• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Umur Perusahaan, Profitabilitas dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance

1. Cash Effective Tax rate (Y)

Laba Sebelum Pajak

Rasio

2. Umur Perusahaan (X1) 𝑼𝑴𝑼𝑹 =

(π‘‡β„Žπ‘› π‘ƒπ‘’π‘›π‘’π‘™π‘–π‘‘π‘Žπ‘› βˆ’ π‘‡β„Žπ‘› π‘ƒπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘Žπ‘›) Rasio

3. Return On Assets (X2) π‘πŽπ€ =

Laba Rugi Setelah Pajak

Total Aset X100% Rasio

4. Pertumbuhan penjualan (X3) π’πšπ₯𝐞𝐬 𝐆𝐫𝐨𝐰𝐭𝐑 =

π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΄π‘˜β„Žπ‘–π‘Ÿ βˆ’ π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΄π‘€π‘Žπ‘™ π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΄π‘€π‘Žπ‘™

Rasio Sumber : Diolah oleh penulis, 2020

Teknik Pengumpulan dan Analisis Data

Metode dokumentasi merupakan metode yang dipakai dalam pengumpulan data studi ini.

Metode dokumentasi berbentuk laporan keuangan dari masing-masing perusahan yang menjadi sampel peneltian. Sedangkan analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan software SPSS 20. Analisis data pertama dengan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas. Selanjutnya adalah uji analisis regresi berganda, uji simultan, uji parsial, dan uji koefisien determinasi (R2).

Volume 05, Nomor 01, Desember 2021 Tongam Sinambela, Lisa Nur’aini

31 Pembahasan

Analisis Statistik Deskriptif

Tabel 2. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics

N Minimu

m

Maximu m

Mean Std.

Deviation UMUR_PRSH 65 18,00 88,00 41,3077 18,10725

ROA 65 ,00 ,61 ,1260 ,12457

SALES

GROWTH 65 -,70 1,19 ,0783 ,22005

TA 65 ,00 7,63 ,4409 ,96969

Valid N

(listwise) 65

Sumber: Output SPSS

Berdasarkan output SPSS di atas, maka variabel tax avoidance menunjukkan nilai minimum sebesar 0% yang terjadi pada PT Tri Banyan Tirta Tbk di tahun 2018 dan nilai maksimum sebesar 763% yang terjadi pada PT. Prashida Aneka Niaga, Tbk di tahun 2019. Dengan nilai rata-rata sebesar 44% Perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang melakukan penghindaran pajak. Kemudian variabel umur perusahaan menunjukkan bahwa nilai minimum sebesar 18 yang terjadi pada PT. Tri Banyan Tirta, Tbk di tahun 2015 dan nilai maksimum sebesar 88 yang terjadi pada PT Multi Bintang Indonesia, Tbk di tahun 2019. Nilai rata-rata umur perusahaan Log n 41,3 sehingga dapat dikategorikan dalam Perusahaan Besar.

Sementara untuk variabel ROA menunjukkan nilai minimum sebesar 0% yang terjadi pada PT.

Sekar Bumi Tbk di tahun 2019 dan nilai maksimum sebesar 61% yang terjadi pada PT.

Indofood Sukses Makmur, Tbk di tahun 2019. Nilai rata-rata laba 12% untuk perusahaan manufaktur subsector makanan dan minuman. Sedangkan variabel pertumbuhan penjualan menunjukkan nilai minimum sebesar -70% yang terjadi pada PT. Delta Djakarta, Tbk di tahun 2019 dan nilai maksimum sebesar 119% yang terjadi pada PT. Sekar Laut, Tbk di tahun 2015.

Nilai rata-rata 7% Pertumbuhan Penjualan semakin menurun dari tahun ke tahun.

Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 2. Hasil Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) ,407 ,147 2,768 ,008

UMUR_PRSH_LN ,077 ,025 ,459 3,129 ,003

ROA_LN -1,066 ,220 -,711 -4,839 ,000

SALES

GROWTH_LN -,055 ,145 -,046 -,379 ,707

Sumber: Output SPSS

Volume 05, Nomor 01, Desember 2021 Tongam Sinambela, Lisa Nur’aini

32 Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diatas dapat dijeleskan bahwa koefisien regresi variabel umur perusahaan bernilai positif sebesar 0,077 dengan nilai sifikansi sebesar 0,003 dimana nilainya lebih kecil daripada Ξ±=0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel umur perusahaan berpengaruh positif terhadap tax avoidance. Kemudian koefisien regresi variabel ROA bernilai negatif sebesar -1,066 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dimana nilainya lebih kecil daripada Ξ±=0,05. Hal ini menunjukkan variabel ROA berpengaruh positif terhadap variabel tax avoidance. Kemudian koefisien regresi pertumbuhan penjualan bernilai negatif sebesar -0,055 dengan nilai signifikansi sebesar 0,707 dimana nilai Ξ±=0,05. Hal ini menunjukkan variabel pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh positif terhadap variabel tax avoidance. Sedangkan berdasarkan hasil analisis regresi menghasilkan Adjusted R Square sebesar 0,29. Hal ini berarti bahwa tax avoidance dapat dijelaskan oleh variabel umur perusahaan, return on asset (ROA), dan pertumbuhan penjualan sebesar 29%. Sedangkan sisanya 71% di jelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini.

