BAB V PENUTUP
C. Saran
Berdasarkan simpulan dan rencan tindak lanjut diatas, berikut ini merupakan saran dari peneliti yaitu sebagai berikut.
1. Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Muntilan sebaiknya dapat menggunakan model Group Investigation (GI) dalam kegiatan berdiskusi,
karena model ini dapat digunakan untuk meningkatkan keberanian siswa dalam berbicara, menyampaikan pendapat, menanggapi dan mempertahankan pendapat, serta dapat melatih siswa berperan aktif dalam kegiatan diskusi. 2. Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan hasil kualitas
pembelajaran, khususnya pembelajaran berdiskusi.
3. Penelitian ini diharapkan dapat melatih siswa untuk berani berpendapat dengan adanya pemerataan dalam berpendapat, sehingga diskusi tidak hanya didominasi oleh siswa tertentu saja. Selain itu, peelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa sehingga diskusi berjalan dengan memunculkan banyak ide atau gagasan baru.
Arsjad, Maidar. dan Mukti. 1988. Pembinaan dan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Dipodjojo, Asdi S. 1982. Komunikasi Lisan. Yogyakarta: PD. Lukman.
Giovanni. 2015. “Ujian Nasional Tetap Perlu Jadi Standar”,
http://news.okezone.com/read/2015/02/09/65/1103168/ujian-nasional-tetap-perlu-jadi-standar. Diunduh pada tanggal 26 April 2016.
Hendrikus, Dori Wuwur. 1991. Retorika Terampil Berpidato, Berdiskusi, Berargumentasi, Bernegosiasi. Yogyakarta: Kanisius.
Huda, Miftahul. 2014. Cooperative Learning (Metode, Teknik, Struktur, dan Model Penerapan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Kurniasari, Eni. 2009. Upaya Peningkatan Keterampilan Berdiskusi Melalui
Model Pembelajaran Town Meeting pada Siswa Kelas VIII SMP N 1 Bantul. Skripsi S1. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: FBS.
Maman, Mayong. 2012. “Peningkatan Kompetensi Berwacana Lisan dengan Metode Investigasi Kelompok”. LITERA, 11, I, hlm 110-123.
Muhammad. 2015. “Pacaran di Masa Sekolah, Boleh atau Tidak?”,
http://zoneblog123.blogspot.co.id/2015/03/pacaran-di-masa-sekolah-boleh.atau.tidak.html?m=1. Diunduh pada tanggal 26 April 2016. Nurgiyantoro, Burhan. 2012. Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta:
BPFE.
Prastowo, Angga. 2014. “Pengaruh Teknologi Ber-Smartphone Terhadap Remaja”, http://m.liputan6.com/citizen6/read/797577/pengaruh-teknologi-ber-smartphone-terhadap-remaja. Diunduh pada tanggal 26 April 2016.
Risnawati, Dian D. 2014. Upaya Peningkatan Keterampilan Berdiskusi Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-Op Co-Op pada Siswa Kelas VIII B SMP N 1 Kota Mungkid Magelang. Skripsi S1. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: FBS.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sharan and Sharon. 1989. “Group Investigation Expands Cooperative Learning”. ProQuest Professional Education, hlm 17.
Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media
Solihatin, Etin dan Raharjo. 2011. Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara
Suharyanti. 2011. Pengantar Keterampilan Berbicara. Surakarta: Yuma Pustaka. Sujanto. 1988. Keterampilan Berbahasa Membaca-Menulis-Berbicara untuk Mata
Kuliah Dasar Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: P2LLPTK.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wulandari, Siti Isnaini. 2009. Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Model Group Investigation (GI) pada Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Temon Kulon Progo. Skripsi S1. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: FBS.
Wulandari, Zelika. 2011. Upaya Meningkatkan Keterampilan Berdiskusi dengan Metode Jigsaw pada Siswa kelas X F SMA Negeri 1 Seyegan Kabupaten Sleman. Skripsi S1. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: FBS.
