DINAS KOPERASI DAN UKM DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jl. HOS. Cokroaminoto, No. 162, Tegalrejo, Yogyakarta Telp./Fax : (0274) 515622
Kata Pengantar
Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah {Ll(jlP) Dinas Koperasi dan UKM DIV Tahun 2021 disusun berdasarkan Perjanjian l<inerja Tahun 2021. LKjlP Dinas Koperasi dan UKM DIV Tahun 2021 merupakan bentuk akuntabilitas publik dari pelaksanaan tugas dan fungsi dan penggunaan anggaran yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah. Penyusunan LKjlP Tahun 2021 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Sumber Daya yang dimiliki Pemerintah Daerah difokuskan untuk menjamin ketersediaan dukungc:in bidc.1ng Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari damr td< ;.:nndernic COVID-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di iirn;Jungan Pemerintah Daerah DIV, Dinas Koperasi dan UKM DIV tetap mengup:-�y:,!�..i.rj optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RP JMD DI'/ T;;:hun 2017-2022..
Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian instansi yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan.
Diharapkan penyajian LKjlP ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja agar lebih berorientasi pada hasil, relevan, efektif, efisien dan berkelanjutan di masa mendatang.
Yo Februari 2022
n UKM DIV
I
M.M.A�
Ikhtisar Eksekutif
Capaian kinerja Dinas Koperasi dan UKM DIY tahun 2021 dalam mewujudkan sasaran strategis dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Capaian sasaran strategis 1 “Meningkatnya kapasitas usaha Koperasi dan UMKM”:
a) Diukur dengan indikator Omzet Koperasi (Omzet Koperasi tahun n).
- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 2 (dua) Program, - yakni Program Pengembangan Perkoprasian dan Program Peningkatan - Akses Pembiayaan.
- Target capaian indikator sasaran tahun 2021 sebesar 4.224.308 Juta Rupiah; sampai dengan bulan Desember 2021 terealisasi 4.272.359 Juta Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target.
Persentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 101,14%.
- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2020 sebesar 4.142.871 Juta Rupiah (100,03%) terjadi peningkatan sebesar 1,03%.
b) Diukur dengan indikator Omzet UKM (Omzet UKM tahun n).
- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 2 (dua) Program, yakni Program Pengembangan UKM dan Program Peningkatan Akses Pembiayaan.
- Target capaian indikator sasaran Omzet UKM tahun 2021 sebesar 11.124 Milyar Rupiah; sampai dengan bulan Desember 2021 terealisasi 11.152 Milyar Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Persentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100,25%.
- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2020 sebesar 10.964 Milyar Rupiah (100,53%) terjadi peningkatan sebesar 1,02%.
2. Capaian sasaran strategis 2 “Meningkatnya kontribusi wirausaha baru
- Diukur dengan indikator Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM - Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja Program
Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru
- Target capaian indikator sasaran tahun 2021 sebanyak 0.4%; sampai dengan akhir Bulan Desember 2021 terealisir 0.49%. Dengan demikian capaian ini telah mencapai target. Persentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 122,50%.
- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2020 sebesar 0,4% terjadi peningkatan sebanyak 4,41%.
Terhadap capaian kinerja sebagaimana tersebut di atas terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian bagi Dinas Koperasi dan UKM DIY ke depan, sebagai berikut:
1. Implementasi kebijakan social distancing, PSBB, PPKM yang diterapkan Pemerintah selama pandemi Covid-19, mengakibatkan penurunan daya beli dan perekonomian daerah menjadi terhambat. Semua sektor ekonomi daerah yang didalamnya terdapat unsur KUMKM secara dominan (seperti : perdagangan, jasa lainnya, industri pengolahan, makanan dan minuman) mengalami pertumbuhan negatif. Pengaruh yang dirasakan oleh KUMKM diantaranya menurunnya permintaan pasar, sulitnya memperoleh bahan baku hingga terhambatnya proses produksi, serta pengurangan jumlah tenaga kerja. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaan pembinaan pengembangan KUMKM.
2. Meluasnya pandemi covid-19, hingga ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk DIY; dituntut untuk dapat melakukan inovasi terkait pelaksanaan pendampingan, dan pembinaan KUMKM. Pada masa pandemi, komunikasi melalui daring menjadi alternatif solusi dalam melakukan pelayanan.
Pelayanan secara daring juga seharusnya dikembangkan secara massif, termasuk dalam aspek peningkatan pemasaran yang diharapkan dapat meningkatkan omzet KUMKM.
3. Terjadinya perlambatan ekonomi sebagai dampak aktivitas ekonomi yang tidak stabil sejak tahun 2020 hingga 2021, naiknya harga bahan baku produksi UKM serta sulitnya distribusi berdampak pada penurunan produksi. Selain itu minat pasar yang turun juga membuat sebagian besar
UMKM di DIY memutuskan menghentikan aktivitas produksi. Namun demikian di masa pandemi ini menunjukan kenaikan jumlah pertumbuhan Wirausaha pada jenis usaha yang bergerak dengan sistem pemasaran secara daring.
4. Memasuki tahun 2021 upaya pemerintah untuk pemulihan ekonomi daerah semakin massive dengan kegiatan vaksinasi massal, penyaluran bantuan produktif dan lainnya. Dinas Koperasi dan UKM DIY dituntut untuk turut serta dalam pelaksanaan vaksinasi massal dengan sasaran pelaku UMKM dan pelaku Koperasi di DIY dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Sehingga meskipun dalam kondisi disrupsi pandemi pelaku ekonomi diharapkan dapat mencoba bangkit menghadapi tantangan pandemi dengan tetap menjalankan kegiatan usaha sambil senantiasa berinovasi, beradaptasi dan bertransformasi digital.
Daftar Isi
Kata Pengantar ... 2
Ikhtisar Eksekutif ... 3
Daftar Isi ... 6
Daftar Tabel ... 7
Daftar Gambar ... 8
BAB I Pendahuluan ... 9
1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah ... 9
1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Organisasi ... 11
1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan ... 12
1.4 Isu-Isu Strategis ... 123
1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran ... 15
1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020 ... 18
BAB 2 Perencanaan dan Perjanjian Kinerja ... 19
2.1 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD ... 19
2.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 20
2.3 Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2021 ... 21
2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2021 ... 25
2.5 Instrumen Pendukung Capaian Kinerja ... 28
BAB 3 Akuntabilitas Kinerja ... 31
3.1 Capaian Kinerja Tahun 2021 ... 31
3.2 Realisasi Anggaran ... 36
3.3 Inovasi ... 38
BAB 4 Penutup ... 55
L A M P I R A N ... 57
Daftar Tabel
Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikas Jabatan, Jenis Kelamin dan
Kompetensi ... 13
Tabel I.2 Sarana-Prasarana ... 14
Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2020 dan 2021 ... 15
Tabel II.1 Sasaran Strategis Dinas Koperasi dan UKM DIY, 2017-2022 ... 17
Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 17
Tabel II.3.1 Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2021 ... 18
Tabel II.3.2 Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2021 ... 20
Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2021 ... 21
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja ... 23
Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 23
Tabel III.3 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan ... 24
Tabel III.4 Pengukuran Capaian Sasaran 1 ... 26
Tabel III.5 Target dan Realisasi Kinerja ... 27
Tabel III.6 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan ... 28
Tabel III.7 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2021 ... 29
Tabel III.8 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Sasaran Tahun 2021 ... 30
Daftar Gambar
c
Gambar I.1. Cascading Kinerja ... 9 Gambar I.2. Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Koperasi dan
UKM DIY ... 10 Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Dinas Koperasi dan
UKM DIY ... 11 Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK,Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP ... 22
BAB I Pendah
c
uanPendahuluan
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan bentuk pertanggung- jawaban setiap instansi Pemerintah/Pemerintah Daerah yang menyusun Perjanjian Kinerja, atas penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD dan/atau APBN. Dasar hukum penyusunan meliputi:
1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
2. Peraturan Menteri PAN dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 94 Tahun 2016 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Adapun tujuan penyusunan LKjIP sebagai berikut:
1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai;
2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja instansi.
1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Selaras dengan paradigma Organisasi Berbasis Kinerja (Performance Based Organization) yang diterapkan Pemerintah Daerah DIY, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibentuk untuk memberikan kontribusi pada pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DIY tahun 2017 – 2022. Dinas Koperasi dan UKM DIY dibentuk dengan skema kinerja sebagai berikut:
Bab I berisi:
1. Cascading Kinerja 2. Mandat Kinerja, Peta
Proses Bisnis dan Struktur Organisasi 3. Tugas, Fungsi dan Peta
Jabatan 4. Isu-Isu Strategis 5. Dukungan SDM, Sarana-
Prasarana dan Anggaran 6. Tindak Lanjut atas Rekomendasi LHE SAKIP Tahun 2020
Gambar I.1 Cascading Kinerja
Sumber: Renstra Dinas Koperasi dan UKM DIY 2017-2022 RPJMD
(KINERJA LEVEL PEMDA)
RENSTRA DISKOP (KINERJA LEVEL OPD)
RENSTRA BIRO
Indikator
1. Nilai omzet Koperasi (Rp juta)
2. Nilai omzet UKM (Rp Milyar)
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM (%)
1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Organisasi
Hubungan antara mandat kinerja, peta proses bisnis dan desain struktur organisasi Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagaimana tersaji dalam gambar berikut:
Gambar I.2 Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Koperasi dan UKM DIY
1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan
Dalam upaya mewujudkan kinerja sebagaimana telah dimandatkan dalam RPJMD, Dinas Koperasi DIY memiliki tugas dan fungsi yang kemudian menjadi dasar penempatan personil dalam jabatan sebagaimana gambar berikut:
Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Dinas Koperasi dan UKM DIY Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 56 Tahun 2018 Tanggal 2 September menetapkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM DIY mempunyai tugas Melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Adapun fungsi Dinas Koperasi dan UKM sebagai berikut :
1. Penyusunan program dan pengendalian di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
2. Perumusan kebijakan teknis bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
3. Pelaksanaan kerjasama koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
4. Pemberian fasilitasi, pembinaan, perlindungan, pemasaran dan pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
5. Pelaksanaan pelayanan umum bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
6. Pemberian fasilitasi bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah Kabupaten/Kota;
7. Pemberdayaan sumberdaya dan mitra kerja bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
8. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan; dan
9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.
1.4 Isu-Isu Strategis
Kemampuan menemukan mengenali dan merespon isu strategis dengan berbagai kebijakan dan tindakan yang tepat menggambarkan eksistensi sebuah institusi. Secara umum isu strategis dapat bersumber dari lingkungan eksternal
Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Koperasi dan UKM DIY dibagi habis ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor Nomor 15 tahun 2021 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Pergub 48 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Kualifikasi Jabatan Pimpinan Tinggi dan Jabatan Administrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan komposisi sebagai berikut:
Jabatan Struktural/Fungsional Jabatan Pelaksana
1. Kepala Dinas 2. Sekretaris Dinas
1) Kasubbag Program 2) Kasubbag Keuangan 3) Kasubbag Umum 3. Kepala Bidang Koperasi :
1) Kepala Seksi Kelembagaan dan Usaha 2) Kepala Seksi Pengawasan Koperasi 4. Kepala Bidang Usaha Kecil dan
Menengah :
1) Kepala Seksi Produksi 2) Kepala Seksi Pemasaran
5. Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah :
1) Kepala Seksi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
2) Kepala Seksi Layanan Usaha Terpadu Koeprasi Usaha Kecil dan Menengah 6. Kepala Bidang Pembiayaan
1) Kepala Seksi Pembiayaan Koperasi 2) Kepala Seksi Pembiayaan UKM
1. Dibawah Kasubbag Program :
1) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 2) Analis Sistem Informasi
2. Dibawah Kasubbag Keuangan : 1) Bendahara
2) Pengadministrasi Keuangan 3) Pengelola Gaji
4) Pengelola Akuntansi
5) Verifikator Data Laporan Keuangan 3. Dibawah Kasubbag Umum :
1) Pengadministrasi Umum 2) Pengadministrasi Persuratan 3) Pranata Kearsipan
4) Analis Sumber Daya Manusia Aparatur 5) Teknisi Sarana dan Prasarana 6) Kustodan Barang Milik Negara 7) Pengemudi
4. Dibawah Kepala Seksi Kelembagaan dan Usaha : 1) Pengadministrasi Umum
2) Analis Koperasi
5. Dibawah Kepala Seksi Pengawasan Koperasi 1) Penyuluh Koperasi
6. Dibawah Seksi Produksi : 1) Pengadministrasi Umum 2) Analisis Bimbingan Usaha 7. Dibawah Kepala Seksi Pemasaran :
1) Fasilitator Sarana Pemasaran
8. Dibawah Kepala Seksi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi dan UKM :
1) Pengadministrasi Umum 2) Fasilitator Kewirausahaan
9. Dibawah Kepala Seksi Layanan Usaha Terpadu Koeprasi Usaha Kecil :
1) Penelaah Pengembangan Usaha 10. Dibawah Kepala Seksi Pembiayaan Koperasi :
1) Pengadministrasi Umum 2) Analis Pengelolaan Pembiayaan 11. Dibawah Kepala Seksi Pembiayaan UKM:
1) Analis Pengelolaan Pembiayaan
maupun lingkungan internal. Dinas Koperasi dan UKM DIY merupakan instansi pemerintah yang memiliki tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan bidang koperasi, usaha kecil dan menengah. Isu strategis yang dihadapi, antara lain sebagai berikut:
1. Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Kebijakan pemulihan ekonomi nasional secara konsisten dan membangun kerjasama dari seluruh komponen bangsa. Pemerintah Pusat mengambil kebijakan pemulihan ekonomi yang holistic. Pelaksanaan kebijakan tersebut harus didukung oleh pemerintah daerah. Pemda mempunyai peran strategis dalam mendorong percepatan dan efektivitas pemulihan ekonomi nasional. Pemda memahami struktur ekonomi daerah, demografi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Di samping itu, kebijakan APBD dapat disinergikan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah.
2. Satu Data Nasional
Untuk mencapai kedaulatan data, pemerintah daerah dan pusat harus berperan aktif dalam implementasi satu data, implementasi ini tentu harus mematuhi aturan Satu Data Indonesia. Menurut Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2019, kebijakan tata kelola Data pemerintah untuk menghasilkan Data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antar Instansi Pusat dan Instansi Daerah melalui pemenuhan Standar Data, Metadata, Interoperabilitas Data, dan menggunakan Kode Rcferensi dan Data Induk. Manfaat dari satu data a.l. Meningkatkan akuntabilitas pemerintah, Mempermudah publik mengakses data Indonesia serta Meningkatkan partisipasi pemerintah, masyarakat dan juga swasta dalam membantu meningkatkan sinergitas dalam pembangunan
3. Pola Pembinaan/Kurikulum
Untuk meningkatkan perekonomian harus berdaya saing Koperasi dan UMKM diharapkan dapat berkompetisi dengan usaha ekonomi padat modal dengan investasi besar. Pembinaan KUMKM harus lebih terarah dengan mengacu pada aturan yang ada dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan KUMKM. Pembinaan KUMKM yang efektif dengan sistem yang terpadu sehingga tepat waktu, tepat program dan tepat sasaran, dilakukan klastering berdasarkan level usaha untuk UMKM dengan aspek yang lebih rinci tidak hanya berdasarkan omset dan aset dan hasil pemeringkatan dan penilaian kesehatan untuk koperasi. Dengan adanya klastering, dapat ditentukan kelas-kelas dengan kebutuhan pembinaan tertentu yang selanjutnya akan dapat diketahui kebutuhan mata diklat atau bimtek masing-masing KUMKM yang tersusun dalam suatu kurikulum.
1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran
Dukungan sumber daya manusia, sarana-prasarana dan anggaran pada tahun 2021 sebagaimana tabel berikut:
Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikasi Jabatan, Jenis Kelamin dan Kompetensi
No Jabatan
Perkiraan kebutuhan pegawai*) Pegawai yang ada**) Jenis Kelamin
Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp
1 2 3 4 5 6 7 8
S2 S1 D3 SMA S2 S1 D3 SMA
A. Jabatan Pimpinan Tinggi 1 1 1 1 1
B. Jabatan Administrasi
1. Administrator 5 5 5 5 4 1
2. Pengawas 11 11 11 7 4 3 8
3. Pelaksana 47 31 15 1 25 1 12 2 8 16 9
C. Jabatan Fungsional
Jumlah 64 42 23 19
*) Peraturan Gubernur DIY Nomor 15 Tahun 2021
**) Data Kepegawaian Dinas Koperasi dan UKM Desember 2021
Berdasarkan data pada tabel I.1, tingkat pendidikan SDM Dinas Koperasi dan UKM DIY relatif tinggi dan merata antara laki-laki dan perempuan, didominasi oleh jenjang pendidikan S1 sebanyak 17 orang (40,48%), disusul oleh jenjang pendidikan S2 sebanyak 13 orang (30,95%), SMA 8 orang (19,05%), D3 2 orang (4,76%) dan SMP 2 orang (4,76%). Komposisi pegawai perempuan sedikit lebih banyak dibanding pegawai laki-laki; bahkan untuk jabatan struktural pun lebih banyak dijabat perempuan. Hal ini menunjukkan adanya sistem merit dan kesetaraan gender dalam manajemen SDM aparatur.
Masih terdapat kekurangan pegawai sebanyak 22 orang, terdiri dari 16 orang pejabat pelaksana substantif dan 6 pejabat pelaksana administratif.
Terdapat 3 orang pegawai yang tidak memenuhi kualifikasi jabatan pada jabatan pelaksana substantif, 7 orang tidak kompeten melaksanakan tugas dalam jabatan pelaksana substantif. Formasi jabatan yang kekurangan sumber daya manusianya adalah Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan, Pengelola Sistem dan Jaringan, Pengelola Akuntansi, Pengelola Gaji, Pengadministrasi Persuratan, Pranata Kearsipan, Teknisi Sarana dan Prasarana, Pengelola Kebijakan Kelembagaan, Penyuluh Koperasi, Analisis Bimbingan Usaha, Fasilitator Sarana Pemasaran, Pengadministrasi Umum Bidang Layanan Kewirausahaan KUKM, Fasilitator Kewirausahaan, Penelaah Pengembangan Usaha, Pengadministrasi Umum Bidang
Pembiayaan, Pengelola Permodalan Koperasi dan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah. Hal ini tentu berpengaruh pada optimalisasi tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagai penyiap bahan perumusan kebijakan strategis di bidang kelembagaan dan tata laksana, standarisasi dan pelayanan publik serta reformasi birokrasi.
Tabel I.2 Sarana-Prasarana
No Klasifikasi Jumlah Barang Nilai Aset (Rp)*
Aset Tetap
1 Tanah 3 unit 29.785.030.851,00
2 Alat Besar 12 unit 2.357.677.850,00
Alat Angkutan 27 unit 1.486.167.500,00
3 Alat Bengkel dan Alat Ukur 1 unit 5.050.000,00
Alat Pertanian 2 unit 2.450.000,00
Alat Kantor dan Rumah Tangga 3.034 8.866.137.047,00
Alat Studio, Komunikasi, dan Pemancar 87 unit 546.379.300,00
Alat Kedokteran dan Kesehatan 6 unit 72.900.000,00
Alat Laboratorium 2 unit 108.452.000,00
Komputer 136 unit 1.067.444.100,00
Bangunan Gedung 15 unit 86.803.880.205,30
Tugu Titik Kontrol/Pasti 1 unit 87.160.000,00
4 Bangunan Air 3 unit 21.000.000,00
Instalasi 1 unit 12.000.000,00
Jaringan 4 unit 385.510.764,00
Aset Tetap Lainnya
5 Bahan Perpustakaan 74 unit 5.700.000,00
Barang Bercorak 2 unit 312.705.000,00
Tanaman 5 unit 9.350.000,00
Aset Tetap dalam Renovasi 1 unit 3.460.782.400,00
6 Konstruksi dalam Pengerjaan 4 unit 809.566.605,00
Aset Lainnya
7 Aset Tidak Berwujud 4 unit 693.994.000,00
Aset Lain-Lain 2 unit 123.107.000,00
Jumlah 137.022.444.622,30
Sumber: Data Sistem Informasi Aset Desember 2021
*Nilai aset belum memperhitungkan penyusutan di tahun 2021
Kendaraan dinas terdiri dari yakni 1 (satu) unit kendaraan dinas jabatan, 5 (lima) unit kendaraan operasional, dan 8 (delapan) unit kendaraan roda dua.
Kebutuhan ruangan kantor umum relatif sudah tersedia meliputi ruang rapat, ruang pengelola keuangan, ruang arsip, ruang mushola, ruang baca, ruang gudang, ruang tunggu, ruang laktasi, dan toilet. Adapun perlengkapan kantor berupa meja, kursi, lemari, filling cabinet, pendingin ruangan, alat pemadam kebakaran dan lain-
lain sudah tersedia dalam kondisi baik. Rasio personal computer/laptop dibanding jumlah pegawai mendekati 1 : 1. Dengan demikian ketersediaan sarana dan prasarana sudah memadai.
Tabel I.3 Anggaran Tahun 2021 Kode
Rekening
Uraian Sebelum
Perubahan (Rp)
Setelah Perubahan (Rp)
Bertambah/
Berkurang (Rp)
4 PENDAPATAN DAERAH
4 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) 803.200.000 129.500.000 (673.700.000)
4 1 02 Retribusi Daerah 11.200.000 4.200.000 (7.000.000)
4 1 04 Lain-lain PAD yang Sah 792.000.000 125.300.000 (666.700.000) Jumlah Pendapatan 803.200.000 129.500.000 (673.700.000)
5 BELANJA DAERAH
5 1 BELANJA OPERASI 34.447.199.481 50.743.251.759 16.296.052.278
5 1 01 Belanja Pegawai 6.889.141.375 6.252.719.603 (636.421.772)
5 1 02 Belanja Barang dan Jasa
27.378.093.106 36.213.588.156 8.835.495.050
5 1 05 Belanja Hibah 179.965.000 8.276.944.000 8.096.979.000
5 2 BELANJA MODAL 57.201.058.250 6.636.053.641 (50.565.004.609)
5 2 01 Belanja Modal Tanah 55.098.000.000 0 (55.098.000)
5 2 02 Belanja Modal
Peralatan dan Mesin
755.119.000 6.078.684.000 5.323.565.000
5 2 03 Belanja Modal Gedung dan Bangunan
1.334.669.250 345.000.000 (989.669.250)
5 2 04 Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi
0 199.099.641 199.099.641
5 2 05 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
13.270.000 13.270.000 0
Jumlah Belanja 91.671.757.731 57.379.305.400 (34.292.452.331) Total Surplus/(Defisit) (90.868.557.731) (57.249.805.400) (33.618.752.331)
6 PEMBIAYAAN DAERAH
Jumlah Penerimaan Pembiayaan
Rp0 0
Jumlah Pengeluarah Pembiayaan
Rp0 0
Pembiayaan Neto Rp0 0
Sumber data: Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Dinas Koperasi dan UKM DIY Tanggal 13 Oktober 2021
Dukungan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan UKM DIY berasal dari APBD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dana Keistimewaan. Terlihat pada tabel I.3, untuk tahun 2021 Anggaran Dinas Koperasi dan UKM DIY semula Rp 91.671.757.731 dan mengalami perubahan menjadi Rp 57.379.305.400 atau berkurang Rp 34.292.452.331. Perubahan anggaran Tahun 2021 merupakan cerminan dukungan Dinas Koperasi dan UKM DIY dalam bentuk Refocusing dan realokasi anggaran. Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal menjamin ketersediaan dukungan bidang kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19.
1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020
No Saran/Rekomendasi Tindak lanjut
1. Surat Insperktur DIY nomor : 700/01403, tanggal 15 April 2021 perihal Laporan Hasil Evaluasi Sistem AKIP Tahun 2020 pada Dinas Koperasi dan UKM DIY rekomendasi :
1. Mempertahankan kinerja yang telah dicapai yaitu pada aspek Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, dan Pelaporan kinerja
2. Pencapaian sasaran kinerja organisasi khususnya kinerja yang dilaporkan pada peningkatan perolehan output, outcome dan kinerja/penghargaan lainnya
Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Mengintensifkan Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yag dilaksanakan secara rutin baik mingguan, bulanan dan triwulan berdasarkan nota dinas yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY
2. Dalam meningkatkan pencapaian sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY melakukan inovasi dalam proses bisnis dan kegiatan agar capaian sasaran/kinerja organisasi baik kinerja output ataupun outcome di tahun yang akan datang dapat ditingkatkan dan mencapai target.
BAB 2
Perencanaan dan Perjanjian Kinerjac
Perencanaan
dan Perjanjian Kinerja
Perencanaan dan penganggaran pada tahun 2021 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Hal ini membawa dampak pada perumusan Perjanjian Kinerja perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY melalui reviu/perubahan Perjanjian Kinerja Tahun 2021.
Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal menjamin ketersediaan dukungan bidang kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022.
Renstra Dinas Koperasi dan UKM DIY yang merupakan penjabaran operasional RPJMD 2017 - 2022 telah mengakomodasi dinamika program/kegiatan selama kurun waktu 2017 – 2022. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017–2022 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 60 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017–2022.
2.1 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD
Sesuai cascade kinerja, Dinas Koperasi dan UKM DIY mendukung pencapaian sasaran Pemerintah Daerah meningkatnya kapasitas tata kelola pemerintahan yang didukung oleh program sinergitas tata kelola pemerintahan. Terkait hal tersebut tujuan jangka menengah Dinas Koperasi dan UKM DIY selama lima tahun adalah:
Bab 2 Berisi :
1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD 2. Strategi dan Arah
Kebijakan
3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020 4. Perjanjian Kinerja Tahun
2020
5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja OPD
“Mewujudkan Perekonomian Yang Berkeadilan dan Berkeadaban Melalui Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa
Yogyakarta”
Adapun sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY dalam waktu lima tahun sebagai berikut:
Tabel II.1 Sasaran Strategis Dinas Koperasi dan UKM DIY, 2017-2022
NO. SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA SATUAN Baseline 2017
TARGET TAHUNAN Target
Akhir Renstra
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1. Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM
Omzet
Koperasi Rp. Juta 3,679,342 3,697,739 3,716,227 4,141,478 4,224,308 4,308,794 4,308,794 Omzet
UKM
Rp.
Milyar - 10,483 10,692 10.906 11.124 11.347
11.347 2. Meningkatnya
kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM
% - - 0,3 0,3 0,4 0,4 0,4
2.2 Strategi dan Arah Kebijakan
Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah, diuraikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan
NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
1. Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UKM
1. Mengoptimalkan komitmen pimpinan untuk meningkatkan dukungan terhadap pembinaan Koperasi
1. Meningkatkan sinergitas dengan stakeholder melalui Forum Pentahelix 2. Menerapkan kurikulum
untuk pembinaan KUMKM dengan optimal
2. Pembinaan dilakukan secara terstruktur dengan sistem Klastering dan kurikulum pada Aplikasi SiBakul Jogja
3. Mengembangkan inovasi pada pembinaan Koperasi dan UKM melalui offline maupun online yang mengarah pada digitalisasi bisnis dengan basis data dari aplikasi SiBakul Jogja
3. Pembinaan terhadap koperasi dan UKM berdasarkan basis data di SiBakul Jogja
4. Menciptakan 4. Melaksanakan
NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN kemitraan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan bahan baku dan pemasaran.
Kemitraan antara KUMKM dengan Swasta dan BUMN.
5. Pemberdayaan Koperasi dan UKM dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan wilayah.
5. Penentuan Lokasi / peserta program kegiatan diprioritaskan pada kecamatan di wilayah miskin dan ketimpangan wilayah.
6. Mengoptimalkan regulasi terhadap pemanfaatan produk lokal
6. Sosialisasi Peraturan / regulasi yang mendukung pengembangan Koperasi dan UMKM.
7. Meningkatkan kualitas dan inovasi produk UKM agar dapat bersaing dengan produk asing.
7. Melaksanakan pembinaan dan sertifikasi produk UKM agar daya saing meningkat 8. Melakukan promosi dan
evaluasi pemanfaatan produk Koperasi dan UKM melalui berbagai media
8. Melaksanakan promosi/pameran produk KUMKM DIY, melalui media yang inovatif.
9. Menyiapkan antisipasi dampak pada KUMKM yang termasuk kelompok rentan
9. Melaksanakan fasilitasi untuk KUMKM yang terdampak covid 19 2. Meningkatnya kontribusi
wirausaha baru terhadap UKM
1. Pemberdayaan Wirausaha Baru dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan wilayah.
1. Pengembangan Enterprenurship pelaku Wirausaha Baru di wilayah miskin dan wilayah dengan ketimpangan pendapatan.
2. Menciptakan kemiteraan dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan baku dan pemasaran
2. Melaksanakan Kemitraan antara Wirausaha Baru dengan Swasta dan BUMN dalam pemenuhan bahan baku dan pemasaran.
3. Menghubungkan kemiteraan pelaku Wirausaha Baru dengan penyedia modal.
3. Melaksanakan Kemitraan Wirausaha Baru dengan Koperasi, Perbankan dan BUMN penyedia Modal.
4. Meningkatkan kualitas dan inovasi produk Wirausaha Baru agar dapat diterima pasar.
4. Peningkatan kualitas dan inovasi produk wirausaha baru
2.3 Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2021
Struktur program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan tercapainya sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY tahun 2021 maupun program dan kegiatan pendukung sebagaimana tabel berikut:
Tabel II.3.1. Struktur Program, Kegiatan, dan Sub Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2021
Sasaran Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)
Setelah Perubahan (Rp)
Bertambah/
Berkurang (Rp) Meningkatnya
kapasitas usaha koperasi dan UKM
1.1.
PROGRAM PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN KOPERASI
267.000.000 624.880.000 357.880.000
1.1.1.
Pemeriksaan dan Pengawasan Koperasi yang Wilayah
267.000.000 267.000.000 357.880.000
1.1.1.1.
Meningkatkan Akuntabilitas, Kepercayaan, Kepatuhan,
Kesinambungan, dan Memberikan Manfaat yang Sebesar-Besarnya ke pada Anggota dan Masyarakat
267.000.000 267.000.000 357.880.000
1.2.
PROGRAM PENILAIAN KESEHATAN KSP/USP KOPERASI
19.182.000 19.182.000 0
1.2.1.
Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi yang Wilayah Keanggotaanya Lintas Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) Daerah Provinsi
19.182.000 19.182.000 0
1.2.1.1.
Mengukur Tingkat Kesehatan Koperasi
19.182.000 19.182.000 0
1.3.
PROGRAM PENDIDIKAN DAN LATIHAN PERKOPERASIAN
1.721.195.000 3.723.300.000 2.002.105.000
1.3.1.
Pendidikan dan Latihan Perkoperasian bagi Koperasi yang Wilayah Lintas Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) Daerah Provinsi
1.721.195.000 3.723.300.000 2.002.105.000
1.3.1.1.
Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Kapasitas dan Kompetensi SDM Koperasi
1.721.195.000 3.723.300.000 2.002.105.000
1.3.2.
Pendidikan dan Latihan UKM bagi UKM yang Wilayah Lintas Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) Daerah Provinsi
0 0 0
Sasaran Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)
Setelah Perubahan (Rp)
Bertambah/
Berkurang (Rp) 1.3.2.1.
Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan UKM serta Kapasitas dan Kompetensi SDM UKM
0 0 0
1.4.
PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN KOPERASI
1.051.390.000 854.119.000 (197.271.000)
1.4.1.
Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi yang Keanggotaannya Lintas Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) Daerah Provinsi
1.051.390.000 854.119.000 (197.271.000)
1.4.1.1.
Peningkatan Produktivitas, Nilai Tambah, Akses Pasar, Akses Pembiayaan, Penguatan Kelembagaan, Penataan Manajemen, Standarisasi, dan Restrukturisasi Usaha
1.051.390.000 854.119.000 (197.271.000)
1.5.
PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MENENGAH, USAHA KECIL, DAN USAHA MIKRO (UMKM)
4.151.888.900 3.137.558.400 (1.014.330.500)
1.5.1.
Pemberdayaan Usaha Kecil yang dilakukan Melalui Pendataan, Kemitraan, Kemudahan Perijinan, Penguatan Kelembagaan dan Koordinasi Dengan Para Pemangku Kepentingan
4.151.888.900 3.137.558.400 (1.014.330.500)
1.5.1.1.
Menumbuhkembangkan UMKM untuk menjadi Usaha yang Tangguh dan Mandiri sehingga dapat Meningkatkan Penciptaan Lapangan Kerja, Pemerataan Pendapatan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pengentasan Kemiskinan
4.151.888.900 3.137.558.400 (1.014.330.500)
Total Nilai Anggaran yang mendukung Sasaran 1
7.210.655.900 8.359.039.400 1.148.383.500
2. Meningkatnya kontribusi
2.1.
PROGRAM PENGEMBANGAN UMKM
9.597.310.800 8.305.743.800 (1.291.567.000)
Sasaran Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)
Setelah Perubahan (Rp)
Bertambah/
Berkurang (Rp) wirausaha baru
terhadap UMKM
2.1.1.
Pengembangan Usaha Kecil dengan Orientasi Peningkatan Skala Usaha Menjadi Usaha Menengah
9.597.310.800 8.305.743.800 (1.291.567.000)
2.1.1.1.
Produksi dan Pengolahan, Pemasaran, Sumber Daya Manusia, serta Desain dan Teknologi
9.597.310.800 8.305.743.800 (1.291.567.000)
Total Anggaran yang Mendukung Sasaran 2
9.597.310.800 8.305.743.800 (1.291.567.000)
Total Anggaran yang Berkaitan Langsung dengan Pencapaian Sasaran
16.807.966.700 16.664.783.200 (143.183.500)
Sumber: Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran Dinas Koperasi dan UKM DIY Tanggal 13 Oktober Tahun 2021
Tabel II.3.2. Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2021
No. Program/Kegiatan Sebelum
Perubahan (Rp)
Setelah Perubahan (Rp)
Bertambah/
Berkurang (Rp)
1 2 3 4 5
1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan
Daerah Provinsi 9.568.291.031 8.724.527.759 (843.763.272)
1. Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi
Kinerja Perangkat Daerah 196.695.000 343.835.000 147.140.000
1.1. Penyusunan Dokumen Perencanaan
Perangkat Daerah 165.590.000 317.030.000 151.440.000
1.2. Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
5.000.000 5.000.000 0
1.3. Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah 26.105.000 21.805.000 (4.300.000) 2. Administrasi Keuangan Perangkat Daerah 6.900.041.375 6.262.089.603 (637.951.772) 2.1. Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN 6.835.921.375 6.199.499.603 (636.421.772) 2.2. Penyediaan Administrasi Pelaksanaan
Tugas ASN 53.220.000 53.220.000 0
2.3. Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan/Triwulanan/Semesteran SKPD
10.900.000 9.370.000 (1.530.000)
3. Administrasi Umum Perangkat Daerah 515.826.500 208.541.000 (307.285.500) 3.1. Penyediaan Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 15.000.000 15.000.000 0
3.2. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 10.000.000 10.000.000 0
3.3. Penyediaan Barang Cetakan dan
Penggandaan 43.400.500 32.097.000 (11.303.500)
3.4. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan
Perundang-undangan 8.994.000 8.994.000 0
3.5. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan 398.832.000 102.850.000 (295.982.000)
No. Program/Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)
Setelah Perubahan (Rp)
Bertambah/
Berkurang (Rp) Konsultasi SKPD
3.6. Penatausahaan Arsip Dinamis pada SKPD 18.000.000 18.000.000 0 3.7. Dukungan Pelaksanaan Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik pada SKPD
21.600.000 21.600.000 0
4. Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang
Urusan Pemerintah Daerah 573.448.000 574.448.000 1.000.000
4.1. Pengadaan Mebel 200.071.000 200.071.000 0
4.2. Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya 175.459.000 175.459.000 0 4.3. Pengadaan Sarana dan Prasarana
Pendukung Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya
197.918.000 198.918.000 1.000.000
5. Pengadaan Jasa Penunjang Urusan
Pemerintah 794.286.981 760.170.981 (34.116.000)
6.1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat 47.043.000 44.412.000 (2.631.000) 6.2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya
Air dan Listrik 214.999.981 183.514.981 (31.485.000)
6.3. Penyediaan Jasa Peralatan dan
Perlengkapan Kantor 532.244.000 532.244.000 0
7. Pemeliharaan Barang Milik Daerah
Penunjang Urusan Pemerintah Daerah 587.993.175 575.443.175 (12.550.000) 7.1. Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya
Pemeliharaan dan Pajak Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas Jabatan
36.999.800 36.999.800 0
7.2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan
156.635.000 144.085.000 (12.550.000)
7.3. Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya 21.560.000 21.560.000 0 7.4. Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan
Prasarana Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya
343.813.375 343.813.375 0
7.5. Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya
28.985.000 28.985.000 0
Total Anggaran Pendukung 9.568.291.031 8.724.527.759 (843.763.272)
Sumber: Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2021
2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2021
Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator
kinerjanya. Adapun Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY yang merepresentasikan kinerja instansi dengan Bapak Gubernur DIY sebagai berikut:
Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2021
Pada tahun 2021, Dinas Koperasi dan UKM DIY melaksanakan reviu Perjanjian Kinerja Tahun 2021. Reviu dilakukan karena adanya refocusing kegiatan, relokasi anggaran dan mutasi jabatan untuk penangangan pandemi COVID-19 serta telah ditetapkannya Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Tahun 2021. Perjanjian Kinerja Reviu Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
Tabel II.5 Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2021 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
Tahunan Triwulan Target
1. Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UKM
Omzet Koperasi Rp. Juta 4.224.308 Triwulan I 3.745.171 Triwulan II 3.904.883 Triwulan III 4.064.595 Triwulan IV 4.224.308 Omzet UKM Rp.
