• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN ANGGARAN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN ANGGARAN 2014"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

INSTANSI PEMERINTAH

(LKjIP)

TAHUN ANGGARAN

2014

DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

KABUPATEN MUSI RAWAS

2015

(2)

i

Kata Pengantar

erdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, semua instansi pemerintah setingkat eselon II ke atas dituntut untuk menyusun Perencanaan Strategis (Renstra) dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) setiap tahun berdasarkan sasaran/kegiatan yang tercantum didalam Renstra.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para pejabat struktural, fungsional dan seluruh staf di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas, yang telah memberikan kontribusi pemikiran dan masukan yang sangat mendukung terselesaikannya laporan ini. Akhirnya kami harapkan kritik dan saran membangun dari pembaca untuk penyempurnaan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini, serta harapan ini dapat menjadi

feed back bagi peningkatan kinerja Dinas Peternakan dan Perikanan

Kabupaten Musi Rawas tahun berikutnya, sekaligus mendorong percepatan terwujudnya Good Governance di negeri ini.

Muara Beliti, Maret 2015

KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MUSI RAWAS

Ir. Bambang Harian, MH

Pembina Utama Muda NIP. 19601110 199111 1 001

B

(3)

ii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR LAMPIRAN ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Gambaran Pelayanan SKPD ... 1

B.. Tugas Pokok dan Fungsi ... 2

C. Struktur Organisasi ... 3

D. Maksud dan Tujuan LAKIP ... 7

E. Sistematika Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ... 8

BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 10

A. Perencanaan Strategis ... 10

B. Strategi dan kebijakan ... 14

C. Rencana Kerja ... 21

D. Perjanjian Kinerja……….24

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 30

A. Analisis Capaian Kinerja ... 30

B. Realisasi Anggaran ... 52

C. Aspek Pendukung ... 55

D. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tahun Lalu ... 59

(4)

iii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I : Rencana Kinerja Tahunan LAMPIRAN II : Pengukuran Kinerja LAMPIRAN III : Rencana Stratejik LAMPIRAN IV : Foto kegiatan

(5)
(6)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Gambaran Pelayanan SKPD

erdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Nomor 2 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Musi Rawas (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2008 Nomor 2). Dinas Peternakan dan Perikanan didirikan sebagai Dinas Otonom setingkat eselon II yang memiliki kewenangan otonomi di bidang Peternakan dan Perikanan di Kabupaten Musi Rawas.

Kedudukan Dinas Peternakan dan Perikanan sebagai Dinas Otonom, maka segala kebijakan di Bidang Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas berada di bawah kendali Dinas Peternakan dan Perikanan, dengan selalu mengacu pada Kebijakan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dalam hal ini pada Bupati Musi Rawas sebagai pengambil kebijakan tertinggi di Kabupaten Musi Rawas.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu lembaga daerah sebagai unsur penunjang Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Dinas Peternakan dan perikanan Kab.Musi Rawas dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.Musi Rawas mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di bidang Peternakan dan Perikanan guna memanfaatkan secara optimal

(7)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

2

seluruh potensi dan sumber daya alam di Kabupaten Musi Rawas dengan tetap memperhatikan tata ruang serta kebutuhan masyarakat

B.

Tugas Pokok dan Fungsi

erdasark an Ke putus an Bu pati Mus i Ra was No mor 54 T ahun 2008 tenta ng Pen jab ara n T ugas Pok ok dan Fungs i Din as Peternak an da n Perik ana n Ka bupat en Musi R awas, T ugas Dinas Peter nak an dan Per ik anan a dal ah mel ak sanak an urusan p e meri ntaha n daer ah di bi dan g P eternak an da n Perik anan, d ipi mpin ole h Kep al a Din as yan g b erk eduduk an di bawa h d an bertan ggu ng jaw a b k epada Bup ati me lal ui Sek retaris Daera h.

Untuk me lak sanak an tu gas di atas, Di nas P etern ak an da n Perik anan Ka bup aten Musi R aw as me n yel en ggar ak an fungsi :

a. Pen yusu na n pere ncan aa n bid an g petern ak an dan Perik an an;

b. Peru musa n k ebijak an te k nis bid ang p eternak an da n per ik anan;

c. Pelak sana an urusa n pe mer inta han da n p ela yan an u mu m bid a ng peternak an d an per ik anan;

d. Pembin aa n, k oordinas i, pen ge n dali an dan fas ilitas i pe lak sana an k egiatan bid an g petern ak an, perik anan, bin a usah a petern ak an dan p erik anan, serta k esehata n hewa n da n ik an;

e. Pelak sana an k egi atan pe nata usaha an Di nas P eternak an d an Perik anan;

f. Pembin aa n terhad ap U nit Pelak sana T ek nis pada Di nas Peternak an da n Perik ana n;

g. Pelak sana an tug as l ain yang di berik an o leh B upati, s esua i bi d ang tugas da n fungsi n ya.

(8)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

3

C.

STRUKTUR ORGANISASI

truktur organisasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Nomor 2 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2008. Selanjutnya untuk tertib pelaksanaan disusun uraian tugas dan fungsi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas. Uraian tugas dan fungsi Dinas tersebut ditetapkan dengan Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas dalam pasal 2 disebutkan bahwa Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas mempunyai struktur organisasi terdiri dari:

1. Sekretariat Dinas, terdiri dari : Subbag Umum dan Kepegawaian, Subbag Keuangan, Subbag Perlengkapan.

2. Bidang Peternakan, terdiri dari : Seksi Produksi Peternakan, Seksi Nutrisi dan makanan ternak, Seksi Penyebaran dan Pengembangan Ternak.

3. Bidang Perikanan, terdiri dari : Seksi Produksi Perikanan, Seksi Sumber Hayati, Seksi Sarana dan Prasarana.

4. Bidang Bina Usaha, terdiri dari : Seksi Perizinan dan Permodalan, Seksi Informasi Pasar dan Teknologi, Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan dan Perikanan.

5. Bidang Kesehatan Hewan dan Ikan, terdiri dari : Seksi Kesehatan Hewan, Seksi Kesehatan ikan, seksi kesehatan Masyarakat Veteriner.

6. Bidang Bina Program, Terdiri dari : Seksi Perencanaan, Seksi Data Peternakan dan Perikanan, Seksi Evaluasi dan Pelaporan.

7. Kelompok jabatan fungsional

8. UPT Dinas Peternakan dan Perikanan sebanyak 10 terdiri dari : poskeswan Tugumulyo, Poskeswan Purwodadi, Poskeswan Megang Sakti, Poskeswan Muara Lakitan, Poskeswan Simpang Semambang, Pasar Hewan, Pasar Benih

(9)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

4

Ikan, Balai Benih Ikan, Rumah Potong Hewan dan Rumah Potong Ayam (RPH & RPA), dan Sentra Pengembangan Pembibitan Peternakan (SP3).

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas dipimpin oleh satu orang kepala dinas. Dalam melakanakan tugasnya kepala dinas dibantu oleh satu sekretaris, 5 kepala bidang, 10 kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD). Sekretaris dibantu oleh 3 kasubbag, sementara masing-masing kepala bidang dibantu oleh 3 kepala seksi.

