BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
A. CAPAIAN TARGET KINERJA
Berdasarkan penetapan kinerja tahun 2013 dan realisasi kinerja pada tahun 2013, maka capaian kinerja masing-masing indikator kinerja sasaran sebagaimana Tabel III.7 berikut ini.
Tabel III.7
Realisasi Dan Capaian Indikator Kinerja Sasaran
Tahun 2013
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %CAPAIAN
1 kualitas hidup warga Meningkatnya kota
Meningkatnya kualitas
pemuda/kelompok pemuda dalam pengembangan usaha mandiri
70 76 108,57
Meningkatnya Atlit/organisasi
olahraga yang berprestasi 1435 1435 100.00
2 Meningkatnya pelayanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
Persentase kasus kekerasan terhadap perempuan anak yang dilaporkan dan ditangani
100,00% 100,00% 100.00
Jumlah lembaga yang peduli terhadap perempuan dan anak
85 lembaga
85
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %CAPAIAN
3
Meningkatnya pelayanan rehabilitasi
sosial. pencegahan dan rehabilitasi sosial
Persentase Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
24846 67896 273.27
Persentase PSKS Yang
Berpartisipasi Dalam Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
659 975 147.95
4 Peningkatan kualitas pendidikan
Angka Partisipasi Murni (APM)
SD/MI 95.00% 95.34% 100.36 Angka Partisipasi Murni (APM)
SMP/MTs 92.50% 92.88% 100.41
Angka Partisipasi Murni (APM)
SMA/MA/SMK 90.00% 90.12% 100.13
Angka Kelulusan (AL) SD/MI 100.00% 100.00% 100.00
Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs 99.00% 99.89% 100.90
Angka Kelulusan (AL) SMA /MA 99.00% 99.94% 100.95
Angka Kelulusan (AL) SMK 99.01% 99.99% 100.99
Angka Melek Huruf (AMH) 100.00% 100.00% 100.00
5 Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Tolinakes) yang memiliki kompetensi
kebidanan
96.00% 96.03% 100.03
Balita gizi buruk mendapat
perawatan 100.00% 100.00% 100.00
Peningkatan Klasifikasi rumah
Sakit RSUD dr. M. Soewandhi Kelas B Kelas B 100.00
Peningkatan Klasifikasi rumah
Sakit Bhakti Dharma Husada Kelas B Kelas C 50.00
Jumlah Puskesmas induk yang meningkat menjadi puskesmas rawat inap
17 19 111.76
Jumlah puskesmas pembantu yang meningkat menjadi puskesmas induk
6 9 150.00
Cakupan pelayanan kesehatan
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %CAPAIAN
Cakupan Kelurahan mengalami
KLB yang ditangani < 24 jam 100.00% 100.00% 100.00
Persentase peserta KB aktif 79.52% 83.23% 104.67
6
Terwujudnya Tatakelola Pemerintahan Yang
Baik Yang Ditandai Dengan Peningkatan
Kualitas Layanan Publik
Jumlah kasus pelanggaran disiplin
aparatur 209 12 194.26
Persentase rancangan produk
hukum yang dapat diselesaikan 100.00% 100.00% 100.00
Persentase pemrosesan produk inti (core Business) yang memiliki prosedur tetap
39.00% 42.08% 107.91
Persentase jumlah keluhan yang
selesai di tindak lanjuti 100.00% 100.00% 100.00
% penduduk yang berKTP 91.00% 91.35% 100.39 Cakupan penerbitan akte kelahiran 90.00% 99.82% 110.91 Tingkat penyelesaian pelanggaran
K3 (ketertiban. ketentraman dan keindahan)
100.00% 100.00% 100.00
7
Peningkatan daya saing kota untuk mendukung iklim
investasi
Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan perijinan penunjang investasi
85.00% 75.83% 89.21
Persentase antara jumlah layanan publik berbasis TIK dengan jumlah total layanan publik (108
