• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Metodologis

Dalam dokumen DISKURSUS PLURALISME AGAMA DI INDONESIA (Halaman 28-31)

Jenis kajian ini berasal penelitian yang bersifat deskriptif-kualitatif, hal tersebut mengingat dalam penelitian ini penulis akan mendeskripsikan/

menggambarkan fenomena pemikiran pluralisme agama di kalangan dai Kota Samarinda. Oleh karenanya data-data yang diperoleh bukanlah dalam bentuk angka-angka (kuantitatif) melainkan data yang bersifat kualitatif, yakni berkenaan dengan gagasan, konsep dan atau pemikiran para dai mengenai pluralisme agama, dengan menggunakan metode atau tahapan yang lazim digunakan dalam penelitian ilmiah.35 Adapun penelitian ini dilaksanakan di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.

Penelitian mengenai diskursus pemikiran pluralisme agama di kalangan dai Kota Samarinda, merupakan tema penelitian yang memerlukan pendekatan multi-disipliner, hal tersebut agar supaya peneliti lebih mudah memperoleh pemahaman secara tuntas. Oleh karena itu, guna dapat memahami bagaimana pemikiran pluralisme agama di kalangan dai Kota Samarinda, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan multidisipliner dan interdisipliner, di antaranya adalah pendekatan sosiologis, karena mengingat penelitian ini merupakan penelitian berusaha mencermati gejala-gejala sosial yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Kota Samarinda, salah satunya adalah prilaku keberagamaan masyarakat di Kota Samarinda, baik terhadap masyarakat secara umum maupun kalangan dai secara khusus, gejala yang dimaksudkan adalah berupa implementasi konsep pemikiran pluralisme agama dalam interaksi sosial kemasyarakatan. Tentunya pendekatan ilmu-ilmu sosial-kemasyarakatan sangat membantu dalam upaya menganalisis realitas sosial masyarakat di Kota Samarinda. Kemudian, digunakan pula pendekatan filosofis-teologis, mengingat bahwa penelitian ini mengkaji tentang pemikiran keagamaan yakni “pluralisme agama”, maka kerangka pikir dalam penelitian ini menggunakan pula teori-teori filsafat dan aliran-aliran keagamaan. Kerangka pikir inilah nantinya sekaligus akan menjadi pisau analisis terhadap data-data yang peneliti peroleh di lapangan. Selanjutnya, pendekatan agama adalah mutlak digunakan, karena penelitian ini mengkaji tentang pemikiran keagamaan, maka tentulah peneliti akan menjadikan pandangan-pandangan keamagamaan dari para dai untuk menguatkan

35 Lihat, Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h.

5-6.

argumen-argumen yang dikemukakan, yakni yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis.36

Sumber data (informan) dalam kajian ini adalah dai yang berdomisili di Kota Samarinda. Adapun jumlah dai keseluruhan yang terdaftar adalah sekitar 215 orang, tersebar di sepuluh kecamatan. Untuk efektifitas pengambilan data, maka peneliti akan melakukan wawancara terhadap para dai untuk menggali pandangan mereka mengenai pemikiran pluralisme agama. Dalam melakukan proses wawancara peneliti menggunakan teknik purposive sampling tanpa menentukan berapa jumlah dai yang akan peniliti wawancarai, hal ini dimaksudkan dengan tujuan manakala dalam wawancara yang dilakukan terdapat pengulangan data, atau pandangan-pandangan yang disampaikan memiliki kesamanaan atau bahkan persis setara dengan argumen dai sebelumnya, maka peneliti dapat mengakhiri pengambilan data.37

Mengingat penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif, maka dengan sendirinya data yang diperlukan diperoleh melalui pendekatan library research (pendekatan kepustakaan). Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data serta informasi yang bersifat teoretis dari literatur-literatur yang berhubungan dengan konsep pemikiran pluralisme agama.

Selanjutnya, peneliti juga tentunya akan menggunakan metode field work research, yakni penelitian dengan data utamanya berasal dari lapangan/para dai Kota Samarinda.

