BAB II Tinjauan Pustaka
A. Landasan Teori
10. Catatan Akuntansi Yang Digunakan
Digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat penjualan dan meringkas data-data penjualan. Jika perusahaan menjual berbagai macam produk dan manajemen memerlukan informasi penjualan untuk setiap produk yang dijualnya dalam jangka waktu tertentu, dalam jurnal penjualan disediakan satu kolom untuk setiap jenis produk guna meringkas informasi penjualan menurut jenis produk tersebut.
Gambar 2.8 Jurnal Penjualan Sumber : (Mulyadi, 2014:108)
21
b. Jurnal Penerimaan Kas
Fungsi akuntansi menggunakan jurnal penerimaan kas untuk mencatat berbagai sumber penerimaan kas, salah satunya penjualan tunai.
Gambar 2.9 Jurnal Penerimaan Kas Sumber : (Mulyadi, 2014:110) c. Jurnal Umum
Fungsi akuntansi menggunakan jurnal umum untuk mencatat harga pokok produk yang dijual.
Gambar 2.10 Jurnal Umum Sumber : (Mulyadi, 2014:102)
d. Kartu Persediaan
Fungsi akuntansi menggunakan kartu persediaan untuk mencatat berkurangnya harga pokok produk yang dijual. Kartu persediaan ini diselenggarakan di fungsi akuntansi untuk mengawasi mutasi dan persediaan barang yang disimpan di gudang.
Gambar 2.11 Kartu Persediaan Sumber : (Mulyadi, 2014:140) e. Kartu Gudang
Kartu gudang pada transaksi penjualan tunai digunakan untuk mencatat terjadinya pengurangan barang yang keluar (Mulyadi, 2016:468).
23
Gambar 2.12 Kartu Gudang Sumber : (Mulyadi, 2014:209) 11. Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut :
a. Prosedur Order Penjualan
Fungsi penjualan bertugas menerima pesanan dari pembeli dan membuat faktur penjualan tunai untuk pembeli melakukan pembayaran harga barang ke fungsi kas agar fungsi gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan barang yang akan diserahkan kepada pembeli.
b. Prosedur Penerimaan Kas
Fungsi kas menerima pembayaran dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran (berupa pita register kas dan cap
“lunas” pada faktur penjualan tunai) kepada pembeli agar dapat
melakukan pengambilan barang yang dibelinya dari fungsi pengiriman.
c. Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai
Fungsi akuntansi melakukan pencatatan transaksi penjualan tunai dalam jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas. Fungsi akuntansi juga mencatat berkurangnya persediaan barang yang dijual dalam kartu persediaan.
d. Prosedur Penyerahan Barang
Dalam prosedur ini fungsi pengiriman menyerahkan barang yang dibeli kepada pembeli.
e. Prosedur Kas ke Bank
Sistem pengendalian intern terhadap kas mengharuskan penyetoran dengan segera ke bank semua kas yang ada.
f. Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan
Fungsi akuntansi membuat rekapitulasi harga pokok penjualan berdasarkan data yang dicatat dalam kartu persediaan.
g. Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas
Fungsi akuntansi mencatat penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas berdasarkan bukti setor bank yang diterima dari bank melalui fungsi kas (Mulyadi, 2014:469).
12. Unsur Pengendalian Intern
Unsur pengendalian internal yang ada dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah :
a. Organisasi
1) Fungsi penjualan harus terpisah dengan fungsi kas.
2) Fungsi kas harus terpisah dengan fungsi akuntansi.
3) Transaksi berdasarkan penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi.
25
b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
1) Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir faktur penjualan tunai.
2) Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan cap lunas pada faktur penjualan tunai dan penempalan pita register kas pada faktur tersebut.
3) Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit.
4) Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap sudah diserahkan pada faktur penjualan tunai.
5) Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda pada faktur penjualan tunai.
c. Praktik yang sehat dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai.
1) Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
2) Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya.
3) Perhitungan saldo kas yang ada ditangan fungsi kas secara periodik dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksa intern (Mulyadi, 2014:470).
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Berikut adalah hasil penelitian terdahulu yang menjadi referensi penulis dalam melakukan penelitian :
t 1Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu
Aspek Yuli Fitriyani
2016 Tunai Pada CV. Restu Ibu Banjarmasin. tunai pada CV. Restu Ibu Banjarmasin.
27 fungsi kasir yang tidak memiliki kotak khusus serta laba atau rugi.
