• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

3.3 Pembahasan Kerja Praktek

3.3.4 Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek

3.3.4.1 Cara Perolehan Aktiva Tetap Beroperasi dan

Cara perolehan aktiva tetap pada PT.PLN (Persero) Jawa Barat dan Banten terbagi beberapa cara, diantaranya:

1. STP/TOC/ENERGIZE dari Proyek Induk PLN di bagi kedalam bebrapa fungsi yaitu:

a. Pembangkit: mengelola sumber daya yang ada menjadi sumber energi listrik.

b. Penyalur: menyalurkan energi listrik tersebut untuk konsumen. c. Distribusi: melakukan penjualan langsung kepada konsumen.

Aktiva tersebut di peroleh dari proyek induk (Pembangkit dan Penyalur) untuk Distribusi.

2. STP Prodes

3. PLN mempunyai 2 sumber dana pembiayaan yaitu intern (dana PLN sendiri) dan ekstern (dana pemerintah dan swasta). Untuk prodes (Pelosok Desa) pembiayaan dilakukan oleh pemerintah dari prodes ditulis sebagai STP Prodes (Serah Terima Proyek Desa).

4. PDP Unit yang Bersangkutan a. PDP Eks Prodes

PDP Eks Prodes adalah biaya overhead dan pemakaian material PLN untuk mendukung pekerjaan Prodes.

b. PDP Unit Lainnya

PDP unit yang bersangkutan setelah di kurangi dengan biaya overhead dan pemakain material yang di keluarkan untuk mendukung pekerjaaan prodes. 5. Pembelian Langsung.

6. Relokasi ATTB (ex.AT) dari Unit Lain

Aktiva tetap yang di peroleh dari relokasi ATTB (Aktiva Tetap Tidak Beroperasi) dari unit lain.

7. ATTB yang Selesai Diperbaiki

Ketika aktiva tetap yang dimiliki oleh PLN rusak maka aktiva tersebut akan di tarik dan di anggap sebagai aktiva tetap tidak beroperasi. Selesai di perbaiki aktiva tersebut akan di masukan sebagai aktiva tetap selesai diperbaiki.

8. Aktiva Tetap Belum Dimanfaatkan dari Unit yang Bersangkutan

PLN mempunyai Aktiva Tetap yang Belum Dimanfaatkan. Pengakuan atas aktiva tetap yang belum di manfaatkan dilakukan pada saat terjadinya pengadaan untuk memperoleh barang yang akan difungsikan sebagai aktiva tetap. Transaksi tersebut telah memberikan kewenangan kepada perusaahaan

46

untuk memiliki atau menguasai dan mengendalikan barang di maksud tetapi belum di manfaatkan atau di fungsikan sebagai aktiva tetap. Disamping itu, kondisi aktiva tersebut harus dalam kondisi siap di gunakan.

9. Pemakaian Persedian Material

Pemakain material diakui sebagai penambahan aktiva tetap, karena fungsi dari material itu sendiri yang menjaga kelangsungan serta kestabilan operasi mesin-mesin dan instalasi PLN dalam rangka memproduksi serta menproduksi serta mendistribusikan tenaga listrik.

10. Pemakain Material Proyek

Pemakaian material proyek desa untuk pemakain listrik kota 11. Hibah dan Lainnya

Aktiva tetap yang diperoleh dari hibah pihak swasta ataupun pemerintah.

3.3.4.2 Pengakuan dan Pengukuran Aktiva Tetap pada PT.PLN(Persero) 1. Pengakuan Aktiva Tetap

Menurut Buku 1 Pedoman Akuntansi PT PLN(Persero) Bab 3 Seksi 2 hal 1 pengakuan aktiva tetap adalah:

Aktiva Tetap yang Dibeli

Pengakuan atas aktiva tetap yang di beli dilakukan pada saat transaksi telah memberikan kewenangan kepada perusahaan untuk mengendalikan atau menguasai aktiva yang bersangkutan dan telah siap digunakan untuk kegiatan opersi.

