• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Cara Pemberantasan Hama Dan Penyakit Kakao

Sulistyowati,(2004) menegaskan bahwa hama PBK (penggerek buah kakao) dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi hingga 80 % lebih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan PBK (penggerek buah kakao)

dengan kriteria serangan ringan sudah mengakibatkan kerugian yang besar yaitu menurunkan berat biji basah, menurunkan rendemen, dan menurunkan mutu biji, antara lain biji berukuran kecil, kadar kulit ari meningkat, biji saling menempel, biji keriput dan berwarna hitam.

Kemudian Djafaruddin (2000) menambahkan, Pemberantasan hama dilakukan dengan penyemprotan pestisida dalam dua tahap. Pertama, bertujuan untuk mencegah sebelum diketahui ada hama yang menyerang.

Kadar dan jenis pestisida disesuaikan. Tahap yang kedua adalah usaha pemberantasan hama, dimana jenis dan kadar pestisida yang digunakan ditingkatkan. Contoh pestisida yang digunakan: Deltametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Metador 25 EC) dan lain-lain.

Kemudian Sri Sukamto & Yohanes Djoko Junianto(1989) Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Penyakit ini disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan, dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu:

1 Sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm

2 Kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanamannya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun

3 Cara kimia, yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti: Sandoz, cupravit Cobox, dll. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali; (4) penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16, Sca 6,ICS 6 dan hibrida DR1.

2.7 Kerangka Pikir

Tanaman kakao memiliki prospek yang baik dalam pengembangannya yang mampu mengisi peluang pasar. Semakin melonjaknya harga komoditi pertanian yang berorientasi ekspor khususnya kakao, maka petani terdorong untuk meningkatkan produksi yang akhirnya mendapatkan pendapatan atau keuntungan yang lebih tinggi.

Keberhasilan sutau usaha tani tergantung bagaimana kemapuan, pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki petani itu sendiri. Pada tahap produksi, terdapat beberapa hal yang dapat dilihat sebagai faktor-faktor produksi, yaitu faktor alam, faktor modal, faktor tenaga kerja, dan faktor teknologi serta proses kerja petani yaitu pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dalam menangani hama dan penyakit dan panen.

Alur kerangka pikir operasional dari penelitian ini dapat dilihatpada gambar yang di sajikan di bawah ini:

Gambar 1: Kerangka Pikir Tentang Program Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Pemberantasan Hama dan Penyakit Kakao.

PROGRAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI

KENDALA PETANI DALAM PEMBERANTASAN HAMA DAN

PENYAKIT KAKAO

PENYEBAB HAMA DAN PENYAKIT KAKAO

PETANI KAKAO

CARA PEMBRANTASAN HAMA DAN PENYAKIT KAKAO

III. METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitia

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Duanur, Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur mulai dari Bulan Mei sampai Juni 2015. Penulis memilih lokasi ini karena beberapa pertimbangan bahwa daerah ini merupakan daerah penghasil kakao, dan pertanian kakao sangat dominan di desa ini. Dimana sebagian besar kebutuhan masyarakatnya disandarkan pada sistem pertanian ini.

3.2 Teknik pengambilan sampel

Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah semua petani yang berperan aktif dalam kelompok tani. Kelompok tani berjumlah 8 kelompok tani, dengan jumlah anggota 25 orang per kelompok. Jadi jumlah keseluruhan 200 orang anggota kelompok tani di Desa Duanur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah secara random sampling. Jumlah populasi yang diambil sebanyak 10 % sehingga sampel dalam penelitian ini 20 orang. Hal ini sesuai pendapat Sutrisno Hadi (1991) yaitu: Teknik random sampling, jika sampel dan popolasi secara random atau acak atau tanpa pandang bulu. Dalam random sampling semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri maupun bersama sama diberi kesempatan yang sama untuk dimiliki menjadi anggota sampel. Prosedur yang digunakan yaitu cara undian, cara bilangan ordinal, dan cara randomisasi (diambil dari bilangan random).