Pelayanan Publik)
13.89% (15 sistem)
17.59%
(19 sistem) 126.64
Persentase antara jumlah
pengguna layanan publik berbasis web dengan jumlah total pengguna layanan publik berbasis TIK
6.00% 26.80% 446.64 8 Mewujudkan kemandirian keuangan daerah % Peningkatan PAD 13.49% 22.46% 166.48 % Peningkatan penerimaan daerah lainnya 10.46% 3.78% 36.15
9 kekayaan daerah Peningkatan Jumlah aset pemkot yang tersertifikat bidang 612 bidang 566 92.48
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %CAPAIAN
dan perlindungan
tenaga kerja Persentase penyelesaian sengketa pekerja-pengusaha 74% 75.76% 102.38
11 saing ekonomi lokal Meningkatkan daya berbasis komunitas
Jumlah kelompok skala mikro kecil yang memiliki daya saing
49 kelompok
49
kelompok 100.00 Peningkatan jumlah koperasi
berkualitas
172 unit
192
unit 111.63
Peningkatan jumlah kelembagaan baru koperasi yang terbentuk
30 unit
30
unit 100.00
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara
185353 wisatawan
350017
wisatawan 184.84
Jumlah kunjungan wisatawan nusantara
8082966 wisatawan
11122194
wisatawan 137.60
Jumlah sentra PKL yang memiliki daya saing usaha
31 sentra 31 sentra 100.00 12 Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terpadu
% Ketepatan Waktu Penyusunan
Dokumen Perencanaan 100.00% 100.00% 100.00
13 Peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan
Jumlah keluarga miskin yang melakukan usaha ekonomi produktif
1487 orang
1490
orang 100.20
Pola Pangan harapan 90.85 90.88 100.03 Terbentuknya sentra produk
pertanian 26 sentra 26 sentra 100.00 14 Meningkatnya kualitas dan ketersediaan sarana prasarana kota
Lama jam sibuk 6 jam 37 menit
6 jam
30 menit 101.76 Luas wilayah genangan 2199 ha 1371.712 ha 137.62 rata-rata Lama terjadinya
genangan
60 menit
57.636
menit 103.94
rata-rata Tinggi genangan yang
terjadi 20 cm 17.707 cm 111.47
% Cakupan Layanan Air Bersih 85.28% 90.02% 100.00
Jumlah MBR yang telah mendapatkan manfaat rumah layak huni (KK)
3073 3111 101.24
Luas kawasan kumuh yang mendapat peningkatan layanan prasarana permukiman (Ha)
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %CAPAIAN
Rasio angka ketersediaan makam
selama lima tahun ke depan 0.33 0.18 144.47
Pencapaian Waktu tanggap
kurang < 15 menit 79.00% 96.00% 121.52
Cakupan pelayanan Wilayah
Manajemen Kebakaran 87.0% 89.64% 103.03
Rasio Panjang Jalan yang sudah mendapatkan penerangan terhadap seluruh panjang jalan
79.95% 86.56% 100.00
Kecepatan rata-rata kendaraan (km/jam) pada jalan arteri primer
23.73 km/jam
27.84
km/jam 117.32
Kecepatan rata-rata kendaraan (km/jam) pada jalan arteri sekunder
21.47 km/jam
28.53
km/jam 132.88
Headway angkutan umum (menit) untuk mikrolet
14.72 menit
24.84
menit 31.25
Headway angkutan umum (menit) untuk biskota
32.41 menit
42.73
menit 68.16
Persentase Luas RTH yang berfungsi Optimal terhadap keseluruhan luas RTH yang ada
40.26% 28.25% 70.17
15 Meningkatnya kualitas lingkungan
Cakupan layanan Kebersihan 171/175 179/175 104.68
Kualitas air limbah industri BOD 68.00% 69.80% 102.65 COD 62.00% 65.79% 106.11 TSS 60.00% 61.39% 102.32 Kualitas air limbah domestik BOD 42.00% 43.29% 103.07 TSS 42.00% 44.15% 105.12 Kualitas air limbah RS BOD 53.00% 54.77% 103.34 COD 56.00% 57.27% 102.27 TSS 50.00% 51.61% 103.22 Kualitas air limbah hotel BOD 40.00% 42.76% 106.90
