DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN KUNJUNGAN KERJA RESES KOMISI II DPR RI KE PEMERINTAH PROVINSI BALI
DAN KANTOR WILAYAH PERTANAHAN PROVINSI BALI RESES MASA PERSIDANGAN I TAHUN SIDANG 2021-2022
TANGGAL 11 OKTOBER 2021
I. PENDAHULUAN
A. DASAR KUNJUNGAN KERJA
Dalam rangka menjalankan fungsi dan peran legislatif, anggota Komisi II DPR RI berupaya untuk terus menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat. Oleh karena itu dalam menjalankan fungsi dan peran tersebut, anggota DPR RI melakukan kunjungan Kerja Reses di Masa Sidang I Tahun 2021-2022 ke Provinsi Bali untuk meminta penjelasan terkait beberapa persoalan yang menjadi pembidangan kerja Komisi II DPR RI.
Perlu kiranya kami sampaikan pula bahwa Komisi II DPR RI adalah salah satu Komisi di DPR yang memiliki mitra kerja yang cukup banyak dibandingkan dengan komisi-komisi lain yang ada di DPR, yaitu terdapat 16 mitra kerja. Tugas utama Komisi II DPRI RI meliputi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan politik & pemerintahan dalam negeri, aparatur sipil negara & reformasi birokrasi, agraria & tata ruang, serta kepemiluan.
.
Kunjungan Kerja yang dilaksanakan oleh Komisi II DPR RI adalah dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi DPR, khususnya fungsi pengawasan. Kunjungan kerja ini juga untuk menampung dan menindaklanjuti aspirasi dari pemerintah daerah ataupun masyarakat yang terkait dengan lingkup tugas Komisi II DPR RI.
Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan
pemerintahan yaitu sebagai motor penggerak birokrasi sehingga harus terus berupaya
meningkatkan kompetensi dan keterampilan ASN dengan menjunjung tinggi pancasila
dan nasionalisme. ASN juga harus mampu beradaptasi, mengubah mind set dan
perilaku, mengembangkan diri, berpikir kritis, dan inovatif dalam merespon berbagai
perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai
ASN, pemerintah berencana akan melakukan pengadaan ASN tahun 2021, pendaftaran
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK. Terkait pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021, Komisi II DPR RI ingin memperoleh keterangan tentang:
a. Jumlah kabupaten/kota di Provinsi Bali yang melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 dan berapa jumlah formasi CPNS dan PPPK di Provinsi Bali yang ditetapkan oleh pemerintah pusat
b. Jumlah pelamar CPNS dan PPPK tahun 2021 di Provinsi Bali, Berapa jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi, Berapa jumlah pelamar yang melakukan sanggah beserta apa saja permasalahannya
c. Reformasi birokrasi di Provinsi Bali terkait grand design Reformasi Birokrasi 2010- 2025
Selain itu, Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI juga ingin memperoleh penjelasan tentang Pengelolaan Tata Ruang Wilayah ke Provinsi Bali, Komisi II DPR RI ingin menggali dan mendalami sejumlah permasalahan penataan ruang terkait peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha sesuai amanah UU Cipta Kerja
Terakhir, pilkada serentak tahun 2020 telah dilaksanakan pada 9 Desember 2020 di 270 daerah di Indonesia. Provinsi Bali yang telah melaksanakan pilkada serentak dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, 6 kabupaten/kota di Provinsi Bali yang melaksanakan pilkada serentak, yaitu:
1. Kabupaten Badung 2. Kabupaten Bangli
3. Kabupaten Karangasem 4. Kabupaten Jembrana 5. Kabupaten Tabanan 6. Kota Denpasar
Tentunya Komisi II DPR RI, ingin mendapatkan penjelasan tentang evaluasi pelaksanaan Pilkada di 9 Kabupaten/Kota tersebut. Evaluasi ini akan dijadikan bahan masukan untuk pelaksaan Pemilu dab Pilkada serentak pada tahun 2024.
Komisi II DPR RI juga telah menyampaikan pertanyaan secara tertulis, dan kami
harapkan akan memperoleh penjelasan yang lebih detail dan tajam secara tertulis dari
Pemerintah Provinsi Bali dan jajarannya terkait dengan materi pertanyaan yang telah
kami sampaikan tersebut. Semua jawaban ataupun masukan yang disampaikan kepada
Komisi II DPR RI, akan menjadi bahan diskusi di internal Komisi II DPR RI, dan
selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan untuk ditindaklanjuti dalam Raker/RDP
dengan kementerian/lembaga terkait.
