• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN KERJA KOMISI II DPR RI KE PROVINSI JAMBI

MASA RESES PERSIDANGAN III TAHUN SIDANG 2020-2021 15 FEBRUARI 2021

I. PENDAHULUAN

A. DASAR KUNJUNGAN KERJA

Pelaksanaan kunjungan kerja didasarkan pada hasil rapat konsultasi antara Pimpinan DPR RI dengan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan, serta Keputusan Rapat Intern Komisi II DPR RI.

Tim Kunjungan Kerja Komisi II DPR-RI ke Provinsi Jambi berjumlah 15 (lima belas) orang Anggota, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR-RI, DR. H Syamsurizal, SE, MM (F-PPP) dan Wakil Ketua Komisi II DPR-RI, DR. Junimart Girsang, SH, MBA, MH (F-PDIP).

Nama-nama anggota Tim Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Jambi selengkapnya adalah sebagai berikut:

NO. NO.

ANGGOTA N A M A KETERANGAN

1. A-462 Dr. H. Syamsurizal, S.E., M.M.

Ketua Tim Wakil Ketua Komisi II/

F-PPP 2. A-142 DR. Junimart Girsang, S.H.,

MBA, MH. Wakil Ketua Komisi II /

F-PDI.P 3. A-246 H.M. Rifqinizami Karsayuda, S.H,

MH. Anggota/ F-PDI.P

4. A-259 Ir. Hugua Anggota/ F-PDI.P

5. A-273 Ir.H. Arsyadjuliandi Rachman,

MBA Anggota/ F-PG

6. A-283 Ir. Hanan A. Rozak, M.S Anggota/ F-PG

(2)

7. A-284 Bambang Patijaya, S.E., M.M. Anggota/ F-PG

8. A-75 H. Ahmad Muzani Anggota/ F- P.Gerindra

9. A-100 Prasetyo Hadi Anggota/ F- P.Gerindra

10. A-384 M. Syamsul Luthfi, S.E. Anggota/ F- Nasdem 11. A-37 Drs. H. Ibnu Multazam Anggota/ F-PKB 12. A-533 H. Wahyu Sanjaya, S.E. Anggota/ F-PD

13. A-534 H. Zulkifli Anwar Anggota/ F-PD

14. A-410 H. M. Nasir Djamil, M.Si. Anggota/ F-PKS 15. A-490 Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, S.E.,

MM. Anggota/ F-PAN

16. --- Mahmud Kasubag TU Komisi II

17. --- Muhdar Yusa Sekretariat Komisi II

18. --- Taofiek Hidayat Sekretariat Komisi II

19. --- Eko Supriyanto Protokol Komisi II

20. --- Rifai Sekretariat Komisi II

21. --- DR. Alim Bathoro Tenaga Ahli Komisi II 22. --- Abrar Amir, M.AP Tenaga Ahli Komisi II

23. --- Rian Indrayana TV Parlemen

Tim Kunjungan Kerja didampingi oleh Kabag dan Staf Sekretariat Komisi II DPR-RI, Tenaga Ahli Komisi II DPR-RI, bagian Pemberitaan dan TV Parlemen, serta utusan dari Kementerian/Lembaga mitra kerja Komisi II DPR RI, yaitu Kementerian Dalam Negeri dan Kementrian ATR/BPN RI.

B. WAKTU KUNJUNGAN KERJA RESES

Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Jambi dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 19 Februari 2021.

(3)

C. RUANG LINGKUP

Pada kunjungan kerja ke Provinsi Jambi ini, Komisi II DPR RI mengadakan pertemuan dan dialog dengan Pelaksana Harian Gubernur Provinsi Jambi serta para pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, selain itu juga hadir Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi beserta jajarannya, Kepala BKN Regonal 7 Sumbagsl, Kepala Ombudsman Provinsi Jambi, KPU Provinsi Jambi dan KPU 5 (lima) Kabupaten yang mengadakan Pilkada Serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi, dan Bawaslu Provinsi Jambi dan Bawaslu 5 (lima) Kabupaten yang mengadakan Pilkada Serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi. Dalam kunjungan ini, Komisi II DPR RI melakukan kegiatan pengawasan, menyerapan aspirasi dan dialog dengan berbagai pihak dan stakeholder terutama dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan mitra kerja Komisi II di daerah. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melaksanakan tugas dan fungsi dewan dalam bidang pengawasan terkait dengan ruang lingkup tugas dan fungsi Komisi II DPR RI.

Beberapa topik yang menjadi fokus perhatian Komisi II DPR RI dalam kunjungan kerja reses yakni berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah, implementasi Reformasi Birokrasi di lingkungan pemerintah daerah yang dilaksanakan oleh Provinsi Jambi, termasuk penerapkan e-government dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pelaksanaan program KTP elektronik di Provinsi Jambi, dan yang paling penting adalah tentang evaluasi pelaksanaan rekruitmen CPNS 2020 dan persiapan pengadaan CPNS dan PPPK tahun 2021 serta masalah-masalah lainnya adalah permasalahan Pertanahan yang fokusnya permasalahan target PTSL, Sengketa dan kasus pertanahan yang menonjol dan permasalahan yang lagi vitral di masyarakat temtamg sertifikat tanah elekronik serta yang paling pokok juga Evaluasi Pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi dan 5 (lima) Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi.

Seluruh data, informasi, maupun masukan yang diperoleh dari kunjungan kerja ini akan menjadi catatan penting bagi Komisi II DPR RI untuk nantinya ditindaklanjuti pada rapat-rapat dengan Kementerian/Lembaga mitra kerja Komisi II DPR RI serta dengan pihak-pihak terkait lainnya.

II. HASIL KUNJUNGAN KERJA

A. Penjelasan Pemerintahan Provinsi Jambi tentang Kegiatan Pemerintahan 1. APBD Provinsi Jambi

Tahun 2019: Rp. 5,222 Triliun Tahun 2020: Rp. 4,585 Triliun Tahun 2021: Rp. 4,516 Triliun

Komposisi komponen pendapatan daerah selama 3 tahun terakhir hampir sama, di mana proporsi PAD terhadap pendapatan daerah berturut – turut pada tahun 2019 sebesar 34,30%, tahun 2020 sebesar 32,58% dan tahun 2021 sebesar 35,09%.

(4)

Sedangkan proporsi dana perimbangan pada tahun 2019 adalah sebesar 65,10%, tahun 2020 sebesar 67,03% dan tahun 2021 sebesar 64,87%.

Sementara proporsi pendapatan lain-lain terus mengalami penurunan, dari 0,59% pada tahun 2019, menjadi 0,37% pada tahun 2020 dan 0,03% pada tahun 2021.

proporsi alokasi belanja daerah :

• belanja pegawai (BTL +BL) pada tahun 2019 adalah sebesar 33,06 persen, dengan belanja barang dan jasa sebesar 20,29 persen dan belanja modal sebesar 18,43 persen dari total belanja.

• pada tahun 2020, proporsi belanja pegawai (BL+BTL) sebesar 34,35 persen, dengan belanja barang dan jasa sebesar 16,88 persen dan belanja modal sebesar 13,71 persen.

• Sedangkan pada tahun 2021, proporsi belanja pegawai adalah sebesar 37,99 persen, dengan belanja barang dan jasa sebesar 16,96 persen dan belanja modal sebesar 5,79 persen dari total belanja.

2. Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi

a. Implementasikan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi

Adapun beberapa implementasi reformasi birokrasi di Pemerintahan Provinsi Jambi antara lain:

1) Membangun dan menetapkan unit kerja zona integritas guna memperoleh predikat Wilayah Bebas dan Korupsi (WBK).

2) Melaksanakan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sebagai Penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara untuk membangun sistem promosi yang kompetitif.

3) Peta proses bisnis telah terbangun sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya.

4) Penerapan e-government khususnya untuk peningkatan kualitas pelayanan.

b. APIP

Pemerintah Provinsi Jambi telah memiliki 66 Orang Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), yang terdiri dari 30 Orang Auditor dan 36 Orang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD). APIP telah diberikan anggaran yang cukup untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan serta bimbingan teknis minimal 120 jam/tahun/APIP, di samping pelatihan audit investigatif yang dikerjasamakan dengan KPK. Selain itu dapat diinformasikan bahwa per Desember 2019 yang lalu, kapabilitas APIP Provinsi Jambi telah berada pada level 3 dengan maturitas SPIP level 3.

3. Penerapan e-govemment dalam penyelenggaraan pelayanan publik

Telah dilakukan pada beberapa perangkat daerah terutama yang sifatnya bersentuhan dengan pelayanan masyarakat langsung seperti:

(5)

1. RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi;

2. UPTPPD SAMSAT Kota Jambi;

3. Dinas DPM-PTSP Provinsi Jambi;

4. Dinas Perpustakaan dan Arsip;

5. Dinas Kesehatan;

6. Dinas Kehutanan;

7. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk;

8. Dinas koperasi dan UKM;

9. Dinas Pendidikan, dan;

10. Badan Kepegawaian Daerah.

4. Dana Desa

Pelaksanaan pengelolaan dana desa di wilayah Provinsi Jambi yakni :

a. Menurunkan jumlah desa tertinggal di Provinsi Jambi dari 847 desa menjadi 154 desa

b. Meningkatkan jumlah desa maju dari 14 desa menjadi 285 desa c. Desa mandiri dari tidak ada menjadi 84 desa.

5. Pengelolaan dan Pembinaan Arsip Daerah

Telah dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Kepala ANRI Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis. Kebijakan bidang kearsipan daerah yang telah ditetapkan yaitu Kebijakan tentang Tata Naskah Dinas, Kebijakan tentang klasifikasi arsip, Kebijakan tentang Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis dan Kebijakan sistem klasifikasi keamanan dan akses arsip dinamis. Saat ini Pemerintah Provinsi Jambi telah memiliki 34 orang arsiparis yang dibina dan tersebar pada 14 Perangkat Daerah untuk penguatan pengelolaan arsip daerah.

Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai pengampu urusan tersebut juga telah memiliki beberapa ruangan penunjang untuk melakukan perawatan arsip diantaranya:

1. ruang Depo arsip statis yang dilengkapi dengan Roolopack;

2. ruangan arsip inaktif;

3. ruangan arsip kartografi;

4. ruangan layanan arsip;

5. ruangan pojok baca arsip;

6. ruangan record center, dan;

7. secara rutin melakuan fumigasi arsip yang berguna untuk menjaga arsip dari serangan hama.

6. Evaluasi pengadaan PPPK dan CPNS Tahun 2019 dan 2020 di Provinsi Jambi

Adapun penjelasan pengadaan PPPK dan CPNS Tahun 2019 dan 2020 di Provinsi Jambi sebagai berikut:

• Pemerintah Provinsi Jambi tidak melaksanakan seleksi CPNS pada tahun 2019.

• Untuk pelaksanaan tahun 2020 dan 2021, Pemerintah Provinsi Jambi mengajukan Usulan Kebutuhan ASN Tahun 2021 sebanyak 609 Formasi, namun hasil verifikasi oleh pihak Kemenpan RB, formasi Pemprov Jambi menjadi 394 formasi yaitu PPPK sebanyak 201 (195 formasi guru dan 6

(6)

formasi guru agama) dan CPNS sebanyak 193 (formasi tenaga kesehatan dan teknis).

• Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu petunjuk dari Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara terkait penetapan formasi dan Pelaksanaan Seleksi tahun 2021.

Sedangkan rencana Pemerintah Provinsi Jambi terhadap tenaga honorer, Pemerintah Provinsi Jambi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Instansi terkait tentang kebijakan tenaga honorer, karena wewenang pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS dan PPPK hanya ada di Pemerintah Pusat

7. Pelaksanaan Program KTP-El

Perkembangan terakhir dari Program KTP elektronik di Provinsi Jambi dapat disampaikan sampai dengan Januari 2021:

Persentase Perekaman dan Pencetakan KTP elektronik sudah mencapai 99,66% dari target nasional sebesar 98% atau sebanyak 2.479.101 jiwa dari Wajib KTP elektronik sebanyak 2.487.546 jiwa.

Tabel

Adapun kendala-kendala yang dihadapi permasalahan KTp-El sebagai berikut :

• Terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kelancaran perekaman dan pencetakan KTP-el (alat Rekam dan Cetak KTP banyak yang rusak, belum memiliki sarana mobilitas/ kendaraan operasional perekaman)

• Lokasi/ medan di beberapa lokasi perekaman yang sulit di jangkau menggunakan kendaraan.

• Sulitnya akses jaringan dan listrik di beberapa tempat terpencil.

• Keterbatasan SDM dan tenaga teknis pendukung.

8. Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak lanjutan 2020

Secara umum Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi berlangsung aman, tertib dan lancer. Partisipasi pemilih pilkada serentak tahun 2020 adalah sebesar 67,90 persen atau lebih tinggi 2,24 persen dibanding partisipasi Pilgub tahun 2015 yang sebesar 65,66 persen.

(7)

B. Penjelasan KPU Provinsi Jambi tentang Pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan 2020 pada masa Pandemi Covid-19.

1. Jumlah anggaran dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)

Anggaran Tambahan APBN Untuk Protokol Kesehatan

No KPU PROV/KAB/KOTA ANGGARAN TAMBAHAN

1. KPU PROVINSI JAMBI 368.715.000

2. KPU KAB. KERINCI 9.886.895.000

3. KPU KAB. MERANGIN 11.294.411.000

4. KPU KAB. SAROLANGUN 8.296.917.000

5. KPU KAB. BATANGHARI 7.168.386.000

6. KPU KAB. MUARO JAMBI 9.626.982.000 7. KPU KAB. TANJAB BARAT 7.747.690.000 8. KPU KAB. TANJAB TIMUR 5.999.216.000

9. KPU KAB. BUNGO 8.988.799.000

10. KPU KAB. TEBO 7.497.255.000

11. KPU KOTA JAMBI 8.965.902.000

12. KPU KOTA SUNGAI PENUH 3.273.150.000

JUMLAH 89.114.318.000

(8)

Kendala Pencairan Hibah

Untuk KPU Provinsi Jambi dan 4 KPU Kabupaten/Kota (Kab. Batanghari, Kab.

Tanjung Jabung Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur dan Kota Sungai Penuh) tidak ada kendala dalam pencairan dana hibah penyelenggaraan Pemilihan Serentak Tahun 2020. Sementara untuk KPU Kabupaten Bungo, kendala terjadi karena tidak tersedianya kas daerah Pemda Bungo, sehingga mengalami keterlambatan dari ketentuan yang telah diatur oleh Kementrian Dalam Negeri, namun tetap bisa dilaksanakan sebelum pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara.

2. Data pemilih dan pemuktahiran data pemilih di Provinsi Jambi dan 5 (lima) Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

Persoalan terkait temuan hasil pengawasan yang disampaikan oleh Bawaslu dan jajarannya di tingkat bawah meliputi:

- Pemilih/rumah pemilih yang tidak tertempel stiker coklit;

- Kerja PPDP dilakukan oleh pihak lain;

- Potensi persoalan pemilih yang tinggal di daerah perbatasan (batas antar propinsi dan batas antar kabupaten/kota)

- Pemilih yang TMS masih tercatat dalam daftar pemilih

- Pemilih MS belum terdaftar dalam daftar pemilih (khususnya pemilih pemula ataupun pemilih baru)

- Pemilih DPK hasil Pemilu 2019 tidak masuk dalam daftar pemilih hasil coklit

(9)

3. Rekapitulasi hasil perolehan suara Paslon Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi

(10)
(11)

4. Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 Di Provinsi Jambi Dan 5 (Lima) Kab/Kota Di Provinsi Jambi

 Pendaftaran Pasangan Calon a. Pencalonan Perseorangan

 Jadwal tahapan 26 Oktober 2019 s.d 23 Agustus 2020

 Syarat jumlah dukungan minimal 210.431 dukungan dan tersebar pada 6 (enam) Kab/Kota di Provinsi Jambi.

 Sampai dengan akhir masa penerimaan bakal pasangan calon tidak ada pasangan calon perseorangan yang mendaftarkan diri.

b. Pencalonan dari Partai Politik

 Jadwal tahapan 28 Agustus 2020 s.d 24 September 2020

 20% kursi DPRD Provinsi Jambi yaitu 11 kursi atau

 25% akumulasi perolehan suara sah Pemilihan DPRD Tahun 2019 yaitu 456.759

 Sampai dengan akhir tahapan terdapat 3 pasangan calon yang ditetapkan sebagai kontestan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi yaitu :

(12)

NO NAMA PASANGAN CALON PARPOL PENGUSUL 1. Drs. H. Cek Endra dan Hj. Ratu Munawaroh  Partai Golkar

 Partai Demokrasi Indonesia

Perjuangan 2. Dr. Drs. H. Fachrori Umar dan Drs. H.

Syafril Nursal, S.H., M.H.  Partai Gerakan Indonesia Raya

 Partai Demokrat

 Partai Hanura

 Partai Persatuan Pembangunan 3. Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. dan Drs. H.

Abdullah Sani, M.Pd  Partai Amanat

Nasional

 Partai Kebangkitan Bangsa

 Partai Keadilan Sejahtera

 KAMPANYE

Jadwal tahapan Kampanye 26 September 2020 s.d 5 Desember 2020 Debat Publik dilaksanakan 3 kali:

 Debat antar Calon Gubernur (24 Oktober 2020)

 Debat antar Calon Wakil Gubernur (21 November 2020)

 Debat Antar Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur(5 Desember 2020)

Kampanye di masa pandemi lebih banyak dialokasikan ke Kampanye melalui metode penyebaran bahan kampanye, alat peraga kampanye dan kampanye melalui media. Untuk kampanye tatap muka masih tetap dilaksanakan namun dibatasi jumlahnya dan wajib mematuhi protokol kesehatan.

 PEMUNGUTAN SUARA Pemungutan Suara

- Pemungutan dan Penghitungan Suara 9 Desember 2020 - Rekapitulasi 10 – 20 Desember 2020

- Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara menerapkan protokol kesehatan baik KPPS maupun pemilih dan pengawas TPS, diantaranya melakukan pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak, mencuci tangan dan menyemprot disinfektan di area TPS

- KPPS sebelumnya telah melaksanakan Rapid Test untuk memastikan tidak terdapat Virus COVID-19

- Bilik khusus disediakan di setiap TPS apabila terdapat pemilih yang memiliki suhu tubuh diatas 37,30° Ceclius.

- Pelaksanaan secara umum barjalan dengan baik dan lancar.

5. Partisipasi Masyarakat Dalam Menggunakan Hak Pilih Pada Pilkada Serentak Lanjutan 2020 Di Provinsi/ Kabupaten/Kota

Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jambi mempunyai Program unggulan untuk meningkatkan partisipasi pemilih diantaranya:

(13)

 Sosialisasi Hari Pemungutan Suara (Suku Anak Dalam, Pemilih Marginal, Pemilih Perempuan, Pemilih Lapas, Pemilih Rawan Konflik dan Bencana) dengan metode tatap muka

 Sosialisasi oleh Penyelenggara Pemilu (PPK, PPS, KPPS dan PPDP) dengan metode door to door

 Mobil pintar pemilu (pasar, Sunday morning, mal, dll)

 Partisipasi Pemilih untuk Pilkada 2020 naik dari Pilkada sebelumnya yaitu sebesar 1,1% dari Pilkada 2015 sebesar 66,8% menjadi 67,9%

 Tingkat partisipasi tertinggi ada di Kabupaten Batanghari dengan 83,98%

sedangkan terrendah ada di Kabupaten Kerinci dengan 56,52%

 Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di masa pandemi sehingga kurang optimal karena dibatasi jumlah dan peserta sosialisasinya

6. Evaluasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan, Implementasi Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Yang Diterapkan Oleh KPU Provinsi/

Kabupaten/Kota

 Implementasi Menindaklanjuti Surat Ketua Bawaslu Nomor 121/K.