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %CAPAIAN
COD 34.00% 35.13% 103.32 TSS 36.00% 38% 105.56 Kualitas udara emisi di kawasan
industri SO2 75.00% 76.11% 101.48 NO2 60.00% 61.63% 102.72 16 Terwujudnya rencana dan kebijakan pembangunan yang terintegrasi dengan rencana tata ruang
kota
Proporsi luas area yang telah
terlayani oleh rencana tata ruang 53.90% 53.84% 99.89
17
Terwujudnya revitalisasi dan konservasi cagar
budaya
Jumlah kelompok seni yang layak ditampilkan dalam even / festival seni budaya 175 kelompok seni 175 kelompok seni 100.00
Terbentuknya destinasi wisata 16 lokasi
16
lokasi 100.00
Dari hasil capaian indikator kinerja tahun 2013 pada Tabel III.7, rata-rata capaian adalah 111,82%, dengan nilai terendah 31,25% yaitu indikator kinerja “Headway angkutan umum (menit) untuk mikrolet” dan yang tertinggi adalah 446,64% yaitu indikator kinerja “Persentase antara jumlah pengguna layanan publik berbasis web dengan jumlah total pengguna layanan publik berbasis TIK”.
Dalam rangka pencapaian indikator kinerja tersebut, maka disusunlah program dan kegiatan. Adapun program dan kegaitan berikut kendala/hambatan, upaya dan dukungan yang terjadi pada masing-masing indikator kinerja per sasaran strategis adalah sebagai berikut:
1. Sasaran strategis meningkatnya kualitas hidup warga kota dengan indikator kinerja :
a. Meningkatnya kualitas pemuda/kelompok pemuda dalam pengembangan usaha mandiri
Dalam pencapaian target indikator kinerja ini terdapat kendala/hambatan, yaitu : 1) koordinasi kepemudaan masih belum optimal; 2) kurangnya modal usaha untuk kewirausahaan mandiri tetapi terdapat dukungan akomodasi dari instansi terkait dan organisasi masyarakat. Sedangkan upaya-upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Mengikuti ajang peningkatan dan pengembangan organisasi kepemudaan 2. Pembinaan Kemitraan antar Pemuda
3. Pembinaan Mental, Keimanan dan Ketaqwaan Pemuda
4. Pembinaan Organisasi Kepemudaan di Kewilayahan (Karang Taruna) 5. Peningkatan Pemahaman Pemuda tentang Bahaya HIV-AIDS, narkoba,
dan Kenakalan Remaja
6. Sosialisasi Lembaga Kepemudaan
7. Temu Wicara dan Sarasehan/Silaturahim Peran Pemuda
8. Pengembangan Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan Pemuda 9. Peningkatan Pemahaman wawasan Lingkungan
10. Fasilitasi Kerja Magang Pemuda Terlatih 11. Pembinaan Kewirausahaan Bagi Pemuda 12. Ajang Unjuk Kreasi Pemuda
13. Aktualisasi dan Pembinaan Pemuda.
Adapun program dari indikator meningkatnya kualitas
pemuda/kelompok pemuda dalam pengembangan usaha mandiri adalah “Peningkatan Peran Serta Kepemudaan” dengan kegiatan sebagai berikut : 1. Fasilitasi Peningkatan Peran kepemudaan bagi 228 Orang
2. Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Mandiri bagi 443 Orang
3. Pengembangan Kreativitas dan Aktualisasi Kepemudaan bagi 1,652 Orang
4. Pengembangan Keserasian Kebijakan Kepemudaan bagi 775 Orang 5. Peningkatan dan Pengembangan Organisasi Kepemudaan bagi 4,977
Orang
6. Peningkatan dan Penumbuhan Jiwa Sosial Kepemudaan bagi 806 Orang 7. Peningkatan Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda bagi 2,077 Orang.