Tim Kunjungan Spesifik Komisi II DPR RI ke Provinsi Bali dan Kanwil BPN Provinsi Bali ini berjumlah 14 orang anggota yang dipimpin oleh Yth. Bpk. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung (A-270) dari Fraksi Golkar dan anggota Tim terdiri dari:
NO. NO.
ANGGT N A M A KETERANGAN
1. A-367 Saan Mustopa, M.Si Wakil Ketua Komisi II DPR RI/F- P Nasdem
2. A-210 Ari Wibowo Anggota/F- PDIP
3. A-141 Drs. Djarot Saiful Hidayat, M.S Anggota/F- PDIP
1. A-146 M.R.Ihsan Yunus Anggota/F- PDIP
2. A-240 Drs. Cornelis, M.H. Anggota/F-PDIP 3. A-273 Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A Anggota/F-PG 4. A-328 A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, M.H. Anggota/F-PG 8. A-319 Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si Anggota/F- PG
9. A-75 H. Ahmad Muzani Anggota/F- P
Gerindra
10. A-112 Drs. Supriyanto Anggota/F- P
Gerindra
11. A-100 Prasetyo Hadi Anggota/F- P
Gerindra
12. A-80 Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc Anggota/F- P Gerindra
13. A-376 Aminurokhman, S.E., M.M Anggota/F- P Nasdem 14. A-15 H. Yanuar Prihatin, M.Si Anggota/F- PKB
15 A-570 Drs. H. Anwar Hafid, M.Si Anggota/F- PD
16 A-528 Rezka Oktoberia Anggota/F- PD
17 A-417 Drs. H. Chairul Anwar, Apt Anggota/F- PKS 18 A-848 Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si Anggota/F- PAN 19 A-473 H. Iip Miftahul Choiry, S.Pdi Anggota/F- PPP
Tim Kunjungan Spesifik Komisi II DPR RI ini juga didampingi oleh Sekretariat Komisi II DPR RI, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI dan TV Parlemen.
B. WAKTU KUNJUNGAN SPESIFIK
Kunjungan Kerja ini dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2021 dan telah mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Bali, KPU dan Bawaslu Provinsi Bali dan Kanwil BPN Provinsi Bali.
C. HASIL KUNJUNGAN
I. Pemerintah Provinsi Bali
PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK DAN PEMERINTAHAN UMUM
Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) terhadap investasi, khususnya dalam masa pandemi Covid berjalan seperti biasa dengan dengan menerapkan standar protokol kesehatan.
Dukungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) terhadap investasi di Bali setelah UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diterbitkan:
1. Mereview Perda No.1 Tahun 2016 tentang PEMBERIAN INSENTIF DAN/ATAU KEMUDAHAN KEPADA MASYARAKAT DAN/ATAU PENANAM MODAL (inisiatif DPRD Provinsi Bali) sudah masuk PROPEMPERDA.
2. Merevisi Pergub PTSP, sedang diharmonisasi oleh Biro Hukum.
3. Merevisi Pergub No.63 Tahun 2014 tentang RUPM sudah difasilitasi Kemendagri dan masih menunggu penetapan Perda RPJMD.
Pemerintah Provinsi Bali melakukan alokasi APBD Provinsi Bali yang dilakukan refocusing anggaran pada APBD sebesar :
1. Pada Tahun 2020 alokasi APBD sebesar Rp383.445.657.234,68 untuk penanganan COVID- 19 melalui Belanja Tidak Terduga dengan rincian sebagai berikut :
1. Penanganan Kesehatan sebesar Rp235.073.650.074,68
2. Penanganan Dampak Ekonomi sebesar Rp102.930.000.000,00
3. Penyedaan social safety Net/Jaring Pengaman Sosial Rp 45.442.007.160,00
2. Pada Tahun 2021 alokasi APBD sebesar Rp.379.260.261.117,00 untuk Penanganan COVID- 19 dan belanja prioritas lainya dengan rincian sebagai berikut :
1. Penanganan Kesehatan sebesar Rp273.831.802.560,00 2. Penganan Dampak Ekonomi sebesar Rp 16.584.425.557,00
3. Bantuan Social Safety Net/Jaring Pengaman Sosial sebesar Rp 88.844.033.000,00
3.Langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya melakukan keterbatasan anggaran adalah dengan melalukan rasionalisasi dan pengendalian belanja sesuai skala prioritas belanja
Tindak Lanjut Pemprov Bali apabila ada temuan dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali tentang aduan masyarakat terkait maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, selama ini Pemerintah Provinsi Bali belum pernah mendapat temuan dari Ombudsman RI Perwakilan Bali tentang aduan masyarakat terkait maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik khususnya terkait Pengaduan Masyarakat yang diterima melalui Aplikasi SP4N-LAPOR!. Pengaduan Masyarakat akan masuk ke Ombudsman apabila
dalam jangka waktu 60 hari belum ditindaklanjuti. Pemerintah Provinsi Bali terhubung dengan SP4N-LAPOR! sebagai Kanal Pengaduan Masyarakat terhitung semenjak Agustus 2019.
