• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2017

Dalam dokumen RSUD dr. SOEDONO MADIUN (Halaman 26-38)

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2017

Pengukuran Capaian Kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target pada setiap Indikator Kinerja Sasaran dengan realisasinya kemudian dievaluasi untuk menentukan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja selanjutnya. Pengukuran Capaian Kinerja dilakukan dengan cara:

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

4. Analisis penyebab keberhasilan/ kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan;

5. Analisis atas efisiensi pemggunaan sumber daya;

6. Analisis program/ kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

Evaluasi dan Capaian Kinerja

Capaian Kinerja RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2017 sebagai berikut : Sasaran 1: Meningkatnya mutu dan aksesibilitas pelayanan medis dan

penunjang medis.

Bertujuan agar masyarakat mendapatkan kemudahan/ akses pelayanan yang berkualitas dengan kemudahan mendapatkan pelayanan medis dan penunjang, terjangkau dan memberikan kepuasan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sasaran tersebut diukur melalui 6 (enam) indikator yaitu : a. Bed Occupancy Rate (BOR)

b. Average Leght of Stay (ALOS) c. Turn Over Interval (TOI)

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal22 d. Bed Turn Over(BTO)

e. Nett Death Rate (NDR), f. Gross Death Rate (GDR),

Tujuan dan Sasaran RSUD dr. Soedono Madiun sebagai berikut :

TUJUAN SASARAN 1

Meningkatkan mutu dan aksesibilitas pelayanan bagi seluruh masyarakat

Meningkatnya mutu dan aksesibilitas pelayanan medis dan penunjang medis Indikator Kinerja, Target dan Realisasi dari Sasaran adalah sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 3.1 Pengukuran Kinerja Sasaran :

Meningkatnya mutu dan aksesibilitas pelayanan medis dan penunjang medis

No INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI STANDAR KETERANGAN

1

Prosentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu (Bed Occupancy Rate (BOR))

Rata-rata lama rawat seorang pasien

(Average Leght of Stay (ALOS))

6 hari 5 hari 6-9 hari

Target belum tercapai, tidak sesuai standar Kesimpulan: Target belum tercapai

3

Rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati (Turn Over Interval (TOI))

2 hari 2 hari 1-3 hari

Target tercapai, sesuai standat

Kesimpulan: Target tercapai

4

Frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode (Bed Turn Over (BTO))

50 kali 58 kali 40-50 kali

Target belum tercapai, belum sesuai standar Kesimpulan : Target belum tercapai

5

Angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk setiap 1000 penderita keluar (Nett Death Rat (NDR))

25‰ 58,34‰ < 25 ‰

Target belum tercapai, belum sesuai standar Kesimpulan: Target belum tercapai

6

Angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar (Gross Death Rate (GDR))

45‰ 98,90‰ ≤ 45 ‰

Target belum tercapai, belum sesuai standar Kesimpulan: Target belum tercapai

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal23 Capaian pada masing-masing indikator dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Bed Occupancy Rate (BOR)

BOR menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur di rawat inap.

Pencapaian BOR tahun 2017 sebesar 66,19%. Target BOR Tahun 2017 adalah 63% dan batas ideal BOR sesuai Standar Departemen Kesehatan RI tahun 2011 yaitu 60% - 85%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa BOR tahun 2017 mencapai target dan masuk dalam batas nilai ideal dan disimpulkan bahwa target BOR Tahun 2017 adalah Tercapai.

b. Average Length of Stay (ALOS)

Average Length of Stay (ALOS) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan. Nilai ALOS yang ideal antara 6 – 9 hari. Target ALOS RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 adalah 6 hari dan realisasi ALOS 2017 adalah 5 hari. Dari data tersebut menunjukkan bahwa ALOS RSUD dr. Soedono Madiun tidak mencapai target dan belum memenuhi standar Departemen Kesehatan dengan kesimpulan Target belum tercapai.

c. Bed Turn Over (BTO)

Bed Turn Over (BTO) yaitu frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode. Indikator ini memberikan tingkat efisiensi pada pemakaian tempat tidur. Nilai BTO yang ideal antara 40 – 50kali, BTO RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 adalah 58 kali, dan target BTO tahun 2017 adalah 50 kali. Dari data tersebut menunjukkan bahwa BTO RSUD dr. Soedono Madiun tidak mencapai target dan belum memenuhi standar Departemen Kesehatan dengan kesimpulan target belum tercapai.