Sumber : Yuli Fitriyani (2016), Senandung Nacita (2020), Penulis
Penelitian yang penulis lakukan secara umum memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu dalam hal metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Sementara itu, penelitian penulis memiliki perbedaan dengan penelitian-penelitian tersebut dalam hal latar belakang masalah. Pada penelitian Yuli Fitriyani, latar belakang masalah yang ada pada CV. Restu Ibu adalah terdapat perangkapan fungsi antara fungsi penjualan dengan fungsi kas dan fungsi akuntansi dengan pimpinan.
Pada penelitian Senandung Nacita , latar belakang masalah yang ada pada PT. Nagamas Mitra Sejati adalah fungsi kasir yang tidak memiliki kotak khusus kasir, sedangkan pada penelitian yang penulis lakukan latar belakang masalah yang ada pada Toko H. Maswidan (SHD) adalah perangkapan fungsi yang dilakukan oleh fungsi kas dengan fungsi akuntansi.
28
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian studi kasus merupakan salah satu jenis pendekatan deksriptif, intensif, terperinci dan mendalam terhadap organisasi (individu) atau instansi tertentu (Gunawan, 2014:16).
Berdasarkan definisi diatas maka penulis memilih penelitian studi kasus, hal tersebut dikarenakan penulis dapat melakukan penelitian secara terperinci dan lebih menekankan pada kegiatan penjualan tunai yang berlangsung di Toko H. Maswidan (SHD) terutama prosedur penerimaan kas dari penjualan tunai, catatan yang diperlukan dan fungsi yang terkait.
B. Variabel Penelitian
Agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan maksud untuk suatu istilah pokok dalam penelitian ini, maka diperlukan variabel sebagai pedoman. Variabel didalam penelitian ini adalah :
1. Penjualan Tunai Toko H. Maswidan (SHD)
Penjualan tunai yang dilakukan oleh Toko H. Maswidan (SHD) yaitu pelanggan bisa datang langsung ke toko atau menghubungi lewat telepon kepada Bpk H. Saiful Hadi selaku pemilik toko.
2. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai Toko H.
Maswidan (SHD)
Untuk mengkonfirmasi barang yang akan dibeli, Bpk H. Saiful Hadi memberitahukan kepada bagian penjualan untuk mengecek barang tersebut. Setelah adanya kesepakatan antar jual beli maka pihak pembeli dapat langsung membayar barang secara tunai kepada bagian kassa atau melalui atm. Apabila barang di toko habis maka bagian pengiriman mengambil barang dari gudang ke toko, kemudian barang yang dibeli akan dikirim beserta surat jalan kepada pembeli. Nota kontan yang ada pada Toko H. Maswidan (SHD) terdiri dari dua lembar, yaitu untuk
29
lembar yang asli akan diberikan kepada pembeli sedangkan lembar yang kedua akan disimpan oleh bagian kassa sebagai bukti transaksi.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
a. Data Kualitatif
Menurut Sugiyono (2012:15), data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar. Dalam penelitian ini data kualitatif yang didapat pada Toko H. Maswidan (SHD) berupa sejarah singkat perusahaan, gambaran perusahaan, struktur organisasi, fungsi yang terkait, serta dokumen nota penjualan dan surat jalan.
2. Sumber Data
Menurut teori penelitian kualitatif, agar penelitiannya dapat berkualitas, data yang dikumpulkan harus lengkap, yaitu data primer dan data sekunder.
a. Data Primer
Data primer dalam penelitian ini adalah struktur organisasi, fungsi-fungsi yang terkait, serta sejarah perusahaan. Data yang diperoleh dari responden berupa kuisioner, kelompok dan panel bisa juga melakukan wawancara dengan narasumber (Sujarweni, 2014).
b. Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini adalah nota penjualan, dan surat jalan. Data yang didapat dari catatan, buku, atau majalah yang berupa laporan dan data yang didapat tidak perlu dibuat lagi (Sujarweni, 2014).
D. Metode Pengumpulan Data 1. Interview atau Wawancara
Penulis melakukan wawancara atau tanya jawab secara langsung kepada pemilik Toko H. Maswidan (SHD) mengenai kegiatan penjualan tunai dan sistem penerimaan kas dari penjualan tunai di toko tersebut.
2. Dokumentasi
“Dokumentasi adalah cara peneliti menelusuri berbagai macam dokumen antara lain buku majalah, koran, notulen rapat, peraturan-peraturan dan sumber informasi lain”. (Ade, 2011:144) Dokumen transaksi yang ada di Toko H. Maswidan (SHD) yaitu berupa surat jalan, dan nota penjualan.
