C. Pemantauan dan Evaluasi
VI. Cara Melakukan Pemantauan Pasca Pelayanan Kontrasepsi
Pemantauan pasca pelayanan kontrasepsi dapat dilakukan oleh PKB/PLKB dan kader IMP dengan mengetahui antara lain :
1. Tingkat pengetahuan klien, beberapa hal yang dapat diukur antara lain : a. Jenis kontrasepsi yang digunakan
b. Cara kerja atau cara penggunaan kontrasepsi
c. Kelebihan dan kekurangan dari penggunaan kontrasepsi
2. Tingkat kepatuhan klien
Kepatuhan akseptor dalam penggunaan kontrasepsi termasuk kepatuhannya dalam melakukan kunjungan ulang ke tempat pelayanan, sehingga dalam wawancara petugas lapangan harus dibarengi dengan pemberian pengetahuan penggunaan kontrasepsi dan melakukan kunjungan ulang. Untuk mengukur kepatuhan tersebut, petugas lapangan dapat melakukan dengan cara :
a. bertanya kepada klien.
b. melihat kartu peserta KB (K/I/KB) yang dimiliki klien
3. Kejadian Efek Samping, Komplikasi dan Kegagalan
Pemantauan efek samping, komplikasi dan kegagalan kontrasepsi merupakan salah satu cara untuk mengetahui kejadian dalam penggunaan kontrasepsi yang dialami oleh akseptor KB. Dalam pemantauan ini selain untuk mengetahui jenis kejadiannya, juga sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan tentang efek samping, komplikasi dan kegagalan kontrasepsi kepada akseptor KB, yang dikunjungi oleh petugas lapangan melalui pemantauan pasca pelayanan kontrasepsi.
Sebagaimana pada umumnya, penggunaan alat/obat kontrasepsi dapat menimbulkan risiko terjadinya masalah efek samping dan komplikasi. Efek samping adalah perubahan fisik atau psikis yang timbul akibat dari pengunaan metode kontrasepsi tetapi tidak berakibat serius terhadap kesehatan, sedangkan
komplikasiadalah kondisi yang timbul dari penggunaan suatu metode kontrasepsi yang berakibat buruk bagi kesehatan klien.
Melalui jawaban akseptor yang pernah maupun belum pernah mengalami efek samping, komplikasi maupun kegagalan akibat kontrasepsi, petugas lapangan harus menanyakan :
a. Pernah atau tidak mendapat penjelasan tentang kemungkinan akan terjadinya efek samping, komplikasi dan kegagalan kontrasepsi
b. Mengetahui atau tidak cara mengatasi keluhan efek samping, komplikasi dan kegagalan akibat kontrasepsi
4. Pengamatan fisik kontrasepsi pil dan kondom
Pengamatan fisik kontrasepsi pil dan kondom dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kontrasepsi yang akan digunakan akseptor (kemasan, label dan kondisi fisiknya). Selain petugas dapat mengetahui secara langsung keadaan fisik pil dan kondom yang akseptor gunakan, petugas dapat sekaligus memberikan pengetahuan kepada akseptor tentang kondisi kontrasepsi tersebut.
LAMPIRAN 1 :
CARA MELAKUKAN PEMANTAUAN PASCA PELAYANAN AKSEPTOR KB PIL
1. Mengetahui tingkat kepatuhan akseptor, pertanyaan yang diajukan antara lain : a. Apa yang diketahui akseptor tentang Pil KB?
1) Jumlah
2) Macam dan jenis Pil KB
3) Merupakan kontrasepsi hormonal b. Cara penggunaan Pil KB ?