Lampiran 1: Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Tabel Lampiran 1: Jadwal Penelitian Tindakan Kelas VIII A
No Hari/Tanggal Kegiatan Observer
1. Selasa/12 April 2016 Pelaksanaan diskusi
pratindakan untuk kelas VIII A Putri Difla R S
2. Selasa/19 April 2016
Pelaksanaan Siklus I diskusi dengan model Group
Investigation (GI)
Putri Difla R S
3. Rabu/20 April 2016
Melanjutkan pelaksanaan Siklus I diskusi dengan model Group Investigation (GI)
Putri Difla R S
4. Jumat/ 6 Mei 2016
Pelaksanaan Siklus II diskusi dengan model Group
Investigation (GI)
Putri Difla R S
5. Jumat/13 Mei 2016
Melanjutkan pelaksanaan Siklus I diskusi dengan model Group Investigation (GI)
Tabel 2.1: Pengamatan Diskusi Kelompok
No Aspek yang diamati Skala tindakan
4 3 2 1
1 Kekompakan
2 Memotivasi Anggota Lain
3 Pengorganisasian Kerja Kelompok 4 Inisiatif Kerja dalam Kelompok 5 Keaktifan
Tabel 2.2: Kisi-Kisi Pengamatan Diskusi Kelompok
No Aspek yang
Diamati Skor Indikator
1. Kekompakan
4
Sangat Baik: apabila dalam berdiskusi kelompok cepat dalam menghasilkan kesimpulan dengan waktu yang dicapai hanya 8 menit.
3
Baik: apabila dalam berdiskusi kelompok waktu yang dicapai 10 menit untuk menghasilkan kesimpulan.
2
Cukup: apabila dalam berdiskusi kelompok waktu yang dicapai 13 menit untuk menghasilkan kesimpulan.
1
Kurang: apabila dalam berdiskusi kelompok waktu yang dicapai lebih dari 13 menit untuk menghasilkan kesimpulan.
2. Memotivasi
Anggota Lain
4
Sangat Baik: apabila anggota kelompok saling memberikan semangat untuk anggota kelompoknya sehingga kesimpulan di dapatkan dalam waktu lebih singkat (8 menit).
3
Baik: apabila anggota kelompok mempunyai semangat dan saling memotivasi anggota kelompok lain, tetapi kurang kompak, sehingga dalam
menghasilkan kesimpulan dibutuhkan waktu sedikit lama (10 menit).
2
Cukup: apabila anggota kelompok kurang mempunyai semangat dan tidak saling
menyemangati antara anggota kelompok lainnya, sehingga kesimpulan yang dihasilkan kurang
optimal, dan waktu yang dihasilkan dalam berdiskusi lebih panjang atau lebih lama (lebih dari 10 menit).
No Aspek yang
Diamati Skor Indikator
1
Kurang: apabila diantara anggota kelompok tidak mempunyai semangat dan tidak bisa memberikan kesimpulan dengan baik dan tidak bisa
mempergunakan waktu yang telah ditentukan.
3. Pengorganisasian Kerja Kelompok
4
Sangat Baik: apabila pembentukan kelompok, kelengkapan organisasi dan peran-peran anggota kelompok sudah berjalan sesuai dengan perannya masing-masing.
3
Baik: apabila pembentukan kelompok, kelengkapan organisasi dan peran- peran anggota kelompok berjalan sesuai dengan perannya masing-masing tetapi masih ada salah satu anggota kelompok yang sedikit menyimpang dari perannya.
2
Cukup: apabila pembentukan kelompok,
kelengkapan organisasi dan peran-peran anggota kelompok tidak berjalan sesuai dengan perannya masing-masing.
1
Kurang: apabila pembentukan kelompok,
kelengkapan organisasi dan peran- peran anggota kelompok tidak tersusun dan tidak berjalan sesuai dengan perannya masing- masing.
4. Inisiatif Kerja dalam Kelompok
4
Sangat baik: apabila siswa yang dalam kelompoknya dapat memunculkan ide-ide baru untuk mendapat hasil kesimpulan yang sesuai dengan masalah yang didiskusikan.
3
Baik: apabila siswa yang dalam kelompoknya dapat memunculkan ide-ide baru untuk mendapat hasil kesimpulan.
2
Cukup: apabila siswa yang dalam kelompoknya tidak menemukan ide- ide baru sehingga kesimpulan yang dihasilkan kurang sesuai dengan permasalahan yang ada.
1
Kurang: apabila siswa yang dalam kelompoknya tidak ada yang memunculkan ide -ide baru dan kesimpulan yang dihasilkan tidak sesuai dengan permasalahan yang ada.
5. Keaktifan 4
Sangat Baik: apabila frekuensi interaksi dalam berbicara setiap siswa itu aktif, setiap siswa mendapat kesempatan untuk dua kali dalam
berbicara, sehingga dengan keaktifan semua anggota kelompok akan cepat menghasilkan kesimpulan dalam waktu delapan menit saja.
