• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja Tahun 2021

BAB I Pendahuluan

BAB 3 Akuntabilitas Kinerja

3.1 Capaian Kinerja Tahun 2021

Dinas Koperasi dan UKM telah melaksanakan pengukuran kinerja atas kinerja yang diperjanjikan dengan Bapak Gubernur DIY tahun 2021. Pengukuran mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencana-an, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah dengan skala nilai peringkat kinerja sebagaimana tabel berikut:

Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja

 Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017

Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2021 NO SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR/META

INDIKATOR SATUAN BASE LINE 2017

CAPAIAN 2020

TAHUN 2021 TARGET

AKHIR

3.679.342 4.142.871 4.224.308 4.272.359 101,14 Sangat Baik

4.308.794

No. Interval Nilai Realisasi Kinerja

Kriteria Penilaian Realisasi

Kinerja Kode

1. Capaian Kinerja Tahun 2021

2. Realisasi Anggaran 3. Inovasi

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR/META

INDIKATOR SATUAN BASE LINE 2017

CAPAIAN 2020

TAHUN 2021 TARGET

AKHIR Kontribusi jumlah WUB

terhadap jumlah UKM

Meta Indikator : Persentase wirausaha baru tahun n dibandingk an dengan jumlah UKM tahun n

% 0,2 0,4 0,4 0,49 122,50 Sangat

Baik

0,4

Adapun analisis capaian kinerja per sasaran stategis diuraikan sebagai berikut:

3.1.1. Sasaran 1: Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM

Kinerja sasaran Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM diukur dengan 2 (dua) indikator. Penjelasan hubungan sasaran, indikator dan meta indikator adalah sebagai berikut:

Tabel III.3 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan

No Sasaran Indikator Meta Indikator

1 2 3 4

1 Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM

1. Nilai omzet Koperasi tahun n (Juta Rupiah)

Jumlah omzet Koperasi di DIY tahun n

2. Nilai omzet UKM tahun n Jumlah omzet UKM di DIY tahun n

Omzet disebut juga Volume usaha sedangkan Jumlah Omzet Koperasi didapatkan dari total omzet Koperasi sektor riil dan simpan pinjam baik badan hukum provinsi maupun kabupaten kota pada tahun 2021.

Gambar III.1 Rekap Omzet Koperasi pada Aplikasi ODS

Target capaian indikator sasaran Omzet UKM tahun 2021 juga didapatkan dari jumlah Omzet UMKM Kabupaten dan Kota di DIY dalam satu tahun. Rekap data diperoleh dari kabupaten kota maupun dari pendataan langsung pada saat UMKM mengikuti pembinaan melalui bimtek maupun diklat.

Tabel III.4 Pengukuran Capaian Sasaran 1

Tabel III.5 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2021

No Indikator Sasaran Capaian 2020

2021 Target

Akhir Renstra

(2022)

Capaian s/d 2021 terhadap target 2022

(%) Target Realisasi %

Realisasi*

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Omzet Koperasi (juta rupiah)

4.142.871 4.224.308 4.272.359 101,14 4.308.794 99,15

2 Omzet UKM (Milyar Rupiah)

10.964 11.124 11.152 100,25 11.347 98,28

Keterangan kolom (6) adalah: Angka realisasi 2021 dilengkapi dengan cara menghitung untuk mendapatkan hasil capaian kinerja

Analisis Ketercapaian Sasaran 1: Meningkatnya kapasitas usaha Koperasi dan UMKM adalah sebagai berikut:

a. Tercapai 4.272.359 Juta Rupiah, dengan demikian persentase realisasi terhadap target sebesar 101,14% (terlampaui).

b. Dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 4.142.871 Juta Rupiah, terdapat peningkatan sebesar 129.488 Juta Rupiah (3% dadi target 2022).

c. Dibandingkan dengan target akhir RPJMD, diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai.