1) Cara mulai minum pil, pada hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid (sangat dianjurkan penggunaannya pada hari pertama haid), sehingga dapat dipastikan akseptor tidak dalam keadaan hamil
2) Pil diminum setiap hari pada saat yang sama
3) Pada paket 28 tablet pil, dianjurkan mulai minum pil placebo sesuai dengan hari yang ada pada paket
c. Keuntungan dan kekurangan dari penggunaan Pil KB ? 1) Keuntungan :
• Metode kontrasepsi yang efektif, bila digunakan secara teratur
• Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
• Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri
• Mudah digunakan 2) Kekurangan :
• Harus diminum setiap hari dan waktu yang sama
• Jika lupa minum akan terjadi resiko kegagalan
• Ada kemungkinan terjadinya perdarahan bercak
• Tidak mencegah IMS dan HIV
• Untuk pil kombinasi tidak dianjurkan bagi ibu menyusui karena mengganggu produksi ASI
Jika akseptor dapat memberikan jawaban-jawaban yang relatif benar, maka akseptor dianggap memiliki pengetahuan yang baik
2. Mengetahui tingkat kepatuhan akseptor
Tingkat kepatuhan berkaitan dengan tingkat pengetahuan akseptor dalam menggunakan kontrasepsi Pil, apabila:
a.
b.
Contoh :
: Lupa minum Pil selama 1 hari
Lupa minum 1 atau 2 pil (hari 1-21 hari)
• Segera minum pil setelah ingat
• Minum 2 pil pada hari yang sama
• Tidak memerlukan perlindungan kontrasepsi lainnya
Lupa minum lebih dari 2 Pil (hari 1-21)
Minum 2 pil setiap hari, sampai jadwal yang ditetapkan, dan disarankan :
• Memerlukan kontrasepsi perlindungan kondom atau
• Tidak melakukan hubungan suami-istri sampai paket pil telah habis
Bila tidak haid, segera ke klinik untuk tes kehamilan
1
2
Pada 1 : minum 2 pil pertama Pada 2 : minum 2 pil kedua Pada 3 : minum 2 pil ketiga
Hari selanjutnya kembali minum pil secara reguler
3. Mengetahui kejadian efek samping
Untuk mengetahui kejadian pada akseptor selama menggunakan kontrasepsi, petugas lapangan dapat menanyakan apakah pernah mengalami keluhan atau efek samping. Bagi akseptor yang pernah mengalami keluhan atau efek samping, dapat ditanyakan bagaimana cara mengatasi keluhan tersebut. Jika jawaban akseptor relatif benar, antara lain minta pertolongan kepada petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan, maka akseptor dianggap mempunyai kemampuan mengatasi keluhan efek samping tersebut.
4. Mengamati fisik kontrasepsi Pil
Untuk melakukan pengamatan fisik kontrasepsi, minta bantuan akseptor untuk menunjukan Pil KB yang sedang digunakan. Periksa dengan cermat, sesuai kondisi sebenarnya. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat keadaan fisik pil KB, mengenai sifat zat secara umum yang meliputi : wujud/rupa (bentuk), warna, rasa dan bau. Keadaan fisik merupakan petunjuk awal tentang mutu pil, misalnya apabila ada perubahan warna atau bentuk dan sebagian hilang, maka harus diganti dengan pil baru atau menggunakan kontrasepsi pelindung (kondom) dan pantang berkala. Jika berdasarkan pengamatan ditemukan Pil KB dalam kondisi yang tidak baik, maka akseptorharus diberikan pil yang baru, jika keadaan sebaliknya maka pil dapat diteruskan.
Pemahaman kemungkinan kejadian efek samping, komplikasi Pil KB kombinasi dan penanganannya
Masalah efek samping : Cara Penanggulangannya
Mual dan muntah Jelaskan kepada akseptor bahwa gejala ini bersifat sementara dan individual
Akseptor disarankan agar meminum pil setelah makan malam.
