• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Pelayanan SKPD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Pelayanan SKPD"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

49

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Gambaran Pelayanan SKPD

ebagai amanat Peraturan Pemerinta h (PP) Nomo r 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Peran gkat Daerah, Pemerintah

Kabupaten Musi Ra was me laksanakan restrukturisa si

kelembagaan mela lui Pene rbitan Peraturan Dae rah (P erda) dan Peraturan Bup ati (Pe rbup ).

Perda Kabupaten Musi Ra was Nomor 2 Tahun 2008, diterb itkan mengatur tentang Susun an Organ isasi dan Tata Kerja Dinas Dae rah Kab upaten Musi Ra was (Lembar Dae ra h Kabupaten Musi Ra was Tahun 2008 Nomor 2). Pada Perda ini s ala h satu Dinas yan g dibentuk ada lah Dinas Peterna kan dan Pe rikanan Kabupaten Musi Ra was dan Peraturan Bupati Mu si Ra wa s Nomor 2 2 Tahun 2008 diterb itkan mengatur tentang pembe ntukan Unit Pe laksana Teknis pada Dinas Pe tern akan dan Perikana n Kabupaten Musi R a was.

Kedudukan Dinas Peternakan dan Perikanan sebagai Dinas Otonomi, maka segala kebijakan di Bidang Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas berada di bawah kendali Dinas Peternakan dan Perikanan, dengan selalu mengacu pada Kebijakan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dalam hal ini pada Bupati Musi Rawas sebagai pengambil kebijakan tertinggi di Kabupaten Musi Rawas.

(2)

49

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu lembaga daerah sebagai unsur penunjang Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Dinas Peternakan dan perikanan Kab.Musi Rawas dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.Musi Rawas mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di bidang Peternakan dan Perikanan guna memanfaatkan secara optimal seluruh potensi dan sumber daya alam di Kabupaten Musi Rawas dengan tetap memperhatikan tata ruang serta kebutuhan masyarakat

B.

Tugas Pokok dan Fungsi

erdasarkan Keputusan Bupati Musi Ra was Nomor 54 Tahun 2008 tentang Pen jabaran Tuga s Po kok dan Fun gsi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupate n Musi Ra was, T ugas Dinas Peternakan dan Perikanan adalah melaksa nakan urusan pemerinta han daerah d i b ida ng Pete rnakan dan Perikanan, dipimp in oleh Kepala Dina s yan g berkedudu kan di bawah dan be rta nggun g ja wab ke pada Bupati melalui Sekreta ris Daerah.

Untuk melaksanakan tugas di atas, Dinas Peternaka n dan Perikanan Kabupaten Musi Ra was me nye len ggarakan fungsi :

a. Penyu sunan peren canaan bidan g peternakan dan Perika nan;

b. Perumusan kebijakan teknis bidan g p eternakan dan perikanan;

c. Pelaksanaan urusa n pemerintahan dan pelayanan umum bidang

peternakan dan perikanan;

d. Pembinaan, koordinasi, pengenda lian dan fasilita si pelaksanaan

kegiatan bidan g peternakan, perikan an, bina usaha peternakan dan perikanan, serta kesehatan he wan dan ikan;

(3)

49

e. Pelaksanaan ke giatan penatausahaan Dinas Pete rn akan dan

Perikanan;

f. Pembinaan terha dap Unit Pela ksana Teknis pada Dinas

Peternakan dan Pe rikanan;

g. Pelaksanaan tu gas lain yan g dibe rika n oleh Bupati, sesuai bidan g

tugas dan fungsin ya.

C.

STRUKTUR ORGANISASI

truktur organisasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Nomor 2 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2008. Selanjutnya untuk tertib pelaksanaan disusun uraian tugas dan fungsi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas. Uraian tugas dan fungsi Dinas tersebut ditetapkan dengan Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas dalam pasal 2 disebutkan bahwa Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas mempunyai struktur organisasi terdiri dari:

1. Sekretariat Dinas, terdiri dari : Subbag Umum dan Kepegawaian, Subbag

Keuangan, Subbag Perlengkapan.

2. Bidang Peternakan, terdiri dari : Seksi Produksi Peternakan, Seksi Nutrisi dan

makanan ternak, Seksi Penyebaran dan Pengembangan Ternak.

3. Bidang Perikanan, terdiri dari : Seksi Produksi Perikanan, Seksi Sumber

Hayati, Seksi Sarana dan Prasarana.

4. Bidang Bina Usaha, terdiri dari : Seksi Perizinan dan Permodalan, Seksi Informasi Pasar dan Teknologi, Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan dan Perikanan.

(4)

49

5. Bidang Kesehatan Hewan dan Ikan, terdiri dari : Seksi Kesehatan Hewan,

Seksi Kesehatan ikan, seksi kesehatan Masyarakat Veteriner.

6. Bidang Bina Program, Terdiri dari : Seksi Perencanaan, Seksi Data

Peternakan dan Perikanan, Seksi Evaluasi dan Pelaporan.

7. Kelompok jabatan fungsional

8. UPT Dinas Peternakan dan Perikanan sebanyak 10 terdiri dari : poskeswan Tugumulyo, Poskeswan Purwodadi, Poskeswan Megang Sakti, Poskeswan Muara Lakitan, Poskeswan Simpang Semambang, Pasar Hewan, Pasar Benih Ikan, Balai Benih Ikan, Rumah Potong Hewan dan Rumah Potong Ayam (RPH & RPA), dan Sentra Pengembangan Pembibitan Peternakan (SP3).

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas dipimpin oleh satu orang kepala dinas. Dalam melakanakan tugasnya kepala dinas dibantu oleh satu sekretaris, 5 kepala bidang, 10 kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD). Sekretaris dibantu oleh 3 kasubbag, sementara masing-masing kepala bidang dibantu oleh 3 kepala seksi.

Unit pelaksana teknis dinas merupakan perpanjangan tangan dari kepala dinas yang berada di kecamatan. Unit pelaksana teknis dinas dipimpin oleh kepala UPTD. Kepala UPTD dibantu oleh kepala sub bagian tata usaha. Struktur organisasi Dinas Peternakan dan Perikanan dapat dilihat pada bagan di bawah ini:

(5)

49

Gambar 1.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas

SUB BAG KEPEGAWAIAN SUB BAG PERLENGKAPAN BIDANG

PETERNAKAN PERIKANAN BIDANG

SEKSI PRODUKSI PETERNAKAN

SEKSI PENYEBARAN DAN PENGEMBANGAN

SEKSI NUTRISI & MAKANAN TERNAK SEKSI PRODUKSI PERIKANAN SEKSI PERIZINAN DAN PERMODALAN SEKSI

SUMBER HAYATI SEKSI INFORMASI PASAR

SEKSI SARANA & PRASARANA PERIKANAN

SEKSI PENGOLAHAN HASIL & PEMASARAN SEKRETARIAT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL UPTD-UPTD SUB BAG KEUANGAN KEPALA DINAS BIDANG BINA USAHA BIDANG PROGRAM SEKSI PERENCANAAN SEKSI DATA NAKKAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI KESWAN SEKSI KESMAVET SEKSI KESKAN BIDANG KESWANKAN

(6)

49

D.