Sampai tanggal 8 Oktober 2021 jumlah pengaduan masyarakat yang masuk melalui aplikasi SP4N- LAPOR! berjumlah 406 Aduan. Dari Jumlah tersebut, 403 aduan sudah selesai ditindaklanjuti, dan 3 aduan menunggu ditutup oleh sistem. Hasil Survei Kepuasan Masyarakat atas Penggunaan Aplikasi SP4N-LAPOR! Tahun 2020 yang dilaksanakan oleh KemenPANRB bekerjasama dengan Prima Kelola IPB, Pemerintah Provinsi Bali mendapatkan Nilai Kepuasan Masyarakat 82,0 % melampaui nilai rata-rata nasional yang berada dikisaran 75,7%.
PERMASALAHAN SELEKSI CPNS, PPPK DAN REFORMASI BIROKRASI
a. jumlah kabupaten/kota di Provinsi Bali yang melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021
b. jumlah formasi CPNS dan PPPK di Provinsi Bali yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan berapa jumlah pelamar CPNS dan PPPK tahun 2021 di Provinsi Bali
c. jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi, jumlah pelamar yang melakukan sanggah beserta permasalahannya
Pelaksanaan reformasi birokrasi di Provinsi Bali terkait grand design Reformasi Birokrasi 2010-2025
1. ManajemenPerubahan
Komitmen pimpinan sangat tinggi dalam melaksanakan perubahan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik khususnya Reformasi Birokrasi, sbb:
1. Dari segi kebijakan telah disusun Peraturan Gubernur Bali Nomor 52 Tahun 2019 tentang Road Map Reformasi Birokrasi tahun 2019-2023. Disamping itu juga dikeluarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 1423 Tahun 2019 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali
2. Pada saat evaluasi eksternal RB, Bapak Sekda tidak henti-hentinya mengawal jajarannya agar dapat mengikuti evaluasi eksternal RB dari Kementerian PAN-RB.
Beberapa rapat persiapan evaluasi RB dilakukan agar evaluasi berjalan lancar.
3. Tim RB Provinsi juga berkomitmen dalam menjalankan tugas sesuai dengan area yang diampu. Pelaksanaan RB dilakukan berpedoman pada rencana aksi RB yang disusun.
Dan selanjutnya tugas Tim RB akan dimonev setiap semesteran dan menghasilkan laporan Monev RB yang ditindaklanjuti oleh Tim RB sehingga terjadi perbaikan berkelanjutan. Disamping Monev RB, Tim RB juga secara intensif berkoordinasi dalam rangka pelaksanaan RB dan memberikan pembinaan kepada PD dan Kabupaten/Kota se-Bali.
4. Selain Tim RB Provinsi, Perangkat Daerah juga telah berkomitmen dalam menerapkan RB dimana telah melakukan PMPRB dan menginput dalam aplikasi PMPRB Online, menyusun rencana aksi RB serta mengisi realisasi RB secara semesteran. Hal ini menggambarkan bahwa RB tidak hanya diterapkan secara sistematis di level Pusat (Provinsi) namun juga telah dikelola pada level Unit Kerja (Perangkat Daerah).
Komitmen ini terbangun disamping dorongan dari pimpinan juga dilakukan sosialisasi, coaching, dan pendampingan secara intensif bagi PD dalam menerapkan RB.
5. Penetapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 52 Tahun 2020 tentang Budaya Kerja Pegawai ASN Pemerintah Provinsi Bali. Adapun Nilai Budaya Kerja Pemprov. Bali adalah SAT KERTHI. Dalam implementasinya,
✓Telah dilakukan sosialisasi dan internalisasi secara berkala kepada seluruh Perangkat Daerah Provinsi Bali.
✓Telah dipasang poster RB dan Budaya Kerja di lobi dan ruang kerja Perangkat Daerah (PD)
6. Pembangunan Agen Perubahan sebagai tim yang dapat mendukung manajemen perubahan yang terjadi di Pemprov. Bali. Saat ini di setiap Perangkat Daerah memiliki Tim Agen Perubahan dengan anggota minimal 3 orang. Tugas Agen Perubahan Pemprov. Bali adalah sebagai duta RB, duta Budaya Kerja, Panutan (role model) dan mampu memberikan perubahan di lingkungan kerjanya.
7. Terdapat aplikasi simonev reform
2. Penataan PeraturanPerundang-Undangan(PUU)
1. Melaksanakan harmonisasi kebijakan dengan menerapkan sistem pengendalian penyusunan peraturan perundang-undangan.
2. Telah menyusun Peta keterkaitan dengan kebijakan yang lain.
3. Penyelesaian kebijakan sesuai dengan program legislasi.
4. Memiliki website JDIH (JDIH Nasional terbaik Pertama Tahun 2020 kategori Provinsi)
5. Terdapat inovasi Si Penyu Dewi Gita (Sistem Penyusunan Produk Hukum Daerah Berbasis Wilayah dengan Digitalisasi).
3. Penataan dan Penguatan Organisasi
1. Perubahan organisasi mempertimbangkan kinerja utama yang dihasilkan berdasarkan Anjab/ABK dan pohon kinerja.
2. Tingkat kematangan PD Provinsi Bali yaitu Tinggi (44,79).
3. Peringkat Komposit PD Provinsi Bali berada pada komposit 4 mencerminkan bahwa dari sisi struktur dan proses, organisasi dinilai
tergolong efektif.
4. Penataan PD thn 2019 dari 35 PD disederhanakan menjadi 31 PD (eselon
II dari 49 Menjadi 41) berdasarkan Perda Bali No. 7 Tahun 2019.
5. Penataan PD thn 2021 dari 31 PD disederhanakan menjadi 29 PD (eselon
II dari 41 Menjadi 38) berdasarkan Perda Bali No. 5 Tahun 2021.
4. Penataan Tatalaksana
1. Tersusun Peta Proses Bisnis berdasarkan RPJMD dan tupoksi sesuai Keputusan Gubernur Bali Nomor 679/01-E/HK/2021.
2. Seluruh PD telah menerapkan SOP sesuai aturan yang berlaku.
3. Telah ditetapkan Pergub Nomor 13 Tahun 2021, tetang Perubahan Peraturan Gubernur Bali No. 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelayanan Informasi Publik dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
4. Capaian Monev KIP oleh Komisi Informasi Pusat RI, Pemprov Bali memperoleh kategori INFORMATIF dengan nilai 92,2.
5. Tersusun Pergub Bali Nomor 44 Tahun 2021 Tentang SPBE Pemprov Bali 6. Menetapkan Peta Jalan SPBE menuju Bali Smart Island 2020-2024
7. Menetapkan Tim Koordinasi SPBE dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 563/03- E/HK/2021, tanggal 17 Juni 2021
8. Membentuk Tim Pendamping Pengembangan Aplikasi SPBE dari kalangan akademisi dan Tim Pengembang Aplikasi SPBE
4. PenataanManajemenSDM
1. Perhitungan kebutuhan pegawai berdasarkan anjab ABK sehingga menghasilkan Peta Jabatan dengan SK Gubenur No. 278/01-E/HK/2020.
2. PengadaanCPNSdilakukansecaraterbukadantransparanmenggunakan sistem CAT dan diumumkan pada Web BKD maupun Web Panselnas.
3. Kebijakan promosi berpedoman pada Pergub Bali No. 64 Th. 2020 tentang Sistem Merit dalam Manajemen PNS Pemerintah provinsi Bali.
4. Pengisian formasi JPT secara terbuka dari intern & eksternal PNS Pemprov. Bali.
5. Promosi dilakukan dengan memperhatikan kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Yang dijadikan dasar penyusunan talent pool.