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Dalam suatu penelitian, pengumpulan data dalam mengungkapkan permasalahan yang di anggap praktis yakni :

1. Pengamatan (Observasi)

Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan yang bertujuan untuk menjaring perilaku individu yang terjadi dalam kenyataan sebenarnya. Observasi ini juga untuk mendiskripkan kehidupan yang sebenarnya.

Kegiatan yang dilakukan dalam observasi ini adalah mengamati kondisi dan keadaan informan yang menjadi objek penelitian ini dan mengamati kegiatan yang dilakukan petani kakao dalam hal kesejahterannya.

2. Wawancara (Interview)

Wawancara dilakukan pada sampel yang dipilih dan dianggap dapat memberikan informasi tentang masalah penelitian. Untuk melakukan wawancara terlebih dahulu dipersiapkan pedoman wawancara namun pada situasi tertentu, wawancara dapat dilakukan secara spontan, seperti dalam pembicaraan sehari-hari tetapi tetap terfokus pada masalah penelitian.

3. Dokumentasi (Documentation)

Dokumentasi adalah mengumpulkan data dengan cara mengambil data-data dari catatan, dokumentasi, administrasi yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Dalam hal ini dokumentasi diperoleh melalui dokumen-dokumen atau arsip-arsip dari lembaga yang diteliti yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat, majalah dan sebagainya.

3.4 Teknik Analisis Data

Berdasarkan data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder yang telah di kumpulkan kemudian di analisa secara deskriftif, Adapun pengertian deskriftif adalah memberikan penjelasan atau gambaran terhadap data yang di peroleh secara umum indikator-indikator penelitian yang di teliti.

3.5 Definisi Operasional

Konsep operasional mencakup pengertian yang digunakan untuk mendapatkan data dan mengadakan analisis penelitian.

1. Program adalah rencana tertulis yang disusun secara sisteimatis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapai tujuan.

2. Pemberdayaan petani, adalah merubah perilaku petani dari petani yang subsistem tradisional menjadi petani modern yang berwawasan agribisnis 3. Kelompok tani adalah bebrapa orang petani atau peternak yang menghimpun

diri dalam suatu kelompok karena memiliki keserasian dalam tujuan, motif dan minat.

4. Petani responden adalah petani kakao yang aktif menjadi anggota kelompok tani Nubararan di Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur.

5. Pengendalian PBK (Penggerek Buah Kakao) adalah hama penting pada usaha pertanaman kakao yang sulit dideteksi dan sulit dikendalikan. Karena itu untuk menanggulangi PBK (Pengerek Buah Kakao), diperlukan satu paket terpadu yang penentunya didasarkan pada tingkat serangan dan keadaan tanaman kakao.

6. Hama dan penyakit adalah salah satu faktor penghambat peningkatan produktivitas kakao yang berada di Desa Duanur apabilah adanya serangan hama dan penyakit.

7. Kakao adalah salah satu komuditas andalan nasional dan berperan penting bagi perekonomian indonesia, terutama dalam penyediaan lapangan kerja sumber pendapatan petani, dan sumber devisa bagi negara.

IV.GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.1 Kondisi Geografis Luas Dan Letak Wilayah Serta Kondisi Iklim 4.1.1 Letak Wilayah

Desa Duanur terletak disebelah Timur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur. Desa Duanur terletak sejauh sembilan km dari ibukota Kecamatan Desa Duanur merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 1.100 meter.

Batas wilayah Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur adalah sebelah Utara berbatasan dengan Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Homa Kecamatan Adonara Barat. Sebelah Timur berbtasan dengan Desa Waitenepang Kecamatan Adonara Barat. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Duatukan Kecamatan Adonara Barat. Luas wilayahy Desa Duanur 4,2 km atau 4.200 hektar dan secra administrasi dibagi dalam lima wilayah dusun masing masing yaitu:

(1) Dusun Nubararan (2) Dusun Mawar (3) Dusun Cerowerian (4) Dusun Kampung Baru dan (5) Dusun Rian Tukan. Desa Duanur terletak pada ketinggian 1.300 M diatas permukaan laut.

4.1.2 Pola Pemanfaatan Lahan

Tanah merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia, begitu pula fungsi tanah bagi tumbu tumbuhan yaitu disamping sebagai tempat tumbu juga merupakan gudang sumber hara.