Permasalahan Utama (Strategic Issued)

ub sektor Peternakan dan Perikanan sebagai salah satu sub sektor unggulan di Kabupaten Musi Rawas dituntut untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam meningkatkan PDRB Kabupaten Musi Rawas dari Sektor Pertanian. Realitas di masyarakat menunjukkan bahwa usaha peternakan dan perikanan mulai meningkatkan pendapatan masyarakat, apalagi kalau usaha Peternakan dan Perikanan tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh dan secara intensif.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan

Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016-2021, maka dapat diidentifikasi

permasalahan-permasalahan yang merupakan isu stratejik pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas sebagai berikut:

1. Memanfaatkan sumberdaya perairan umum untuk perikanan tangkap dengan tetap menjaga pelestarian lingkungan

2. Meningkatkan aspek pemberdayaan usaha kecil pembudidaya ikan. 3. Meningkatkan aspek pengelolaan budidaya perikanan

4. Meningkatkan aspek budidaya peternakan dengan pendekatan KAWASAN. 5. Mengendalikan penyakit hewan dan meningkatkan kesehatan masyarakat

veteriner

6. Meningkatkan produksi pengolahan hasil dan pemasaran hasil peternakan 7. Meningkatkan dan mempertahankan pelayanan administrasi publik.

E.

Maksud dan Tujuan LKjIP

aporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas, disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah. Dinas Peternakan dan Perikanan telah menyusun

S

(7)

49

Renstra Lima Tahunan 2016-2021 yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016-2021. Selanjutnya Restra tersebut dijabarkan dalam Rencana Kerja (Renja) tahunan, yang berisi Rencana Kegiatan dan indikator kinerja tahunan.

Guna mengetahui tingkat keberhasilan dari Indikator Kinarja yang telah disusun tersebut, maka diperlukan sistem pelaporan yang berisi tingkat capaian kinerja yang telah disusun tersebut secara terukur, yaitu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP).

Berdasarkan hal tersebut, maka maksud dan tujuan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas adalah :

 Sarana pertanggungjawaban Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi

Rawas atas capaian kinerja yang berhasil diperoleh selama tahun 2016.

 Sarana Evaluasi pencapaian kinerja oleh Dinas Peternakan dan Perikanan

Kabupaten Musi Rawas bagi upaya perbaikan dimasa mendatang.

F.

Sistematika Laporan Kinerja Instansi

Pemerintah

aporan Kinerja Instansi Pemerintah ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja SKPD selama tahun 2016. Capaian kinerja (performance results) 2016 tersebut diperbandingkan dengan Rencana Kinerja (performance plan) 2016 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Kinerja tahun 2016 telah disesuaikan dengan Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 tanggal 20 November 2014 yang diundangkan pada tanggal 1 Desember 2014 sebagai berikut:

(8)

49

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan terdiri dari Data Umum Organisasi, Struktur organisasi, Aspek Strategis Organisasi dan Permasalahan Utama (isu strategis) Organisasi, Maksud & Tujuan, dan Sistematika Penyajian.

Bab II Perencanaan Kinerja terdiri dari: Rencana Strategis, Renja dan Perjanjian Kinerja

Bab III Akuntabilitas Kinerja Tahun 2016 terdiri dari : Capaian Kinerja Organisasi dan Realisasi Anggaran.

Bab IV Penutup terdiri dari : Simpulan umum atas capaian kinerja

Organisasi, dan Langkah yang akan dilakukan di masa mendatang.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

- Indikator Kinerja Utama (IKU)

- Matrik Renstra (RS)

- Rencana Kinerja Tahunan (Renja)

- Perjanjian Kinerja

- Pengukuran Kinerja (PK)

(9)

49

BAB II

PERENCANAAN

KINERJA

A.

Perencanaan Strategis

encana Strategis Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas merupakan suatu perencanaan yang disusun dan dirumuskan dalam 5 Tahun (2016-2021). Rencana Strategis sebagaimana yang tertuang dalam pedoman penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun sampai 5 (lima) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Suatu Rencana Strategis setidaknya memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya.

1 Visi dan Misi

Visi Pembangunan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016-2021 adalah :

“Terwujudnya Peternakan dan Perikanan di Kabupaten Musi Rawas yang tangguh, berwawasan agribisnis menuju Musi rawas yang sejahtera, Mandiri,

Produktif, Unggul, Religius, Nyaman dan Aman”

Upaya-upaya yang akan akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut diatas, dicerminkan pada Misi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016-2021 yaitu :

(10)

49

1. Makna visi “Mura Sempura 2021 adalah “terwujudnya keseimbangan

masyarakat Kabupaten Musi Rawas sejahtera dan mandiri yang ditopang oleh produktivitas masyarakat yang tinggi dan didukung oleh SDM yang unggul dalam tata kehidupan masyarakat yang religius dan lingkungan yang nyaman dan aman”. Adapun pengertian dari akronim “ SEMPURNA” adalah sebagai berikut :

Sejahtera : Masyarakat dan daerah mencapai kehidupan yang layak secara sosial dan ekonomi denga tingkat kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan yang rendah dan dengan mobilitas yang lancar. (indikator : kenaikan PDRB per kapita, rumah layak huni, penurunan pendudukan miskin, penurunan indeks gini ratio, kenaikan panjang dan kualitas jalan, bertambahnya jumlah alat transportasi, bertambahnya kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Mandiri : Kemampuan membangun dan mengelola Sumber Daya Alam oleh

elemen masyarakat sendiri (indikator : makin bertambahnya jumlah usaha ekonomi produktif berbasis sumber daya alam dan potensi lokal dan dikelola oleh masyarakat daerah).

Produktif : Menghasilkan output (keluaran) yang tinggi dalam setiap satuan waktu kerja yang dicurahkan atau satuan input (masukan) yang digunakan (indikator : naiknya rata-rata kelulusan sekolah, produksi komoditi unggulan daerah, hasil industri pengolahan komoditi tersebut dan nilai tambahnya, serta secara makro makin meningkatnya PDRB)

Unggul : Sumberdaya manusia dan wilayah memiliki daya saing tinggi serta

memiliki daya kreatif dan inovatif untuk memajukan daerah dan organisasi. (indikator : meningkatnya IPM dan angka partipasi

(11)

49

berkembangnya usaha ekonomi produktif komoditi unggulan dan jasa yang relevan)

Religius : Masyarakat bertaqwa dan berakhlak mulia, yang ditandai oleh sikap

dan perilaku baik individu maupun masyarakat untuk

mengaktualisasikan nilai agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, masyarakat dan berbangsa dan bernegara, dengan demikian akan terciptanya sikap toleransi antar pemeluk agama baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan kewajiban agama bagi masing-masing pemeluknya (indikator : meningkatnya aktivitas sehari-hari masyarakat melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan)

Nyaman : Adanya tepa salira yaitu sikap saling menjaga

keharmonisan/kerukunan hidup dikalangan masyarakat baik lintas suku, ras, agama dan budaya (indikator : tidak ada atau sangat minimnya terjadi tindakan toleransi, konflik dalam msyarakat baik konflik vertikal maupun konflik horizontal)

Aman : Kabupaten Musi Rawas merupakan daerah yang terbebasnya dan

terlindunginya dari rasa takut dari berbagai ancaman, gangguan seperti kriminalitas, teror dan lainnya sehingga baik untuk tingggal maupun berinvestasi (indikator : terbebasnya dari rasa takut ditandai dengan turunnya angka kriminalitas)

Untuk menjabarkan visi Kaupaten Musi Rawas Tahun 2016-2021, ditetapkan menjadi 7 (tujuh) misi yaitu :

1. Memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan insfrastruktur

2. Menumbuhkembangkan sistem dan usaha agribsnis dan agroindustri komoditi unggulan

(12)

49

4. Meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat dalam

pembangunan daerah dan pengelolaan sumberdaya alam yang ramah lingkungan

5. Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan pelayanan prima

6. Memantapkan pembangunan masyarakat yang religius menuju Musi Rawas Darussalam.

7. Memastikan kondisi Kabupaten Musi Rawas yang lebih aman dan nyaman untuk berinvestasi, menarik dan berkesan untuk dikunjungi.

