• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

1 | P a g e DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN

KUNJUNGAN KERJA KOMISI II DPR RI

KE KABUPATEN INDRAMAYU DAN KABUPATEN KARAWANG MASA RESES PERSIDANGAN IV TAHUN SIDANG 2019-2020

20-24 JULI 2020

I. PENDAHULUAN

A. DASAR KUNJUNGAN KERJA

Kunjungan kerja Komisi II DPR RI dalam rangka melaksanakan tugas konstitusional terhadap fungsi Dewan diantaranya yakni Fungsi kontrol (pengawasan) sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Pelaksanaan kunjungan kerja juga didasarkan pada hasil rapat konsultasi antara Pimpinan DPR RI dengan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan, serta Keputusan Rapat Intern Komisi II DPR RI.

Tim Kunjungan Kerja Komisi II DPR-RI ke Provinsi Jawa Barat (Jabar) berjumlah 15 (lima belas) orang Anggota, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR-RI, Saan Mustopa, M.Si (F-Nasdem).

Nama-nama anggota Tim Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke Kabupaten Indramayu dan kabupaten Karawang Provinsi Jabar selengkapnya adalah sebagai berikut:

NO. NO.

ANGGOTA N A M A KETERANGAN

1. A-367 Saan Mustopa, M.Si

Ketua Tim

Wakil Ketua Komisi II/ F- Nasdem

2. A-28 H. Yaqut Cholil Qoumas Wakil Ketua Komisi II/ F-PKB

3. A-199 M. Prakosa Anggota/ F-PDI.P

4. A-219 Johan Budi S. Pribowo Anggota/ F-PDI.P

5. A-240 Drs. Cornelis, M.H. Anggota/ F-PDI.P

6. A-273 Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, MBA Anggota/ F-PG 7. A-310 Agung Widyantoro, S.H., M.Si Anggota/ F-PG 8. A-100 Ir. H. Harry Poernomo Anggota/ F- Gerindra 9. A-116 R. Imron Amin, S.H., M.H Anggota/ F- Gerindra

10. A-358 Hj. Sri Kustina Anggota/ F- Nasdem

11. A-386 Kristiana Muki, S.Pd., M.Si Anggota/ F- Nasdem

12. A-30 H. Sukamto, S.H Anggota/ F-PKB

13. A-438 Dr. KH Surahman Hidayat., M.A Anggota/ F-PKS

14. A-534 H. Zulkifli Anwar Anggota/ F-PD

15. A-490 Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, SE., MM Anggota/ F-PAN

16. --- Mahmud Kasubag TU Set. Komisi II

17. --- Sugiaman Sekretariat Komisi II

18. --- Taofiek Hidayat Sekretariat Komisi II

(2)

2 | P a g e

19. --- Eko Supriyanto Protokol Komisi II

20. --- Satya Alvino Pinandito Tenaga Ahli Komisi II

21. --- Abrar Amir, M.AP Tenaga Ahli Komisi II

22. --- Ridwan TV Parlemen

23. --- Robi Kuswara Driver

Tim Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI juga didampingi oleh utusan dari Kementerian/Lembaga mitra kerja Komisi II DPR RI, yaitu Kementerian Dalam Negeri dan Kementrian ATR/BPN RI.

B. Waktu Kunjungan Kerja Reses

Kunjungan kerja reses Komisi II DPR RI Ke Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang Provinsi Jabar dilaksanakan pada tanggal 20 s.d 24 Juli 2020. Komisi II DPR RI telah melakukan kunjungan kerja reses ke Kantor Bupati Kabupaten Indramayu dan Kantor Bupati Kabupaten Karawang Provinsi Jabar serta ke Kantor BPN Kabupaten Karawang dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi dewan dibidang pengawasan. Komisi II DPR RI melakukan kegiatan serap aspirasi dan dialog dengan berbagai pihak, terutama dengan Bupati Kabupaten Indramayu dan Bupati Kabupaten Karawang, KPU Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang, Bawaslu Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang, Bawaslu Provinsi Jawa Barat, BPN Kabupaten Indramayu dan BPN Kabupaten Karawang dan Kakanwil BPN Jawa Barat.

C. RUANG LINGKUP

Pada kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang Provinsi Jabar, Komisi II DPR RI mengadakan pertemuan dan dialog dengan Bupati Kabupaten Indramayu dan Bupati Kabupaten Karawang beserta Ketua DPRD Kabupaten Indramayu dan Ketua DPRD Kabupaten Karawang serta para pejabat Pemerintah Kabupaten Indramayu dan kabupaten Karawang, juga hadir unsur dari Fokopimda diantaranya Kapolres, Dandim, dan Kajari terkait pembahasan persiapam pengamanan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kabupaten Indramayu dan di Kabupaten Karawang, selain itu juga hadir Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jabar beserta jajarannya, KPU Kabupaten Indramayu dan kabupaten Karawang, Bawaslu Provinsi Jabar.

Beberapa topik yang menjadi fokus perhatian Komisi II DPR RI dalam kunjungan kerja reses yakni berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah, implementasi Reformasi Birokrasi di lingkungan pemerintah daerah yang dilaksanakan oleh Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang, termasuk penerapkan e-government dalam penyelenggaraan pelayanan publik, perkembangan serta permasalahan yang saat ini dihadapi dalam pelaksanaan program KTP elektronik di wilayah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang, dan yang paling penting adalah tentang percepatan penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemerintahan Daerah, bagaimana Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang menerapkan pelayanan pemerintahan maupun pelayanan publik kepada masyarakat ditengah Pandemi Covid-19. Permasalahan lainnya yang juga dibahas adalah terkait pelaksanaan program-program Pertanahan dan penanganan kasus-kasus pertanahan, serta yang terutama adalah persiapan pelaksanaan dan koordinasi hajatan demokrasi pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang dalam masa Pandemi Covid-19.

Seluruh data, informasi, maupun masukan yang diperoleh dari kunjungan kerja ini akan menjadi catatan penting bagi Komisi II DPR RI untuk nantinya ditindaklanjuti pada rapat-rapat dengan Kementerian/Lembaga mitra kerja Komisi II DPR RI serta dengan pihak-pihak terkait lainnya.

(3)

3 | P a g e II. HASIL KUNJUNGAN KERJA

A. PERTEMUAN DI KABUPATEN INDRAMAYU

1. Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi

a. Implementasikan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu

Kebijakan pembangunan Reformasi dilaksanakan dalam rangka meningkatkan tata kelola Pemerintah yang lebih baik dan merupakan bagian terpenting dalam meningkatkan pelaksanaan pembangunan Nasional dan Daerah.Kebijakan Reformasi Birokrasi pada akhirnya diharapkan dapat mencapai peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih baik, peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, dan peningkatan profesionalisme sumber daya manusia aparatur Pemerintah, serta Penyelenggaraan Pemerintah yang bersih dan bebas KKN.

Reformasi adalah perubahan/perombakan, penataan, perbaikan dan penyempurnaan. Birokrasi adalah aparatur, lembaga/Instansi, Organisasi Pemerintah, Pegawai pemerintah, Sistem kerja dan Perangkat Kerja.Layanan kepada masyarakat harus berkualitas, bebas KKN, efektif dan efisien, empati terjangkau, terpadu, dan komperhensif untuk mewujudkan Pemerintahan yang baik (Good Governance) yang meliputi aspek kelembagaan, sumber dayamanusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas, pengawasan, dan pelayanan Publik.

Pemerintah Daerah kabupaten Indramayu pada dasarnya telah melakukan langkah-langkah perubahan untuk mewujudkan Pemerintah daerah yang baik dan bebas KKN, pelayanan yang berkualitas, meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja. Namun demikian, langkah-langkah yang dilakukan belum sepenuhnya disusun dalam perencanaan yang sistemis dan sinergis serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu akan melaksanakan Program Reformasi Birokrasi Tahap 2 Periode Tahun 2019-2023. Program Reformasi Birokrasi Tahap 1 Periode Tahun 2014-2018 telah dilaksanakan dengan baik. Keberlanjutan Program Reformasi Birokrasi Tahap 2 diharapkan lebih memberikan manfaat serta dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan kinerja unit-unit kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan dalam memberikan dukungan teknis administrasi serta analisis kepada Bupati dan Wakil Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Hal-hal yang telah dicapai dalam Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten selama tahun 2014-2018, antara lain:

 BPK telah memberikan Opini WTP kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu selama 5 tahun berturut-turut;

 Dalam rangka transparansi penyelenggara negara, seluruh pejabat yang diwajibkan untuk meyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara kepada KPK;

 Disiplin dan kinerja birokrasisemakinmeningkat;

 Penyusunan produk hukum daerah semakin berkualitas, penyebaran informasi hukum secara onlinedan penanganan terhadap permasalahan hukum semakin baik;

 Penataan kelembagaan telah mengurangi tumpang tindih fungsi, sehingga terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten;

 Penataan sistem, proses dan prosedur kerja semakinmeningkat;

(4)

4 | P a g e

 Manajemen Sumber Daya Manusiadi Lingkungan Pemerintah Kabupaten dilakukan secara obyektif, adil, transparan danakuntabel;

 Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah dan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah semakin meningkat dan akan terus dikembangkan;

 Budaya dan tingkat akuntabilitas kinerja birokrasi semakin meningkat;

 Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam menunjang terlaksananya penyelenggaraan pemeritahan semakin meningkat, sehingga proses birokrasi menjadi lebih efisien, efektif dan transparan serta memberi kemudahan bagi pemangku kepentingan untuk mendapatkan dan mengakses informasi.

b. Permasalahan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

Banyak kemajuan dan hal-hal yang telah dicapai dalam pelaksanaan reformasi birokrasi tahun 2014-2018. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan/

permasalahan yang perlu dan akan terus dicarikan upaya untuk mengatasi kelemahan/permasalahan tersebut antara lain:

1. Perubahan Mental Aparatur (Pola Pikir dan Budaya Kerja)

Beberapa permasalahan yang dihadapi Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu terkait mental aparatur atau pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) antara lain:

a. Tim reformasi birokrasi/kelompok kerja reformasi birokrasi kinerjanya yang belumoptimal;

b. Belum optimalnya pemantauan dan evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi dilapangan;

c. Integritas dan dedikasi aparatur belumoptimal;

d. Masih ada aparatur yang menunjukkan orientasi kepentingan internal birokrasi, sehingga tidak totalitas dalam menghasilkan output/outcome untuk kepentingan publik;dan

e. Masih ada aparatur yang tingkat pemahamanterhadap uraian jabatannya kurang, sehingga menimbulkan budaya menunggu perintah atasan terlebih dahulu ketika melakukantugasnya.