3. Studi Pustaka
Dalam metode studi pustaka penulis mengumpulkan jurnal, artikel dan data-data atau teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan peneliti untuk mengambil kesimpulan pada Toko H. Maswidan (SHD) adalah :
1. Mempelajari data yang didapat seperti struktur organisasi dan prosedur pencatatan.
2. Melakukan perbandingan antara data di lapangan dengan teori.
3. Menganalisis kelebihan dan kekurangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) 4. Memberikan saran atau masukan kepada toko H. Maswidan (SHD)
mengenai sistem informasi akuntansi yang tepat.
31
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin
Toko H. Maswidan (SHD) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan yang menjual berbagai macam sarung, sprai, selimut, karpet, sajadah, mukena, dan lain-lain. Toko ini berdiri sejak tahun 2000 yang berlokasi di Jalan Pasar Baru No.7 Depan Jembatan Sudimampir, Banjarmasin. Dulunya toko ini merupakan usaha dagang dari orang tua Bapak Saiful Hadi, karena orang tua beliau sudah meninggal dunia maka toko tersebut dijalankan dan dikelola langsung oleh Bapak Saiful Hadi sampai sekarang. Toko H. Maswidan (SHD) telah mendapat izin usaha dari Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Penanaman Modal pada tanggal 05 Maret 2004 dengan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah nomor 510/MP.0304032/Perinding.
Toko H. Maswidan (SHD) mempunyai pelanggan yang cakupannya sangat luas bahkan sampai keluar kota. Dilihat dari banyaknya penjualan untuk kelancaran usahanya toko ini mempunyai 12 karyawan yaitu 6 orang bagian penjualan, 2 orang bagian gudang, 4 orang bagian pengiriman, dan untuk bagian kassa langsung ditangani oleh istrinya.
2. Struktur Organisasi
Dalam suatu perusahaan, baik pemerintah maupun instansi swasta yang bergerak di berbagai bidang selalu mempunyai struktur organisasi yang mempunyai peran penting dalam pengolahan suatu organisasi.
Struktur organisasi adalah bentuk hubungan orang dan pekerja secara hierarki dalam menjalankan tugas sesuai pada bidangnya masing-masing. Tidak semua perusahaan mempunyai struktur organisasi yang sama, dapat dilihat dari besar atau kecilnya perusahaan tersebut serta tugas dan tanggung jawab organisasi-organisasi pada perusahaan.
Struktur organisasi pada perusahaan merupakan pedoman untuk melakukan aktivitas dalam perusahaan.
Berikut struktur organisasi yang ada di Toko H. Maswidan (SHD) :
Bagan 4 1 Struktur Organisasi Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin Sumber : Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin (Diolah Oleh Penulis)
Dari struktur organisasi Toko H. Maswidan (SHD) memiliki tugas masing-masing, uraian tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian Toko H. Maswidan (SHD) dapat diuraikan sebagai berikut : a. Pimpinan
1) Penanggung jawab atas seluruh kegiatan operasional penjualan dan pembelian.
2) Membina bawahan agar dapat memikul tanggung jawab dari tugas masing-masing secara baik.
3) Menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar.
4) Mengawasi serta mengarahkan kegiatan-kegiatan yang ada dilingkungan perusahaan.
b. Bagian Penjualan
1) Melayani pelanggan dengan ramah dan baik.
2) Memberikan informasi tentang ketersediaan stok penjualan.
3) Menerima order dari pembeli.
4) Mengisi nota penjualan tunai.
33
c. Bagian Kassa
1) Menerima kas dari kegiatan penjualan.
2) Mengarsip nota penjualan tunai lembar kedua.
3) Melakukan pencatatan transaksi sederhana pada buku laporan penjualan harian.
d. Bagian Gudang
1) Membereskan barang yang baru masuk.
2) Menyiapkan barang yang dipesan oleh pembeli.
3) Menyerahkan barang yang dibeli oleh pelanggan ke fungsi pengiriman.
4) Mencatat stock barang masuk dan keluar.
e. Bagian Pengiriman
1) Menyerahkan barang pesanan ke alamat pembeli.
2) Bertanggung jawab atas pengiriman barang.
3. Penerapan Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai Toko H. Maswidan (SHD)
a. Deskripsi Kegiatan
Deskripsi kegiatan sistem penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) ini yaitu pembeli bisa datang langsung ke toko untuk melakukan pemilihan barang yang akan dibeli dan melibatkan fungsi penjualan untuk melayani pembeli dalam memilih barang yang akan dibeli. Dan fungsi penjualan bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli dan membuat nota penjualan sebanyak 2 lembar. Untuk lembar yang pertama akan diserahkan kepada pembeli dan untuk lembar yang kedua akan diarsip oleh fungsi kas sebagai bukti transaksi.