Pengaruh Umur Perusahaan Terhadap Tax Avoidance

Variabel Umur Perusahaan berpengaruh positif terhadap Tax Avoidance. Penelitian ini konsisten dengan penelitian (Rosa Dewinta & Ery Setiawan, 2016), (Widiayani et al., 2019), (Triyanti et al., 2020) yang menunjukan berpengaruh positif umur perusahaan terhadap tax avoidance. Hal ini menunjukkan semakin lama jangka waktu operasional suatu perusahaan, semakin banyak pengalaman yang dimiliki oleh perusahaan tersebut dan sumber daya manusia yang dimiliki semakin ahli dalam mengatur dan mengelola beban pajaknya sehingga kecenderungan untuk melakukan tax avoidance semakin tinggi.

Pengaruh Profitabilitas (ROA) Terhadap Tax Avoidance

Variabel ROA berpengaruh positif terhadap variabel tax avoidance. ROA menunjukkan laba bersih suatu perusahaan karena semakin tinggi nilai dari ROA, maka semakin tinggi juga laba bersih perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian (Kurniasih & Ratna Sari, 2013). Sedangkan penelitian (Sugiyarti, 2017) profitabilitas berpengaruh negarif terhadap penghindaran pajak. Kemudian (Subagiastra et al., 2017) menunjukkan bahwa laba atas aset sebagai proxy dari profitabilitas berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya profitabilitas perusahaan maka semakin tinggi terjadinya praktik penghindaran pajak.

Pengaruh Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance

Variabel pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh positif terhadap variabel Tax Avoidance. Pertumbuhan Penjualan adalah Rasio yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan penjualan dari periode ke periode berikutnya. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian (Hidayat, 2018) yang menunjukan terdapat pengaruh positif Pertumbuhan Penjualan terhadap Tax Avoidance. Hal ini kemungkinan terjadi dikarenakan semakin tinggi pertumbuhan penjualan, maka semakin berkurang aktivitas tax avoidance suatu perusahaan yang disebabkan karena perusahaan dengan tingkat penjualan yang relatif besar akan memberikan peluang untuk memperoleh laba yang besar dan mampu untuk melakukan pembayaran pajak.

Pengaruh Umur Perusahaan, Return on Asset (ROA), dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa analisis regresi menghasilkan Adjusted R Square sebesar 0,29. Hal ini berarti bahwa Tax Avoidance dapat dijelaskan oleh variabel Umur

Volume 05, Nomor 01, Desember 2021 Tongam Sinambela, Lisa Nur’aini

33 Perusahaan, Return on Asset (ROA), dan pertumbuhan penjualan sebesar 29%. sedangkan sisanya 71% di jelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 yang berarti umur perusahaan, return on asset (ROA), dan pertumbuhan penjualan secara simultan berpengaruh terhadap tax avoidance hal ini sesuai dengan penelitian (Sinambela & Naibaho, 2019) yang menyatakan bahwa variabel ROA berpengaruh secara simultan terhadap tax avoidance.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap perusahaan sampel, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur perusahaan berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Hal ini disebabkan karena semakin lama jangka waktu operasional perusahaan, semakin tinggi pula aktivitas tax avoidance perusahaan yang disebabkan karena perusahaan dengan jangka waktu operasional yang relatif lebih lama akan lebih terampil dan lebih berpengalaman dalam pengelolaan manajemen keuangan terkait dengan urusan pajak. 2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Semakin tinggi profitabilitas, semakin rendah penghindaran pajak yang akan dilakukan perusahaan. 3) Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sales Growthberpengaruh negative terhadap penghindaran pajak. Jika pertumbuhan penjualan naik, maka akan menurunkan penghindaraan pajak.

Pertumbuhan Penjualan berpengaruh negative terhadap penghindaran pajak, dimana perusahaan yang sedang tumbuh penjualannya serta dilakukan dengan efisiensi maka akan mempereroleh keuntungan yang besar.