2. Peraturan Perundang - Undangan

Beberapa permasalahan di bidang peraturan perundang-undangan antara lain:

a. Belum optimalnya SKPD terkait dalam mengusulkan Produk Hukum yang harus direvisiatau dideregulasi, sesuai dengan tugas, pokok dan fungsinya kepadaBupati;

b. Belum optimalnya SKPD terkait dalam mengusulkan produk hukum daerah yang menjadi dasar kegiatannya kepada Bupati.

3. Kelembagaan

Beberapa permasalahan di bidang kelembagaan yang saatini masih ada, antara lain:

a. Pasca perubahan organisasi perangkat daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, ada beberapa SKPD yang struktur organisasinya belum tepat fungsi dan tepat ukuran serta masih ada SKPD yang tugas fungsinya tumpang tindih;

b. Belum optimalnya pelaksanaan evaluasi kelembagaan yang digunakan, antara lain untuk:

- Mengetahui kesesuaian struktur organisasi dan ketepatan tugas fungsi;

- Mengukur jenjangorganisasi;

- Kemungkinan duplikasifungsi;

- Kemungkinan tumpang tindih fungsi dengan SKPD lain.

c. Belum optimalnya pelaksanaan tindak lanjut hasilevaluasi kelembagaan.

4. Ketatalaksanaan

Beberapa permasalahan di bidang ketatalaksanaan, antara lain:

(5)

5 | P a g e a. Standard Operating Procedure (SOP) di bidang pelayanan belum sepenuhnya

dilaksanakan secara optimal oleh masing-masing unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten;

b. Pemanfaatan teknologi informasi belum merata di semua unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten;

c. Belum optimalnya pengembangan e-government, antaralain:

- Pengintegrasian sistem perencanaan, penganggaran dan manajemen kinerja;

- Sistem penyediaan informasi dan pelayanan pengaduan;

- Sistem pelayanan kepada masyarakat dalam tingkatan transaksional (pembayaran secaraonline);

d. Belum optimalnya pelaksanaan keterbukaan informasipublik;

e. Kualitas pengelolaan arsip belum optimal.

5. Sumber Daya Manusia Aparatur

Beberapa permasalahan di bidang Sumber Daya Manusia Aparatur, antara lain:

a. Penyusunan formasi belum didasarkan pada hasil analisis jabatan dan beban kerja;

b. Standar Kompetensi Jabatan Pelaksana belum disusun;

c. Rotasi jabatan belum dilakukan secara terencana dan teratur;

d. Pendidikan dan pelatihan pegawai belum sepenuhnya didasarkan pada kompetensi jabatan;

e. Pemberian reward and punishment terhadap disiplin dan prestasi kerja pegawai belum optimal;

f. Belum optimalnya penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai;

g. Monitoring dan evaluasi berbasis kompetensi terhadap pegawai belum dilakukan;

h. Pengelolaansumber daya manusia sudah didukung oleh sistem informasi kepegawaian namun belumoptimal;

i. Minat pegawai dalam pelaksanaan promosi pegawai secara terbuka masih kurang.

6. Pengawasan

Beberapa permasalahan di bidang Pengawasan, antara lain:

a. Belum optimalnya upaya peningkatan peran dan kapasitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintah;

b. Belum optimalnya penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah;

c. Belum terdapat Standard Operating Procedure (SOP) yang baku dalam pelaksanaan pengawasan;

d. Kebijakan gratifikasi belum dilaksanakan secaraoptimal;

e. Tindak lanjut pengaduan masyarakat terhadap penyimpangan birokrasi belumoptimal;

f. Penanganan benturan kepentingan belum dilaksanakan secara optimal.

7. Akuntabilitas

Beberapa permasalahan di bidang Akuntabilitas, antara lain:

a. Pengintegrasian sistem perencanaan, penganggaran dan manajemen kinerja belum dilaksanakan secaramaksimal;

b. Belum optimalnya pelaksanaan budaya kinerja dalam rangka implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah utamanya pelibatan pimpinan SKPD dalam proses perencanaan, penilaian/evaluasi dan pelaporankinerja;

c. Belum maksimalnya pemanfaatan dan pelaksanaan evaluasi terhadap perencanaan dan hasilpelaksanaannya;

d. Belum optimalnya pengelolaan data kinerja pada SKPD;

e. Belum optimalnya pelaksanaan evaluasi capaian kinerja (capaian kinerja SKPD/Individu), baik evaluasi capaian kinerja bulanan/tiga bulanan/semesteran/tahunan beserta tindaklanjutnya;

(6)

6 | P a g e f. Perlunya penyempurnaan casscading kinerja (pohon kinerja) untuk

memastikan setiap unit kerja atau setiap individu pegawai (level pimpinan sampai ke level individu) memiliki kontribusi yang jelas “siapa melakukan apa”

terhadap capaian kinerja unit kerja terkecil, satuan unit kerja di atasnya, hingga pada organisasi secarakeseluruhan;

g. Perlunya peningkatan kualitas evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah SKPD.

8. Pelayanan Publik

Beberapa permasalahan di bidang pelayanan publik, antara lain:

a. Kompetensi petugas pelayanan belummerata;

b. Masih adanya unit pelayanan yang belum melaksanakan praktek manajemen pelayanan publik secarabaik;

c. Pengelolaan pengaduan pelayanan publik belum dilaksanakan secara baik khususnya terkait monitoring dan evaluasi hasil tindak lanjut pengaduan pelayananpublik;

d. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik;

e. Pelayanan publik terutama layananperizinan dan non perizinan masih belum efisien.

2. Penerapan e-govemment dalam penyelenggaraan pelayanan publik

a. Pemerintah Kabupaten Indramayu sudah menerapkan e-government dalam penyelenggaraan pelayanan publik antara lain yakni:

 Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam pelaksanaan e-government menerapkan program Smart City yang tertuang dalam Masterplan Smart City

 Membangun Infrastruktur Jaringan yang menghubungkan antar Perangkat Daerah

 Membangun Pusat monitoring atau Indramayu Command Center (ICC)

 Membangun berbagai aplikasi baik untuk pelayanan publik maupun pelayanan internal pemerintah

APLIKASI PELAYANAN INTERNAL PEMERINTAH

No. Nama Aplikasi Fungsi Aplikasi

1 Simda Keuangan E-Budgeting

2 Simren (Simda Perencanaan) E-Planning

3 Satu Data Perencanaan Pembangunan

4 Simtem Aplikasi Persediaan Persediaan asset daerah

5 Sima BMD Sistem Manajemen Barang Milik

Daerqah 6 SAKIP

(Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah)

Akuntabilitas Kinerja Pemerintah

7 Siaphukum

(Sistem Aplikasi Produk Hukum)

Pengajuan Produk Hukum

8 Simpeg Sistem Informasi Kepegawaian

9 Simonev Sistem evaluasi

10 Kerjaku Kinerja Pegawai

11 Absensi Android Absensi ASN Indramayu

13 Simanis Disposisi surat masuk dan keluar

14 Simpolar

(Sistem Informasi Manajemen Pola Karir)

Mempola Karir Pegawai

15 Dashboard Smart City Aplikasi untuk memonitoring jumlah pegawai, pengaduan, dll

(7)

7 | P a g e APLIKASI PELAYANAN PUBLIK

No. Nama Aplikasi Fungsi Aplikasi

1 SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik)

e-Procurement

2 Verifikasi Online Verifikasi Penyedia Baru

3 Sirmayu Sistem rujukan terpadu (E-Healt)

4 Lpk Informasi lembaga profil kerja

5 Siardis Sistem arsip daerah

6 ilndramayu.id Aplikasi perpustakaan

7 Senayan Library Management System Otomasi Perpustakaan

8 Bansos Sistem Permohonan Hibah Banssos

9 E-MTQ

(Elektronik Musabaqoh Tilawatil Qur’an) Sistem Penerimaan Peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an 10 DAPOTEK OQ1

(Data Potensi Ekonomi)