Pada tahun 2013, terdapat 76 pemuda yang telah mampu mengembangkan usaha mandiri. Apabila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan yakni sebanyak 70 pemuda, maka capaian kinerjanya adalah
108,57%. Perbandingan pencapaian indikator meningkatnya
pemuda/kelompok pemuda dalam pengembangan usaha mandiri selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.3 (hal.29) dibawah ini.
Grafik III.3
Capaian Indikator Meningkatnya Kualitas
Pemuda/Kelompok Pemuda Dalam Pengembangan Usaha Mandiri Tahun 2011, 2012, Dan 2013
b. Meningkatnya Atlit/organisasi olahraga yang berprestasi
Dalam pencapaian target indikator kinerja ini terdapat kendala/hambatan, yaitu kurang optimalnya koordinasi keolahragaan terutama masalah pembibitan. Namun demikian, terdapat dukungan akomodasi dari instansi antara lain KONI untuk tingkat Kota dan Dinas Pendidikan untuk tingkat sekolah (POBDA). Sedangkan upaya-upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pemberian penghargaan bagi para pelaku olah raga berprestasi. 2. Pemberian transport dan reward untuk atlet dan pelatih.
Adapun program dari indikator meningkatnya Atlit/organisasi olahraga yang berprestasi adalah “Pembinaan Dan Pemasyarakatan Olahraga” dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Pembangunan Lapangan THOR Tahap V di 1 Lokasi
2. Peningkatan Pembangunan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Olahraga di 21 Lokasi
3. Peningkatan Penghargaan bagi Para Pelaku Olahraga sebanyak 1,435 Orang
4. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga Prestasi
5. Pembinaan Manajemen Pelaku dan Organisasi serta Kompetisi Olahraga Umum dan Tradisional sebanyak 8 Jenis
6. Pembinaan Manajemen Pelaku dan Organisasi Olahraga Khusus dan Lansia sebanyak 8 Jenis
100.00% 100.00% 108.57% 98.00% 100.00% 102.00% 104.00% 106.00% 108.00% 110.00% 2011 2012 2013 Capaian Tahun
7. Peningkatan Sarana Prasarana Olahraga Rekreasi sebanyak 2 Jenis 8. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga Khusus dan Lansia sebanyak 9
Jenis
9. Operasional dan Pemeliharaan Gelora Bung Tomo selama 12 Bulan
10. Operasional dan Pemeliharaan Gedung dan Lapangan Olahraga selama 12 Bulan.
Pada tahun 2013, atlet/organisasi olahraga di Surabaya yang telah berhasil menorehkan prestasi sebanyak 1,435 atlit/organisasi. Apabila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebesar 1.435 atlit/organisasi, maka capaian kinerjanya adalah 100%. Capaian indikator meningkatnya Atlit/organisasi olahraga yang berprestasi selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.4.
Grafik III.4
Capaian Indikator Meningkatnya Atlit/Organisasi Olahraga yang Berprestasi Tahun 2011, 2012, Dan 2013
2. Sasaran strategis meningkatnya pelayanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan indikator kinerja :
a. Persentase kasus kekerasan terhadap perempuan anak yang dilaporkan dan ditangani
Dalam pencapaian target indikator kinerja ini terdapat dukungan yaitu pelayanan PKBM di kecamatan yang optimal. Sedangkan upaya-upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan peran dan fungsi PPT-P2A 2. Pengoptimalan pelayanan di shelter
100.00% 104.14% 100.00% 99.00% 100.00% 101.00% 102.00% 103.00% 104.00% 105.00% 2011 2012 2013 Capaian Tahun
3. Sosialisasi ke sekolah-sekolah
4. Pemberdayaan bagi korban kekerasan
Adapun program dari indikator persentase kasus kekerasan terhadap perempuan anak yang dilaporkan dan ditangani adalah “Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan” dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Pengembangan Kota Peduli Perempuan dan Kota Layak Anak kepada 6,880 orang;
