• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Kerja 9Power

Dalam dokumen BAB II KAJIAN PUSTAKA (Halaman 26-37)

Cara kerja 9Power adalah dengan menstabilkan arus listrik yang dihasilkan oleh koil motor, membuang frekuensi liar atau tegangan tak tentu dari koil, memfokuskan dan mempercepat arus, sehingga menjadi titik tembak menuju ke busi untuk digunakan sebagai api pembakaran. Arus yang stabil menghasilkan api yang baik sehingga ledakan pembakaran menjadi sempurna dan tidak ada molekul bensin yang terbuang percuma, ruang bakar menjadi bersih dan kerja piston menjadi tidak berat dan hasilnya dapat menaikkan kinerja mesin motor. (Haslim, 2010)).

Pada 9Power terdapat logam-logam yang merupakan penghantar listrik yang baik, sehingga ketika arus listrik melalui logam tersebut, maka tegangan output dari koil akan lebih cepat dan fokus. Dengan demikian voltase yang mencapai busi menjadi stabil dan menghasilkan percikan api yang lebih besar.

Dalam desain pembuatan 9Power menggunakan prinsip satu arah

commit to user

sehingga hanya dapat mengalirkan elektron atau arus pada satu arah saja, ini memungkinkan arus yang mengalir dari koil menuju busi tidak akan bolak-balik, karena dengan 9Power arus akan diteruskan lebih cepat menuju busi. Di bawah ini dapat dilihat gambar cara kerja 9Power.

Gambar 2.10. Cara Kerja 9Power

(Sumber: Meningkatkan Pengapian:

2011)

Dari gambar dapat dijelaskan bahwa arus yang dihasilkan oleh koil merupakan arus dengan tegangan tinggi. Ketika arus mengalir dari koil menuju kabel busi, terjadi fluks magnetik arus listrik yang besar. Hal itu memungkinkan kabel busi tidak dapat menahan dorongan fluks magnetik tersebut, dengan demikian arus yang mengalir pada kabel busi menjadi tidak stabil, dan cenderung bergerak ke luar mendorong isolator kabel busi. Dengan pemasangan 9Power, maka fluks magnetik arus listrik dari koil akan dipadatkan sehingga mengurangi dorongan fluks magnetik.

Dengan pemadatan fluks magnetik, maka arus listrik yang mengalir lebih menyatu dan lebih padat mengalir ke busi.

Coil 9-Power

Api yang dikeluarkan busi menjadi lebih besar

commit to user

Hal itu dikarenakan logam penyusun 9Power yang mempunyai sifat elektromagnetik ketika dialiri arus listrik.

Sehingga dengan pemasangan 9Power, dorongan fluks magnetik arus listrik dapat diminimalisir dan dengan tegangan dan kecepatan yang tinggi, maka titik tembak menuju ke busi akan lebih besar dan fokus. Hasilnya, bunga api yang dihasilkan busi akan semakin besar, sehingga tercipta daya yang maksimal, pembakaran yang lebih sempurna dan pemakaian bahan bakar yang lebih hemat.

“Pada prinsipnya 9Power bekerja dengan menangkap frekuensi yang tercipta dari aliran listrik dan dipadatkan, sehingga api yang keluar lebih padat dan terarah menuju ke busi, mirip seperti mekanisme selang air yang ujungnya dipersempit”. Di bawah ini adalah gambar kabel busi tanpa 9power dan dengan pemasangan 9power.

Gambar 2.11. Fluks Magnetik Tanpa 9Power

(Sumber: Meningkatkan Pengapian: 2011)

Fluks Magnetik Coil

commit to user

Gambar 2.12. Fluks Magnetik Dengan 9-Power

(Sumber: Meningkatkan Pengapian: 2011) 3) Cara Pemasangan 9Power

Pemasangan 9Power dilakukan dengan cara menyelongsongkan 9Power kedalam kabel busi (Plug and go). Cara pemasangan 9-Power adalah sebagai berikut: 1) Lepaskan kabel busi. 2) Lepaskan kepala busi. 3) Masukkan kabel busi ke dalam 9-Power dengan ketentuan tanda panah menghadap kearah busi. 4) Pasang kembali kepala busi. 5) Pasang kembali kabel busi pada busi.