BAWASLU-PROV.JA-11/PM.00.03/XI/2020 terjadi pelanggaran administrasi Pemilu terkait pelanggaran protokol kesehatan pencegahan covid-19 pada kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2020.

Yang diberikan kepada Paslon Nomor urut 1 dan 2 sbb:

1. Drs. Ahmadi Zubir. MM dan Dr. Alvia Santoni. MM 2. Fikar Azami. S.H. M.H dan Yos Adrino, S.E

Dengan Sanksi:

Larangan Kampanye tatap muka selama 3 (tiga) hari tanggal 13, 14 dan 15 November 2020 terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Nomor urut 1 (Drs. Ahmadi Zubir, MM dan Dr. Alvia Santoni, MM) dan Nomor urut 2 (Fikar Azami, S. H., M. H dan Yos Adrino, S. E).

 Implementasi Menindaklanjuti Surat Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh Nomor 188/K.BAWASLU-PROV.JA-11/PM.06.00.02/XII/2020 terjadi pelanggaran administrasi Pemilu terkait pelanggaran protokol kesehatan pencegahan covid-19 pada kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2020.

Dengan Sanksi:

Larangan Kampanye tatap muka selama 3 (tiga) hari tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2020 terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Nomor urut 1 (Drs. Ahmadi Zubir, MM dan Dr. Alvia Santoni, MM) dan Nomor urut 2 (Fikar Azami, S. H., M. H dan Yos Adrino, S. E).

7. Evaluasi terkait tata cara pelaksanaan pemungutan suara sesuai dengan disiplin protokol kesehatan Pilkada serentak lanjutan 2020 oleh KPU Provinsi Jambi dan KPUD Kabupaten/Kota

Agar ditingkatkan dan disesuaikan dengan beban kerja, Penyesuaian Anggaran dengan kondisi rill dilapangan, Perlu diberikan anggaran yang cukup untuk bisa membuat TPS yang bisa mengakomodir seluruh saksi dan masyarakat yang datang mengantri menunggu giliran pencoblosan sesuai dengan protocol kesehatan.

(14)

8. Hasil uji coba sistem informasi repapitulasi (Sirekap) dalam perhitungan dan rekapitulasi suara pada Pilkada serentak lanjutan 2020 KPU Provinsi Jambi dan KPUD Kabupaten/Kota

Penggunaan Aplikasi Sirekap secara umum, Sirekap Mobile relatif cukup mudah dipahami, terlebih mengingat ketersediaan waktu Bimtek yang singkat dan hanya dilaksanakan secara daring akibat pandemi COVID-19, namun hasilnya tetap memenuhi target. Adapun beberapa hal tentang penggunaan Sirekap yakni:

- Beberapa petugas kesulitan pada proses aktivasi karena menggunakan metode dan aplikasi yang tidak populer digunakan.

- Beberapa petugas memahami setidaknya ada error oleh karena perangkat yang bermasalah, koneksi data yang tidak stabil dan persoalan dari server, namun saat berhasil sudah masuk dapat dikatakan jarang mengalami eror dan dapat digunakan.

- Keberadaan Sirekap dirasa mempermudah Penyelenggara dalam melakukan rekapitulasi, jika terdapat kesalahan pembacaan angka masih dapat diperbaiki selama foto belum terkirim.

- Masalah yang terjadi terkendala dengan tinggi nya spesifikasi handphone yang diharuskan, karena tidak semua penyelenggara mempunyai spesifikasi yang diharapkan apalagi di pedesaan, selain itu tidak meratanya sinyal handphone membuat beberapa KPPS mengalami kesulitan dalam mengirim data ke server.

- Beberapa petugas mengalami kesulitan mengikuti jalannya pelatihan aplikasi dikarenakan tidak meratanya sinyal dan kegagalan server yang masih kerap terjadi saat simulasi.

- Anggaran dirasa kurang mencukupi untuk bimtek SIREKAP kepada petugas.

Untuk memahami SIREKAP, perlu bimtek 4-5 kali sebelum Simulasi Serentak SIREKAP Nasional.

- Secara umum penyelenggara dimudahkan dengan adanya aplikasi Sirekap, karena meminimalisir kesalahan hitung pada saat penghitungan suara maupun rekaputilasi di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Hanya saja perlu diperhatikan lagi terkait infrastruktur untuk menunjang aplikasi Sirekap.

9. Rekomendasi Bawaslu yang disampaikan kepada KPU Provinsi/Kabupaten/Kota Jambi

Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di wilayah Provinsi Jambi dan 5 (lima) Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak terdapat beberapa rekomendasi dari Bawaslu adalah sebagai berikut:

a. Kota Sungai Penuh

1) Rekomendasi dari Bawaslu Kota Sungai Penuh tanggal 3 November 2020 terkait dengan pelanggaran Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2020 yang dilakukan oleh Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1 (Drs. Ahmadi Zubir, MM. dan Dr. Alvia Santoni, MM) dan Nomor Urut 2 (Fikar Azami, SH.,MH dan Yos Adrino,SE).

Tindaklanjuti terhadap Rekomendasi:

KPU Kota Sungai Penuh telah menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan memberikan sanksi larangan melakukan kampanye Tatap Muka dan Dialog selama 3 (tiga) hari pada tanggal 13-15 November 2020.

(15)

2) Rekomendasi dari Bawaslu Kota Sungai Penuh tanggal 2 Desember 2020 terkait dengan pelanggaran Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2020 yang dilakukan oleh Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1 (Drs. Ahmadi Zubir, MM. dan Dr. Alvia Santoni, MM) dan Nomor Urut 2 (Fikar Azami, SH.,MH dan Yos Adrino,SE).

Tindaklanjuti terhadap Rekomendasi:

KPU Kota Sungai Penuh telah menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan memberikan sanksi larangan melakukan kampanye Tatap Muka dan Dialog selama 3 (tiga) hari pada tanggal 4-6 Desember 2020.

3) Rekomendasi dari Bawaslu Kota Sungai Penuh tanggal 8 Februari 2021 terkait pelanggaran administrasi tahapan Pencalonan karena terdapat kekeliruan atau kesalahan pengetikan nomor dan tanggal keputusan pimpinan Partai Politik tingkat pusat tentang persetujuan bakal Pasangan Calon dari Partai Berkarya dan Patai Persatuan Pembangunan pada lampiran dokumen Model TT.1-KWK Pendaftaran Bakal Pasangan Calon dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2020 atas nama Drs. Ahmadi Zubir, MM. dan Dr. Alvia Santoni, MM.

Tindaklanjuti terhadap Rekomendasi:

KPU Kota Sungai Penuh menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan melakukan ralat Lampiran Model TT.1-KWK tanda terima Pendaftaran Bakal Pasangan Calon dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2020 atas nama Drs. Ahmadi Zubir MM dan Dr.Alvia Santoni, MM sebagaimana berikut :

NO Partai Politik Tertulis Seharusnya 1. Partai Berkarya SK-029/PILKADA/DPP-

BERKARYA/VIII/2020 27 AGUSTUS 2020

SK-059/PILKADA/DPP- BERKARYA/VIII/2020 27 AGUSTUS 2020 2. Partai

Persatuan Pembangunan

266/SK/DPP/C/IX/2020

3 SEPTEMBER 2020 275/SK/DPP/C/VIII/2020 9 SEPTEMBER 2020

4) Rekomendasi dari Panwas Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh tanggal 10 Desember 2021 untuk melakukan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di TPS 01 Desa Cempaka Kecamatan Hamparan Rawang bagi pemilih yang belum menggunakan Hak Pilih, karena terdapat seorang pemilih yang menggunakan Hak Pilih lebih dari satu kali sehingga Pemungutan Suara pada tanggal 9 Desember 2021 dihentikan pada pukul 11.30 WIB.

Tindaklanjuti terhadap Rekomendasi:

KPU Kota Sungai Penuh melalui Panitia Pemilihan Kecamatan Hamparan Rawang telah melakukan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) bagi pemilih

(16)

yang belum menggunakan Hak Pilih di TPS 01 Desa Cempaka Kecamatan Hamparan Rawang tanggal 13 Desember 2020.

b. Kabupaten Batanghari

Rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Batanghari tanggal 11 Desember 2020, karena terdapat kekurangan surat suara untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020, sehingga terdapat 53 (lima puluh tiga) pemilih di TPS 2 Desa Kaos, Kecamatan Pemayung tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Tindaklanjuti terhadap Rekomendasi:

KPU Kabupaten Batanghari telah menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Batanghari dengan melakukan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) kepada 53 (lima puluh tiga) pemilih di TPS 2 Desa Kaos, Kecamatan Pemayung yang belum menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Desember 2020.

c. Kabupaten Bungo

Rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Bungo tanggal 10 Desember 2020, karena terdapat pelaksanaan pemugutan suara tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana terdapat pemilih yang menggunakan hak pilihnya dengan cara mencontreng dengan menggunakan pena/spidol di TPS 07 Kelurahan Cadika Kecamatan Rimbo Tengah sebanyak 53 (lima puluh tiga) orang pemilih untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bungo dan 55 (lima puluh lima) orang pemilih untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi dan di TPS 4 Kelurahan Sungai Kerjan Kecamatan Bungo Dani sebanyak 10 (sepuluh) orang pemilih untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bungo dan 12 (dua belas) orang pemilih untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.