Aktiva Tetap yang Dibangun Sendiri

a. Aktiva Tetap yang Dibangun oleh Satuan Pembangunan.

Pengakuan di dasarkan pada nota pembukuan yang dilampiri Berita Acara Serah Terima Proyek dari satuan pembangunan kepada satuan pengusahaan b. Aktiva Tetap Dibangun oleh Satuan Pengusahaan

Pembangunan dilakukan oleh Bidang Konstruksu atau Prolis/ProlisDes satuan pengusahaan untuk kemudian unyuk diserahkan ke Satuan Administrasi setingkat cadang, pengakuan didasarkan pada Nota Pembukuaan Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (PDP) Selesai dan di dukung oleh Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.

c. Aktiva Tetap Dibangun oleh Satuan Administrasi Setingkat Cadang

Pembangunan dapat dilakukan oleh Satuan Administrrasi Setingkat Cabang untuk digunakan sendiri. Pengakuan didasarkan pada bukti Memorial PDP Selesai dan didukung oleh Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.

Aktiva Tetap dari Hibah

Pengakuaan atas aktiva tetap dari hibah, baik dari pemerintah maupun swasta, dilakukan pada saat diterima dokumen hibah yang memberi kewenangan kepada perusahaan untuk menguasai atau mengendalikan aktiva tetap yang bersangkutan dan aktiva tersebut siap untuk dioperasikan.

Aktiva Tetap Konsultan

Sering terjadi Aktiva Tetap yang semula milik konsultan yang mempunyai nilai cukup material di tinggalkan di area kekuasan perusahaan dan barang tersebut tidak diambil oleh kontraktor/konsultan dan bahkan ada pula konsultan yang bersangkutan telah pindah atau pulang ke luar negeri dan alamatnya tidak diketahui oleh perusahaan. Barang-barang tersebut kenyataanya terus digunakan oleh perusahaaan.

2. Pengukuran Aktiva Tetap

Pengukuran atau jumlah Rupiah Aktiva Tetap yang akan dicacat pertama kali dalam Akuntasi diatur sebagai berikut:

48

 Aktiva Tetap yang dibeli

Aktiva tetap yang dibeli didasarkan pada harga perolehan, meliputi harga beli tunai atau setara tunai dan pengeluaran lainnya antara lainnya antara biaya transport, biaya asuransi, biaya instalasi,dan biaya uji coba pengoperasian. Harga perolehan aktiva tetap dari sewa beli adalah jumlah nilai tunai dan kontrak sewa beli, bila aktiva tetap bibeli secara kredit, bunga yang terjadi selama jangka waktu angsuran dibebankan sebagai biaya diluar operasi sesuai periode angsuran.

 Aktiva Tetap yang dibangun Sendiri

Aktiva tetap yang dibangun sendiri sesuai dengan harga perolehan yang didasarkan atas jumlah Rupiah PDP Selesai(untuk pembangunan yang dipakai sendiri) atau nota pembukuan dan satuan Pembangunan ke Satuan Pengusahaan

dan dari Satuan Pengusahaan ke cabang. Bila dana untuk membangun diperoleh dari dana untuk membangun diperoleh dari dana pinjaman, maka bunga pinjaman dibebankan ke PDP sampai PDP tersebut selesai dibangun, khusus untuk pembangunan Jaringan Distribusi, bunga pinjaman dibebankan ke Laba/Rugi sebagai Biaya Diluar Operasi, karena pada umumnya jangka pembangunnannya, tidak lebih dari satu tahun.

 Aktiva Tetap dari Hibah

Aktiva tetap yang berasl dari hibah dilaksanakan atas dasar harga pasar wajar aktiva tetap yang bersangkutan dan yang di setujui oleh Pejabat yang berwenang/ditunjuk oleh Direksi. Apabila aktiva tetap tersebut akan denial kembali harus atas dasar kesepakatan bersama antara pembeli hibah dan perusahaan.khusus aktiva tetap eks kontraktor/konsultan diukur dengan jumlah Rupiah berdasarkan pada penilaian oeh pejabat yang berwenang/ditunjuk oleh

dari Direksi. Cara pengukurannya ini berlaku juga bagi aktiva tetap hibah dari pihak swasta lainnya.

