MENINGKATNYA PEMANFAATAN HASIL LITBANG ENERGI NUKLIR, ISOTOP DAN RADIASI YANG SIAP DIMANFAATKAN DI MASYARAKAT
NILAI LAKIP 2011
B. Capaian Layanan Iptek Nuklir
Layanan BATAN adalah layanan yang diberikan oleh BATAN kepada masyarakat, baik perorangan maupun lembaga/instansi dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh BATAN yang berada di Jakarta (Kuningan dan Lebak Bulus), Serpong-Tangerang, Bandung, Yogyakarta. Jenis pelayanan publik di BATAN, diantaranya:
Layanan Pendidikan dan Pelatihan
Pemanfaatan teknologi nuklir selain dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia, juga dapat menimbulkan bahaya radiasi. Oleh karena itu, maka demi keselamatan, kesehatan pekerja dan masyarakat, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup maka pemanfaatan teknologi nuklir harus dilakukan secara tepat dan hati-hati. Personil yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengoperasikan peralatan dengan aman dan selamat. Melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), BATAN menyelenggarakan pelatihan bagi para profesional di bidang nuklir dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknologi nuklir, serta meningkatkan kesadaran terhadap budaya keselamatan dengan menerapkan prosedur keselamatan radiasi.
Sampai dengan tahun 2012 BATAN telah mendidik dan melatih lebih dari 2.245 orang Petugas Proteksi Radiasi (PPR) baik untuk industri maupun medik, dan lebih dari 1.650 orang profesional di bidang radiografi (level 1 dan level 2). BATAN bekerja sama dengan instansi lain seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam pelatihan Petugas Proteksi Radiasi Industri dan Petugas Proteksi Radiasi Medik.
Tahun 2012 BATAN telah menyelenggarakan 23 pelatihan yang terdiri dari : Pelatihan PPR : Industri : 13 Pelatihan (261 orang)
Medik : 5 Pelatihan (85 orang) Pelatihan
Radiografi
: Tk. 1 : 3 Pelatihan (70 orang) Tk. 2 : 2 Pelatihan (39 orang)
Dari 346 peserta pelatihan PPR yang lulus pelatihan, 324 peserta (94%) berhasil memperoleh SIB PPR dari BAPETEN, dimana target yang ditetapkan adalah 85%, sehingga capaian kinerja untuk target ini terlampaui. Sedangkan untuk pelatihan Radiografi, dari 109 peserta pelatihan hanya 48 peserta (44,04%) yang berhasil memperoleh SIB Radiografi dari PSJMN. Target yang ditetapkan sebesar 50%, sehingga capaian kinerja untuk mendapatkan SIB AR/OR masih belum terpenuhi.
Penyebab utama ketidak-tercapaian target pelatihan Radiografi adalah karena tingkat kompetensi yang dituntut terlalu tinggi, khususnya bagi peserta pelatihan yang hanya berpendidikan setingkat sekolah menengah saja. Pusdiklat sudah melakukan koordinasi dengan pihak penguji, yaitu Lembaga Sertifikasi Personil yang saat ini adalah PSJMN - BATAN, untuk dapat menetapkan standar kompetensi personil (SKP) bidang Radiografi. Dengan adanya SKP tersebut maka diharapkan tingkat kesulitan bahan uji dan bahan ajar akan sesuai dengan kualifikasi pesertanya.
Gambar 3.33. Pelatihan radiografi bagi praktisi industri
Institusi atau perusahaan pengguna dari layanan iptek nuklir yang dilaksanakan oleh Pusdiklat - BATAN diantaranya adalah Industri perminyakan, Industri Pertambangan, Industri Outomotif, Industri Minuman, Industri Kertas, Supplier Alat-alat Industri, Supplier Alat-alat
Kesehatan, Perusahaan Jasa Analisa Unsur, Bandar Udara, Industri Pembuatan Ban, Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta, dan lain-lain.