Jika dalam 3 bulan berturut rasa mual belum hilang, segera sarankan untuk konsultasi dengan bidan/dokter
Pusing/sakit kepala Disarankan untuk meminum obat penghilang rasa sakit kepala, namun jika sakit kepala dirasakan menetap segera anjurkan untuk konsultasikan dengan bidan/dokter
Rasa sakit/tegang dan payudara dirasakan tegang
Jelaskan bahwa gejala bersifat sementara, jika ada rasa sakit bisa disarankan meminum obat penghilang rasa sakit
Disarankan agar akseptor memakai pakaian dalam (BH) yang longgar/yang sesuai dengan ukuran
Bila sakit menetap disarankan untuk berobat ke dokter/bidan
Nafsu makan bertambah Jelaskan bahwa gejala ini bersifat sementara
Sarankan agar makan teratur, namun jika makan tidak teratur segera rujuk ke bidan/dokter
kecuali pil yang hanya mengandung progesteron (exluton). Segera anjurkan untuk ganti metode kontrasepsi yang cocok untuk ibu menyusui.
Tekanan darah tinggi Jelaskan bahwa gejala ini bersifat individual dan sementara. Disarankan agar mengurangi konsumsi garam
jika dalam 3 bulan berturut-turut tekanan darahnya > 140/100 mmHg, segera sarankan untuk ganti metode kontrasepsi dan sarankan untuk mengunjungi bidan/dokter
Perubahan berat badan Jelaskan bahwa gejala ini bersifat individual
Sarankan untuk melakukan aktifitas fisik (olah raga) rutin setiap hari
Sarankan agar mengatur menu makanan
Jika berat badan berubah secara drastis, segera sarankan untuk mengunjungi dokter/bidan
Jerawat Jelaskan bahwa gejala tersebut bersifat individual
Disarankan agar mengurangi makanan berlemak (seperti minyak, kacang)
Kloasma (hiperpigmentasi pada wajah)
Jelaskan bahwa gejala ini bersifat individual
Sarankan untuk menghindari matahari, bilang bercak hitam diwajah tidak
menghilang/bertambah banyak segera kunjungi bidan/dokter
varises Jelaskan bahwa gejala tersebut sangat individual
Bila gejala menetap atau semakin bertambah, sarankan untuk menemui bidan/dokter
Keputihan Jelaskan bahwa gejala tersebut sangat bersifat individual
Sarankan untuk menjaga kebersihan daerah kemaluan
Gangguan haid Jelaskan bahwa gejala ini bersifat individual
Jika perdarahan menetap atau bertambah banyak,
LAMPIRAN 2 :
CARA MELAKUKAN PEMANTAUAN PASCA PELAYANAN DENGAN AKSEPTOR KB KONDOM
1. Mengetahui tingkat pengetahuan klien, pertanyaan yang diajukan antara lain : a. Apa yang diketahui tentang kondom?
• Terbuat dari karet (latex)
• Macam-macam kondom
b. Bagaimana cara menggunakan kondom?
Akseptor diharapkan dapat menerangkan cara penggunaan kondom dan fungsinya
c. Keuntungan dan kekurangan penggunaan kondom? 1) Keuntungan:
• Tidak memerlukan pemeriksaan medis
• Murah dan mudah didapat
• Mencegah ejakulasi dini
• Mencegah penularan IMS
• Dapat digunakan bersamaan dengan kontrasepsi lainnya 2) Kekurangan :
• Memerlukan persediaan setiap kali berhubungan seksual
• Dapat menimbulkan iritasi/alergi 2. Mengetahui tingkat kepatuhan akseptor
Tingkat kepatuhan berkaitan dengan tingkat pengetahuan akseptor dalam menggunakan kondom. Jika akseptor relatif menggunakan kondom mengikuti petunjuk dapat diberikan pujian, namun jika tidak/belum mengikuti petunjuk, maka berikan penjelasan sebagai berikut:
a. Ingatkan akseptor bahwa kondom hanya digunakan sekali pakai b. Selalu menyiapkan persediaan kondom
c. Kondom dapat digunakan pada saat keadaan istri dalam masa subur
d. Kondom jangan disimpan di tempat yang panas karena dapat merusak pelumas dan mudah bocor
e. Jangan mengunakan minyak mineral atau baby oiluntuk pelicin kondom, karena secara tidak langsung akan menyebabkan kerusakan kondom
3. Mengetahui kejadian efek samping
Untuk mengetahui kejadian pada akseptor selama menggunakan kontrasepsi, petugas lapangan dapat menanyakan apakah pernah mengalami keluhan atau efek samping. Bagi akseptor yang pernah mengalami keluhan atau efek samping, dapat ditanyakan bagaimana cara mengatasi keluhan tersebut. Jika jawaban akseptor relatif benar, antara lain minta pertolongan kepada petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan, maka akseptor dianggap mempunyai kemampuan mengatasi keluhan efek samping tersebut.
