PEMBANGUNAN JALAN (ROAD CONSTRUCTION)
A. CARA KERING 1) Pengukuran jalan
Pengukuran lebar Patok yang digun cm dan panjang 4
I MENGGUNAKAN MATOS ®
enggunakan Matos ® bertujuan untuk men ampaknya terhadap lingkungan dalam s i dengan Matos ® berusaha meningkatkan k n biaya dengan cara meningkatkan bahan
tode yang relevan. kan
pan dalam kemasan dan terhindar dari k i dengan saat pemakaian. Apabila Matos ® n dari luar, sebaiknya dikonsultasikan denga
enstabilkan tanah dengan grafik gradasi m sampai yang terkecil, dan disarankan bah < 2,00 mm ) agar efektif digunakan den
, Matos ® akan bekerja bila bereaksi den erlukan dalam pekerjaan Matos ® . emen
emudian baru dicampur dengan larutan Mat
nakan dalam campuran harus bersih dari nggu proses pengerasan stabilisasi. Air yan n terlebih dahulu.
elaksanaan
onstruksi dan desain
jalan dan pematokan dilakukan untuk seti kan adalah patok sementara berupa poton
cm, dan ditanam sedalam 10 cm.
ingkatkan kualitas ebuah rancangan ualitas dari proyek yang tersedia dan
lembaban dimulai elah tercemar oleh n pihak pen jual.
enerus mulai dari an-bahan tersebut an menggunakan
gan semen. Oleh dicampur dengan s ® .
ahan -bahan yang g digunakan harus
iap jarak 5 meter. an bambu lebar 3
2) Pembentukan Bad Pembentukan ba jalan yang terbent
atau 3%). CBR konvensional des minimal 5%. Jika maka harus dil Depertemen Pek Ratio (CBR) pada nilai indeks plastisi Pada jalan denga dengan menggun minimal yang dib sekaligus sebagai 3) Persiapan tanah u
Tanah yang akan badan jalan yang lebih tinggi diban adalah tinggi mut yang disebarkan dipadatkan terlebi diambil dari luar b Jika tanah yang a dozer atau rad dihaluskan adalah jalan, diharuskan
rencana (umumny
an Jalan
an jalan disesuaikan dengan dimensi jala uk harus sudah memiliki kemiringan sesuai
tanah dasar harus tercapai sesuai de in menurut Departemen Pekerjaan Umu da bagian tanah dasar yang tidak tercapai kukan pemadatan untuk mencapai nil rjaan Umum mensyaratkan bahwa nilai
kondisi terendam air dari suatu sub grad tas tanah harus kurang dari 15 %.
n konstruksi Matos ® , nilai CBR tanah das kan Matos ® pada stabilisasi tanah dasar rikan dapat dipenuhi atau konstruksi jala subgrade, sub base dan base badan jalan. ntuk konstruksi badan jalan Matos ®
digunakan untuk konstruksi jalan Matos sudah disiapkan. Tinggi tanah yang disedi ingkan dengan tinggi desain rencana. Tin lak, dengan kemiringan yang sesuai deng
dalah tanah yang berupa butiran lepas, se dahulu. Metode ini jika tanah untuk kons dan jalan.
an digunakan adalah tanah setempat mak er untuk tanah kontruksi badan jalan.
sesuai dengan tinggi rencana. Sebelum kemiringan dasar jalan terhadap sumbu jal
2%).
n rencana. Badan dengan desain (2 sain. Pada jalan yaitu nilai CBR nilai CBR minimal i CBR tersebut. California Bearing
minimal 5 % dan
r dapat dipe rbaiki . Sehingga syarat n Matos ® berlaku diletakan di atas iakan adalah 30% gi tanah tersebut an desain. Tanah hingga tidak perlu truksi badan jalan
, dapat digunakan inggi tanah yang enyiapkan badan an sesuai dengan
Gambar 4) Penghalusan tana Penghalusan tan dengan Rotary Mi tenaga 90 Hp, den Jumlah lintasan y besarnya butiran t pada proses ini a Sandy-clay ibutu dengan diameter t saat mulai berdeb Perbaikan gradasi bahan konstruksi stabilisai dengan dengan tanah atau
Gam
1. Penyebaran atau penggalian material tan atau perbaikan gradasi
h dilakukan dengan menggunakan Trakto xer type Rotavator . Traktor yang digunaka
gan Rotavator ang dikhusukan untuk prose ng dilakukan tergantung pada kondisi tana anah dan kadar air tanah. Kadar air tan a dalah 10% di bawah kadar air optimum. hkan empat kali lintasan guna menghalus erbesar 1 cm. Kadar air tanah secara visual
, kadar air tanah mencapai 10 – 14%. dapat dilakukan jika komposisi tanah yang
jalan Matos ® memiliki komposisi yang Matos ® . Misalnya tanah gambut (peat so
pasir yang berasal dari luar lokasi pekerjaa
bar 2. Penghalusan tanah atau perbaikan gr
ah dasar
r yang dilengkapi n minimal memiliki s stabilisasi tanah. h awal yaitu pada yang diharapkan Untuk jenis tanah kan butiran tanah dapat dilihat pada
i gunakan sebagai tidak m endukung il) dapat dicampur
.
