• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan mengenai Peraturan di Indonesia

Dalam dokumen ADARO ENERGY Tbk 2013 (Halaman 126-129)

uud 1945 menyatakan bahwa seluruh sumber daya alam yang terkandung di dalam wilayah Indonesia harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat. pemerintah Indonesia telah mengesahkan beberapa peraturan yang mempengaruhi industri batubara, dimana yang terakhir adalah undang-undang nomor 4 tahun 2009 perihal pertambangan Mineral dan Batubara (uu no. 4/2009), yang juga dikenal dengan nama undang-undang pertambangan yang Baru untuk menggantikan undang- undang nomor 11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan pokok pertambangan. pengesahan undang-undang pertambangan yang Baru mencerminkan perubahan signiikan terhadap peraturan pertambangan Indonesia sebelumnya. Beberapa peraturan pelaksana dari uu no. 4/2009 adalah:

Sebagai bagian dari pengelolaan risiko kredit, perusahaan hanya bertransaksi dengan pelanggan yang memiliki kondisi keuangan yang sehat. perusahaan juga memiliki keuntungan pada sisi skema pembayaran. para pelanggan menerapkan periode pembayaran berjangka waktu 30 hari, sementara pembayaran perusahaan kepada para pemasok, vendor dan kontraktor ditetapkan untuk jangka waktu 55 dari. Hukum dan Peraturan. aE memiliki tim legal yang kuat dengan wawasan yang luas mengenai industri pertambangan. Semua perjanjian, kontrak dengan pihak ketiga, laporan yang dipublikasikan dan semua dokumen lainnya yang berpotensi menimbulkan implikasi hukum terhadap kepentingan aE harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan divisi legal grup. tim legal harus memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan hukum dan perlindungan terhadap kepentingan aE secara sepenuhnya.

Pelaporan Keuangan. aE memiliki tim keuangan dan akuntansi yang kuat dan mendapat dukungan dari oleh pricewaterhouseCoopers yang merupakan auditor independennya, untuk menghindari potensi ketidakpatuhan, memastikan pemenuhan standar pelaporan yang berlaku, dan membantu menyusun laporan keuangan.

Ancaman Manusia. perusahaan selalu meningkatkan tingkat keselamatan di lokasi pekerjaan dengan mempekerjakan kontraktor bidang keselamatan dan memperbaiki program pelatihan keselamatan. Teknologi Informasi. risiko terkait pengelolaan integritas dan keamanan data telah dikelola dengan baik. tim It aE sedang menerapkan sistem manajemen data untuk menjamin integritas data. data juga dilindungi dengan melakukan backup secara rutin. Selain itu, aE sedang membuat pusat pemulihan bencana (disaster recovery center).

1) pada bulan September 2009, Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESdM) mengeluarkan peraturan Menteri no. 28 tahun 2009 tentang penyelenggaraan usaha Jasa pertambangan Mineral dan Batubara. peraturan ini menyediakan persyaratan khusus dalam penggunaan dan penunjukan kontraktor jasa penambangan. pada tanggal 8 oktober 2012, peraturan ini telah diubah sebagian dengan peraturan Menteri no. 24 tahun 2012, yang mengatur bahwa pemilik ijin kegiatan penambangan dapat menyewa peralatan dari perusahaan penunjang pertambangan yang memiliki Surat Keterangan terdaftar yang diterbitkan oleh Menteri, gubernur, atau Bupati menurut kewenangannya. adaro Energy meyakini bahwa perusahaan telah mematuhi permen no. 28/2009 yang mewajibkan aI untuk melaksanakan aktivitas penambangan batubara sendiri serta permen no. 24/2012 perihal penyewaan alat berat. Kedua peraturan ini tidak mengakibatkan perubahan yang signiikan terhadap struktur operasi perusahaan.

Ko M u nI ta S K a MI p r o f Il K a M I p E S an K aM I B IS nI S K a MI t IM K a M I Ko M u nI ta S K a MI tat a K E l o l a K a M I In v E S to r K a M I K E u an g an K aM I Ko M u nI ta S K a MI

2) pada bulan desember 2009, Kementerian ESdM mengeluarkan peraturan Menteri no. 34 tahun 2009 tentang pengutamaan pemasokan Kebutuhan Mineral dan Batubara untuk Kepentingan dalam negeri (dMo). peraturan ini mewajibkan perusahaan-perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian dari hasil produksinya untuk kepentingan nasional dan berlaku untuk semua jenis batubara dan mineral. Besaran dMo ditentukan setiap tahun. pada tanggal 8 oktober 2012, Kementerian ESdM mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) no. 2934.K/30/MEM/2012 yang menyatakan bahwa batas minimum dMo tahun 2013 adalah sebesar 20,30%. pada tanggal 24 desember 2013, Kementerian ESdM mengeluarkan Kepmen no. 4023.K/30/MEM/2013 yang merevisi batas minimum dMo tahun 2013 menjadi 20,10%. adaro Energy berkomitmen untuk mendukung peningkatan permintaan batubara dari Indonesia dan akan mengawasi kuantitas dMo dengan seksama untuk memastikan pemenuhan perusahaan terhadap kewajiban tersebut.