6. Metode pengembangan kompetensi: e-learning, klasikal, blended learning.
7. Tahun 2021, realisasi pengembangan pegawai yaitu 1008 orang dari target 1570 pegawai
8. Akreditasi Lembaga Pelatihan: TERAKREDITASI *
9. AKREDITASI PROGRAM: -Pelatihan Pim Nasional Tk. II: B; -Pelatihan Pim Administrator: A; -Pelatihan Pim Pengawas: A; -Latsar CPNS: A
10. Pengisian JPT Pratama tahun 2020 telah dilakukan melalui promosi terbuka secara nasional dan telah dilantik 3 JPT dan 1 JPT yang berasal dari instansi luar.
11. Penilaian kinerja individu perbulan menggunakan aplikasi SIKEPO melalui SKP dan perilaku kerja multirating 360 derajat.
12. Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 64 Tahun 2020 tentang Sistem Merit Dalam Manajemen Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Bali.
13. Telah menetapkan buku kamus kompetensi jabatan, SKJ JPT, Administrator, Pengawas dan Pelaksana.
14. Untuk mendukung penerapan Sistem Merit, Pemerintah Provinsi Bali telah membentuk UPTD. Penilaian Kompetensi Pegawai dalam rangka melakukan penilaian kompetensi PNS secara berkesinambungan.
15. Memiliki aplikasi Simpeg, PNS Online, Sikepo, dan aplikasi Assessment Centre 16. TPP dihitung dari 60% kinerja, 40% disiplin
17. Mengadakan Lomba ASN Berprestasi.
5. PenguatanPengawasan
1. Ditetapkan Pergub. Bali Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemprov. Bali. Implementasi penanganan gratifikasi telah dilaporkan setiap triwulan kepada KPK.
2. Pelaporan LHKPN Tahun 2021 : 100% ; (354 orang dan tgl 28 Januari 2021, sudah tuntas).
3. Pelaporan LHKASN : Tahun 2020 : 100% (10.620 orang) ; Tahun 2021 : 95% (10.951 orang).
4. Pemerintah Provinsi Bali (31 Agustus 2021) menempati Peringkat Pertama Nasional dengan Nilai capaian 64,15% dari 7 area intervensi KORPSUPGAH KPK.
5. Tahun 2020 capaian STRANAS PK sebesar 98,57% (terbaik Nasional).
6. Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP Pemerintah Provinsi Bali berada pada level 3.
7. Pemerintah Provinsi Bali menempati urutan ke-2 se-Indonesia sebagai Pemda Pengelola Laporan Terbaik SP4N-LAPOR periode 1 Januari - 30 Juni 2021 (95,50%).
8. Update SP4N-LAPOR per tanggal 29 Agustus 2021, persentase laporan pengaduan yang telah selesai ditindaklanjuti adalah 99,75% (pengaduan : 399, selesai : 398, dalam proses :1).
9. Pengaduan Masyarakat melalui Sekretariat Unit Pemberatasan Pungutan Liar Provinsi Bali Semester I 2021 sebanyak 24 pengaduan dan seluruhnya telah ditindaklanjuti.
10. Pemerintah Provinsi Bali telah mengembangkan aplikasi WBS dan dapat diakses pada link: https://wbs.baliprov.go.id
11. Upaya internalisasi melalui sosialisasi terus dilakukan. Pada Tahun 2021 Pemprov Bali menerbitkan Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor 4590 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penggunaan dan Pemanfaatan Pengaduan Aparatur Sipil Negara melalui Whistle Blowing System (WBS) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
12. Internalisasi Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali terus dilakukan baik melalui sosialisasi secara daring maupun melalui website Inspektorat.
13. Pelaporan Benturan Kepentingan dapat juga dilakukan melalui media WBS.
14. Salah satu unit kerja di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali telah mendapat predikat WBK yaitu Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali pada tahun 2019.
15. Tahun 2021 ditetapkan 17 unit layanan yang menjadi fokus pembangunan Zona Integritas. Dari 17 unit layanan, 1 diusulkan sebagai unit ZI WBBM dan 7 diusulkan
sebagai unit ZI WBK.
16. Kapabilitas APIP Inspektorat Provinsi Bali berada pada Level 3.
17. Pemprov Bali memperoleh penghargaan 10 Provinsi terbaik secara nasional penyelesaian tindaklanjut tercepat hasil pemeriksaan Irjen Kemendagri Tahun 2019.