2. Tujuan dan Sasaran

Penetapan tujuan didasarkan kepada faktor-faktor kunci keberhasilan yang ditetapkan setelah penetapan visi dan misi. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasi misi, menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang, sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran akan memberikan fokus pada penyusunan kegiatan bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai, berikut ini tujuan dan sasaran dalam lima tahun kedepan :

Tujuan : 1. Meningkatkan produksi perikanan budidaya Sasaran :

Meningkatnya produksi perikanan budidaya Meningkatnya produksi benih ikan

Tujuan : 2. Meningkatkan pemberdayaan usaha kecil pembudidaya ikan Sasaran

Bertambahnya kelompok pembudidaya ikan yang mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan.

(13)

49

Sasaran :

a. Bertambahnya produksi perikanan tangkap

b. Bertambahnya pembinaan kelembagaan nelayan kecil Tujuan : 4. Meningkatnya ketersediaan produksi peternakan Sasaran :

a. Bertambahnya produksi hasil budidaya peternakan

b. Berkembangnya produksi hasil pengolahan dan pemasaran hasil peternakan Tujuan : 5. Meningkatnya kualitas kegiatan melalui dukungan koordinasi, pelaporan dan bimbingan teknis.

Sasaran :

a. Meningkatnya kualitas pelayanan kegiatan dan administrasi publik

B.

Strategi dan Kebijakan

trategi adalah keseluruan cara atau langkah dengan penghitungan yang pasti untuk mencapai tujuan atau mengatasi persoalan. Sehingga strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan–kebijakan dan program-program.

Sub sektor Peternakan dan Perikanan sebagai salah satu sub sektor unggulan di Kabupaten Musi Rawas dituntut untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam meningkatkan PDRB Kabupaten Musi Rawas dari Sektor Pertanian. Realitas di masyarakat menunjukkan bahwa usaha peternakan dan perikanan mulai meningkatkan pendapatan masyarakat, apalagi kalau usaha Peternakan dan Perikanan tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh dan secara intensif.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016-2021, maka dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang merupakan strategi pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas sebagai berikut :

(14)

49

Misi 1 : Meningkatkan Usaha Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap dengan Pemerdayaan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan dan Nelayan Kecil Strategi :

1. Menfaatkan sumberdaya perairan umum untuk perikanan tangkap dengan tetap menjaga pelestarian lingkungan.

2. Meningkatkan aspek pemberdayaan usaha kecil pembudidaya ikan 3. Meningkatkan aspek pengelolaan budidaya perikanan

Misi 2 : Meningkatkan usaha agribisnis peternakan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat terhadap pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)

Strategi :

1. Meningkatkan aspek budidaya peternakan dengan pendekatan KAWASAN 2. Mengendalikan penyakit hewan dan meningkatkan kesehatan masyarakat

veteriner.

3. Meningkatkan produksi pengolahan hasil dan pemasaran hasil peternakan Kebi

Misi 2 : Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Stategi :

1. Meningkatkan dan mempertahankan pelayanan administrasi publik.

Kebijakan adalah suatu arah tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu lingkungan untuk mencapai suatu tujuan, atau merealisasikan suatu

sasaran atau maksud tertentu. Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan–

ketentuan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam mewujudkan sasaran, tujuan serta visi dan misi satuan kerja perangkat daerah.

(15)

49

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas telah menetapkan kebijakan adalah :

Misi 1 : Meningkatkan Usaha Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap dengan Pemerdayaan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan dan Nelayan Kecil Kebijakan :

1. Peningkatan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, serta pendampingan nelayan kecil.

2. Peningkatan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitasi kemitraan, akses iptek dan informasi nelayan kecil.

3. Peningkatan pelayanan penyelenggaraan pembinaan kelembagaan nelayan kecil

4. Menyelenggarakan Diklat dan Pendampingan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan 5. Menyelenggarakan Fasilitasi Kemitraan, Akses Iptek dan Informasi Usaha

Kecil Pembudidaya Ikan

6. Menyelenggarakan pembinaan kelembagaan usaha kecil pembudidaya ikan 7. Menyelenggarakan penerbitan SIUP pembudidaya ikan

8. Menyelenggarakan penerbitan tanda pencatatan usaha pembudidayaan ikan (TPUPI)

9. Melaksanakan pengelolaan dan penyelenggaraan tempat pelelangan ikan. 10. Peningkatan pengembangan kawasan perikanan budidaya

11. Pengembangan budidaya perikanan dengan meningkatkan penyelenggaraan pengelolaan air dan lahan untuk pembudidaya ikan, pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan dan pembinaan mutu pakan ikan dan obat ikan yang digunakan pembudidaya ikan

12. Pengembangan budidaya perikanan dengan meningkatkan pelaksanaan pembinaan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan cara Pembesaran Ikan

(16)

49

yang Baik (CPIB), penyediaan benih ikan, calon induk dan induk ikan yang bermutu dan pelestarian calon induk, induk dan atau benih ikan

13. Pemberdayaan instalasi balai benih dan mendorong pembangunan pusat perbenihan nasional di Kabupaten Musi Rawas.

Misi 2 : Meningkatkan usaha agribisnis peternakan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat terhadap pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)

Kebijakan :

1. Penyediaan bibit berkualitas, mutu pakan yang tinggi dan sarana prasarana yang baik dengan pola pengembangan kawasan sentra peternakan.

2. Peningkatan kapasitas keterampilan dan pengetahuan peternak.

3. Peningkatan pengendalian penyakit hewan strategis dan menular (zoonosis) dan pengawasan kesehatan masyarakat veteriner.

4. Peningkatan kapasitas pengolahan dan pemasaran hasil peternakan

Misi 3 : Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Kebijakan :

1. Peningkatan kualitas pelayanan administrasi perkantoran 2. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

1. Penentuan Program Kerja a. Program

Sebagai perwujudan dari beberapa kebijakan dan strategi dalam rangka mencapai setiap tujuan strategisnya, maka langkah operasionalnya harus dituangkan ke dalam program dan kegiatan. Program dan kegiatan untuk

(17)

49

mencapai tujuan dan sasaran yang sesuai dengan visi dan misi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas adalah :

Misi Pertama : Meningkatkan Usaha Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap dengan Pemerdayaan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan dan Nelayan Kecil No. Program 1. 2. 3. 4.

Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap

Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan

Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut/Payau dan Air Tawar

Misi Kedua : Meningkatkan usaha agribisnis peternakan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat terhadap pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)

No. Program

1. 2. 3. 4.

Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan

Misi Ketiga : Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

No. Program 1. 2. 3. 4. 5.