Survey Ekonomi Kabupaten Indramayu

11 Simpan-ayu Sistem pelayanan terpadu

12 CSR Sistem Fasilitator Kegiatan CSR

antara Pengusaha dengan Masyarakat

13 JDIH Sistem Jaringan Dokumentasi dan

Informasi Hukum 14 Sirsak

(Sistem Informasi Retribusi Kebersihan)

Sistem Informasi Retribusi Kebersihan

15 SIDISDIK

(Sistem Informasi Data Pendidikan)

Informasi Data Pendidikan 16 Indramayu All In One Pengaduan, Info pariwisata, info

perizinan, info trayek, info

pendidikan, info kesehatan dan info ketanaga kerjaan

17 Siayu Aplikasi pelayanan kependudukan

online (KTP, Akte lahir, dan KK)

18 Sirija Aplikasi Data Pasar Kerja melalui

Sistem Informasi Kerja

19 E-Tari Ayu Pelayanan informasi tata ruang

berbasis Geo Spasial

20 Sipolin Pelayanan pengaduan dan

sengketa lingkungan hidup

21 Silengkap Aplikasi hasil pelelangan ikan

22 Siddik Sistem informasi daerah irigasi

b. Sistem e-government yang diterapkan dapat memangkas proses birokrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih efektif dan efesien, antara lain yakni :

 Dengan adanya berbagai aplikasi pelayanan publik tentunya dapat menghemat waktu, jarak, biaya dan tidak terbatas dengan waktu seperti contoh:

- Dengan adanya aplikasi Layanan Pengadaan Barang Jasa Secara Elektronik (LPSE) penyedia barang jasa cukup dirumah saja dalam mengikuti lelang

- Dengan adanya aplikasi sistem perizinan online (simpan-ayu) masyarakat dapat mengajukan persyaratan perizinannya secara online

c. Bentuk inovasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, antara lain :

 Pembangunan Aplikasi Perizinan Online yang sudah terintegrasi dengan disdukcapil, bpjs, djp, bjb Dan bkd

 Pembangunan Aplikasi Indramayu All In One (Pengaduan, Info pariwisata, info perizinan, info trayek, info pendidikan, info kesehatan dan info ketanaga kerjaan)

(8)

8 | P a g e

 Pembangunan Aplikasi Siayu (Aplikasi pelayanan kependudukan online (KTP, Akte lahir, dan KK yang terintegrasi dengan samsat terkait informasi tagihan pajak kendaraan bermotor)

3. Pelaksanaan Program KTP-El

Perkembangan terakhir dari Program KTP elektronik di Kabupaten Indramayu dapat disampaikan sebagai berikut:

a. Jumlah Penduduk Kabupaten Indramayu berdasarkan DKB (Data Konsolidasi Bersih), Semester II 2019 sebanyak: 1.861.269 Jiwa

b. Wajib KTP perJuli 2020 sebanyak: 1.575.304 Jiwa

c. Sudah rekam per Juli 2020 sebanyak: 1.425.917 Jiwa atau (90, 51 %) d. Belum rekam per Juli 2020 sebanyak: 149.387 Jiwa atau (9,49 %)

e. Sudah cetak KTP per Juli 2020 sebanyak: 1.424.765 Jiwa atau (99,91 %).

Pengiriman Blanko KTP el, dari Kemendagri melalui Dirjen Dukcapil lancar dan tercukupi.

Jumlah Blanko KTP el, yang diterima Kabupaten Indramayu dari bulan Januari 2020 sampai dengan sekarang sebanyak 140.000 keping.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Indramayu, saat ini terkait KTP elektronik, yaitu:

a. Perlu diketahui perekaman dan pencetakan KTP el, di Kab. Indramayu semuanya dilakukan di Kantor Kecamatan, bahwa peralatan rekam dan cetak KTP el, sudah berusia 10 (sepuluh) tahun sehingga sering terjadi trouble karena kerusakan alat, untuk itu perlu penggantian alat dan minta dihibahkan lagi dari Pusat:

b. Permasalahan cetak KTP kedua dan ketiga, yang sulit dipreksi kebutuhannya dikarenakan:

 Perubahan elemen data, seperti Perubahan status perkawinan, pendidikan, alamat.

 Rusak dan hilang.

c. Disaat Pandemi Covid-19, kami belum bisa melakukan pelayanan jemput bola, untuk perekaman dan pencetakan Ktp -el, seperti pelayanan LABOLING D'Ayu (pelayanan rebo keliling, dokumen Administrasi kependudukan Indramayu).

4. Persiapan dan Kesiapan Pelaksanaan Pilkada 2020

a. Bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu kepada KPU dan Bawaslu Kabupaten Indramayu dalam pelaksanaan setiap pentahapan Pilkada Serentak 2020 1. Pemberian dana hibah daerah berasal dari APBD Kabupaten Indramayu.

KPU

No. NPHD : 280/NPHD.14.Tapem/2019

765/KU.07.SPJ/32/2/KPU.Kab/X/2019 Awal : Rp. 65.800.000.000,-

(Enam Puluh Lima Milyar Delapan Ratus Juta Rupiah) Tambahan : Rp. 7.806.078.000,-

(Tujuh Milyar Delapan Ratus Enam Juta Tujuh Puluh Delapan Ribu Rupiah)

Jumlah : Rp. 73.606.078.000,-

(Tujuh Puluh Tiga Milyar Enam Ratus Enam Juta Tujuh Delapan Ribu Rupiah)

BAWASLU

No. NPHD : 273.2/NPHD-Tapem/2019

113/BAWASLU.JB.09/KU.00.00/X/2019 Awal : Rp. 23.073.626.500,-

(Dua Puluh Tiga Milyar Tujuh Puluh Tiga Juta Enam Ratus Dua Puluh Enam Ribu Lima Ratus Rupiah)

Tambahan : Tidak ada (hanya pergeseran untuk APD)

(9)

9 | P a g e 2. Dukungan sarana dan prasarana baik KPU maupun Bawaslu, untuk menunjang

kelancaran pelaksanaan tahapan Pilkada tahun 2020 antara lain berupa Gedung untuk kesekretariatan, sarana transportasi (baik roda dua maupun roda empat), serta sarana dan prasarana lainnya untuk menunjang operasioanal tahapan pelaksanaan Pilkada.

3. Menempatkan ASN/PNS untuk membantu pengelolaan administrasi baik di KPU maupun Bawaslu dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat kecamatan.

Sedangkan terkait dengan koordinasi yang dilakukan agar setiap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya adalah :

 Memfasilitasi pelaksanaan rapat koordinasi dengan melibatkan berbagai stake holder, yaitu Forkopimda, KPU, Bawaslu, SKPD, serta tokoh masyarakat terkait dengan peningkatan partisipasi pemilih. Pertemuan ini dilaksanakan secara rutin dan terjadwal.

 Pelaksanaan sosialisasi tentang Pilkada baik melalui media cetak maupun elektronik, yang dilaksanaakan secara rutin dan terjadwal.

b. Persiapan dan Koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 sesuai dengan Protokol Kesehatan yakni:

1. Memfasilitasi pelaksanaan rapat koordinasi yang melibatkan Forkopimda, KPU, Bawaslu, Dinas teknis terkait, serta tim gugus tugas penanggulangan Covid-19.

Membahas tentang jenis APD yang dibutuhkan oleh penyelenggara, peserta dan pemilih.

2. Memfasilitasi KPU dan Bawaslu dalam test PCR dengan RSUD bagi petugas coklit dan pengawas coklit.

3. Meningkatkan peran serta SKPD dalam mensosialisasikan Pilkada di tengah – tengah pandemi Covid-19 baik bagi ASN/PNS dan masyaraakat melalui media cetak dan elektronik.

c. Langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu terkait dengan Netralitas ASN agar pelanggaran tidak terjadi bagi ASN di Kabupaten Indramayu adalah :

1. Melaksanakan sosialisasi bagi ASN terkait dengan Netralitas ASN dalam Pilkada serentak tahun 2020, baik melalui rapat/pertemuan, spanduk dan benner-benner serta media elektronik yaitu radio. Adapun materi Netralitas ASN sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : B/71/M.E.M.00.00/2017 adalah :

 Dilarang melakukan pendekatan terhadap partai politik terkait rencana pengusulan Calon Kepala Daerah.

 Dilarang memasang spanduk/baligho yang mempromosikan Calon Kepala Daerah.

 Dilarang mendeklarasikan diri sebagai Calon Kepala Daerah.

 Dilarang menghadiri deklarasi Calon Kepala Daerah.

 Dilarang menjadi pembicara/narasumber pada pertemuan partai politik.

 Dilarang melakukan foto bersama Calon Kepala Daerah

 Dilarang mengunggah, menanggapi atau menyebarluaskan gambar/foto dan visi misi Calon Kepala Daerah melalui media sosial atau media online.

2. Apabila ASN melanggar Netralitas tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu bertindak tegas sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil dalam Pasal 15 ayat (1) disebutkan bahwa :

 Pelanggaran Netralitas ASN/PNS akan disangsi administrasi dan sangsi hukum disiplin melalui penundaan kenaikan pangkat dan penundaan kenaikan gaji berkala, bahkan sampai dengan pemberhentian dengan tidak hormat atas permintaan sendiri.

(10)

10 | P a g e

 Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004, Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu akan membentuk Majelis Kode Etik untuk pemeriksaan terhadap ASN yang melanggar Netralitas ASN.

