KALA I FASE AKTIF
CATATAN PERKEMBANGAN III( PERSALINAN)
Hari/ tanggal: Kamis, 02-05-2019 Jam: 01.50Wita
Tempat: Ruang bersalin Puskesmas Waipare KALA II
S : Ibu mengatakan , rasa ingin buang air besar. O :
1. Perineum tampak menonjol,vulva dan anus tampak membuka 2. Ibu tampak kesakitan dan tampak ada dorongan meneran
3. Pemeriksaan dalam tanggal : 02-05-2019, jam: 01.50 WITA, hasilnya: Vulva vagina:tidak ada oedema.
Portio: tidak teraba Pembukaan :10 cm KK : utuh Kedudukan : kepala Deminator : UUK depan Hodge : 1V
P :
a. Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa DJJ normal, pembukaan sudah lengkap, ketuban masih utuh, dan akan dilakukan tindakan memecahkan selaput ketuban serta proses persalinan segera berlangsung. Ibu dan keluarga mengerti dan dapat diajak kerja sama.
b. Membantu ibu memilih posisi meneran yang nyaman menurut ibu seperti setengah duduk, jongkok atau berdiri, merangkak, atau miring ke kiri. Ibu memilih posisi setengah duduk.
c. Mengajarkan pada ibu cara meneran yakni: posisi ibu setengah duduk, tarik lutut kearah dada, dan dagu ditempelkan ke dada. Saat ada kontraksi ibu boleh meneran sesuai dengan dorongan yang ibu rasakan tidak menahan napas saat meneran, bila tidak ada kontraksi ibu berhenti meneran dan beristrahat/ rileks serta minum. Ibu mengerti dan bersedia melakukanya.
d. Memberi ibu suport bahwa ibu pasti bisa melewati proses persalinan ini. Ibu mengerti dan dapat diajak kerja sama.
e. Kolaborasi dengan bidan untuk melakukan pertolongan persalinan sesuai dengan 60 langkah APN :
1. Memastikan peralatan siap pakai, siap diri, dan siap keluarga, mematahkan oksitosin 10 IU, dan disposible 3cc dalam partus set. Semua peralatan dan keluarga sudah dipersiapkan, disposible 3 cc disimpan dalam partus set.
2. Memakai celemek dan masker. Melindungi diri dan mencegah infeksi silang antara ibu dan bidan. APD sudah dipakai.
3. Melepaskan semua perhiasan, mencuci tangan 6 langkah menggunakan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk. Tangan merupakan media masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh sehingga mencegah infeksi silang antara penolong, ibu dan alat. Tangan sudah di cuci.
4. Memakai sarung tangan steril pada tangan kanan yang akan digunakan untuk pemeriksaan dalam. Tangan merupakan media masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh sehingga mencegah infeksi silang antara penolong, ibu dan alat. Tangan kanan sudah memakai sarung tangan
5. Mengambil alat suntik 3 cc dengan tangan kanan, isap oksitosin dan meletakan kembali dalam partus set. Memudakan dalam menyuntikan oksitosin pada ibu. Oksitosin sudah diisap dan disimpan dalam partus set, memakai sarung tangan pada tangan kiri.
6. Melakukan vulva hygiene.Vulva merupakan pintu masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Vulva sudah dibersikan.
7. Melakukan pemeriksaan dalam dan melakukanamniotomi menggunakan setengah koher. Ketuban warna jernih,jumlah ± 300 cc. 8. Mencelupkan sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5% membukanya
secara terbalik, merendam dalam larutan khlorin 0.5%, mencuci tangan kembali dengan sabun dan air mengalir. Membunuh mikroorganisme 80%. Sarung tangan sudah direndam dan tangan sudah dicuci.
9. Memeriksa DJJ setelah kontraksi uterus. Saat his, terjadi kompresi pada tali pusat sehingga suplay oksigen ke janin berkurang sehingga menyebabkan DJJ menurun. DJJ: 136 x/ dopler, kuat dan teratur.
10. Memberitahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap, kepala sudah di dasar panggul. Membantu ibu posisi ½ duduk, mengajarkan ibu untuk meneran bila ada his dan rasa ingin meneran. Mengurangi kecemasan, ibu merasa nyaman. Ibu dalam posisi setengah duduk
11. Meminta keluarga untuk berdiri di belakang ibu sehingga ibu bisa bersandar. Memudahkan ibu dalam mengedan. Ibu bersandar pada ibu kandungnya.
12. Memimpin ibu meneran bila ada his, memberi semangat dan pujian, bila tidak his menganjurkan ibu untuk minum dan istirahat. menilai DJJ. Ibu minum air 1/4 gelas, DJJ: 136 x/ dopler.
13. Menganjurkan ibu miring ke kiri bila tidak ada his. Tidak terjadi penekanan pada vena cava interior. Ibu miring ke kiri.
14. Meletakan kain bersih di atas perut ibu. Mengeringkan tubuh bayi dari darah dan air ketuban. Kain sudah diletakan di atas perut ibu.
15. Meletakan kain yang dilipat 1/3 bagian pada bokong ibu.
Menyokong perineum untuk mencegah laserasi jalan lahir. Kain 1/3 bagian sudah diletakan.
16. Mendekatkan partus set dan membukanya. Memudakan dalam pertolongan persalinan. Partus set sudah didekatkan.
17. Memakai sarung tangan pada kedua tangan. Tangan merupakan media utama masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh dan mencegah infeksi silang antara ibu dan bayi. Kedua tangan sudah memakai sarung tangan.
18. Setelah kepala bayi tampak dengan diameter 5-6 cm di depan vulva, maka tangan kanan melindungi perinium dengan kain yang dilipat 1/3 bagian. Tangan kiri menahan defleksi sambil menganjurkan ibu untuk meneran disaat his untuk melahirkan kepala.
melakukan episiotomi mediolateral, kemudian tangan kanan melindungi perinium dengan kain yang dilipat 1/3 bagian, tangan kiri menahan defleksi sambil menganjurkan ibu untuk meneran disaat his untuk melahirkan kepala bayi.
19. Mencegah kepala lahir terlalu cepat dan mencegah laserasi jalan lahir. Tangan kanan menyokong perinium.
20. Memeriksa adanya lilitan tali pusat. Lilitan tali pusat yang erat menyebabkan penekanan pada pembuluh darah tali pusat sehingga suplai darah ke janin berkurang. Tidak ada lilitan tali pusat.
21. Menunggu kepala janin melakukan putaran paksi luar. Menghilangkan torsi pada leher bayi. Kepala janin melakukan putaran paksi luar secara sepontan.
22. Memegang kepala bayi secara biparietal, dengan lembut menggerakan ke bawah untuk melahirkan bahu depan, ke atas untuk melahirkan bahu belakang. Kedua bahu bayi sudah lahir.
23. Setelah kedua bahu lahir, menggeser tangan ke bawah perinium untuk menyangga kepala, lengan dan siku ke arah bawah menggunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas. Membantu pengeluaran bayi seluruhnya dan mencegah robeknya perinium. Sudah dilakukan sanggah susur.
24. Setelah tubuh dan lengan lahir penelusuran tangan di atas berlanjut ke punggung, tungkai dan kaki, memegang kedua mata kaki, memasukan jari telunjuk di antar kaki dan memegang masing-masing mata kaki dengan ibu jari dan jari lainya. Mencegah tangan menjungkit sehingga tidak terjadi ruptur. Badan bayi telah lahir seluruhnya .
25. Jam 02.00 WITA, bayi lahir spontan, melakukan penilaian bayi. Menilai keadaan bayi untuk menentukan tindakan. Menangis kuat, tonus otot baik dan gerakanya aktif. Meletakan di atas perut ibu.
26. Mengeringkan tubuh bayi mulai kepala, muka dan tubuh bayi kecuali bagaian telapak tangan, mengganti kain yang basah dengan yang kering, membiarkan bayi di atas perut. Mencegah hipotermia. Seluruh badan bayi ada di atas perut ibu.