Kemudian fungsi kas bertanggung jawab atas penerimaan kas atau pembayaran tunai dari pembeli berdasarkan dengan nota yang sudah diserahkan oleh fungsi penjualan.
b. Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) adalah :
1) Fungsi penjualan
Fungsi penjualan bertanggung jawab atas menerima dan melayani orderan dari pembeli. Fungsi penjualan juga membuat nota penjualan sebanyak 2 lembar, yang akan diberikan kepada pembeli untuk lembar yang pertama dan lembar yang kedua akan diberikan kepada fungsi kas sebagai bukti transaksi adanya penjualan tunai.
2) Fungsi kas
Fungsi kas bertanggung jawab untuk menerima kas tunai dari pembeli sesuai dengan nota penjualan yang diberikan oleh fungsi penjualan. Selain itu fungsi kas juga mengarsip nota penjualan tunai lembar ke-2 dan melakukan pencatatan transaksi sederhana pada buku laporan penjualan harian.
3) Fungsi gudang
Fungsi gudang bertanggung jawab untuk menyiapkan barang yang dipesan oleh pembeli, kemudian menyerahkan barang yang dibeli oleh pelanggan ke fungsi pengiriman.
4) Fungsi pengiriman
Fungsi pengiriman bertanggung jawab untuk mengantarkan barang pesanan ke alamat pembeli disertai dengan dokumen surat jalan.
5) Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuat laporan penjualan.
c. Informasi yang diperlukan oleh manajemen
Informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) yaitu :
35
1) Infromasi data barang berupa nama barang dan jumlah barang.
2) Data pelanggan.
3) Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai.
d. Dokumen yang digunakan pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin.
1) Nota Penjualan
Dokumen ini merupakan bukti atas pembelian sebuah barang secara tunai yang diberikan oleh penjual kepada pembeli. Nota penjualan digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh fungsi kas untuk melakukan pencatatan kas masuk. Nota ini berisikan kuantitas barang, nama barang, harga satuan barang, dan jumlah harga barang.
Berikut adalah gambar nota penjualan Toko H. Maswidan (SHD).
g 1Gambar 4.1 Nota Penjualan Toko H. Maswidan (SHD) Sumber : Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin
2) Surat Jalan
Surat jalan merupakan sebuah dokumen yang berperan sebagai surat pengantar atas barang yang dipesan oleh pembeli yang ditujukan kepada pemesan barang atau pelanggan. Tentunya dengan adanya surat jalan ini akan membuat fungsi pengiriman merasa aman, ketika ada petugas potlantas atau dinas lainnya yang ingin memeriksa barang kiriman tersebut.
g 2Gambar 4. 2 Surat Jalan Toko H. Maswidan (SHD) Sumber : Toko H. Maswidan (SHD)
e. Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H.
Maswidan (SHD) sangat sederhana yaitu dengan mencatat transaksi pada buku laporan penjualan harian.
37
f. Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin yaitu sebagai berikut :
1) Prosedur order penjualan pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin.
Prosedur order penjualan dijalankan oleh fungsi penjualan dan fungsi kassa. Fungsi penjualan menerima pesanan dari pelanggan kemudian membuat nota penjualan tunai yang terdiri dari dua rangkap, rangkap pertama berwarna putih diserahkan kepada pelanggan, rangkap kedua akan diarsip oleh fungsi kas sebagai bukti transaksi. Prosedur order penjualan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan yang akan membeli barang.
2) Prosedur penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H.
Maswidan (SHD) Banjarmasin.
Prosedur ini melayani pembeli membayar harga barang berdasarkan dalam nota penjualan. Fungsi kas menerima pembayaran dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran berupa cap “lunas” pada nota penjualan tunai. Nota lembar pertama diberikan kepada pembeli agar dapat melakukan pengambilan barang yang dibelinya dari fungsi pengiriman.
Nota lembar ke-2 diperlihatkan kepada fungsi gudang agar fungsi gudang menyiapkan barang sesuai dengan nota tersebut serta menyerahkan barang ke fungsi pengiriman. Fungsi pengiriman menerima bar ang dari fungsi gudang dan membuat surat jalan untuk dikirimkan bersama dengan barang pembeli.
3) Prosedur penyerahan barang pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin.
Dalam prosedur ini fungsi pengiriman menyerahkan barang dengan kualitas, mutu, dan spesifikasi sesuai dengan yang tercantum pada nota penjualan.
4) Prosedur kas ke pemilik pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin.
Dalam prosedur ini hasil penjualan tunai pada hari tersebut yang dipegang oleh fungsi kas sepenuhnya akan diserahkan kepada pemilik.
g. Bagan alir dokumen sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin.