 Aktiva Tetap yang direvaluasi

Aktiva tetap yang direvaluasi didasrkan atas nilai revaluasi menurut peraturan perundangan yang diikuti perusahaan, selisih antara nilai buku perolehan dan nilai buku penilaian kembali dicatat pada Pos Selisih Penilain Kembali aktivatetap yang disajikan pada kelompok Modal.

 Aktiva Tetap Tanah

Aktiva Tetap Tanah berdasar harga perolehan yaitu semua pengeluaran yang terjadi untuk memperoleh tanah dikurangi dengan hasil penjualan pembongkaran bangunan, bila yang dibeli terdapat bangunan diatasnya dan bangunan masih difungsikan, maka tanah dinilai berdasar harga pasar wajar, sedangkan bangunan dinilai berdasarkan harga perolehan tanah (semua pengeluaran) dikurangi dengan harga pasar wajar dari tanah.

 Pengeluaran Setelah Perolehan Aktiva Tetap

Pengeluaran yang berhubungan denagn aktiva tetap dan jumlahnya melebihi jumlah minimal yang ditetapkan Direksi ditambah dengan nilai buku aktiva tetap dan pengeluaran tersebut menambah manfaat ekonimik aktiva tetap ynag bersangkutan / melebihi kinerja standar yang ditetapkan sebelumnya. Pengeluaran yang tidak menambah manfaat ekonomik aktiva tetap yang bersangkutan diakui sebagai beban/biaya dalam perode terjadinya.

3.3.4.3 Klasifikasi Aktiva Tetap Beroperasi dan Aktiva Tetap Tidak Beroperasi di PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

50

Aktiva tetap merupakan aktiva berwujud termasuk material cabang dan hak atas tanah yang dimiliki dan atau dikuasai perusahaan

1. Untuk digunakan dalam fungsi pembangkitan, tranmisi dan distribusi listrik 2. Untuk menunjang kegiatan fungsi tersebut diatas

3. Untuk disewakan kepada pihak ketiga

4. Diharapkanakan dapat digunakan selama lebih dari satu tahun, dan harga perolehannya diatas jumlah minimal yang di tetapkan direksi.

Kata “dimiliki” mengandung pengertian bahwa aktiva tetap ynag bersangkutan secara yuridis terdapat bukti-bukti kepemilikan perusahaan,sedang “dikuasai” mengandung pengertian bahwa aktiva tetap yang bersangkutan di bawah penguasaan dan pengendaliaan perusahaan dan digunakan untuk kegiatan operasi secara terus menerus.

PT.PLN (Persero) mengklasifikasikan Aktiva Tetapnya kedalam dua kelompok, yaitu:

1. Aktiva Tetap Per Fungsi

Aktiva tetap per fungsi maksudnya adalah pengelompokan Aktiva Tetap berdasrkan jumlahnya di setiap fungsi, diantaranya:

a. Pembangkitan  PLTA  PLTU  PLTD  PLTG  PLTP  PLTGU b. Transmisi  Transmisi

 Tele Informasi Data c. Distribusi

 Distribusi

 Unit Pengaturan Distribusi d. TU Langganan

e. Lainnya  Tata Usaha

 Gedung dan Persedian Bahan  Bengkel

 Laboratorium  Jasa-jasa Teknik

 Wisma dan Rumah Dinas  Telekomunikasi

 Rupa-Rupa Jas Umum  Pendididkan dan Latihan 2. Aktiva Tetap per Jenis

 Bangunan dan Kelengkapan Bangunan Halaman  Bangunan Saluran Air dan Perlengkapannya  Jalan Sepur Samping

 Instalasi dan Mesin  Reaktor Nuklir

 Perlengkapan penyaluran Tenaga Listrik  Gardu Induk

 Saluran Udara Tegangan Tinggi  Kabel di Bawah Tanah

 Jaringan Distribusi  Gardu Distribusi

 Perlengkapan Lain-lain Distribusi  Perlengkapan Pengolahan Data  Perlengkapan Trasmisi Data  Perlengkapan Telekomunikasi  Perlengkapan Umum