Dalam penelitian ini penulis secara langsung mengamati wacana-wacana keberagamaan yang berkembang di Kota Samarinda, tentunya observasi yang penulis lakukan mengacu pada 2 (dua) hal pokok; yakni pemahaman mengenai wacana pemikiran pluralisme agama dan faktor-faktor yang mempengaruhi pandangan dai, serta implementasi pemikiran pluralisme agama di kalangan dai Kota Samarinda.

Untuk meperoleh data dan informasi yang akurat, maka peneliti melakukan wawancara mendalam (indepth interviu) terhadap para dai (informan) dengan cara snowball, artinya, di samping penulis menetapkan nama-nama yang akan diwawancarai juga tidak menutup kemungkinan ada informan yang sangat relevan yang direkomendasikan oleh informan

36 Penjelasan mengenai penggunaan metode pendekatan dalam penelitian disertasi lebih jelasnya dapat dilihat dalam Prof. Dr. H. A. Qadir Gassing, Drs. Wahyuddin Halim, M.A (ed.), Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah; Makalah, Skripsi, Tesis, dan Disertasi, Cet; ke-2, (Makassar, Alauddin Press, 2009), h. 12.

37 Lihat, Lexy J. Moleong, op. cit., h. 224-225.

sebelumnya, sehingga informan tersebut harus penulis wawancarai. Dalam wawancara ini, penulis telah menetapkan beberapa pertanyaan yang merupakan refresentasi dari 2 (dua) tema pokok yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini, yakni; bagaimana pemahaman dai mengenai pluralisme agama, dan bagaimana pula implementasi pemikiran pluralisme agama di kalangan dai Kota Samarinda.

Untuk menunjang hasil penelitian ini, maka penulis juga akan mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkenaan dengan wacana pemikiran pluralisme agama serta implementasi pemikiran pluralisme agama di kalangan dai, mengingat kondisi Kota Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur, memiliki peran strategis dalam pembinaan wawasan kebangsaan, sosial-politik dan keagamaan. Dan sering kali diselenggarakan silaturahmi antar pemeluk agama dan etnis, sehingga, tampak secara nyata kondisi yang kondusip, fenomena ini semuanya terdokumentasikan (baik dalam surat kabar, bulletin, maupun dokumen resmi pemerintah)38 secara baik, dan penulis menjadikan dokumentasi semacam ini sebagai bahan laporan penelitian yang akan akan memberi kontribusi tersendiri dalam menafsirkan data yang ada.

Dalam penelitian deskriptif-kualitatif semacam ini analisis data tidak hanya dilakukan setelah keseluruhan data terkumpul, namun analisis data dapat dilakukan berbarengan dengan saat dihimpunnya data penelitian ini. Oleh karenanya, maka penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-kualitatif, yakni dengan melakukan interpertasi terhadap data yang telah ada, dengan memberi penjelasan ataupun penguatan terhadap data yang telah ada berdasarkan kerangka teoretis yakni berupa wacana pemikiran pluralisme agama yang telah terdokumentasikan dalam literature ilmiah sebagaimana yang telah dikemukakan dalam kajian teoretis.

Dalam memaparkan hasil analisis, penulis menggunakan cara dekduktif dan induktif. Artinya ketika mengutip dan menganalisis pendapat seorang dai, maka peneliti akan melihat konteks permasalahan sosial secara umum yang melingkupi pandangannya, lalu dikaitkan dengan konsep pemikiran pluralisme agama yang diwacanakan, sehingga pada akhirnya akan diperoleh sebuah benang merah ataupun kesimpulan yang bersifat khusus, dan demikian pula sebaliknya. Untuk memperoleh hasil analisis yang lebih tajam, maka digunakan pula teknik analisis komparatif, guna membandingkan pendapat dari satu dai terhadap dai yang lain, baik yang berbeda pendapat

38 Lihat Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta: Bhineka Cipta, 1992), h. 200.

maupun yang memiliki pendapat yang sama namun dengan argumentasi yang berbeda.

Dalam dokumen DISKURSUS PLURALISME AGAMA DI INDONESIA (Halaman 28-31)

Dokumen terkait