d. Turn Of Interval (TOI)

Turn Of Interval (TOI) yaitu rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini juga memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Nilai ideal TOI sesuai standar adalah 1 – 3 hari. Target TOI tahun 2017 adalah 2 hari dan realisasi TOI RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 tercapai 2

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal24 hari. Dari data tersebut menunjukkan bahwa TOI RSUD dr. Soedono Madiun telah mencapai target dan memenuhi standar ideal TOI.

e. Net Death Rate (NDR)

Net Death Rate (NDR) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit. Nilai standar NDR berdasarkan Departemen Kesehatan RI adalah ≤ 25‰. Target NDR untuk tahun 2017 adalah 25‰, pencapai NDR di RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 adalah 58,34‰ dan pencapaian target tidak tercapai. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pasien yang meninggal setelah dirawat 48 jam masih tinggi.

f. Gross Death Rate (GDR)

Net Death Rate (GDR) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar rumah sakit. Nilai standar GDR adalah ≤ 45 ‰ dan target GDR untuk tahun 2017 adalah ≤ 45 ‰, adapun pencapai GDR di RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 adalah 98,90‰. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pasien yang meninggal masih tinggi.

Kesimpulan:

Capaian Kinerja pada Sasaran Meningkatnya Mutu dan Aksesibilitas Pelayanan Medis dan Penunjang Medis menggambarkan indikator pelayanan di rumah sakit, yaitu pemanfaatan/ efisiensi penggunaan tempat tidur. Indikator ini terdiri dari BOR, ALOS, TOI, dan BTO. Dari data tersebut menggambarkan bahwa BOR dan TOI sudah tercapai dan sesuai dengan standar dari Departemen Kesehatan RI. Adapun untuk ALOS dan BTO belum tercapai dan belum memenuhi standar dari Departemen Kesehatan RI.

Adapun indikator GDR dan NDR belum mencapai target dan belum sesuai dengan standar Departemen KesehatanRI.

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal25 Capaian Kinerja RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 sebagai berikut :

Tabel : 3.1 Pengukuran Kinerja Sasaran :

Meningkatnya mutu dan aksesibilitas pelayanan medis dan penunjang medis tidur pada satu satuan waktu tertentu (Bed Occupancy

Rata-rata lama rawat seorang pasien (Average Leght of Stay (ALOS))

Rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati (Turn Over Interval (TOI)) tempat tidur pada satu periode (Bed Turn Over (BTO))

Angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk setiap 1000 penderita keluar (Nett Death Rat (NDR)) Standar: <25‰

<25‰ 52,87‰ 56,61‰ 58,34‰

Target belum tercapai, standar belum tercapai Kes: belum tercapai

6

Angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar (Gross Death Rate (GDR))

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal26 Pencapaian BOR di RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 terhadap target disajikan pada grafik dibawah ini.

Grafik 3.1

Capaian BOR RSUD dr Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 terhadap target Renstra

Dari grafik 3.1 menggambarkan capaian BOR tahun 2015 s.d 2017 terhadap capaian akhir Renstra tahun 2019. Dari tahun 2015 s.d tahun 2017 terdapat peningkatan BOR sebesar 12,82% dan pencapai BOR Tahun 2017 terhadap Target Renstra sebesar 94,56%. Peningkatan ini disebabkan adanya penataan kembali tempat tidur pada ruang pelayanan rawat inap sehingga lebih efisien. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur No 445/23.355/303/2017 tanggal 29 September 2017 tentang penyempurnaan penetapan jumlah tempat tidur pelayanan rawat inap RSUD dr. Soedono Madiun dengan jumlah tempat tidur sebanyak 347 tempat tidur. Pencapaian ALOS di RSUD dr.

Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 terhadap target Renstra disajikan pada grafik dibawah ini.

5254 5658 6062 6466 6870

TAHUN 2015

TAHUN 2016

TAHUN 2017

Capaian 58,67 66,52 66,19

Target (Renstra) 70 70 70

BOR

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal27 Grafik 3.2

ALOS RSUD dr Soedono MadiunTahun 2015 s.d Tahun 2017

Rata – rata lama hari dirawat (ALOS) tahun 2017 adalah 5 hari dan pencapaian ALOS tahun 2016 dan tahun 2015 tidak ada perubahan yaitu 5 hari, adapun target Renstra ALOS adalah 6 hari. Berdasarkan standar dari Departemen Kesehatan RI ALOS adalah 6 – 9 hari. Hal tersebut disebabkan RSUD dr.Soedono Madiun banyak merawat pasien dengan kasus kronis yang mengalami eksaserbasi akut (akut non kronik) sehingga apabila episode akutnya terlewati pasien akan dipulangkan untuk menjalani rawat jalan.