Unit pelaksana teknis dinas merupakan perpanjangan tangan dari kepala dinas yang berada di kecamatan. Unit pelaksana teknis dinas dipimpin oleh kepala UPTD. Kepala UPTD dibantu oleh kepala sub bagian tata usaha. Struktur organisasi Dinas Peternakan dan Perikanan dapat dilihat pada bagan di bawah ini:

(10)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

5

Gambar 1.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas

SUB BAG KEPEGAWAIAN SUB BAG PERLENGKAPAN BIDANG

PETERNAKAN PERIKANAN BIDANG

SEKSI PRODUKSI PETERNAKAN

SEKSI PENYEBARAN DAN PENGEMBANGAN

SEKSI NUTRISI & MAKANAN TERNAK SEKSI PRODUKSI PERIKANAN SEKSI PERIZINAN DAN PERMODALAN SEKSI

SUMBER HAYATI SEKSI INFORMASI PASAR

SEKSI SARANA & PRASARANA PERIKANAN

SEKSI PENGOLAHAN HASIL & PEMASARAN SEKRETARIAT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL UPTD-UPTD SUB BAG KEUANGAN KEPALA DINAS BIDANG BINA USAHA BIDANG PROGRAM SEKSI PERENCANAAN SEKSI DATA NAKKAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI KESWAN SEKSI KESMAVET SEKSI KESKAN BIDANG KESWANKAN

(11)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

6

D.

Permasalahan Utama (Strategic Issued)

ub sektor Peternakan dan Perikanan sebagai salah satu sub sektor unggulan di Kabupaten Musi Rawas dituntut untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam meningkatkan PDRB Kabupaten Musi Rawas dari Sektor Pertanian. Realitas di masyarakat menunjukkan bahwa usaha peternakan dan perikanan mulai meningkatkan pendapatan masyarakat, apalagi kalau usaha Peternakan dan Perikanan tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh dan secara intensif.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015, maka dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang merupakan isu stratejik pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas sebagai berikut:

1. Kualitas dan kuantitas bibit ternak dan benih ikan yang masih perlu ditingkatkan, agar produktivitas ternak dan ikan meningkat.

2. Ketrampilan peternak dan pembudidaya ikan yang masih perlu ditingkatkan, sehingga pengelolaan usaha peternakan dan perikanan menjadi usaha yang menguntungkan.

3. Usaha Peternakan dan Perikanan masih banyak yang dilakukan secara ekstensif dengan skala usaha yang masih kecil.

4. Adanya kasus-kasus penyakit ternak dan peracunan ikan yang masih sering terjadi sehingga menyebabkan kerugian peternak dan pembudidaya ikan. 5. Kurangnya akses permodalan yang menyebabkan usaha peternakan dan

perikanan kurang cepat berkembang.

6. Usaha pengolahan dan pengawetan produk peternakan dan perikanan masih perlu dikembangkan agar memberi nilai tambah dan meningkatkan pendapatan.

7. Mahalnya harga saprodi, seperti pakan ternak dan ikan yang menyebabkan rendahnya margin keuntungan peternak dan pembudidaya ikan.

(12)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

7

E.

Maksud dan Tujuan LAKIP

aporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Peternakan dan Perikanan disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dinas Peternakan dan Perikanan telah menyusun Renstra Lima Tahunan 2010-2015 yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015. Selanjutnya Restra tersebut dijabarkan dalam Rencana Kerja (Renja) tahunan, yang berisi Rencana Kegiatan dan indikator kinerja tahunan.

Guna mengetahui tingkat keberhasilan dari Indikator Kinarja yang telah disusun tersebut, maka diperlukan sistem pelaporan yang berisi tingkat capaian kinerja yang telah disusun tersebut secara terukur, yaitu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP).

Berdasarkan hal tersebut, maka maksud dan tujuan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas adalah :

 Sarana pertanggungjawaban Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas atas capaian kinerja yang berhasil diperoleh selama tahun 2014.

 Sarana Evaluasi pencapaian kinerja oleh Dinas Peternakan dan Perikanan bagi upaya perbaikan dimasa mendatang.

(13)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

8

F.

Sistematika Laporan Kinerja Instansi

Pemerintah

aporan Kinerja Instansi Pemerintah ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja SKPD selama tahun 2014. Capaian kinerja (performance results) 2014 tersebut diperbandingkan dengan Rencana Kinerja (performance plan) 2014 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Kinerja tahun 2014 telah disesuaikan dengan Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 tanggal 20 November 2014 yang diundangkan pada tanggal 1 Desember 2014 sebagai berikut:

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan terdiri dari Data Umum Organisasi, Struktur organisasi, Aspek Strategis Organisasi dan Permasalahan Utama (isu strategis) Organisasi, Maksud & Tujuan, dan Sistematika Penyajian.

Bab II Perencanaan Kinerja terdiri dari: Rencana Strategis, Renja dan Perjanjian Kinerja

Bab III Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 terdiri dari : Capaian Kinerja Organisasi dan Realisasi Anggaran.

Bab IV Penutup terdiri dari : Simpulan umum atas capaian kinerja

Organisasi, dan Langkah yang akan dilakukan di masa mendatang.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

- Indikator Kinerja Utama (IKU)

- Matrik Renstra (RS)

(14)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

9 - Rencana Kinerja Tahunan (Renja)

- Perjanjian Kinerja

- Pengukuran Kinerja (PK)

(15)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

10

BAB II

PERENCANAAN

KINERJA

A.

Perencanaan Strategis

encana Strategis Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas merupakan suatu perencanaan yang disusun dan dirumuskan dalam 5 Tahun (2010-2015). Rencana Strategis sebagaimana yang tertuang dalam pedoman penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Suatu Rencana Strategis setidaknya memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya.

1 Visi dan Misi

Mengacu pada batasan tersebut dan dengan memperhatikan kondisi objektif dan kompleksitas permasalahan, maka ditetapkan visi Dinas Peternakan dan Perikanan tahun 2010-2015 sebagai berikut :

“Musi Rawas Sentra Produksi Ternak dan Ikan”.

Makna Visi

Visi Dinas Peternakan dan Perikanan tersebut adalah cita-cita kedepan yang ingin dicapai masyarakat Kabupaten Musi Rawas di Bidang Peternakan dan Perikanan yaitu menjadikan Musi Rawas sebagai sentra produksi ternak dan ikan

(16)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

11

melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal antara lain SDM peternak dan pembudidaya ikan, diberdayakan agar mampu mengelola potensi SDA yang tersedia di Kabupaten Musi Rawas secara mandiri bijaksana serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai bentuk tantangan.

Berdasarkan visi tersebut, maka Dinas Peternakan dan Perikanan menetapkan tiga misi pembangunan yaitu:

a. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan;

b. Peningkatan pendapatan peternak, pembudidaya ikan dan nelayan; c. Peningkatan kompetensi aparatur dan pelayanan teknis;

Makna Misi

Misi Pertama

“ Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan ”

Potensi bidang peternakan dan perikanan yang ada di Kabupaten Musi Rawas, seperti Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan ternak ikan harus digali dan dikembangkan sebaik-baiknya agar produksi dan produktivitasnya meningkat.