Saran bagi penelitian selanjutnya yaitu agar menggunakan sampel dari perusahaan selain perusahaan sub sektor makanan dan minuman bisa menggunakan perusahaan sektor usaha lainnya atau perusahan jasa keuangan lainnya sehingga hasil penelitian dapat meneliti lebih jauh pengaruh variabel-variabel umur perusahaan, profitabilitas (Return on Assets) dan Pertumbuhan Penjualan (Sales Growth) terhadap penghindaran pajak pada sektor usaha lainnya.

Daftar Pustaka

Blumberg, B., Cooper, D., & Schindler, P. (2014). EBOOK: Business Research Methods.

McGraw Hill.

Chen, S., Chen, X., Cheng, Q., & Shevlin, T. (2010). Are family firms more tax aggressive than non-family firms? Journal of Financial Economics, 95(1), 41–61.

Dinah, A. F., & Darsono, D. (2017). Pengaruh Tata Kelola Perusahaan, Profitabilitas, dan Penghindaran Pajak terhadap Nilai Perusahaan. Diponegoro Journal of Accounting, 6(3), 1–15.

Hery. (2015). Analisis Laporan Keuangan. PT Grasindo.

Hidayat, W. W. (2018). Pengaruh Profitabilitas, Leverage Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Penghindaran Pajak. Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT, 3(1), 19–26. https://doi.org/10.36226/jrmb.v3i1.82

Indriyani, M., Nurlaela, S., & Wahyuningsih, E. M. (2016). Pengaruh Keadilan, Sistem Perpajakan, Diskriminasi dan Kemungkinan Terdeteksinya Kecurangan Terhadap Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Mengenai Perilaku Tax Evasion. Prosiding Seminar Nasional IENACO, 818–825.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.

Volume 05, Nomor 01, Desember 2021 Tongam Sinambela, Lisa Nur’aini

34 Jusman, J., & Nosita, F. (2020). Pengaruh Corporate Governance, Capital Intensity dan Profitabilitas Terhadap Tax Avoidance pada Sektor Pertambangan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 697. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.997 Kurniasih, T., & Ratna Sari, M. (2013). Pengaruh Return on Assets, Leverage, Corporate

Governance, Ukuran Perusahaan Dan Kompensasi Rugi Fiskal Pada Tax Avoidance.

Buletin Studi Ekonomi, 18(1), 58–66.

Loderer, C., & Waelchli, U. (2010). Firm age and performance.

Murphy, K., & Tyler, T. (2008). Procedural justice and compliance behaviour: The mediating role of emotions. European Journal of Social Psychology, 38(4), 652–668.

Oktamawati, M. (2017). Pengaruh Karakter Eksekutif, Komite Audit, Ukuran Perusahaan, Leverage, Pertumbuhan Penjualan, Dan Profitabilitas Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Akuntansi Bisnis, 15(1), 23–40. https://doi.org/10.24167/JAB.V15I1.1349

Oktamawati, M. (2019). Pengaruh karakter eksekutif, komite audit, ukuran perusahaan, leverage, pertumbuhan penjualan, dan profitabilitas terhadap tax avoidance. Jurnal Akuntansi Bisnis, 15(1), 23–40.

Putriningsih, D., Suyono, E., & Herwiyanti, E. (2018). Profitabilitas, leverage, komposisi dewan komisaris, komite audit, dan kompensasi rugi fiskal terhadap penghindaran pajak pada perusahaan perbankan. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 20(2), 77–92.

Rosa Dewinta, I., & Ery Setiawan, P. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 14(3), 1584–1615.

Sinambela, T., & Naibaho, P. (2019). PENGARUH RETURN ON ASSETS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK (TAX AVOIDANCE). GOODWILL, 1(1 April), 68–80.

Subagiastra, K., Arizona, I. P. E., & Mahaputra, I. N. K. A. (2017). Pengaruh profitabilitas, kepemilikan keluarga, dan good corporate governance terhadap penghindaran pajak (Studi pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia). JIA (Jurnal Ilmiah Akuntansi), 1(2).

Sugiyarti, S. M. P. L. (2017). Pengaruh Intensitas Aset Tetap, Pertumbuhan Penjualan Dan Koneksi Politik Terhadap Tax Avoidance (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012–2016). Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 5(3), 1625–1642. https://doi.org/10.17509/jrak.v5i3.9225

Triyanti, N. W., Titisari, K. H., & Dewi, R. R. (2020). Pengaruh Profitabilitas, Size, Leverage, Komite Audit, Komisaris Independen dan Umur Perusahaan terhadap Tax Avoidance.

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(1), 113–120.

Widiayani, N. P. A., Sunarsih, N. M., & Dewi, N. P. S. (2019). Pengaruh Leverage, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance.

Kumpulan Hasil Riset Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA), 1(1), 183–197.

Volume 05, Nomor 01, Desember 2021 Fangky A. Sorongan

35

Bagaimana Intellectual Capital Mempengaruhi Kinerja Perusahaan