Keberhasilan capaian Indikator Persentase peningkatan capaian tersebut didukung dari:

a. Capaian Nilai Omzet Koperasi Tahun n (Juta Rupiah)

Target capaian indikator sasaran Omzet Koperasi tahun 2021 sebesar Rp 4.224.308 juta rupiah, sampai dengan bulan Desember 2021 terealisir Rp 4.272.358 juta rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target.

Prosentase realisasi terhadap target mencapai 101.4%

Capaian Omzet Koperasi tahun 2021 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, dimana Omzet Koperasi Tahun 2020 sebesar Rp 4.142.871 juta rupiah. Kenaikan Omzet Koperasi Tahun 2021 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah melalui DInas Koperasi dan UKM DIY

b. Capaian Nilai Omzet UKM Tahun n (Milyar Rupiah)

Target capaian indikator sasaran Omzet UKM tahun 2021 sebesar Rp 11.124 milyar rupiah, sampai dengan bulan Desember 2021 terealisir Rp 11.152 milyar rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target mencapai 101.25% dan jika dibandingkan dengan target sampai dengan target akhir RPJMD, Sasaran strategis 1 akan diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai. Capaian omzet tersebut didapat dari akumulasi omzet UKM Fashion Rp 60.256.300.000,00 , Omzet UKM Food Rp 27.810.600.000,00 dan Omzet UKM Craft Rp 4.635.100.000,00 dengan jumlah UKM per 31 Desember 2021 sebanyak 302.799 UKM.

Faktor Pendukung keberhasilan

a. Memberikan subsidi ongkos kirim yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah pada fasilitasi markethub untuk menguatkan aspek pemasaran. Subsidi ongkos kirim berlaku pada pengiriman produk ke seluruh Indonesia dan subsidi Airfreight sebanyak 3000kg ke luar negeri.

b. Memberikan sertifikat produk untuk memperluas pemasaran yang terdiri dari, sertifikat Halal, Ijin Edar dan Uji Nutrisi pada Produk.

c. Memberikan bantuan produktif bagi UKM melalui sentra, forkom dan asosiasi di DIY yang berupa hibah uang untuk menambah modal usaha.

d. Memberikan hibah barang kepada koperasi sektor riil melalui kegiatan Pasar Komunitas SiBakul Jogja mendorong koperasi meningkatkan produksi komoditi

lokal Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga berdampak positif terhadap volume usaha koperasi.

e. Memberikan hibah uang kepada koperasi yang aktivitas anggotanya berada di wilayah yang diberlakukan PPKM.

f. Memberdayakan koperasi mebeul dan koperasi susu untuk memproduksi peti mati dan susu kemasan yang dibutuhkan oleh masyarakat pada masa pandemic Covid-19.

g. Memfasilitasi akses pembiayaan koperasi melalui pinjaman dengan bunga ringan yang digulirkan melalui LPDB

3.1.2. Sasaran 2 : Meningkatnya Kontribusi Wirausaha Baru terhadap UMKM Kinerja sasaran Meningkatnya Kontribusi Wirausaha Baru terhadap UMKM diukur dengan 2 (dua) indikator. Penjelasan hubungan sasaran, indikator dan meta indikator adalah sebagai berikut:

Tabel III.6 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan

NO Sasaran Indikator Meta Indikator

1 2 3 4

1 Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM

Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM

(Jumlah WUB dibagi Jumlah UKM) dikali 100%

Kinerja sasaran “Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM”

pada tahun 2021 dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel III.7 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2021

No Indikator Target Realisasi % Realisasi*

1 2 3 4 5 6 7 8

Keterangan kolom (6) adalah: Angka realisasi 2010 dilengkapi dengan cara menghitung untuk mendapatkan hasil capaian kinerja

Analisis Ketercapaian Sasaran: Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM

a. Terdapat 1.493 wirausaha baru dari target 1.079, persentase realisasi terhadap target sebesar 122,50% (terlampaui).

b. Dibandingkan realisasi tahun 2020 sebanyak 1.220 wirausaha baru terjadi peningkatan 273 wirausaha baru.