Jenis tanah di Desa Duanur pada umumnya adalah tanah podsolid coklat, dengan PH Tanah 5,6 – 7. Dari luas wilaya desa Duanur, digunakn untuk lahan pertanian seperti sawah 250 H, perkebunan 600 H, dan pekarangan 58,4 H. Lahan sawah digunakan untuk tanman padi dan pala wija. Dan untuk lahan kering seperti kebun dan pekarangan digunakan untuk tanaman kakao, kopi dan sayur sayuran.

Secara rinci luas wilayah menurut penggunaannya dapat dilihat pada table 1 dibawa ini.

4.1.3 Luas tanah menurut penggunaan

Tabel 1. Keadaan Luas Tanah di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur 2015

No Uraian Luas (Ha/m2

1

Luas prasarana umum lainnya Tegal / kering

Sumber : Data Kantor Desa Duanur 2015.

Berdasarkan tabel 1 memperoleh luas tanah menurut penggunanya di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur luas tanah yang paling luas pemakaiannya pada perkebunan sebanyak 105 Ha/m 2.

Sedangkan, luas tanah yang paling sempit atau sedikit pada luas tanah perkuburan sebanyak 3,5 Ha/m 2

4.2

Kondisi Demografis ( keadaan penduduk berdasarkan jenis Kelamin, Usia, Mata Pencaharian, dan berdasarkan Pendidikan).

Tabel 2. Keadaan Penduduk Berdasarkan Usia di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur 2015

No Usia ( Thn)_ Laki –laki Perempuan Jumlah 1

Jumlah total 338 336 674

Sumber : Data Kantor Desa Duanur 2015.

Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa keadaan penduduk berdasarkan usia di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur, penduduk yang paling banyak pada kelompok usia 50 – 55 tahun sebanyak 37 orang laki – laki dan 34 orang perempuan. Sedangkan, penduduk yang sedikit pada kelompok usia < 1

Table 4. Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur 2015

N0 Jenis pekerjaan Laki – laki Perempuan Jumlah 1

Jumlah total 157 131 288

Sumber : Data Kantor Desa Duanur 2015.

Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa keadaan penduduk berdasarkan mata pencaharian di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur, penduduk yang paling banyak yaitu pada jenis pekerjaan sebagai petani sebanyak 107 orang laki – laki dan 105 orang perempuan. Sedangkan, penduduk yang paling sedikit yaitu pada pegawai negri sebanyak 1 orang laki laki dan 2 orang perempuan.

Table 5. Keadaan Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur 2015

N0 TingkatPendidikan Laki –laki Perempuan Jumlah 1

2 3 4 5

Taman Kanak – Kanak (TKK) Sekolah Dasar ( SD)

Sekolah Menengah Pertama

Jumlah total 203 176 397

Sumber : Data Kantor Desa Duanur 2015

Berdasarkan tabel 5 menunjukan bahwa keadaan penduduk berdasarkan pendidikan di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur.

Penduduk yang paling banyak pada tingkat pendidikan SD sebanyak 141 orang laki - laki dan 19 orang perempuan. Sedangkan penduduk yang paling sedikit pada tingkat pendidikan sarjana sebanyak 5 orang dan 6 orang laki-laki.

4.3 Kondisi Pertanian ( lokasi penelitian )

Tabel 6. Keadan Lahan Perkebunan di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur 2015

No Jumlah Lahan Petani Jumlah(orang)

1 2 3 4

Jumlah keluarga yang memiliki lahanperkebunan

Tidak memiliki

Memiliki kurang dari 5 ha

Jumlah total keluarga perkebunan

147 4 137 137 Total luas perkebunan 109 ha / m2 Sumber : Data Kantor Desa Duanur 2015.

Berdasarkan tabel 6 menunjukan bahwa keadaan penduduk berdasarkan lahan perkebunan di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur, penduduk yang paling banyak memiliki lahan perkebunan sebanyak 147 orang dan yang penduduk yang tidak memiliki lahan sebanyak 4 orang.