Gambar 3.34.a. Praktikum PR Interna pada Pelatihan PPR Gambar 3.34.b. Praktikum Teknik DWDI pada Pelatihan Radiografi Level 2
Layanan Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi
BATAN memberikan pelayanan pengujian mengenai keselamatan daerah kerja, keselamatan pekerja radiasi, bungkusan zat radioaktif, fungsi pesawat sinar-X diagnostik. kesehatan pekerja dan keselamatan lingkungan yang memuaskan pelanggan secara aman, akurat dan tepat waktu. Laboratorium BATAN telah terakreditasi KAN ISO 17025 LP-206-IDN sebagai laboratorium penguji.
Pada tahun 2012 layanan teknologi keselamatan dan metrologi radiasi
yang telah dilaksanakan disajikan pada Tabel 3.29.
Tabel 3.29.
Jenis layanan teknologi keselamatan dan metrologi radiasi
No. Indikator Kerja Target Realisasi %
1 Sertifikasi Bebas Radiasi 2.599 1.496 57.60
2 Sertifikasi Kalibrasi AUR dan Standardisasi 4.842 4.475 92.42 3 Analisis Pemantauan Radiasi dan Daerah
Kerja
24.206 5.480 22.60
4 Analisis Klinik 1.088 1.276 117.20
Realisasi sertifikat bebas radiasi dan analisis pemantauan radiasi dan daerah kerja lebih rendah dari target, hal ini dikarenakan adanya perubahan layanan dari Film Badge ke TLD, sebagai konsekuensi dari kebijakan BAPETEN.
Dalam rangka meningkatkan layanan kepada publik, BATAN
mengikuti Kompetisi Open Goverment Indonesia (OGI) dan berhasil masuk 5
(lima) besar layanan publik terpopuler serta termasuk 20 (dua puluh) besar layanan publik terprogresif.
Dalam rangka meningkatkan layanan kepada publik, sedang dikembangkan layanan on-line dengan sistem track and trace yang akan selesai pada November 2013. Dengan sistem ini, pelanggan dapat melakukan penelusuran terhadap bahan/alat yang sedang diuji atau dikalibrasi melalui internet.
Layanan Pengolahan Limbah
Layanan pengolahan limbah BATAN dilaksanakan oleh Pusat Teknologi Pengelolaan Limbah (PTLR). Melalui PTLR, BATAN memberikan pelayanan pengelolaan limbah radioaktif yang berasal dari kegiatan industri dan rumah sakit serta pemanfaatan sumberdaya BATAN dalam bentuk yang lain untuk masyarakat luas. BATAN menyediakan pelayanan kepada instansi diluar BATAN atau swasta, meliputi: (1) Pengelolaan Limbah Radioaktif, (2) Transportasi Limbah Radioaktif, (3) Dekontaminasi, (4) Pemantauan Lingkungan, (5) Pemantauan Dosis Radiasi Pekerja, (6) Litbang Pengelolaan Limbah Industri, dan (7) Analisis Data Limbah atau Sample.
Kegiatan pengolahan limbah radioaktif selama tahun 2012 meliputi kegiatan pengolahan limbah radioaktif padat 163 drum kapasitas 100 liter, kondisioning limbah radioaktif sumber terbungkus dari berbagai industri dan rumah sakit sebanyak 194 unit, serta pemindahan bahan bakar nuklir bekas dari PRSG ke KHIPSB3.
Gambar 3.35. Kegiatan pemantauan lingkungan terhadap tingkat radioaktivitas di alam
Disamping itu telah dilakukan sosialisasi tentang prosedur pengelolaan dan pengiriman limbah radioaktif ke PTLR kepada penimbul limbah dari industri dan rumah sakit di Indonesia, antara lain Pertamina Plaju, PT. Indah Kiat Prawang Riau, RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS. Dr. Sarjito Yogyakarta, RS. Dr. Muwardi Solo, Newmont NTB, serta Semen Tonasa - Makassar. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pelaksanaan pengiriman limbah radioaktif dari penimbul limbah ke PTLR menjadi lebih baik, lancar, dan tertib administrasi.