c. Dibandingkan dengan target akhir RPJMD, diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai

Keberhasilan capaian Indikator Persentase peningkatan capaian tersebut didukung dari:

Capaian Nilai Kontribusi jumlah WUB terhadap UKM (%)

Capaian indikator sasaran tahun 2021 sebesar 0,49% dari target sebesar 0,4%.

dengan demikian capaian ini telah melebihi target sebesar 122,50%. Prosentase realisasi terhadap target tersebut melebihi target akhir RPJMD yang sebesar 0,4%

Faktor Pendukung keberhasilan

a. Penumbuhan wirausaha baru melalui kegiatan penumbuhan desa preneur dengan model G2RT dan K45PAK serta penumbuhan rintisan desa preneur dengan model Blangkon dan Giriloji.

b. Fasilitasi dan dukungan pendampingan dengan skema coaching, pelatihan kelas dan mentoring yang diberikan sejalan dengan antusiasme masyarakat menjadi wirausaha baru dalam upaya peningkatan pendapatan.

3.2 Efisiensi Anggaran

Anggaran dan realisasi belanja langsung tahun 2021 yang dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan dalam pencapaian sasaran disajikan pada tabel berikut:

Tabel III.8 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Sasaran Tahun 2021

No Sasaran Indikator

Kinerja Anggaran

Efisiensi Target Realisasi %

Realisasi Target (Rp) Realisasi (Rp) % Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan

1. Nilai omzet koperasi tahun n

4.224.308 4.272.359 101,14 5.221.481.000 5.041.212.965 96.55 2.51…

No Sasaran Indikator

Kinerja Anggaran

Efisiensi

11.124 11.152 100,25 8.305.743.800 7.599.136.922 91,49 8.51

2 Meningkatnya kontribusi

Program pendukung 8.724.527.759 8.345.743.190 95.66 4.34

Total Belanja Langsung 48.654.777.641 46.196.422.151 94.95 5.05

Sumber: http://sengguh.jogjaprov.go.id/, Dokumen Pelaksanaan Anggaran Biro Organisasi Th 2021, Laporan Keuangan Dinas Koperasi dan UKM Th 2021

Berdasarkan tabel III.5 di atas capaian kinerja sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY melampaui target kinerja tahun 2021 dengan realisasi anggaran capaian dari total belanja langsung program/kegiatan yang terkait langsung pencapaian sasaran sebesar Rp48.654.777.641, terealisasi Rp 46.196.422.151 atau 94.05% sehingga dapat dikatakan terdapat efisiensi Rp 2.458.355.490 atau 5.05% yang bersumber dari:

- Sisa pengadaan barang dan jasa

Sisa pengadaan barang dan jasa melalui tender sebesar Rp 1.991.697.687,00 yang didominasi pada paket pengadaan Mebel Interior Eks Indra sebesar Rp 1.339.261.000,00

- Efisiensi belanja perjalanan dinas

Adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang disahkan Instruksi Gubernur DIY No. 17/INSTR/2021 tanggal 3 Juli mengenai Pemberlakuan PPKM Darurat, sehingga belanja perjalanan dinas tidak bisa dilaksanakan. Dari anggaran tersebut terdapat efisiensi perjalanan dinas sebesar Rp 168.137.803,00. Namun demikian, koordinasi tetap bisa dilaksanakan melalui aplikasi zoom atau telepon

- Efisiensi honor narasumber

Sesuai dengan Standarisasi Satuan Harga dan Standarisasi Biaya Umum tahun 2021 pada Lampiran C No 11.d menyebutkan

“narasumber/pembahas/penceramah/moderator yang berasal dari dalam satuan kerja perangkat daerah penyelenggara, maka diberikan honorarium sebesar 50% (lima puluh persen) dari honorarium narasumber/pembahas/penceramah/moderator”. Dari anggaran tersebut terdapat efisiensi honor narasumber sebesar Rp 148.500.000,00.