 Kendaraan Bermotor  Tanah dan hak Tanah

3.3.4.4 Syarat-Syarat Penarikan dan Penghapusan Aktiva Tetap Beroperasi Menjadi Aktiva Tetap Tidak Beroperasi di PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

52

Dalam edaran direksi perusahaan listrik Negara No 015.E/870/dir/1998 tentang penarikan aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi di sebutkan

bahwa aktiva tetap dapat di tarik apabila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

 Rusak

kondisi fisik teknis dari aktiva bersangkutan tidak memungkin lagi untuk dioperasikan.

 Tidak efesien

Biaya yang di keluarkan lebih besar di banding dengan laba yang di dapat.

 Tidak ekonomis  Ketingalan teknologi  Penggantian

 Akan direlokasi

3.3.4.5 Penarikan dan Penghapusan Aktiva Tetap Beroperasi Menjadi Aktiva Tetap Tidak Beroperasi di PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.

Prosedur penarikan dan penghapusan aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi dimulai dengan pembentukan Tim Penelitian Penarikan dan penghapusan aktiva tetap oleh fungsi pemakai aktiva tetap seperti (APJ). Tim peneliti penarikan dan penghapusan ini terdiri dari unsur teknik (Pembangkit, Transmisi, Distribusi), Akuntansi dan Administrasi. Berdasarkan data yang ada pada bagian terkait Tim Peneliti penarikan dan penghapusan aktiva tetap melakukan penelitian

atas data tersebut dengan memperhatikan butir I tentang syarat-syarat penghapusan. Atas dasar hasil penelitiannya, Tim Peneliti Penarikan dan Penghapusan akan membuat berita acara penelitian aktiva (Formulir AE 1) beserta lampirannya (Formulir AE 1.1) dan membuat usulan penghapusan aktiva tetap (Formulir AE 3) beserta lampirannya (Formulir AE 3.1). selanjutnya, Formulir AE 3 dan Formulir AE 3.1 tersebut akan dikirimkan ke Tim Peneliti penarikan dan penghapusan aktiva tetap di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.

Atas usulan penghapusan aktiva tetap yang diajukan oleh fungsi pemakai aktiva tetap maka Tim Peneliti PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, yang dibentuk berdasarkan ketetapan SK GM (Surat Keputusan General Manager), akan segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap Formulir AE 3 dan Formulir AE 3.1. Setelah itu Tim Peneliti akan membuat penetapan penghapusan aktiva tetap (Formulir AE 2) beserta lampirannya (Formulir AE 2.1) dan membuat usulan penarikan dan penghapusan aktiva tetap (Formulir AE 3) beserta lampirannya (Formulir AE 3.1) yang baru dan kemudian menyerahkannya ke General Manager (Pimpinan) untuk diberikan otoritasi. Setelah (Formulir AE 2), (Formulir AE 2.1 ) (Formulir AE 3), dan (Formulir AE 3.1) mendapat otoritasi dari General Manager maka Tim Peneliti penarikan aktiva tetap akan mengirimkan (Formulir AE 2) beserta (Formulir AE 2.1) ke Bagian Akuntansi pada fungsi pemakain aktiva tetap sebagai dasar jurnal penarikan dan penghapusan aktiva tetap dan mengirimkan (Formulir AE 3) dan (Formulir AE 3.1) ke PT.PLN Pusat di Jakarta u.p Deputy Direktur Akuntansi,

54

pajak dan asuransi untuk mendapatkan persetujuaan apakah aktiva tetap tersebut dapat dihapuskan atau tidak.

3.3.4.6 Formulir-Formulir yang Digunakan

Formulir atau dokumen yang digunakan dalam proses penarikan dan penghapusan aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi pada PT PLN (Persero) adalah :

 Formulir AE 1 : Berita acara penelitiaan penarikan aktiva untuk direlokasi atau dihapus.