6) 9Power siap digunakan. Di bawah ini adalah gambar pemasangan 9power.

Gambar 2.13. Pemasangan 9-Power (Sumber: Haslim: 2010) 4) Manfaat Pemasangan 9-Power

Dengan pemasangan 9-Power pada sepeda motor, maka dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

Fluks Magnetik

Coil 9-Power

Api Lebih Stabil dan Lebih Fokus

commit to user

(1) Menghemat bahan bakar dikarenakan pengapian yang terjadi lebih baik.

(2) Tarikan motor lebih ringan.

(3) Emisi gas buang lebih baik (Sumber: Haslim: 2010).

e. Kabel Busi

Kabel busi merupakan salah satu komponen sistem pengapian.

Fungsi utama dari kabel busi adalah menghantarkan arus listrik dari koil ke busi. Baiknya dalam pemilihan kabel busi untuk sebuah kendaraan harus diperhatikan, kabel busi kendaraan biasanya menggunakan kabel yang terbuat dari tembaga murni sehingga menjadi konduktor yang baik, dan isolator pembungkus konduktornya terbuat dari plastik sintetis yang mampu melindungi kawat di dalamnya, sehingga tahan panas dan tidak meleleh.

f. Koil

Koil pengapian berfungsi untuk menaikkan tegangan yang diterima dari sumber tegangan (alternator) menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian. Dalam koil pengapian terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder yang dililitkan pada tumpukan-tumpukan plat besi tipis. Diameter kawat pada kumparan primer 0,6 s/d 0,9 mm, dengan jumlah lilitan 200 s/d 400 kali, sedangkan diameter kawat pada kumparan sekunder 0,05 s/d 0,08 mm dengan jumlah lilitan sebanyak 2000 s/d 15.000 kali. Karena perbedaan jumlah gulungan pada kumparan primer dan sekunder tersebut, dengan cara mengalirkan arus listrik secara terputus-putus pada kumparan primer (sehingga pada kumparan primer timbul/hilang kemagnetan secara tiba-tiba), maka kumparan sekunder akan terinduksi sehingga timbul induksi tegangan tinggi sebesar) 20.000 volt.

commit to user

Gambar 2. 14. Koil Pengapian

(Sumber: Yamaha Spare Part Katalog, 2008) g. Bahan Bakar

Syarat utama proses pembakaran adalah tersedia bahan-bakar yang bercampur dengan baik dengan udara dan tercapainya suhu pembakaran.

Pada motor bensin proses pencampuran bahan-bakar udara terjadi pada karburator. Pada karburator bahan bakar disuplai dari tangki bahan bakar dengan menggunakan pompa bensin dan udara dihisap dari lingkungan setelah melewati saringan udara. Pada gambar dibawah ini adalah skema sistem bahan bakar bensin.

Bensin adalah zat cair yang di hasilkan dari hasil pemurnian minyak bumi dan mengandung unsur karbon dan hidrogen. Sifat sifat utama bensin

1) Mudah menguap pada suhu biasa.

2) Tidak berwarna ,jernih,dan berbau merangsang 3) Titik nyala rendah

4) Berat jenis rendah(0,6-0,78).

5) Melarutkan minyak dan karet.

6) Menghasilkan panas yang tinggi antara 9.5000 - 10.500 kkal/kg.

7) Meninggalkan sedikit sisa karbon Nilai oktan 72-82

commit to user h. Elektromagnet

Teori gelombang elektromagnetik kali pertama dikemukakan oleh James Clerk Maxwell (1831–1879). Ini berawal dari beberapa hukum dasar yang telah dipelajari, yakni Hukum Coulomb, Hukum Biot-Savart atau Hukum Ampere, dan Hukum Faraday. Hukum Coulomb memperlihatkan bagaimana muatan listrik dapat menghasilkan medan listrik, Hukum Biot-Savart atau Hukum Ampere menjelaskan bagaimana arus listrik dapat menghasilkan medan magnet, dan Hukum Faraday menyatakan bahwa perubahan medan listrik dapat menghasilkan gaya gerak listrik (GGL) induksi. Maxwell melihat adanya keterkaitan yang sangat erat antara gejala kelistrikan dan kemagnetan. Ia mengemukakan bahwa jika perubahan medan magnetik menghasilkan medan listrik, seperti yang dikemukakan oleh hukum Faraday, dan hal sebaliknya dapat terjadi, yakni perubahan medan listrik dapat menimbulkan perubahan medan magnet.