- Pembuatan Buletin SIBAKUL Jogja yang telah dianggarkan melalui APBD perubahan namun pada tahun 2021 mendapatkan sponsorship dari BPD DIY sehingga fisik dapat terealisasi dan keuangan tidak direalisasikan

3.3 Inovasi

Tantangan pengembangan KUKM di masa pemulihan pandemi terutama di wilayah DIY dipandang sebagai pemicu gagasan dan ide kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka inovasi yang telah dikembangkan dalam pencapaian sasaran kinerja Dinas Koperasi dan UKM DIY antara lain:

a. Pemanfaatan media digital untuk media komunikasi, informasi dan edukasi baik sosialisasi, pembinaan maupun pelatihan untuk pelaku KUKM binaan Dinas Koperasi dan UKM DIY.

b. Pemanfaatan dan pengembangan fitur tambahan pada aplikasi SiBakul Jogja untuk pendataan KUKM di DIY yang dapat memudahkan proses pembinaan KUKM.

3.4 Lintas Sektor

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan pembangunan di Daerah Istimewa Yograkarta yang bersifat lintas sektoral agar berdaya dan berhasii guna untuk

kesejahteraan masyarakat maka Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagaimana cascading kinerja pada gambar 1.1 dan mandat kinerja sebagaimana tergambar pada gambar 1.2 melaksanakan optimalisasi lintas sektor. Silang Manajemen Kolaboratif Lintas Sektor tersebut dilaksanakan berlandaskan Instruksi Gubernur Daerah Istimea Yogyakarta No. 9/INSTR/2021 tentang Silang Manajemen Kolaboratif Lintas Sektor Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Optimalisasi kinerja Silang Manajemen Kolaboratif Lintas Sektor merupakan salah satu faktor pendukung Dinas Koperasi dan UKM DIY dalam mencapai target kinerja yang telah ditentukan ditengah kondisi Refocusing dan realokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi dan kesehatan dari dampak pandemic COVID-19. Inventarisasi Lintas Sektor Dinas Koperasi dan UKM DIY adalah sebagai berikut:

Tabel III.9

Inventarisasi Lintas Sektor Dinas Koperasi DIY

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN

PIHAK KONTRIBUSI KELUARAN Kelompok

SASARAN 1. Kegiatan :

Pemberdayaan Usaha Kecil yang dilakukan melalui dan koordinasi dengan

Dinas Koperasi dan UKM DIY

Perumusan Kebijakan :

1.Penciptaan dan

pengembangan Wirausaha Baru berbasis kompetensi wilayah dan sektor

2.Pengembangan jejaring Kemitraan Wirausaha Baru dengan

lintas/multistakeholder.

3.Peningkatan aspek legalitas dan standarisasi usaha

Pelaksanaan :

1.Penciptaan dan

pemberdayaan wirausaha baru 2.Pembangunan jejaring kemitraan

3.Legitimasi terhadap wirausaha baru pencapaian kinerja Sasaran RPJMD

“Meningkatnya derajat ekonomi masyarakat”

2. Mendukung pencapaian kinerja Program

Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil dan Usaha Mikro dan Program

Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan 3. Mendukung

pencapaian kinerja sasaran

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN Pemantauan / Evaluasi :

1. Monev kegiatan Lintas Sektoral dilakukan secara melekat pada bidang - bidang sesuai Tusi nya pada rentang waktu satu kali dalam setiap minggu.

2. Hasil Rapat Bidang - Bidang akan dilaporkan dalam rapat pimpinan yang dilakukan setiap 2 kali dalam 1 bulan

3. Selain Rapat Internal juga dilakukan Monev Lapangan pada objek yang dilakukan kerjasama Lintas Sektoral 4. Rapat dengan Pihak eksternal juga dilakukan secara rutin sesuai kebutuhan

“Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM”

Bagi Kelompok Sasaran:

1. Meningkatkan derajat ekonomi masyarakat

Pelaksanaan lintas sektor berkolaborasi pada pelaksanaan :