Bagan 4 2 Bagan Alir Dokumen Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Dari Penjualan Tunai Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin.
Sumber : Toko H. Maswidan (SHD) (Diolah oleh Penulis)
39
h. Unsur Pengendalian Intern
Unsur yang terkait dalam pengendalian intern dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) adalah sebagai berikut :
1) Organisasi
a) Fungsi penjualan terpisah dari fungsi kas
b) Fungsi penjualan bertugas melayani pelanggan serta mengisi nota penjualan tunai
c) Fungsi gudang menyiapkan barang masuk dan keluar d) Fungsi pengiriman siap mengantarkan barang ke alamat
pembeli
2) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
a) Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir nota penjualan tunai.
b) Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan cap “lunas” pada nota penjualan tunai.
3) Praktik yang sehat
a) Jumlah seluruh kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke pemilik pada hari itu juga atau besok hari.
b) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Penerapan Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai pada Toko H. Maswidan (SHD)
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada Toko H.
Masiwdan (SHD), penulis menganalisa adanya permasalahan yang terjadi pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) yaitu :
a. Dokumen yang digunakan
Tidak adanya dokumen bukti setor bank yang dibuat oleh fungsi akuntansi sebagai bukti penyetoran kas ke bank dan rekapitulasi harga pokok penjualan yang digunakan oleh fungsi akuntansi untuk meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode (misalnya satu bulan).
b. Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan pada Toko H. Maswidan (SHD) kurang efektif karena tidak sesuai dengan teori. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya jurnal penjualan untuk mencatat dan meringkas data penjualan, jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber, dan kartu persediaan untuk mencatat berkurangnya harga pokok produk yang dijual.
c. Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Tidak adanya jaringan prosedur pencatatan penjualan tunai, prosedur penyetoran kas ke bank, prosedur pencatatan penerimaan kas, dan prosedur pencatatan harga pokok penjualan.
d. Unsur pengendalian intern 1) Organisasi
Tidak adanya pemisahan fungsi secara tegas antara fungsi kas dengan fungsi akuntansi.
2) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Penyerahan barang belum diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap “sudah diserahkan”
pada nota penjualan tunai.
3) Praktik yang sehat
a) Nota penjualan tunai tidak bernomor urut tercetak untuk merekam frekuensi penjualan tunai untuk suatu barang yang terjual
41
b) Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai belum disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama atau hari berikutnya.
c) Tidak ada perhitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik dan secara mendadak oleh pimpinan Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin.
2. Alternatif Pemecahan Permasalahan
Dilihat dari permasalahan di atas dan hasil penelitian, penulis mempunyai alternatif pemecahan masalah yang dapat disarankan pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai untuk meningkatkan pengendalian intern toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin yaitu sebagai berikut :
a. Dokumen yang digunakan (yang disarankan)
Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin yang disarankan adalah sebagai berikut :
1) Nota penjualan tunai bernomor urut tercetak
Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai. Nota penjualan tunai diisi oleh fungsi penjualan yang berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh pembeli kepada fungsi kas sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan.
Berikut adalah gambar nota penjualan bernomor urut cetak yang disarankan.
g 3Gambar 4. 3 Nota Penjualan Toko H. Maswidan (SHD) (Diolah oleh Penulis)
2) Surat Jalan
Surat jalan merupakan sebuah dokumen yang berperan sebagai surat pengantar atas barang yang dipesan oleh pembeli yang ditujukan kepada pemesan barang atau pelanggan. Tentunya dengan adanya surat jalan ini akan membuat fungsi pengiriman merasa aman, ketika ada petugas potlantas atau dinas lainnya yang ingin memeriksa barang kiriman tersebut. Berikut adalah gambar surat jalan yang disarankan.
43
g 4Gambar 4. 4 Surat Jalan Toko H. Maswidan (SHD) (Diolah oleh penulis)
b. Catatan akuntansi yang digunakan (yang disarankan)
Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko H. Maswidan (SHD) Banjarmasin yang disarankan adalah sebagai berikut :
1) Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber penjualan tunai.
g 5Gambar 4. 5 Jurnal Penerimaan Kas Toko H. Maswidan (SHD) (Diolah oleh Penulis)
2) Kartu Persediaan
Kartu persediaan memiliki manfaat diantaranya selain mencatat berkurangnya harga pokok produk yang dijual, disamping itu untuk mengawasi mutasi dan persediaan barang yang disimpan.
g 6Gambar 4. 6 Kartu Persediaan Toko H. Maswidan (SHD)
g 6Gambar 4. 6 Kartu Persediaan Toko H. Maswidan (SHD)