3) pada bulan februari 2010, pemerintah Indonesia menerbitkan dua peraturan pelaksana untuk uu no. 4/2009, yaitu peraturan pemerintah (pp) no. 22 tahun 2010 dan peraturan pemerintah (pp) no. 23 tahun 2010. pp no. 22/2010 mengatur mengenai pembentukan wilayah pertambangan di bawah Ijin usaha pertambangan (Iup), sementara pp no. 23/2010 mengatur mengenai prosedur untuk memperoleh Iup baru, pengalihan Iup, divestasi, dan wilayah pertambangan. pada tanggal 21 februari 2012, pemerintah mengubah pp no. 23/2010 dengan pp no. 24/2012, yang mengatur lebih lanjut mengenai pengalihan Iup, divestasi, dan wilayah pertambangan. adaro mengawasi perkembangan peraturan-peraturan pelaksana untuk undang- undang tersebut dan akan mempertimbangkan dampaknya terhadap operasi perusahaan, jika ada, segera setelah disahkannya peraturan-peraturan tersebut. Walaupun pKp2B-nya baru akan berakhir pada tahun 2022, perusahaan telah memulai diskusi dan negosiasi dengan pihak pemerintah untuk membuat kesepakatan mengenai perpanjangan pKp2B tersebut.

4) pada bulan September 2010, Kementerian ESdM mengeluarkan permen no. 17 tahun 2010 yang menyediakan rincian dan mekanisme untuk menetapkan harga patokan minimum untuk penjualan mineral dan batubara. peraturan ini mengatur harga minimum untuk berbagai jenis batubara berdasarkan indeks internasional dan domestik dan dipublikasikan setiap bulan. penjualan batubara harus dilakukan dengan mengacu kepada harga patokan (harga Batubara acuan atau hBa) yang ditentukan oleh pemerintah dan penentuan harga tidak boleh dilakukan untuk jangka waktu yang melebihi dua belas bulan. pada tanggal 26 agustus 2011, direktur Jenderal Mineral dan Batubara mengeluarkan peraturan dirjen no. 999.K/30/dJB/2011 mengenai prosedur untuk menentukan penyesuaian terhadap harga patokan batubara. pada tanggal 21 Maret 2013, peraturan ini digantikan dengan peraturan dirjen no. 644.K/30/ dJB/2013. adaro Energy meyakini bahwa perusahaan telah mematuhi kewajiban yang dijelaskan di atas.

5) pada bulan desember 2010, pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan pelaksana untuk uu no. 4/2009, yaitu peraturan pemerintah no. 78 tahun 2010 tentang reklamasi dan pasca tambang, yang melengkapi peraturan Menteri no. 18 tahun 2008 mengenai reklamasi dan penutupan tambang yang dikeluarkan oleh Kementerian ESdM pada tanggal 29 Mei 2008. peraturan ini menyatakan bahwa perusahaan pertambangan diwajibkan untuk memberikan jaminan reklamasi tambang dan penutupan tambang yang dapat diberikan dalam bentuk deposito, garansi bank, asuransi, atau cadangan akuntansi. adaro telah menyampaikan sembilan rencana penutupan tambang yang telah disetujui oleh Kementerian ESdM pada tanggal 14 februari 2013. per 31 desember 2013, aI memberikan jaminan reklamasi dalam bentuk jaminan

pelaksanaan (performance bond) sebesar rp29,5 miliar (rp 63,3 miliar pada tahun 2012), dan cadangan akuntansi sebesar rp22,9 miliar.

6) pada bulan agustus 2013, Kementerian ESdM mengeluarkan permen no.25 tahun 2013 mengenai penyediaan, pemanfaatan, dan tata niaga bahan bakar nabati sebagai bahan bakar lain. peraturan ini menyatakan bahwa perusahaan pertambangan harus secara bertahap mencampurkan bahan bakar nabati dengan bahan bakar solar. adaro percaya bahwa perusahaan telah mematuhi peraturan ini. adaro membeli bahan bakar yang telah dicampur dengan bahan bakar nabati untuk kegiatan operasinya. Selain itu, bersama dengan Komatsu, adaro juga telah mengembangkan pilot plant bahan bakar nabati, yang menggunakan minyak sawit mentah atau minyak jarak mentah untuk memproduksi bahan bakar nabati.

7) pada bulan September 2013, Kementerian ESdM mengeluarkan permen no. 27 tahun 2013 mengenai tata cara dan penetapan harga divestasi saham, serta perubahan penanaman modal di bidang usaha pertambangan mineral dan batubara. peraturan ini menyatakan bahwa perusahaan asing harus mendivestasikan secara bertahap atas sebagian sahamnya kepada perusahaan Indonesia, sehingga porsi yang sudah dilakukan divestasi mencapai minimum 51% pada tahun kesepuluh. peraturan ini juga mengatur perubahan pada penanaman modal dan sumber pembiayaan, perubahan status perusahaan dari penanaman modal asing menjadi penanaman modal dalam negeri atau sebaliknya, perubahan anggaran dasar, perubahan direksi dan dewan komisaris, dan perubahan komposisi pemegang saham. adaro meyakini bahwa perusahaan telah mematuhi peraturan yang dijelaskan di atas.

8) pada bulan September 2013, Kementerian ESdM mengeluarkan permen no. 28 tahun 2013 mengenai tata cara lelang wilayah izin usaha pertambangan (WIup) dan wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIupK) pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. peraturan ini menjelaskan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk berpartisipasi dalam lelang WIup dan WIupK usaha pertambangan batubara dan mineral.

koMunITas

KAmi

Dalam dokumen ADARO ENERGY Tbk 2013 (Halaman 126-129)

Dokumen terkait