Tabel 7. Luas dan Hasil Perkebunan Menurut Komoditasnya di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur 2015

No Jenis komoditi Luas (ha) Hasil (kw/ha) 1 Sumber : Data Kantor Desa Duanur 2015

Berdasarkan tabel 7 menunjukan bahwa keadaan penduduk berdasarkan luas dan hasil perkebunan menurut komoditinya yang ada di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur, penduduk yang paling banyak memiliki luas lahan yaitu pada jenis komoditi kelapa sebanyak 52,5 Ha dengan produksi yang di peroleh sebanyak 787 kw/Ha.

Sedangkan paling sedikit memiliki luas lahan yaitu pada jenis komoditi pala sebanyak 2 Ha dengan memperoleh produksi sebanyak 176 kw/Ha.

Tabel 8. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur 2015

No Jumlah Lahan Petani Jumlah (orang)

1 2

Memiliki kurang 1 ha Memilik 1,0 – 5,0 ha

109 103

Jumlah 212

Sumber : Data Kantor Desa Duanur 2015

Berdasarkan tabel 8 menunjukan bahwa keadaan kepemilikan lahan pertanian tanaman pangan yang ada di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur, jumlah penduduk yang memiliki lahan pertanian yang paling banyak kurang dari 1 ha sebanyak 109 orang sedangkan penduduk yang sedikit memiliki lahan pertanian sebanyak 103 orang.

V.HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Identitas Petani Responden

Responden dalam penelitian ini adalah sejumlah anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan Nubararan) di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur diantaranya adalah, kelompok tani Lewar, kelompok tani Suklam, kelompok tani Lamataun, kelompok tani Riyan Baru, kelompok tani Waibao, kelompok tani Rianbao, kelompok tani Waiwottong dan kelompok tani Dua Tukan.

Karakteristik responden dapat dilihat dari segi umur, pendidikan, pengalaman usahatani dan jumlah tanggungan keluarga. Dan hasil dari proses pelaksanaan penyuluhan pertanian program pemberdayaan kelompok tani dalam pemberntasan hama dan penyakit kakao. Aspek-aspek tersebut sangat erat kaitanya dengan peningkatan produksi.

5.1.1 Umur

Umur responden salah satu faktor penentu keberhasilan dalam kesehatan baik dalam berpikir maupun berbuat dan bertindak. Pada umunya petani berumur muda dan sehat mempunyai kemampuan fisik yang kuat dan mengadopsi hal-hal baru. Jauh lebih cepat di banding dengan petani berusia tua.

Untuk mengetahui kelompok usia dan persentase petani responden dapat di lihat pada Tabel 9

Tabel 9. Klasifikasi Responden Menurut Kelompok Umur di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur

N

o Klasifikasi umur

(Tahun) Jumlah Responden Persentase (%) 1.

Sumber: Data primer setelah di olah 2015

Berdasarkan tabel 9 menunjukan bahwa jumlah responden klasifikasi umur antara kelompok usia kategori tua dan kelompok usia berkategori mudah tidak jauh berbeda, dan masing-masing dari kelompok usia termasuk dalam kelas tingkat usia produktif, sehingga hubungan kegiatan kelompok tani khususnya dalam usaha program pemberdayaan kelompok tani pada pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman kakao responden termasuk produktif.

5.1.2 Pendidikan

Pendidikan formal yang pernah di terima petani responden bervariasi dari jenjang SD sampai sarjana. Pendidikan tersebut mempengaruhi petani dalam berpikir dan bertindak dalam melaksanakan usahataninya. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin dinamis dalam mengambil suatu keputusan.

Untuk lebih jelasnya tingkat pendidikan petani responden dapat di lihat pada Tabel 10.

Tabel 10. Tingkat Pendidikan Petani Responden di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur

No Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase (%)

1.

Sumber : Data primer setelah di olah 2015

Tabel 10 menunjukan bahwa tingkat pendidikan anggota gabungan kelompok tani Nubararan masih rendah. Sebagian besar responden berpendidikan SD dengan persentase 60 % dengan kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada rendahnya kemampuan dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao.