3
Baik: apabila frekuensi interaksi dalam berbicara setiap siswa akif tetapi hanya ada salah satu siswa yang satu kali saja dalam mengemukakan pendapat, sehingga waktu yang dicapai untuk menghasilkan kesimpulan 10 menit.
2
Cukup: apabila frekuensi interaksi dalam berbicara setiap siswa berbicara satu kali saja dalam setiap mengemukakan pendapat, sehingga frekuensi interaksi berbicara siswa kurang begitu aktif dan waktu yang digunakan dapat mencapai sepuluh menit, sehingga kesimpulan yang dihasilkan tidak sesuai yang diharapkan.
1
Kurang: apabila frekuensi interaksi dalam berbicara setiap siswa tidak berjalan, hanya salah satu anggota dari kelompok saja yang berani dan aktif, sehinnga waktu yang dicapai lebih dari sepuluh menit dan tidak menghasilkan kesimpulan.
Lampiran 3: Pedoman Penilaian Keterampilan Diskusi Siswa
Tabel Lampiran 3.1: Pedoman Penilaian Keterampilan Diskusi Siswa
No Aspek
Skala Skor
Jumlah
4 3 2 1
1 Memberikan pendapat
2 Menanggapi pendapat orang lain 3 Kemampuan mempertahankan pendapat 4 Menerima pendapat orang lain
5 Penguasaan topik 6 Keberanian berbicara 7 Kelancaran berbicara 8 Pandangan mata 9 Kenyaringan suara
10 Ketepatan struktur dan kosakata
Tabel Lampiran 3.2: Kisi-Kisi Pedoman Penilaian Keterampilan Diskusi Siswa
No Aspek yang
Diamati Skor Indikator
1. Memberikan
pendapat
4 Siswa dapat menyampaikan ide/pendapat yang rasional dan tepat.
3 Siswa dapat menyampaikan ide/pendapat yang rasional namun kurang tepat.
2 Siswa dapat menyampaikan pendapat/ide yang hanya bertanya.
1 Siswa yang tidak menyampaikan ide atau pendapat
2.
Menanggapi pendapat orang
lain
4 Siswa dapat menanggapi pendapat orang lain dengan menyertakan alasan yang tepat dan rasional
3
Siswa dapat menanggapi pendapat orang lain dengan alasan yang dikemukakan rasional namun kurang tepat.
2 Siswa dapat menanggapi pendapat orang lain, namun tanpa memberikan alasan.
1 Siswa tidak menanggapi pendapat orang lain.
3.
Kemampuan mempertahankan
pendapat
4
Siswa mampu mempertahankan pendapatnya dengan memberikan alasan yang rasional dan dapat
menyakinkan orang lain.
3 Siswa mampu mempertahankan pendapatnya dengan memberikan alasan yang rasional.
2 Siswa mampu mempertahankan pendapatnya namun alasan yang dipakai kurang rasional.
1 Siswa tidak mampu mempertahankan pendapat.
4.
Menerima pendapat orang
lain
4 Siswa dapat menerima pendapat orang lain dengan menyertakan alasan yang tepat dan rasional. 3 Siswa dapat menerima pendapat orang lain namun
No
Diamati Skor Indikator
2 Siswa tidak menerima pendapat orang lain dengan memberikan alasan.
1 Siswa langsung menerima pendapat orang lain tanpa memberikan alasan.
5. Penguasaan topik
4 Siswa menguasai topik.
3 Siswa cukup menguasai topik (terkadang masih membaca).
2 Siswa kurang menguasai topik. 1 Siswa tidak menguasai topik.
6. Keberanian
berbicara
4 Siswa yang sudah berani berbicara tanpa malu, gugup, dan takut salah.
3 Siswa yang berani berbicara namun terkadang masih malu, gugup dan takut salah.
2 Siswa yang kurang berani berbicara sehingga masih sering gugup dan takut salah.
1 Siswa tidak berani berbicara dan memilih diam.
7. Kelancaran
berbicara
4 Siswa yang berbicara lancar dari awal sampai akhir. 3 Siswa yang cukup lancar berbicara (terkadang masih
tersendat-sendat atau terputus-putus). 2
Siswa kurang lancar berbicara masih sering malu, gugup, dan takut salah (sering tersendat-sendat atau terputus-putus).
1 Siswa yang tidak lancar berbicara.
8. Pandangan mata
4 Siswa yang pandangan matanya tertuju ke lawan bicara dan peserta lain.
3 Siswa yang pandangan matanya cukup terarah. 2 Siswa yang pandangan matanya kurang terarah. 1 Siswa yang tidak mengarahkan mata ke lawan bicara
(menunduk).