6. Penguatan Akuntabilitas Kinerja
1. Indeks SAKIP Pemprov. Bali 78,44 kategori BB
2. Melaksanakan penyempurnaan penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Perangkat Daerah Provinsi Bali
3. Melakukan pemetaan program prioritas pembangunan dalam mendukung Visi Misi Tujuan Sasaran dan Arah Kebijakandalam RPJMD agar selaras dalam Renstra dan Renja Perangkat Daerah.
4. Memfasilitasi Perangkat Daerah dalam melaksanakan Forum Perubahan Renstra PD 5. Melaksanakan Penyusunan SKP sesuai dengan Permenpan 8 Tahun 2021
6. Melaksanakan Evaluasi internal seluruh PD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
7. PenguatanPelayananPublik
1. Seluruh PD telah menerapkan manajemen pelayanan publik sesuai UU 25 Tahun 2009, Permenpan 15 Tahun 2014
2. Perangkat Daerah/Unit Pelayanan Publik melaksanakan SKM sesuai Permenpan RB Nomor 14 Tahun 2017, untuk mengetahui tingkat Kepuasan Masyarakat sebagai Penerima Layanan. Indeks SKM tahun 2021 84,3 (Baik)
3. Beberapa inovasi masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dan tahun 2020 RSMBM masuk kategori Outstanding Achievement on Public Service
4. Kepatuhan Pelayanan Publik dari Ombudsman pada Zona Hijau 83,72
PERTANAHAN DAN TATA RUANG
Dalam penyusunan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang di tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Bali sudah sinkron dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 13 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.
Penyelenggaraan pembangunan berupa pemanfaatan ruang saat ini pada umumnya sudah sesuai dengan indikasi program dalam RTRWP Bali (Perda Provinsi Bali no. 3 tahun 2020).
Belum ada kendala secara prinsip dalam proses penetapan dan pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah karena merupakan arahan dan di acu oleh Kabupaten/Kota dalam RTRW Kabupaten/Kota dan rencana rincinya.
Penyusunan RDTR berdasarkan Peraturan Bupati/Walikota menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota. Pemerintah Provinsi memberikan kontribusi dalam sinkronisasi muatan RDTR antara kebijakan nasional dan provinsi, bahwa dalam penyusunan KKPR sangat efektif dengan adanya RDTR.
Kabupaten/Kota di Provinsi Bali yang telah memiliki Perda/Perkada RDTR hingga saat ini sebanyak 4,yaitu:
1. Kabupaten Buleleng dengan Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2021 tentang RDTR Kawasan Perkotaan Singaraja 2021-2041.
2. Kabupaten Badung meliputi:
- Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 7 tahun 2018 tentang RDTR Kecamatan Kuta Selatan.
- Peraturan Bupati Nomor 9 tahun 2021 tentang RDTR Kuta Utara.
- Peraturan Bupati Nomor 8 tahun 2021 tentang RDTR Kuta.
Terkait jumlah KKPR yang telah diberikan kepada para pelaku usaha di Kabupaten/Kota sepenuhnya berada/kewenangan di Kabupaten/Kota.
