5.1 Identitas Petani Responden
Responden dalam penelitian ini adalah sejumlah anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan Nubararan) di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur diantaranya adalah, kelompok tani Lewar, kelompok tani Suklam, kelompok tani Lamataun, kelompok tani Riyan Baru, kelompok tani Waibao, kelompok tani Rianbao, kelompok tani Waiwottong dan kelompok tani Dua Tukan.
Karakteristik responden dapat dilihat dari segi umur, pendidikan, pengalaman usahatani dan jumlah tanggungan keluarga. Dan hasil dari proses pelaksanaan penyuluhan pertanian program pemberdayaan kelompok tani dalam pemberntasan hama dan penyakit kakao. Aspek-aspek tersebut sangat erat kaitanya dengan peningkatan produksi.
5.1.1 Umur
Umur responden salah satu faktor penentu keberhasilan dalam kesehatan baik dalam berpikir maupun berbuat dan bertindak. Pada umunya petani berumur muda dan sehat mempunyai kemampuan fisik yang kuat dan mengadopsi hal-hal baru. Jauh lebih cepat di banding dengan petani berusia tua.
Untuk mengetahui kelompok usia dan persentase petani responden dapat di lihat pada Tabel 9
Tabel 9. Klasifikasi Responden Menurut Kelompok Umur di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur
N
o Klasifikasi umur
(Tahun) Jumlah Responden Persentase (%) 1.
Sumber: Data primer setelah di olah 2015
Berdasarkan tabel 9 menunjukan bahwa jumlah responden klasifikasi umur antara kelompok usia kategori tua dan kelompok usia berkategori mudah tidak jauh berbeda, dan masing-masing dari kelompok usia termasuk dalam kelas tingkat usia produktif, sehingga hubungan kegiatan kelompok tani khususnya dalam usaha program pemberdayaan kelompok tani pada pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman kakao responden termasuk produktif.
5.1.2 Pendidikan
Pendidikan formal yang pernah di terima petani responden bervariasi dari jenjang SD sampai sarjana. Pendidikan tersebut mempengaruhi petani dalam berpikir dan bertindak dalam melaksanakan usahataninya. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin dinamis dalam mengambil suatu keputusan.
Untuk lebih jelasnya tingkat pendidikan petani responden dapat di lihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Tingkat Pendidikan Petani Responden di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur
No Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase (%)
1.
Sumber : Data primer setelah di olah 2015
Tabel 10 menunjukan bahwa tingkat pendidikan anggota gabungan kelompok tani Nubararan masih rendah. Sebagian besar responden berpendidikan SD dengan persentase 60 % dengan kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada rendahnya kemampuan dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao.
5.1.3 Pengalaman Berusahatani
Petani yang relatif tua mempunyai kapasitas pengelolaan usahatani yang lebih matang dan memiliki banyak pengalaman yang di rasakan sehingga sangat hati-hati dalam bertindak. Tetapi petani yang memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan tentang inovasi, biasanya mudah merubah penilaian dan pendiriannya terhadap inovasi sehingga terjadi keselarasan, sikap dan tindakan.
Adapun pengalaman berusahatani dapat dilihat pada tabel 11.
Tabel 11. Pengalaman Berusahatni Petani Responden di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur
No Pengalaman Berusahatani
Sumber : Data Primer Setelah di Olah 2015
Tabel 11 menjelaskan bahwa pengalaman berusahatani petani responden cenderung lebih tinggi berpengalaman usaha tani yaitu 6 - 10 tahun, yaitu berjumlah 13 orang dengan persentase 65 %, dibandingkan dengan kelompok usia yang berkategori baru. Pengalaman berusahatani sangat erat hubungannya dengan pengalaman kelompok tani dalam mengendalikan hama dan penyakit kakao.