Misi Kedua

“ Peningkatan pendapatan peternak, pembudidaya ikan dan nelayan ”

Usaha dibidang agribisnis/agroindustri peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas masih sangat besar peluangnya dan berpotensi dalam menggerakkan ekonomi pedesaan. Untuk itu perlu dipacu dan difasilitasi perkembangan agribisnis/agroindustri bidang peternakan dan perikanan sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan.

(17)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

12 Misi Ketiga

“ Peningkatan kompetensi aparatur dan pelayanan teknis ”

Guna meningkatkan profesionalisme pegawai dan Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan perlu ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang teknis dan administrasi dengan pelatihan, bintek, magang, dan pendidikan.

2. Tujuan dan Sasaran a. Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran dan implementasi dari pernyataan visi dan misi sebagai hasil akhir yang akan dicapai. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas menetapkan sejumlah tujuan yang relevan untuk setiap misi, yaitu :

1. Terwujudnya swasembada daging, telur dan ikan

2. Meningkatkan pengendalian penyakit ternak dan ikan serta kesehatan masyarakat veteriner;

3. Meningkatkan kemampuan mengakses permodalan dan pemasaran. 4. Meningkatkan ketrampilan teknis aparatur dan pelayanan.

Tabel II. 1 Misi dan Tujuan

No Misi Tujuan

1 Meningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan

1.1 Terwujudnya swasembada daging, telur dan ikan

1.2 Meningkatkan pengendalian penyakit ternak dan ikan serta kesehatan masyarakat veteriner

2 Meningkatan pendapatan

peternak, pembudidaya ikan dan nelayan

2.1 Meningkatkan kemampuan mengakses pemodalan dan pemasaran

(18)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

13

No Misi Tujuan

3 Meningkatan kompetensi

aparatur dan pelayanan teknis

3.1 Meningkatkan keterampilan teknis aparatur dan pelayanan

b. Sasaran

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai dalam rumusan yang spesifik, terukur, dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan dan misi. Sasaran yang ditetapkan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014 adalah :

1. Meningkatnya produksi peternakan 2. Meningkatnya produksi perikanan 3. Tidak terjadinya penyakit zoonosis.

4. Meningkatnya masyarakat yang mengikuti sosialisasi kesehatan hewan. 5. Meningkatnya pelayanan pengobatan ternak

6. Meningkatnya bantuan permodalan kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternak;

7. Meningkatnya akses pemasaran produk peternakan dan pembudidaya ikan. 8. Meningkatnya Ketrampilan teknis aparatur

9. Meningkatnya pelayanan inseminasi buatan 10. Meningkatnya akseptor inseminasi buatan (IB)

Tabel II. 2

Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran

No Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Sasaran

1

Misi Kesatu

Meningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan

1.1.1.Meningkatnya produksi peternakan

1. Produksi daging (kg/thn) 2. Produksi telur (kg/thn)

(19)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

14

No Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Sasaran

1.2.2.Meningkatnya produksi perikanan 1.3.3.Meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan

1. Produksi ikan (kg/thn)

2. Produksi benih ikan (ekr/thn)

1. Tidak terjadinya penyakit zoonosis

2. Sosialisasi kesehatan hewan, ikan & masyarakat vetetiner (org)

3. Layanan pengobatan ternak (ekor) 2 Misi Kedua 2.1 Meningkatan pendapatan peternak, pembudidaya ikan dan nelayan 2.1.1.Meningkatnya bantuan permodalan kepada kelompok tani budidaya ikan dan peternakan 1. Kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbankan (klp)

2. Partisipasi pameran yang diikuti (kali) 3 Misi Ketiga 3.1 Meningkatan kompetensi aparatur dan pelayanan teknis 3.1.1.Meningkatnya pelayanan inseminasi buatan dan keterampilan teknis aparatur 1. Pelayanan inseminasi buatan (kali)

2. Jumlah aseptor IB (ekor)

3. Peningkatan kemampuan teknis aparatur (org)

B.

Strategi dan Kebijakan

trategi adalah keseluruan cara atau langkah dengan penghitungan yang pasti untuk mencapai tujuan atau mengatasi persoalan. Sehingga strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan–kebijakan dan program-program.

(20)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

15

Sub sektor Peternakan dan Perikanan sebagai salah satu sub sektor unggulan di Kabupaten Musi Rawas dituntut untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam meningkatkan PDRB Kabupaten Musi Rawas dari Sektor Pertanian. Realitas di masyarakat menunjukkan bahwa usaha peternakan dan perikanan mulai meningkatkan pendapatan masyarakat, apalagi kalau usaha Peternakan dan Perikanan tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh dan secara intensif.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015, maka dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang merupakan strategi pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas sebagai berikut:

Misi 1 : Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan Strategi :

1. Peningkatan kinerja aspek bibit, pakan, kesehatan, reproduksi dan fisiologi ternak serta tatalaksana pemeliharaan.

2. Peningkatan aspek-aspek perbenihan, pakan, kesehatan, reproduksi dan fisologi ikan dan tatalaksana pemeliharaan yang sesuai dengan kaidah cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan cara pemebenihan ikan yang baik (CPIB) 3. Pengembangan sarana dan prasarana perikanan yang selaras dengan konsep

kawasan minapolitan

4. Pengembangan sarana dan prasarana peternakan

5. Peningkatan pengendalian penyakit hewan dan kesehatan masyarakat veteriner

(21)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

16 Misi 2 : Peningkatan pendapatan peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Strategi :

1. Fasilitas permodalan bagi peternakan dan pembudidaya ikan 2. Pembinaan kelompok tani ternak dan ikan

3. Pemberian bantuan ternak dan ikan

4. Sosialisasi terhadap peternak dan pembudidaya ikan pemula 5. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan

6. Peningkatan informasi pasar produk peternakan dan perikanan

Misi 3 : Peningkatan kompetensi aparatur dan pelayanan teknis Strategi :

1. Peningkatan profesionalisme aparatur

2. Pengadaan sarana dan prasarana pelayanan teknis 3. Penerapan standar operasional prosedur

4. Peningkatan pencarian investor

Kebijakan adalah suatu arah tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu lingkungan untuk mencapai suatu tujuan, atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu. Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan–ketentuan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam mewujudkan sasaran, tujuan serta visi dan misi satuan kerja perangkat daerah. Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.Musi Rawas telah menetapkan kebijakan adalah :

Misi 1 : Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan Kebijakan :

1. Penggunaan induk ikan unggul dan bersertifikat pada Unit Pembenihan Rakyat dan BBI

(22)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

17

2. Pelaksanaan dan pengembangan inseminasi buatan, embrio transfer dan kawin alami dari benih penjatan unggul

3. Pengembangan pola pemeliharaan ternak yang efektif dan efisien dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stage holder)

4. Pelaksanaan dan pengembangan kaidah CPIB dan CBIB pada pembudidaya ikan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stage holder)

5. Perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana perikanan yang berwawasan lingkungan dengan konsep kawasan minapolitan

6. Perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana peternakan yang berwawasan lingkungan

7. Peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner

8. Peningkatan pelayanan kesehatan ikan dan lingkungan

Misi 2 : Peningkatan pendapatan peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Kebijakan :

1. Peningkatan aksesibilitas peternak dan pembudidaya ikan terhadap sumber permodalan dan teknologi

2. Peningkatan skala usaha ternak dan ikan 3. Penguatan dan pengembangan kelembagaan

4. Peningkatan kompotensi peternak, pembudidaya ikan dan nelayan

5. Peningkatan akses pemasaran produk peternakan dan perikanan dengan pendekatan informasi teknologi (IT)

6. Memfasilitasi pemangku kepentingan dalam pengembangan investasi usaha bidang peternakan dan perikanan

(23)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

18 Misi 3 : Peningkatan kompetensi aparatur dan pelayanan teknis

Kebijakan :

1. Peningkatan kompetensi teknis aparatur 2. Peningkatan sarana dan prasarana teknis

3. Peningkatan penerapan system prosedur pelayanan

1. Penentuan Program Kerja a. Program

Sebagai perwujudan dari beberapa kebijakan dan strategi dalam rangka mencapai setiap tujuan strategisnya, maka langkah operasionalnya harus dituangkan ke dalam program dan kegiatan. Program dan kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sesuai dengan visi dan misi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas adalah :

Misi Pertama : Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan

No. Program

1. 2. 3. 4.

Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

Misi Kedua : Meningkatan pendapatan peternak, pembudidaya ikan dan nelayan

No. Program

1. 2. 3.

Program Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan

Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

(24)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

19 Misi Ketiga : Meningkatan kompetensi aparatur dan pelayanan teknis

No. Program 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Program pelayanan Administrasi Perkantoran

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan

b. Kegiatan

Kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sesuai dengan visi dan misi, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas mempunyai kegiatan disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel II.3 Program dan Kegiatan

Program Uraian Kegiatan

1 2

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

2. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 3. Penyediaan Jasa Kebersihan

4. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja

5. Penyediaan Alat Tulis Kantor 6. Penyediaan Barang Cetakan dan

Penggandaan

7. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bagunan Kantor 8. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan

Kantor

9. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 10. Penyediaan Bahan Bacaan & Peraturan

Perundangan-undangan

11. Penyediaan Makanan dan Minuman 12. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke

(25)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

20

Program Uraian Kegiatan

1 2

13. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke dalam daerah

14. Penyediaan Jasa Pendukung Administrasi Teknis/Perkantoran

15. Penyediaan Jasa Dokumentasi, Publikasi dan Dekorasi

16. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

17. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 2. Program Peningkatan

Sarana dan Prasarana Aparatur

1. Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional

2. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 3. Pengadaan Mebeleur

4. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas

5. Rehabilitas Sedang/Berat Rumah Gedung Kantor

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

1. Bimbingan Teknis Implementsi Peraturan Perundang-Undangan

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

1. Penyusunan Dokumen Pelaksanaan dan Kinerja SKPD

5. Program Pengembangan Budidaya Perikanan

1. Pengembangan Bibit Ikan Unggul 2. Pendamping pada Kelompok Tani

Pembudidaya Ikan

3. Pembinaan dan Pengembangan Perikanan 4. Pembangunan/pengembangan Sarana dan

Prasarana Budidaya Perikanan 5. Monitoring dan Evaluasi

6. Pengembangan Kawasan Minapolitan 6. Program Pengembangan

Perikanan Tangkap

1. Pendamping pada kelompok nelayan perikanan tangkap

7. Program Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan

1. Peralatan dan pengadaan alat pengolahan hasil perikanan

2. Pengembangan dan Pemasaran Hasil Perikanan

8. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik

1. Penyusunan dan Pengumpulan Data dan Statistik Daerah

(26)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

21

Program Uraian Kegiatan

1 2

Daerah

9. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

1. Pemusnahan ternak yang terjangkit penyakit endemik

2. Pengawasan Perdagangan Ternak Antar Daerah

3. Pelayanan, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Ternak

10.Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

1. Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembibitan Ternak

2. Pembibitan dan Perawatan Ternak

3. Pendistribusian Bibit Ternak Kepada Masyarakat

4. Penyelenggaraan UPT Dinas Peternakan dan Perikan

5. Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Peternakan

11.Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan

1. Promosi Atas hasil Peternakan Unggulan Daerah

2. Pengolahan Informasi Permintaan Pasar atas hasil produksi peternakan masyarakat 12.Program Peningkatan

Penerapan Teknologi Peternakan

1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna

2. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Peternakan Tepat Guna

3. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Inseminasi Buatan

C. Rencana Kerja

encana kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas merupakan Rencana Kerja yang disusun setiap tahun dan merupakan penjabaran dari Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014 juga harus selaras dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014. Adapun Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2014 adalah sebagai berikut :

(27)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

22 Tabel II.4

Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2014

TUJUAN SASARAN INDIKATOR

SASARAN SATUAN TARGET

1 2 3 4 5 1.1 Terwujudnya Swasembada daging, telur dan ikan 1. 1.1 Meningkatnya produk peternakan Produksi daging Produksi Telur Produksi Ikan Produksi benih ikan

Kg/thn Kg/thn ton/thn ekor/thn 3.698.474 1.429.292 134.102 684.196.000 1. 1.2 Meningkatnya produk perikanan 2.1 Meningkatkan kemampuan peternakan dan pembudidaya ikan dalam mengakses permodalan dan pemasaran 2. 1.1 Meningkatnya bantuan permodalan kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternak Kelompok mendapatkan modal dari swasta/perbankan Partisipasi Pameran yang diikuti Klp Kali 10 2 3.1 Meningkatnya keterampilan teknis aparatur dan pelayanan teknis 3. 1.1 Meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan

Kasus penyakit zoonosis Sosialisasi Kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner Layanan Pengobatan ternak kasus orang ekor 0 130 27.835 3. 1.2 Meningkatnya pelayanan inseminasi buatan dan keterampilan teknis aparatur Pelayanan Inseminasi buatan Jumlah akseptor Inseminasi buatan Aparatur yang kemampuan dan teknisnya meningkat kali ekor orang 8.600 8.200 10

(28)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

23

Adapun Hubungan antara Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2014 hubungannya dengan Rencana Strategis dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel II-5

Hubungan Renja dengan Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan

TUJUAN SASARAN INDIKATOR

SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN

Satuan Renja 2013 Akhir Renstra 2015 1 2 3 4 5 6 1.1 Terwujudnya Swasembad a daging, telur dan ikan

1. 1.1 Meningkatnya produk peternakan 1. 1.2 Meningkatnya produk perikanan Produksi daging Produksi Telur Produksi Ikan Produksi benih ikan Kg/thn Kg/thn ton/thn ekor/thn 3.698.474 1.429.292 134.102 684.196.000 3.922.571 1.535.059 158.518,26 809.828.000 2.1 Meningkatka n kemampuan peternakan dan pembudidaya ikan dalam mengakses permodalan dan pemasaran 2. 1.1 Meningkatnya bantuan permodalan kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternak Kelompok mendapatka n modal dari swasta/perba nkan Partisipasi Pameran yang diikuti Klp Kali 10 2 10 2 3.1 Meningkatny a keterampilan teknis aparatur dan pelayanan teknis 3. 1.1 Meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan ikan dan peternak Kasus penyakit zoonosis Sosialisasi Kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner Layanan Pengobatan ternak Partisipasi kasus orang ekor 0 130 27.835 0 140 29.901