9. Kenyaringan
Suara
4 Siswa yang berbicara dengan suara nyaring. 3 Siswa yang berbicara dengan suara cukup nyaring. 2 Siswa yang berbicara dengan suara kurang nyaring. 1 Siswa yang berbicara dengan suara pelan (tidak
terdengar).
10. Ketepatan struktur dan kosakata
4 Siswa yang memperhatikan lafal/ucapan, susunan kalimat, dan pilihan kata.
3 Siswa yang cukup memperhatikan lafal/ucapan, susunan kalimat, dan pilihan kata
2 Siswa yang kurang memperhatikan lafal/ucapan, susunan kalimat, dan pilihan kata
1 Siswa yang tidak memperhatikan lafal/ucapan, susunan kalimat, dan pilihan kata
Lampiran 4: Angket Pratindakan
ANGKET PRATINDAKAN
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang Anda pilih! 1. Apakah Anda sering melakukan diskusi?
a. Ya b. Tidak
2. Apakah guru sering mengadakan proses pembelajaran dengan berdiskusi saat di kelas?
a. Ya b. Tidak
3. Apakah Anda senang jika mendapat perintah dari guru untuk melaksanakan berdiskusi?
a. Ya b. Tidak
4. Apakah Anda aktif dengan menyampaikan ide, gagasan, persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat saat proses pembelajaran diskusi?
a. Ya b. Tidak
5. Apakah Anda masih merasa malu, takut, atau minder dalam menyampaikan ide, gagasan, persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat pada saat proses pembelajaran diskusi?
a. Ya b. Tidak
6. Ketika diskusi berlangsung, apakah ada seorang atau beberapa siswa yang mendominasi pembicaran?
a. Ya b. Tidak
7. Ketika diskusi berlangsung, sudahkah seluruh peserta menyampaikan ide, gagasan, bantahan, persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat?
a. Ya b. Tidak
8. Menurut Anda perlukah suatu model atau teknik pembelajaran yang digunakan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran diskusi?
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Setelah beberapa kali pertemuan, Anda mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi berbicara, kami ingin mengetahui pendapat Anda tentang kegiatan belajar mengajar yang telah kita laksanakan. Jawablah dengan jujur apa adanya yang Anda alami dan rasakan, karena apapun jawaban yang anda isi tidak akan berpengaruh terhadap nilai rapor.
1. Apakah Anda merasa sulit menerapkan diskusi dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)?
a. Ya b. Tidak
2. Apakah setiap anggota kelompok telah melaksanakan proses diskusi menggunakan model Group Investigation (GI) dengan benar?
a. Ya b. Tidak
3. Apakah semua peserta kelompok Anda menyampaikan ide, gagasan, pendapat, penolakan, persetujuan, dan sanggahan dalam diskusi secara merata?
a. Ya b. Tidak
4. Apakah Anda masih merasa malu, takut, atau gugup untuk menyampaikan pendapat di depan orang lain Setelah mendapatkan tugas untuk melakukan diskusi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI),?
a. Ya b. Tidak
5. Apakah masih ada peserta diskusi yang mendominasi diskusi?
a. Ya b. Tidak
6. Apakah semua peserta diskusi ikut berpartisipasi dalam memecahkan masalah dalam proses diskusi?
a. Ya b. Tidak
7. Apakah Anda sudah saling mendengarkan pendapat satu sama lain?
8. Menurut Anda, apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam pembelajaran diskusi dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan berdiskusi Anda?
a. Ya b. Tidak
9. Menurut Anda, apakah kegiatan diskusi dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) perlu diterapkan di dalam sekolah?
a. Ya b. Tidak
10.Apa yang Anda rasakan dalam pembelajaran berdiskusi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Anda boleh memilih jawaban lebih dari satu dengan cara memberi tanda silang pada huruf yang Anda pilih.
A.Pedoman Wawancara dengan Guru (Pratindakan)
1. Apakah Ibu sering mengadakan pembelajaran berdiskusi?
2. Bagaimana proses pembelajaran keterampilan berdiskusi yang telah Ibu lakukan selama ini?
3. Kesulitan apa saja yang Ibu hadapi dalam pembelajaran diskusi?
4. Bagaimana kecenderungan nilai siswa untuk keterampilan berbicara dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya?
