• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi Anggaran

Dalam dokumen RSUD dr. SOEDONO MADIUN (Halaman 42-49)

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Sasaran 3: Meningkatnya mutu rumah sakit pendidikan

B. Realisasi Anggaran

Dalam penyelenggaraan pelayanan RSUD dr. Soedono Madiun di dukung oleh Anggaran APBD Provinsi Jawa Timur dan Dana Dekonsentrasi yang telah dimasukkan ke APBD Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan sumber anggaran terdiri dari anggaran subsidi dan anggaran fungsional. Anggaran fungsional

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal38 adalah anggaran target pendapat dari RSUD dr. Soedono Madiun yang dierhitungka dalam APBD untuk belanja kegaiatn rumah sakit.

Pendapatan RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 tertera pada tabel berikut ini.

Tabel 3.4 Anggaran Pendapatan Asli Daerah (Murni dan Setelah Perubahan) Tahun 2017 di RSUD dr. Soedono Madiun

Uraian Pendapatan 182.507.519.000 184.000.000.000 191.663.576.727,66 104,16

Adapun anggaran belanja RSUD dr.Soedono Madiun Tahun 2017 dan realisasi anggaran tertera pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.5 Anggaran Belanja dan Realisasi (setelah perubahan) di RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2017

No Program/Kegiatan PAGU ( Rp) Realisasi (Rp) %

Belanja Daerah 372.993.453.618,01 327.176.018.168,00 87,72 A Belanja Tidak Langsung 51.171.767.000,00 48.985.604.139,00 95,73 B Belanja Langsung 321.821.686.618,01 278.190.414.029,00 86,44

I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1.504.417.000,00 1.337.581.429,00 88,91

1. Pelaksanaan Administrasi Perkantoran

1.504.417.000,00 1.337.581.429,00 88,91

II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

5.261.533.000,00 4.936.212.444,00 93,82

1 Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana

4.849.068.000,00 4.533.383.994,00 93,49

2 Pemeliharaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana

412.465.000,00 402.828.450,00 97,66

III Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

2.773.120.000,00 2.411.749.358,00 86,97

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal39 No Program/Kegiatan PAGU ( Rp) Realisasi (Rp) %

1 Koordinasi dan Konsultasi

Kelembagaan Pemerintah Daerah

921.745.000,00 893.269.312,00 96,91

2 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

1.851.375.000,00 1.518.480.046,00 82,02

IV Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan

206.245.000,00 137.249.300,00 66,55

1 Penyusunan Dokumen Perencanaan

92.625.000,00 75.514.800,00 81,53 2 Penyusunan Laporan Hasil

Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran

60.960.000,00 44.519.500,00 73,03

3 Penyusunan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi Data

52.660.000,00 17.215.000,00 32,69

V Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)

96.585.455.496,00 68.074.493.145,00 70,48

1 Peningkatan Pelayanan Kesehatan (DAK)

14.734.343.810,00 14.125.114.794,00 95,87

2 Pembangunan Sarana dan Prasarana

RS/RSK/Balai/Akper/Latkesmas

80.945.386.521,00 53.090.766.349,00 65,59

3 Penyediaan/pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi

masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi rokok dan penyakit lainnya

905.725.165,00 858.612.002,00 94,80

VI Program Peningkatan Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)

215.490.916.122,01 201.293.128.353,00 93,41

1 Penguatan Pelayanan RS/RS Khusus/BP4

215.490.916.122,01 201.293.128.353,00 93,41

Sumber Data : Bag. Keuangan dan Akuntansi

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal40 C. Realisasi Anggaran Program Pelayanan Masyarakat Miskin Tahun 2017

Penyelenggaraan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 merupakan program pembiayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pengganti Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Provinsi Jawa Timur yang sudah dicabutnya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Pada tahun 2017 pelayanan kesehatan bagipemegang Kartu Jamkesda sudah tidak dibiayai lagi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan telah dilimpahkan ke Pemerintah Kabupaten/ Kota untuk diintegrasikan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan dana APBD Kabupaten/Kota. Adapun penerima Penyelenggaraan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat miskin pada tahun 2017 meliputi masyarakat miskin dan masyarakat dengan kondisi tertentu, pembiayaan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui mekanisme klaim ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang di sebut Biakes Maskin.

Jumlah klaim dan penerimaan pembayaran yang diterima RSUD dr. Soedono Madiun dari Provinsi Jawa Timur tertera pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.6. Jumlah Klaim dan Realisasi Klaim yang Diterima RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2017

No BULAN JUMLAH

KLAIM (Rp) DITERIMA (Rp) KET

1 JANUARI S/D DESEMBER

949.552.800 776.509.100 81,78%

Sumber Data : Bag. Keuangan dan Akuntansi

RSUD dr. Soedono Madiun juga menjalan kerja sama dengan Kabupaten/Kota di wilayah Badan Perwakilan Wilayah I Provinsi Jawa Timur yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama pelayanan pasien miskin yang dirujuk ke RSUD dr. Soedono Madiun. Kerjasama dalam pelayanan pasien tidak mampu yang di rujuk RSUD dr. Soedono Madiun meliputi: Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Bojonegoro.