Tindaklanjuti terhadap Rekomendasi:

KPU Kabupaten Bungo telah menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu tersebut dengan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 07 Kelurahan Cadika Kecamatan Rimbo Tengah dan di TPS 4 Kelurahan Sungai Kerjan Kecamatan Bungo Dani yang dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2020.

10. Sengketa Proses dan sengketa hasil yang diajukan terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020

Secara keseluruhan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di wilayah Provinsi Jambi terdapat 2 (dua) sengketa:

1. Sengketa Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020.

- Bahwa setelah KPU Provinsi Jambi menetapkan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jambi Nomor 127/PL.02.6- Kpt/15/Prov/XII/2020 pada tanggal 19 Desember 2020, Pasangan Calon Nomor Urut 1 (satu) Drs. H.Cek Endra dan Hj. Ratu Munawaroh yang mendapatkan suara terbanyak kedua dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 23 Desember 2020.

(17)

- Dalam pemohonannya Pasangan Calon Nomor Urut 1 (satu) Drs. H.Cek Endra dan Hj. Ratu Munawaroh mempermasalahkan adanya pemilih yang tidak berhak memilih menggunakan hak pilih pada saat pemungutan suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 yang terdapat di 88 (delapan puluh delapan) TPS, yang tersebar di 15 (lima belas) Kecamatan di 5 (lima) Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jambi yakni di Kabupaten Muaro Jambi, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

- Paslon Nomor Urut 1 (satu) Pasangan Calon Nomor Urut 1 (satu) Drs. H.

Cek Endra dan Hj. Ratu Munawaroh meminta dalam permohonannya untuk membatalkan Keputusan KPU Provinsi Jambi Nomor 127/PL.02.6- Kpt/15/Prov/XII/2020 pada tanggal 19 Desember 2020, untuk dibatalkan serta dilakukannya PSU (Pemungutan Suara Ulang) di wilayah 5 (lima) Kabupaten/Kota tersebut.

- Proses Sengketa Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 saat ini masih dalam Proses Persidangan di Mahkamah Konstitusi yang awali pada tanggal 26 Januari 2021 untuk mendengarkan Pembacaan dan Penyampaian Salinan Permohonan oleh Pemohon kemudian dilanjutkan pada tanggal 1 Februari 2021 dengan Agenda Pembacaan Jawaban oleh Termohon, Keterangan Pihak Terkait, dan Keterangan Bawaslu, dan

- Saat itu KPU Provinsi Jambi menunggu agenda sidang selanjutnya yaitu Pengucapan Putusan/Ketetapan dalam hal terdapat permohonan yang tidak diputus pada putusan akhir yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2021 s.d 16 Februari 2021.

2. Sengketa Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh.

- Bahwa setelah KPU Kota Sungai Penuh menetapkan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh berdasarkan Keputusan KPU Kota Sungai Penuh Nomor 320/PL.02.6-Kpt/1572/KPU-Kot/XII/2020 pada tanggal 17 Desember 2020, Pasangan Calon Nomor Urut 2 (dua) Fikar Azami, SH.,MH dan Yos Adrino, SE yang mendapatkan suara terbanyak kedua dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 18 Desember 2020.

- Dalam pemohonannya Pasangan Calon Nomor Urut 2 (dua) Fikar Azami, SH.,MH dan Yos Adrino, SE mempermasalahkan tentang proses pendaftaran Bakal Pasangan Calon Drs. Ahmadi Zubir, MM. dan Dr. Alvia Santoni, MM. karena menurut pemohon proses pendaftaran Bakal Pasangan Calon Tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Perundang- undangan yang berlaku karena menurut Pemohon dukungan Partai Politik dari Pasangan Calon Drs. Ahmadi Zubir, MM. dan Dr. Alvia Santoni, MM.

tidak sah dan telah melewati batas waktu sebagaimana tahapan pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh sehingga Pemohon Meminta agar Suara Pasangan Calon Drs. Ahmadi Zubir, MM. dan Dr. Alvia Santoni, MM di batalkan/didiskualifikasi

- Proses Sengketa Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2020 saat ini masih dalam Proses Persidangan di Mahkamah Konstitusi yang awali pada tanggal 26 Januari 2021 untuk mendengarkan Pembacaan dan Penyampaian Salinan Permohonan oleh Pemohon kemudian dilanjutkan pada tanggal 1 Februari 2021 dengan

(18)

Agenda Pembacaan Jawaban oleh Termohon, Keterangan Pihak Terkait, dan Keterangan Bawaslu. dan

- Saat itu menunggu agenda sidang selanjutnya yaitu Pengucapan Putusan/Ketetapan dalam hal terdapat permohonan yang tidak diputus pada putusan akhir yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2021 s.d 16 Februari 2021.

11. Kesiapan KPU Provinsi jambi dan KPU kabupaten/kota di provinsi jambi dalam menghadapin gugatan sengketa dan perselisihan hasil pilkada serentak lanjutan tahun 2020

KPU Provinsi Jambi telah mempersiapkan segala sesuatu dalam menghadapi gugatan sengketa dan perselisihan hasil dalam pemilihan Serentak Lanjutan dengan:

- Mempersiapkan Tim Hukum PHP KPU Provinsi Jambi, untuk mempersiapakan hal-hal yang diperlukan dalamm penyelesaian perselisihan hasil pemilihan;

- Melakukan identifikasi masalah terhadap pokok-pokok permohonan pemohon dalam Perselisihan Hasil Pemilihan di Mahkamah Konstitusi;

- Menunjuk Advokat/Penasehat Hukum untuk menghadapi Persidangan di Mahkamah Konstitusi;

- Melakukan Koordinasi dan berkonsultasi kepada Tim PHP (Perselisihan Hasil Pemilihan) KPU RI dan Tim Advokat;

- Mempersiapkan Jawaban beserta bukti-bukti untuk membantah seluruh dalil-dalil permohonan pemohon dalam Perselisihan Hasil Pemilihan di Mahkamah Konstitusi; dan

- Memberikan arahan kepada KPU Kabupaten/Kota yang di wilayahnya terdapat Permohonan atau Locus dalam Perselisihan Hasil Pemilihan di Mahkamah Konstitusi.

C. Penjelasan Bawaslu Provinsi Jambi

1. Jumlah Anggaran dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)

Jumlah Anggaran dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) setelah terjadinyan Refocussing dan Realokasi untuk Bawaslu Provinsi Jambi dan Bawaslu di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi yang melaksanakan Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 adalah sebagai berikut :

(19)

Kendala yang dihadapi dalam proses pencairan NPHD tersebut adalah sulitnya harmonisasi terhadap usulan bawaslu provinsi maupun kab/kota untuk kebutuhan pilkada serentak gubernur maupun bupati dan walikota serentak tahun 2020 ke Pemerintah Daerah, sehingga diselesaikan di Menteri Dalam Negeri. Jumlah anggaran tambahan dari Bawaslu Pusat yang bersumber dari APBN untuk menjalankan tahapan Pilkada lanjutan 2020 dalam menerapkan disiplin Protokol Kesehatan adalah anggaran tambahan APBN tahap 1: Rp.

4.495.855.000, anggaran tambahan APBN tahap 2: Rp. 6.857.530.000.

2. Data pemilih dan Pemuktahiran data pemilih di Provinsi/Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

Pengawasan Bawaslu Provinsi Jambi dan Bawaslu Kabupaten/Kota dalam pemutahiran data pemilih (Pencocokan dan Penelitian, penyusunan DPS sampai menjadi DPT) yakni:

1) Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih di Provinsi Jambi di laksanakan tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020 dalam proses pencoklitan tersebut Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota melaksanakan pengawasan secara melekat hal ini dapat di bukti dengan terdapatnya catatan temuan selama proses pencoklitan yang di tuangkan dalam surat saran perbaikan yang ditujukan kepada KPU Provinsi, Catatan tersebut antara lain:

a) Masih terdapat kab/kota yang belum selesai 100 persen pelaksanaan coklit oleh PPDP. (Tebo, Batanghari, Kerinci, Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, Bungo, Merangin)

b) Pelaksanaan coklit tidak dilakukan oleh PPDP secara langsung (perjokian) terkait nama yang tidak sesuai dengan SK KPU tentang penetapan PPDP. (Kota Jambi, Tanjab Barat, Muaro Jambi)

c) Potensi mobilisasi pemilih di daerah perbatasan (batas antar provinsi dan batas antar kabupaten), yang berakibat potensi memiliki kegandaan daftar pemilih.

d) Warga binaan di Lapas yang tidak memiliki data kependudukan (KTP Elektronik) akan mengakibatkan potensi tingginya jumlah Pemilih Tambahan (DPTb).

e) Hasil pengawasan dan koordinasi, ditemukan jumlah A.KWK lebih kecil dari jumlah yang sudah di coklit oleh PPDP. (Merangin)

f) Hasil pengawasan dan kooordinasi, terdapat tidak sinkronnya jumlah data dalam A.KWK dengan jumlah yang sudah dicoklit dan belum dicoklit. (Batanghari, Bungo, Kota Sungai Penuh, Tanjab Barat)

g) Masih terdapat pemilih dalam kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk dalam A.KWK sebanyak 411.921 dengan kategori TMS.

h) Masih terdapat pemilih yang Memenuhi Syarat (MS) tidak masuk dalam formulir model A.KWK.

i) Ditemukan sample audit rumah sebanyak 506 dengan sebaran di 154 desa/keluruhan se Provinsi Jambi dengan by name by address, terkait PPDP yang tidak menempelkan formulir model A.A.2-KWK (Stiker).

j) Dari hasil pengawasan dan koordinasi, ditemukan pemilih yang tidak sesuai nama dalam A.KWK dengan domisili atau alamat TPS. Hal ini

(20)

dikarenakan tidak dilakukan proses sinkronisasi formulir model A.KWK (DP4 dan DPT Terakhir).

k) Masih terdapat pemilih dalam ketegori DPK pada Pemilu 2019 sebanyak 53.753 orang tidak masuk dalam formulir model A.KWK.

l) Dari hasil pengawasan dan koordinasi, belum maksimalnya proses pendataan pemilih terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD), Kelompok Disabilitas dan Pemilih Pemula.

2) Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS)

Dalam proses penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Bawaslu Provinsi melaksanakan Pengawasan secara melekat dengan melaksanakan Supervisi, Sosialisasi dan Pengumpulan Data dari Kabupaten/Kota, hasil pengawasan tersebut di tuangkan dalam Surat Saran Perbaikan dalam persiapan penetapan DPS di tingkat Provinsi.

Temuan dalam pengawasan tersebut telah di serahkan ke KPU Provinsi Jambi untuk di tindak lanjuti.

3) Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Dalam proses penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bawaslu Provinsi melaksanakan Pengawasan secara melekat dengan melaksanakan Sosialisasi dan Pengumpulan Data dari Kabupaten/Kota, hasil pengawasan tersebut di tuangkan dalam Surat Saran Perbaikan sehingga terdapat perbaikan jumlah DPT di Kabupaten/Kota pasca Penetapan di Tingkat Provinsi. Temuan hasil pengawasan juga di masukkan dalam Berita Acara Penetapan DPT.

4) Langkah dan upaya dalam pengawasan yang telah dilakukan oleh Bawaslu Provinsi Jambi dan Bawaslu Kabupaten/Kota agar DPT yang disusun oleh KPU benar-benar valid dalam Pilkada serentak 2020 yakni:

- Melaksanakan Pengawasan Melekat terhadap seluruh rangakaian kegiatan pemutakhiran daftar pemilh.

- Menyurati Disdukcapil dalam permintaan by name by address penduduk yang berpotensi memenuhi syarat memilih.

- Membuka Posko Pengaduan Daftar Pemilih.

- Melakukan Supervisi di Daerah Perbatasan, Pemilih SAD dan Pemilih LAPAS.

- Memberikan Saran Perbaikan terhadap temuan dari hasil pengawasan di KPU Kabuapten/Kota dan Provinsi.

3. Pengawasan Bawaslu terhadap pengadaan dan distribusi APD/Logistik Pengadaan APD serta distribusi APD untuk Bawaslu Kabupaten /kota hingga Jajaran Pengawas ad hoc i tidak ada masalah, semua sudah di distribusikan sesuai dengan tahapannya.

4. Dugaan pelanggaran Netralitas ASN/TNI-Polri

Terdapat dugaan pelanggaran Netralitas ASN/TNI-Polri pada Pilkada di Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada serentak lanjutan 2020 dengan total 33 pelanggaran hukum lainnya. Tindak lanjut Bawaslu terhadap dugaan pelanggaran Netralitas ASN tersebut adalah merekomendasikan dugaan pelanggaran hukum lainnya tersebut ke Komisi

(21)

Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk dapat ditindaklanjuti. Setelah mendapatkan rekomendasi dari KASN, Bawaslu melakukan monitoring ke instansi terkait mengenai tindak lanjut ke instansi terkait untuk melaksanakan rekomendasi dari KASN tersebut.

5. Implementasi Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020 terkait Pengawasan, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Pilkada Serentak Lanjutan dalam kondisi Bencana Non Alam (Covid-19)

Merujuk pada Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020 Bab IV tentang PENYELESAIAN SENGKETA terkait Penyelesaian Sengketa Pemilihan Pilkada Serentak Lanjutan dalam kondisi Bencana Non Alam (Covid-19) di Provinsi Jambi, dikarenakan tidak adanya sengketa ataupun permohonan sengketa yang diajukan ke Bawaslu Provinsi Jambi, maka secara otomatis tidak adanya sidang/musyawarah baik terbuka maupun tertutup dan tidak ada pleno dalam hal meregistrasi laporan maupun pleno untuk pembuatan putusan.

Namun dalam tahapan Pilkada Serentak Lanjutan 2020 Bawaslu Provinsi Jambi telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan pencegahan mengenai Penyelesaian Sengketa Proses yang juga mematuhi dan memperhatikan protokol Covid-19, antara lain :

a. Rapat Kerja Teknis “Kilas Balik Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Tahun 2019 Dalam Menatap Sengketa Proses Pemilihan Tahun 2020”

b. Bimbingan Teknis Peningkatan Kapastias SDM Khususnya Penerapan Aplikasi SIPS Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020”

c. Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Proses secara Daring yang dikemas dalam Kegiatan “Mengupas Kesiapan Bawaslu dalam Penyelesaian Sengketa Pemiihan ditengah Pandemi Covid-19 sekaligus Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama antara Bawaslu Provinsi Jambi dan Universitas Batanghari”

d. Rapat Koordinasi Inventarisir Potensi Sengketa dan Sosisalisi Juknis Penyelesaian Sengketa Pemilihan”

e. Rapat Kerja Teknis Penyelesaian Sengketa Dalam Proses Penyusunan Pertimbangan Hukum (legal reasoning) Persiapan Penanganan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Tahun 2020”

f. Sosialisasi Penanganan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Tahun 2020”

g. Pengenalan dan Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS) Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pilkada Serentak lanjutan 2020”

h. Rakernis dalam rangka Kegiatan In House Training Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Serentak Lanjutan 2020 masa Pandemi Covid-19"

i. Konsolidasi Penyelesaian Sengketa Antar Peserta (PSAP) Pemilihan Kepala Daerah serentak Lanjutan Tahun 2020 pada Masa Pandemi Covid – 19”

j. Supervisi dan pengawasan secara langsung ke Bawaslu Kabupaten/Kota dalam rangka pencegahan serta menggali segala potensi – potensi yang mungkin terjadi adanya dugaan kesalahan prosedural maupun pelanggaran lainnya terkait semua pelaksanaan tahapan Pemilihan yang dilaksanakan oleh Penyelenggara pada semua tingkatan dan juga memastikan bahwa

(22)

pelaksanaan seluruh rangkaian tahapan Pemilihan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Implementasi yang dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Jambi dan seluruh jajaran dalam menjalankan Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020 terkait Penanganan Pelanggaran Pemilihan Pilkada Serentak Lanjutan dalam kondisi Bencana Non Alam (Covid-19) adalah merujuk pada Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020 Bab III tentang PENANGANAN PELANGGARAN yang dilakukan Bawaslu Provinsi Jambi antara lain menerapkan protokol kesehatan disaat proses penerimaan laporan dengan memastikan pelapor dan penerima laporan memalai masker, mencuci tangan, dan cek suhu tubuh, membatasi jumlah orang dan menjaga jarak yang berada di ruangan saat klarifikasi jika tidak memungkinkan klarifikasi dengan bertemu secara langsung maka dilakukan dengan daring, menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Semua kegiatan sosialisasi dan pencegahan mengenai Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses diatas dilaksanakan dengan memperhatikan Protokol Covid-19, dimana untuk kegiatan Daring dilakukan beberapa hal :

- Pimpinan melaksanakan Zoom diruangan yang berbeda dengan Staf Operator

- Sebelum melakukan kegiatan Zoom, ruangan Pimpinan maupun staf disemprot oleh disinfektan

- Disediakan Hand Sanitizer di tiap meja pimpinan maupun di ruangan staf - Seluruh pimpinan maupun staf Bawaslu diwajibkan menggunakan masker

selama berada dilingkungan kantor Bawaslu Provinsi Jambi

- Penyemprotan disinfektan ulang dilakukan setelah kegiatan zoom selesai.

Untuk kegiatan tatap muka, baik dihotel maupun dikantor bawaslu provinsi jambi juga demikian, dilakukan dengan memperhatikan protokol Covid-19, diantaranya :

- Membatasi jumlah peserta dalam satu ruangan kegiatan - Mewajibkan penggunaan masker

- Melakukan pengecekan suhu tubuh - Menyediakan Hand Sanitizer

- Melakukan penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah kegiatan - Menjaga jarak tempat duduk tiap peserta minimal 1,5 meter

6. Evaluasi Bawaslu Provinsi Jambi terhadap pelaksanaan e-rekap

Hasil evaluasi Bawaslu Provinsi Jambi terhadap pelaksanaan e-rekap, antara lain menyangkut:

a. Permasalahan akurasi Sirekap dibandingkan rekap manual, akurasi Sirekap lebih aman daripada akurasi yang manual.

b. Evaluasi Bawaslu dengan tingkat keamanan Sirekap, Sirekap dibanding dengan rekap manual adalah rekap manual lebih aman, karena sirekap lebih rentan terhadap hacker. Jika dilihat dari sisi waktu memang sirekap lebih efisien.

c. Evaluasi Bawaslu tentang Sumber Daya Manusia KPU dalam menjalankan Sirekap, SDM KPU masih belum sepenuhnya bisa mengoperasikan Sirekap.

(23)

d. Permasalahan jaringan internet di TPS-TPS yang ada di Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, Jaringan internet masih belum terjangkau di seluruh kecamatan dan desa yang ada di Provinsi Jambi.