4. Mengamati fisik kontrasepsi kondom
Untuk melakukan pengamatan fisik kondom, minta bantuan akseptor untuk menunjukkan kondom yang akan digunakan dan periksa dengan cermat kondisi kondom tersebut.
Pemeriksaan fisik kondom ditujukan untuk melihat apakah kondom yang akan digunakan akseptor masih mengandung minyak pelumas atau tidak, apakah bocor atau tidak dan apakah sudah kadaluarsa atau belum. Jika pada pemeriksaan tersebut ternyata kondom masih mengandung minyak pelumas, tidak bocor dan belum kadaluarsa, maka akseptor dapat meneruskan penggunaan kondom persediaannya, namun jika sebaliknya berikan kondom baru.
Pemahaman kemungkinan kejadian efek samping, komplikasi kondom dan penanganannya
Masalah: Cara penanggulangannya
a. Kondom rusak atau dicurigai bocor
Ganti segera dengan kondom baru jika dicurigai adanya rusak atau kebocoran.
b. Mengurangi kenikmatan hubungan seksual
Jika perasaan menurunkan sensitivitas tidak bisa diatasi, dianjurkan
Efek samping : Cara penanggulangannya
a.
Reaksi alergi Jika setiap menggunakan kondom, ibu atau bapak mengalami gatal-gatal/reaksi alergi. Jika reaksi alergi ringan, tidak memerlukan pengobatan, jika reaksi alegi berat hingga timbul keputihan pada wanita, akseptor dianjurkan berobat ke klinik, dan dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi lainnya
LAMPIRAN 3 :
CARA MELAKUKAN PEMANTAUAN PASCA PELAYANAN DENGAN AKSEPTOR KB SUNTIK
1. Mengetahui tingkat pengetahuan klien, pertanyaan yang diajukan antara lain : a. Apa yang diketahui tentang suntik KB ?
• Kontrasepsi hormal
• Macam-macam suntik KB
b. Kapan akseptor mendapatkan suntikan ulangan?
Akseptor diharapkan dapat menjelaskan kapan mendapatkan suntikan ulangan dan dapat menunjukkan kartu kunjungan ulangan
c. Keuntungan dan kekurangan menggunakan suntikan KB ? 1) Keuntungan:
• Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
• Tidak berpengaruh pada hubungan suami dan istri
• Tidak perlu menyimpan obat suntik
• Tidak mempengaruhi produksi ASI, kecuali suntikan 1 bulan
• Reaksi suntikan sangat cepat 2) Kekurangan :
• Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan
• Harus kembali kontrol ke tempat pelayanan untuk mendapatkan suntikan ulangan
• Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya
• Tidak mencegah IMS dan HIV 2. Mengetahui tingkat kepatuhan akseptor
Tingkat kepatuhan berkaitan dengan tingkat pengetahuan akseptordalam menggunakan suntikan. Pada intinya tingkat kepatuhan akseptordapat dinilai disaat akseptordapat mengikuti petunjuk petugas dokter/bidan, namun jika akseptortidak/belum dapat mengikuti petunjuk maka berikan :
b. AkseptorKB yang mendapat suntikan 3 bulanan harus kembali setiap 12 minggu sedangkan untuk suntikan 1 bulan akseptordapat kembali setiap 4 minggu sekali c. Jelaskan bahwa setiap penyuntikan akseptorharus disuntik dengan jarum baru,
3. Mengetahui kejadian efek samping
Untuk mengetahui kejadian pada akseptorselama menggunakan kontrasepsi, petugas lapangan dapat menanyakan apakah pernah mengalami keluhan atau efek samping. Bagi akseptoryang pernah mengalami keluhan atau efek samping, dapat ditanyakan bagaimana cara mengatasi keluhan tersebut. Jika jawaban akseptorrelatif benar, antara lain minta pertolongan kepada petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan, maka akseptordianggap mempunyai kemampuan mengatasi keluhan efek samping tersebut.
Pemahaman kemungkinan kejadian efek samping, komplikasi Suntik dan penanganannya
Efek Samping : Cara Penanggulangannya :
Amenorhoe (tidak datang haid) Tentukan akseptor hamil/tidak
Bila tidak hamil, berikan konseling
Bila hamil, Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik
Pertambahan berat badan Mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan, namun jika berat badan cenderung semakin menaik, dianjurkan untuk menggunakan yang non hormonal
Sakit kepala disertai gangguan penglihatan
Jika sakit kepala ringan, dapat mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri
Bila sakit kepala dirasakan berat, berulang atau tekanan darah meningkat,
disarankan untuk ke dokter/bidan
Nyeri perut sebelah bawah/nyeri pinggul (dengan tanda hamil)
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Tekanan darah tinggi Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Komplikasi : Cara penanggulangannya :
Perdarahan banyak dan tidak ada penyebab lain selain kontrasepsi
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Infeksi bekas suntikan ditandai dengan tanda radang
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
LAMPIRAN 4 :
CARA MELAKUKAN PEMANTAUAN PASCA PELAYANAN AKSEPTOR KB IUD
1. Mengetahui tingkat pengetahuan klien, pertanyaan yang diajukan antara lain : a. Apa yang diketahui tentang IUD ?
• Kontrasepsi non hormonal
• Dipasang di dalam rahim
• Macam-macam IUD
• Dapat dipasang sewaktu-waktu dan atau pasca persalinan dan pasca keguguran (apabila tidak terjadi infeksi)
b. Kapan akseptor harus kontrol dan melepas/mengganti IUD yang digunakannya?
• Kontrol ke tempat pelayanan setelah pemasangan 4-6 minggu
• Kontrol setelah 1 tahun setelah pemasangan
• Melepas IUD setelah 8 tahun pemakaian c. Keuntungan dan kekurangan menggunakan IUD ?
1) Keuntungan:
• Efektif dalam jangka panjang
• Murah dan efisien
• Cocok untuk ibu menyusui
• Kesuburan segera kembali setelah IUD dilepas
• Dapat sekaligus dilakukan Pap Smear
• Tidak ada risiko faktor lupa seperti pada pemakaian Pil, Suntik dan Kondom
2) Keterbatasan :
• Pemasangan dan pelepasan harus melalui pemeriksaan dalam
• Akseptor tidak dapat mencabut sendiri
• Tidak dapat mencegah IMS dan HIV
• Gangguan siklus haid
• Rasa sakit pada beberapa bulan pertama (bersifat individualis) 2. Mengetahui tingkat kepatuhan akseptor
Tingkat kepatuhan berkaitan dengan tingkat pengetahuan akseptor dalam menggunakan IUD. Pada intinya tingkat kepatuhan akseptordapat dinilai disaat akseptordapat mengikuti petunjuk petugas dokter/bidan, namun jika
akseptortidak/belum dapat mengikuti petunjuk maka berikan penjelasan sebagai berikut :
a. Kontrol pertama ke tempat pelayanan sesudah haid pertama setelah pemasangan dan setelah 7 atau 40 hari pada pemasangan pasca persalinan
b. Kontrol selanjutnya minimal 1 tahun sekali atau bila ada keluhan-keluhan tentang kemungkinan adanya infeksi panggul atau perdarahan
c. Memberikan penjelasan cara memeriksakan IUD, dengan cara usahakan agar jari tangan ibu dapat menjamah benang yang terpasang pada liang senggama, bila benang teraba artinya IUD masih tetap terpasang, jika tidak teraba agar dikonsultasikan ke dokter/bidan.
