• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan dan Masukan dari Anggota Komisi II DPR RI

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 36-39)

F. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus untuk pelaksanaan Pilkada

8. Catatan dan Masukan dari Anggota Komisi II DPR RI

 Komisi II DPR meminta kepada KPU dan Bawaslu Kabupaten Karawang untuk bekerja secara sunguh-sunguh menyukseskan Pilkada Kabupaten Karawang, hal ini dikarenakan Anggaran yang besar dari NPHD yang bersumber dari APBD ditambah dengan Anggaran yang bersumber dari APBN dalam penerpan semua tahapan Pilkada

37 | P a g e sesuasi dengan Protokol Kesehatan yang harus berbanding lurus dengan kesuksesan dalam menjalankan demokrasi di daerah.

 Komisi II DPR meminta agar Pemerintah Kabupaten Karawang, KPU dan Bawaslu dan Gugus Tugas Covid-19 selalu dapat seiring sejalan dan berkoordinasi tanpa henti dalam penerapan protokol Kesehatan setiap tahapan Pilkada yang berlangsung sampai penentpan pemenang. Komisi II DPR memint agar pemlilih, peserta dan penyelenggara terjamin kesehatannya dan keselamatan dan jangan sampai ada yang terpapar Covid-19.

 KPU Kabupaten Karawang hendaknya sejak dari sekarang dapat membuat simulasi proses pemilihan di TPS, dimana sudah dia Anggarkan oleh Komisi II DPR pada setiap TPS jumlah pemilih sebanyak 500 pemilih yang sebelumnya anggaran yang ada untuk 800 pemilih. Simulasi dimulai dengan berapa waktu yang diperlukan setiap antrian dan setiap pencoblosan. Sesuai dengan PKPU bahwa TPS dibuka Jam 07.00 WIB dan TPS tutup Jam 13.00 WIB. Artinya yang diharapkan dari KPU agar tidak terjadi kerumunan masa di dalam TPS dan tetap menerapakan semua protokol kesehatan mulai dari penggunaan masker, pencucian tangan atau penggunaan hand sanitaizer, Fhsycal distancing atau menjaga jarak satu sama lainnya serta aturan saat pencoblosan sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020.

 Bawaslu Kabupaten Karawang dan Polres Kabupaten Karawang hendaknya dapat mengawasi dan memastikan keberadaan Pasangan Calon Peserta Pilkada, Tim Sukses Paslon Peserta Pilkada, KPU Kabupaten Karawang, PPK, dan jajarannya pada saat Hari tenang Pilkada sebelum hari pencoblosan, hal ini penting dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan adanya potensi kerawanan money politik “serangan fajar” kepada masyarakat pemilih. Apabila terjadi hendaknya Bawaslu dapat menindak sebagai pidana pemilu.

 Komisi II DPR meminta agar Pemerintah Kabupaten Karawang dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karawang dapat menampilkan peta-peta rawan pandemi coviod-19, sehingga KPU dan Bawaslu dapat menjalankan tugasnya dengan memberikan

“treatment” yang berbeda pada setiap Desa/RW/RT.

 Komisi II DPR meminta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk tidak menggunakan lagi Surat Keterangan (Suket) pada saat pelaksanaan Pilkada tahun 2020 ini. Dan mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Karawang menuntaskan percetakan KTP-El bagi para pemilih sebelum pelaksanaan Pilkada. Percetakan KTP-KTP-El sangat penting bagi masyarakat sebagai wujud pemenuhan hak pilih dalam Pilkada.

 Dalam menjalankan setiap tahapan lanjutan Pilkada, hendaknya KPU dan Bawaslu Kabupaten Karawang melaksanakan Rapid Test, hal ini sangat penting dalam menjamin Kesehatan semua penyelenggara menjalankan tugasnya.

 Masih maraknya kasus money politik dalam setiap penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada, Komisi II meminta agar Bawaslu dapat malaksanakan tindakan Preventif kepada peserta dan pemilih dengan sosialisasi secara massif tentang pelanggaran money politik yang tergolong pada pelanggaran pidana, dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu hendaknya memiliki sikap yang berani dan tegas, sehingga kasus-kasus money politik sulit terjadi.