Sampai saat ini belum ada KKPR diterbitkan Pemerintah Provinsi Bali kepada para pelaku usaha. Upaya pengendalian dilakukan mengacu pada ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang melalui instrumen:
• Menilai Pelaksanaan KKPR dan Pernyataan Mandiri Pelaku UMK
• Penilaian Perwujudan RTR
• Pemberian Insentif dan Disinsentif
• Pengenaan Sanksi Administratif
• Penyelesaian Sengketa Penataan Ruang
KPU PROVINSI BALI
Persiapan yang dilakukan dalam menyelenggarakan Pemilihan Serentak 2024 oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali sebagai berikut :
1. Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) yang bertujuan untuk memelihara Daftar Pemilih tetap terupdate dan termutakhir dengan cara setiap bulan melakukan Rapat Koordinasi DPB dengan mengundang Stakeholder termasuk Disdukcapil;
2. Mengosongkan Gudang Penyimpanan Logistik Pemilu/Pemilihan berupa Kotak/Bilik suara berbahan aluminium melalui mekanisme Lelang maupun Hibah untuk kebutuhan Pemilihan Kepala Desa
3. Berkoordinasi dengan Kominfo terkait Signal yang kurang baik (blank area) untuk penggunaan aplikasi SIREKAP;
4. Penguatan Internal Organisasi KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota dalam rangka meningkatkan Soliditas dengan membangun kebersamaan dan olahraga bersepeda bersama sekaligus meningkatkan kebugaran SDM KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota;
5. KPU Provinsi Bali dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali sudah melaksanakan persiapan Penyelenggarakan Pemilihan Serentak 2024 dengan menyusun Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) Pemilihan Serentak 2024
Batas Akhir Masa Jabatan anggota KPU Provinsi/Kabupaten/Kota se Provinsi Bali
No Satuan Akhir Masa Jabatan
1 KPU Provinsi Bali 21 September 2023
2 KPU Kota Denpasar 16 Oktober 2023
3 KPU Kabupaten Badung 16 Oktober 2023 4 KPU Kabupaten Tabanan 16 Oktober 2023 5 KPU Kabupaten Jembrana 16 Oktober 2023 6 KPU Kabupaten Buleleng 16 Oktober 2023 7 KPU Kabupaten Bangli 16 Oktober 2023 8 KPU Kabupaten Karangasem 16 Oktober 2023 9 KPU Kabupaten Klungkung 9 Januari 2024 10 KPU Kabupaten Gianyar 16 Oktober 2023
KPU Provinsi Bali dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali telah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB) sampai dengan bulan September tahun 2021 dengan hasil rekapitulasi sebagai berikut :
2.
KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota setiap bulan melaksanakan Rapat Koordinasi DPB sebelum menetapkan rekapitulasi DPB per-bulan dengan mengundang seluruh Stakeholder termasuk Disdukcapil, akan tetapi beberapa Disdukcapil Kab/Kota tidak dapat memberikan update data kependudukan kepada KPU Kab/Kota sebagai bahan pemutakhiran DPB dan harus melalui 1 (satu) pintu yaitu melalui Disminduk kepada KPU RI;
3.
Adapun kendala dan hambatan dalam proses Pemutakhiran Data Pemilih di provinsi Bali yaitu :
1. Data Disdukcapil Kabupaten/Kota tidak boleh diakses secara penuh;
2. Anggota TNI/Polri tidak merubah status di KTP elektronik (menjadi anggota atau pensiun);
3. Kesulitan mendata pemilih pindah domisili lintas Provinsi dan lintas Kabupaten/Kota dikarenakan kesulitan akses data dari Disdukcapil;
4. Masih ditemukan pemilih yang belum melakukan perekaman KTP-EL;
5. Sulit mengidentifikasikan identitas Warga binaan lapas/rutan yang memenuhi syarat sebagai pemilih;
6. Kesulitan memutakhirkan Warga pendatang ber-KTP elektronik luar bali, potensi pindah pilih atau memilih memakai ktp elektronik;
7. Kesulitan membedakan KTP WNA dan WNI karena memiliki kesamaan bentuk KTP-EL;
8. Pemilih meninggal dunia (TMS) yang belum memiliki akta kematian masih tercatat sebagai penduduk dalam data kependudukan.
BAWASLU PROVINSI BALI
Persiapan dan kesiapan Bawaslu Provinsi Bali dalam penyelenggaraan pemilu serentak dan pilkada serentak tahun 2024
Batas Akhir Masa Jabatan (AMJ) anggota Bawaslu provinsi/kabupaten/kota se-Provinsi
Bali
Pengawasan Bawaslu Provinsi Bali terhadap pelaksanaan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota Bali dan kendala serta hambatan yang dihadapi Bawaslu Provinsi Bali adalah sebagai berikut:
1. Pengawasan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota yaitu Pengawasan pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) sudah berjalan, Bawaslu melalui Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali juga melakukan verifikasi faktual terhadap by name DPB yang dimutakhirkan setiap bulan untuk memastikan kevalidan data yang dimutakhirkan oleh KPU Kabupaten/Kota
2. Kendala Dan Hambatan Yang Dihadapi :
1) Adanya konflik norma antara Peraturan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, KPU dan Bawaslu sehingga menimbulkan kesulitan dalam menerapkan peraturan dimaksud
2) Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan (KTP-el, Akta Kematian dan Pindah Datang dan Pindah Keluar Domisili)
3) Terkait dengan perubahan data penduduk, Disdukcapil hanya dapat melakukan perubahan data apabila yang bersangkutan/keluarganya melaporkan dan melengkapi syarat-syarat yang sudah ditentukan sesuai peraturan perundang- undangan
4) MOU untuk pemutakhiran data pemilih hanya dilakukan oleh Instansi di tingkat pusat antara Kemendagri, KPU RI dan Bawaslu RI, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan acces data by name by addrees hanya bisa dikeluarkan oleh intansi pusat tersebut
3. Rekomendasi
Diperlukan sinkronisasi peraturan Mendagri, KPU dan Bawaslu terkait dengan
data Penduduk yang telah memiliki Hak Pilih demi kelancaran proses pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dan terciptanya data pemilih yang berkualitas.