Dalam usaha program pemberdayaan kelompok tani pengendalian hama dan penyakit kakao, pengalaman berusahatani merupakan hal yang sangat menentukan bagi seorang apakah karena berhubungan dengan tingkat pengetahuan dan pengalaman mereka dalam program pemberdayaan kelompok tani dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kakao.
5.1.4 Tanggungan Keluarga
Tanggungan keluarga yang di maksudkan adalah banyaknya tanggungan yang harus di tanggung oleh seorang kepala keluarga. Makin banyak tanggungan keluarga yang produktif makin banyak pula kegiatan yang akan di lakukan.
Keadaan tanggungan keluarga petani responden dapat di lihat pada tabel 12.
Tabel 12. Jumlah Tanggungan Keluarga Petani Responden di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur
N
Sumber : Data Primer Setelah di Olah 2015
Tabel 12 menunjukan bahwa jumlah tanggungan keluarga petani responden lebih cenderung memperlihatkan sedikit atau rendah dibandingkan dengan jumlah tanggungan keluarga yang banyak. Keadaan demikian sangat mempengaruhi terhadap tingkat kesejahteraan keluarga dan peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhannya.
5.2 Data Hasil Penelitian
Pelaksanaan penelitian mulai dari bulan Mei-Juni dengan judul program pemberdayaan kelompok tani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur merupakan tujuan peneliti untuk mengambil data, berdasarkan hasil penelitian yang ada dilapangan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pemberdayaan pada kelompok tani untuk meningkatkan pemahaman kelompok tani untuk pemberantasan hama dan penyakit kakao di Desa Duanur diantaranya :
5.2.1 Pelaksanaan Penyuluhan
Dalam pelaksanaan penyuluhan pada kelompok tani Nubararan yaitu tiga kali pertemuan dalam satu bulan. Tempat pelaksanaan kegiatan penyuluhan ada bebrapa tempat di kebun, di sekertariat kelompok tani dan dikantor Desa. Jumlah penyuluh di Desa Duanur satu orang penyuluh. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan tersebut ada dua cara yaitu, yang pertama ceramah dan kedua diskusi.
Materi yang disajikan disetiap penyuluhan adalah Program pemberdayaan kelompok tani, cara pemberantasan hama dan penyakit kakao, pemangkasan
pohon pelindung, pengelolahan lahan, pemberantasan penggerk buah kakao dan pemberantasan busuk buah kakao.
5.2.2 Dampak Dari Penyuluhan
Setelah melakukan penyuluhan banyak hal yang diperoleh oleh kelompok tani mengenai program pemberdayaan kelmpok tani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao.
a. Mengetahui program pemberdayaan yaitu kegiatan meningkatkan mutu kakao, perbaikan perkebunan, pengembangan komoditi dan memfasilitasi pendampingan kelompok tani.
b. Kemudian petani mengetahi kegiatan pemberdayaan petani yaitu peremajaan tanaman kakao, pemangkasan pembentukan cabang, panen sering dan serentak dan pemangkasan pohon penaung.
c. Kelompok tani mengetahi cara pemberantasan hama pengerek buah, hama dapat dikendalikan dengan pnyemprotan pestisida, penyakit busuk buah dapat teratasi dengan penyemprotan pestisida.
d. Pemberantasan hama dan penyakit kakao yaitu melakukan pemangkasan pada tanamn kakao dan pohon penaung, melakukan pemupukan pada tanaman kakao, panen sering dan serentak pada buaah yang terserang hama dan penyakit, sanitasi atau pembenaman kulit buah yang terserang hama dan penyakit.
e. Pengaruh penyuluhan terhadap kelompok tani, penyuluhan sangat berperan penting terhadap kelompok tani, karena dengan adanya
peningkatan mutu biji kakao, penyuluhan sangat berperan penting terhadap kelompok tani dalam merubah polah piker petani untuk meningkatkan pemberdayaan petani dalam pemberantasan hama dan penyakit
5.3 Program Pemberdayaan Kelompok Tani
Berdasarkan hasil penelitian yang ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kakao di Desa Duanur diantaranya :
1. Kegiatan peningkatan mutu kakao di Desa Duanur, yang merupakan areal kakao terbesar di Kabupaten Flores Timur, diarahakan guna memperbaiki kondisi kebun dan tanaman kakao.