5. Apa penyebab rendahnya keaktifan siswa ketika berdiskusi?
6. Metode atau model pembelajaran seperti apa yang Ibu gunakan dalam pembelajaran keterampilan berdiskusi?
7. Apakah selama ini siswa antusias ketika melaksanakan proses pembelajaran keterampilan berdiskusi?
8. Berapa kelas yang Ibu ajar di SMP N 2 Muntilan?
9. Apakah dari semua kelas memiliki kemampuan yang sama saat pembelajaran berbicara terutama saat pembelajaran diskusi?
10.Perlukan menurut Ibu dilakukan pembelajaran diskusi dengan model lain selain model konvensional yang pernah Ibu terapkan?
B.Pedoman Wawancara dengan Guru (Pascatindakan)
1. Bagaimana pendapat Ibu mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)?
2. Apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) semua peserta diskusi sudah mengemukakan ide, gagasan, pendapat, pertanyaan, sanggahan, persetujuan, secara merata?
3. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) ini dapat membantu siswa dalam pembelajaran berdiskusi?
4. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) ini cocok diterapkan dalam setiap pelajaran Bahasa Indonesia?
5. Apakah kendala yang Ibu rasakan selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)?
C.Pedoman Wawancara dengan Siswa (Pascatindakan)
1. Bagaimana pendapatmu mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)?
2. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) ini bisa membantu kamu dalam berdiskusi?
3. Apakah kamu setuju kalau model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)ini diterapkan dalam pelajaran?
4. Apakah kamu mengalami kesulitan salama proses diskusi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)?
P : “Selamat siang, Bu. Ini saya mau sedikit wawancara dengan ibu tentang pembelajaran diskusi kelas.”
G : “Oh iya, boleh mbak.”
P : “Apakah ibu sering melakukan diskusi? Bagaimana pembelajarang yang ibu lakukan?”
G : “Ya lumayan sering mbak, diskusi seperti diskusi biasa itu lalu presentasi, sudah.”
P : “kalau kendala ibu waktu pelaksanaan diskusi itu bagaimana Bu?
G : “Banyak yang gak aktif mbak. Siswa yang mau berpendapat hanya itu-itu saja. banyak yang pendiam.”
P : “Menurut ibu yang menjadi penyebabnya apa ya Bu?”
G : “Banyak siswa yang malu mbk buat ngomong. Harus dipancing dulu baru mau bicara.”
P : “kalau begitu kelas mana Bu yang siswanya kurang aktif dalam berbicara?”
G : “Kelas VIIIA mbak. Anaknya pintar-pintar tapi pendiam. Siswa yang aktif hanya beberapa saja.”
P : “Menurut ibu perlukah model pembelajaran diskusi yang baru untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa?”
G : “Tentu saja mbak. Kalau bisa diterapkan pada pelajaran, supaya siswa yang tidak aktif bisa ikut ambil bagian dalam diskusi.”
P : “Oh iya bu, terimakasih atas waktunya,”
G : “Iya mbak, sama-sama. Semoga model yang dibawa mbak ke sekolah dapat dijadikan model pembelajaran di sini.”
Wawancara dengan Guru (Pascatindakan)
P : “Selamat siang bu, maaf mengganggu waktu ibu sebentar. Disini saya mau bertanya tentang pendapat ibu mengenai model Group Investigation yang saya terapkan kemarin.”
G : “Oh iya mbak, silakan saja. Bagaimana hasilnya? Kalau menurut ibu modelnya sudah berhasil mbak,”
P “Oh iya bu. Kalau dari hasil skor memang meningkat. Pendapat ibu sendiri bagaimana?”
G : “Sangat baik mbak. Siswa yang biasanya diam jadi belajar bicara. Diskusinya gak Cuma didonimasi oleh siswa yang pinter-pinter sama yang aktif saja.”
P : “Apakah menurut ibu dengan model ini siswa telah mengemukakan pendapatnya bu?”
G : “Tentu mbak. Siswanya jadi aktif. Topiknya juga menarik jadi siswa semakin tertarik dengan diskusi. Modelnya mendorong siswa punya tanggungjawab masing-masing jadi bagus mbak.”
P : “Kalau begitu apakah model ini cocok diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?”
G : “Tentu mbak. Apalagi untuk berbicara. jelas sangat membantu.”
P : “Oh iya buk, kalau begitu terimakasih atas waktunya. Wawancaranya sudah cukup, Bu.”
: “Dek, boleh minta waktunya sebentar?” S07 : “Iya mbak boleh, gimana mbak?”