(29)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

24 3. 1.2 Meningkatnya pelayanan inseminasi buatan dan keterampilan teknis aparatur Pameran yang diikuti Pelayanan Inseminasi buatan Jumlah akseptor Inseminasi buatan Aparatur yang kemampuan dan teknisnya meningkat Kali Ekor orang 8.600 8.200 10 9.100 8.600 10

D. Perjanjian Kinerja Tahun 2014

enetapan Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

Kepala Bupati Musi Rawas dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan telah menandatangani perjanjian kinerja tahun 2014 yang dituangkan dalam Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2014 sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada. Penetapan kinerja telah mengacu pada Rencana Strategi tahun 2011-2015 dalam dokumen Penetapan Kinerja 2014. Penetapan Kinerja Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014 disajikan pada tabel di bawah ini.

(30)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

25

Tabel II.4

Perjanjian Kinerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2014

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Program / Kegiatan Anggaran (Rp)

(1) (2) (3) (4) (5) Meningkatny a Pelayanan Administrasi Perkantoran Prosentase Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran 100% Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kegiatan : Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

39.600.000

Kegiatan : Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional

13.000.000

Kegiatan : Penyediaan Jasa

Administrasi Keuangan

93.000.000

Kegiatan : Penyediaan Jasa

Kebersihan Kantor

1.200.000

Kegiatan : Penyediaan Jasa

Perbaikan Peralatan Kerja

4.151.000

Kegiatan : Penyediaan Alat

Tulis Kantor

24.680.000

Kegiatan : Penyediaan Barang

Cetakan dan Penggadaan

10.000.000 Kegiatan : Penyediaan Komponen Instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 26.000.000 Kegiatan : Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

45.000.000

Kegiatan : Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan

18.000.000

Kegiatan : Penyediaan Bahan

Logistik Kantor

1.300.000

Kegiatan : Penyediaan

Makanan dan Minuman

90.000.000

(31)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

26

Kegiatan : Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

200.000.000

Kegiatan : Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah

33.000.000

Kegiatan : Penyediaan Jasa Pendukung Administrasi Teknis Perkantoran

111.120.000

Kegiatan : Penyediaan Jasa Dokumentasi, Publikasi dan Dekorasi 7.000.000 Meningkatny a Sarana dan Prasarana Aparatur Prosentase Peningkatan sarana dan prasarana aparatur dinas 100% Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kegiatan : Pengadaan Kendaraan Dinas 33.000.000 Kegiatan : Pengadaan

Perlengkapan Gedung Kantor

145.000.000 Kegiatan : Pengadaan Mebeleur 60.000.000 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 52.000.000 Kegiatan : Rehabilitasi

sedang/berat gedung kantor

180.000.000 Meningkatny a kapasitas sumber daya aparatur Persentase pelayanan administrasi perkantoran 100% Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Kegiatan : Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundangan-undangan 30.000.000 Meningkatny a pelayanan publik Prosentase Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan 100% Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Kegiatan : Penyusunan Dokumen Pelaksanaan dan Kinerja SKPD

225.000.000

(32)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

27

Meningkatny a Produksi Perikanan

Prosentase Produksi Ikan dan Produksi Benih Ikan

100% Program Pengembangan

Budidaya Perikanan

Kegiatan : Pengembangan

Bibit Ikan Unggul

550.000.000

Kegiatan : Pendamping pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan

310.000.000

Kegiatan : Pembinaan dan

Pengembangan Perikanan 150.000.000 Kegiatan : Pembangunan/pengembangan Sarana dan Prasarana

Budidaya Perikanan

3.645.000.000

Kegiatan : Monitoring dan

Evaluasi 105.000.000 Kegiatan : Pengembangan Kawasan Minapolitan 150.000.000 Meningkatny a produksi ikan tangkap Prosentase Produksi perikanan tangkap 100% Program Pengembangan Perikanan Tangkap

Pendamping pada kelompok

nelayan perikanan tangkap

75.000.000 Meningkatny a bantuan permodalan kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternak Persentase kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbanka n 100% Program Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan

Peralatan dan pengadaan alat

pengolahan hasil perikanan

60.000.000

Pengembangan dan

pemasaran hasil perikanan

335.000.000 Meningkatny a kapasitas aparatur dan pelayanan teknis Persentase pelayanan teknis dan administrasi 100% Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah

(33)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

28

Penyusunan dan Pengumpulan Data dan Statistik Daerah 105.000.000 Meningkatny a masyarakat yang megikuti sosialisasi kesehatan hewan Persentase Kasus penyakit zoonosis (kasus), sosialisasi keswan, kesmavet dan keskan 100%

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

Pemusnahan ternak yang

terjangkit penyakit endemik

25.000.000

Pengawasan Perdagangan

Ternak Antar Daerah

10.000.000

Pelayanan, Pengobatan dan

Pencegahan Penyakit Menular

400.000.000 Meningkatny a produksi daging Prosentase peningkatan produksi daging dan produksi telur

100% Program Peningkatan

Produksi Hasil Peternakan

Pembangunan sarana dan

Prasarana Pembibitan Ternak

1.020.000.000

Pembibitan dan Perawatan

ternak

380.000.000

Pendistribusian Bibit Ternak

Kepada Masyarakat

3.790.000.000

Penyelengaraan UPT Dinas

Peternakan dan Perikanan

290.000.000

Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Peternakan 14.000.000 Meningkatka n pemasaran hasil peternakan dan perikanan Persentase promisi hasil peternakan dan perikanan 100% Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan

Promosi Atas hasil Peternakan

Unggulan Daerah

300.000.000

Pengolahan Informasi Permintaan Pasar atas hasil produksi peternakan

masyarakat

25.000.000

(34)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

29 Meningkatny a pelayanan inseminasi buatan Persentase Jumlah pelayanan inseminasi buatan 100% Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan

Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna

60.000.000

Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Peternakan Tepat Guna

170.000.000

Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Inseminasi Buatan

285.000.000

Jumlah 13.696.051.000

Dana Tugas Pembantuan

Kementrian Kelautan dan Perikanan 650.000.000,-

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014

mendapatkan alokasi dana APBD sebesar Rp. 13.696.051.000,- terdiri dari 12 Program dan 45 kegiatan dan Dana Tugas Pembantuan dari Kementrian

Kelautan dan Perikanan sebesar Rp. 650.000.000,- terdiri dari 1 Program dan 4 kegiatan.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas mengalami pengurangan dana sebesar 7,30% dari dana APBD sebelumnya, yang dituangkan pada APBD Perubahan sebesar Rp. 12.696.051.000,- dan untuk Dana Tugas Pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak mengalami pengurangan dana

(35)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

30

BAB III

AKUNTABILITAS

KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

aporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2014 disusun berdasarkan capaian kinerja setiap sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategi (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun

2010-2015. Capaian Kinerja tersebut berasal dari pengukuran kinerja yang

merupakan penilaian terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan

kegiatan/program/kebijaksanaan, Pengukuran kinerja tersebut mencakup penetapan indikator kinerja dan penetapan capaian indikator kinerja.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan realisasi kinerja dengan sasaran (target) kinerja yang dicantumkan dalam dokumen perjanjian kinerja dalam rangka pelaksanaan APBD dan APBN tahun 2014 serta membandingkan realisasi kinerja program sampai dengan tahun 2014 dengan sasaran (target) kinerja 5 tahunan yang di rencanakan dalam Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas.