7. Koordinasi Bawaslu Provinsi Jambi dengan instansi yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu dalam menangani berbagai pelanggaran tahapan Pilkada Serentak 2020

Koordinasi yang dilakukan oleh Bawaslu Provinsi Jambi hingga saat ini dengan instansi yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu dalam menangani berbagai pelanggaran yang ada dalam setiap tahapan Pilkada Serentak 2020 sudah sesuai dengan aturan yang berlaku seperti:

1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);

2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168);

3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47);

4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan, Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5898);

5) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihgan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang- Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 128 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6512);

6) Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1191);

7) Peraturan Bersama Ketua Badan Pengawas Pemilhan Umum Republik Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : 5

(24)

Tahun 2020 Nomor : 1 Tahun 2020 Nomor : 14 Tahun 2020 tentang Sentra Penegakkan Hukum Terpadu Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Walikota dan Wakil Walikota;

8) Peraturan Menteri Keuangan Republik lnonesia Nomor : 78/PMK.02/2019 tentang Standar Biaya Masukan Tahun 2020.

(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 567);

9) Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kerja dan Pola Hubungan Badan Pengawas Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara.

(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 nomor 20).

Sedangkan kendala yang dihadapi, dan saran untuk perbaikan kedepan agar koordinasi yang selama ini telah berjalan dapat lebih optimal lagi antara lain adalah perlunya penambahan staf administrasi dari masing-masing instansi untuk memperlancar koordinasi antar lembaga yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu.

8. Evaluasi Bawaslu terkait tata cara pelaksanaan pemungutan suara sesuai dengan disiplin Protokol Kesehatan Pilkada lanjutan 2020

Sejauh ini Bawaslu terkhusus Bawaslu provinsi Jambi dalam pencegahan penyebaran Covid dalam pelaksanaan pemungutan suara telah dengan disiplin menerapkan sesuai dengan protokol kesehatan. Karena sebelum pelaksanaan pemungutan suara bawaslu telah melaksanakan simulasi pelaksanaan pemungutan suara yang sesuai dengan prokes pencegahan covid yang memang dalam hal ini blm pernah dilaksanakan pada pilkada sebelumnya.

Selain itu untuk semua pengawas mulai dari kecamatan, kelurahan/desa, dan bahkan TPS telah melaksanakan tes rapid sebelum bertugas.

Untuk permasalahan untuk perbaikan ke depan kami berharap sebaik nya semua pihak yg terkait dapat menjalin kerjasama yang baik karena hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga pemerintah dan masyarakat. dan sebaiknya juga lebih sering dilakukan sosialisasi yang didukung dengan kesadaran setiap pihak terhadap pencegahan penularan covid sehingga pada setiap tahapan bukan hnya pada pemungutan suara dpt berjalan lancar, kesehatan dan keselamatan masyarakat bisa terjamin.

9. Pengawasan Bawaslu terhadap pelanggaran Pilkada dan adanya indikasi praktik Politik Uang (Money Politic) yang masih terjadi pada Pilkada serentak lanjutan 2020

Terdapat pelanggaran Politik Uang terjadi di Pilkada Provinsi Jambi dan di Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. Tindak lanjut Bawaslu terhadap dugaan pelanggaran tersebut adalah membahas pelanggaran pidana tersebut bersama Sentra Gakkumdu Provinsi Jambi dan menangani kasus tersebut sesuai

(25)

dengan peraturan yang berlaku. Mulai dari pembahasan tahap satu, klarifikasi, pembahasan tahap dua, penuntutan, dan persidangan di pengadilan sampai ada putusan akhir mengenai pelanggaran money politic tersebut.

10. Jumlah laporan secara keseluruhan yang diterima oleh Bawaslu di Jambi terkait pelaksanaan Pilkada tahun 2020 di Provinsi Jambi

Berikut adalah jumlah penanganan pelanggaran pilkada 2020:

Yang direkomendasikan kepada KPU untuk ditindaklanjuti ada 9 pelanggaran.

Tindak lanjut tersebut adalah KPU mengeluarkan peringatan tertulis dan teguran.

11. Jumlah sengketa proses maupun sengketa hasil yang diajukan terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 di wilayah Provinsi Jambi

Pada Pilkada Serentak Lanjutan 2020 di Provinsi Jambi tidak terdapat adanya sengketa, akan tetapi dalam menyikapi Bencana Non Alam (Covid-19) dalam hal penerimaan laporan baik langsung maunpun tidak langsung Sekretariat Bawaslu Provinsi Jambi menyiapkan loket penerimaan laporan baik langsung maupun tidak langsung (SIPS) yang sudah sesuai standar dengan protokol kesehatan Covid-19, dengan menyiapkan alat pemeriksa suhu tubuh dan keran cuci tangan didepan ruangan, hand sanitizer didalam ruang penerimaan laporan serta masker jika ada pemohon yang tidak membawa masker.

12. Kesiapan Bawaslu Provinsi/Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi dalam menghadapi gugatan sengketa dan Perselisihan hasil Pilkada Serentak lanjutan tahun 2020

Bawaslu Provinsi Jambi dan Bawaslu Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi dalam menghadapi Perselisihan hasil Pilkada Serentak lanjutan tahun 2020 adalah membuat keterangan tertulis yang bersumber dari hasil pengawasan Bawaslu

(26)

selama tahapan Pemilihan dengan register 130/PHP.GUB-XIX/2021 untuk Bawaslu Provinsi Jambi dan dengan register 67/PHP.KOT-XIX/2021untuk Bawaslu Kota Sungai Penuh. Saat ini persidangan yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi telah memasuki tahapan sidang pembacaan keterangan tertulis di Mahkamah Konstitusi dan penyampaian jawaban terlapor.

D. Pelaksanaan Program Pertanahan dan Penanganan Kasus-kasus Pertanahan

1. Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)

Provinsi Jambi mempunyai luas 5.016.005 Ha yang terdiri dari kawasan hutan seluas 2.117.987 Ha (42,2%) dan kawasan non hutan (Areal Penggunaan Lain / APL) seluas 2.898.018 Ha (57,8%). Dari kawasan APL seluas 2.898.018 Ha tersebut, diperkirakan ada sebanyak 2.424.066 bidang tanah di Provinsi Jambi, dimana sebanyak 1.244.188 bidang tanah telah terdaftar (51,33%) dan sebanyak 1.179.878 bidang tanah yang belum terdaftar (48,67 %).

Untuk bidang tanah yang belum terdaftar tersebut, Kanwil BPN Provinsi Jambi bersama dengan 11 (sebelas) Kantor Pertanahan Kabupaten / Kota se-Provinsi Jambi telah membuat roadmap penyelesaian pendaftaran tanah dan diharapkan pada tahun 2024 semua bidang tanah di Provinsi Jambi telah terdaftar sebagaimana tabel di bawah ini:

Kegiatan PTSL di Provinsi Jambi dibiayai dari anggaran Rupiah Murni (RM) dan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) dengan target PTSL Tahun 2020 sebanyak 168.005 yang terdiri dari target PTSL RM sebanyak 66.484 bidang dan target PTSL PHLN sebanyak 101.521 bidang. Realisasi PTSL RM 65.645 bidang (98,74%), realiasasi PTSL PHLN sebanyak 57.217 (56,36%) dan realisasi PTSL keseluruhan (RM + PHLN) sebanyak 122.682 (73,13%).

(27)

Adapun target PTSL di tahun 2021 sebanyak 264.053 yang terdiri dari anggaran RM sebanyak 22.053 dan anggaran PHLN sebanyak 242.000.

PBT (Peta Bidang Tanah), SHAT (Sertipikat Hak Atas Tanah), ASN (Aparatur Sipil Negara), ASN PM (Aparatur Sipil Negara Partisipasi Masyarakat)

(28)

2. Reforma Agraria

Reforma Agraria adalah kegiatan penataan kembali struktur pemilikan, penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah. Dasar hukum dalam pelaksanaan Reforma Agraria adalah Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018.

Terdapat 2 hal utama dalam Reforma Agraria yaitu:

• Penataan Aset

• Penataan Akses

Yang dimaksud Penataan Aset adalah penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah dalam rangka menciptakan keadilan di bidang penguasaan dan pemilikan tanah, sedangkan Penataan Akses adalah pemberian kesempatan akses permodalan maupun bantuan lain kepada Subjek Reforma Agraria dalam rangka meningkatan kesejahteraan yang berbasis pada pemanfaatan tanah, yang disebut juga pemberdayaan masyarakat. Untuk melaksanakan penataan asset diperlukan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang bersumber dari beberapa potensi.

Ada beberapa potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Provinsi Jambi antara lain:

- Pelepasan Kawasan Hutan;

- Penyelesaian sengketa konflik pertanahan;

- HGU yang tidak di perpanjang;

- Tanah transmigrasi yang belum bersertipikat.

Objek TORA tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat dan dilakukan kegiatan legalisasi aset (asset reform) melalui program sertipikasi redistribusi tanah. Untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima sertipikat redistribusi tanah maka dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat (access reform) dengan membuka akses masyarakat seluas-luasnya ke dunia permodalan.

Untuk kegiatan Sertifikasi Redistribusi Tanah di Provinsi Jambi Tahun 2020 dari target 5.683 bidang tanah telah diselesaikan sebanyak 5.683 bidang tanah (100%) yang tersebar di 9 kabupaten di Provinsi Jambi.

(29)

3. Permasalahan Pertanahan

Permasalahan di Provinsi Jambi yang mempunyai skala cukup besar yaitu sebagaimana tabel di bawah ini:

(30)

4. Sertipikat Elektronik

Bahwa dalam rangka menghadapi tantangan administrasi pertanahan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat maka Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melakukan inovasi-inovasi dan modernisasi pelayanan pertanahan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dalam rangka meningkatkan indikator kemudahan berusaha, dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi melalui penerapan pelayanan pertanahan berbasis elektronik, salah satunya adalah dengan sertipikat elektronik.