5) Penaburan Semen Penaburan semen yang dibuat disesu menyatakan setia perhitungan adala dengan luas per dilakukan pada pe a) Semen disusu b) Semen kemudi c) Kemudian se perata kayu a perata kayu m perata kayu. Penyebaran s kantong bes menggunakan adalah tinggi dapat dihitung luas permukaa adalah berat s atau Vs = Ws/ Gamba
dilakukan dengan meletakan sak semen s aikan dengan jumlah semen yang dibutuhka p sak semen disebarkan untuk satu s h dengan membagi jumlah sak semen (PC
ukaan (A) jalan atau = PC/A. Tahapa naburan semen adalah :
berdasarkan luas grid yang didapatkan. ian dibuka dan bungkus semen dikumpulkan
en diratakan dengan menggunakan per alah selebar 50 cm dan panjang 1,5 m. enggunakan dimensi yang ergonomis, teru
emen akan lebih efektif jika packing se r, misalnya ukuran 1000 kg. Penye alat berat, seperti excavator . Pada penyeba semen yang disebarkan. Tinggi semen (h)
dengan membagi volume semen (Vs) yang n jalan (A) atau h = Vs/A. Cara menghit emen (Ws) yang dibutuhkan dibagi massa
Js.
r 3. Penyebaran semen dengan cara grid
cara merata. Grid n. Luas setiap grid atuan luas. Cara ) yang dib utuhkan
pekerjaan yang
pada satu tempat ata kayu. Ukuran
Perlu diperhatikan ama pada batang
en menggunakan baran ini dapat ran ini yang diukur yang disebarkan ibutuhkan dengan ung volume semen jenis semen (BJs)
6) Pencampuran semen dengan tanah
Pencampuran semen dengan tanah dilakukan dengan mempergunakan excavator dan rotary mixer . Jumlah lintasan untuk setiap lebar jalan dapat dihitung dengan membagi lebar jalan dengan lebar alat. Pencampuran dilakukan dalam empat lintasan dan overlay antar lintasan 10 cm.
Untuk mengontrol kualitas campuran dilakukan, dengan melihat campuran untuk setiap luas permukaan 50 m2. Pada setiap titik uji diambil sedalam tebal rencana jalan Matos ® .
Untuk ketebalan jalan Matos ® yang lebih besar dari 30 cm, pengadukan dilakukan setiap setengah dari tinggi rencana. Kecuali alat pengaduk memiliki kemampuan pencampuran yang cukup. Alat khusus untuk soil stabilizer memiliki kemampuan pengadukan rerata hingga 50 cm.
Gambar 4. Pencampuran semen dengan tanah 7) Penyiraman Matos ®
a) Mempersiapkan air untuk pelarutan Matos ® kristal. Jumlah air yang digunakan adalah 100 liter air untuk setiap 1 m3 tanah pada kondisi tanah kering. Pada kondisi tanah basah air yang ditambahkan adalah 50 liter. Jumlah air tergantung pada kadar air optimum untuk pemadatan. Umumnya kadar air optimum berada pada nilai 18% - 23%. Toleransi yang diijinkan pada proses stabilisasi tanah adalah ± 2%.
b) Matos ® dilarutkan di air yang sudah disiapkan. Jumlah Matos ® yang ditambahkan adalah 1 – 1,2 kg Matos ® untuk setiap 1 m3 tanah.
i. Matos ® yang a Matos ® . ii. Jalank tangki. d) Siramkan air y dibutuhkan. Cara penyira digunakan. Jik penyiraman da siram dapat disesuaikan de Gambar 5. P 8) Pencampuran Tan Tanah-semen yan excavator dan rot kali. Jumlah lintas
imasukkan ke dalam tangki air sesuai a pada tangki, yaitu untuk setiap 100 liter .
n pompa air dengan selang keluaran dim Sirkulasi dilakukan sebanyak 4 kali.
ang sudah dilarutkan Matos ® sebanyak 2/3
an dapat disesuaikan dengan kondisi a truk tangki yang digunakan tidak mem pat dilakukan dengan selang air. Jika truk t dilakukan melalui pipa. Jumlah lintasan ngan volume air yang disiramkan.
nyiraman air Matos yang pertama (2/3 volu
ah-Semen dan Air Matos ®
g telah disiram air Matos ® dicampur denga ry mixer . umlah lintasan yang dibutuhkan n dapat diperbanyak untuk mencapai kadar
engan jumlah air air dilarutkan 1 kg
sukan kembali ke
dari volume yang
truk tangki yang iliki pompa siram, ngki memiliki pipa
yang dilakukan
e)
n mempergunakan dalah sebanyak 2 air optimum.
Gambar 6. Pencampuran Tanah, Semen dan Matos 9) Pemadatan konstruksi jalan Matos ®
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan menggunakan Vibratory Roller atau dengan menggunakan Stoom Walls hingga mendapatkan permukaan badan jalan yang baik. Jumlah lintasan disesuaikan dengan kehalusan dan kerataan
permukaan. Dengan empat lintasan biasanya jalan Matos ® sudah cukup halus.
10) Penyiraman laruta Cara Penyiraman Gambar 8. Pen 11) Perawatan Konstr Setelah pelaksa mendapatkan per 24 – 8 jam. Maks Untuk penyiraman 10.00 WIB hingga permuakaan saja permukaan.
n Matos ® ahap II sebanyak 1/3 dari volum ilakukan sama dengan penyiraman awal.
iraman larutan Matos ® ahap kedua (1/3 vol ksi Jalan
aan, perkerasan Matos ® ang sudah watan yang baik. Pematangan jalan harus imal masa perawatan adalah 14 hari bila k
dilakukan selama 4 hari. Penyiraman dilak 14.00 IB. Jumlah air yang disiramkan c . Tujuan penyiraman adalah untuk me
yang dibutuhkan.
ume)
mengikat harus dilakukan selama ndisi cuaca buruk. ukan antara pukul ukup untuk basah ghilangkan retak