BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020
Dinas Koperasi dan UKM DIY telah melaksanakan pengukuran kinerja atas kinerja yang diperjanjikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan Bapak Gubernur DIY tahun 2020. Pengukuran mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencana-an, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah dengan skala nilai peringkat kinerja sebagaimana tabel berikut:
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja
Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 No. Interval Nilai Realisasi
Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi
Kinerja Kode
1. 91 ≤ 100 Sangat Baik Hijau Tua
2. 76 ≤ 90 Tinggi Hijau Muda
3. 66 ≤ 75 Sedang Kuning Tua
4. 51 ≤ 65 Rendah Kuning Muda
5. ≤ 50 Sangat Rendah Merah
Bab 3 Berisi :
1. Capaian Kinerja Tahun 2020
2. Realisasi Anggaran 3. Inovasi
31
Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 NO SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR / META
INDIKATOR SATUAN Base line
2017 Capaian 2019
TAHUN 2020 TARGET
AKHIR RPJMD TARGET REALISASI PERSENTASE KRITERIA/ KODE
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1
Meningkat nya kapasitas usaha
rupiah 3,679,342 4,325,217 4,141,478 4,142,871 100.03 Sangat
Baik 4,308,794 nya kontribusi wirausaha
Adapun analisis capaian kinerja per sasaran stategis diuraikan sebagai berikut:
32
3.1.1. Sasaran 1: Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM
Kinerja sasaran Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM diukur dengan 2 (dua) indikator. Penjelasan hubungan sasaran, indikator dan meta indikator adalah sebagai berikut:
Tabel III.3 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan Sasaran 1
NO Sasaran Indikator Meta Indikator
1 2 3 4
1 Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM
1. Prosentase nilai omzet koperasi tahun n (Juta Rupiah)
Jumlah Omset Koperasi di DIY tahun n
2. nilai omset UKM tahun n Jumlah Omset UKM di DIY tahun n
Omset disebut juga Volume usaha sedangkan Jumlah Omset Koperasi didapatkan dari total omset Koperasi sektor riil dan simpan pinjam baik badan hukum provinsi maupun kabupaten kota pada tahun 2020.
Gambar III.1 Rekap Omset Koperasi pada Aplikasi ODS
Disisi lain target capaian indikator sasaran Omset UKM tahun 2020 didapatkan dari jumlah Omset UMKM kabupaten dan Kota dalam satu tahun.
33
Rekap data diperoleh dari kabupaten kota maupun dari pendataan langsung pada saat UMKM mengikuti pembinaan melalui bimtek maupun diklat.
Kinerja sasaran Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM pada Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
Tabel III.4 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020
No Indikator
Sasaran Capaian 2019 2020 Target
Akhir
Berdasarkan Tabel 3.4 Capaian Kinerja Tahun 2020, dapat dilakukan analisis sebagai berikut:
Capaian sasaran strategis 1 “Meningkatnya kapasitas usaha Koperasi dan UMKM” diukur dengan
a) indikator Omset Koperasi (Omset Koperasi tahun n).
Target capaian indikator sasaran Omset Koperasi tahun 2020 sebesar 4,141,478 Juta Rupiah, sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 4,142,871 Juta Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.3%.
Capaian Omset Koperasi tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan, dimana Omset Koperasi Tahun 2019 sebesar 4.325.218 Juta Rupiah. Namun demikian target capaian omset Koperasi tahun 2020 telah tercapai. Penurunan Omset Koperasi disebabkan adanya penurunan aspek kelembagaan koperasi.
34
- Pada masa pandemi, pembatasan jam operasional koperasi disertai daya beli masyarakat yang cenderung turun drastis karena mengalami penurunan pendapatan berdampak pada omset koperasi sektor riil.
- Selain itu aspek likuiditas koperasi juga mengalami penurunan.
Sebagian besar anggota koperasi tidak dapat membayar angsuran karena tidak punya pendapatan, sehingga kredit macet meningkat dan menurunkan likuiditas koperasi. Selain itu sebagian besar anggota koperasi menarik simpanan wajib sehingga koperasi simpan pinjam tidak dapat menyalurkan dana pinjaman.
Faktor Pendukung keberhasilan
Upaya pembinaan dan pendampingan yang menyeluruh yang telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Koperasi sehingga berdampak pada peningkatan volume usaha / omset Koperasi. Faktor pendukung peningkatan volume usaha koperasi dilakukan melalui:
1. sosialisasi akses pembiayaan yang menjadi sarana penyebaran informasi tentang prosedur untuk mendapatkan akses pembiayaan baik dari Lembaga Keuangan Bank (LKB) maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
2. Adanya Pandemi Covid-19, pemerintah pusat melalui LPDB memberikan kemudahan skema permodalan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sehingga banyak Koperasi terbantu dalam mendapatkan modal usaha, diantaranya melalui Subsidi bunga bagi Koperasi dan UMKM dan Pinjaman Bunga Ringan sebesar 3%. Realisasi pembiayaan LPDB untuk koperasi pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp. 2.000.000.000,00 yang sangat mendukung usaha koperasi sehingga dapat menaikkan omset di masa pandemi. Hal ini dapat dilihat pada tabel keragaan Koperasi berikut :
35
Tabel III.5. Tabel Keragaan Koperasi Tahun 2016 s.d 2020
No Uraian 2016 2017 2018 2019 2020
1 Koperasi Aktif 2.427 1.782 1.926 1.722 1.758
2 Volume Usaha
(RpJuta) 4.473.800 3.678.342 4.394.362 4.325.218 4.142.871
b) indikator Omset UKM (Omset UKM tahun n).