1. Markethub free ongkir a. Grab, Gojek, Jogjakita, output : kerjasama jasa layanan pengiriman dalam kota wilayah DIY

b. PT Pos Indonesia, output :

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN

kerjasama jasa layanan pengiriman ke luar provinsi di Indonesia dan luar negeri c. Kirimin Aja, output : : kerjasama jasa layanan pengiriman dalam kota wilayah DIY dan luar provinsi di Indonesia

d. KADIN DIY, output :membantu pelaksanaan program markethub freeongkir dengan menunjuk Koperasi JPN untuk bermitra dengan perusahaan Jasa transportasi e. Perguruan tinggi, ouput : mahasiswa PKL menjadi CS dalam pelaksanaan markethub free ongkir

2. Penerapan aplikasi SiBakul Jogja dalam pembinaan a. BI, ouput : pembuatan QRIS untuk UMKM

b. BPD output : pembuatan QRIS untuk UMKM, pembuatan kartu mitra SiBakul Jogja c. BNI, Output : Memberikan E-Money kepada UMKM Mitra SiBakul Jogja

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN KUMKM kabupaten/kota, ouput : pendataan Koperasi dan UMKM menuju satu data dengan melibatkan sebagai admin SiBakul Jogja

e. Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, output : integrasi aplikasi SiBakul Jogja dengan Jogja Center dan IDMC serta membantu supporting server untuk keamanan SiBakul Jogja

f. Biro Perekonomian dan SDA, output : kesepakatan sector pada pendataan UMKM g. Biro Tata Pemerintahan , output : Verifikasi pada pendataan UMKM dengan basic NIK yang diintegrasikan dengan sistem di DUKCAPIL yang sudah diatur dengan PKS

3. Pemberdayaan wirausaha baru

a. Dinas Tenaga Kerja , ouput : Melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan Baru pada korban PHK yang sebelumnya

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN 18. DISKOMINFO 19. BIRO

PEREKONOM IAN 20. DINAS

TENAGA

sudah mendapat pelatihan awal dari Disnakertrans sebanyak 100 orang dengan metode pelatihan melalui KBSP dan Webinar

b. Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan DP3AP2, output : Koordinasi pelaksanaan pelatihan UMKM yang berada disekitar destinasi wisata dengan menggandeng POKDARWIS pada 20 Desa dengan anggaran 15 Milyar dan hasil yang diharapkan adalah munculnya status desa preneur pada wilayah tersebut

c. Dinas Sosial, output : TOT Pendamping KUBE untuk akses SiBakul Jogja

d. Dinas Kelautan dan Perikanan, output : Sosialisasi kewirausahaan pengolahan produk perikanan bagi UMKM 4. Promosi pemberdayaan UMKM

a. Media masa, output : pemberdayaan UMKM minimal

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN adventorial atau penggiringan opini publik

5. Pengelolaan galeri UMKM a. KADIN DIY, output : mendukung operasional Galeri PLUT

6. Peningkatan kapasitas UMKM di desa preneur a. UGM, UAD, UII, output : pendampingan UMKM di desa preneur

b. ABDSI, output peningkatan kapasitas UMKM di desa preneur dengan sistem Giriloji c. Diskominfo, output : memberikan rekomendasi bantuan WIFI kepada UMKM Di desa Preneur

Instansi lain : 1. PT ANGKASA

PURA I 2. PT POS

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN 3. Media Massa

(KR dan Harjo) 4. KADIN DIY 5. GRAB, GOJEK,

JOGJA KITA, KIRIMIN AJA 6. KEMENKOPU

KM RI 7. LIPI

8. BPOM DIY dan LPP MUI DIY

9. LEMBAGA PEMBIAYAA N LKB/LKBB 10. BPJS Dunia usaha

Perguruan Tinggi : UGM, UAD, UNY, UMY, UPN

Masyarakat ASOSIASI UMKM

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN 2. Produksi dan

Pengolahan, Pemasaran, Sumber Daya Manusia, serta Desain dan

Dinas Koperasi dan UKM DIY

Perumusan Kebijakan : Peningkatan berbagai strategi pemasaran baik luring dan daring

Penyiapan, reviu dan sosialisasi peraturan/regulasi yang mendukung pengembangan KUKM.