Adapun Majelis Kode Etik tersebut terdiri dari : Ketua : Sekretaris Daerah

Sekretaris : Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Anggota : Inspektorat

Kepala Badan Keuangan Daerah

Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kepala Bappeda

Kepala Satpol. PP.

5. Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaaten Indramayu

a. Anggaran yang digunakan dari APBD untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu :

- Penanganan Kesehatan sebesar : Rp. 70.438.902.500,00

- Penanganan Jaringan Pengaman Sosial : Rp. 78.703.000.000,00 - Penanggulangan Dampak Ekonomi: Rp. 47.508.097.340,00

b. Kendala dalam proses Refocussing Kegiatan dan Realokasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Indramayu :

 Keterbatasan sumber pendapatan APBD

 Terhambatnya kegiatan dan program lain yang merupakan skala prioritas

 Penentuan skala prioritas

c. Permasalahan dalam pelaksanaan penanganan Kesehatan, Penanganan Jaringan Pengaman Sosial dan Penanganan Dampak Ekonomi Kabupaten Indramayu:

 Pencegahan penularan terkendala pelaksanaan protokol kesehatan utk jaga jarak, pakai masker dan ctps terutama di tempat keramaian terbuka seperti pasar tradisional dan TPI

 Hanya tersedia 1 RS rujukan utama utk penanganan pasien covid yaitu RSUD . RS yg sebagai RS lini 2 blm bisa melayani PDP dengan gejala berat karena keterbatasan sarpras spt ruang isolasi, ruang ganti APD, hepafilter, ventilator dll.

 Pemberian insentif dari APBN sebagai sesuatu yg diharapkan untuk mendorong kinerja tenaga kesehatan, ternyata prosesnya sangat rumit dan kami tdk yakin insentif tsb bisa cair dlm waktu dekat

 Disiplin masyarakat yang rendah untuk mematuhi protokol kesehatan

 Permasalahan pada jaring pengaman dan dampak ekonomi adalah keterbatasan anggaran, permasalahan data, koordinasi data pusat dan daerah yang lemah serta data DTKS yang kurang sempurna.

d. Langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam Percepatan penanganan Covid-19 :

1) Membentuk gugus tugas penanganan wabah penyakit akibat corona virus disease 2019 (covid-19) di kabupaten indramayu (sk bupati indramayu no. 443.05/kep.95- bpbd/2020) yang ditetapkan per tanggal 30 maret 2020;

2) Menetapkan :

 Peraturan bupati indramayu nomor 21 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 (covid-19) di kabupaten indramayu;

 Peraturan bupati indramayu nomor 29 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) di kabupaten indramayu;

 Keputusan bupati indramayu nomor 360/kep.80-bpbd/2020 penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) di kabupaten indramayu;

(11)

11 | P a g e

 Keputusan bupati indramayu nomor 338/kep.116-bpbd/2020 tentang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di wilayah kabupaten indramayu dalam rangka percepatan penanggulangan coronavirus disease 2019 (covid-19)

 Keputusan bupati indramayu nomor 338/kep.120-bpbd/2020 tentang perpanjangan pembatasan sosial berskala besar di wilayah kabupaten indramayu dalam rangka percepatan penanggulangan corona virus disease 2019 ( covid – 19 )

 Keputusan bupati indramayu nomor 338/kep.121 bpbd/2020 tentang perpanjangan pembatasan sosial berskala besar di wilayah kabupaten indramayu dalam rangka percepatan penanggulangan corona virus disease 2019 (covid-19)

 Keputusan bupati indramayu nomor 360/kep.121.a-bpbd/2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) di kabupaten indramayu

 Keputusan bupati indramayu nomor 338/kep.127-bpbd/2020 tentang perpanjangan pembatasan sosial berskala besar secara proporsional di wilayah kabupaten indramayu dalam rangka percepatan penanggulangan coronavirus disease 2019 (covid-19)

 Kegiatan yang dilakukan pemerintah kabupaten indramayu dalam rangka percepatan penanganan covid-19, yaitu :

a. Melaksanakan sosiaslisasi penyebaran bahaya covid-19 kepada masyarakat;

b. Penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat fasilitas umum di wilayah kabupaten indramayu

c. Pembagian masker kepada masyarakat

d. Membentuk posko penyekatan aktifitas kegiatan keluar masuk masyarakat di pintu perbatasan antar kabupaten dan tempat pelelangan ikan sebanyak 13 posko check point (yang dikoordinasikan oleh dinas perhubungan) e. Melaksanakan penyekatan aktifitas masyarakat dalam kota kabupaten

indramayu (yang dikoordinasikan oleh satuan polisi pamong paraja)

f. Posko penyekatan aktifitas kegiatan keluar masuk masyarakat dalam kabupaten (yang dikoordinasikan 31 kecamatan)

g. Pendataan pekerja migran indramayu (pmi) dan non pekerja migran indramayu (non pmi), dengan sasaran pendatang/pemudik dari zona merah, untuk dilakukan tes kesehatan di puskesmas;

h. Menginstruksikan kepada seluruh desa/kelurahan untuk membentuk kampung tangguh dalam rangka pengendalian dan pencegahan coronavirus disease 2019 (covid-19).

e. Penerapan pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik kepada masyarakat : Pelayanan publik yang dilaksanakan pemerintah kabupaten indramayu di tengah- tengah pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) berbasis online seperti :

 Pelayanan perizinan melalui aplikasi simpan ayu dimana semua pemohon perijinan bisa langsung memasukan persyaratan perijinan dan apabila persyaratan perizinannya lengkap, pemohon dapat langsung mencetak nomor ijin berusaha (nib).

 Pelayanan kependudukan kepada masyarakat melalui Pelayanan melalui online via whatsapp (WA). Dimana masyarakat bisa melakukan pendaftaran kependudukan melalui grup whatsapp pelayanan kependudukan pada 31 kecamatan

 Pelayanan publik lainnya kepada masyarakat melalui kontak langsung dengan menerapkan protokol kesehatan dimana semua perangkat daerah di instruksikan menyiapkan cuci tangan, dan tempat duduk berjarak 1 (satu) meter dan diwajibkan kepada masyarakat untuk memake masker, apabila ada masyarakat tidak make masker maka tidak diminta untuk kembali dan memakai masker.

Selain itu, pemerintah kabupaten indramayu menginstruksikan kepada pelaku usaha untuk menerapkan protokol kesehatan yaitu :

 Menyiapkan tempat cuci tangan;

(12)

12 | P a g e

 Pengecekan suhu tubuh;

 Menerapkan sosial distancing; dan

 Memakai masker.

6. Penjelasan KPU Kabupaten Indramayu tentang Persiapan Pilkada 2020 pada masa Pandemi Covid-19

A. Jumlah anggaran dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)

Jumlah Anggaran yang dialokasikan untuk KPU Indramayu berdasarkan Naskah Perperjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada tanggal 1 Oktober 2019 sebesar Rp.

65.800.000.000,00 (Enam puluh lima milyar delapan ratus juta rupiah). Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RPD) antara Komisi II DPR RI dengan Kemendagri dan KPU RI tanggal 3 Juni 2020, disepakati jumlah maksimal pemilih dalam satu TPS maksimal 500 pemilih. KPU Kabupaten Indramayu melakukan pemetaan ulang TPS berbasis data penduduk desa, sehingga jumlah TPS awal berjumlah 2.481 bertambah 805 TPS sehingga jumlah TPS menjadi 3.286. Penambahan Jumlah TPS berakibat bertambah jumlah anggaran untuk Honorarium KPPS dan logistik KPPS.

Berdasarkan Berita Acara Kesepatakan Antara Pemerintah Kabupaten Indramayu disepakati penambahan anggaran yaitu Rp. 7.806.078.000,00 (Tujuh milyar delapan ratus enam juta tujuh puluh delapan ribu rupiah) masih dalam proses pencairan.

Sehinga jumlah keseluruhan anggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Tahun 2020 berdasarkan NPHD tahun 2019 dan Addendum NPHD Tahun 2020 sebesar Rp. 73.606.078.000,00 (Tujuh puluh tiga milyar enam ratus enam juta tujuh puluh delapan ribu rupiah). Pemerintah Kabupaten Indramayu sangat membantu dalam proses penyusunan, penandatanganan hingga pencairan anggaran yang telah disepakati dalam NPHD. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Indramayu sangat akomodir dan responsif terhadap proses penyusunan hingga pencairan angggaran tersebut, kami merasa puas terhadap pelayanan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan tidak ada hambatan dalam proses tersebut. Bahwa pengajuan kebutuhan anggaran untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu pada pemilihan serentak tahun 2020 ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu telah sesuai dengan yang diajukan oleh KPU Indramayu.

B. Kesiapan KPU Indramayu terkait PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada lanjutan dalam kondisi COVID-19

KPU Kabupaten Indramayu telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu khususnya Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Tingkat Kabupaten dalam bentuk memberikan deskripsi seluruh kegiatan tahapan. Gugus Tugas penanganan COVID-19 Tingkat Kabupaten memberikan rekomendasi tentang protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh KPU Kabupaten Indramayu beserta seluruh add hoc dalam melaksanakan setiap kegiatan tahapan disemua tingkatan yaitu, harus mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, pengukuran suhu tubuh dengan thermo gun maksimal 37.3 o c, face shield, dan social distancing minimal 1 meter antar peserta yang mengikuti kegiatan.