2. Fasilitasi Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak terhadap Tindak Kekerasan sebanyak 209 kasus.
Pada tahun 2013, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan adalah sebanyak 209 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 209 kasus atau 100% telah ditangani. Apabila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebesar 100%, maka capaian kinerjanya adalah 100%. Capaian indikator persentase kasus kekerasan terhadap perempuan anak yang dilaporkan dan ditangani selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.5.
Grafik III.5
Capaian Indikator Persentase Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Anak yang Dilaporkan dan Ditangani Tahun 2011, 2012, Dan 2013
b. Jumlah lembaga yang peduli terhadap perempuan dan anak
Dalam pencapaian target indikator kinerja ini terdapat dukungan yaitu dengan adanya persebaran lembaga yang merata sehingga membantu gerak cepat dalam penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak.
100.00% 100.00% 100.00% 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00% 2011 2012 2013 Capaian Tahun
Sedangkan upaya yang telah dilakukan adalah komunikasi baik formal maupun non formal dengan lembaga.
Adapun program dari indikator jumlah lembaga yang peduli terhadap perempuan dan anak yaitu “Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak” dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Pemberdayaan Lembaga Berbasis Gender di 85 Lembaga
2. Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan kepada 1,760 orang
3. Penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak di 31 Kecamatan.
Pada tahun 2011, 2012 dan 2013 di Kota Surabaya terdapat 85 lembaga yang peduli terhadap perempuan dan anak yang dibina secara berturut-turut setiap tahunnya. Pembinaan yang dilakukan kepada Organisasi Perempuan tersebut berupa Capacity Building Organisasi Peduli Perempuan dan Anak terutama dalam bidang PUG (Pengarusutamaan Gender) dan PUHA (Pengarusutamaan Hak Anak). Apabila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebanyak 85 lembaga, maka capaian kinerjanya adalah 100%. Capaian indikator jumlah lembaga yang peduli terhadap perempuan dan anak selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.6 dibawah ini.
Grafik III.6
Capaian Indikator Jumlah Lembaga Peduli
terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2011, 2012, dan 2013
3. Sasaran Meningkatnya Pelayanan Rehabilitas Sosial, Pencegahan, Dan Rehabilitasi Sosial dengan indikator :
100.00% 100.00% 100.00% 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00% 2011 2012 2013 Capaian Tahun
a. Persentase Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Program dari indikator persentase penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial adalah “Pelayanan Dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial” dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Pelayanan Kesejahteraan Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) kepada 5.686 Orang
2. Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin Melalui Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh sebanyak 400 Unit
3. Peningkatan Kualitas Pelayanan, Sarana dan Prasarana Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial bagi PMKS di UPTD Lingkungan Pondok Sosial Kusta Babat Jerawat selama 12 Bulan
4. Peningkatan Kualitas Pelayanan, Sarana dan Prasarana Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Bagi PMKS di UPTD Kampung Anak Negeri selama 12 Bulan
5. Peningkatan Kualitas Pelayanan, Sarana dan Prasarana Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Bagi PMKS di UPTD Lingkungan Pondok Sosial Keputih selama 12 Bulan
6. Peningkatan Pembinaan, Pelayanan dan Pelatihan Ketrampilan Bagi Lanjut Usia kepada 12,079 Orang
7. Penyediaan Barang dan Jasa Yang Menyangkut Tanggap, Cepat, Darurat dan Kejadian Luar Biasa sebanyak 43 Jenis selama 12 bulan
8. Penyusunan Perencanaan Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
9. Pendataan PMKS dan PSKS di 31 Kecamatan.
Dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 sebanyak 67.896 orang atau 106,58% telah berhasil ditangani. Apabila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebesar 39% (24.846), maka capaian kinerjanya adalah 273,27%. Capaian indikator persentase penanganan Penyandang Masalah Kesejahretaan Sosial selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.7 (hal 34) dibawah ini.