Maxwell menurunkan beberapa persamaan yang berujung pada hipotesisnya mengenai gelombang elektromagnetik. Persamaan tersebut dikenal sebagai Persamaan Maxwell, tetapi Anda tidak perlu menurunkan atau membahas secara mendalam persamaan tersebut. Menurut Maxwell, ketika terdapat perubahan medan listrik (E), akan terjadi perubahan medan magnetik (B). Perubahan medan magnetik ini akan menimbulkan kembali perubahan medan listrik dan seterusnya. Maxwell menemukan bahwa perubahan medan listrik dan perubahan medan magnetik ini menghasilkan gelombang medan listrik dan gelombang medan magnetik yang dapat merambat di ruang hampa. Gelombang medan listrik (E) dan medan magnetik (B) inilah yang kemudian dikenal dengan nama gelombang elektromagnetik.

Arah getar dan arah rambat gelombang medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus sehingga gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal. Akan tetapi, gelombang elektromagnetik adalah gelombang medan dan bukan gelombang

commit to user

partikel, seperti pada air atau pada tali. Oleh karena gelombang medan inilah, gelombang elektromagnetik dapat merambat di ruang hampa.

Kecepatan perambatan gelombang elektromagnetik bergantung pada permitivitas listrik dan permeabilitas magnetik medium. Maxwell menyatakan bahwa kecepatan gelombang elektromagnetik memenuhi persamaan:

dengan:

ε = permitivitas listrik medium,

μ = permeabilitas magnetik medium di ruang hampa, ε = ε0 = 8,85 × 10-12C2 /Nm2

μ = 0 μ= 4π× 10–7Ns2/C2 .

maka kecepatan gelombang elektromagnetik:

Besar kecepatan gelombang elektromagnetik di ruang hampa sama dengan kecepatan cahaya yang terukur.

Kecepatan perambatan gelombang elektromagnetik di ruang hampa yang dihitung oleh Maxwell, memiliki besar yang sama dengan kecepatan perambatan cahaya. Berdasarkan hasil ini, Maxwell mengemukakan bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik.

Gagasan ini secara umum diterima oleh para ilmuwan, tetapi tidak sepenuhnya hingga akhirnya gelombang elektromagnetik dapat dideteksi melalui eksperimen.

Gelombang elektromagnetik kali pertama dibangkitkan dan dideteksi melalui eksperimen yang dilakukan oleh Heinrich Hertz (1857–

commit to user

1894) pada tahun 1887, delapan tahun setelah kematian Maxwell. Hertz menggunakan peralatan, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.16.

Gambar 2.15. Bagan Percobaan Hertz

(Sumber: Aip Saripudin, Dede Rustiawan & Adit Suganda, 2009) Ketika sakelar S digetarkan, induktor (kumparan) Ruhmkorf menginduksikan pulsa tegangan pada kumparan kedua yang terhubung pada dua buah elektrode bola. Akibatnya, muatan listrik loncat secara bolak-balik dari satu bola ke bola lainnya dan menimbulkan percikan.

Ternyata, kedua elektrode bola pada cincin kawat di sebelahnya juga menampakkan percikan. Ini menunjukkan bahwa energi gelombang yang dihasilkan oleh gerak bolak-balik muatan pada kedua elektrode pertama telah berpindah kepada elektrode kedua pada cincin kawat. Gelombang ini kemudian diukur kecepatannya dan tepat sama dengan hasil perhitungan Maxwell, yakni 3 × 108m/s. Selain itu,gelombang ini juga menunjukkan semua sifat cahaya seperti pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi, dan polarisasi. Hasil eksperimen Hertz ini merupakan pembuktian dari teori Maxwell.