C. Sosialisasi Pilkada dengan protokol kesehatan covid-19

Dalam Rangka Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Indramayu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Indramayu telah merangkai kegiatan Sosialisasi yang sudah di mulai sejak memasuki tahapan Pilkada Sesuai dengan Tahapan Pilkada yang telah ditetapkan PKPU. Kegiatan Sosialisasi tersebut dibagi kedalam dua jenis kegiatan, kegiatan Tatap Muka dan Non Tatap Muka. Semua kegiatan sosialisasi meneraapkan Protokol Kesehata sesuai PKPU No.6 Tahun 2020.

(13)

13 | P a g e D. Pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih

(PPDP)

 Memastikan PPDP telah menjalani Rapid Test sesuai dengan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid19;

 Melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Coklit PPDP kepada badan penyelenggaran tingkat Desa/Kelurahan (PPS) sesuai dengan Arahan KPU RI dan Buku Kerja/Panduan PPDP serta mengarahkan kepada PPS untuk berkordinasi dengan RT/RW wilayah kerjanya max 1 hari sebelum Tahapan Coklit dilaksanakan;

 Memonitoring Pelaksanaan Bimbingan Teknis bagi PPDP yang dilaksanakan oleh PPS.

 Memastikan PPDP telah menerima Alat Kelengkapan PPDP (Form A-KWK, Form AA-KWK, Form AA1- KWK, Form AA2-KWK, AA3-KWK) serta Alat Pelindung Diri;

 Membuat Tim untuk melaksanakan kegiatan memonitoring dan Supervisi secara langsung dilapangan terhadap pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan oleh PPDP.

 Sanksi bagi PPDP yang tidak melaksanakan tugasnya berupa Peringatan Keras serta evaluasi terhapan kinerja PPDP

E. Calon Perseorangan

Ada bakal calon perseorangan yang telah menyerahkan dokumen dukungannya atas nama Toto Sucartono sebagai Bakal Calon Bupati Indramayu dan Deis Handika Bakal Calon Wakil Bupati Indramayu. Jumlah dukungan yang diserahkan adalah sebanyak 127.123 pendukung, dan hasil penghitungan KPU Indramayu pada saat proses penyerahan dukungan adalah sebanyak 126.492 dokumen dukungan yang memenuhi syarat dan sebanyak 599 dokumen dukungan yang tidak memenuhi syarat. Sesuai tahapan Pilkada setelah penerimaan berkas dukungan, KPU melakukan proses Verifikasi administrasi terhadap dokumen dukungan yang diserahkan bakal pasangan calon dimulai tanggal 27 Februari 2020 sampai dengan 25 Maret 2020. diperoleh sebanyak 120.452 jumlah dokumen memenuhi syarat dan sebanyak 6.040 jumlah dokumen tidak memenuhi syarat. Setelah dilakukan proses verifikasi administrasi, KPU Indramayu melakukan verifikasi faktual oleh PPS atau sebutan lain sebagi petugas verifikasi faktual, selama 14 hari sejak dokumen pasangan calon diterima oleh PPS. Hasil verfikasi faktual yang telah dilakukan, diperoleh sejumlah 95.603 dokumen memenuhi syarat dan sejumlah 24.849 dokumen tidak memenuhi syarat. Hasil tersebut sedang dilakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Dukungan Bakal Calon Perseorangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Tahun 2020 di Kantor KPU Kabupaten Indramayu tanggal 20 Juli 2020.

F. Pemutakhiran data dan daftar pemilih

a. Melakukan Proses analisis dan penyaringan Data Pemilih yang telah meninggal dunia yang masih terdaftar dalam DP4

b. Menganalisa serta menambahkan 6.229 Pemilih Pemula/Baru kedalam Daftar Pemilih dengan kategori: - Genap usia 17 th per 9 Desember 2020 (6.194 Pemilih) - Belum Genap usia 17 th tetapi telah menikah (26 Pemilih) - TNI/Polri yang telah Pensiun (9 Pemilih)

c. Berkordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten indramayu apabila dalam tahapan pemutakhitan daftar pemilih didapati penduduk yang telah memiliki hak pilih tetapi belum memiliki identitas kependudukan berupa KTP-el.

d. Mempersiapakan Perencanaan Kegiatan koordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten indramayu untuk pelaksanaan kegiatan Perekaman KTP-el ke Sekolah-sekolah, Lembaga Pemasyarakatan Indramayu, dan wilayah

(14)

14 | P a g e desa/Kelurahan yang pendudukan yang masih banyak belum memiliki KTP- el.

e. Mempersiapakan Perencanaan Kegiatan koordinasi dengan Disnakertran Kabupaten indramayu untuk pendataan Pemilih yang bekerja di luar negeri.

G. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus agar pada Pilkada lancar

 Ketepatan waktu lelang, pengadaan logistik dari mulai proses lelang sampai distribusi.

 Peningkatan Kualitas SDM KPPS melalui kegiatan bimbingan teknis secara berjenjang yang memadai.

 Kesiapan aparat keamanan dalam setiap kegiatan yang berpotensi terjadi pengarahan massa.

 Meningkatkan koordinasi dengan Bawaslu dan seluruh stakeholder terkait seperti Forkopimda dan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupat.

7. Penjelasan Bawaslu Kabupaten Indramayu

A. Jumlah Anggaran dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)

Jumlah anggaran sesuai Naskah Perjanjian hibah Daerah (NPHD) yang dialokasikan untuk Bawaslu Kabupaten Indramayu pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 sebesar Rp.23.073.626.500,- (dua puluh tiga milyar tujuh puluh tiga juta enam ratus dua puluh enam ribu lima ratus rupiah) dengan rincian tahun anggaran 2019 sebesar Rp.484.765.000,- (empat ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus enam puluh lima ribu rupiah) dan tahun 2020 sebesar Rp.22.588.861.500,- (dua puluh dua milyar lima ratus delapan puluh delapan juta delapan ratus enam puluh satu ribu lima ratus rupiah). Dalam proses penyusunan, penandatangan dan pencairan NPHD tersebut Bawaslu Kabupaten Indramayu tidak mengalami kendala dan Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat memfasilitasi semuanya dengan baik. Berkaitan dengan anggaran yang diterima saat ini memang tidak sesuai dengan pengajuan kebutuhan awal tetapi setelah dipilah-pilah kembali Bawaslu Kabupaten Indramayu telah menyesuaikan dengan anggaran yang diterima.

B. Persiapan Bawaslu terkait pengawasan tahapan lanjutan Pilkada di masa Pandemi Covid-19

Persiapan Bawaslu Kabupaten Indramayu terkait pengawasan tahapan lanjutan Pilkada serentak tahun 2020 dalam masa pandemicorona virus disease 2019 (Covid- 19) diantaranya Bawaslu Kabupaten Indramayu beserta jajaran Panwaslu Kecamatan telah mengikuti pemeriksaan Rapid Tes dan tidak ditemukan adanya anggota Panwaslu yang berstatus positif. Selain itu, Bawaslu Kabupaten Indramayu juga telah melengkapi jajaran Pengawas (Panwaslu Kecamatan maupun Panwaslu Kelurahan/Desa) dengan alat pelindung diri (APD) berupa masker, face shield dan sarung tangan yang terbuat dari bahan lateks serta dibagikan hand sanitizer.

C. Pelaksanaan rekrutmen Panwaslu di setiap tingkatan

Dalam pelaksanaan rekrutmen Panwaslu Kecamatan yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Indramayu berpedoman pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor: 0883/K.BAWASLU/KP.01.00/XI/2019, tertanggal 04 November 2019 tentang pedoman pelaksanaan pembentukan Panwas Kecamatan tahun 2019. Bawaslu Kabupaten Indramayu juga melaksanakan tes

(15)

15 | P a g e tertulis sistem online dan wawancara dengan berpedoman pada surat Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor\:

0518/K.Bawaslu/TU.00.01/XI/2019, tertanggal 15 November 2019 perihal petunjuk teknis pelaksanaan tes tertulis Online, Wawancara dan monitoring perekrutan Panwas Kecamatan dalam pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota tahun 2020. Adapun pelaksanaan pelantikan anggota Panwaslu Kecamatan yang terpilih sebanyak 93 orang dari 31 Kecamatan dilaksanakan pada 23 Desember 2019. Selain itu, dalam pelaksanaan rekrutmen Panwaslu Kelurahan/Desa yang dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan berpedoman pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor:0215/K.BAWASLU/KP.01.00/II/2020, tertanggal 06 Februari 2020 tentang pedoman pelaksanaan pembentukan Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa tahun 2020. Adapun pelaksanaan pelantikan Panwaslu Kelurahan/Desa dilaksanakan di tiap-tiap kecamatan pada 13 atau 14 Maret 2020.

Dalam pelaksanaan rekrutmen Panwaslu di setiap tingkatan Bawaslu Kabupaten Indramayu tidak mengalami kendala yang signifikan.

D. Kesiapan Bawaslu terkait penyampaian laporan hasil pengawasan pada masing- masing tahapan melalui sistem online

Berkaitan dengan penyampaian laporan hasil pengawasan melalui sistem online, meskipun Bawaslu Kabupaten Indramayu belum menerapkan sistem laporan berbasis aplikatif, namun selama ini Bawaslu Kabupaten sudah menerapkan pelaporan sistem online kepada Panwaslu Kecamatan melalui email maupun WA Grup.