 Formulir AE 1.1 : Lampiran berita acara hasil penelitian penarikan aktiva.  Formulir AE 2 : Penetapan penarikan aktiva tetap beroperasi untuk di

relokasi atau dihapus. Atau penetapan aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi.

 Formulir AE 2.1 : Lampiran penetapan penarikan aktiva dari kegiatan operasi.

 Formulir AE 3 : Usulan relokasi, atau penghapusan aktiva tetap.  Formilir AE 3.1 : Lampiran relokasi, atau penghapusan aktiva tetap. 3.3.4.7 Perlakuan Akuntansi Atas Penarikan dan Penghapusan Aktiva Tetap

Berdasarkan penetapan penarikan dan penghapusan aktiva tetap dari kegiatan operasi (Formulir AE 2 dan AE 2.1) yang diterima dari PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, maka Bagian Akuntansi fungsi pemakain aktiva tetap segera

memindahkan akun aktiva tetap (AT) Beroperasi dan akun terkait menjadi Aktiva tetap tidak beroperasi (ATTB) dengan jurnal sebagai berikut :

a. Perlakuan akuntansi atas aktiva tetap yang di hentikan dan diusulkan untuk dihapus:

Harga perolehan AT yang akan dihapus

xxxx

Aktiva tetap xxxx

 Pemindah bukuan akumulasi penyusutan aktiva tetap ke akumulasi penyusutan aktiva tetap yang akan di hapus

Pengakuan

kerugian pada saat penetapan penarikan aktiva tetap disetujui pemimpin PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

Rugi akibat percepatan penyusutan AT akan dihapus xxxx Akumulasi penyusutan AT akan dihapus xxxx

b. Perlakuan akuntansi atas aktiva tetap yang di hentikan dan diusulkan untuk direlokasi antar satuan administrasi setingkat Distribusi setelah mendapat persetujuan pemimpin kantor Distribusi

Pemindah bukuan aktiva tetap ke aktiva tetap yang akan di hapus

Harga perolehan AT yang akan dihapus

xxxx

Aktiva tetap xxxx

Akumulasi penyusutan AT xxxx Akumulasi penyusutan AT

yang akan dihapus

56

Pemindah bukuan akumulasi penyusutan aktiva tetap ke akumulasi penyusutan aktiva tetap yang akan direlokasi

Akumulasi penyusutan AT xxxx Akumulasi penyusutan AT

akan direlokasi

xxxx

3.3.4.8 Pihak-Pihak yang Terlibat

Pihak-pihak yang terlibat dalam prosedur penarikan dan penghapusan aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi pada PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten diantaranya:

a. Tim peneliti penarikan aktiva tetap pada fungsi pemakai aktiva tetap (APJ). Dalam proses penarikan aktiva tetap menjadi aktiva tetap tidak beroperasi Tim Peneliti Penghentian Aktiva Tetap pada funsi pemakai aktiva tetap memili tugas diantaranya :

 Menyiapkan penelitian dan Penghentian Aktiva Tetap  Menyiapkan dokumen-dokumen

1. Formulir AE.1 2. Formulir AE.1.1 3. Formulir AE.3 4. Formulir AE.3.1

 Mengirim Formulir AE 3dan formulir AE3.1 ke kantor Distribusi

b. Tim Peneliti penarikan aktiva tetap di PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

Dalam proses penghapusan aktiva tetap menjadi aktiva tetap tidak beroperasi Tim peneliti pada PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten memiliki tugas sebagai berikut:

 Melakukan pemeriksaan dan evaluasi atas usulan penarikan dan penghapusan aktiva tetap.