Dengan berdasarkan pada ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah.

(36)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

31

Metode yang digunakan untuk mengukur capaian target pada Dinas Peternakan dan Perikanan ada 2 (dua) metode, yaitu :

1. Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik digunakan rumus :

Persentase Realisasi

pencapaian rencana = --- x 100%

tingkat capaian Rencana

2. Semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendah pencapaian kinerja digunakan rumus :

Persentase (Rencana – (Realisasi – Rencana))

pencapaian rencana = --- x 100% tingkat capaian Rencana

Berdasarkan pengukuran tersebut diperoleh sasaran tingkat capaian dikelompokan dalam 6 kategori yaitu:

memuaskan 85-100% sangat baik 75-85%, baik 65 - 75%, cukup 50 - 65 %, kurang 0-50 %, sangat kurang 0-30%.

Dari setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :

1. Pebandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2014

Pencapaian target IKU atas sasaran satu yaitu meningkatnya produksi peternakan dapat dilihat pada tabel berikut:

(37)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

32

Tabel 3.1

No Indikator Kinerja Satuan Target 2014 Realisasi 2014 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 2 Produksi daging Produksi telur ton ton 3698,48 1429,29 2578,93 1280,60 69,73 89,59 Rata-rata capaian 79,66

Pencapaian target IKU atas sasaran kedua yaitu meningkatnya produksi Perikanan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2

No Indikator Kinerja Satuan Target 2014 Realisasi 2014 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 2 Produksi ikan

Produksi Benih Ikan

ton ekor 134.102 684.196.000 74.804,73 787.605.533 55.78 115,11 Rata-rata capaian 85,44

Pencapaian target IKU atas sasaran ketiga yaitu meningkatnya bantuan permodalannya kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternakan, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.3

No Indikator Kinerja Satuan Target 2014 Realisasi 2014 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 2

Jumlah kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbankan Partisipasi pameran yang diikuti Klp kali 10 2 0 2 0 100 Rata-rata capaian 50

(38)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

33

Pencapaian target IKU atas sasaran keempat yaitu meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.4

No Indikator Kinerja Satuan Target 2014 Realisasi 2014 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 2 3

Jumlah kasus penyakit zoonosis

Sosialisasi kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner Layanan pengobatan ternak kasus orang ekor 0 130 27.835 0 90 49.200 100,00 69,23 176,75 Rata-rata capaian 115,33

Pencapaian target IKU atas sasaran kelima yaitu meningkatnya pelayanan inseminasi buatan dan keterampilan teknis aparatur, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.5

No Indikator Kinerja Satuan Target 2014 Realisasi 2014 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 2 3 Pelayanan Inseminasi Buatan Jumlah aseptor IB

Jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan teknis aparatur kali ekor orang 8.600 8.200 10 5.668 3.779 5 65,91 46,08 50,00 Rata-rata capaian 53,99 3.779

(39)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

34 2. Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014

dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.

Tabel Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014 dengan tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut :

Tabel 3.5

Tabel Perbandingan Capaian Tahun 2014 dengan Capaian tiga tahun terakhir

N o

Indikator Kinerja

Satuan Realisasi Capaian (%)

2011 2012 2013 2014 2011 2012 2013 2014

1 Produksi daging ton 3284,87 3324,04 3517,43 2578,93 101,05 99,23 89,67 69,73 2 Produksi telur ton 1451,34 1252,08 1282,13 1280,60 122,61 101,05 83,52 89,59 3 Produksi ikan ton 41919,43 28746,08 51432,88 74804,73 117,39 33,71 32,46 55,78 4 Produksi benih ikan ekor 347.507.194 238.693.000 435.260.000 787.605.533 113.08 54,26 53,75 115,114 5 Jumlah kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbanka n klp 16 0 0 0 160 0 110 0 6 Partisipasi Pameran yang diikuti kali 3 1 3 2 150 50 150 100 7 Jumlah kasus penyakit zoonosis kasus 3 0 0 0 33.33 100 0 100 8 Sosialisasi kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner orang 90 60 120 90 90 50 85,71 69,23 9 Layanan Pengobatan ternak ekor 12.894 21.509 54.737 49.200 61,66 85 103,06 176,75 10 Pelayanan Inseminasi Buatan kali 3.461 3.905 5.224 5.668 47,41 50,71 38,26 65,91 11 Jumlah aseptor IB ekor 2.646 3.254 3.482 3.779 38,35 44,58 40,48 46,08 12 Jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan teknis aparatur orang 16 8 11 5 160 80 110 50.00

(40)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

35

2. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan target Akhir Renstra Tahun 2015

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan target Akhir Renstra Tahun 2015 tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.6

Perbandingan Target Akhir Renstra Tahun 2015 dengan Realisasi Anggaran Tahun 2014

No Indikator Kinerja Satuan Target 2015 Realisasi s.d

tahun 2014 Capaian (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100)

1 Produksi daging ton 17.696,00 12.705,27 71,80 2 Produksi telur ton 6.718,02 5.266,15 78,39 3 Produksi ikan ton 548.423,72 196.903,12 35,90 4 Produksi benih ikan ekor 2.799.812.000 1.809.065.727 64,61 5 Jumlah kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbankan Klp 50 16 32,00 6 Partisipasi Pameran yang diikuti Kali 10 9 90,00 7 Jumlah kasus penyakit zoonosis Kasus 0 0 100,00 8 Sosialisasi kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner Orang 600 360 60,00 9 Layanan Pengobatan ternak Ekor 126.957 138.340 108,97 10 Pelayanan Inseminasi Buatan Kali 40.800 18.258 44,75

11 Jumlah aseptor IB ekor 38.750 13.161 33,96 12 Jumlah aparatur yang

mengikuti pelatihan teknis aparatur

(41)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

36

3. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2014 dengan standar nasional.

Tidak ada pembandingan antara realisasi kinerja tahun 2014 dengan standar nasional karena SKPD belum mempunyai Standar Pelayanan Minimal .

4. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan.

a. Rata-rata capaian sasaran Meningkatnya produksi peternakan sebesar 79,66% karena didukung oleh capaian indikator :

1. Target Indikator Kinerja produksi daging pada Tahun 2014 adalah 3698,48 ton/tahun dan capaiannya 69,73%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan belum mencapai target yang ditetapkan. Perbandingan antara capaian di tahun 2014 mengalami penurunan, disebabkan karena terbentuknya Daerah Otonomi Baru yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara yang menyebabkan berkurangnya Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas, sementara target renstra masih target Kabupaten Musi Rawas yang utuh belum terpecah, sehingga berakibat mengecilnya produksi daging di Kabupaten Musi Rawas untuk tahun 2014. Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami penurunan tiap tahunnya, hal ini disebabkan menurunya permintaan daging sehingga menurunnya pemotongan ternak, pemotongan ternak masih banyak dilakukan di Kota Lubuklinggau dan belum optimalnya operasional Rumah Pemotongan Hewan di D.tegal Rejo, karena sosialisasi pada tukang potong belum optimal. Alternatif solusi yang telah dilakukan untuk meningkatnya produksi daging adalah meningkatnya usaha penggemukan sapi dan revitalisasi Rumah Pemotongan Hewan dan TPH. Target Indikator Kinerja produksi daging untuk meningkatnya produksi peternakan pada tahun 2015 adalah 3922,57 ton/tahun, Capaian indikator outcome produksi daging sebesar

(42)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

37

100%, dan capaian indikator output 100%. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pencapaian swasembada daging sapi dan peningkatan penyediaan pangan hewani yang ASUH dan kegiatan :

1. Peningkatan kuantitas dan kualitas benih/bibit dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal

2. Peningkatan produksi ternak ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

3. Peningkatan produksi ternak non ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

4. Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular strategis dan penyakit zoonosis

2. Target Indikator Kinerja produksi telur pada Tahun 2014 adalah 1429,29 ton/tahun dan capaiannya 89,59%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan belum mencapai target yang ditetapkan. Capaian di tahun 2014 mengalami penurunan, disebabkan karena terbentuknya Daerah Otonomi Baru yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara yang menyebabkan berkurangnya Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas, sementara target renstra masih target Kabupaten Musi Rawas yang utuh belum terpecah, sehingga berakibat mengecilnya produksi telur di Kabupaten Musi Rawas untuk tahun 2014. Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami penurunan tiap tahunnya, hal ini disebabkan usaha ternak buras yang menurun karena pemulihan dari proses pengeringan air irigasi teknis selama kurang lebih satu tahun, sehingga banyak usaha ternak ayam ras menghentikan produksinya. Sedangkan produksi ikan budidaya dan produksi benih tidak mencapai target disebabkan adanya pengeringan irigasi teknis yang dilakukan dalam rangka perbaikan saluran primer dan sekunder, sehingga banyak kolam air deras yang menghentikan produksi

(43)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

38

ikannya. Alternatif solusi pengembangan usaha itik petelur dan ayam buras. Target Indikator Kinerja produksi telur untuk meningkatnya produksi peternakan pada tahun 2015 adalah 1535,06 ton/tahun Capaian indikator outcome produksi telur sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pencapaian swasembada daging sapi dan peningkatan penyediaan pangan hewani yang ASUH dan kegiatan :

1. Peningkatan kuantitas dan kualitas benih/bibit dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal

2. Peningkatan produksi ternak ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

3. Peningkatan produksi ternak non ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

4. Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular strategis dan penyakit zoonosis

b. Rata-rata capaian sasaran Meningkatnya produksi perikanan sebesar 85,44% karena didukung oleh capaian indikator :

Target Indikator Kinerja produksi ikan pada Tahun 2014 adalah 134.102 ton/tahun dan capaiannya 55.78%. Target benih ikan pada tahun 2014 adalah

684.196.000 ekor/tahun dan capaian 115,11%. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan tidak memenuhi target yang ditetapkan. Perbandingan antara capaian di tahun 2014 mengalami penurunan disebabkan karena terbentuknya Daerah Otonomi Baru yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara yang menyebabkan berkurangnya Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas, sementara target renstra masih target Kabupaten Musi Rawas yang utuh belum terpecah, sehingga berakibat mengecilnya produksi ikan dan benih ikan di Kabupaten Musi Rawas untuk tahun 2014. Bila dibandingkan dengan

(44)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

39

tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami penurunan tiap tahunnya, disebabkan adanya pengeringan irigasi teknis yang dilakukan dalam rangka perbaikan saluran primer dan sekunder, sehingga banyak kolam air deras yang menghentikan produksi ikannya. Target Indikator Kinerja produksi ikan dan benih ikan untuk meningkatnya produksi perikanan pada tahun 2015 adalah 158518,26ton/tahun dan benih ikan adalah 809.828.000 ekor, Capaian indikator outcome produksi ikan sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pengembangan budidaya perikanan dan Program pengembangan perikanan tangkap, kegiatan :

1. Pengembangan bibit ikan unggul

2. Pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan 3. Pembinaan dan pengembangan perikanan

4. Pembangunan/pengembangan sarana dan prasarana budidaya

perikanan

5. Monitoring dan evaluasi

6. Pengembangan Kawasan Minapolitan

7. Pendampingan pada kelompok nelayan perikanan tangkap 8. Penebaran benih di perairan umum (restocking)

c. Rata-rata capaian sasaran meningkatnya bantuan permodalannya kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternakan sebesar 50,00% karena didukung oleh capaian indikator :

1. Target Indikator Kinerja jumlah kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbankan tahun 2014 adalah 10 kelompok dan capaiannya 0%. Kegiatan ini tidak memenuhi target yang ditetapkan Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami penurunan tiap tahunnya hal ini disebabkan karena masih

(45)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

40

ada masalah tugakan pinjaman untuk tahun-tahun sebelumnya, namun demikian untuk tahun 2014 kelompok-kelompok yang akan mengajukan bantuan modal ke pihak swasta dan perbankan telah diusulkan kembali untuk mendapatkan modal swasta maupun perbankan tersebut sesuai dengan persyaratan yang diminta pada tahun mendatang.

Target Indikator Kinerja jumlah kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbankan untuk meningkatnya bantuan permodalannya kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternakan pada tahun 2015 adalah 34 kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbankan, Capaian indikator outcome produksi ikan sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan, kegiatan :

1. Pelatihan dan pengadaan alat pengelolaan hasil perikanan 2. Pengembangan dan pemasaran hasil perikanan

2. Target Indikator Kinerja partisipasi pameran yang diikuti tahun 2014 adalah 2 kali dan capaiannya 100%. Kegiatan ini memenuhi target yang ditetapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan produk-produk peternakan dan perikanan dari masyarakat termasuk hasil olahan, maka Dinas Peternakan dan Perikanan aktif mengikuti pameran-pameran dengan melibatkan pelaku usaha peternakan dan perikanan. Pada tahun 2014 kegiatan pameran yang diikuti adalah sebanyak 2 kali baik ditingkat Propinsi yaitu Dinas Peternakan dan Perikanan mengikuti pameran dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) di Malang dan Belanjasumba di Bengkulu. Tujuan pameran juga untuk meningkatkan pemasaran sehingga pendapatan pelaku usaha meningkat. Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami

(46)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

41

kenaikan. Target Indikator Kinerja partisipasi pameran yang diikuti tahun 2015 adalah 2 kali, Capaian indikator outcome partisipasi pameran yang diikuti adalah sebesar 100% dan capaian indikator output 100%. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh Program peningkatan nilai tambah daya saing, industri hilir dan ekspor hasil pertanian, kegiatan : 1. Pengembangan penanganan pasca panen peternakan

2. Pengembangan pengolahan hasil peternakan 3. Pengembangan pemasaran domestik

d. Rata-rata capaian sasaran meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan sebesar 115,33% karena didukung oleh capaian indikator :

1. Target Indikator Kinerja jumlah kasus penyakit zoonosis pada Tahun 2014 adalah 0 kasus dan capaiannya 100%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan mencapai target yang ditetapkan, ini dikarenakan telah timbulnya kesadaran para pemilik anjing untuk memvaksinasi anjingnya terhadap penyakit rabies. Untuk meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ternak dan dari ancaman penyakit zoonosis. Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami kenaikan tiap tahunnya, Target Indikator Kinerja jumlah kasus penyakit zoonosis untuk meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan pada tahun 2015 adalah 0 kasusCapaian indikator outcome jumlah kasus penyakit zoonosis sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak dan kegiatan :

1. Pemusnahan ternak yang terjangkit endemik 2. Pengawasan perdagangan ternak antar daerah

(47)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

42

2. Target Indikator Kinerja Sosialisasi kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner pada Tahun 2014 adalah 130 orang dan capaian 69,23%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan belum mencapai target yang ditetapkan. Dinas Peternakan dan Perikanan melakukan sosialisasi penyakit zoonosis kepada masyarakat sebanyak 2 kali dengan peserta sebnyak 90 orang di 2 (dua) Kecamatan Purwodadi, Megang Sakti dan Suka Karya. Tahun 2014 belum mencapai target, hal ini disebabkan berkurangnya Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas karena terbentuknya Daerah otonomi baru Kabupaten Musi Rawas Utara yang berakibat mengecilnya angka capaian tahun 2014. Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami penurunan pada tahun 2012 , hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan sosialisasi tersebut. Target Indikator Kinerja sosialisasi kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner untuk meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan pada tahun 2015 adalah 240 orang, Capaian indikator outcome sosialisasi kesehatan hewan sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%.

3. Target Indikator Kinerja Layanan pengobatan ternak pada Tahun 2014 adalah 27.835 dan capaiannya 176,75%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan telah melebihi target yang ditetapkan, ini dikarenakan para petugas puskeswan, mampu manjangkau tempat-tempat yang sangat jauh dari lokasi puskeswan sehingga dapat meningkatnya pelayanan pengobatan ternak. Pada tahun 2014 pelayanan pengobatan ternak yang dilakukan oleh petugas puskeswan sebanyak 49.200 ekor pelayanan pengobatan ini berupa vaksinasi SE, Rabies, AI dan ND (Pemusnahan untuk anjing liar). Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami

(48)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

43

kenaikan tiap tahunnya, Target Indikator Kinerja Layanan pengobatan ternak untuk meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan pada tahun 2015 adalah 27.835 ekor Capaian indikator outcome layanan pengobatan ternak sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%. e. Rata-rata capaian sasaran meningkatnya pelayanan inseminasi buatan

dan keterampilan teknis aparatur sebesar 53,99% karena didukung oleh capaian indikator :

1. Target Indikator Kinerja Pelayanan Inseminasi Buatan pada Tahun 2014 adalah 8.600 kali dan capaiannya 65,91%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan belum mencapai target yang ditetapkan, ini dikarenakan berkurangnya Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas karena terbentuknya Daerah otonomi baru Kabupaten Musi Rawas Utara yang berakibat mengecilnya angka capaian tahun 2014. Inseminasi buataan merupakan salah satu bentuk pelayanan Dinas Peternakan dan Perikanan kepada peternak dalam meningkatnya produksi peternakan, karena dengan Inseminasi Buatan maka ternak-ternak masyarakat akan meningkat produktivitasnya dari peningkatan kualitas genetik. Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami penurunan pada tahun 2013, disebabkan jangkauan wilayah pelayanan yang sangat jauh dan tersebar di seluruh Kabupaten Musi Rawas, serta masih banyaknya peternak yang memanfaatkan ternak jantan sebagai pejantan. Target Indikator Kinerja Pelayanan Inseminasi Buatan untuk meningkatnya pelayanan inseminasi buatan dan keterampilan teknis aparatur pada tahun 2015 adalah 9.100 kali Capaian indikator outcome pelayanan inseminasi buatan dan keterampilan teknis sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%.

(49)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014

44

Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program peningkatan penerapan teknologi peternakan dan kegiatan :

1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna 2. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Peternakan Tepat

Guna

3. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Inseminasi Buatan

2. Target Indikator Kinerja Jumlah Aseptor IB pada Tahun 2014 adalah 8.200 ekor dan capaiannya 46,08%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan belum mencapai target yang ditetapkan, ini disebabkan banyaknya sapi betina yang dikawinkan dengan sapi jantan karena tempat petugas Inseminator jauh dan pemakaian penjantan yang lebih aman dari kasus kegagalan kebuntingan. Bila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir dari tahun 2011-2013 capaian untuk indikator ini mengalami kenaikan dari tiap tahunnya. Target Indikator Kinerja jumlah aseptor IB untuk meningkatnya pelayanan inseminasi buatan dan keterampilan teknis aparatur pada tahun 2015 adalah 8.600 ekor Capaian indikator outcome jumlah aseptor IB sebesar 100%, dan capaian indikator output 100%. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program peningkatan penerapan teknologi peternakan dan kegiatan :

1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna 2. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Peternakan Tepat

Guna

3. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Inseminasi Buatan

3. Target Indikator Kinerja jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan teknis aparatur pada Tahun 2014 adalah 10 orang dan capaiannya 50,00%, Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan belum mencapai target yang ditetapkan, ini disebabkan keterbatasan anggaran yang

Gambar

Tabel II. 1   Misi dan Tujuan
Tabel II. 2
Tabel II.3   Program dan Kegiatan
Tabel II-5
+3

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sanghyang Widhi Wasa, telah disusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2015 Pengadilan

Demikian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kecamatan Badas Tahun 2019 disusun, semoga dapat dipergunakan sebagai evaluasi dan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur Tahun 2021 disusun berdasarkan

Demikian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kecamatan Plosoklaten Tahun 2019 disusun, semoga dapat dipergunakan sebagai evaluasi dan

Selain itu, dokumen LKjIP juga menyajikan dokumen perencanan dan kinerja lain seperti Rencana Strategis (Renstra), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kinerja Tahunan (RKT),

Selain itu, dokumen LKjIP juga menyajikan dokumen perencanan dan kinerja lain seperti Rencana Strategis (Renstra), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kinerja Tahunan (RKT),

Selain itu, dokumen LKjIP juga menyajikan dokumen perencanan dan kinerja lain seperti Rencana Strategis (Renstra), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kinerja Tahunan (RKT),

Selain itu, dokumen LKjIP juga menyajikan dokumen perencanan dan kinerja lain seperti Rencana Strategis (Renstra), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kinerja Tahunan (RKT),