2. Perbaikan perkebunan kakao, diarahkan dalam rangka percepatan pembangunan perkebunan kakao yang di dukung kredit investasi dan subsidi bunga oleh pemerintah, dengan melibatkan koperasi atau dilaksanakan langsung oleh para petani;
3. Komoditi yang dikembangkan mempunyai prospek pasar, baik pasar tradisional maupun non tradisional, mendorong kegiatan pemberdayaan petani dan kelompok tani, serta pelatihan teknis guna memberikan bekal yang cukup bagi pemahaman teknis budidaya maupun manajemen pengelolahan kebun dan cara pemberantasan hama dan penyakit bagi para petani.
4. Memfasilitasi pendampingan bagi kelompok tani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao
5.4 Kegiatan Pemberdayaan Petani Kakao
Kegiatan dalam pemberdayaan petani dalam upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao di Desa Duanur Kecamatan Adonara Barat, dilaksanakan bersamaan dengan program pemberdayaan petani dalam gerakan peningkatan produksi dan mutu biji kakao.
Secara garis besar ada empat kegiatan dalam petani di antaranya adalah:
1. Peremajaan, yakni merupakan usaha perbaikan tanaman kakao melalui pergantian tanaman yang sudah berumur 15 -20 tahun keatas.
2. Pemangkasan yaitu ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik.
3. Pemupukan dilakukan setelah tanaman kakao berumur dua bulan di lapangan. Pemupukan pada tanaman yang belum menghasilkan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk secara merata dengan jarak 15 cm – 50 cm (untuk umur 2 – 10 bulan) dan 50 cm – 75 cm (untuk umur 14–20 bulan) dari batang utama. Sedang untuk tanaman yang menghasilkan, penaburan pupuk dilakukan pada jarak 50 cm – 75 cm dari batang utama. Penaburan pupuk dilakukan dalam alur sedalam 10 cm.
4. Panen sering dan serentak, panen sering dilakukan bertujuan untuk menghilangkan dan membunuh larva penggerek buah kakao yang berada didalam buah dan belum sempat keluar.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap petani atau anggota gabungan kelompok tani Nubararan di Desa Duanur, rata-rata dari mereka menyatakan
bahwa upaya yang pernah dilakukan oleh pemerintah di Desa Duanur dalam mengatasi masalah yang mengakibatkan penurunan produktivitas kakao, yang diakibatkan oleh hama dan penyakit kakao adalah dengan melakukan kegiatan pendampingan atau pelatihan khusus oleh tim PPL terhadap petani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao. Namun kegiatan pendampingan ini tidak dilaksanakan dengan maksimal.
Hasil wawancara dengan kepala balai penyuluh pertanian di kecamatan Adonara Barat, menyatakan bahwa kegiatan pendampingan terhadap para petani khususnya di Kecamatan Adonara Barat dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao dilakukan dengan cara menyesuaikan program pemerintah daerah.
Dalam upaya pengendalian hama dan penyakit kakao penyuluh pertanian melakukan pelatihan di desa-desa termasuk Desa Duanur yang diikuti oleh anggota gabungan kelompok tani Nubararan. Adapun tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Mensosialisasikan kepada petani tentang bahaya penggunaan input sintetik secara terus menerus terhadap pemberantasan hama dan penyakit tanaman kakao,
2. Meningkatkan pengetahuan kelompok tani terhadap pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao dengan biaya murah, dan dengan cara praktis.
3. Meningkatkan pengetahuan kelompok tani terhadap beberapa jenis serangga yang berperan sebagai musuh alami organisme pengganggu tanaman kakao dan bermanfaat untuk menekan populasi hama dan penyakit kakao.
