jenderal tahun 2019 pada awal penetapan adalah Rp1.434.152.891.000,- dalam perkembanganya pagu tersebut mengalami kenaikan menjadi Rp1.787.690.530.000,- Kenaikan pagu anggaran dikarenakan adanya penambahan kekurangan anggaran belanja pegawai pada Biro Keuangan dan Perlengkapan yang digunakan untuk pembayaran tunjangan kinerja pegawai lingkup Kementerian Pertanian. Pada tahun 2019, realisasi anggaran Sekretariat Jenderal senilai Rp1.757.651.582.618,- atau 98,32%.

(20)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJ ANJI AN KINERJ A A. Rencana Strategis

1. Visi

Visi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2015-2019 adalah Kredibel, Akuntabel dan Profesional dalam Pelayanan Manajemen dan Dukungan Administratif Kementerian.

2. Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka Misi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2015-2019 adalah:

a. Membangun dan mengembangkan organisasi dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Sekretariat Jenderal sebagai unit kerja yang bertugas memberikan dukungan administratif kepada unit kerja lain haruslah mampu menciptakan organisasi yang berorientasi kepada kerja yang efektif, efisien dan akuntabel.

b. Mengembangkan SDM yang handal, berintegritas tinggi dan profesional.

ASN dituntut untuk memiliki kemampuan, bertanggungjawab dan berintegritas tinggi dalam bekerja sehingga Sekretariat Jenderal perlu mengembangkan SDM-nya agar terwujud good government dan clean governance.

3. Tujuan

Sesuai dengan visi dan misi Sekretariat Jenderal, maka tujuan Sekretariat Jenderal periode tahun 2015-2019 adalah Terbangunnya Sistem Koordinasi serta Layanan Administrasi dan Teknis Lainnya yang baik di lingkup Kementerian Pertanian. Ukuran keberhasilan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian adalah tercapainya indikator-indikator berikut ini:

Tabel 2. Tujuan dan Indikator Tujuan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 2015 – 2019

No. Tujuan Indikator Satuan Target

2019 1. Terwujudnya Reformasi Birokrasi

di lingkungan Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal

Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian sesuai kewenangan Sekretariat Jenderal (79,6%)

Nilai 70,05

2. Meningkatnya kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Kesekretariatan yang diberikan Sekretariat Jenderal

Tingkat kepuasan unit kerja eselon I terhadap layanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian

Skala likert 1-4

3,15

Permasalahan dan tantangan yang dihadapi Sekretariat Jenderal antara lain: 1) koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pertanian yang belum efektif dan efisien; 2) penerbitan peraturan perundangan-undangan di Kementerian Pertanian yang belum terimplementasi secara optimal; 3)

kualitas Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pertanian yang belum optimal;

4) pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang belum tepat guna dan tepat sasaran; 5) pelaksanaan Reformasi Birokrasi masih kurang baik; 6) pemanfaatan jaringan data dan informasi pertanian yang belum optimal; 7) kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih perlu ditingkatkan; 8) alokasi anggaran pembangunan pertanian di daerah yang belum mengakomodir pemerataan alokasi anggaran; dan 9) hubungan pejabat struktural dengan fungsional yang belum bersinergi dengan baik.

E. Dukungan Anggaran

Pagu angaran Sekretariat Jenderal tahun 2019 pada awal penetapan adalah Rp1.434.152.891.000,- dalam perkembanganya pagu tersebut mengalami kenaikan menjadi Rp1.787.690.530.000,- Kenaikan pagu anggaran dikarenakan adanya penambahan kekurangan anggaran belanja pegawai pada Biro Keuangan dan Perlengkapan yang digunakan untuk pembayaran tunjangan kinerja pegawai lingkup Kementerian Pertanian. Pada tahun 2019, realisasi anggaran Sekretariat Jenderal senilai Rp1.757.651.582.618,- atau 98,32%.

Gambar

Tabel 1. Rincian Pegawai Sekretariat Jenderal Tahun 2019
Tabel 3. Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2019
Tabel 4.  Capaian Indikator Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Tahun  2019
Gambar 2. Komponen Penilaian RB Kementerian/Lembaga
+7

Referensi

Dokumen terkait

dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan

!itik&titik yang digunakan dalam layar dinyatakan dalam persentase dari luas /ilayah yang dikelolanya* #isalnya0 799 dot adalah /arna solid0 dan ;9 dot adalah daerah

Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan konseling realitas dapat membantu untuk mengatasi siswa yang mempunyai

Bahwa benar karena ditempat tersebut kurang nyaman, sehingga Terdakwa mengajak Saksi-1 ke Hotel Bukit Indah Banyumanik Semarang untuk membahas masalah rencana

Melihat dari kejadian tersebut, maka perlu dilakukan peningkatan fungsi Bendung Plumbon menjadi bendung pengendali banjir, salah satu caranya dengan peninggian mercu

327.250.000,- (Tiga ratus dua puluh tujuh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) kami nyatakan diterima/disetujui.. Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan

2009 Pengembangan Buku Panduan Keluarga Adil Gender Untuk Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Tahun kedua). 2008 Implikasi Kesetaraan Gender dalam Konseling bagi Perempuan

Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2013-2014 proporsi ibu yang mengalami persalinan dengan seksio sesarea 71%.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui