DINAS KOPERASI DAN UKM DIY
Jln. HOS. Cokroaminoto No. 162 Tegalrejo Yogyakarta Telp. : (0274) 515622 Website : diskopukm.jogjaprov.go.id
LAPORAN KINERJA INSTANSI
PEMERINTAH
Kata Pengantar
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2020 disusun berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020. LKjIP Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2020 merupakan bentuk akuntabilitas publik dari pelaksanaan tugas dan fungsi dan penggunaan anggaran yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah. Penyusunan LKjIP Tahun 2020 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Sumber Daya yang dimiliki Pemerintah Daerah difokuskan untuk menjamin ketersediaan dukungan bidang Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2018-2022.
Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian instansi yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan. Diharapkan penyajian LKjIP ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja agar lebih berorientasi pada hasil, relevan, efektif, efisien dan berkelanjutan di masa mendatang.
Yogyakarta, Februari 2021 Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY
Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A NIP. 19660612 199403 2 007
2
Ikhtisar Eksekutif
Capaian kinerja Dinas Koperasi dan UKM DIY tahun 2020 dalam mewujudkan sasaran strategis dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Capaian sasaran strategis 1 “Meningkatnya kapasitas usaha Koperasi dan UMKM”:
a) Diukur dengan indikator Omset Koperasi (Omset Koperasi tahun n).
- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 2 (dua) Program, yakni Program Pengembangan Perkoprasian dan Program Peningkatan Akses Pembiayaan.
- Target capaian indikator sasaran Omset Koperasi tahun 2020 sebesar 4.141.478 Juta Rupiah; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 4.142.871 Juta Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.3%.
- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2019 sebesar 116.38%
terjadi penurunan sebesar 4.4%
b) Diukur dengan indikator Omset UKM (Omset UKM tahun n).
- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 2 (dua) Program, yakni Program Pengembangan UKM dan Program Peningkatan Akses Pembiayaan.
- Target capaian indikator sasaran Omset UKM tahun 2020 sebesar 10.906 Milyar Rupiah; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 10.964 Milyar Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.53%.
- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2019 sebesar 100.85%
terjadi peningkatan sebesar 1.67%
3
2. Capaian sasaran strategis 2 “Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM”:
- Diukur dengan indikator Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM - Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja Program
Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru
- Target capaian indikator sasaran tahun 2020 sebanyak 0.3%; sampai dengan akhir Bulan Desember 2020 terealisir 0.4%. Dengan demikian capaian ini telah mencapai target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 133,33%.
Dibandingkan dengan capaian target tahun 2019 terjadi peningkatan sebanyak 33,3% karena adanya kegiatan markethub free ongkir yang baru mulai dilaksanakan pada tahun 2020 sangat mendukung pertumbuhan wirausaha baru.
Terhadap capaian kinerja sebagaimana tersebut di atas terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian bagi Dinas Koperasi dan UKM DIY ke depan, sebagai berikut:
1. Kebijakan social distancing yang diterapkan Pemerintah, mengakibatkan penurunan daya beli dan perekonomian daerah menjadi sangat terpukul.
Semua sektor ekonomi daerah yang didalamnya terdapat unsur KUMKM secara dominan (seperti : perdagangan, jasa lainnya, industri pengolahan, makanan dan minuman) mengalami pertumbuhan negatif. Pengaruh yang dirasakan oleh KUMKM diantaranya menurunnya permintaan pasar, sulitnya memperoleh bahan baku hingga terhambatnya proses produksi, serta pengurangan jumlah tenaga kerja. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaan pembinaan pengembangan KUMKM
2. Memasuki tahun 2020, bersamaan dengan meluasnya pandemi covid-19, hingga ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk DIY; dituntut untuk dapat melakukan inovasi terkait pelaksanaan pendampingan, dan pembinaan KUMKM. Pada masa pandemi, komunikasi melalui daring menjadi alternatif solusi dalam melakukan pelayanan. Pelayanan secara daring juga seharusnya dikembangkan secara massif, termasuk dalam aspek peningkatan pemasaran yang diharapkan dapat meningkatkan omset KUMKM.
4
3. Terjadinya perlambatan ekonomi sebagai dampak aktivitas ekonomi yang tidak stabil pada tahun 2020 dan naiknya harga bahan baku UKM serta sulitnya distribusi berdampak pada penurunan produksi. Selain itu minat pasar yang turun juga membuat sebagian besar UMKM di DIY memutuskan menghentikan aktivitas produksi. Namun demikian di masa pandemi ini menunjukan kenaikan jumlah pertumbuhan Wirausaha pada jenis usaha yang bergerak dengan sistem pemasaran secara daring.
5
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ... 2
IKHTISAR EKSEKUTIF ... 3
DAFTAR ISI ... 6
DAFTAR TABEL ... 7
DAFTAR GAMBAR ... 8
BAB I PENDAHULUAN ... 9
1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah ... 9
1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Koperasi Dan UKM DIY ... 11
1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan ... 12
1.4 Isu-isu Strategis ... 12
1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran ... 15
1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP 2019 ... 20
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 21
2.1 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD ... 21
2.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 22
2.3 Struktur Program dan kegiatan 2020 ... 23
2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ... 26
2.5 Instrumen Pendukung Capaian Kinerja ... 28
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 31
3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 31
3.2. Realisasi Anggaran ... 40
3.3. Inovasi ... 41
BAB IV PENUTUP ... 46
LAMPIRAN-LAMPIRAN... 49
6
Daftar Tabel
Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikas Jabatan, Jenis Kelamin dan
Kompetensi ... 15
Tabel I.2 Sarana-Prasarana ... 19
Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2019 dan 2020 ... 20
Tabel I.4 Tabel Tindak Lanjut Saran/Rekomendasi Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020 ... 20
Tabel II.1 Sasaran Strategis Dinas Koperasi dan UKM DIY, 2017-2022 ... 22
Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 22
Tabel II.3.1 Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2020 ... 23
Tabel II.3.2 Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2020 ... 24
Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2020 ... 26
Tabel II.5 Perjanjian Kinerja Reviu Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2020 .... 26
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja ... 31
Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 32
Tabel III.3 Pengukuran Capaian Sasaran 1 ... 33
Tabel III.4 Target dan Realisasi Kinerja ... 34
Tabel III.5 Keragaan Koperasi ... 36
Tabel III.6 Pengukuran Capaian Sasaran 2 ... 37
Tabel III.7 Target dan Realisasi Kinerja ... 37
Tabel III.8 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Sasaran Tahun 2020 ... 40
7
Daftar Gambar
Gambar I.1. Cascading Kinerja ... 10
Gambar I.2. Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Koperasi dan UKM DIY ... 11
Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Dinas Koperasi dan UKM DIY ... 12
Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK,Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP ... 28
Gambar II.2. Tampilan Aplikasi Online Data System (ODS)... 29
Gambar II.3. Tampilan Aplikasi SIBAKUL JOGJA ... 30
Gambar III.1. Rekap Omset Koperasi pada Aplikasi ODS ... 33
Gambar III.2. Perkembangan WUB Tahun 2016-2020 ... 38
Gambar III.3. Perkembangan Jumlah UKM Tahun 2016-2020 ... 39
Gambar III.4. Tampilan aplikasi SIBAKUL MARKETHUB ... 43
Gambar III.5. Tampilan Anjungan SIBAKUL ... 44
8
BAB I
Pendahuluan
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan bentuk pertanggung- jawaban setiap instansi Pemerintah/Pemerintah Daerah yang menyusun Perjanjian Kinerja, atas penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD dan/atau APBN. Dasar hukum penyusunan meliputi:
1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
2. Peraturan Menteri PAN dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 94 Tahun 2016 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Adapun tujuan penyusunan LKjIP sebagai berikut:
1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai;
2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja instansi.
1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Selaras dengan paradigma Organisasi Berbasis Kinerja (Performance Based Organization) yang diterapkan Pemerintah Daerah DIY, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibentuk untuk memberikan kontribusi pada pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DIY tahun 2017 – 2022. Dinas Koperasi dan UKM DIY dibentuk dengan skema kinerja sebagai berikut:
Bab I berisi : 1. Cascading Kinerja 2. Mandat Kinerja, Peta
Proses Bisnis dan Struktur Organisasi 3. Tugas, Fungsi dan Peta
Jabatan 4. Isu-Isu Strategis 5. Dukungan SDM, Sarana-
Prasarana dan Anggaran 6. Tindak Lanjut atas
Rekomendasi LHE SAKIP Tahun 2019
9
Gambar I.1 Cascading Kinerja
RENSTRA BIRO RPJMD
(KINERJA LEVEL )
RENSTRA DISKOP (KINERJA LEVEL OPD)
10
1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Organisasi
Hubungan antara mandat kinerja, peta proses bisnis dan desain struktur organisasi Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagaimana tersaji dalam gambar berikut:
Gambar I.2 Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Kopersi dan UKM DIY
Sumber: Perdais DIY No. 1 Tahun 2018 dan Pergub DIY No. 56 Tahun 2018
11
1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan
Dalam upaya mewujudkan kinerja sebagaimana telah dimandatkan dalam RPJMD, Biro Organisasi Setda DIY memiliki tugas dan fungsi yang kemudian menjadi dasar penempatan personil dalam jabatan sebagaimana gambar berikut:
Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Dinas Koperasi dan UKM DIY Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 56 Tahun 2018 Tanggal 2 September menetapkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM DIY mempunyai tugas Melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Adapun fungsi Dinas Koperasi dan UKM adalah sebagai berikut
1. Penyusunan program dan pengendalian di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
2. Perumusan kebijakan teknis bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
3. Pelaksanaan kerjasama koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
4. Pemberian fasilitasi, pembinaan, perlindungan, pemasaran dan pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
5. Pelaksanaan pelayanan umum bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
6. Pemberian fasilitasi bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah Kabupaten/Kota;
7. Pemberdayaan sumberdaya dan mitra kerja bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;
8. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan; dan
9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.
12
Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Koperasi dan UKM DIY dibagi habis ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2018 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:
Jabatan Struktural/Fungsional Jabatan Pelaksana
1. Kepala Dinas 2. Sekretaris Dinas
1) Kasubbag Program 2) Kasubbag umum 3) Kasubbag Keuangan 3. Kepala Bidang Koperasi :
1) Kepala Seksi Kelembagaan dan Usaha
2) Kepala Seksi Pengawasan Koperasi
4. Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah :
1) Kepala Seksi Produksi 2) Kepala Seksi Pemasaran 5. Kepala Bidang Layanan
Kewirausahaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah :
1) Kepala Seksi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah 2) Kepala Seksi Layanan Usaha Terpadu Koeprasi Usaha Kecil dan Menengah
6. Kepala Bidang Pembiayaan 1) Kepala Seksi Pembiayaan
Koperasi
2) Kepala Seksi Pembiayaan UKM
1. Dibawah Kasubbag Program :
1) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 2) Pengelola Sistem dan Jaringan
2. Dibawah Kasubbag Umum : 1) Pengadministrasi Umum 2) Pengadministrasi Persuratan 3) Pranata Kearsipan
4) Pengadministrasi Kepegawaian 5) Teknisi Sarana dan Prasarana 6) Pengelola Barang Milik Negara 7) Pengemudi
3. Dibawah Kasubbag Keuangan : 1) Bendahara
2) Pengadministrasi Keuangan 3) Pengelola Gaji
4) Pengelola Akuntansi
5) Verifikator Data Laporan Keuangan 4. Dibawah Kepala Seksi Kelembagaan dan Usaha :
1) Pengadministrasi Umum 2) Pengelola Kebijakan Kelembagaan 5. Dibawah Kepala Seksi Pengawasan Koperasi
1) Penyuluh Koperasi 6. Dibawah Seksi Produksi :
1) Pengadministrasi Umum 2) Analisis Bimbingan Usaha 7. Dibawah Kepala Seksi Pemasaran :
1) Fasilitatator Sarana Pemasaran
8. Dibawah Kepala Seksi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi dan UKM :
1) Pengadministrasi Umum 2) Fasilitator Kewirausahaan
9. Dibawah Kepala Seksi Layanan Usaha Terpadu Koeprasi Usaha Kecil :
1) Penelaah Pengembangan Usaha 10. Dibawah Kepala Seksi Pembiayaan Koperasi :
1) Pengadministrasi Umum 2) Fasilitator Kewirausahaan
11. Dibawah Kepala Sekasi Pembiayaan UKM:
1) Pengelola Permodalan Koperasi dan UMKM 2) Pengelola Permodalan Koperasi dan UMKM
13
1.4 Isu-Isu Strategis
Eksistensi sebuah institusi bergantung sejauh mana institusi tersebut mampu menemukenali dan merespon isu strategis dengan berbagai kebijakan dan tindakan yang tepat. Secara umum isu strategis dapat bersumber dari lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Data dari Perwakilan BI wilayah DIY di masa pandemi pada 2020, menunjukkan bahwa 70 persen UMKM megalami penuruan omzet. Banyak UMKM yang harus berhenti usaha atau beralih usaha, menyesuaikan keadaan. Sementara pasar yang dilakukan secara konvensional semakin mendapat batasan-batasan sebagai akibat social distancing. Artinya, pasar UMKM yang selama ini ditunjang oleh kehidupan pendidikan, pariwisata, dan even budaya; menjadi sangat terbatas aksesnya. Akibatnya terjadi penurunan pendapatan pada sebagian besar UMKM di wilayah DIY.
Disisi lain usaha Koperasi juga terdampak secara langsung baik pada koperasi sektor riil maupun simpan pinjam. Koperasi sektor riil mengalami penurunan omset karena penjualan yang menurun dan kesulitan memasarkan jasa akibat penurunan kapasitas ekonomi masyarakat. Sedangkan koperasi simpan pinjam mengalami penurunan rasio likuiditas sebesar 51% yang disebabkan oleh banyaknya anggota koperasi yang tidak dapat melakukan pembayaran angsuran.
Untuk merespon kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi, diperlukan langkah-langkah khusus terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan program / kegiatan dan penganggaran. Pelaksanaan program / kegiatan perlu dilakukan identifikasi, sehingga dapat diketahui kegiatan prioritas dan kegiatan yang perlu dilakukan redesain maupun ditunda pelaksanaannya.
Dengan mengacu pada uraian diatas maka Isu-isu strategis yang melingkupi Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagai bagian dari Perangkat Daerah yang memiliki tujuan “Mewujudkan Perekonomian Yang Berkeadilan Dan Berkeadaban Melalui Pemberdayaan Pengembangan Koperasi Dan UKM”, antara lain sebagai berikut:
1. Akses pemodalan bagi Koperasi dan UKM menurun.
Permasalahan permodalan baik koperasi dan UKM dari tahun ke tahun tetap menjadi kendala dalam upaya pengembangan usaha Koperasi dan
14
UKM. Adanya pandemi covid-19, mengakibatkan penurunan permodalan KUMKM sehingga mengganggu stabilitas produksi.
2. Pertumbuhan jumlah wirausaha baru yang masih lambat.
Kuantitas dan kualitas wirausaha baru di DIY yang masih rendah,menjadi persoalan serius dalam peningkatan ekonomi daerah. Apalagi dengan adanya pandemi covid-19, semakin memperparah keadaan dengan terbatasnya akifitas sosial.
3. Pemasaran produk KUMKM menurun secara signifikan di masa pandemi.
Pandemi covid-19 pada awal 2020 yang terbukti mengganggu stabilitas ekonomi dan social daerah. Adanya pandemi covid-19 berdampak pada perubahan kebijakan social, politik, dan ekonomi. Stabilitas perekonomian daerah berdampak dengan terpukulnya pondasi perekonomian daerah, terutama keberadaan KUMKM yang terkena langsung. Pelaku KUMKM terganggu pada aspek produksi, akses, kemitraan, hingga kesulitan memasarkan.
1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran
Dukungan sumber daya manusia, sarana-prasarana dan anggaran pada tahun 2020 sebagaimana tabel berikut:
Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikasi Jabatan, Jenis Kelamin dan Kompetensi
No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin
Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp
1 2 3 4 5 6 7 8
A. Jabatan Struktural
1 Kepala Dinas 1 S2, S1 1 S2 - 1
2 Sekretaris Dinas 1 S1 1 S2 1 -
3 Kepala Subbag Program 1 S1 1 S2 - 1
15
No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin
Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp
1 2 3 4 5 6 7 8
4 Kepala Subbag Umum 1 S1 1 S1 - 1
5 Kepala Subbag
Keuangan 1 S1 1 S1 - 1
6 Kepala Bidang Koperasi 1 S1 - - -
7 Kepala Seksi Kelembagaan dan
Usaha 1 S1 1 S2 1
8 Kepala Seksi
Pengawasan Koperasi 1 S1 1 S2 1
9 Kepala Bidang UKM 1 S1 1 S2 1
10 Kepala Seksi Produksi 1 S1 1 S2 1
11 Kepala Seksi Pemasaran 1 S1 1 S1 1
12
Kepala Layanan Kewirausahaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
1 S1 1 S2 1
13
Kepala Seksi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
1 S1 1 S1 1
14
Kepala Seksi Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
1 S1 1 S2 1
15 Kepala Bidang
Pembiayaan 1 S1 1 S2 1 -
16 Kepala Seksi
Pembiayaan Koperasi 1 S1 1 S1 1
17 Kepala Seksi
Pembiayaan UKM 1 S1 1 S2 1
B. Jabatan Pelaksana
Fungsional
18 Penyusun Program Anggaran dan
Pelaporan 3 S1 2 S1,STM 1 1
16
No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin
Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp
1 2 3 4 5 6 7 8
C. Jabatan Pelaksana
Subtantif
19 Pengelola Kebijakan
Kelembagaan 3 S1 1 S2 1
20 Penyuluh Koperasi 3 S1 1 SMA 1
21 Pengadministrasi
Umum (Bid Koperasi) 1 D3 1 SMA 1
22 Analisis Bimbingan
Usaha 3 S1 1 SMA 1
23 Pengadministrasi
Umum (Bid. UKM) 1 D3 1 SMP 1
24 Fasilitator Sarana
pemasaran 3 S1
25 Fasilitator
Kewirausahaan 3 S1
26 Pengadministrasi
Umum (Bid. Lay. Kewir) 1 D3 1 SMA 1
27 Penelaah
Pengembangan Usaha 3 S1 1 S2 1
28 Pengadministrasi Umum (Bid.
Pembiayaan) 1 -
29 Pengelola Permodalan Koperasi dan UKM (Sie
Pembiayaan Koperasi) 3 S1 3 S1,S2 1 2
30 Pengelola Permodalan Koperasi dan UKM (Sie
Pembiayaan UKM) 3 S1 2 SMA, S1 1 1
D. Jabatan Pelaksana Pendukung/
Administratif
31 Pengelola Sistem dan
Jaringan 1 - -
32 Bendahara 1 S1 1 SMA - 1
33 Pengadministrasi
Keuangan 3 -
34 Verifikator Data
Laporan Keuangan 1 -
17
No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin
Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp
1 2 3 4 5 6 7 8
35 Pengelola Akuntansi 1 D3
36 Pengelola Barang Milik
Negara 2 D3 2 S1, SMA 2
37 Pengelola Gaji 1 D3 1 SMA 1
38 Pengadministrasi
Kepegawaian 1 D3 1 SMEA TB 1
39 Pengadministrasi
Umum (Subbag Umum) 1 D3 1 SMP 1 -
40 Pengadministrasi
Persuratan 1 D3 1 D3 1
41 Pranata Kearsipan 1 D3
42 Pengemudi 1 SMA 1 SMA 1
43 Teknisi Sarana
Prasarana 1 D3 1 KPA 1
Jumlah 64 39 20 19
Sumber: Data Kepegawaian Dinas Koperasi dan UKM DIY Desember 2020
Berdasarkan data pada tabel I.1, tingkat pendidikan SDM Dinas Koperasi dan UKM DIY relatif tinggi dan merata antara laki-laki dan perempuan, didominasi oleh jenjang pendidikan S2 14 orang (%) dan S1 sebanyak 10 orang (%) , disusul oleh jenjang pendidikan SLTA sebanyak 12 orang (%), disusul jenjang SMP sebanyak 2 orang ( %), jenjang pendidikan D3 sebanyak 1 orang (%). Komposisi pegawai Laki laki sedikit lebih banyak dibanding pegawai perempuan; bahkan untuk jabatan struktural pun lebih banyak dijabat perempuan. Hal ini menunjukkan adanya sistem merit dan kesetaraan gender dalam manajemen SDM aparatur.
Masih terdapat kekurangan pegawai sebanyak 25 orang, terdiri dari 1 orang jabatan struktural, 16 orang pejabat pelaksana substantif, 1 orang jabatan fungsional umum dan 7 pejabat pelaksana administratif. Tidak terdapat pegawai yang tidak memenuhi kualifikasi jabatan pada jabatan pelaksana substantif, namun terdapat 8 orang tidak kompeten melaksanakan tugas dalam jabatan pelaksana substantif.
18
Tabel I.2 Sarana-Prasarana
No Klasifikasi Jumlah Barang Nilai Aset (Rp) *
I Aset Tetap
1 Tanah 2 84,735,000
2 Alat-alat Besar 2 631,600,000
3 Alat-alat Angkutan 23 1,115,132,500
4 Alat kantor dan rumah tangga 850 2,861,615,800 5 Alat studio dan alat komunikasi 26 266,589,800
6 Alat Laboratorium 0
-
7 Bangunan Gedung 10 16,969,930,610
8 Monumen 0
-
9 Bangunan air/irigasi 3 21,000,000
10 Instalasi 1 12,000,000
11 Jaringan 3 186,614,400
12 Buku Perpustakaan 74 5,700,000
II Aset Tidak berwujud lainnya
1 Kajian 0
-
2 Kajian 0
-
3 DED 0
-
JUMLAH 22,154,918,110
*Nilai aset belum memperhitungkan penyusutan di tahun 2020
Kendaraan dinas terdiri dari yakni 1 (satu) unit kendaraan dinas jabatan, 4 (empat) unit kendaraan operasional, dan 8 (delapan) Kebutuhan ruangan kantor umum relatif sudah tersedia meliputi ruang rapat, ruang pengelola keuangan, ruang arsip, ruang mushola, ruang baca, ruang gudang, ruang tunggu, ruang laktasi, dan toilet. Adapun perlengkapan kantor berupa meja, kursi, lemari, filling cabinet, pendingin ruangan, alat pemadam kebakaran dan lain-lain sudah tersedia dalam
19
kondisi baik. Rasio personal computer/laptop dibanding jumlah pegawai mendekati 1 : 1. Dengan demikian ketersediaan sarana dan prasarana sudah memadai.
Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2019 dan 2020
Tahun Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Jumlah
2019 Rp. 2.876.494.624,00 Rp. 14.673.263.208,00 Rp. 17.549.757.832,00 2020 Rp. 3.415.093.450,00 Rp. 19.797.065.578,00 Rp. 23.212.159.028,00
Dukungan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan UKM DIY berasal dari APBD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dana Keistimewaan. Terlihat pada tabel I.3, untuk tahun 2020 dibanding tahun 2019 terdapat kenaikan anggaran belanja langsung yang cukup signifikan sebesar Rp.5.662.401.196,00. Hal ini menunjukkan tidak ada kendala anggaran untuk membiayai program/kegiatan Dinas Koperasi dan UKM DIY.
1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020
Pada tahun 2020 Dinas Koperasi telah menerima Laporan Hasil Evaluasi SAKIP dan telah menindaklanjuti saran / rekomendasi sebagai berikut :
Tabel I.4. Tabel Tindak Lanjut Saran/ Rekomendasi Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020
No Saran/Rekomendasi Tindak lanjut
1. Surat Inspektur DIY
Nomor : 700/00869 tanggal 13 Maret 2020, perihal Laporan Hasil Evaluasi Implementasi Sistem AKIP Dinas Koperasi dan UKM DIY
Rekomendasi:
1. Mempertahankan/meningkatkan kinerja yang telah dicapai, yaitu pada aspek Perencanaan Kinerja, Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Evaluasi Internal;
2. Pencapaian Sasaran / Kinerja Organisasi, Kinerja Output yang telah dicapai telah melebihi target, agar tetap dipertahankan dan untuk prestasi penilaian kinerja berupa penghargaan diharapkan meningkat di tahun yang akan datang.
Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
a. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin baik mingguan, bulanan, dan triwulanan berdasarkan Nota Dinas yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY;
b. Dilakukan inovasi proses bisnis dalam pelaksanaan program dan kegiatan agar capaian Sasaran / Kinerja Organisasi, Kinerja Output di tahun yang akan datang dapat ditingkatkan dan mencapai target.
20
BAB 2
Perencanaan
dan Perjanjian Kinerja
Perencanaan dan penganggaran pada tahun 2020 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Hal ini membawa dampak pada perumusan Perjanjian Kinerja perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY melalui reviu/perubahan Perjanjian Kinerja Tahun 2020.
Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal menjamin ketersediaan dukungan bidang Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022.
Renstra Dinas Koperasi dan UKM DIY yang merupakan penjabaran operasional RPJMD 2017 - 2022 telah mengakomodasi dinamika program/kegiatan selama kurun waktu 2017 – 2022. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017 – 2018 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 109 Tahun 2018.
2.1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD
Sesuai cascade kinerja, Dinas Koperasi dan UKM DIY mendukung pencapaian sasaran Pemerintah Daerah meningkatnya kapasitas tata kelola pemerintahan yang didukung oleh program sinergitas tata kelola pemerintahan.
Terkait hal tersebut tujuan jangka menengah Dinas Koperasi dan UKM DIY selama lima tahun adalah :
Bab 2 Berisi :
1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD 2. Strategi dan Arah
Kebijakan
3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020 4. Perjanjian Kinerja Tahun
2020
5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja OPD
21
“Mewujudkan Perekonomian Yang Berkeadilan dan Berkeadaban Melalui Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa
Yogyakarta“
Adapun sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY dalam waktu lima tahun sebagai berikut:
Tabel II.1 Sasaran Strategis Dinas Koperasi dan UKM DIY, 2017-2022
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR
KINERJA SATUAN BASELINE 2017
TARGET TAHUNAN TARGET
AKHIR RENSTRA
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1
Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM
Omset
koperasi Rp. Juta 3,679,342 3,697,739 3,716,227 4,141,478 4,224,308 4,308,794 4,308,794 Omset
UKM Rp.
Milyar - 10,483 10,692 10,906 11,124 11,347 11,347
2
Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM
Persen - - 0,3 0,3 0,4 0,4 0,4
2.2. Strategi dan Arah Kebijakan
Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah, diuraikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan
SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
1. Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UKM
1. Mengoptimalkan komitmen pimpinan untuk meningkatkan dukungan terhadap pembinaan Koperasi
1. Meningkatkan sinergitas dengan stakeholder melalui Forum Pentahelix
2. Menerapkan kurikulum untuk pembinaan
KUMKM dengan optimal 2. Pembinaan dilakukan secara terstruktur dengan sistem Klastering dan kurikulum pada Aplikasi SIBAKULJOGJA
3. Mengembangkan inovasi pada pembinaan Koperasi dan UKM melalui offline maupun online yang mengarah pada digitalisasi bisnis dengan basis data dari aplikasi SIBAKULJOGJA
3. Pembinaan terhadap koperasi dan UKM berdasarkan basis data di SIBAKULJOGJA
4. Menciptakan kemitraan dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan baku dan pemasaran.
4. Melaksanakan Kemitraan antara KUMKM dengan Swasta dan BUMN.
5. Pemberdayaan Koperasi dan UKM dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan wilayah.
5. Penentuan Lokasi / peserta program kegiatan diprioritaskan pada kecamatan di wilayah miskin dan ketimpangan wilayah.
22
SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN 6. Mengoptimalkan regulasi terhadap
pemanfaatan produk lokal 6. Sosialisasi Peraturan / regulasi yang mendukung pengembangan Koperasi dan UMKM.
7. Meningkatkan kualitas dan inovasi produk
UKM agar dapat bersaing dengan produk asing. 7. Melaksanakan pembinaan dan sertifikasi produk UKM agar daya saing meningkat
8. Melakukan promosi dan evaluasi pemanfaatan produk Koperasi dan UKM melalui berbagai media
8. Melaksanakan promosi/pameran produk KUMKM DIY, melalui media yang inovatif.
9. Menyiapkan antisipasi dampak pada KUMKM
yang termasuk kelompok rentan 9. Melaksanakan fasilitasi untuk KUMKM yang terdampak covid 19
2. Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UKM
1. Pemberdayaan Wirausaha Baru dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan wilayah.
1. Pengembangan Enterprenurship pelaku Wirausaha Baru di wilayah miskin dan wilayah dengan ketimpangan pendapatan.
2. Menciptakan kemiteraan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan bahan baku dan pemasaran 2. Melaksanakan Kemitraan antara Wirausaha Baru dengan Swasta dan BUMN dalam pemenuhan bahan baku dan pemasaran.
3. Menghubungkan kemiteraan pelaku
Wirausaha Baru dengan penyedia modal. 3. Melaksanakan Kemitraan Wirausaha Baru dengan Koperasi, Perbankan dan BUMN penyedia Modal.
4. Meningkatkan kualitas dan inovasi produk
Wirausaha Baru agar dapat diterima pasar. 4. Peningkatan kualitas dan inovasi produk wirausaha baru
2.3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020
Struktur program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan tercapainya sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY tahun 2020 maupun program dan kegiatan pendukung sebagaimana tabel berikut:
Tabel II.3.1. Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2020
Sasaran Program/Kegiatan Sebelum
Perubahan (Rp) Setelah
Perubahan (Rp) Bertambah/
Berkurang (Rp) Meningkatnya
kapasitas usaha koperasi dan UKM
PROGRAM
PENGEMBANGAN UKM 17.372.356.889,00 10.372.657.028,00 (6.999.699.861,00) 1.1.1. Pelatihan Kapasitas
UKM (DAK) 2.118.470.000,00 1.971.370.000,00 (147.100.000,00)
1.1.2. Pelatihan Kelembagaan dan Usaha UKM
2.248.615.500,00 628.623.500,00 (1.619.992.000,00)
23
Sasaran Program/Kegiatan Sebelum
Perubahan (Rp) Setelah
Perubahan (Rp) Bertambah/
Berkurang (Rp) 1.1.3. Pemasaran Produk
UKM 13.005.271.389,00 7.772.663.528,00 (5.232.607.861,00)
1.1.4. PROGRAM
PENINGKATAN AKSES PEMBIAYAAN
320.595.000,00 50.820.000,00 (269.775.000,00)
1.2. Kemitraan Koperasi dengan Lembaga Pembiayaan
154.563.500,00 25.188.500,00 (129.375.000,00)
1.2.1. Kemitraan UKM dengan Lembaga Pembiayaan
166.031.500,00 25.631.500,00 (140.400.000,00)
1.3. PROGRAM PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHA BARU
1.309.224.900,00 968.278.500,00 (340.946.400,00)
1.3.1. Pelatihan
Kewirausahaan 493.395.900,00 58.826.000,00 (434.569.900,00) 1.3.2. Layanan Usaha
Wirausaha baru 815.829.000,00 909.452.500,00 93.623.500,00
1.4. PROGRAM
PENGEMBANGAN PERKOPERASIAN
3.346.431.000,00 1.747.101.000,00 (1.599.330.000,00)
1.4.1. Pengawasan dan
Penilaian Koperasi 247.776.000,00 6.886.000,00 (240.890.000,00)
Pelatihan SDM dan
Kelembagaan Koperasi 805.122.000,00 110.465.000,00 (694.657.000,00) Pemasaran Perkoperasian 512.003.000,00 1.120.000,00 (510.883.000,00)
1.4.2. Pelatihan Kapasitas
Koperasi (DAK) 1.781.530.000,00 1.628.630.000,00 (152.900.000,00)
Total Anggaran yang Berkaitan Langsung
dengan Pencapaian Sasaran 22.348.607.789 13.138.856.528 (9.209.751.261)
Tabel II.3.2. Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2020
No. Program/Kegiatan Sebelum
Perubahan (Rp) Setelah
Perubahan (Rp) Bertambah/
Berkurang (Rp)
1 2 3 4 5
1 1. Program Administrasi Perkantoran 1.491.211.500,00 1.031.519.500,00 (459.692.000,00)
1.1. Penyediaan Jasa, Peralatan dan Perlengkapan
Kantor 535.905.000,00 511.951.000,00 (23.954.000,00)
24
No. Program/Kegiatan Sebelum
Perubahan (Rp) Setelah
Perubahan (Rp) Bertambah/
Berkurang (Rp)
1 2 3 4 5
1.2. Penyediaan Jasa Pengelola Pelayanan
Perkantoran 353.032.500,00 350.932.500,00 (2.100.000,00)
1.3. Penyediaan Rapat-rapat
Koordinasi dan Konsultasi 602.274.000,00 168.636.000,00 (433.638.000,00)
2 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1.351.102.800,00 1.207.482.800,00 (143.620.000,00)
1.1.Pembangunan/Rehabilitasi
Rumah dan Gedung Kantor 360.000.000,00 372.000.000,00 12.000.000,00
1.2. Pengadaan Peralatan dan
Perlengkapan 747.707.800,00 675.538.800,00 (72.169.000,00)
1.3. Pemeliharaan Kendaraan
Dinas/Operasional 204.045.000,00 134.344.000,00 (69.701.000,00)
1.4. Pemeliharaan Peralatan
dan Perlengkapan 39.350.000,00 25.600.000,00 (13.750.000,00)
3
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Pelaporan Keuangan
148.086.500,00 87.036.500,00 (61.050.000,00)
4.1. Peyusunan Laporan
Kinerja SKPD 5.000.000,00 5.000.000,00 0,00
4.2. Penyusunan Laporan
Keuangan SKPD 9.000.000,00 7.320.000,00 (1.680.000,00)
4.3. Penyusunan Rencana Program Kegiatan SKPD serta Pengembangan Data dan Informasi
119.086.500,00 66.326.500,00 (52.760.000,00)
4.4. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan
Program/Kegiatan SKPD 15.000.000,00 8.390.000,00 (6.610.000,00) Total Anggaran Pendukung 2.990.400.803 2.326.038.804 664.362.005
25
2.4. Perjanjian Kinerja Tahun 2020
Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerjanya. Adapun Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY yang merepresentasikan kinerja instansi dengan Bapak Gubernur DIY sebagai berikut:
Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIYTahun 2020 No Sasaran
Strategis Indikator
Kinerja Satuan Target
Tahunan Triwulan Target 1 Meningkatnya
kapasitas usaha koperasi dan UKM
Omset
Koperasi Rp. Juta 4.141.478 Triwulan I 3.822.539 Triwulan II 3.928.852 Triwulan III 4.035.164 Triwulan IV 4.141.478 Omset
UKM Rp. Milyar 10,906 Triwulan I 10.799
Triwulan II 10.864 Triwulan III 10.889 Triwulan IV 10.906 2 Meningkatnya
kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM
persentase 0,3 Triwulan I 0,3
Triwulan II 0,3
Triwulan III 0,3
*Triwulan IV 0,3
Pada tahun 2020, Dinas Koperasi dan UKM DIY melaksanakan reviu Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Reviu dilakukan karena adanya refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk penangangan pandemi COVID-19 serta telah ditetapkannya Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Tahun 2020.
Perjanjian Kinerja (Reviu) Tahun 2020 adalah sebagai berikut:
Tabel II.5 Perjanjian Kinerja Reviu Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2020 No Sasaran
Strategis Indikator
Kinerja Satuan Target
Tahunan Triwulan Target 1 Meningkatnya
kapasitas usaha koperasi dan UKM
Omset
Koperasi Rp. Juta 4.141.478 Triwulan I 3.822.539 Triwulan II 3.928.852 Triwulan III 4.035.164 Triwulan IV 4.141.478
26
No Sasaran
Strategis Indikator
Kinerja Satuan Target
Tahunan Triwulan Target Omset
UKM Rp. Milyar 10,906 Triwulan I 10.799
Triwulan II 10.864 Triwulan III 10.889 Triwulan IV 10.906 2 Meningkatnya
kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM
persentase 0,3 Triwulan I 0,3
Triwulan II 0,3
Triwulan III 0,3
*Triwulan IV 0,3
Keterangan Tambahan:
1. Indikator kinerja dan target kinerja tidak berubah, tetapi volume anggaran berkurang 29,3% sehubungan adanya refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk penangangan pandemi COVID-19.
2. Data capaian kinerja tersedia pada triwulan IV.
3. Mengelola Anggaran BTT sebesar Rp. 2.206.446.500,00 untuk kegiatan Pemberdayaan UMKM untuk pembuatan masker, Pemberdayaan UMKM untuk pembuatan wastafel gerabah, Subsidi biaya administrasi pemasaran via marketplace, Aplikasi hub pemasaran, Media campaign promosi digital, Belanja ongkos kirim produk, Campaign pemulihan ekonomi produk UMKM, Penumbuhan Wirausaha Baru, Fasilitasi menuju izin edar produk UMKM, Pendampingan Sertifikasi IUMK dan Pendampingan Sertifikasi PIRT.
4. Mengelola Anggaran Dekonsentrasi sebesar Rp. 1.623.041.000,00 untuk kegiatan Dukungan Pemberdayaan KUMKM di Daerah.
27
2.5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja 1. SENGGUH
Instrumen pendukung penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY adalah aplikasi sengguh.jogjaprov.go.id yang mengintegrasikan perencanaan termasuk Rencana Operasional Pelaksanaan Kegiatan (ROPK), anggaran kas, monitoring dan evaluasi capaian kinerja bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan OPD.
Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK, Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP
Sumber:http://sengguh.jogjaprov.go.id/
2. ONLINE DATA SYSTEM (ODS)
Selain itu Dinas Koperasi dan UKM DIY juga menggunakan instrument pengolah data yang disebut aplikasi ODS atau Online Data System. Dalam hal ini data yang diolah adalah data Koperasi dan UMKM. Aplikasi ODS merupakan Aplikasi yang dimiliki Kementerian Koperasi dan UKM RI yang dapat diakses oleh Dinas Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.
Aplikasi ODS dibagi menjadi dua yaitu ODS Koperasi yang memuat data Koperasi dan ODS UMKM yang memuat data UMKM nasional. Data Koperasi diperoleh dari gabungan data Koperasi kabupaten/kota sedangkan data UMKM merupakan rekap data by name by address UMKM seluruh kabupaten/kota yang telah dikompilasi dengan data UMKM hasil Sensus ekonomi dari BPS. ODS Koperasi telah berjalan sejak tahun 2015, namun ODS UMKM baru mulai di launching pada tahun 2018. Aplikasi ODS juga mengelola proses sertifikasi Nomor Induk Koperasi (NIK) bagi Koperasi dan Nomor Catatan Usaha (NCU) bagi UMKM.
28
Dengan adanya Aplikasi ODS sangat mendukung pencapaian indikator kinerja Dinas Koperasi dan UMKM khususnya dalam hal kelengkapan data yang menjadi dasar perhitungan capaian indikator kinerja.
Gambar II.2. Tampilan aplikasi ODS
3. SIBAKUL JOGJA
Untuk mendukung pelaksanaan program kegiatan terkait pendataan Koperasi dan UKM kabupaten kota di wilayah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY membangun Aplikasi SIBAKUL JOGJA. Hal ini sangat diperlukan agar pembinaan lebih efektif dan tepat sasaran mengingat Pembinaan Koperasi dan UMKM yang masih belum terstruktur, belum sesuai dengan kebutuhan dan masih bersifat umum. Selain itu rentang kriteria ukuran omset pada masing-masing skala usaha yang cukup jauh, menyulitkan pelaku usaha untuk memenuhi kriteria usaha yang naik kelas. Aplikasi SIBAKUL Jogja diharapkan dapat memudahkan proses bisnis pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran indikator kinerja dengan dukungan fitur penilaian kesehatan koperasi secara online serta pendataan Koperasi, aduan anggota koperasi serta klastering Koperasi dan UKM.
29
Gambar II.3. Tampilan aplikasi SIBAKUL JOGJA
30
BAB 3
Akuntabilitas Kinerja
3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020
Dinas Koperasi dan UKM DIY telah melaksanakan pengukuran kinerja atas kinerja yang diperjanjikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan Bapak Gubernur DIY tahun 2020. Pengukuran mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencana- an, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah dengan skala nilai peringkat kinerja sebagaimana tabel berikut:
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja
Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 No. Interval Nilai Realisasi
Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi
Kinerja Kode
1. 91 ≤ 100 Sangat Baik Hijau Tua
2. 76 ≤ 90 Tinggi Hijau Muda
3. 66 ≤ 75 Sedang Kuning Tua
4. 51 ≤ 65 Rendah Kuning Muda
5. ≤ 50 Sangat Rendah Merah
Bab 3 Berisi :
1. Capaian Kinerja Tahun 2020
2. Realisasi Anggaran 3. Inovasi
31
Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 NO SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR / META
INDIKATOR SATUAN Base line
2017 Capaian 2019
TAHUN 2020 TARGET
AKHIR RPJMD TARGET REALISASI PERSENTASE KRITERIA/ KODE
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1
Meningkat nya kapasitas usaha koperasi dan UMKM
Indikator : nilai omzet koperasi tahun n (Juta
Rupiah) juta
rupiah 3,679,342 4,325,217 4,141,478 4,142,871 100.03 Sangat
Baik 4,308,794 Meta
Indikator : Jumlah Omset Koperasi di DIY tahun n Indikator:
Rp Milyar n/a 10,783 10,906 10,964 100.53 Sangat
Baik 11,347 nilai omset
UKM tahun n Meta Indikator : Jumlah Omset UKM di DIY tahun n
2
Meningkat nya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Indikator:
% 0.2 0.3 0.3 0.4 133.33 Sangat
Baik 0.4
Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM Meta Indikator : Prosentase wirausaha baru tahun n dibandingk an dengan jumlah UKM tahun n
Adapun analisis capaian kinerja per sasaran stategis diuraikan sebagai berikut:
32
3.1.1. Sasaran 1: Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM
Kinerja sasaran Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM diukur dengan 2 (dua) indikator. Penjelasan hubungan sasaran, indikator dan meta indikator adalah sebagai berikut:
Tabel III.3 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan Sasaran 1
NO Sasaran Indikator Meta Indikator
1 2 3 4
1 Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM
1. Prosentase nilai omzet koperasi tahun n (Juta Rupiah)
Jumlah Omset Koperasi di DIY tahun n
2. nilai omset UKM tahun n Jumlah Omset UKM di DIY tahun n
Omset disebut juga Volume usaha sedangkan Jumlah Omset Koperasi didapatkan dari total omset Koperasi sektor riil dan simpan pinjam baik badan hukum provinsi maupun kabupaten kota pada tahun 2020.
Gambar III.1 Rekap Omset Koperasi pada Aplikasi ODS
Disisi lain target capaian indikator sasaran Omset UKM tahun 2020 didapatkan dari jumlah Omset UMKM kabupaten dan Kota dalam satu tahun.
33
Rekap data diperoleh dari kabupaten kota maupun dari pendataan langsung pada saat UMKM mengikuti pembinaan melalui bimtek maupun diklat.
Kinerja sasaran Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM pada Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
Tabel III.4 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020
No Indikator
Sasaran Capaian 2019 2020 Target
Akhir Renstra
(2022)
Capaian s/d 2020 terhadap target 2022 Target Realisasi % (%)
Realisasi*
1 2 3 4 5 6 7 8
1
Omset Koperasi (juta rupiah)
4,325,218
4,141,478
4,142,871 100.03 4,308,794 96.15
2
Omset UKM (Milyar Rupiah)
10,783
10,906
10,964 100.53 11,347 96.62
Berdasarkan Tabel 3.4 Capaian Kinerja Tahun 2020, dapat dilakukan analisis sebagai berikut:
Capaian sasaran strategis 1 “Meningkatnya kapasitas usaha Koperasi dan UMKM” diukur dengan
a) indikator Omset Koperasi (Omset Koperasi tahun n).
Target capaian indikator sasaran Omset Koperasi tahun 2020 sebesar 4,141,478 Juta Rupiah, sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 4,142,871 Juta Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.3%.
Capaian Omset Koperasi tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan, dimana Omset Koperasi Tahun 2019 sebesar 4.325.218 Juta Rupiah. Namun demikian target capaian omset Koperasi tahun 2020 telah tercapai. Penurunan Omset Koperasi disebabkan adanya penurunan aspek kelembagaan koperasi.
34
- Pada masa pandemi, pembatasan jam operasional koperasi disertai daya beli masyarakat yang cenderung turun drastis karena mengalami penurunan pendapatan berdampak pada omset koperasi sektor riil.
- Selain itu aspek likuiditas koperasi juga mengalami penurunan.
Sebagian besar anggota koperasi tidak dapat membayar angsuran karena tidak punya pendapatan, sehingga kredit macet meningkat dan menurunkan likuiditas koperasi. Selain itu sebagian besar anggota koperasi menarik simpanan wajib sehingga koperasi simpan pinjam tidak dapat menyalurkan dana pinjaman.
Faktor Pendukung keberhasilan
Upaya pembinaan dan pendampingan yang menyeluruh yang telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Koperasi sehingga berdampak pada peningkatan volume usaha / omset Koperasi. Faktor pendukung peningkatan volume usaha koperasi dilakukan melalui:
1. sosialisasi akses pembiayaan yang menjadi sarana penyebaran informasi tentang prosedur untuk mendapatkan akses pembiayaan baik dari Lembaga Keuangan Bank (LKB) maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
2. Adanya Pandemi Covid-19, pemerintah pusat melalui LPDB memberikan kemudahan skema permodalan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sehingga banyak Koperasi terbantu dalam mendapatkan modal usaha, diantaranya melalui Subsidi bunga bagi Koperasi dan UMKM dan Pinjaman Bunga Ringan sebesar 3%. Realisasi pembiayaan LPDB untuk koperasi pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp. 2.000.000.000,00 yang sangat mendukung usaha koperasi sehingga dapat menaikkan omset di masa pandemi. Hal ini dapat dilihat pada tabel keragaan Koperasi berikut :
35
Tabel III.5. Tabel Keragaan Koperasi Tahun 2016 s.d 2020
No Uraian 2016 2017 2018 2019 2020
1 Koperasi Aktif 2.427 1.782 1.926 1.722 1.758
2 Volume Usaha
(RpJuta) 4.473.800 3.678.342 4.394.362 4.325.218 4.142.871
b) indikator Omset UKM (Omset UKM tahun n).
Target capaian indikator sasaran Omset UKM tahun 2020 sebesar 10,906 Milyar Rupiah; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 10,964 Milyar Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.53% dan jika dibandaingkan dengan target sampai dengan target akhir RPJMD, Sasaran Strategis 1 akan diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai. Capaian omset tersebut didapat dari akumulasi omset Galeri YIA sebesar Rp.
615.668.786,00 , Omset SMESCO Rp. 54.118.800,00 , Markethub Free Ongkir Rp. 2.689.249.395,00 , Omset UKM Peserta Diklat/Pelatihan Rp.
873.965.000,00 dengan jumlah UMKM per 31 Desember 2020 sebanyak 287.682 UMKM.
Faktor Pendukung keberhasilan
Pandemi Covid-19 mengakibatkan lesunya perekonomian, lokasi wisata sepi ditinggalkan pengunjung, pelaku UMKM banyak yang menutup usaha karena menurunnya daya beli masyarakat, banyaknya pemutusan atau dirumahkannya sebagian pekerja, dan menurunnya omset pelaku usaha pada sektor jasa/perdagangan. Dalam upaya untuk mengungkit kenaikan omset UMKM Dinas Koperasi UKM DIY berinisiatif membantu pemasaran KUMKM yang ada pada wilayah DIY dengan cara sebagai berikut :
36