Program pelayanan Administrasi Perkantoran

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

(18)

49

b. Kegiatan

Kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sesuai dengan visi dan misi, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas mempunyai kegiatan disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel II.3 Program dan Kegiatan

Program Uraian Kegiatan

1 2

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas

3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 4. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

5. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja 6. Penyediaan Alat Tulis Kantor

7. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

8. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bagunan Kantor 9. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan

Kantor

10. Penyediaan Bahan Bacaan & Peraturan Perundangan-undangan

11. Penyediaan Makanan dan Minuman

12. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

13. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah

14. Penyediaan Jasa Pendukung Administrasi Teknis/Perkantoran

15. Penyediaan Jasa Dokumentasi, Publikasi dan Dekorasi

2. Program Peningkatan Sarana

dan Prasarana Aparatur 1. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 2. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 3. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

(19)

49

Program Uraian Kegiatan

1 2

4. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

1. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan

3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

1. Penyusunan Dokumen Pelaksanaan dan Kinerja SKPD

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

2. Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Kinerja di SKPD

5. Program Pengembangan Budidaya Perikanan

1. Pengembangan Bibit Ikan Unggul

2. Pendampingan Pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan

3. Pembangunan/Pengembangan Sarana dan Prasarana Budidaya Perikanan

4. Monitoring dan Evaluasi 6. Program Pengembangan

Perikanan Tangkap

1. Pendamping Pada Kelompok Nelayan Perikanan Tangkap

2. Penebaran Benih di Perairan Umum 7. Program Optimalisasi

Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan

1. Pelatihan dan Pengadaan Alat Pengelolaan Hasil Perikanan

2. Pengembangan dan Pemasaran Hasil Perikanan

8. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah

Penyusunan dan Pengumpulan Data dan Statistik Daerah

8. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

1. Pelayananan, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Menular

9. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

1. Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembibitan Ternak

2. Pembibitan dan Perawatan Ternak

3. Pendistribusian Bibit Ternak Kepada Masyarakat

4. Penyelenggaraan UPT Dinas Peternakan dan Perikanan

(20)

49

Program Uraian Kegiatan

1 2

Pendukung Peternakan 9. Program Peningkatan

Pemasaran Hasil Produksi

1. Promosi Atas Hasil Produksi Peternakan Unggulan Daerah

2. Pengolahan Informasi Permintaan Pasar Atas Hasil Produksi Peternakan Masyarakat 10. Program Peningkatan

Penerapan Teknologi Peternakan

1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna

2. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Peternakan Tepat Guna

3. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Inseminasi Buatan

C. Rencana Kerja

encana kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas merupakan Rencana Kerja yang disusun setiap tahun dan merupakan penjabaran dari Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 juga harus selaras dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016. Adapun Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Tabel II.4

Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2016

TUJUAN SASARAN INDIKATOR

SASARAN SATUAN TARGET 1 2 3 4 5 Menjaga kelestarian produksi perikanan tangkap Meningkatnya produk peternakan Produksi ikan Jumlah nelayan kecil yang dibina

ton Kg/thn org 486,03 1.535.059 40 Bertambahnya pembinaan kelembagaan nelayan kecil Meningkatkan pemberdayaan usahan kecil pembudidaya Bertambahnya

pembinaan usaha kecil pembudidaya ikan (kelompok)

Jumlah usaha kecil pembudidaya ikan (kelompok)

Klp 20

(21)

49 ikan Meningkatan produksi perikanan budidaya Meningkatnya produksi perikanan budidaya Meningkatnya produksi perikanan benih ikan

Jumlah produksi perikanan budidaya Jumlah produksi benih ikan ton ribu ekor 44,242.39 979,971 Meningkatnya ketersediaan produksi peternakan Bertambahnya produksi hasil budidaya peternakan Berkembangnya produksi hasil pengolahan dan pemasaran hasil peternakan Produksi daging Produksi telur Produksi pengolahan hasil peternakan ton ton kg 2.975,66 1.330 2.646

Adapun Hubungan antara Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2016 hubungannya dengan Rencana Strategis dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel II-5

Hubungan Renja dengan Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan

TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN Satuan Renja 2016 Akhir Renstra 2021 1 2 3 4 5 6 Menjaga kelestarian produksi perikanan tangkap Bertahannya produksi perikanan tangkap Bertambahnya pembinaan kelembagaan nelayan kecil Produksi ikan tangkap Jumlah nelayan kecil yang dibina ton org 486,03 40 462,21 40 Meningkatkan pemberdayaan usaha kecil pembudidaya ikan Bertambahnya pembinaan usaha kecil pembudidaya ikan (kelompok) Jumlah usaha kecil pembudidaya ikan Klp 20 70

(22)

49 Meningkatan produksi perikanan budidaya Meningkatnya ketersediaan produk peternakan Meningkatnya kualitas kegiatan melalui dukungan koordinasi, pelaporan dan bimbingan teknis Meningkatnya produksi perikanan budidaya Meningkatnya produksi benih ikan Bertambahnya produksi hasil budidaya peternakan Berkembangnya produksi hasil pengolahan dan pemasaran hasil peternakan Meningkatnya kualitas pelayanan kegiatan dan administrasi perkantoran Jumlah produksi perikanan budidaya Jumlah produksi benih ikan Produksi daging Produksi telur Produksi pengolahan hasil peternakan Realisasi laporan keuangan Realisasi laporan barang milik daerah Realisasi laporan kinerja instansi pemerintah ton ribu ekor ton ton kg Dok Dok Dok 44.242.39 979,971 2.975,66 1.390 2.646 1 1 1 61.029,48 1.146.549 3.399,01 1.620 3.377 1 1 1

D. Perjanjian Kinerja Tahun 2016

enetapan Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

(23)

49

Kepala Bupati Musi Rawas dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.Musi Rawas telah menandatangani perjanjian kinerja tahun 2016 yang dituangkan dalam Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2016 sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada. Penetapan kinerja telah mengacu pada Rencana Strategi tahun 2016-2021 dalam dokumen Penetapan Kinerja 2016. Penetapan Kinerja Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 disajikan pada tabel di bawah ini :

Tabel II.4

Perjanjian Kinerja Dinas Peternakan dan Perikanan Tahun 2016

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)

Meningkatnya Nilai Tukar

Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) 100,40

Meningkatnya kontribusi

pertanian terhadap PDRB

Kontribusi Pertanian terhadap

PDRB 4.743.478,10

Meningkatnya Nilai Tukar

Nelayan/Perikanan (NTP Perikanan) Nilai Tukar Nelayan/Perikanan (NTP Perikanan) 100,40 Meningkatnya Produksi Perikanan Konsumsi Produksi Perikanan Konsumsi 34141,11 ton Meningkatnya Kontribusi Perikanan terhadap PDRB Kontribusi Perikanan terhadap PDRB 1.148.619,00

Meningkatnya Konsumsi Ikan Konsumsi ikan 33,53

(kg/kapita/thn)

Program Anggaran Keterangan

Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran 640.113.500

APBD Perubahan Program Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur 300.200.000

APBD Perubahan

Program Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur 14.000.000

APBD Perubahan

(24)

49

Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kerja dan Keuangan

Perubahan

Program pengembangan

data/informasi/statistik daerah 65.600.000

APBD Perubahan

Program pencegahan dan

penanggulangan penyakit ternak 324.800.000

APBD Perubahan Program Peningkatan Produksi Hasil

Petenakan 4.142.624.000

APBD Perubahan

Program peningkatan pemasaran

hasil produksi 290.342.000

APBD Perubahan

Program peningkatan penerapan

teknologi peternakan 489.626.000

APBD Perubahan Program Pengembangan Budidaya

Perikanan 3.846.140.000

APBD Perubahan Program Pengembangan Perikanan

Tangkap 151.360.000

APBD Perubahan Program Optimalisasi Pengelolaan

dan Pemasaran Produksi Perikanan 43.287.500

APBD Perubahan Tugas Pembantuan Perikanan &

Kelautan 577.705.000

APBN Perubahan

Jumlah 10.378.240.000

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 mendapatkan alokasi dana APBD Perubahan sebesar Rp. 12.474.790.000,-.