E. Pemetaan Bawaslu terhadap potensi kerawanan pada pelaksanaan Pilkada

Hasil pemetaan Bawaslu Kabupaten Indramayu terhadap potensi kerawanan pada pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 mengacu pada pelaksanaan Pemilu 2019 dan Pemilihan sebelumnya, sebagai berikut:

a) Adanya putusan KASN terkait tidak netralnya ASN b) Adanya laporan/pemberitaan/kasus tidak netralnya ASN

c) Adanya laporan/pemberitaan/kasus petahana menjadi calon kepala

d) Adanya laporan/pemberitaan/kasus dua atau lebih tokoh kuat daerah menjadi calon kepala daerah/wakilnya

e) Adanya hambatan pekerjaan penyelenggara Pemilu karena jaringan internet di sebagian besar kantor kelurahan/desa di daerah ini (kantor PPS)

f) Adanya laporan/pemberitaan/kasus hubungan kekerabatan tokoh kuat memiliki hubungan kekerabatan dengan calon kepala daerah/wakilnya (Berdasarkan IKP dari Media)

Sedangkan terkait Covid-19 diantaranya adanya lonjakan jumlah pasien positif Covid- 19 di daerah ini (berdasarkan keterangan dari Gugus Tugas Covid-19 setempat dalam periode Maret-Juni 2020 dan adanya perubahan status wilayah dari zona hijau menjadi zona merah terkait Pandemi Covid-19. Adapun salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan cara melibatkan masyarakat dalam pengawasan partisipatif untuk mengawal proses demokrasi yang lebih baik, sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial dan daring, dan pemberdayaan alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP). Koordinasi yang dilakukan dengan anggota Gakkumdu dari unsur Kepolisian maupun Kejaksaan sampai saat ini masih terjalin dengan baik.

(16)

16 | P a g e F. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus untuk pelaksanaan Pilkada

Menurut Bawaslu Kabupaten Indramayu, hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus untuk pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 diantaranya berkaitan dengan belum maksimalnya penerapan atas ketentuan (regulasi) tentang alat peraga kampanye (APK) karena selama ini sering ditemukan adanya APK terpasang diluar zonasi yang telah ditentukan KPU. Selain itu, berkaitan dengan ketentuan batasan usia bagi calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (Pengawas TPS) paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun pada saat mendaftar juga masih menjadi salah satu kendala yang selalu dialami oleh Panwaslu Kecamatan mengingat bahwa masyarakat di Kelurahan/Desa yang sudah berusia lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun rata-rata bekerja di luar kota (urban)

8. Pelaksanaan Program Pertanahan dan Penanganan Kasus-kasus Pertanahan

(17)

17 | P a g e

(18)

18 | P a g e 9. Catatan dan Masukan dari Anggota Komisi II DPR RI

 Berbicara tentang e-govemment tidak lepas dari integrase pada sebuah sistem. Semua sistem yg diterapakan oleh Pemda hendaknya online. Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah harus membangun jaringan terintegrasi untuk semua pelayanan dan sistem berbasis e-govemment, jangan lagi prosedur dan tata kelolanya diserahkan tersendiri ke kabupaten dan kota masing-masing, apabila terintegrasi maka data maupun informasi apa pun yang ada di kabupaten dan kota dapat diakses oleh pemerintah pusat.

 Pemerintah Kabupaten Indramayu hendaknya dapat memiliki spirit untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kondisi saat ini PAD masih 12 % dari APBD. Hal ini dikarenakan kondisi Kabupaten Indramayu, walaupun memiliki kilang minyak Balongan nyatanya pendapatan yang didapat dari kilang minyak tersebut hanya sebatas PBB Tanah dan juga dari bagi hasil pajak masuk ke PAD.

 Fungsi dan Tugas Bawaslu saat ini masih dalam katagori amat dan sangat tidak memuaskan, hal ini terkait dengan indikator permasalahan money politik yang masih terjadi dan tidak dapat dituntaskan oleh Bawasku ketika pelaksanaan Pilkada.

(19)

19 | P a g e

 Dalam melaksanakan tahapan pencocokan dan penelitian hendaknya KPU dapat memastikan petugas pemutakhiran data pemilih untuk menjangkau semua pemilih sampai ke plosok desa.

 Komisi II DPR menghimbau agar Pilkada di Kabupaten Indramayu tidak lagi menggunakan Surat Keterangan (Suket). Percetakan KTP-El bagi para pemilih harus dituntaskan sebelum pelaksanaan Pilkada. Hal ini sangat penting karrena KTP-EL adalah basis pemilih. Khusus untuk pemilih pemula, hendaknya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipilmenerapkan sistem “jemput bola”.

 Terkait dengan Pandemi Covid-19 yang masih akan berlangsung, Pemerintah Kabupaten Indramayu, KPU dan Bawaslu hendaknya selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dalam menerapkan prosedur dan protokol Kesehatan yang ketat pada setiap tahapan lanjutan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Indramayu, sehingga dapat memastikan pemlilih, peserta dan penyelenggara terjamin kesehatannya dan keselamatan dan jangan menjadi “cluster” baru dalam penyebaran Pandemi Covid-19.

 Terkait dengan Realokasi Anggaran dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19, Komisi II DPR meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk dapat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat tepat sasaran dan dapat mengurangi beban masyarakat.

 Walau tidak mudah mengatasi kontraksi Anggaran, tetapi hendaknya Pemerintah Kabupaten Indramayu juga perlu transparansi dalam penggunanan anggaran pelaksanaan penanganan Kesehatan, Penanganan Jaringan Pengaman Sosial dan Penanganan Dampak Ekonomi di Kabupaten Indramayum sehingga Pemerintahan yang bersih dan berwibawa dapat terwujud.

 Komisi II DPR mengharapkan peran penting Bawaslu Kabupaten Indramayu untuk mengawasi Kandidat Calon Bupati yang berasal dari Incument yang mempolitisasi dan memanfaatkan bantuan sosial Covid-19 kepada masyarakat dengan cara apapun.

 Komisi II DPR mengharapkan agar KPU Kabupaten Indramayu dapat menaikan angka partisipasi pemilih, hal ini berkaca pada partisipasi pemilih Pilkada sebelumnya kurang dari 60%. Tidak mudah untuk dapat menaikan angka partisipasi Pilkada tahun 2020 ini ditengah-tengah kondisi Pandemi Covid-19. Komisi II DPR mengapresiasi KPU Kabupaten Indramayu yang akan menargetkan angka pertisipasi pemilih sebesar 77,5%.

 Terkait dengan Netralitas ASN, Pemerintah Kabupaten Indramayu membuat regulasi berkaitan dengan postingan ASN di Media social yang memposting kegiatan atau pun iklan Kandidat Calon Bopati tertentu. Dan diharapkan agar Bawaslu dapat mensosialisasikan secara dini apakah postingan ASN terhadapat Kandidat tertentu masuk dalam katagori pelanggaran, sehingga permasalahan ini dapat teratasi dari sejak dini.

 Terhadap permasalahan sengketa pertanahan antara masyarakat dengan perkebunan tebu PT RNI, dimana pokok sengketa nya adalah masyarakan mersa kehilangan tanahnya karena dimanfaatkan utk perkebunan, Komisi II DPR meminta kepada BPN Kabupaten Indramayu dapat meneyelesaikannya sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku. Kemitraan sebagai solusi yang disampaikan oleh BPN menjadi jalan yang baik bagi masyarakat sekitar sehingga tetap dapat mengelola perkebunannya dengan mendapatkan kegiatan yang ekonomis.

 Komisi II DPR mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Polres Indramayu dapat mengawal permasalahan sengketa pertanahan antara masyarakat dengan perkebunan tebu PT RNI sampai ada solusi dan penyelesaian bersama semua pihak sehingga masalah ini tidak berlarut-larut, Komisi II DPR juga telah membentuk Tim Bersama dengan Kementrian ATR/BPN untuk penyelesaian kasus dan sengketa pertanahan yang katagorinya permasalahan atau sengketa yang berimplikasi kepada masyarakat banyak. Tetapi apabila sengketa pertanahan antara masyarakat dengan perkebunan tebu PT RNI tersebut sudak masuk dalam Pengadilan, maka hal ini bukan domain Komisi II lagi untuk penyelesaiannya.