 Menyiapkan dokumen-dokumen a. Formulir AE 2

b. Formulir AE2.1 c. Formulir AE 3 d. Formulir AE 3.1

 Mengirimkan Formulir AE 2, Formulir AE 2.1, Formulir AE 3, dan Formulir AE 3.1 ke General Manager untuk diotoritasasi

 Mengirimkan Formulir AE 2 dan Formulir AE 2.1 ke Bagian Akuntansi fungsi pemakai aktiva tetap sebagai dasar junal penghapusan aktiva tetap  Mengirimkan Formulir AE 3 dan Formulir AE 3.1 ke PT.PLN Pusat untuk

mendapatkan persetujuan apakah aktiva tetap tersebut dapat dihapuskan atau tidak.

c. General manager

Dalam proses penghapusan aktiva tetap menjadi aktiva tetap menjadi aktiva tetap tidak beroperasi General Manager memiliki tugas yaitu mengotorisasi Formulir AE 2, Formulir AE 2.1, Formulir AE 3, Formulir AE 3.1.

d. PLN Kantor Pusat

Dalam Proses penghapusan aktiva tetap menjadi aktiva tetap tidak beroperasi PLN Kantor Pusat memiliki tugas antara lain :

 Menerima Formulir AE 3 dan Formulir AE 3.1 dari Tim Peneliti Kantor Distribusi Pusat, dan

 Menerbitkan penetapan mengenai penghentian dan penghapusan aktiva tetap.

e. Bagian akuntansi Fugsi Pemakai Aktiva Tatap

Dalam proses penarikan dan penghapusan aktiva tetap memiliki tugas antara lain :

 Menerima Formulir AE 2 dan Formulir AE 2.1 dari Tim Peneliti Kantor Distribusi.

 Membukukan dokumen-dokumen tersebut dalam jurnal umum untuk relokasi dan jurnal penghapusan aktiva tetap.

Dari uraian sebelumnya diperjelas dengan table entitas sebagai berikut: Tabel 1.2

Entitas dan Aktivitas

58

1 Tim peneliti

penarikan aktiva tetap pada fungsi pemakai aktiva tetap (APJ).

 Melakukan penelitian atas penarikan aktiva tetap  Menyiapkan dokumen-dokumen: 1. Formulir AE 1 2. Formulir AE 1.1 3. Formulir AE 3 4. Formulir AE 3.1

 Mengirimkan Formulir AE 3 dan Formulir AE3.1 ke kantor Distribusi

2 Tim Peneliti

penghentian aktiva tetap di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

 Melakukan pemeriksaan dan evaluasi atas usulan penarikan aktiva tetap dari fungsi pemakai aktiva tetap

 Menyiapkan dokomen-dokumen: 1. Formulir AE 2

2. Formulir AE 2.1 3. Formulir AE 3 4. Formulir AE 3.1

 Mengirim Formulir AE 2, Formulir AE 2.1, Formulir AE 3, dan Formulir AE 3.1 ke General Manager untuk diotorisasi.

 Mengirimkan Formulir AE 2 dan Formulir AE 2.1 ke bagian akuntansi fungsi pemakai aktiva tetap sebagai dasar jurnal penarikan aktiva tetap

 Mengirim Formulir AE 3 dan Formulir 3.1 ke PT PLN(Persero) Pusat untuk mendapatkan persetujuan apakah aktiva tetap tersebut dapat dihapuskan atau tidak 3 General Manager  Mengotorisasi Formulir AE 2, Formulir AE

3, dan formulir AE 3.1

3.1 dari Tim peneliti penarikan aktiva tetap kantor Distribusi

 Menerbitkan penetapan mengenai penghapusan aktiva tetap

5

Again akuntansi fungsi pemakai aktiva tetap

 Menerima Formulir AE 2 dan Formulir AE 2.1 dari Tim peneliti penarikan aktiva tetap kantor Distribusi .

 Membukukan dokumen-dokumen tersebut dalam jurnal umum untuk relokasi dan jurnal penghapusan untuk penghapusan aktiva tetap.

65

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, Penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Cara perolehan aktiva tetap pada PT.PLN (Persero) Disrtibusi Jawa Barat dan Banten diantaranya: STP/TOC/ENERGIZE dari Proyek Induk; STP Prodes; PDP Unit yang Bersangkutan; Pembelian Langsung; Relokasi ATTB (ex.AT) dari Unit Lain; ATTB yang Selesai Diperbaiki; Aktiva Tetap Belum Dimanfaatkan dari Unit yang Bersangkutan; Pemakaian Persedian Material; Pemakain Material Proyek; Hibah dan Lainnya.