Pada Bulan September 2016 dana APBD Perubahan sebesar

Rp. 10.378.240.000,- yang terdiri dari 12 Program dan 41 kegiatan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas mengalami pengurangan dana sebesar Rp. 2.096.550.000,- dari dana APBD sebelumnya dan Dana Tugas

Perbantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan sebelumnya sebesar Rp. 750.000.000,-. Pada Bulan September terjadi Revisi Anggaran APBN

Perubahan sebesar Rp. 577.705.000,- yang terdiri dari 1 Program dan 4 kegiatan.

(25)

49

BAB III

AKUNTABILITAS

KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

aporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2016 disusun berdasarkan capaian kinerja setiap sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategi (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun

2016-2021. Capaian Kinerja tersebut berasal dari pengukuran kinerja yang

merupakan penilaian terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan

kegiatan/program/kebijaksanaan, Pengukuran kinerja tersebut mencakup

penetapan indikator kinerja dan penetapan capaian indikator kinerja.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan realisasi kinerja dengan sasaran (target) kinerja yang dicantumkan dalam dokumen perjanjian kinerja dalam rangka pelaksanaan APBD dan APBN tahun 2016 serta membandingkan realisasi kinerja program sampai dengan tahun 2016 dengan sasaran (target) kinerja 5 tahunan yang di rencanakan dalam Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas.

Dengan berdasarkan pada ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah.

(26)

49

Metode yang digunakan untuk mengukur capaian target pada Dinas Peternakan dan Perikanan ada 2 (dua) metode, yaitu :

1. Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik digunakan rumus :

Persentase Realisasi

pencapaian rencana = --- x 100%

tingkat capaian Rencana

2. Semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendah pencapaian kinerja digunakan rumus :

Persentase (Rencana – (Realisasi – Rencana))

pencapaian rencana = --- x 100%

tingkat capaian Rencana

Berdasarkan pengukuran tersebut diperoleh sasaran tingkat capaian dikelompokan dalam 6 kategori yaitu:

memuaskan 85-100% sangat baik 75-85%, baik 65 - 75%, cukup 50 - 65 %, kurang 0-50 %, sangat kurang 0-30%.

Dari setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :

1. Pebandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2016

Pencapaian target Indikator Kinerja yaitu meningkatnya Nilai Tukar Nelayan / Perikanan (NTP Perikanan) dapat dilihat pada tabel berikut:

(27)

49

Tabel 3.1

No Indikator Kinerja Satuan Target 2016 Realisasi 2016 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100)

1 Nilai Tukar Petani (NTP)

% 100,4 0,00 0,00

Rata-rata capaian 0,00

Pencapaian target Indikator Kinerja yaitu meningkatnya Nilai Tukar Nelayan/ Perikanan (NTP Perikanan) dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2

No Indikator Kinerja Satuan Target 2016 Realisasi 2016 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 Nilai Tukar Nelayan/Perikanan (NTP Perikanan) % 100,4 0,00 0,00 Rata-rata capaian 0,00

Pencapaian target Indikator Kinerja yaitu meningkatnya Produksi Perikanan Konsumsi, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.3

No Indikator Kinerja Satuan Target 2016 Realisasi 2016 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 Produksi Perikanan Konsumsi ton 34.141,11 53.485,81 33,74 Rata-rata capaian 33,74

(28)

49

Pencapaian target Indikator Kinerja yaitu Meningkatnya Kontribusi Perikanan terhadap PDRB, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.4

No Indikator Kinerja Satuan Target

2016 Realisasi 2016 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 Kontribusi Perikanan terhadap PDRB juta 1.148.619,00 1.119.707,18 102,58 Rata-rata capaian 102,58

Pencapaian target Indikator Kinerja yaitu meningkatnya Konsumsi Ikan, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.5

No Indikator Kinerja Satuan Target

2016 Realisasi 2016 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100)

1 Konsumsi Ikan Kg/kapita/thn 33,53 34,15 101,84

Rata-rata capaian 101,84

Pencapaian target Indikator Kinerja yaitu Meningkatnya Kontribusi Pertanian terhadap PDRB, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.5

No Indikator Kinerja Satuan Target

2016 Realisasi 2016 Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6=5/4x100) 1 PDRB Pertanian juta 4.328.884,5 4.808.548,4 111,08 Rata-rata capaian 111,08

(29)

49

2. Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2015 dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.

Tabel Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2015 dengan tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut :

Tabel 3.5

Tabel Perbandingan Capaian Tahun 2015 dengan Capaian empat tahun terakhir

No Indikator Kinerja Satuan Realisasi Capaian (%)

2012 2013 2014 2015 2012 2013 2014 2015

1 Produksi daging ton 3324,04 3517,43 2578,93 2880,22 99,23 89,67 69,73 73,43

2 Produksi telur ton 1252,08 1282,13 1280,60 971,23 101,05 83,52 89,59 63,27

3 Produksi ikan ton 28746,08 51432,88 74804,73 34120,16 33,71 32,46 55,78 21,52

4 Produksi benih ikan ekr 238.693.000 435.260.000 787.605.53 3 960.756.29 1 54,26 53,75 115,114 118,64 5 Jumlah kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbankan klp 0 0 0 2 0 110 0 20,00 6 Partisipasi Pameran yang diikuti kali 1 3 2 4 50 150 100 200,00 7 Jumlah kasus penyakit zoonosis kasus 0 0 0 0 100 0 100 100,00 8 Sosialisasi kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner org 60 120 90 90 50 85,71 69,23 64,28 9 Layanan Pengobatan ternak ekr 21.509 54.737 49.200 29.968 85 103,06 176,75 100,22 10 Pelayanan Inseminasi Buatan kali 3.905 5.224 5.668 5.215 50,71 38,26 65,91 57,31

11 Jumlah aseptor IB ekr 3.254 3.482 3.779 4.415 44,58 40,48 46,08 51,34

12 Jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan teknis aparatur

(30)

49

3. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan target Akhir Renstra Tahun 2021

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan target Akhir Renstra Tahun 2021 tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.6

Perbandingan Target Akhir Renstra Tahun 2021 dengan Realisasi Anggaran Tahun 2016

No Indikator Kinerja Satuan Target 2016 Target 2021

Realisasi s.d tahun

2016

Capaian (%)

1 Nilai Tukar Petani (NTP) % 100,5 102,7 0,00 0,00 2 PDRB Pertanian Juta Rp 4.743.478.10 5.779.962,10 4.808.548,4 111,08 3 Nilai Tukar Nelayan/Perikanan (NTP) % 100,5 102,7 0,00 0,00 4 Produksi Perikanan Konsumsi ton 34.977,45 44.482,98 53.485,81 152,91 5 Kontribusi Perikanan terhadap PDRB Juta Rp 1.148.619,00 20.061.855 1.119.707,18 102,58 6 Konsumsi Ikan Kg/Kapita/Thn 34,5 40,00 34,15 98,98

4. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2016 dengan standar nasional.

Tidak ada pembandingan antara realisasi kinerja tahun 2016 dengan standar nasional karena SKPD belum mempunyai Standar Pelayanan Minimal .

(31)

49

5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan.

1. Target Indikator Kinerja Nilai Tukar Petani (NTP) pada Tahun 2016 adalah sebesar 100,4% dengan realisasi 0,00% Target Indikator ini belum tercapai, karena kegiatan ini belum dilaksanakan dan belum dianggarkan pada TA 2016. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pencapaian swasembada daging sapi dan peningkatan penyediaan pangan hewani yang ASUH dan kegiatan :

1. Peningkatan kuantitas dan kualitas benih/bibit dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal

2. Peningkatan produksi ternak ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

3. Peningkatan produksi ternak non ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

4. Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular strategis dan penyakit zoonosis.

