26
BUKU LOG DOKTER MUDA
CATATAN DOKTER MUDA
-Denpasar, ….…./……/…………
( ) ( ) Kepala Departemen Penanggung Jawab
Pendidikan Jenjang Profesi
Buku Log Dokter Muda 27
DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI
IV. CATATAN KHUSUS
Catatan khusus ini diisi untuk kegiatan yang baik (misal membantu panitia seminar, pemenang lomba tulisan ilmiah, dll), maupun yang tidak baik (misal bolos waktu jaga, tidak masuk tanpa ijin, dll)
Tanggal Kegiatan RSUP Sanglah/
Satelit
Nama SPV&
Residen Paraf
Buku Log Dokter Muda 28
BUKU LOG DOKTER MUDA
V. PENUTUP
Buku pedoman Kepaniteraan Klinik Madya (KKM) Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNUD berisikan tentang tujuan yang ingin dicapai tentunya disesuaikan dengan level kompetensi yang ada baik dari segi kasus maupun ketrampilan klinis. Penilaian yang dilakukan seobyektif mungkin sesuai dengn kriteria yang telah disepakati meliputi afektif, psikomotor, dan kognitif sehingga mahasiswa akan mendapatkan bimbingan yang teraarah, terprogram, dan sistimatik. Seorang mahasiswa juga harus menjungjung tinggi sumpah janji dokter.
Dengan adanya buku log dokter muda ini , diharapkan akan lebih mudah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Buku Log Dokter Muda 29
DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI
LAMPIRAN
I. Learning Situation (LS)
Beberapa Learning situation yang dapat diterapkan untuk pencapaian kompetensi adalah:
1. Interactive Lectures (L)
Dapat diberikan dengan ceramah (L) Video Slide Teaching (LVS)
2. Learning in Small Groups (SGD) 3. Bedside teaching (BST)
Sesuai dengan kasus yang diminta dalam Standar Kompetensi Konsil Kedokteran Indonesia/KKI
4. Ambulatory Care Teaching (Am CT)
Hampir sama dengan bedside teaching hanya kasusnya tempatnya di poliklinik
5. In the Community (Comm T)
Pengalaman belajar lapangan dilakukan dengan kunjungan rumah yang bertujuan untuk melihat kondisi lingkungan-biofisiko-psikososial yang terkait dengan kasus. Satu kasus untuk 1 DM selama stase di bagian tersebut
II. Diagnosis klinik dan manajemen
Tingkat kemampuan yang diharapkan dijabarkan dalam level 1,2,3A, 3B, 4 yaitu:
1. Dapat mengenali dan menempatkan gambaran klinik penyakit.
Ketika membaca literature atau dalam korenpondensi, ia dapat menempatkan gambaran klinik pasien tersebut dan tahu bagaimana mencari informasi lebih lanjut
2. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (missal pemeriksaan laboratorium sederhana atau x-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindak lanjuti sesudahnya.
3. 3A. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan tambahan (missal pemeriksaan laboratorium sederhana atau x-ray).
Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat) 4. 3B. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan tambahan (misal pemeriksaan laboratorium sederhana atau x-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi
Buku Log Dokter Muda 30
BUKU LOG DOKTER MUDA
terapi pendahuluan serta merujuk ke specialis yang relevan (kasus gawat darurat)
5. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan (misal pemeriksaan laboratorium sederhana atau x-ray) Dokter dapat memutuskan dan dapat menangani problem ini sendiri
Dalam perencanaan tentukan kasus apa saja yang harus dikuasai (core) dan yang bukan core, serta ditentukan minimal berapa kasus.