4. Meningkatkan pengetahuan kelompok tani terhadap jenis dan keberadaan hama dan penyakit tanaman kakao.
Selanjutnya Kepala Balai penyulu pertanian di Kecamatan Adonara Barat menerangkan bahwa pengendalian hama dan penyakit kakao akan mendapatkan hasil yang maksimal apabila didukung oleh berbagai aspek yang berkaitan dengan permasalahan hama dan penyakit kakao termasuk pemerintah daerah/dinas terkait serta dengan partisipasi dari petani/kelompok tani.
Masalah yang dihadapi saat ini khususnya oleh petugas pendamping lapangan adalah kurangnya pendampingan dari tenaga penyuluhan (PPL) terhadap petani kakao. Persoalan lainnya adalah adanya keterbatasan dari tenaga PPL yang ada, baik dari sisi jumlah maupun kemampuan.
Hal ini juga disebabkan PPL yang ada masih bersifat polivalen dan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Kemampuan anggaran yang dimiliki bagi pemda akan berdampak pada adanya penambahan biaya operasional dinas terkait. Khususnya penambahan alokasi untuk mengadakan pelatihan kepada PPL, biaya untuk penambahan jumlah PPL, dan biaya operasional pelaksanakan program pendampingan kepada petani.
5.5 Hama dan Penyakit Kakao
Hasil penelitian terhadap responden menunjukan bahwa serangan hama dan penyakit kakao yang telah menyerang kakao milik petani di Desa Duanur, yang paling banyak di jumpai dilapangan adalah hama penggerek buah kakao (PBK) dan penyakit busuk buah yang merupakan merusak produktifitas kakao.
Hama dan penyakit pada tanaman kakao di Desa Duanur dari tahun 2006 hingga sekarang, menyebabkan perubahan situasi yang signifikan terhadap kehidupan petani kakao di Desa Duanur. Ledakan hama dan penyakit akibat organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman kakao menyebabkan produktivitas rendah dan menghancurkan sumber pendapatan keluarga mereka.
Selanjutnya, jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kakao di Desa Duanur antara lain: Hama penggerek buah kakao,dan penyakit busuk buah.
5.6 Program Penyuluhan
Programa penyuluhan pertanian merupakan program pembelajaran yang bertujuan merubah perilaku petani yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang terjadi karena kehendak mereka sendiri
1 Kegiatan peningkatan produksi dan menghasilkan mutu kakao di Desa Duanur, yang merupakan areal kakao terbesar di Kecamatan Adonara Barat diarahakan guna memperbaiki kondisi kebun dan tanaman kakao.
2 Cara pengendalian hama dan penyakit kakao dengan pestisidah 3 Cara alami hadapi hama dan penyakit kakao
5 Memfasilitasi pendampingan bagi kelompok tani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao.
5.7 Kelompok Tani
Kelompok tani adalah beberapa orang petani atau peternak yang menghimpun diri dalam suatu kelompok karena memiliki keserasian dalam tujuan, motif, minat dan dibentuk dengan tujuan sebagai wadah komunikasi antar petani. Terbentuknya kelompok tani Nubararan pada tanggal 12 maret 2005 dengan anggota 200 orang dalam gabungan kelompo tani. Jumlah kelompok tani Nubararan delapan kelompok beranggotakan 25 orang setiap kelompok. Ketua Sapri Payon. Sekertaris Ramdan. Bendahara Perada. Tujuan terbentuknya kelompok tani Nubararan adalah untuk memudahkan interaksi antar petani dalam mrmperoleh informasi baru yang berkaitan dengan pertanian.contoh meningkatkan pengetahuan kelompok tani dalam bidang pertanian dan meningkatkan pemberdayaan kelompok tani melalui usaha dibidang koperasi dan merubah pola pikir tradisional menjadi petani yang modern serta penanganan hama dan penyakit pada tanaman.
.
