BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2. Kinerja
2.6. Cara Menilai Kinerja Perawat
Penilaian kinerja perawat merupakan komponen utama dari evaluasi untuk mengendalikan fungsi manajemen keperawatan. Jika digunakan dengan tepat dan seksama proses penilaian kinerja perawat akan mengatur perilaku perawat untuk memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi (Swansburg, 1999). Kinerja perawat dinilai berdasarkan kesesuaian asuhan keperawatan dengan standar asuhan keperawatan, evaluasi persepsi pasien terhadap mutu asuhan keperawatan, evaluasi kesesuaian tindakan perawat dengan standar operasional prosedur (Depkes, 2001).
2.6.1. Kesesuaian asuhan keperawatan dengan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dinilai berdasarkan Depkes (2001)
Kesesuaian asuhan keperawatan dengan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi dan catatan asuhan keperawatan (Depkes, 2001). Tujuan utama standar asuhan
keperawatan ini memberikan kejelasan dan pedoman untuk mengidentifikasi ukuran dan penilaian hasil akhir, dengan demikian standar dapat meningkatkan dan memfasilitasi perbaikan dan pencapaian kualitas asuhan keperawatan (Sitorus, 2005).
a. Standar 1 : Pengkajian Keperawatan
Pengkajian merupakan dasar utama atau langkah awal dari proses keperawatan secara keseluruhan. Pada tahap ini semua data dan informasi tentang klien yang dibutuhakan dikumpulkan dan dianalisa untuk menentukan diagnosa keperawatan. Pengkajian keperawatan terdiri dari 3 tahap yaitu pengumpulan data, pengorganisasian atau pengelompokan data serta menganalisa data untuk merumuskan diagnosa keperawatan. Instrumen penilaian kinerja perawat pada proses pengkajian keperawatan menurut Depkes (2001) terdiri dari :
1) Mencatat data yang dikaji sesuai dengan pedoman pengkajian 2) Data dikelompokkan berdasarkan biopsikososialspiritual 3) Data dikaji sejak pasien masuk sampai pulang
4) Masalah dirumuskan berdasarkan kesenjangan antara status kesehatan dengan norma dan pola kehidupan.
b. Standar 2 : Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menjelaskan status atau masalah kesehatan aktual dan potensial. Proses diagnostik mencakup analisis kritis dan interpretasi data, identifikasi masalah klien, dan perumusan diagnosa
keperawatan. Instrumen penilaian kinerja perawat pada proses diagnosa keperawatan menurut Depkes (2001) terdiri dari :
1) Diagnosa keperawatan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan 2) Diagnosa keperawatan mencerminkan PE/PES
3) Merumuskan diagnosa keperawatan aktual/potensial c. Standar 3 : Perencanaan Keperawatan
Rencana asuhan keperawatan adalah pedoman tertulis untuk perawatan klien. Rencana perawatan tertulis mendokumentasikan kebutuhan perawatan kesehatan klien, tujuan, hasil yang diharapkan dan aktifitas dan starategi keperawatan spesifik. Selama perencanaan perawat berkolaborasi dengan klien dan keluarganya juga berkonsultasi dengan tim perawat lainnya, menelaah literatur yang berkaiatan, memodifikasi asuhan dan mencatat informasi yang relevan tentang kebutuhan perawatan kesehatan klien dan klinik (Kusnanto, 2003). Instrumen penilaian kinerja perawat pada proses perencanaan keperawatan menurut Depkes (2001) terdiri dari :
1) Perencanaan bardasarkan diagnosa keperawatan 2) Disusun menurut urutan prioritas
3) Rumusan tujuan mengandung komponen pasien, subyek, perubahan, perilaku, kondisi pasien dan kriteria waktu
4) Rencana tindakan menggambarkan keterlibatan pasien keluarga
5) Rencana tindakan mengacu pada tujuan dengan kalimat perintah, terinci dan jelas