5.1.3 Pengalaman Berusahatani

Petani yang relatif tua mempunyai kapasitas pengelolaan usahatani yang lebih matang dan memiliki banyak pengalaman yang di rasakan sehingga sangat hati-hati dalam bertindak. Tetapi petani yang memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan tentang inovasi, biasanya mudah merubah penilaian dan pendiriannya terhadap inovasi sehingga terjadi keselarasan, sikap dan tindakan.

Adapun pengalaman berusahatani dapat dilihat pada tabel 11.

Tabel 11. Pengalaman Berusahatni Petani Responden di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur

No Pengalaman Berusahatani

Sumber : Data Primer Setelah di Olah 2015

Tabel 11 menjelaskan bahwa pengalaman berusahatani petani responden cenderung lebih tinggi berpengalaman usaha tani yaitu 6 - 10 tahun, yaitu berjumlah 13 orang dengan persentase 65 %, dibandingkan dengan kelompok usia yang berkategori baru. Pengalaman berusahatani sangat erat hubungannya dengan pengalaman kelompok tani dalam mengendalikan hama dan penyakit kakao.

Dalam usaha program pemberdayaan kelompok tani pengendalian hama dan penyakit kakao, pengalaman berusahatani merupakan hal yang sangat menentukan bagi seorang apakah karena berhubungan dengan tingkat pengetahuan dan pengalaman mereka dalam program pemberdayaan kelompok tani dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kakao.

5.1.4 Tanggungan Keluarga

Tanggungan keluarga yang di maksudkan adalah banyaknya tanggungan yang harus di tanggung oleh seorang kepala keluarga. Makin banyak tanggungan keluarga yang produktif makin banyak pula kegiatan yang akan di lakukan.

Keadaan tanggungan keluarga petani responden dapat di lihat pada tabel 12.

Tabel 12. Jumlah Tanggungan Keluarga Petani Responden di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur

N

Sumber : Data Primer Setelah di Olah 2015

Tabel 12 menunjukan bahwa jumlah tanggungan keluarga petani responden lebih cenderung memperlihatkan sedikit atau rendah dibandingkan dengan jumlah tanggungan keluarga yang banyak. Keadaan demikian sangat mempengaruhi terhadap tingkat kesejahteraan keluarga dan peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhannya.

5.2 Data Hasil Penelitian

Pelaksanaan penelitian mulai dari bulan Mei-Juni dengan judul program pemberdayaan kelompok tani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur merupakan tujuan peneliti untuk mengambil data, berdasarkan hasil penelitian yang ada dilapangan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pemberdayaan pada kelompok tani untuk meningkatkan pemahaman kelompok tani untuk pemberantasan hama dan penyakit kakao di Desa Duanur diantaranya :

5.2.1 Pelaksanaan Penyuluhan

Dalam pelaksanaan penyuluhan pada kelompok tani Nubararan yaitu tiga kali pertemuan dalam satu bulan. Tempat pelaksanaan kegiatan penyuluhan ada bebrapa tempat di kebun, di sekertariat kelompok tani dan dikantor Desa. Jumlah penyuluh di Desa Duanur satu orang penyuluh. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan tersebut ada dua cara yaitu, yang pertama ceramah dan kedua diskusi.

Materi yang disajikan disetiap penyuluhan adalah Program pemberdayaan kelompok tani, cara pemberantasan hama dan penyakit kakao, pemangkasan

pohon pelindung, pengelolahan lahan, pemberantasan penggerk buah kakao dan pemberantasan busuk buah kakao.