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal41 Mekanisme pelayanan adalah dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu dan Kepala Desa yang dilegalisir oleh Dinas Kesehatan atau Dinas Sosial setempat. Jumlah klaim dan penerimaan klaim untuk pasien dengan menggunakan surat Keterangan Tidak Mampu (SPM) tahun 2017 tertera pada tabel berikut ini.

Tabel 3.7. Jumlah Klaim dan Realisasi Klaim yang Diterima RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2017

Untuk Pasien Jamkesda Kota/ kabupaten

No BULAN JUMLAH KLAIM

(Rp) DITERIMA (Rp) KET 1 JANUARI S/D DESEMBER 2.088.767.499 2.172.243.207 104%

Sumber Data : Bag. Keuangan dan Akuntansi

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal42 BAB IV

PENUTUP

Laporan Kinerja ini disusun dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijaksanaan yang dipercayakan kepada Direktur RSUD dr. Soedono Madiun. Dari uraian tersebut ditarik kesimpulan sebagai berikut:

A. Kesimpulan :

Berdasarkan uraian capaian kinerja sasaran yang merupakan capaian kinerja dari pengukuran indikator kinerja utama atau indikator kinerja sasaran dari Renstra RSUD dr. Soedono Madiun Tahun 2014 – 2019 diuraikan sebagai berikut :

Tujuan : meningkatkan mutu dan aksesibilitas pelayanan bagi rumah sakit pendidikan

Sasaran 1 : Meningkatnya mutu dan askesibilitas pelayanan medis dan penunjang medis

Jumlah indikator kinerja utama sebanyak 6 indikator Indikator Kinerja Utama IKU:

a. Bed Occupancy rate (BOR) b. Average Lenght of Stay (ALOS) c. Bed Turn Over (BTO)

d. Turn Over Internal (TOI) e. Nett Death Rate (NDR) f. Gross Death Rate (GDR)

Pencapaian Kinerja Sasaran 1: adalah baik dan mencapai target rentsra yang dituangkan dalam rencana kerja tahun 2017.

Sasaran 2 : Meningkatnya mutu pelayanan manajemen rumah sakit Jumlah indikator kinerja utama sebanyak 4 indikator Indikator Kinerja Utama IKU:

a. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal43 b. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi Standar

Akreditasi RS Versi 2012

c. Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang memenuhi target

d. Cost Revovery Rate (CRR)

Pencapaian Kinerja Sasaran 2 adalah baik karena target pada Rencana Kerja Tahun 2017 tercapai

Tujuan 2 : Meningkatkan mutu rumah sakit pendidikan Sasaran 3 : Meningkatnya mutu rumah sakit pendidikan

Jumlah indikator kinerja utama sebanyak 1 indikator Indikator Kinerja Utama (IKU) :

a. Prosentase Elemen Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan dengan Kriteria A Pencapaian Kinerja sasaran 3 adalah baik karena target Rencana Kerja Tahun 2017 tercapai.

B. Permasalahan

Adapun dalam pelaksanaannya program dan kegiatan RSUD dr. Soedono Madiun masih ada kendala/ hambatan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Kendala tersebut adalah sebagai berikut:

a. Adanya renovasi beberapa ruang perawatan sehingga ruang tersebut tidak dapat digunakan.

b. Sebagai rumah sakit rujukan regional dan sistem rujukan berjenjang RSSM sebagian besar menerima rujukan dengan kasus kasus end-stage (stadium terminal)

c. Keterbatasan sarana prasarana dalam perawatan High care, sehingga pasien pasien yang memerlukan perawatan High Care terpaksa dirawat di Ruang Low Care.

d. Tingkat pencapaian Standart Pelayanan Minimal RSUD dr. Soedono Madiun di akhir tahun 2017 hanya tercapai di angka 83,31%, hal tersebut dikarenakan adanya beberapa tenaga kesehatan baru dan belum

LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun 2017 Hal44 bersertifikat kegawatdaruratan, petugas kesehatan yang perlu resertifikasi, serta beberapa tenaga kesehatan yang kurang mencukupi dari segi jumlah sehingga ada beberapa pelayanan yang dilimpahkan kepada petugas yang tidak memiliki kompetensi untuk pelayanan yang dilimpahkan tersebut. Di sisi lain sarana prasarana / fasilitas medik dan keperawatan pada beberapa unit kerja masih ada kekurangan, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Selain itu terkendala dalam pemenuhan sertifikasi dan kalibrasi peralatan medik, dikarenakan jadwal kalibrasi di BPFK yang padat, sementara untuk beberapa alat kedokteran rumah sakit masih sangat tergantung kepada BPFK selaku Badan yang berwenang menerbitkan sertifikatkalibrasi.

Dalam dokumen RSUD dr. SOEDONO MADIUN (Halaman 42-49)

Dokumen terkait