P : “Gimana dek pelajaran diskusi dengan model Group Investigationnya? S07 : “Bagus sih mbak. Semuanya jadi punya jatah ngomong.”
S04 : “Iya mbak, yang biasa diam jadi bicara.”
P : “Kalau begitu model Group Investigation membantu diskusi kalian?” S07 : “Iya mbak sangat membantu. Kan kalau banyak yang bicara banyak ide
yang muncul, jadi tidak Cuma pemikiran satu orang saja.”
S04 : “Iya mbak, betul. Temen yang biasa diam juga jadi ikut mikir kan punya tanggungjawab masing-masing.”
P : “Menurut kalian model Group Investigation cocok diterapkan untuk pelajaran Bahasa Indonesia?”
S04 : “Cocok mbak, bisa belajar buat ngomong sama mengeluarkan pendapat mbak.”
P : “Kalau kesulitannya menggunakan model Group Investigation apa dek?” S07 : “Nggak banyak sih mbak, Cuma kalau ada yang tidak ngerjain bagiannya
kan anggota lain jadi tambah tugas. Itu aja sih mbak.”
P : “Oh begitu. Terimakasih atas waktunya ya. Semoga model Group Investigation bisa lebih bermanfaat lagi untuk kalian semua.”
Sekolah : SMP N 2 Muntilan Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/ Semester : VIII/ 2
Standar Kompetensi : Berbicara
10. Mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler
Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajara n Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber belajar Karakter Tekn ik Bentuk instrumen Contoh instrumen 10.1 Menyam-paikan perse-tujuan, sang-gahan, dan penolakan pendapat da-lam diskusi disertai de-ngan bukti atau alasan Cara menyampai kanpendapat dalam diskusi dan implementa sinya
oMengamati model diskusi, kemu-dian membahas mekanisme berdiskusi tepat
oMendiskusikan etika menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi melalui pengamatan model secara kritis, oMenyampaikan persetujuan,
sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alas an dengan logis, santun, dan percaya diri
Mampu menentukan mekanisme diskusi dengan tepat Mampu menentukan peran moderator, penyaji, dan penyanggah dengan tepat Obse rvasi Lembar observasi Tunjukkan beberapa mekanisme diskusi berdasarkan model diskusi Berdiskusilah dengan tema tertentu sesuai dengan aturan berdiskusi 4 X 40’ Lingkungan Media cetak ataupun elektronik, Model, Buku teks, Buku referensi Tepat, kritis, logis, santun, percaya diri
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMP
PRATINDAKAN Sekolah : SMP N 2 Muntilan
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VIII/ 2
Standar Kompetensi : 10. Mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler.
Kompetensi Dasar : 10.1 Menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan. Indikator : 1. Mampu menentukan mekanisme diskusi.
2. Mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika yang baik dan argumentatif.
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan.
B. Materi Pembelajaran 1. Pengertian diskusi 2. Etika berdiskusi
3. Tugas dan peranan moderator, notulis, dan anggota diskusi. 4. Cara menyampaikan pendapat:
Persetujuan Sanggahan/penolakan C. Metode Pembelajaran 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Diskusi
A. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal (15 menit)
1) Guru memasuki ruang kelas setelah bel berbunyi.
2) Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam kemudian mengabsen siswa.
4) Guru memotivasi siswa.
5) Guru menyebutkan manfaat pembelajaran bagi kehidupan mereka. b. Kegiatan Inti (55 menit)
1) Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
(a) Guru menjelaskan materi tentang diskusi, diantaranya pengertian diskusi, etika berdiskusi, tugas dan peranan moderator, notulis, dan anggota diskusi, serta cara menyampaikan pendapat.
(b) Guru membentuk siswa menjadi beberapa kelompok. (c) Guru membagikan bahan yang akan didiskusikan. 2) Elaborasi,
Dalam kegiatan elaborasi:
(a) Guru memberi tugas kepada siswa untuk melakukan diskusi kelompok. Guru membagikan artikel yang berjudul “Ujian Nasional Tetap Perlu Jadi Standar”.
(b) Siswa melakukan diskusi.
(c) Siswa menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan tugas yang didiskusikan.
3) Konfirmasi,
Dalam kegiatan konfirmasi:
(a) Setelah selesai, siswa mempresentasikan hasil diskusi. (b) Guru menjelaskan apa yang belum dipahami oleh siswa. c. Kegiatan Akhir (10 menit)
1) Guru dan siswa melakukan refleksi. 2) Guru menutup pelajaran.
B. Sumber Belajar