Dasar hukum Sertipikat Elektronik adalah

• Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

• Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Pasal 175 ayat 3 dan 4).

• Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik.

Sertipikat elektronik adalah sertipikat yang diterbitkan melalui sistem elektronik dalam bentuk dokumen elektronik, dengan tujuan efisensi dan transparansi pendaftaran tanah, meningkatkan pengelolaan arsip dan warkah, mengantisipasi bencana alam, dan yang paling penting adalah untuk meningkatkan nilai Registering Property dalam rangka memperbaiki peringkat Ease Of Doing Business Indonesia.

Pelaksanaan dari penerapan sertipikat elektronik ini akan diberlakukan secara bertahap dengan menunjuk Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ebagai pilot project terbit dahulu yang ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, dengan mempertimbangkan kesiapan dari infrastruktur baik dari sumber daya manusia ataupun peralatan serta data Pertanahan yang telah tervalidasi untuk mendukung pelaksanan sertipikat elektronik tersebut.

Sertipikat Elektronik meliputi pendaftaran tanah untuk pertama kali dan pemeliharaan data pertanahan. Dengan demikian masyarakat yang telah memiliki sertipikat dapat mengajukan alih media dari sertipikat konvesional menjadi Sertipikat Elektronik dengan cara menagajukan ganti blanko untuk sertipikat lama atau ada kegiatan pemeliharaan data sesuai dengan permohonan masyarakat.

Bahwa setelah berlakunya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik, tidak ada penarikan secara massal sertipikat yang ada di masyarakat.

5. Permasalahan Tata Ruang

Ruang dan tanah merupakan dua objek yang saling berkaitan dalam konteks penyelenggaraan penataan ruang dan pertanahan. Isu strategis yang muncul terkait kesenjangan tata ruang, juga bertautan dengan isu sinkronisasi antara perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian tata ruang dan tanah. Sampai tahun 2019, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan 11 RTRW Kabupaten/Kota telah tercapai 100% dan beberapa Perda RTRW di Kabupaten/Kota sedang dalam proses Peninjuan Kembali (PK) RTRW.

Sementara itu untuk Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Provinsi Jambi dan RDTR 11 Kabupaten/Kota belum ada.

(31)

Berdasarkan aspek perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian tata ruang, rendahnya kepastian dan ketaatan terhadap tata ruang disebabkan oleh beberapa faktor:

1) Kewenangan tata ruang yang terbagi antara Kementerian ATR/BPN dan Pemerintah Daerah. Artinya, seluruh proses dari penyusunan hingga menjadi Peraturan Daerah menjadi tanggung jawab beberapa pihak. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan komitmen dan pencapaian proses oleh semua pihak, diperlukan detil panduan, contoh: NSPK Penataan Ruang agar lengkap memberikan dampingan bagi semua pihak dalam perencanaan hingga pengendalian ruang dan tanah.

2) Belum tersedianya system terpadu untuk mendukung pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang.

3) Belum tersedianya instrumen pengendalian pemanfaatan ruang secara lengkap.

4) Belum optimalnya penegakan hukum pelanggaran pemanfaatan ruang.

E. Catatan dan Masukan dari Anggota Komisi II DPR RI

 Memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi dan di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Jambi yang mengalami kenaikan dari Pilkada sebelumnya yaitu sebesar 1,1% dari Pilkada 2015 sebesar 66,8% menjadi 67,9%.

 Permasalahan target penyelesaian PTSL hingga 2024 Untuk bidang tanah yang belum terdaftar, perlu kerja keras dari Kanwil BPN Provinsi Jambi bersama dengan 11 (sebelas) Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dalam merealisasikan roadmap penyelesaian pendaftaran tanah. Apakah dukungan perlatan pengukuran dapat terpenuhi dan Apakah dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat medukung dalam mencapai target penyelesaian hingga tahun 2024.

 Permasalahanan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik yang meresahkan masyarakat, diperlukam sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat secara luas.

 Apa permasalahannya tehadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Provinsi Jambi dan RDTR 11 Kabupaten/Kota belum ada hingga sekarang.

 Permasalahan terbitnya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik, belum pernah sama sekali Menteri ATR/BPN menyampaikannya ke Komisi II DPR RI apalagi untuk dibahas meminta persetujuan.

 Apakah Sertipikat Elektronik sudah pernah diuji coba dan kantor BPN mana yang sudah menreapkannya di Indonesia serta bagaimana permasalahan Pendanaan kegiatan Sertipikat Elektronik, jangan sampai menjadi permasalahan di BPK RI.

 Pada 20 Februari 2021, Komisi II menerima aspirasi dari Organisasi Guru dan Tenaga Kependidian Honorer Non Katagori (GTKHNK) 35 Tahun keatas, apa permasalahan Honorer secara umum di Provinsi Jambi.

 Terhadap potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Provinsi Jambi khusunya Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak di perpanjang, bagaimana syarat dari batas penggunaan Akta HGU dan kriteria waktunya sampai kapan.

 Terkait dengan kasus pertanahan dan penanganannya di Provinsi Jambi khususnya sengketa antara PT. Berkat Sawit Utama dengan Suku Anak Dalam

(32)

(SAD) 113 tentang permasalahan SAD 113 yang menuntut atas pelepasan secara sukarela sebagaian HGU PT. Berkat Sawit Utama sebanyak 3700 Ha, ini bukan permasalahan ganti rugi semata tetapi sudah persoalan yang lebih luas mengenai persoalan penguasaan tanah berimplikasi pada keberlanjutan hidup dan perlindungan penduduk suku anak dalam yang telah menyita “mata” dunia, bukan hanya BPN secara kelembagaan untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan Keadilan tetapi juga diminta abgar PLH Gubernur Jambi untuk tegas terhadap permasalahan ini sehingga persoalan dapat terselesaikan, jangan samapai tidak selesai ber tahun-tahun dan persoalan selalu berulang-ulang.

 Permasalahan banyaknya Guru yang akan pensiun dikarenakanpembukaan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas baru dan banyknya Guru pensiun, berdasarkan data Kemendikbud, tahun 2020 terdapat 72.976 guru pensiun.

Jumlah tersebut menyumbang kekurangan guru yang angkanya mencapai 1.020.921 orang. Angka ini kemudian naik pada 2021, dengan kekurangan guru diprediksi mencapai 1.090.678 orang dan jumlah yang pensiun 69.757 orang.

Terhadap permasalahan kekurangan Guru mencapai 1 Juta lebih, terutama dari Guru yang pensiun tidak dimbangi oleh Pemerintah Pusat dalam proses pengadaan bagi Guru berasal dari CPNS dan bahkan melainkan pengadaan 1 Juta bagi Guru PPPK, pada hal yang dituntut dari masyarakat adalah status sebagai PNS yang membuat hidup mereka tenang.

 Memberikan apresiasi terhadap KPU Provinsi/Kabupaten/Kota di Jambi terhadap banyaknya rekomendasi Bawaslu Provinsi/Kabupaten/Kota di Jambi yang telah dijalankan dan diselesaikan dengan tuntas dan baik. Terhadap Perselisihan Hasil Pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK) yakni sengketa Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 dan sengketa Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walkota Sungai Penuh, dengan adanya proes di MK tersebut, penggugat mencoba adanya upaya hukum melalui proses mencapai keadilan di MK, meminta KPU dan Bawaslu mengawal proses secara Independen dan Profesional sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan dalam Undang-Undang.

 Bagaimana komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mempercepat Reformasi Birokrasi yang sudah menjadi Visi dan Misi Presiden Jokowi dengan mengimplementasikan perubahan eslonering dari struktural menjadi fungsional.

Sehingga permasalahan regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja dalam pelayanan harus dipangkas dan disederhanakan. Kelembagaan pemerintahan yang gemuk, tumpang tindih, dan tidak efisien harus segera diintegrasikan. Untuk di Pemerintah Pusat Menpan RB menyampaiakanimplementasi struktural ke fungsional di Kementrian/Lembaga sudah mencapai 70%.

 Permasalahan tumpang tindih lahan rencana jalan tol dari Jambi ke Rengat-Riau, banyak lahan yang dikuasai negara yang perlu diperjelas statusnya oleh BPN apakah masuk dama penguasaan tanah TORA atau tidak, juga meminta agar BPN memperhatikan ganti rugi lahan masyarakat secara adil, Pembangunan Tol juga hendak nya memberikan Multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat.

 Terhadap Permasalahan isu penarikan Sertipikat Elektronik yang kontraversial dan membuat masyarakat semakin binggung dalam kondisi Pandemi Covid-19 dan keterpurukan ekonomi, Komisi II DPR RI setelah Reses akan memanggil Menteri ATR/BPN untuk memberikan penjelasan terkait dengana hal yang melatar belakangi Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik.

(33)

III. KESIMPULAN

A. Evaluasi Pilkada lanjutan 2020

1. Terhadap adanya Rekomendasi Bawaslu di 3 (tiga) Kabupaten/Kota dan telah ditindak lanjuti oleh KPUD, Komisi II DPR RI memberikan catatan khusus agar Bawaslu daerah melakukan pencegahan preventif dari sejak awal agar permasalahan pelanggaran tidak terjadi dan dapat meminimalisir kasus-kasus yang terjadi. Proyeksi kedepan agar tidak terjadi pelanggaran Pilkada yakni dengan membuat aturan yang jelas dan tepat sehingga mengikat bagi peserta baik berupa pelanggaran yang bersifat teknis maupun pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 serta membuat program khusus mensosialisasikan secara langsung kepada Paslon dan Tim Pemenangan sebelum masa kampanye dimulai.