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik yang didasarkan dari eksperimen, yaitu sebagai berikut:

(1) Merupakan perambatan getaran medan listrik dan medan magnet yang saling tegak lurus terhadap arah rambatnya dan termasuk gelombang transversal

commit to user

(2) Tidak bermuatan listrik sehingga tidak dipengaruhi atau tidak dibelokkanoleh medan listrik atau medan magnet

(3) Tidak bermassa dan tidak dipengaruhi medan gravitasi (4) Merambat dalam lintasan garis lurus

(5) Dapat merambat di ruang hampa

(6) Dapat mengalami pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi, sertapolarisasi

(7) Kecepatannya di ruang hampa sebesar 3 × 108 m/s

Elektromagnet telah banyak digunakan dalam kendaraan bermotor selama beberapa tahun. Pada sistem start, pengisian dan pengapian mengalami perbaikan/penyempurnaan terus menerus membuat kendaraan kita lebih handal. Pada kenyataannya sulit untuk dipikirkan pada sebuah sistem otomotif tanpa menggunakan elektromagnet.

Elektromagnet merupakan penggabungan listrik dan magnet. Sewaktu mengalirkan listrik pada sebuah kawat bisa menciptakan medan magnet.

Listrik dan magnet benar-benar tidak terpisahkan kecuali dalam superkonduktor yang menunjukkan Efek Meissner (bahan superkonduktor dapat meniadakan medan magnet sampai pada batas tertentu). Ini bisa dibuktikan dengan cara meletakkan kompas di dekat kawat tersebut. Jarum penunjuk pada kompas akan bergerak karena kompas mendeteksi adanya medan magnet. Elektromagnetika sudah banyak dimanfaatkan dalam membuat mesin motor, kaset, video, speaker (alat pengeras suara), dan sebagainya. Elektromagnet yang ternyata memberikan alternatif yang cukup menjanjikan sebagai alat penghemat bahan bakar. Hampir semua produk penghemat BBM yang beredar di Indonesia adalah jenis magnet, mungkin karena harganya yang murah, pemasangannya yang mudah dan tidak membutuhkan perawatan.

Coulomb menemukan adanya medan gaya magnet yang dihasilkan diantara dua kutub berbeda. Kemudian teori berkembang lebih ke arah molekuler dimana pada tahun 1982 Webber dan dikembangkan

commit to user

oleh Ewing mengemukakan teori bahwa ”molekul suatu zat benda, telah mengandung potensi magnet dengan masing-masing kutub N (utara) dan S (selatan)”. Pada keadaan tidak termagnetisasi, molekul kecil magnet berada dalam bentuk tidak beraturan. Dan jika dipengaruhi medan magnet pada partikelnya, maka molekul tersebut mempunyai gaya magnet untuk bergerak dan menyesuaikan kutub magnet dengan indikasi magnet yang di berikan.

Gambar 2.16. Proses Ionisasi Gaya Magnet

(Sumber : Electromagnetic Device for the Magnetic Treatment of Fuel. 1998)

Penggunaan magnet ditujukan untuk menimbulkan ionisasi pada bahan bakar. Proses ionisasi diperlukan agar bahan bakar lebih mudah mengikat oksigen selama proses pembakaran dan mengurangi produk hidrokarbon yang tidak terbakar hasil proses pembakaran bahan bakar.

Hal ini disebabkan ukuran struktur molekul bahan bakar akan berubah menjadi ikatan yang lebih kecil akibat magnetisasi . Ukuran molekul yang lebih kecil ini secara langsung akan berakibat pada semakin mudahnya proses pembakaran dalam ruang bakar. Dengan kata lain proses magnetisasi pada bahan bakar akan membuat pembakaran lebih sempurna.

commit to user i. Kawat Tembaga

Tembaga murni merupakan logam liat berwarna kemerah-merahan, yang mempunyai tahanan jenis 0,0175 dengan berat jenis 8,9 dan titik cair sampai 1083° C, lebih tinggi dari kawat aluminium. Kawat tembaga ini mempunyai konduktivitas dan daya hantar yang tinggi.

Pada mulanya kawat tembaga ini banyak dipakai untuk penghantar jaringan, tetapi bila dibandingkan dengan kawat aluminium untuk tahanan (resistansi) yang sama, kawat tembaga lebih berat sehingga harganya akan lebih mahal. Dengan berat yang sama, kawat alauminium mempunyai diameter yang lebih besar dan lebih panjang dibandingkan kawat tembaga. Dewasa ini cenderung kawat penghantar jaringan digunakan dari logam aluminium.

Dalam dokumen BAB II KAJIAN PUSTAKA (Halaman 26-37)

Dokumen terkait