2. Target Indikator Kinerja meningkatnya kontribusi PDRB Kategori

Pertanian Kabupaten Musi Rawas pada Tahun Anggaran 2016 sebesar 4.743.478.10 juta rupiah. Total PDRB Tahun 2016 sebesar 15.049.827,7 Juta Rupiah, Tahun 2015 Total PDRB sebesar 14.100.933,74 juta rupiah. Distribusi persentase PDRB Tahun 2016 32,16% dibandingkan tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 32,14%. Total PDRB Pertanian Tahun 2016 4.808.548,4 juta rupiah mengalami kenaikan sebesar 6,03% bila dibandingkan total PDRB Tahun 2015 sebesar 4.534.860,29 juta rupiah . Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pencapaian swasembada daging sapi dan peningkatan penyediaan pangan hewani yang ASUH dan kegiatan :

(32)

49

a. Peningkatan kuantitas dan kualitas benih/bibit dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal

b. Peningkatan produksi ternak ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

c. Peningkatan produksi ternak non ruminansia dengan pendayagunaan sumberdaya lokal

d. Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular strategis dan penyakit zoonosis

3. Target Indikator Kinerja meningkatnya produksi perikanan pada Tahun

2016 adalah 34141,11 ton/tahun dengan realisasi 53485,81 ton/tahun dengan capaiannya 152,91%. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan melebihi target yang ditetapkan. Tercapainya indikator kinerja ini didukung dengan kualitas pakan yang baik, benih unggul serta kualitas air yang baik. Bila Perbandingan antara capaian di tahun 2015 capaian tahun 2015 mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh kondisi iklim yang ekstrim yang menyebabkan elnino, sehingga banyak ikan yang mati, dengan kondisi cuaca yang ekstrim juga menyebabkan keringnya irigasi teknis, sehingga banyak kolam air deras yang menghentikan produksi ikannya. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pengembangan budidaya perikanan dan Program pengembangan perikanan tangkap, kegiatan :

1. Pengembangan bibit ikan unggul

2. Pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan 3. Pembinaan dan pengembangan perikanan

4. Pembangunan/pengembangan sarana dan prasarana budidaya perikanan

(33)

49

6. Pengembangan Kawasan Minapolitan

7. Pendampingan pada kelompok nelayan perikanan tangkap 8. Penebaran benih di perairan umum (restocking)

4. Target Indikator Kinerja meningkatnya kontribusi PDRB Kategori

Perikanan Kabupaten Musi Rawas pada Tahun Anggaran 2016 sebesar 1.148.619,00 juta rupiah. Total PDRB Perikanan sebesar 1.119.707,18 dengan capaian 102,58%. Sektor Perikanan dan Kelautan berpotensi memberikan sumbangan yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Musi Rawas. Sektor Perikanan yang merupakan bagian dari lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan. Hal ini ditunjang dari pengembangan budidaya perikanan dan ketersediaan benih dan induk unggul yang mampu menghasilkan komoditas yang bernilai ekonomis tinggi. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh program pengembangan budidaya perikanan dan Program pengembangan perikanan tangkap, kegiatan :

1. Pengembangan bibit ikan unggul

2. Pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan 3. Pembinaan dan pengembangan perikanan

4. Pembangunan/pengembangan sarana dan prasarana budidaya perikanan

5. Monitoring dan evaluasi

6. Pengembangan Kawasan Minapolitan

7. Pendampingan pada kelompok nelayan perikanan tangkap 8. Penebaran benih di perairan umum (restocking)

5. Target Indikator Kinerja meningkatnya Konsumsi Ikan tahun 2016 adalah 34,5 kg/Kapita/Tahun dan capaiannya 98,98 kg/Kapita/Tahun. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maksimal dan melebihi target yang ditetapkan,

(34)

49

hal ini dikarenakan Produksi Ikan Konsumsi yang meningkat, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menkonsumsi ikan serta manfaat dan gizi yang terkandung pada ikan, capaian ini juga didukung dengan kegiatan promosi gerakan gemar makan ikan. Tercapainya indikator ini karena didukung oleh Program peningkatan nilai tambah daya saing, industri hilir dan ekspor hasil pertanian, kegiatan :

1. Pengembangan penanganan pasca panen perikanan 2. Pengembangan pengolahan hasil perikanan

3. Pengembangan pemasaran domestik

6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya

Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya dilakukan terhadap satu sasaran yaitu:

a. Meningkatnya produksi peternakan sasaran ini dicapai melalui 1 program dan

4 kegiatan dengan realisasi keuangan sebesar Rp 4.024.627.200 dari

anggaran Rp. 4.142.624.000,- atau 97,15% sehingga terdapat efesiensi dana sebesar 2,85% dan penggunaan sumberdaya manusia 15 orang atau 100% dari rencana 15 orang. (berapa orang untuk melaksanakan kegiatan tersebut) Rincian penggunaan sumberdaya keuangan dan sumber daya manusia dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

(35)

49

7. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2016 dengan Standar Nasional

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas tidak membuat perbandingan dengan Standar Nasional karena Standar Nasional tidak kami peroleh.

8. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan

Keberhasilan capaian kinerja sasaran seperti yang dijelaskan di atas antara lain didukung oleh :

a. Semakin meningkatnya SDM Peternakan dan Perikanan dengan semakin tingginya kesadaran yang dimiliki oleh aparatur untuk meningkatkan kapasitasnya baik melalui pendidikan formal maupun non formal.

b. Tersedianya sarana dan prasarana untuk melaksanakan tugas yang cukup memadai.

c. Kedudukan organisasi dan tugas pokok Dinas Peternakan dan Perikanan yang

cukup strategis sebagai pembantu Bupati dalam penyelenggaraan

pemerintahan di bidang Peternakan dan Perikanan.

Namun demikian, ada beberapa indikator yang walaupun pencapaiannya sudah baik namun masih perlu ditingkatkan selain indikator kelompok yang mendapatkan modal swasta/perbankan juga perlu ditingkatkan seperti pelayanan Inseminasi Buatan (IB) dan jumlah pelayanan inseminasi buatan (IB). Belum tercapainya target yang ditetapkan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1. Masih belum optimalnya koordinasi antar sub unit dalam organisasi dan antara organisasi dengan SKPD terkait.

2. Belum adanya sistem informasi (basis data) sebagai dasar dari perencanaan yang efektif.

(36)

49

3. Lemahnya monitoring dan pengawasan terhadap hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta tindak lanjut dari hasil yang dilaksanakan (follow up). Kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran adalah:

1. Tingkat Koordinasi yang masih perlu ditingkatkan, baik secara intern maupun ekstern kegiatan pembangunan bidang peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas. Karena usaha Peternakan dan Perikanan juga dipengaruhi oleh dukungan dari keberhasilan instansi lain yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung;

2. Ketersediaan sarana dan prasarana kerja yang kurang memadai dalam pelaksanaan pelayanan publik bidang peternakan dan perikanan;

3. Ketersediaan SDM aparatur teknis peternakan dan perikanan yang masih perlu ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas;

4. Rencana kegiatan program pembangunan peternakan dan perikanan yang kurang terakomodir, akibat keterbatasan alokasi dana pembangunan;

5. Responsibilitas stakeholders terhadap program pembangunan peternakan dan perikanan yang perlu dimaksimalkan;

6. Kemandirian dan ketangguhan peternak dan pembudidaya ikan dalam berusaha masih perlu ditingkatkan;

7. Kasus kehilangan dan kematian ternak akibat tindakan pencurian dan wabah penyakit serta adanya illegal fishing yang masih sering terjadi.