2. Masih adanya kasus dan permasalahan Netralitas ASN/TNI/Polri di Pilkada di Jambi, diharapkan Bawaslu Provinsi/Kabupaten/Kota di Jambi dapat bertindak secara tegas dan tidak pandang bulu. Penindakan kasus dan temuan pelanggaran Netralitas ASN/TNI/Polri dijalankan dan diproses sesuai dengan peraturan dan Perundangan yang berlaku. Bawaslu daerah diminta agar lebih masif mensosialisasikan aturan-aturan tentang Netralitas ASN dan potensi pelanggaran ASN kepada semua PNS pada saat pelaksanaan Pilkada.

3. Melihat masih adanya praktik Politik Uang (Money Politic) Pilkada di Jambi, Komisi II DPR RI meminta agar penyelenggara Pilkada, KPUD dan Bawaslu Provinsi/Kabupaten/Kota di Jambi dapat melakukan pencegahan secara dini adanya peluang dan ruang praktik Politik uang di Masyarakat. Diharapkan Bawaslu daerah dapat melakukan penindakan secara tegas dan tuntas praktik Politik Uang khususnya pada tahapan-tahapan tertentu seperti tahapan Kampanye dan menjelang Pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

4. Evaluasi penggunaan aplikasi Sirekap secara umum sangat membantu penyelenggara dalam rekapitulasi perolehan suara Pasangan Calon Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi/Kabupaten/kota di Jambi dan hasilnya tetap memenuhi target. Permasalahan penggunaan Sirekap masih pada kebutuhan SDM yang kurang mempuni dan ketersediaan jaringan Internet di TPS Kabupaten tertentu yang masih menjadi kendala. Pelaksanaan Pilkada kedepan, hendaknya penyelenggara dibekali dengan Bimtek secara memadai dan penyelenggara Pemilu dipenuhi fasilitas telephone gengam berbasis android yang canggih.

B. Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

1. Dalam pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi dan di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Jambi berjalan dengan aman dan sukses dengan partisipasi pemilih, meningkat dibandingkan dengan Pilkada 5 (lima) tahun yang lalu. Komisi II DPR RI memberikan apresiasi kepada Pemda Provinsi/Kabupaten/Kota di Jambi yang memberikan bantuan pengalokasian dan pencarian Anggran Pilkada serentak lanjutan 2020 di Provinsi Jambi, hingga bantuan partisipasi dalam penanganan Protokol Kesehatan Covid-19 dalam tahapan-tapan lanjutan Pilkada 2020.

(34)

2. Implementasikan Reformasi Birokrasi dan Penerapan e-govemment dalam penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan Provinsi Jambi sangat baik, Komisi II DPR RI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi yang menjalankan dan mengimplementasikan reformasi birokrasi melalui kebijakan eslonering secara sunguh-sunguh dengan mengalihkan jabatan struktural PNS menjadi fungsional yang akan memangkas semua eslon 4 pada tahun 2021.

3. Secara umum perekaman dan pencetakan KTP-el untuk kebutuhan Pilkada di Provinsi Jambi berjalan. Koordinasi antara Disdukcapil dan KPUD dalam penyajian data kependudukan untuk DPT Pilkada berjalan. Namun ada kendala-kendala yang dihadapi permasalahan KTp-El antara lain terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kelancaran perekaman dan pencetakan KTP-el karena hampir disemua Kabupaten/Kota di Jambi alat Rekam dan Cetak KTP banyak yang rusak dan belum memiliki sarana mobilitas/kendaraan operasional perekaman, Lokasi/ medan di beberapa lokasi perekaman yang sulit di jangkau menggunakan kendaraan dan keterbatasan SDM dan tenaga teknis pendukung.

4. Dalam rangka mewujudkan Good govermance, Komisi II DPR memninta agar Pemerintah dapat menjankan amanat Peraturan Pemerintah (PP) turunan dari UU Cipta Kerja yang menyangkut dengan pelayanan publik di daerah, diharapkan juga DPRD hendaknya dapat menyesuaikan semua Peraturan Daerah yang selama ini berjalan.

C. Permasalahan CPNS dan PPPK

1. Dikarenakan Pemerintah Provinsi Jambi tidak melaksanakan seleksi CPNS pada tahun 2019, maka untuk pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2021, Pemerintah Provinsi Jambi mengajukan Usulan Kebutuhan ASN sebanyak 609 Formasi, namun hasil verifikasi oleh pihak Kemenpan RB, formasi Pemprov Jambi menjadi 394 formasi yaitu PPPK sebanyak 201 (195 formasi guru dan 6 formasi guru agama) dan CPNS sebanyak 193 (formasi tenaga kesehatan dan teknis). Untuk itu Pemerintah Provinsi Jambi meminta agar Komisi II DPR RI dapat menyampiakan kepada MenPAN/RB penambahan formasi terutama pada formasi Guru yang membutuhkan ribuan Guru di Jambi.

2. Permasalahan tenaga honorer di Jambi pada umumnya sama dengan daerah lain yang membutuhkan pengangkatan dan penyelesaian jalur K2 untuk dituntaskan dengan cepat serta pengangkatan GTKHNK katagori 35 tahun keatas. Pemerintah Provinsi Jambi meminta agar Komisi II memperjuangkan aspirasi terhadap tenaga honorer, disamping itu juga pemerintah Provinsi Jambi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Instansi terkait tentang kebijakan tenaga honorer, karena wewenang pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS dan PPPK hanya ada di Pemerintah Pusat.

D. Permasalahan Pertanahan

1. Terkait permasalahanan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik yang menjadi perhatian dan menyita perdebatan di masyarakat, Komisi II DPR RI akan meminta penjelasan Menteri

(35)

ATR/BPN dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI dan akan diputuskan Bersama jalan keluar yang terbaik bagi masyarakat.

2. Dalam pelaksanaan Proyek strategis Nasional masih terjadi permasalahan tumpang tindih pembebasan lahan terkait rencana pembangunan jalan tol dari Jambi ke Rengat-Riau dan dari Betung Sumsel ke Jambi. Sehubungan kewenangan Pembangunan jalan Tol pelaksanaan kegiatan-kegiatan menjadi tugas dan tanggung jawab BPN Provinsi Jambi dan kementrian PUPR, untu itu Komisi II DPR RI mendorong dilkasanakannya mediasi dan penyelesaian kausus-kasus pembebasan lahan untuk penggunaan Jalan Tol dengan masyarakat secara terbuka, transparan, tuntas, tepat dan cepat oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementran ATR/BPN RI dan Kementrian PUPR.

3. Komisi II DPR RI mendorong untuk penyelesaian kasus antara PT. Berkat Sawit Utama dengan Suku Anak Dalam (SAD) 113 tentang permasalahan tuntutan atas pelepasan secara sukarela sebagaian HGU PT. Berkat Sawit Utama sebanyak 3700 kepada BPN Provinsi Jambi dan meminta supaya PLH Gubernur Jambi untuk ikut menyelesaikan persoalan secara tegas, tepat dan tuntas sehingga tidak menjadi perhatian dunia dalam kasus pengakuan hak-hak SAD di Jambi.

4. Komisi II DPR RI memberikan ruang pengaduan terkait kasus dan sengketa pertanahan yang belum masuk ke ranah Pengadilan dan berdampak pada masyarakat luas, Komisi II DPR RI akan membantu secara kelembagaan penyelesaian permasalahan pertanahan di daerah secara maksimal. Saat ini Komisi II DPR RI telah membentuk Tim Bersama penyelesaian kasus-kasus pertanahan dengan Kementran ATR/BPN RI.

PENUTUP

Demikian Laporan Kunjungan Kerja ini kami sampaikan. Seluruh masukan maupun permasalahan yang disampaikan kepada Komisi II DPR RI akan menjadi catatan yang akan disampaikan kepada mitra-mitra kerja pada saat Rapat-rapat kerja dan juga pada Rapat Dengar Pendapat yang akan diadakan oleh Komisi II DPR RI. Komisi II DPR RI juga telah meminta kepada pihak terkait agar segala permasalahan maupun usulan dapat pula disampaikan secara tertulis kepada Komisi II DPR RI, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini. Kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya Kunjungan Kerja ini, kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, Februarii 2021 Ketua Tim

Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI

Dr. H. Syamsurizal, S.E, M.M.

A-462

(36)

PHOTO-PHOTO KEGIATAN KUNGKER RESES KOMISI II DPR RI KE PROVINSI JAMBI

(37)
(38)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil survei simpang bersinyal jalan Solo Yogya - jalan Slamet Riyadi hari Sabtu, 11 Desember 2004 ( pendekat.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui alat kelengkapan yakni Komisi III DPR RI dalam melakukan serangkaian uji kepatutan dan kelayakan fit and proper

Alokasi anggaran pendidikan Islam masih kurang satu triliun koma empat puluh delapan milar (1 triliun 48 miliar). Di samping itu Ditjen Pendis belum mampu memenuhi bukan nggak

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kota Bogor merupakan kegiatan kunjungan kerja spesifik Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang meliputi:

Berbagai hal yang diinginkan istri selama memberikan ASI. Jenguk anak atau istri ke sini tuh udah senang. Juga perhatian sama moral juga ya tapi itu ngga di

Skripsi berjudul Etos Kerja Penambang Belerang Tradisional di Kawah Ijen (Studi Deskriptif di desa Taman Sari , Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi) oleh Maria

Untuk mengetahui perubahan index el nino saat terjadi hujan, dalam penelitian ini dilakukan metode koefisien korelasi silang dengan time lag terhadap kejadian hujan

Keberhasilan stimulasi pengasaman matriks pada sumur #H zona A dan zona D dapat dievaluasi berdasarkan dari kenaikan laju produksi dan hasil grafik kurva