Grafik III.7
Capaian Indikator Persentase Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Tahun 2011, 2012, dan 2013
b. Persentase PSKS Yang Berpartisipasi Dalam Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Program dari indikator persentase PSKS yang berpartisipasi dalam Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial adalah “Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial” dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Pembinaan, Pemberdayaan Relawan Sosial dan Organisasi Sosial kepada 736 Orang
2. Pemeliharaan Taman Makam Pahlawan (TMP) dan Makam Pahlawan Nasional (MPN) selama 12 Bulan
3. Peningkatan Jejaring Kerjasama Pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat kepada 507 Orang
4. Penyediaan Kebutuhan Dasar Bagi Panti Sosial / Organisasi Sosial selama 12 Bulan
5. Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan selama 12 Bulan.
Selama tahun 2013, PSKS yang telah berpartisipasi dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial adalah 975 PSKS atau mencapai 74,09% dari 1.316 PSKS. Apabila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sampai sebesar 50%, maka capaian kinerjanya adalah 148,18%. Capaian indikator Persentase PSKS Yang Berpartisipasi Dalam Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat padaGrafik III.8 (hal. 35) dibawah ini.
266.35% 315.05% 273.28% 260.00% 270.00% 280.00% 290.00% 300.00% 310.00% 320.00% 2011 2012 2013 Capaian Tahun
Grafik III.8
Capaian Indikator Persentase PSKS yang Berpartisipasi Dalam Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Tahun 2011, 2012, dan 2013
4. Sasaran peningkatan kualitas pendidikan dengan indikator : a. Angka Partisipasi Murni SD/MI
Adapun program dari indikator angka partisipasi murni SD/MI adalah “Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun” dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Pendidikan Lingkungan untuk 600 orang
2. Pengadaan Sarana Sekolah Pendidikan Dasar Sembilan Tahun sebanyak 32.097 unit
3. Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pendidikan Dasar Sembilan Tahun sebanyak 69 unit
4. Pemanfaatan Jasa Internet untuk Pendidikan selama 12 Bulan 5. Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan (DIKDAS) sebanyak 1 Jenis 6. Pelaksanaan Ujian Nasional DIKDAS bagi 85.151 Siswa
7. Pembinaan Sekolah dan Pengembangan Kurikulum DIKDAS untuk 5,740 Orang
8. Pengembangan minat, bakat, dan kreatifitas siswa DIKDAS untuk 1.329 Orang
9. Penerimaan Peserta Didik Baru DIKDAS selama 3 Bulan
10. Pengadaan Sarana Pembelajaran Pendidikan Dasar di 20 Lembaga 11. Pengelolaan Informasi Pendidikan selama 12 Bulan
12. Pembinaan Pelayanan Pendidikan Dasar selama 12 Bulan
100.80% 156.60% 148.18% 0.00% 50.00% 100.00% 150.00% 200.00% 2011 2012 2013 Capaian Tahun
13. Penyediaan Biaya Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air, dan Listrik serta Tenaga Pendukung Sekolah Pendidikan Dasar selama 12 Bulan
14. Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) untuk siswa jenjang Pendidikan Dasar selama 12 Bulan
15. Penyelenggaraan Pelatihan, Seminar, dan Lokakarya serta Diskusi Ilmiah Tentang Berbagai Isu Pendidikan untuk 35.830 Orang
16. Operasional Bis Sekolah selama 274 Hari
17. Peningkatan Kualitas Pelayanan, Sarana dan Prasarana Anak Luar Biasa di UPTD Pondok Sosial Kalijudan selama 12 Bulan.