5.8 Pemberantasan Hama dan Penyakit Kakao
Berdasarkan pada hasil observasi yang ditemukan menunjukkan bahwa tindakan pemberantasan hama penggerek buah kakao dan penyakit busuk buah yang dilakukan oleh petani di Desa Duanur antara lain:
1. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan terhadap tanaman kakao dan penaungnya. Pada tanaman kakao di lakukan pemangkasan berupa pemendekan tajuk sampai empat meter. Pembatasan tinggi dilakukan dengan memotong semua cabang
yang arahnya ke atas di luar batas 3-4 m. Sementara itu, untuk tanaman dewasa yang sebelumnya tidak dilakukan pemangkasan, harus memotong cbang-cabang yang diameternya besar. Alat potong berupa gergaji yang tajam.
Setelah di potong, luka ditutup dengan ter. Pelaksanaan pemangkasan dilakukan pada awal musim hujan. Untuk tanaman dewasa perlu memperhatikan jorket. Pengaturan ketinggian tajuk ini sebaiknya di lakukan sejak awal pertumbuhan kakao dan di lakukan dua kali setiap tahunya, yaitu pada awal dan akhir musim hujan.
2. Pemupukan
Pemupukan kakao bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan buah. Pemupukkan dilakukan setelah pemangkasan, dengan jenis, dosis dan waktu yang tepat. Dengan hasil buah yang banyak diharapkan terjadi penurunan intensitas serangan dan tingkat kerusakan biji akibat efek pengenceran. Gunakan pupuk organik dan anorganik dengan dosis sesuai hasil analisis tana dan daun kakao.
3. Panen sering
Panen sering saat buah masak awal yang di ikuti sanitasi dapat menekankan populasi PBK (penggerek buah kakao). Pasalnya, pada buah yang masak awal, ulat penggerek buah kakao belum keluar sehingga jika kulit buah dan plasenta langsung di benam, ulat yang ada di dalamnya akan mati.
Buah-buah terserang penggerek buah kakao, lubang keluar penggerk buah kakao yang paling banyak di jumpai adalah buah yang masak sempurnah.
Rotasi panen di lakukan satu minggu sekali. Selesai itu, buah sebaiknya, segera di pecah saat itu juga untuk mencegah keluarnya ulat dari buah.
4. Sanitasi
Sanitasi dilakukan dengan cara membenamkan kulit buah, palasenta, buah busuk, dan semua sisa panen kedalam lubang pada hari panen, lalu tutup dengan tanah hingga ketinggian 20 cm. Tujuanya, untuk membunuh larfa penggerek buah kakao yang terdapat di kulit kakao.
5.9 Kendala dalam Pemberantasan Hama dan Penyakit Kakao
Berdasarkan pada uaraian mengenai kendala pemberantasan hama dan penyakit kakao di Desa Duanur, maka dapat diketahui bahwa teknik pemberantasan hama dan penyakit kakao masih belum memenuhi standar pemberantasan organisme pengganggu tanaman yang telah direkomendasikan oleh pemerintah.
Hal-hal yang menyebabkan kekendalaan petani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao adalah
1. Kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap permasalahan hama dan penyakit kakao yang dihadapi oleh petani sehingga mempengaruhi sumberdaya yang dimiliki oleh petani masih tergolong sangat minim, walaupun petani memiliki kemauan untuk meningkatkan mutu dan produktifitas kakaonya tetapi faktor kemampuan masih sangat kurang yang disebabkan oleh alokasi anggaran rendah sehingga dapat
mempengaruhi partisipasi petani dalam memberantas hama dan penyakit kakao masi kurang.
2 Kurangnya tenaga penyuluhan. Sehingga pengetahuan atau sumberdaya petani dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao sangat kurang , pengetahuan atau sumberdaya petani hanya dapat meningkat apabila mengikuti pemberdayaan atau penyuluhan, namun karena penyuluhan berjalan tidak maksimal seperti yang telah diharapkan petani sehingga menjadi faktor penghambat dalam pemberantasan hama dan penyakit kakao.