III. Ketrampilan Klinik
Untuk pencapaian kompetensi ketrampilan klinik perlu dijabarkan dalam level of competency menurut Miller (1,2,3,4) yaitu:
Miller competency merangkumnya menjadi beberapa level/tingkat:
1. Tingkat kemampuan 1 (Knows): Mengetahui dan menjelaskan Lulusan dokter mampu menguasai pengetahuan teoritis termasuk aspek biomedik dan psikososial keterampilan tersebut sehingga dapat menjelaskan kepada pasien/klien dan keluarganya, teman sejawat, serta profesi lainnya tentang prinsip, indikasi, dan komplikasi yang mungkin timbul. Keterampilan ini dapat dicapai mahasiswa melalui perkuliahan, diskusi, penugasan, dan belajar mandiri, sedangkan penilaiannya dapat menggunakan ujian tulis.
2. Tingkat kemampuan 2 (Knows How): Pernah melihat atau didemonstrasikan
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teoritis dari keterampilan ini dengan penekanan pada clinical reasoning dan problem solving serta berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat. Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 2 dengan menggunakan ujian tulis pilihan berganda atau penyelesaian kasus secara tertulis dan/atau lisan (oral test).
3. Tingkat kemampuan 3 (Shows): Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teori keterampilan ini termasuk latar belakang biomedik dan dampak psikososial keterampilan tersebut, berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat, serta berlatih keterampilan
Buku Log Dokter Muda 31
DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI
tersebut pada alat peraga dan/atau standardized patient. Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 3 dengan menggunakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) atau Objective Structured Assessment of Technical Skills (OSATS).
4. Tingkat kemampuan 4 (Does): Mampu melakukan secara mandiri
Lulusan dokter dapat memperlihatkan keterampilannya tersebut dengan menguasai seluruh teori, prinsip, indikasi, langkah-langkah cara melakukan, komplikasi, dan pengendalian komplikasi. Selain pernah melakukannya di bawah supervisi, pengujian keterampilan tingkat kemampuan 4 dengan menggunakan Workbased Assessment misalnya mini-CEX, portfolio, logbook, dsb.
4A. Keterampilan yang dicapai pada saat lulus dokter
4B. Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)
Dalam perencanaannya mohon ditentukan core skill yang harus dikuasai (level 3,4) oleh Dokter Muda dan ditentukan frekuensi minimal penanganan pasien. Job shadowing, untuk skill yang harus diketahui tetapi tidak boleh dikerjakan oleh Dokter Muda (level 1,2).
Ketrampilan klinik dapat berupa:
1. Ketrampilan anamnesa (history taking) 2. Ketrampilan pemeriksaan fisik
3. Ketrampilan tindakan medis (aspirasi sumsum tulang (lumba/function, memasang kateter, dll)
4. Ketrampilan interpretasi hasil lab, rontgen, USG, dll.
IV. Ujian Ujian Formatif
• MiniCEX (2 kali selama stase, 1 di Pusat dan 1 di Jejaring)
• Laporan Kasus (Tinjauan pustaka dari penyakit sesuai kasus yang diberikan dan laporan kasusnya).
• Responsi dilakukan di RSUP Sanglah
• OSCE dilakukan di RSUP Sanglah Ujian Sumatif
• Ujian oral dengan pasien pada akhir tugas di bagian
• Untuk objektifitas ujian, harus dibuat check list materi yang diujikan dan skor penilaiannya
Buku Log Dokter Muda 32
BUKU LOG DOKTER MUDA
Penilaian Afektif Lingkup yang dinilai:
1. Tanggungjawab 2. Disiplin 3. Kerjasama 4. Kejujuran 5. Prakarsa
6. Sopan santun dan kerapian
Penilaian afektif harus bersifat objektif, caranya dengan menggunakan ceklist (2.2)
Nilai afektif memegang peranan penting untuk pertimbangan kelulusan V. Skor dan Rentang Penilaian
Pada masa KKM ini, penilaian terutama ditujukan pada sikap (afektif), psikomotor (ketrampilan) dan kognitif.
a. Arti dari nilai yang diberikan :
• Nilai A = 80 – 100
• Nilai B = 70 – 79
• Nilai C = 50 – 69
b. Dalam perhitungan nilai rata-rata, semua nilai (Afektif, Kognitif, Psikomotor) ikut diperhitungkan.
Batas Nilai Lulus : B