Pada tahun 2013, jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 298.297 jiwa, sedangkan jumlah siswa usia 7-12 tahun pada jenjang pendidikan SD/MI sebanyak 284.396 orang. Dengan demikian, APM SD/MI pada tahun 2013 mencapai 95,34%, sehingga capaian kinerjanya mencapai 100,36% dari target yang telah ditetapkan sebesar 95%. Adapun capaian indikator angka partisipasi murni SD/MI dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.9 dibawah ini.
Grafik III.9
Capaian Indikator Angka Partisipasi Murni Tahun 2011, 2012, dan 2013
b. Angka Partisipasi Murni SMP/MTs
Adapun program dari indikator angka partisipasi murni SMP/MTs adalah “Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun”. Pada tahun 2013, jumlah penduduk usia 13-15 tahun sebanyak 147.426 jiwa, sedangkan jumlah siswa usia 13-15 tahun pada jenjang pendidikan SMP/MTs
100.08% 101.04% 100.36% 100.29% 100.14% 100.41% 100.91% 100.31% 100.13% 100.00% 100.20% 100.40% 100.60% 100.80% 101.00% 101.20% 2011 2012 2013 Capaian Tahun SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK
sebanyak 136.929 orang. Dengan demikian, APM SMP/MTs pada tahun 2013 mencapai 92,88%, sehingga capaian kinerjanya mencapai 100,41% dari target yang telah ditetapkan sebesar 92,50%. Adapun capaian indikator APM SMP/MTs dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.9 (hal.36).
c. Angka Kelulusan (AL) SD/MI
Adapun program dari indikator angka kelulusan SD/MI adalah “Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun”. Dari data angka kelulusan SD/MI pada tahun 2013, menunjukkan bahwa seluruh siswa jenjang SD/MI sebanyak 46.269 orang lulus ujian tingkat akhir, sehingga capaian kinerjanya mencapai 100% dari target yang telah ditetapkan sebesar 100%. Adapun capaian target indikator peningkatan angka kelulusan SD/MI dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.10 dibawah ini.
Grafik III.10
Capaian Target Indikator Angka Kelulusan Tahun 2011, 2012, dan 2013
d. Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs
Adapun program dari indikator angka kelulusan SMP/MTs adalah “Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun”. Dari data angka kelulusan SMP/MTs pada tahun 2013, menunjukkan bahwa siswa jenjang SMP/MTs yang lulus ujian tingkat akhir sebanyak 38.838 orang atau 99,89% dari jumlah siswa kelas 3 SMP/MTs yang mengikuti ujian sebanyak 38.882 orang, sehingga capaian kinerjanya mencapai 100,90% dari target yang telah ditetapkan sebesar 99.00%. Adapun capaian target indikator angka kelulusan SMP/MTs dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat Grafik III.10 (hal.37) diatas. 100.00% 100.00% 100.00% 100.86% 100.92% 100.90% 100.56% 101.06% 100.95% 99.80% 100.00% 100.20% 100.40% 100.60% 100.80% 101.00% 101.20% 101.40% 2011 2012 2013 Capaian Tahun SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK
e. Angka Partisipasi Murni SMA/MA/SMK
Adapun program dari indikator angka partisipasi murni SMA/MA/SMK adalah “Program Pendidikan Menengah” dengan kegiatan sebagai berikut : 1. Fasilitasi Pengiriman Delegasi Pendidikan Ke Luar Negeri sebanyak 2
kegiatan
2. Pengadaan Sarana Sekolah Pendidikan Menengah sebanyak 4,910 unit 3. Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pendidikan Menengah
sebanyak 13 unit
4. Pelaksanaan Ujian Nasional DIKMEN bagi 37,335 Siswa
5. Pembinaan Sekolah dan Pengembangan Kurikulum DIKMEN bagi 800 Orang
6. Pengembangan minat, bakat, dan kreatifitas siswa DIKMEN bagi 443 Orang
7. Penerimaan Peserta Didik Baru DIKMEN selama 3 Bulan
8. Pengadaan Sarana Pembelajaran Pendidikan Menengah kepada 25 Lembaga
9. Pembinaan Pelayanan Pendidikan Menengah selama 12 Bulan
10. Penyediaan Biaya Jasa komunikasi, sumber daya air, dan listrik serta tenaga Pendukung Sekolah Pendidikan Menengah selama 12 Bulan
11. Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) untuk siswa jenjang Pendidikan Menengah selama 12 Bulan