Milyar
11.124 Triwulan I 11.004
Triwulan II 11.044
Triwulan III 11.084
Triwulan IV 11.124
2. Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM
% 0,4 Triwulan I 0,4
Triwulan II 0,4
Triwulan III 0,4
Triwulan IV 0,4*)
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
Tahunan Triwulan Target
1. Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UKM
Omzet Koperasi Rp. Juta 4.224.308 Triwulan I 3.745.171 Triwulan II 3.904.883
Keterangan :
1. Untuk mencapai Sasaran Strategis sebagaimana tersebut di atas terdapat dukungan anggaran sebagai berikut:
Triwulan III 4.064.595 Triwulan IV 4.224.308 Omzet UKM Rp.
Milyar
11.124 Triwulan I 11.004
Triwulan II 11.044
Triwulan III 11.084
Triwulan IV 11.124
2. Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM
% 0,4 Triwulan I 0,4
Triwulan II 0,4
Triwulan III 0,4
Triwulan IV 0,4*)
2. *) Data capaian kinerja tersedia pada triwulan IV karena bersifat outcome.
3. Mengelola Dana Keistimewaan Urusan Kebudayaan sebagai berikut,
3.1 Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan Kegiatan Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya Subkegiatan Nominasi Warisan Budaya Nasional dan Dunia Rp. 7.750.238.641,-
3.2 Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan Kegiatan Adat, Seni, Tradisi dan Lembaga Budaya Subkegiatan Pengembangan Kewirausahaan Desa Rp. 24.239.755.800,00
4. Mengelola anggaran dekonsentrasi Program Kewirausahaan, Usaha Miro, Kecil Menengah, dan Koperasi Kegiatan Dukungan Pemberdayaan KUMKM di Daerah Rp.1.485.357.000,00
5. Mengelola anggaran Belanja Tidak Terduga untuk hibah 115 koperasi terdampak COVID 19 Rp 16.450.000.000 **)
2.5 Instrumen Pendukung Capaian Kinerja 1. SENGGUH
Instrumen pendukung penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY adalah aplikasi sengguh.jogjaprov.go.id yang mengintegrasikan perencanaan termasuk
No Program RPJMD
Penyandingan Program Permendagri 90 Tahun 2019
dan Pemutakhirannya
Anggaran
1. Program pengembangan dan kelembagaan Koperasi
Program Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi
Rp. 624.880.000,00 2. Program pengembangan dan
kelembagaan Koperasi
Program Penilaian Kesehatan KSP/USP Koperasi
Rp. 19.182.000,00
3. Program pengembangan dan kelembagaan Koperasi (APBD dan DAK)
Program Pendidikan dan Latihan Perkoperasian
Rp. 3.723.300.000,00
4. Program pengembangan dan kelembagaan Koperasi
Program Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi
Rp. 854.119.000,00 5. a. Program penumbuhan dan
pengembangan wirausaha baru (APBD, DID dan DAK)
b. Program Peningkatan Akses Pembiayaan
Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil, dan Usaha Mikro (UMKM)
Rp. 3.137.558.400,00
6. Program Pengembangan UKM (APBD, DID dan DAK)
Program Pengembangan UMKM
Rp. 8.305.743.800,00
7. a. Program Administrasi Perkantoran
b. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur c. Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Pelaporan Keuangan
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi
Rp. 8.724.527.759,00
Jumlah Anggaran Rp 25.389.310.959,00
Rencana Operasional Pelaksanaan Kegiatan (ROPK), anggaran kas, monitoring dan evaluasi capaian kinerja bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan OPD.
Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK, Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP
Sumber:http://sengguh.jogjaprov.go.id/
2. ONLINE DATA SYSTEM (ODS)
Aplikasi Online Data System (ODS) adalah instrumen pengolah data Koperasi dan UKM milik Kementerian Koperasi dan UKM RI yang dapat diakses oleh Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia. Aplikasi ODS dibagi menjadi dua yaitu ODS Koperasi yang memuat data Koperasi dan ODS UMKM yang memuat data UMKM nasional. Data Koperasi diperoleh dari gabungan data Koperasi kabupaten/kota sedangkan data UMKM merupakan rekap data by name by address UMKM seluruh kabupaten/kota yang telah dikompilasi dengan data UMKM hasil Sensus ekonomi dari BPS. ODS Koperasi telah berjalan sejak tahun 2015, namun ODS UMKM baru dilaunching pada tahun 2018. Aplikasi ODS juga mengelola proses sertifikasi Nomor Induk Koperasi (NIK) bagi Koperasi dan Nomor Catatan Usaha (NCU) bagi UMKM.
Dengan adanya Aplikasi ODS sangat mendukung pencapaian indikator kinerja Dinas Koperasi dan UMKM khususnya dalam hal kelengkapan data yang menjadi dasar perhitungan capaian indikator kinerja.
Gambar II.2. Tampilan Aplikasi OD
3. SiBakul Jogja
Untuk mendukung pelaksanaan program kegiatan terkait pendataan Koperasi dan UKM kabupaten kota di wilayah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY membangun Aplikasi SiBakul Jogja. Hal ini sangat diperlukan agar pembinaan lebih efektif dan tepat sasaran mengingat Pembinaan Koperasi dan UMKM yang masih belum terstruktur, belum sesuai dengan kebutuhan dan masih bersifat umum. Selain itu rentang kriteria ukuran omzet pada masing-masing skala usaha yang cukup jauh, menyulitkan pelaku usaha untuk memenuhi kriteria usaha yang naik kelas. Aplikasi SiBakul Jogja diharapkan dapat memudahkan proses bisnis pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran indikator kinerja dengan dukungan fitur penilaian kesehatan koperasi secara online serta pendataan Koperasi, aduan anggota koperasi serta klastering Koperasi dan UKM.
Gambar II.3. Tampilan Aplikasi SiBakul Jogja
Sumber:https://sibakuljogja.jogjaprov.go.id/app/