(20)

20 | P a g e B. PERTEMUAN DENGAN BPN KABUPATEN KARAWANG

1. Terget dan realisasi kegiatan-kegiatan strategis Kantah Kabupaten Karawang untuk tahun anggaran 2019 dan tahun 2020, sebagai berikut :

a. Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 1) Target dan Realisasi PTSL 2019:

 Target Peta Bidang Tanah (PBT) : 47.750 Bidang, terealisasi 47.750 (100%)

 Target Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) : 45.750 Bidang, teralisasi 45.750 (100%) 2) Target dan Realisasi PTSL 2020 sampai dengan tanggal 18 Juli 2020 sebagai

berikut :

 Target Peta Bidang Tanah (PBT) : 43.750 Bidang, terealisasi 43.750 Bidang (100%)

 Target Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) : 25.850 Bidang, teralisasi 24.141 Bidang (93,57%)

Kendala yang dihadapi:

Ada perubahan target PTSL tahun 2020 baik PBT maupun SHAT. Untuk perubahan target PBT terdapat penurunan 11.250 bidang (20,45%) dan target SHAT terdapat penurunan 23.200 bidang (47,35%). Penurunan ini disebabkan karena adanya pandemi COVID-19 sehingga mengakibatkan pengurangan anggaran dari pusat. Idealnya jumlah target desa lengkap dikurangi, dari total 34 desa. Namun tidak dapat dilaksanakan karena pekerjaan telah dilakukan serentak di seluruh desa (Baik pekerjaan fisik maupun yuridis). Bahkan sebelum perintah saving anggaran, beberapa sertipikat telah terbit dan sudah dicairkan anggaranannya. Hal ini menyebabkan tidak dapat dilakukan pengurangan jumlah desa, yang berakibat tidak semua target desa lengkap PTSL 2020 (n-1) dapat teralisir.

b. Redistribusi, Pensertifikatan BMN, IP4T

1) Redistribusi

 Target dan realisasi Redistribusi Tanah Tahun Anggaran 2019 Target tahun 2019 : 1300 bidang, realisasi fisik 1300 bidang (100%)

 Target dan realisasi Redistribusi Tanah Tahun Anggaran2020 Target tahun 2020 : 500 bidang, realisasi fisik 500 bidang (100%) 2) Pensertifikatan BMN

 Target dan realisasi Pensertifikatan BMN Tahun 2019 Target tahun 2019 : 11 bidang, teralisasi 11 bidang (100%)

 Target dan realisasi Pensertifikatan BMN Tahun 2020 Target tahun 2020 : 5 bidang, teralisasi 5 bidang (100%) 3) IP4T

Target IP4T Tahun 2019 sebanyak 2000 bidang berlokasi di Desa Pulo Kalapa Kecamatan Lemahabang, realisasi fisik dan keuangan 100%.

c. Pensertifikatan Lintas Sektor

 Target dan realisasi Pensertifikatan Lintas Sektor Tahun 2019

Target Tahun 2019 : 250 bidang (UKM: 150 bidang, Nelayan:100 bidang), teralisasi 250 bidang (100%)

 Target dan realisasi Pensertifikatan Lintas Sektor Tahun 2020

 Target Tahun 2020 : Tidak ada Kendala yang dihadapi:

Dalam pelaksanaan Redistribusi, Pensertifikatan BMN, IP4T dan Pensertifikata Lintas Sektor tidak ada kendala.

(21)

21 | P a g e 2. Terkait dengan Kasus Pertanahan di wilayah Kabupaten Karawang :

a. Jumlah kasus tanah (sengketa, perkara di pengadilan, belum terselesaikan)

 Sengketa

Jumlah 4 kasus (masih dalam proses penanganan).

 Perkara

Jumlah 20 kasus terdiri dari:

- Perdata sebanyak 18 perkara (Proses di PN: 13 perkara; Ditingkat banding: 1 perkara; Kasasi: 1 perkara; dan Inkrach: 3 perkara)

- Pengadilan Tatausaha Negara: 2 perkara (1 perkara masih dalam proses persidangan dan 1 perkara Inkrach.

Upaya Penyelesaian:

Selain penyelesaian melalui peradilan ditempuh upaya penyelesaian yang

dikoordinasikan oleh Kementerian Maritim dan Investasi, yang sampai dengan saat ini belum diperoleh penyelesaiannya.

2) Tanah Masyarakat Desa Pakisjaya, Kecamatan Tanjungpakis, Kabupaten Karawang yang status tanahnya sudah bersertipikat Hak Milik melalui program PTSL tahun 2018 diklaim oleh Perum Perhutani dengan alasan bidang-bidang tanah tersebut merupakan kawasan hutan, sedangkan faktanya di tempat tersebut tidak terdapat patok batas kehutanan, dan tidak terdapat jenis tanaman kehutanan serta di lapangan masyarakat telah puluhan tahun menguasai dan memanfaatkan tanah tersebut yang digunakan untuk tambak, rumah, masjid, sawah dan bahkan telah berdiri bangunan Kantor Desa Pakisjaya dan Sekolah Dasar.

Upaya penyelesaian:

1) Dilakukan kajian baik yuridis, fisik dan administrasi terhadap permohonan sertipikat oleh masyarakat Desa Pakisjaya serta berdasarkan penguasaan fisik oleh masyarakat yang sudah lama yang dalam penguasaannya tidak terdapat keberatan dari pihak lain, maka kesimpulannya penerbitan sertipikat kepada masyarakat tersebut telah memenuhi syarat dan sesuai ketentuan perundang- undangan yang berlaku.

2) Terhadap klaim Perum Perhutani penanganan permasalahannya dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Karawang serta masyarakat peserta PTSL Desa Pakisjaya yang hasilnya secara prinsip Pemerintah Kabupaten Karawang dan DPRD Kabupaten Karawang sepakat untuk menyerahkan Sertipikat Hak Atas Tanah kepada peserta PTSL, adapun mengenai klaim pihak Perum Perhutani sepanjang tidak mengakui kepemilikan tanah oleh masyarakat, maka disarankan untuk melakukan upaya hukum melalui Lembaga Peradilan.

3.Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan survey, pengukuran dan pemetaan dari SDM, peralatan, dan aspek lainnya

a. Kondisi SDM, survey Pengukuran dan Pemetaan : Jumlah petugas ukur sebanyak 23 orang, terdiri dari : 1) 4 orang tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN)

2) 19 orang tenaga Asisten Surveyor Kadasteral (ASK)

b. Kondisi peralatan penunjang Survey, Pengukuran dan Pemetaan : 1) Alat Real Time Kinematic (RTK) : 4 buah

2) Continuously Operating Reference Station CORS : 4 buah 3) Total Station : 3 buah

4) Theodolite : 1 buah 5) GPS Handhel : 1 buah

(22)

22 | P a g e Kendala – kendala yang dihadapi :

1) Berdasar pada kondisi diatas, menyebabkan pelayanan masyarakat di bidang Pengukuran dan Pemetaan terjadi kelambatan karena penggunaan alat ukur yang harus bergantian antara petugas ukur yang satu dengan yang lainnya; Idealnya jumlah alat ukur dengan jumlah petugas ukur sama, sehingga antar petugas ukur tidak saling menunggu giliran untuk memakai alat ukur.

2) Kesulitan untuk memetakan sertipikat-sertipikat lama ke dalam sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP), karena:

a) Masih terdapat sertipikat lama yang tidak disertai dengan Surat Ukur/ Gambar Situasi;

b) Sertipikat lama hilang, sementara itu bidang tanahnya telah dialihkan kepada pihak lain dengan alas hak tidak menggunakan bukti sertipikat;

c) Pemegang hak tidak menguasai fisik bidang tanah dan tidak memanfaatkan tanahnya (ditelantarkan).

3) Semakin berkurangnya Petugas Ukur karena memasuki masa pensiun sedangkan penerimaan ASN khusus di bidang pengukuran terbatas.

Upaya-upaya yang dilakukan :

1) Melakukan intensifikasi Petugas Ukur yang ada dengan mengukur beban kerja maksimal dan manajemen penjadwalan alat ukur sesuai dengan skala prioritas masing- masing pelayanan dengan mengedepankan pemenuhan pelayanan yang adil kepada pengguna layanan.

2) Terhadap kesulitan pemetaan sertipikat lama, dilakukan penelitian dan identifikasi di lapangan dengan meminta informasi dari kepala desa atau orang-orang yang mengetahui riwayat tanah tersebut.

4. Isu-su strategis yang membutuhkan perhatian khusus terkait masalah ketataruangan

a. Adapun isu isu strategis yang membutuhkan pehatian khusus terkait masalah ketataruangan di Wilayah Kabupaten Karawang terdiri dari :

1) Dampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) antara lain:

a) Pembangunan Trase dan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung;

b) Pembangunan Jalan Tol Japek II Sisi Selatan; dan

c) Rencana Perluasan Trase Kereta Api Cepat Jakarta - Surabaya.

Bahwa dengan adanya Proyek Strategis Nasional tersebut di atas mengakibatkan atau berdampak kepada Pola Ruang yang telah ditetapkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kabupaten Karawang Tahun 2011- 2031 sehingga harus dilakukan Penyesuaian dan Perubahan/Revisi RencanaTata Ruang Wilayah (RTRW) agar kegiatan tersebut sesuai dengan peruntukannya.

2) Diperlukan perhatian khusus agar tidak terjadi alih fungsi lahan pada areal tanah pertanian LP2B yang telah ditetapkan berasarkan Perda Kabupaten Karawang No.

1 Tahun 2018.

b. Terkait Regulasi yang ada apakah sudah memadai untuk menangani permasalahan- permasalahan tata ruang wilayah

Dalam penanganan akibat dari isu-isu tata ruang di atas, diperlukan perbaikan maupun pembuatan regulasi baru agar Permasalahan Tata Ruang Wilayah dapat dihindari diantaranya:

 Terkait adanya kegiatan Proyek Strategis Nasional agar dapat berjalan sesuai koridor hukum Pemerintah Daerah sedang melakukan revisi Peraturan Daerah No 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2011 – 2031;

(23)

23 | P a g e

 Sejalan dengan Revisi RTRW Kabupaten Karawang yang sedang berjalan, salah satu prioritas revisinya adalah memasukkan areal LP2B kedalam RTRW.