3. Mengetahui kejadian efek samping
Untuk mengetahui kejadian pada akseptor selama menggunakan kontrasepsi, petugas lapangan dapat menanyakan apakah pernah mengalami keluhan atau efek samping. Bagi akseptor yang pernah mengalami keluhan atau efek samping, dapat ditanyakan bagaimana cara mengatasi keluhan atau efek samping tersebut.
Pemahaman kemungkinan kejadian efek samping, komplikasi IUD dan penanganannya
Efek samping : Cara Penanggulangannya :
Gangguan haid : perdarahan bercak hingga haid yang berlebihan pada 3 bulan pertama penggunaan IUD
Kalau permasalahan ringan, dianjurkan agar dilakukan konseling, dan apabila perdarahan banyak, dianjurkan agar dirujuk ke tempat pelayanan
Perasaan kurang enak, demam dan menggigil
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Keluar Cairan vagina/keputihan yang banyak
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Komplikasi : Cara penanggulangannya :
Nyeri perut bagian bawah atau keputihan yang berbau
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Masalah : Cara penanggulangannya :
Benang IUD hilang (pindah tempat atau lepas)
Jika akseptor mengetahui bahwa benang IUD tidak teraba segera kunjungi klinik/dokter/bidan
LAMPIRAN 5 :
CARA MELAKUKAN PEMANTAUAN PASCA PELAYANAN AKSEPTOR IMPLAN
1. Mengetahui tingkat pengetahuan klien, pertanyaan yang diajukan antara lain : a. Apa yang diketahui tentang implan ?
• Kontrasepsi hormonal
• Macam-macam implan
b. Kapan akseptor harus kontrol dan mencabut/mengganti implan yang digunakan ?
• Kontrol setelah 1 minggu pemasangan
• Kontrol setiap 1 tahun sekali atau bila ada keluhan
• Melepas implan setelah 3 tahun pemasangan c. Keuntungan dan kekurangan menggunakan implan?
Keuntungan:
• Efektif dalam jangka panjang
• Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
• Tidak berpengaruh pada hubungan suami dan istri
• Pengembalian tingkat kesuburan relatif cepat setelah pencabutan Keterbatasan :
• Kemungkinan mengalami perubahan siklus haid
• Dapat mempengaruhi penurunan maupun kenaikan berat badan
• Perlu pembedahan kecil pada waktu pemasangan dan pencabutan
• Tidak mencegah penularan IMS dan HIV 2. Mengetahui tingkat kepatuhan akseptor
Tingkat kepatuhan berkaitan dengan tingkat pengetahuan akseptor dalam menggunakan implan. Pada intinya tingkat kepatuhan akseptor dapat dinilai disaat akseptor dapat mengikuti petunjuk petugas dokter/bidan, namun jika akseptor tidak/belum dapat mengikuti petunjuk maka berikan :
a. Kontrol pertama ke tempat pelayanan setelah 1 minggu pemasangan implan b. Kontrol ke tempat pelayanan bila ada keluhan atau bila akan dilakukan
pencabutan/pemasangan kembali
PKB/PLKB dan IMP dapat mengecek kebenarannya dengan melihat kartu peserta KB (K/I/KB) yang dimiliki akseptor, dengan demikian petugas lapangan akan mengetahui secara pasti tentang kepatuhan akseptor yang bersangkutan.
3. Mengetahui kejadian efek samping
Untuk mengetahui kejadian pada akseptorselama menggunakan kontrasepsi, petugas lapangan dapat menanyakan apakah pernah mengalami keluhan atau efek samping. Bagi akseptoryang pernah mengalami keluhan atau efek samping, dapat ditanyakan bagaimana cara mengatasi keluhan tersebut. Jika jawaban akseptorrelatif benar, antara lain minta pertolongan kepada petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan, maka akseptordianggap mempunyai kemampuan mengatasi keluhan efek samping tersebut.