Pencapaian BTO di RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 terhadap target Renstra disajikan pada grafik dibawah ini.

5 5 6 6

TAHUN 2015

TAHUN 2016

TAHUN 2017

Capaian 5 5 5

Target (Renstra) 6 6 6

ALOS

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal28 Grafik 3.3

BTO RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 Terhadap Target Renstra

Pada grafik 3.3 menggambarkan bahwa Bed Turn Over (BTO) tahun 2017 sebanyak 58 kali, adapaun pencapaian BTO tahun 2016 adalah 59 kali dan tahun 2015 adalah 53 kali. Dari tabel tersebut menggambarkan bahwa pencapaian terhadap target renstra belum tercapai dan masih melampaui standar yang ditetapkan sebesar 28,9%.

Pencapaian TOI di RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 terhadap target Renstra disajikan pada grafik dibawah ini.

Grafik 3.4

Turn Of Interval (TOI)RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 terhadap Renstra

0

Target (Renstra) 2 2 2

TOI

Capaian 53 59 58

Target (Renstra) 45 45 45

BTO

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal29 Turn Over Interval (TOI) RSUD dr. Soedono Madiun pada tahun 2017 sebesar 2 hari, adapun capaian TOI tahun 2016 dan tahun 2015 sebesar 2 hari. Hal ini masuk dalam range standar TOI yaitu 1 – 3 hari. Dari target Renstra pencapaian TOI sudah tercapai.

Pencapaian NDR di RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2015 – 2017 terhadap target Renstra ditampilkan pada grafik dibawah ini.

Grafik 3.5

Nett Death Rate (NDR) RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d 2017 terhadap Renstra

Nett Death Rate (NDR) adalah angka kematian pasien <48 jam. Pada tahun 2017 NDR RSUD dr. Soedono Madiun mengalami peningkatan yang cukup tinggi (58,34 perseribu penderita keluar). Pencapaian NDR tahun 2015 s.d 2017 terdapat peningkatan sebesar 10,35%. Dan pencapaian NDR dibandingkan dengan target Renstra belum memenuhi standar .

Untuk menggambarkan GDR di RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2015 – 2017 ditampilkan pada grafik dibawah ini.

0,00 20,00 40,00 60,00

TAHUN 2015

TAHUN 2016

TAHUN 2017

Capaian 52,87 56,61 58,34

Target (Renstra) 25 25 25

NDR

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal30 Grafik 3.6

Gross Death Rate (GDR) RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2015 s.d Tahun 2017 terhadap Renstra

Gross Death Rate (GDR) RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 juga masih menunjukkan angka yang cukup tinggi (98,90 per seribu penderita keluar).

GDR tahun 2015 – 2017 terdapat penurunan sebesar 8,85%. Walaupun demikian pencapaian GDR tahun 2017 belum mencapai target. Hal tersebut dikarenakan RSUD dr. Soedono Madiun adalah Rumah Sakit rujukan regional, akan tetapi secara kecukupan tenaga dokter spesialis maupun tenaga keperawatan serta tenaga kesehatan lainnya masih sangat kurang, disamping sarana prasarana untuk perawatan High Care yang pada saat ini masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pasien. Kedua faktor tersebut sangat berperan terhadap tingkat kematian pasien baik NDR maupun GDR yang cukup tinggi di RSUD dr. Soedono Madiun.

Kesimpulan :

Dari uraian tersebut menggambarkan bahwa pencapaian tahun 2015 s.d tahun 2017 ada peningkatan pencapaian, hal ini disebabkan adanya pembenahan dan perbaikan pada semua bidang untuk mencapai target akhir renstra tahun 2019.