Berdasarkan kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran, maka diambil langkah-langkah antisipatif sebagai berikut:

1. Kegiatan koordinasi dalam bentuk rapat-rapat intern dan ekstern demi keberhasilan kegiatan pembangunan bidang peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas;

2. Peningkatan sarana dan prasarana kerja dalam pelaksanaan pelayanan publik bidang peternakan dan perikanan;

(37)

49

3. Peningkatan SDM aparatur teknis peternakan dan perikanan baik secara kuantitas maupun kualitas;

4. Peningkatan pembiayaan program pembangunan peternakan dan perikanan baik dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi, APBN, dan PERBANKAN serta tidak menutup kemungkinan pihak ketiga;

5. Peningkatan responsibilitas stakeholders terhadap program pembangunan

peternakan dan perikanan melalui temu koordinasi, sosialisasi dan temu usaha;

6. Penurunan angka kehilangan ternak/ikan akibat tindakan pencurian, kerusakan lingkungan, dan wabah penyakit melalui pembinaan teknis peternakan dan perikanan, kegiatan pengobatan, vaksinasi dan eliminasi, serta koordinasi dengan pihak keamanan;

B. Realisasi Anggaran

asar penyusunan Anggaran kegiatan Pemerintah daerah adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Berdasarkan Peraturan tersebut Belanja Daerah

terbagi dalam Belanja Tidak Langsung dan Belanja langsung. Belanja kegiatan (Pegawai, Barang & Jasa, Modal) termasuk dalam kategori Belanja Langsung.

(38)

49

Tabel 3.8

Akuntabilitas Keuangan

Misi Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran Realisasi Capaian (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1. M 1. Meningkat kan kualitas dan kuantitas produksi ternak dan ikan Terwujudnya swasembad a daging, telur dan ikan 1.1.1 Meningkatn ya produksi peternakan 1.1.2 Meningkatn ya produksi perikanan Produksi daging (kg/thn) Produksi telur (kg/th) Produksi ikan (ton/thn) Produksi benih ikan (ekor/thn) 3.922.570 1.535.050 158.518.260 809.828.000 I II III

Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

1. Pembibitan dan Perawatan Ternak 2. Pendistribusian Bibit Ternak kepada

Masyarakat

3. Penyelenggaraan UPT Dinas Peternakan dan Perikanan

4. Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Peternakan

Program Pengembangan Budidaya Perikanan

1. Pengembangan Bibit Ikan Unggul 2. Pendamping pada kelompok tani

pembudidaya ikan

3. Pembangunan/Pengembangan Sarana dan Prasarana Budidaya Perikanan

4. Monitoring dan Evaluasi

Program Pengembangan Perikanan Tangkap

1. Pendampingan pada kelompok nelayan perikanan tangkap 2. Penebaran Benih di Perairan Umum

4.142.624.000 230.635.000 3.626.900.000 188.089.000 97.000.000 7.462.051.000 358.500.000 899.600.000 2.508.040.000 100.000.000 151.360.000 101.360.000 50.000.000 4.024.627.200 228.914.000 3.516.506.000 185.892.200 93.315.000 6.920.964.635 357.284.000 886.568.900 2.485.398.350 75.097.000 150.150.000 100.364.000 49.792.000 97,15 99,25 96,96 98,83 96,20 92.75 99,66 98,55 99,10 93,87 99,20 99.02 99,58 1. Mening katnya pendap atan peterna k, pembud idaya ikan dan nelayan Meningkatny a kemampuan peternakan dan pembudiday a ikan dalam mengakses permodalan dan pemasaran 2.1.1Meningkatny a bantuan permodalan kepada kelompok tani pembudidaya ikan dan peternak Jumlah kelompok yang mendapatkan modal dari swasta/perbank an (klp) Partisipasi pameran yang diikuti (kali) 10 klp 2 kali I II

Program Peningkatan Pemasaran

Hasil Produksi

1. Promosi Atas Hasil Produksi Peternakan Unggulan Daerah 2. Pengolahan Informasi Permintaan

Pasar Atas Hasil Produksi Peternakan Masyarakat

Program Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan

1. Pelatihan dan Pengadaan Alat Pengelolaan Hasil Perikanan

290.342.000 278.342.000 12.000.000 43.287.500 43.287.500 290.330.000 278.342.000 11.988.000 42.513.000 42.513.000 99,99 100,00 99,90 98,21 98,21

(39)

49 3. Mening katnya kompet ensi aparatur dan pelayan an teknis Meningkatkny a ketrampilan teknis aparatur dan pelayanan teknis 1. Meningkatnya pelayanan kesehatan hewan dan ikan 2. Meningkatnya pelayanan inseminasi buatan dan ketrampilan teknis aparatur Jumlah Kasus penyakit zoonosis (kasus) Sosialisasi kesehatan hewan, ikan dan masyarakat veteriner (org) Layanan pengobatan ternak (ekor) Pelayanan Inseminasi Buatan (kali) Jumlah akseptor IB (ekor) Aparatur yang kemampuan teknisnya meningkat 0 140 29.901 9.100 8.600 10 1 II

Program Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit Ternak

1. Pelayanan, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Menular.

Program Peningkatan Penerapan

Teknologi Peternakan

1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna 2. Pelatihan dan Bimbingan

Pengoperasian Teknologi Peternakan Tepat Guna

3. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Inseminasi Buatan

324.800.000 324.800.000 489.626.000 45.000.000 14.426.000 430.200.000 320.106.500 320.106.500 482.268.200 39.788.000 14.426.000 428.054.200 98,55 98,55 98,49 88,43 100,00 99,50

(40)

49

Realisasi Anggaran Belanja Kegiatan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas untuk Tahun Anggaran 2016 sumber dana APBD Kabupaten Musi Rawas sebesar Rp. 10.144.445.981,- atau 97,75% dari Anggaran yang ada sebesar Rp. 10.378.240.000,-

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas pada tahun

2016 juga mendapat alokasi kegiatan dari APBN ( Tugas Perbantuan) meliputi :

1. Kementerian Kelautan dan perikanan (Plafon Rp. 577.705.000,- realisasi Rp. 570.483.688,- / 98,75%)

C. Aspek Pendukung

a. Personalia/Sumber Daya Manusia

Jumlah PNS Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas per 31 Desember 2016 adalah 89 orang yang dapat diklasifikasikan berdasarkan golongan, jabatan dan pendidikan sebagai berikut :

1. Berdasarkan Golongan

No Uraian Pegawai Jumlah

1 Golongan IV 9 orang

2 Golongan III 64 orang

3 Golongan II 15 orang

4 Golongan I 1 orang

Jumlah 86 orang

2. Berdasarkan Jabatan Struktural

No. Jabatan Jumlah

1 Kepala Dinas (Eselon II b) 1

2 Sekretaris (Eselon IIIa) 1

3 Kepala Bidang (Eselon IIIb) 5

4 Kasubbag di sekretariat, Kasi, Ka.UPTD

dan Kasubag di UPTD (Eselon IV)

38

(41)

49

3. Berdasarkan Pendidikan

No. Pendidikan Jumlah

1 Strata-3 -

2 Strata-2 (termasuk MM) 10

3 Strata-1/ Diploma-IV 49

4 Diploma III 2

5 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 23

6 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama -

7 Sekolah Dasar 1

J u m l a h 89

b. Sarana Penunjang

Guna mendukung keberhasilan pencapaian tugas pokok dan fungsi, Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas dilengkapi dengan sarana dan prasarana berupa aktiva tanah dan bangunan, inventaris, kendaraan dinas serta fasilitas perlengkapan lainnya, dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Tanah