Pengembangan jejaring kemitraan KUKM dengan lintas/multistakeholder.

Peningkatan kualitas dan inovasi produk KUKM Pelaksanaan:

• Penguatan pemasaran KUKM

• Penciptaan iklim usaha yang kondusif

Penguatan kemitraan

• Peningkatan kapasitas usaha KUKM

Pemantauan/Evaluasi:

1. Monev kegiatan Lintas Sektoral dilakukan secara melekat pada bidang - bidang

1. Mendukung pencapaian kinerja Tujuan RPJMD

“Meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan”

2. Mendukung pencapaian kinerja Program Pengembangan UMKM, Program Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi, Program Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi 3. Mendukung pencapaian

kinerja sasaran

“Meningkatnya kapasitas usaha Koperasi dan UKM”

Bagi Kelompok Sasaran:

1. Meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN serta Kapasitas dan

Kompetensi SDM Koperasi

2. Hasil Rapat Bidang - Bidang akan dilaporkan dalam rapat pimpinan yang dilakukan setiap 2 kali dalam 1 bulan 3. Selain Rapat Internal juga dilakukan Monev Lapangan pada objek yang dilakukan kerjasama Lintas Sektoral 4. Rapat dengan Pihak eksternal juga dilakukan secara rutin sesuai kebutuhan OPD :

Pelaksanaan lintas sektor berkolaborasi pada

pelaksanaan :

1. Pengelolaan Galeri Pasar

Kotagede YIA

a. PT. ANGKASA PURA I, output : melakukan pengelolaan bersama atas Galeri Pasar

Kotagede di YIA

b. Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, output : kerjasama dalam apemasaran produk UMKM dari Jawa Tengah diGaleri Pasar Kotagede YIA

c. Disperindag, BPOM, KADIN, ASOSIASI, PERBANKAN, output :

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN

2. Peningkatan kapasitas UMKM (UMKM naik kelas) a. BI, ouput : sinergi pada kegiatan Grebeg UMKM, KKI dengan kurasi pada UMKM

mitra Sibakul

b. Perbankan, output : Fasilitasi permodalan bagi UMKM melalui pemberian akses perbankan pada UMKM c. Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Output : membanu dalam pemberian HAKI pada produk UMKM dan Pembinaan Produk UMKM

Layak Ekspor

d. Dinas Komunikasi dan Informastika DIY, output : Membantu fasilitas Zoom Meeting untuk pelatihan UMKM

e. Biro Perekonomian dan SDA, output : Pendataan UMKM dan akses pembiayaan melalui KUR f. BPJS, output : Peningkatan

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN

kapasitas KUMKM melalui perlindungan tenaga kerja yang sudah diatur dalam PKS (BPJS ketenagakerjaan)

g. Kemenkop RI : dukungan pelaksanaan Bimtek di daerah h. KADIN DIY, output : kurasi produk UMKM ekspor

3. Sertifikasi untuk

kelembagaan UMKM

a. BPOM, ouput : sertifikasi MD

(ijin edar)

b. LIPI, ouput : pra research untuk produk yang akan diberikan fasilitasi izin edar c. LP POM MUI, output : sertifikasi halal d. Dinas Keshatan DIY dan kabupaten/kota, ouput :

sertifikasi PIRT

e. Dinas Penanaman Modal dan Perijinan DIY, ouput : penerbitan NIB melalui OSS f. Perguruan tinggi ouput : pendampingan dalam pengisian OSS oleh mahasiswa PKL 4. Pemberdayaan koperasi