d. Standar 4 : Tindakan Keperawatan
Potter dan Perry (2005) menjelaskan bahwa selama implementasi, perawat mengkaji kembali klien, memodifikasi rencana asuhan keperawatan, mengidentifikasi area bantuan, mengimplementasikan intervensi keperawatan dan mengkomunikasikan intervensi. Instrumen penilaian kinerja perawat pada proses implementasi keperawatan menurut Depkes (2001) terdiri dari :
1) Tindakan dilaksanakan mengacu pada rencana perawatan
2) Perawat mengobsevasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan 3) Revisi tindakan berdasarkan evaluasi
4) Semua tindakan yang telah dilaksanakan dicatat ringkas dan jelas. e. Standar 5 : Evaluasi Keperawatan
Menurut Depkes (2001), kriteria proses dalam evaluasi keperawatan adalah menyusun perencanaan evaluasi dari hasil intervensi secara komperehensif, tepat waktu dan terus menerus, menggunakan data dasar dan respon klien dalam mengukur perkembangan kearah pencapaian tujuan, memvalidasi dan menganalisis data baru dengan teman sejawat, bekerja sama dengan klien dan keluarga untuk memodifikasi rencana asuhan keperawatan dan mendokumentasikan hasil evaluasi dan memodifikasi perencanaan.Instrumen penilaian kinerja perawat pada proses evaluasi keperawatan menurut Depkes (2001) terdiri dari :
1) Evaluasi mengacu pada tujuan 2) Hasil evaluasi dicatat
f. Standar 6 : Catatan Asuhan Keperawatan
Catatan asuhan keperawatan adalah bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Dalam catatan asuhan keperawatan ini pencatatan yang dilakukan harus sesuai dengan yang dikerjakan dan yang ditulis dengan jelas sehingga dapat digunakan antar tim kesehatan.Instrumen penilaian kinerja perawat pada proses catatan asuhan keperawatan menurut Depkes (2001) terdiri dari :
1) Menulis pada format yang baku
2) Pencatatan dilakukan sesuai dengan tindakan yang dilaksanakan 3) Pencatatan ditulis dengan jelas
4) Setiap melakukan tindakan/kegiatan perawat mencantumkan paraf/nama jelas, dan tanggal jam dilakukannya tindakan
5) Berkas catatan keperawatan disimpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Pedoman kesesuaian asuhan keperawatan dengan SAK digunakan untuk mengumpulkan data agar dapat menilai kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan asuhan keperawatan yang ditemukan dalam rekam medik pasien dengan asuhan keperawatan yang ditentukan dalam SAK. Dimana pengisian Pedoman asuhan keperawatan berdasarkan SAK dilakukan oleh perawat dengan kriteria sebagai berikut: (a). Perawat terpilih dari ruangan tempat dilakukan evaluasi, (b). Perawat yang telah menguasai/memahami proses perawatan, (c). Telah mengikuti pelatihan penerapan standar asuhan keperawatan di RS.
Rekam medik pasien yang dinilai harus memenuhi kriteria sebagai berikut: (a). Rekam medik pasien yang telah dirawat minimal 3(tiga) hari diruangan yang bersangkutan, (b). Data dikumpulkan sebelum berkas medik pasien dikembalikan pada bagian Medical Recors RS, (c). Khusus untuk kamar operasi dan IGD, penilaian dilakukan setelah pasien dipindahkan ke ruangan lain/pulang, (d). Rekam medik pasien yang memenuhi kriteria selama periode evaluasi berjumlah 20 untuk setiap ruangan. Adapun bentuk instrumen dari kesesuaian asuhan keperawtan berdasarkan SAK terdiri dari:
1) Kolom 1: No.Urut yang dinilai 2) Kolom 2: Aspek yang dinilai
3) Kolom 3: No. Kode rekam medik yang dinilai 4) Kolom 4: Keterangan
Dibawah ini terdapat rumus dari persentase kinerja perawat berdasarkan Depkes (2001) yaitu : T P= ──── x 100% JB x JA Keterangan: P : Prosentase