5.2.2 Dampak Dari Penyuluhan

Setelah melakukan penyuluhan banyak hal yang diperoleh oleh kelompok tani mengenai program pemberdayaan kelmpok tani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao.

a. Mengetahui program pemberdayaan yaitu kegiatan meningkatkan mutu kakao, perbaikan perkebunan, pengembangan komoditi dan memfasilitasi pendampingan kelompok tani.

b. Kemudian petani mengetahi kegiatan pemberdayaan petani yaitu peremajaan tanaman kakao, pemangkasan pembentukan cabang, panen sering dan serentak dan pemangkasan pohon penaung.

c. Kelompok tani mengetahi cara pemberantasan hama pengerek buah, hama dapat dikendalikan dengan pnyemprotan pestisida, penyakit busuk buah dapat teratasi dengan penyemprotan pestisida.

d. Pemberantasan hama dan penyakit kakao yaitu melakukan pemangkasan pada tanamn kakao dan pohon penaung, melakukan pemupukan pada tanaman kakao, panen sering dan serentak pada buaah yang terserang hama dan penyakit, sanitasi atau pembenaman kulit buah yang terserang hama dan penyakit.

e. Pengaruh penyuluhan terhadap kelompok tani, penyuluhan sangat berperan penting terhadap kelompok tani, karena dengan adanya

peningkatan mutu biji kakao, penyuluhan sangat berperan penting terhadap kelompok tani dalam merubah polah piker petani untuk meningkatkan pemberdayaan petani dalam pemberantasan hama dan penyakit

5.3 Program Pemberdayaan Kelompok Tani

Berdasarkan hasil penelitian yang ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kakao di Desa Duanur diantaranya :

1. Kegiatan peningkatan mutu kakao di Desa Duanur, yang merupakan areal kakao terbesar di Kabupaten Flores Timur, diarahakan guna memperbaiki kondisi kebun dan tanaman kakao.

2. Perbaikan perkebunan kakao, diarahkan dalam rangka percepatan pembangunan perkebunan kakao yang di dukung kredit investasi dan subsidi bunga oleh pemerintah, dengan melibatkan koperasi atau dilaksanakan langsung oleh para petani;

3. Komoditi yang dikembangkan mempunyai prospek pasar, baik pasar tradisional maupun non tradisional, mendorong kegiatan pemberdayaan petani dan kelompok tani, serta pelatihan teknis guna memberikan bekal yang cukup bagi pemahaman teknis budidaya maupun manajemen pengelolahan kebun dan cara pemberantasan hama dan penyakit bagi para petani.

4. Memfasilitasi pendampingan bagi kelompok tani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao

5.4 Kegiatan Pemberdayaan Petani Kakao

Kegiatan dalam pemberdayaan petani dalam upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat, dilaksanakan bersamaan dengan program pemberdayaan petani dalam gerakan peningkatan produksi dan mutu biji kakao.

Secara garis besar ada empat kegiatan dalam petani di antaranya adalah:

1. Peremajaan, yakni merupakan usaha perbaikan tanaman kakao melalui pergantian tanaman yang sudah berumur 15 -20 tahun keatas.

2. Pemangkasan yaitu ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik.

3. Pemupukan dilakukan setelah tanaman kakao berumur dua bulan di lapangan. Pemupukan pada tanaman yang belum menghasilkan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk secara merata dengan jarak 15 cm – 50 cm (untuk umur 2 – 10 bulan) dan 50 cm – 75 cm (untuk umur 14–20 bulan) dari batang utama. Sedang untuk tanaman yang menghasilkan, penaburan pupuk dilakukan pada jarak 50 cm – 75 cm dari batang utama. Penaburan pupuk dilakukan dalam alur sedalam 10 cm.

4. Panen sering dan serentak, panen sering dilakukan bertujuan untuk menghilangkan dan membunuh larva penggerek buah kakao yang berada didalam buah dan belum sempat keluar.

Berdasarkan hasil wawancara terhadap petani atau anggota gabungan kelompok tani Nubararan di Desa Duanur, rata-rata dari mereka menyatakan

bahwa upaya yang pernah dilakukan oleh pemerintah di Desa Duanur dalam mengatasi masalah yang mengakibatkan penurunan produktivitas kakao, yang diakibatkan oleh hama dan penyakit kakao adalah dengan melakukan kegiatan pendampingan atau pelatihan khusus oleh tim PPL terhadap petani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao. Namun kegiatan pendampingan ini tidak dilaksanakan dengan maksimal.

Hasil wawancara dengan kepala balai penyuluh pertanian di kecamatan

Hasil wawancara dengan kepala balai penyuluh pertanian di kecamatan

Dokumen terkait