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN Ketahanan Pangan DIY, output : membantu pemasaran produk-produk pertanian yang diproduksi kelompok usaha tani yang dibina oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

b. Dinas Perikanan dan Kelautan DIY : membantu pemasaran produk-produk perikanan dari kelompok nelayan dan perikanan yang dibina oleh Dinas Perikanan

dan Kelautan

c. Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi DIY, output : pemberian hibah pada koperasi karyawan binaan Disnakertrans d. LPDB Kemenkop RI : Fasilitasi pembiayaan melalui pinjaman

kepada koperasi

e. UGM, output : Pendampingan penyusunan bisnis plan pada koperasi sekunder

f. UAJY, output : pendampingan bisnis oitching koperasi

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN

5. Modernisasi koperasi a. Dinas Koperasi dan UKM kabupaten/kota, ouput : peserta untuk modernisasi koperasi melalui digitalisasi koperasi

b. UMY , ouput : pembinaan untuk modernisasi koperasi c. Induk Koperasi Rakyat (Inkur) Federation, output : pembinaan untuk modernisasi koperasi

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN PARIWISATA

28. DINAS KOPERASI DAN UKM JAWA TENGAH 29. DINAS

KESEHATAN 30. DINAS

PERINDUSTRI AN DAN PERDAGANG AN 31. DISKANLA

Instansi Lain : 1. BPOM DIY dan

LPP MUI DIY 2. PT. POS 3. PT. ANGKASA

PURA I 4. LIPI

5. GRAB, GOJEK, JOGJA KITA, KIRIMIN AJA 6. LEMBAGA

PEMBIAYAAN

NO Kegiatan Lintas Sektor

KONTRIBUSI PARA PIHAK OUTPUT DAN KELOMPOK

SASARAN

MANFAAT BAGI OPD DAN MANFAAT BAGI KELOMPOK

SASARAN LKB / LKBB

7. KEMENKOP RI 8. Media Masa

(KR dan Harjo) 9. BPJS

10. KADIN DIY Dunia usaha

Perguruan Tinggi:

UGM, UAD, UNY, UMY, UPN Masyarakat:

ASOSIASI UMKM

BAB 4 Penutup

c

Penutup

Hasil laporan kinerja Dinas Koperasi dan UKM DIY tahun 2021 dapat disimpulkan sebagai berikut:

Keberhasilan capaian Indikator Persentase peningkatan capaian Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah didukung dari:

1. Target kinerja omzet koperasi tahun 2021 dapat tercapai bahkan realisasi melebihi target sebesar 101.4%. Hal ini didukung oleh Pemberian hibah barang kepada koperasi sektor riil melalui kegiatan Pasar Komunitas SiBakul Jogja, Pemberian hibah uang kepada koperasi yang aktivitas anggotanya berada di wilayah yang diberlakukan PPKM, pemberdayaan koperasi mebeul dan koperasi susu dan fasilitasi akses pembiayaan koperasi melalui pinjaman dengan bunga ringan yang digulirkan melalui LPDB

2. Capaian indikator sasaran Omzet UKM tahun 2021 telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target mencapai 101.25%. Hal ini didukung oleh pemberian subsidi ongkos kirim yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah pada fasilitasi markethub SiBakul Jogja untuk menguatkan aspek pemasaran. Subsidi ongkos kirim berlaku pada pengiriman produk ke seluruh Indonesia dan luar negeri, pemberian sertifikat produk, pemberian bantuan produktif bagi UKM melalui sentra, forkom dan asosiasi di DIY.

3. Capaian indikator sasaran kontribusi jumlah WUB terhadap UMKM telah melebihi target sebesar 122,50%. Hal ini didukung oleh penumbuhan wirausaha baru melalui kegiatan penumbuhan desa preneur dan penumbuhan rintisan desa preneur, serta fasilitasi pendampingan dengan skema coaching, pelatihan kelas dan mentoring.

Namun demikian, dalam pencapaian target kinerja tersebut menemui permasalahan dan hambatan sebagai berikut :

Bab 4 Berisi : 1. Kesimpulan

Bab 4 Berisi : 1. Kesimpulan

Dokumen terkait