Target capaian indikator sasaran Omset UKM tahun 2020 sebesar 10,906 Milyar Rupiah; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 10,964 Milyar Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.53% dan jika dibandaingkan dengan target sampai dengan target akhir RPJMD, Sasaran Strategis 1 akan diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai. Capaian omset tersebut didapat dari akumulasi omset Galeri YIA sebesar Rp.
615.668.786,00 , Omset SMESCO Rp. 54.118.800,00 , Markethub Free Ongkir Rp. 2.689.249.395,00 , Omset UKM Peserta Diklat/Pelatihan Rp.
873.965.000,00 dengan jumlah UMKM per 31 Desember 2020 sebanyak 287.682 UMKM.
Faktor Pendukung keberhasilan
Pandemi Covid-19 mengakibatkan lesunya perekonomian, lokasi wisata sepi ditinggalkan pengunjung, pelaku UMKM banyak yang menutup usaha karena menurunnya daya beli masyarakat, banyaknya pemutusan atau dirumahkannya sebagian pekerja, dan menurunnya omset pelaku usaha pada sektor jasa/perdagangan. Dalam upaya untuk mengungkit kenaikan omset UMKM Dinas Koperasi UKM DIY berinisiatif membantu pemasaran KUMKM yang ada pada wilayah DIY dengan cara sebagai berikut :
36
1. Memberikan subsidi kemudahan ongkos kirim atau free-ongkir.
Kemudahan pemberian ongkos kirim yang ditanggung pemerintah daerah dilakukan untuk menguatkan aspek pemasaran dalam membantu UMKM terdampak covid-19.
2. Selain itu penyaluran Bantuan Presiden untuk UMKM melalui skema Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang pendataannya dikelola oleh Dinas Koperasi dan UKM berdampak langsung pada UMKM yang telah kehabisan modal usaha untuk dapat memulai kembali usahanya.
3. Disisi lain dukungan pendampingan dan pembinaan legalitas usaha serta Perbaikan kualitas produk dan juga kemasan menjadi faktor pendorong peningkatan pemasaran secara online.
3.1.2. Sasaran Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM Kinerja sasaran Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM diukur indikator sebagai berikut:
Tabel III.6. Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan Sasaran 2
NO Sasaran Indikator Meta Indikator
1 2 3 4
1 Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM
Kontribusi jumlah WUB
terhadap jumlah UKM (Jumlah WUB dibagi Jumlah UKM) dikali 100%
Sumber data diolah dari hasil pendataan Jumlah UKM dan WUB Kabupaten dan Kota di DIY
Dalam hal capaian target kinerja, sasaran 2 telah tercapai seperti terlihat pada tabel berikut :
Tabel III.7. Target dan Realisasi Kinerja (tabel disesuaikan)
No Indikator Sasaran
2020 Target Akhir
Renstra
Capaian sasaran strategis 2 “Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UMKM”:
Target capaian indikator sasaran tahun 2020 sebanyak 0.3%; sampai dengan akhir Bulan Desember 2020 terealisir 0.4%. Dengan demikian capaian ini telah mencapai target. Prosentase realisasi terhadap target dibandingkan dengan target akhir RPJMD, diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai.
Jumlah Wirausaha tahun 2020 sebanyak 1220 Wirausaha dan jumlah UKM tahun 2020 sebanyak 289.001 unit usaha. Berkut data dukung ketercapaian indikator tersebut:
Gambar III.2. Perkembangan WUB Tahun 2016-2020
38
Gambar III.3. Perkembangan Jumlah UKM Tahun 2016-2020
Faktor Pendukung keberhasilan
1. Capaian Indikator Kontribusi jumlah WUB terhadap jumlah UKM tahun 2020 didukung dari program penumbuhan wirausaha baru Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DIY melalui kegiatan penumbuhan Desa Preneur yang bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis potensi ekonomi dan desa budaya.
2. Selain itu, selama masa tanggap darurat, UMKM yang terkena dampak covid-19 diberikan stimulan untuk dapat memasarkan produknya, melalui pemberian bantuan bebas ongkos kirim. UMKM juga diberikan dukungan promosi melalui media campaign dan marketplace pada fitur Markethub Sibakul Jogja. Hal ini mendorong tumbuhnya Wirausaha Baru yang masif untuk mendaftar ke sibakul serta mengikuti kampanye markethub agar mendapatkan dukungan kemudahan pemasaran produk. Wirausaha baru yang telah terdaftar pada aplikasi Sibakul Jogja diberikan pelatihan berjenjang yang diarahkan menuju transaksi bisnis digital serta diberikan kesempatan untuk
39
mengikuti pameran virtual sebagai upaya menyongsong adaptasi kebiasaan baru.