Pemahaman kemungkinan kejadian efek samping, komplikasi Implan dan penanganannya
Efek samping : Cara Penanggulangannya :
Amenorhoe (tidak Haid) Biasa terjadi pada pemakaian implan, jika tidak haid selama 6 minggu, segera rujuk ke dokter/bidan untuk menyingkirkan tanda-tanda kehamilan
Perdarahan lama dan banyak Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Nyeri perut bagian bawah/nyeri panggul (dengan atau tanpa gejala hamil)
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Nyeri payudara Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Nyeri dada Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Perdarahan bercak Jelaskan ke akseptor bahwa perdarahan bercak kerap terjadi diawal penggunaan implan dan bersifat individual serta tidak berbahaya. Jika perdarahan menetap segera rujuk ke dokter/bidan
Nyeri kepala terutama bila disertai pandangan kabur
Bila sakit kepala dirasakan berat, berulang dan disertai tekanan darah meningkat, disarankan untuk ke dokter/bidan
Mual/pusing/gelisah Jelaskan ke klien, bahwa hal ini bersifat individual. Jika mual/pusing/gelisah menetap atau bertambah berat sarankan ke dokter/bidan
Berat badan bertambah atau berkurang
Jelaskan ke akseptor bahwa perubahan badan sekitar 1-2 kg adalah normal. Apabila jika akseptor tidak dapat menerima perubahan berat badannya, sarankan untuk ganti metode lain.
Komplikasi : Cara penanggulangannya :
Terjadi infeksi/tanda-tanda peradangan di tempat pemasangan implan.
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan lebih lanjut
Masalah : Cara penanggulangannya :
Implan tidak teraba di lengan
Disarankan kontrol ke Rumah Sakit/Klinik untuk perawatan
LAMPIRAN 6 :
CARA MELAKUKAN PEMANTAUAN PASCA PELAYANAN AKSEPTOR KB MEDIS OPERASI WANITA (MOW)/TUBEKTOMI
1. Mengetahui tingkat pengetahuan klien, pertanyaan yang diajukan antara lain : a. Apa yang diketahui tentang MOW ?
• Kontrasepsi Jangka panjang
• Dilakukan oleh tenaga ahli di Rumah Sakit b. Kapan akseptor harus kontrol ?
• 1-2 minggu setelah tindakan
• Disaat ada keluhan
c. Keuntungan dan keterbatasan menggunakan MOW ? Keuntungan:
• Dapat digunakan jangka panjang
• Dapat dilakukan segera setelah melahirkan atau kapanpun juga
• Tidak berpengaruh pada hubungan suami dan istri
• Haid tetap terjadi tiap bulannya
• Tidak mempengaruhi penurunan maupun kenaikan berat badan Keterbatasan :
• Dapat terjadi rasa nyeri beberapa hari setelah tindakan (individualis)
• Tidak mencegah penularan IMS dan HIV
• Hanya dapat dilakukan di Rumah Sakit 2. Mengetahui tingkat kepatuhan akseptor
Tingkat kepatuhan berkaitan dengan tingkat pengetahuan akseptor dalam kontrol ulang setelah tindakan MOW. Pada intinya tingkat kepatuhan akseptor dapat dinilai disaat akseptor dapat mengikuti petunjuk petugas medis, namun jika akseptor tidak/belum dapat mengikuti petunjuk maka disarankan:
a. Kontrol pertama ke tempat pelayanan setelah 1-2 minggu pasca tindakan MOW b. Datang ke tempat pelayanan apabila ada keluhan
3. Mengetahui kejadian efek samping
Untuk mengetahui kejadian pada akseptor selama menggunakan kontrasepsi, petugas lapangan dapat menanyakan apakah pernah mengalami keluhan atau efek samping. Bagi akseptor yang pernah mengalami keluhan atau efek samping, dapat ditanyakan bagaimana cara mengatasi keluhan tersebut. Jika jawaban akseptor relatif benar,
antara lain minta pertolongan kepada petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan, maka akseptor dianggap mempunyai kemampuan mengatasi keluhan efek