Tabel 3.30.
Daftar Industri dan Internal BATAN yang mendapat Layanan Pengolahan Limbah di PTLR Pada Tahun 2012
No Nama Penimbul Limbah No Nama Penimbul Limbah
1 PT. Titan Petrokimia Nusantara 15 PT. Pertamina RU VI-Balongan 2 PT. NDT Instruments Indonesia (3X) 16 PT. Toba Pulp Lestari, Tbk 3 PT. Krakatau Steel (2X) 17 RSUP Dr. M. Djamil Padang 4 PT. Pratita Prama Nugraha (5X) 18 PT. Sucofindo
5 PT. Global Solution Technology Aseana (3X)
19 PT. Adiprima Suraprinta 6 Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Minyak dan Gas Bumi
20 PT. Lotte Packaging 7 PT. Widya Sapta Colas (WASCO) 21 RSUD Syaiful Anwar
8 PT. Indonesia Power 22 PT. Pupuk Kujang
9 Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) 23 PT. NEWMONT 10 PT. South Pasific Viscose 24 PT. Pupuk Kaltim 11 Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan
Radiometri (PTNBR)
25 Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR)
12 PT. Suparma, Tbk. 26 RSUD Dr. Kariadi Semarang
13 PT. Indonesia Teijin Dupont Fims 27 PT. Amoco Mitsui PTA Indonesi 14 Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir
Layanan Iradiasi
Jasa layanan iradiasi neutron pada Reaktor RSG-GAS berasal dari kegiatan penelitian atau pemanfaatan sumberdaya dalam bentuk yang lain untuk masyarakat luas maka PRSG menyediakan pelayanan kepada instansi di dalam atau di luar BATAN (swasta). Layanan tersebut yaitu: (1) Jasa Iradiasi Neutron, (2) Jasa Iradiasi Batu Topaz, dan (3) Air Bebas Mineral.
Pada tahun 2012, dari rencana sejumlah 400, telah terelisasi sebanyak 478 target iradiasi. Selain itu, jumlah Topaz teriradiasi dari rencana 500 Kg telah terealisasi sejumlah 1.690 Kg.
Layanan Sertifikasi Personel
BATAN memberikan pelayanan sertifikasi personel UTR – Radiografi kepada masyarakat melalui pengelolaan PNBP. Tujuan dari layanan ini adalah memberikan kontribusi kepada negara melalui penyediaan personel yang kompeten khususnya dibidang Uji Tak Rusak untuk mendukung pembangunan nasional. Sertifikasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan standar nasional dan internasional serta peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang Uji Tak Rusak.
Institusi pengguna dari layanan ini adalah Perusahaan Inspeksi teknis, Instansi pemerintah, Perguruan Tinggi, dan BUMN. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah jumlah personel yang mendapat sertifikat personil uji radiografi level 1 dan level 2.
Pada tahun 2012, layanan sertifikasi personel Uji Tak Rusak yang telah dilaksanakan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 3.31.
Layanan sertifikasi personel Uji Tak Rusak yang telah dilaksanaka
No Jenis Layanan Target Realisasi %
1 Sertifikasi personel UTR – Radiografi Level
1 100 sertifikat 137 sertifikat 137
Dari Tabel di atas terlihat bahwa Realisasi tahun 2012 melampaui target, baik untuk layanan sertifikasi personel UTR Radiografi Level 1 maupun Level 2. Jumlah tersebut semata-mata disebabkan karena permintaan dari masyarakat Uji Tak Rusak di Indonesia dan juga tentunya didukung oleh adanya sosialisasi terhadap skema sertifikasi personel di bidang UTR Radiografi yang menjadi persyaratan untuk memperoleh Surat Izin Bekerja dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).