T: Total (Jumlah Rekam medik pasien) JB: Jumlah berkas
JA: Jumlah aspek yang dinilai (pengkajian, diagnosa, perencanaan, tindakan, evaluasi, catatan askep)
2.6.2. Evaluasi perspepsi pasien/ keluarga terhadap mutu asuhan keperawatan di rumah sakit terdiri dari (Depkes, 2001):
a. Data Umum
Data umum terdiri dari latar belakang pendidikan, latar belakang pekerjaan, dan lama dirawat. Perawat pengumpul data harus memenuhi kriteria: kepala ruangan/perawat terpilih dari ruangan tempat dilakukan evaluasi, perawat yang telah memahami cara pengisian dari data tentang perspepsi pasien/keluarga. Responden (pasien/keluarga yang terpilih) harus memenuhi kriteria sebagai berikut: sukarela, dapat membaca dan menulis, pasien yang telah ditetapkan pulang dan telah dirawat minimal 3 hari, pada periode evaluasi, jumlah responden minimal 20 orang ditiap ruangan (Depkes, 2001).Adapun rumus prosentase tiap tingkat pendidikan dihitung dengan cara sebagai berikut (Depkes, 2001):
JRP
P= ────── x 100% JR
Keterangan: P : Prosentase
JR: Jumlah responden dengan pendidikan tertentu (SD, SLTP, SLTA, PT) JR : Jumlah seluruh responden
Sedangkan rumus prosentase tiap macam pekerjaan dihitung dengan cara sebagai berikut(Depkes, 2001) :
JRP
P= ─────── x 100% JR
Keterangan: P : Prosentase
JRP: Jumlah responden dengan pekerjaan tertentu (PNS, ABRI, POLISI, Swasta, dll)
JR : Jumlah seluruh responden
Dibawah ini juga terdapat rumus prosentase pasien yang dirawat dirumah sakit 3-7 hari dihitung dengan cara (Depkes, 2001):
JPR
P=─────── x 100% JP
Keterangan: P: Prosentase
JPR: Jumlah pasien yang lama dirawat 3-7 hari JR: Jumlah seluruh Responden
b. Data Pelayanan keperawatan terdiri dari 4 kolom yaitu 1) Kolom 1: nomor urut pertanyaan
2) Kolom 2: daftar pertanyaan tentang pelayanan keperawatan 3) Kolom 3: kolom jawaban
4) Kolom 4: keterangan
Data Pelayanan keperawatan merupakan hasil persepsi pasien/keluarga yang terpilih terhadap mutu pelayan keperawatan. Dibawah ini terdapat rumus prosentase persepsi pasien/keluarga dihitung yang dengan cara (Depkes, 2001):
JY
P= ───────x 100% JY + JT
Keterangan: P :Prosentase
JY: Jumlah jawaban ya JT: Jumlah jawaban tidak
c. Kesan dan saran dari pasien/ keluarga merupakan pertanyaan terbuka.
2.6.3. Evaluasi tindakan perawat berdasarkan SOP
Evaluasi kesesuaian tindakan perawat berdasarkan SOP dinilai dari persiapan dan pelaksanaan tiap kegiatan keperawatan yang dilakukan oleh perawat penilai (observer) dan Observee. Perawat penilai mempunyai kriteria sebagai berikut: (a). Perawat terpilih dari ruangan lain, (b). Perawat yang telah memahami SOP, (c). Perawat yang telah mengikuti pelatihan penerapan standar asuhan keperawatan, (d). Untuk masing-masing ruangan di RSU kelas C:2-4 orang, RSU kelas B: 4-6 orang, RSU kelas A: 6-8 orang. Dan Observee harus memenuhi kriteria sebagai berikut: (a). Perawat sedang bertugas diruangan yang sedang dilakukan evaluasi, (b). Perawat dengan latar belakang pendidikan minimal SPK dan pengalaman kerja minimal 2 tahun. Bentuk penilaian SOP terdiri dari (Depkes, 2001):
a. Kolom 1: berisi nomor kegiatan keperawatan,
b. Kolom 2: berisi jenis kegiatan keperawatan yang diobservasi,
c. Kolom 3: berisi aspek yang dinilai pada saat observasi,
e. Kolom 5: berisi keterangan tentang hal-hal yang terkait dengan situasi dari aspek yang dinilai. Adapun rumus dari prosentase tiap kegiatan dihitung dengan cara sebagai berikut (Depkes, 2001):
T
P= ─────── x 100% JO+JA
Keterangan: P : Prosentase
T : Total (Jumlah dari sub total observasi) JO: Jumlah observasi