12. Pembinaan keselamatan lalu lintas bagi pelajar sebanyak 48 Kali
13. Pendampingan dan pemilihan bidang kerja bagi calon lulusan SMK kepada 3,000 Orang.
Pada tahun 2013, jumlah penduduk usia 16-18 tahun sebanyak 144.973 jiwa, sedangkan jumlah siswa usia 16-18 tahun pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK sebanyak 130.649 orang. Dengan demikian, APM SMA/MA/SMK pada tahun 2013 mencapai 90,12%, sehingga capaian kinerjanya mencapai 100,13% dari target yang telah ditetapkan sebesar 90%. Adapun capaian target indikator APM SMA/MA/SMK dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.9 (hal.36).
f. Angka Kelulusan (AL) SMA/MA
Adapun program dari indikator angka kelulusan SMA/MA adalah “Program Pendidikan Menengah”. Dari data angka kelulusan SMA/MA pada tahun 2013, menunjukkan bahwa siswa jenjang SMA/MA yang lulus ujian tingkat akhir sebanyak 18.042 orang atau 99,94% dari jumlah siswa kelas 3 SMA/MA yang mengikuti ujian sebanyak 18.052 orang sehingga capaian kinerjanya mencapai 100,95% dari target yang telah ditetapkan sebesar 99%. Capaian target indikator angka kelulusan SMA/MA selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.10 (hal. 37).
g. Angka Kelulusan (AL) SMK
Adapun program dari indikator angka kelulusan SMK adalah “Program Pendidikan Menengah”. Dari data angka kelulusan SMK pada tahun 2013, menunjukkan bahwa siswa jenjang SMK yang lulus ujian tingkat akhir sebanyak 19.209 orang atau 99,99% dari jumlah siswa kelas 3 SMK yang mengikuti ujian sebanyak 19.211 orang, sehingga capaian kinerjanya mencapai 100,99% dari target yang telah ditetapkan sebesar 99.01%. Capaian target indikator peningkatan angka kelulusan SMK selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.10 (hal. 37).
h. Angka Melek Huruf (AMH)
Adapun program dari indikator angka melek huruf adalah “Program Pendidikan Non Formal” dengan kegiatan :
1. Pengembangan minat, bakat, dan kreatifitas siswa PLS kepada 970 Orang
2. Pembinaan Pendidikan Luar Sekolah selama 12 Bulan.
Pada tahun 2013, jumlah penduduk Kota Surabaya dengan usia 15 tahun keatas tercatat sebanyak 2.496.805 jiwa dan seluruhnya telah dapat membaca dan menulis. Dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebesar 100%, maka capaian kinerjanya mencapai 100%. Capaian target indikator Angka Melek Huruf di Kota Surabaya dalam rentang 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik III.11 dibawah ini.
Grafik III.11
Capaian Target Indikator Angka Melek Huruf Tahun 2011, 2012, dan 2013
5. Sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan indikator:
a. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Tolinakes) yang memiliki kompetensi kebidanan.
Dalam pencapaian target indikator kinerja ini terdapat kendala/hambatan, yaitu 1) Mobilitas penduduk yang cukup tinggi; 2) Banyaknya penduduk musiman atau urban. Namun demikian, terdapat dukungan kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas program dan lintas sektor maupun kemitraan lainnya serta peran serta dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan upaya-upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita;
2. Meningkatkan sarana dan prasarana di fasilitas pelayanan kesehatan; 3. Meningkatkan kualitas dan kauntitas SDM kesehatan disarana pelayanan