KANWIL BPN PROVINSI BALI
Pemerintah merumuskan Visi Indonesia Maju 2045 sebagai langkah strategis menjadikan Indonesia 5 (lima) besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, pemerintah mengharapkan adanya “gelombang investasi” untuk mempercepat proses pembangunan melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang bertujuan untuk menciptakan iklim berusaha dan investasi yang berkualitas bagi para pelaku bisnis termasuk UMKM dan investor asing. Keberadaan UU Ciptakerja sangat berkaitan erat dengan pengaturan pertanahan di Indonesia, khususnya ketersediaan tanah, ganti rugi tanah masyarakat yang diperuntukan bagi pembangunan, penyelesaian kasus tanah, perizinan di sektor pertanahan, dan lain – lain. Dalam hal ini, diperlukan peran serta Kementerian ATR/BPN beserta jajarannya sebagai leading sektor untuk memastikan pertumbuhan investasi berjalan lancar dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dengan tidak merugikan hak – hak rakyat atas tanah.
Reforma agraria merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan untuk menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat berbasis agraria. Reforma agraria terdiri dari 2 komponen yaitu: asset reform (legalisasi asset) dan access reform (redistribusi tanah). Tanah memiliki fungsi yang sangat strategis, baik sebagai sumber daya alam maupun sebagai ruang untuk pembangunan. Karena kesediaan tanah relatif tetap sementara kebutuhan akan tanah terus meningkat, maka diperlukan pengaturan yang baik, tegas, dan cermat mengenai penguasaan, pemilikan, maupun pemanfaatan tanah, oleh karenanya bukti kepemilikan tanah berupa Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) menjadi sangat penting bagi masyarakat karena dapat memberikan kepastian hukum (asset reform) dan memberikan akses masyarakat kepada lembaga keuangan formal sehingga terjadi peningkatan financial inclusion (access reform).
Bapak, Ibu yang kami hormati,
Secara khusus Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Bali ini adalah ingin mendapatkan masukan maupun informasi yang sejelas-jelasnya berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang ada di BPN Provinsi Bali sesuai dengan lingkup tugas Komisi II DPR RI, antara lain:
1. Evaluasi Kanwil BPN Provinsi Bali terhadap pelaksanaan reforma agraria di wilayah
Provinsi Bali
2. Perizinan HPL, HGU dan HGB yang dikuasai oleh Negara (BUMN/BUMD) dan Swasta dan sengketa permasalahan hukumnya.
3. Tanah terlantar yang sudah menjadi obyek Redistribusi lahan atau Obyek Reforma Agraria.
4. Target tahun 2021 dan realisasi kegiatan-kegiatan strategis Kanwil BPN Provinsi Bali untuk tahun anggaran tahun 2020, sebagai berikut:
a. PTSL
b. Redistribusi, Pensertifikatan BMN, IP4T c. Pensertifikatan lintas sektor
5. Kasus Pertanahan di wilayah Provinsi Bali diantaranya adalah:
a. Konflik yang ditangani oleh Kementerian ATR/BPN melibatkan luas lahan sebesar 395,8 hektare dengan jumlah kepala keluarga (KK) terdampak sebanyak 915 KK di Bali Utara. Dari kasus ini, telah ada kesepakatan bersama antara Pemprov Bali, Kanwil BPN dan masyarakat terkait skema penyelesaian dan sudah ada persetujuan pelepasan aset dari DPRD pada 17 November 2020, yaitu dengan pembagian 70% dan 30%.
b. Permohonan pelepasan kawasan hutan yang ditangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) .
c.