2. Pengakuan dan pengukuran aktiva tetap pada PT PLN (Persero) Disribusi Jawa Barat dan Banten sudah sesual dengan pedoman akuntansi PT PLN (PERSERO), hal ini terbukti dengan adanya pengklasifikasian pengakuan dan pengukuran untuk aktiva tetap, sehingga bisa memudahkan dalam pencatatan pengakuan aktiva tersebut.

3. Klasifikasi aktiva tetap beroperasi dan aktiva tetap tidak beroperasi di PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten adalah sebagai berikut : Aktiva Tetap Per Fungsi; Aktiva Tetap per Jenis.

4. Syarat-syarat penghentian dan penghapusan aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi pada PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat

dan Banten adalah sebagai berikut:Rusak; Tidak efesien; Tidak ekonomis; Ketingalan teknologi; Penggantian; Akan direlokasi.

5. Prosedur penghentian dan penghapusan aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten sudah jelas dan baik hal ini terbukti dengan adanya pembagian tugas antara Tim peneliti penarikan dan penghapusan aktiva tetap yang ada di fungsi pemakai aktiva tetap, Tim peneliti penarikan dan penghapusan aktiva tetap pada kantor kantor distribusi (PT PLN (Persero) Jawa Barat dan Banten ), General manager, PLN kantor Pusat, dan bagian akuntansi pada fungsi pemakai aktiva tetap.

6. Dokumen yang digunakan dalam penarikan dan penghapusan aktiva tetap pada PT PLN (Persero) Jawa Barat dan Banten sudah memadai dilihat dari kelengkapan dokumen yang berupa : Formulir AE 1; Formulir AE 1.1; Formulir AE 2; Formulir AE 2.1; Formulir AE 3; Formulir AE 3.1 .

7. Perlakuan akuntansi atas penarikan dan penghapusan aktiva tetap pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten sudah baik dan jelas hai ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.

8. Pihak-pihak yang terlibat dalam penarikan dan penghapusan aktiva tetap adalah sebagai berikut:Tim peneliti penarikan aktiva tetap pada fungsi pemakai aktiva tetap (APJ); Tim Peneliti penarikan aktiva tetap di PT.PLN(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten; General manager; PLN Kantor PusatBagian akuntansi Fugsi Pemakai Aktiva Tatap.

67

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di Bagian Akuntansi PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, penulis akan memberikan saran yang diharapkan dapat berguna sebagai pertimbangan dan masukan bagi PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten pada masa yang akan datang, yaitu :

1. Cara perolehan aktiva tetap pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten lebih diperjelas dan dipermudah, sehingga pencatatan aktiva tetap tersebut jelas.

2. Dalam pengakuan dan pengukuran aktiva tetap harus diakui dan diukur sesuai dengan nilai sesungguhnya sehingga tidak terjadi kesalahan nilai dan masa ekonomik aktiva yang berpengaruh pada pencatatan dalam neraca.

3. Dalam penklasifikasian aktiva tetap harus lebih diperjelas lagi sehingga dalam pengakuan aktiva tetap tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan antara aktiva tetap per jenis dan aktiva tetap per fungsi.

4. Dalam menetapkan penarikan dan penghapusan aktiva tetap harus berdasarkan Pedoman Akutansi PT PLN (Persero) yang berlaku sehingga dalam Penghentian dan Penghapusan Aktiva Tetap merupakan Aktiva Tetap yang memang seharusnya direlokasi atau dihapuskan.

5. Dalam implementasinya Tim Penelitian Penarikan dan Penghapusan aktiva tetap harus sesuai dengan tugasnya sehingga prosedur Penarikan dan Penghapusan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.

6. Para anggota Tim peneliti penghentian dan penghapusan aktiva tetap sebaiknya melakukan komunikasi terlebih dahulu sebelum melakukan validasi atas dokumen-dokumen yang terkait sehingga proses penarikan dan penghapusan

aktiva tetap beroperasi menjadi aktiva tetap tidak beroperasi dapat berjalan

Dokumen terkait