 Masa Pandemi Covid-19 adalah tantangan bagi KPU Kabupaten Karawang dan Jajarannya agar serius dan bersunguh-sunguh dalam bekerja untuk memberikan bukti bahwa walaupun dalam kondisi Pandemi, Pilkada di Kabupaten Karawang mampu menaikan angka partisipasi pemilih, sehingga kualitas demokrasi dapat terjaga sekalipun di masa sulit.

38 | P a g e

 Dalam menjaga Netralitas ASN, diharapkan semua Dinas-Dinas, Badan-Badan, Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Karawang agar tidak memfasilitasi Kanidat Pasangan Calon Bupati dari Incumben dengan fasiltas tertentu yang nota bene milik negara atau daerah. Pemerintah Kabupaten Karawang hendaknya membuat peraturan dan pengawasan yang ketat dalam penggunaan fasilitas dan logistik Pemda dalam masa Pilkada 2020. DPRD jugs dapat mengawasi OPD-OPD di Pemerintahan serta Bawaslu hendaknya dapat mengawasi potensi permasalahan ini sehingga tidak terjadi pelanggaran yang merugikan Kandidat Paslon yang lain.

 Selain instansi Polres Kabupaten Karawang, diharapakan Bawaslu Kabupaten Karawang juga melakukan Pengawasan kepada KPU dan jajaran penyelenggara Pilkada dan juga pengawasan kepada pemilih dalam penegakan aturan protokol kesehatan dalam masa Pilkada 2020.

 Bawaslu harus bertindak terhadap banyaknya photo dan gambar spanduk/baliho Incumbent di semua Jalanan di Kabupaten Karawang, hal ini penting dalam rangka penegakan aturan Pilkada.

 Terkait dengan Bantuan Sosial ke pada masyarakat yang terdampak karena Covid-19, Bawaslu Kabupaten Karawang hendaknya mengawasi Kandidat Calon Bupati yang berasal dari Incument yang berpotensi menunggangi dan memanfaatkan bantuan sosial Covid-19 kepada masyarakat dengan berbagai cara.

 Komisi II DPR meminta agar Bawaslu Provinsi Jawa Barat dapat memproses lebih lanjut terhadap 22 perkara yang ditangani terkait permasalahan dengan Netralitas ASN di Jawa Barat sesuai dengan aturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

 Komisi II DPR meminta kepada Kapolres Kabupaten Karawang untuk selalu menjaga kondusifitas hajatan demokrasi daerah lima taunan, sehingga Pilkada dapat terlaksana dengan sukses, aman dan tentram.

 Sehubungan dengan terjadinya Bencana Non Alam Covid-19 yang mengharuskan semua daerah melaksanakan Realokasi Anggaran dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19, Komisi II DPR meminta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk dapat memaksimalkan Anggaran yang ada dapat memberikan bantuan social, bantuan kegiatan ekonomi dan bantuan penanganan kesehatan kepada masyarakatnsesuai dengan keadaan dan kondisi masyarakat yang terdampak, jangan sampai terjadi ada yang dapat bantuan berkali-kali dan ada yang tidak dapat bantuan sama sekali.

 Walau dalam masa Pandemi Covid-19 dan dalam rangka mewujudkan Good govermance, Komisi II DPR berharap agar Pemerintah Kabupaten Karawang menjunjung tinggi prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam penggunanan anggaran Covid-19 untuk Penanganan Kesehatan, Penanganan Jaringan Pengaman Sosial dan Penanganan Dampak Ekonomi.

 Komisi II DPR mengharapkan agar KPU Kabupaten Karawang dapat menaikan angka partisipasi pemilih, karena tidak mudah untuk dapat menaikan angka partisipasi Pilkada tahun 2020 ini ditengah-tengah kondisi Pandemi Covid-19.

---

39 | P a g e III. KESIMPULAN

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 36-39)

Dokumen terkait