Setelah Dinas Peternakan dan Perikanan pindah ke Muara Beliti maka terjadi perubahan jumlah Tanah yaitu seluas 54.846 m2 yang terdiri dari tanah sebagai berikut :

- Tanah untuk air tawar : 37.168 m2

- Tanah Rumah : 1.400 m2

- Tanah kantor : 15.130 m2

- Tanah bangunan (RPH) : 0,7 Ha

- Tanah kebun : 448 m2

(42)

49

2. Bangunan

Bangunan gedung induk kantor Dinas Peternakan dan Perikanan berada di Muara Beliti sebanyak 1 unit, BBI Ekamulya sebanyak 1 unit, Poskeswan sebanyak 5 unit, Pasar benih ikan 1 unit, RPH di desa D. Tegal Rejo sebanyak 1 unit, dan BBI U1 Pagar sari sebanyak 1 unit yang terdiri dari bangunan kantor, Rumah dan bangunan kolam yang berasal dari Dana DAK Departemen Kelautan dan Perikanan.

3. Rumah Dinas

Jumlah rumah dinas sebanyak 9 buah dengan rincian sebagai berikut :

- BBI Lokal Ekamulya desa A. Widodo 1 unit

- Pasar Benih Ikan 2 unit

- Pasar Hewan 2 unit

- RPH 1 unit

- BBI Lokal desa Ui.Pagar Sari 3 unit

4. Kendaraan Dinas

Kendaraan dinas yang dimiliki/dipergunakan oleh karyawan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas per 31 Desember 2016 sebanyak 38 unit yang terdiri dari : Mobil 2 unit, Sepeda motor 34 unit yang berasal dari (APBD Kab.Mura) dan Tahun 2014 dari dana APBN penambahan motor roda tiga 2 unit.

Pada tahun 2014 Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas tidak menganggarkan untuk pembelian kendaraan dinas roda 4.

(43)

49

5. Sarana dan Prasarana yang terdapat pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016

No Jenis Barang Volume Satuan Keterangan Peralatan Perlengkapan Kerja

1 Meja Kerja 1 biro 6 Buah

2 Meja rapat 16 Buah

3 Meja kerja 1, ½ biro 3 Buah

4 Meja kerja ½ biro 38 Buah

5 Lemari arsip 13 Buah

6 Lemari rak piring 1 Unit

7 Lemari Es 10 Unit

8 Lemari brangkas 1 Unit

9 Perlengkapan dapur 1 Paket

10 Kursi tamu jok 7 Set

11 Kursi tamu/tunggu 2 Buah

12 Kursi plastik 170 Buah

13 Kursi rapat 26 Buah

14 Mesin ketik 3 Unit

Peralatan Elektronik Lainnya

1 Laptop 14 Buah

2 Dekstop PC 16 Buah

3 Printer deskjet 15 Buah

4 Printer laser jet 3 Unit

5 AC 18 Unit

6 Kipas angin 4 Buah

7 Jaringan Komputer 1 Paket

8 Pesawat telpon/fax/Hp 2 Unit

9 Camera Digital Zoom 2 Unit

10 Infokus 2 Unit

11 Komputer PC 8 Unit

12 Televisi 4 Unit

Alat Transportasi

1 Mobil 2 Unit

2 Sepeda Motor 34 Unit

(44)

49

6. Fasilitas/Perlengkapan lainnya

Fasilitas/perlengkapan lainnya berupa peralatan Inseminasi Buatan, Kesehatan Hewan, Peralatan perikanan, peralatan laboratorium, alat kedokteran, dan lain-lain.

D. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tahun Lalu

Perbaikan yang telah dilakukan terhadap rekomendasi hasil evaluasi SAKIP oleh Inspektorat Kabupaten Musi Rawas, sebagai berikut :

1. Membuat SOP mekanisme pengumpulan data kinerja.

2. Melakukan evaluasi rencana aksi dan ditindaklanjuti dalam bentuk langka-langka nyata.

3. Pelaporan Kinerja telah menyajikan informasi pencapaian sasaran yang berorientasi outcome dan Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen

(45)

49

BAB IV

PENUTUP

Semua Program dan Kegiatan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten telah dilaksanakan dengan baik. Oleh karena perubahan kebijakan, baik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas maupun Pemerintah Pusat, turut berpengaruh terhadap penyerapan anggaran yang telah direncakan. Pada masa yang akan datang diharapkan agar alokasi dana pembangunan dapat lebih proporsional sebagaimana yang diamanatkan dalam RPJM Kabupaten Musi Rawas, dimana bidang Pertanian (Tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan) termasuk Sektor Sangat Strategis.

Keberhasilan program pembangunan bidang peternakan dan perikanan sangat ditentukan oleh perencanaan yang baik. Perencanaan yang ideal perlu

didukung oleh data-data yang valid. Kendala yang dihadapi selama ini adalah

keterbatasan anggaran untuk mendapatkan data-data yang valid. Mengingat Kabupaten Musi Rawas sangat luas, sehingga untuk mendapatkan data perlu

biaya, tenaga dan waktu yang cukup besar.

Berdasarkan permasalahan yang telah diidentifikasikan dari hasil pengukuran indikator kinerja (evaluasi) dalam pencapaian sasaran adalah:

1. Tingkat Koordinasi yang masih perlu ditingkatkan, baik secara intern maupun ekstern kegiatan pembangunan bidang peternakan dan perikanan di Kabupaten Musi Rawas. Karena usaha Peternakan dan Perikanan juga dipengaruhi oleh dukungan dari keberhasilan instansi lain yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung;

(46)

49

2. Ketersediaan sarana dan prasarana kerja yang kurang memadai dalam pelaksanaan pelayanan publik bidang peternakan dan perikanan;

3. Ketersediaan SDM aparatur teknis peternakan dan perikanan yang masih perlu ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas;

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini disusun dan

diharapkan dapat memacu pelaksanaan kegiatan selanjutnya dan dapat bermanfaat bagi kita.

Gambar

Tabel II.3   Program dan Kegiatan
Tabel II.4
Tabel II-5
Tabel II.4
+4

Referensi

Dokumen terkait

Trans 7 (Analisis Tema Authentic Halal Greek Food Yunani) karya Umrotul Fadilah mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Walisongo

Hal ter- sebut didukung pula oleh Pujaningrum dan Sabeni (2012) yang menemukan bahwa lokus kendali eksternal memiliki pengaruh positif terhadap penerimaan

Pada praktek kerja lapang ini, dilakukan budi daya cacing sutra dengan menggunakan media lumpur, kotoran ayam, EM4 dan ampas tahu pada bak beton dengan sistem air mengalir..

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) menggunakan peta konsep berpengaruh

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan laporan yang memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja sesuai Perjanjian Kinerja Tahun 2020, sekaligus

aporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) BKAD Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019 disusun sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan berbagai program dan kegiatan

Pemberian fraksi AANP Acacia villosa mengakibatkan perubahan histopatologi pada organ hati tikus berupa degenerasi hidropis, degenerai lemak, apoptosis dan pada ginjal

Oleh karena itu PENGGUGAT mohon agar bagian DALAM PETITUM gugatan awal disesuaikan sebagaimana dimaksudkan perubahan ini yaitu angka 3 gugatan awal