0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00

TAHUN 2015

TAHUN 2016

TAHUN 2017

Capaian 108,50 105,72 98,90

Target (Renstra) 45 45 45

GDR

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal31 Sasaran 2: Meningkatnya mutu pelayanan manajemen rumah sakit

Bertujuan agar pelayanan administrasi dan manajemen RSUD dr. Soedono Madiun memberikan pelayanan kepada masyarakat rumah sakit yang bermutu dan memberikan kepuasan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sasaran tersebut diukur melalui 4 (empat) indikator yaitu :

a. Prosentase pemenuhan elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi Standar akreditasi RS Versi 2012

b. Prosentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ,mencapai target

c. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

d. Prosentase kemampuan rumah sakit menutup biaya operasional dari pendapatan (CRR)

Tujuan dan Sasaran RSUD dr. Soedono Madiun sebagai berikut :

TUJUAN SASARAN 2

Meningkatkan mutu dan aksesibilitas pelayanan bagi seluruh masyarakat

Meningkatnya mutu pelayanan manajemen rumah sakit

Indikator Kinerja, Target dan Realisasi dari Sasaran adalah sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 3.2 Pengukuran Kinerja Sasaran :

Meningkatnya mutu pelayanan manajemen rumah sakit

No INDIKATOR KINERJA

TARGET RENSTRA

REALISASI KET

2015 2016 2017

2 Prosentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target Standar 100%

76% 74,42 79,65 83,31 Target tercapai, Kes: tercapai

3 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Standar 75,10% -100%

76% 80,33 75,67 76,62 Target tercapai, Kes: tercapai

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal32 No INDIKATOR

KINERJA

TARGET RENSTRA

REALISASI INDIKATOR

KINERJA

2015 2016 2017

4 Prosentase

kemampuan rumah sakit menutup biaya operasional dari pendapatan (CRR) Standar >60%

87% 84,99 77,45 79,24 Target belum tercapai Kes: Belum tercapai

Pencapaian pada masing-masing indikator dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Persentase Elemen Akreditasi yang memenuhi Standar Akreditasi RS

Versi 2012

Akreditasi adalah kegiatan untuk mengukur proses yang berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit yang berisikan standar yang dijadikan acuan oleh rumah sakit dan stakeholder. RSUD dr. Soedono Madiun Lulus Akreditasi Tingkat Paripurna pada Tahun 2015 dan dilakukan re Survey pada November 2016 dan Oktober 2017.

Penilaian Akreditasi dalam bentuk Lulus dan Tidak Lulus. Kriteria Lulus terdiri dari Lulus Tingkat Utama, Lulus Tingkat Madya, dan Lulus Tingkat Paripurna. Nilai Absolut tidak di beri, untuk memudahkan, maka target penilaian lulus >80%; dan Standar nilai lulus> 80%; dan realisasi pencapaian tahun 2017 adalah 85%.

Untuk menggambarkan Pencapaian Akreditasi terhadap target Renstra di RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2015 – 2017 ditampilkan pada grafik dibawah ini.

Grafik 3.7

Target dan Realisasi Pencapaian Akreditasi terhadap Renstra Tahun 2015 sd Tahun 2017 di RSUD dr. Soedono Madiun

75,00

Capaian 80,00 82,00 85,00

Target Renstra 90,00 90,00 90,00

AKREDITASI

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal33 Target pencapaian nilai akreditasi pada akhir Renstra adalah 90%, pencapaian nilai akreditasi tahun 2017 adalah 85% atau tercapai 94,44%

dari target renstra. Hal ini karena RSUD dr. Soedono selalu melakukan perbaikan dalam segala bidang.

b. Persentase capaian target Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu maka diperlukan Standar Pelayanan Minimum Rumah Sakit (SPM). Standar Pelayanan Minimum di Rumah Sakit merupakan spesifikasi teknis tentang tolok ukur pelayanan minimum yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada Masyarakat. Penilaian SPM dilakukan tiap triwulan (empat kali dalam satu tahun), kemudian dilakukan analisis, hasil analisis digunakan sebagai bahan perbaikan untuk pemenuhan indikator SPM. Target SPM tahun 2017 adalah 76%, pencapaian SPM tahun 2017 adalah 83,31% atau melampaui target sebesar 9,62%

Jenis Pelayanan yang masuk dalam kategori baik adalah Pelayanan Instalasi Radiologi, Instalasi Farmasi, Transfusi Darah, dan Perawatan Jenazah.

Pencapaian SPM di RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2015 s.d tahun 2017 terhadap target Renstra ditampilkan pada grafik dibawah ini.

Grafik 3.8

Target dan Realisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2015 sd Tahun 2017

65,00 70,00 75,00 80,00 85,00

TAHUN 2015

TAHUN 2016

TAHUN 2017

Capaian 74,42 79,65 83,31

Target Renstra 78,00 78,00 78,00

Standar Pelayanan Minimal

Dalam dokumen RSUD dr. SOEDONO MADIUN (Halaman 26-38)

Dokumen terkait