Harapan

1. Kondisi gedung arsip untuk penyimpanan dan pengamanan warkah saat ini sudah Overload sebagai akibat penambahan arsip warkah yang cukup banyak dari program PTSL setiap tahunnya, sehingga sangat dibutuhkan gedung arsip baru, untuk itu mohon dukungan dari yang terhormat Anggota Komisi II DPR RI untuk dapat memberikan atensi terhadap permasalahan tersebut.

2. Dalam rangka kelancaran pelaksanaan program PTSL yang di dalamnya turut membantu percepatan legalisasi aset Pemerintah Kabupaten Karawang, mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Karawang membuat regulasi untuk meringankan beban masyarakat dalam pengenaan BPHTB dan menganggarkan dalam APBD untuk membantu masyarakat peserta PTSL dan aparat desa dalam hal penyiapan dokumen, pengadaan patok dan materai serta kegiatan operasional petugas desa sebagaimana diatur dalam SKB 3 menteri.

Catatan dan Masukan dari Anggota Komisi II DPR RI

 Terhadap program PTSL yang telah berjalan, masih adanya sebagian masyarakat komlpain atas pemungutan biaya sertifikat yang tidak ada strandar. Hal ini perlu menjadi perhatian dari BPN agar jangan sampai menghalangi program penuntasan sertifikasi tanah masyarakat yang merupakan program unggulan Presiden.

 Diperlukan regulasi tersendiri untuk biaya sertifikat pada program, PTSL sehingga ada penyeragaman punggutan biaya.

 Terhadap permsalahan Kasus Pengadaan Tanah Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dimana PT Karawang Cipta Persada mengajukan keberatan nilai ganti kerugian atas bidang-bidang tanah seluas 329.925 M2 yang terkena pembebasan tanah untuk kepentingan umum Trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Komisi II DPR RI mendorong dilkasanakannya mediasi penyelesaian kasus secara tuntas, tepat dan cepat dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementran ATR/BPN dan Kemetrian Perhubungan terhadap PT Karawang Cipta Persada diluar proses peradilan yang sudah berjalan, hal ini penting karena Kasus pengadaan tanah di Kabupaten Karawang ini berfungsi untuk proyek strategis Nasional.

 Terhadap permasalahan tanah masyarakat Desa Pakisjaya, Kecamatan Tanjungpakis, Kabupaten Karawang yang status tanahnya sudah bersertipikat Hak Milik melalui program PTSL tahun 2018 diklaim oleh Perum Perhutani dengan alasan bidang-bidang tanah tersebut merupakan kawasan hutan, Komisi II DPR RI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karawang dan DPRD Kabupaten Karawang yang secara prinsip sepakat untuk menyerahkan Sertipikat Hak Atas Tanah kepada masyarakat peserta PTSL. Sedangkan terhadap klaim pihak Perum Perhutani sepanjang tidak mengakui kepemilikan tanah oleh masyarakat, untuk melakukan upaya hukum melalui Lembaga Peradilan.

 Anggota Komisi II DPR RI menginginkan permasalahan kasus dan sengketa pertanahan yang ada di Kabupaten Karawang dapat di dijadikan role model untuk penyelesaian di daerah lain seperti masalah pembangunan tol di Sumatera.

 Terkait kasus dan sengketa pertanahan yang belum masuk ke ranah Pengadilan dan berdampak pada masyarakat luas, Komisi II DPR RI akan membantu secara kelembagaan penyelesaian permasalahan pertanahan di daerah. Saat ini Komisi II DPR RI telah membentuk Tim Bersama penyelesaian kasus-kasus pertanahan dengan Kementran ATR/BPN.

 Bertransformasinya Kabupaten Karawang dari daerah Agraris ke Industri, menjadikan permasalahan tersendiri, permasalahannya pada tata ruang dan alih fungsi lahan.

Diperlukan koordinasi BPN dan Bapedda Kabupaten Karawang sehingga permasalahan tersebut dapat teratasi dan karawang tetap sebagai daerah lumbung pangan Nasional dan menjadi daerah industri elit maju dan berkembang.

(24)

24 | P a g e

 Sesuai dengan kemajuan teknologi dan informasi, digitalisasi produk dan hasil kerja nyata dalam system sebuah produk administrasi merupakan sebuah keniscayaan, untuk kedepan diperlukan oleh BPN sertifikasi secara elektronik, sehingga mudah, efektif dan efisien.

 Sesuai dengan perkembangan zaman, perpanjangan HGU oleh Perusahaan atau perkebunan secara luas beratus-ratus Hektare dipandang bukan hal yang utama lagi, HGU perkebunan tidak perlu luas seperti yang ada sebelum-sebelum sekarang ini, hal ini dikarenakan trend nya perkebunanan sudah pada pada kemajuan dengan mencari bibit unggul. Untuk itu, menjadikan hal tersebut perlu dipelajari oleh BPN dalam membuat aturan dan kebijakan baru.

 Pemerintah Kabupaten Karawang dan BPN perlu memberikan dorongan terhadap Perusahaan yang akan mendirikan Industri lebih kepada merekomendasikan Industri Manufaktur. Hal ini dikarenakan Industri Manufaktur sangat mendorong PDRB seperti yang terjadi di Singapura. Mudah-mudahan dengan dibanyaknya dibangun Tol akan terbangun infrastruktur yg lain dan akan membantu tumbuh kembangnya Industri manufaktur.

 Banyaknya permasalahan kasus dan sengketa pertanahan yang tidak kunjung selesai dan bertahun-tahun lamanya, dari segi regulasi, ada suatu permasalahan tersendiri, apakah yang kurang peraturannya atau dibutuhkan peraturan lainnya yang dapat mendorong penyelesaian kasus dan sengketa secara cepat.

C. PERTEMUAN DI KABUPATEN KARAWANG

1. Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi

Reformasi Birokrasi yang sudah dimulai sejak 2010 dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi (GDRB) 2010- 2025, Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 ini lalu ditindaklanjuti dalam suatu Peraturan PermenPANRB dibuatkan Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014 fase ke-1 dan Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019 fase ke-2. Pada 2020, Reformasi Birokrasi akan masuk fase ke-3, yaitu tahun 2020-2024.

Tujuan Reformasi Birokrasi sesuai Perpres No 81/2010, yakni untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) disertai penguatan aspek akuntabilitas dan penguatan pelayanan publik, dengan didorong oleh birokrasi pemerintah yang profesional, berintegritas tinggi, menjadi pelayan masyarakat, dan abdi negara. Birokrasi seperti itu diharapkan akan memberikan kontribusi nyata pada capaian kinerja pemerintahan dan pembangunan nasional serta daerah.

Dalam Perpres maupun PermenPANRB telah ditetapkan delapan area perubahan, yaitu manajemen perubahan, penguatan akuntabilitas, pengawasan, kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, tata laksana, peraturan perundangan, dan pelayanan publik. Reformasi birokrasi di Kabupaten Karawang, dihadapkan pada upaya untuk mengatasi in-efisiensi, in-efektivitas, peningkatan profesionalisme SDM yang belum optimal, belum optimalnya perubahan mind-set dan culture set yang belum optimal, kinerja akuntabilitas yang belum optimal, serta menciptakan pelayanan publik yang belum berkualitas.

Pada Pemerintah Kabupaten Karawang dalam rangka Reformasi Birokrasi telah menerbitkan peraturan Bupati Karawang Nomor 52 Tahun 2017 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Kabupaten Karawang. Kebijakan Pemkab Karawang dalam melaksanakan agenda Reformasi Birokrasi adalah mengutamakan efektifitas dan efisiensi penyelenggraan pemerintahan daerah. Untuk penataan kelembagaan yang dihadapi oleh Pemkab Karawang saat ini adalah penyederhanaan Birokrasi yaitu berati tidak lepas dari evaluasi kelembagaan yaitu evaluasi struktur organisasi. Pedoman yang digunakan untuk evaluasi kelembagaan Pemerintah Kabupaten Karawang mengacu Pemendagri No 99/2018 tentang Pembinaan dan Pengendalian Penataan Perangkat Daerah dan PermenPANRB No 20/2018 tentang Pedoman Evaluasi kelembagaan Instansi Pemerintah. Pemkab Karawang sampai saat ini untuk evaluasi kelembagaan

Referensi

Dokumen terkait

Secara khusus, kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan dan permasalahan yang dihadapi oleh PT Rajawali

Dalam menjalankan fungsi pengawasan pada masa persidangan II tahun sidang 2020 – 2021, Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Jawa

Maksud kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI adalah untuk mengetahu kondisi kondisi aktual, permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh PT Pelindo II

Pada kunjungan kerja ke Kabupaten Cianjur, Komisi II DPR RI mengadakan pertemuan dan dialog dengan Bupati Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Sekretaris Daerah

Maksud kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI adalah untuk mengetahu kondisi kondisi aktual, permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh PT Semen

Dari pertemuan yang dilakukan dengan PT SIER pada saat pelaksanaan Kunjungan Kerja Panja Penyehatan dan Restrukturisasi BUMN Komisi VI DPR RI pada Masa Persidangan II

Tim Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Kabupaten Bogor dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Kabupaten Bogor

Secara khusus Kunjungan Panja PTSL dan Tata Ruang Daerah Komisi II DPR RI ke Provinsi Sulawesi Tenggara adalah ingin mendapatkan informasi mengenai salah satu program stategis