BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
KAJIAN PUSTAKA A. Organisasi Nirlaba
B. Organisasi Keagamaan
8) Catatan Uang Muka Beban Program dan Kegiatan Rutin. Catatan ini digunakan untuk mencatat rincian uang muka tidak terikat yang
dibuat oleh Karyawan Administrasi Keuangan.
b. Catatan Akuntansi yang Digunakan
Berdasarkan Buku Akuntansi Beban (2019:109), berikut catatan akuntansi yang digunakan dalam Beban Keperluan Rumah Tangga. 1) Jurnal Pengeluaran Kas Beban keperluan Rumah Tangga. 2) Jurnal Beban Keperluan Rumah Tangga.
3) Buku Kas Dewan Paroki-Tidak Terikat. Buku Kas ini digunakan untuk mencatat rincian penerimaan dan pengeluaran kas tidak terikat yang dikelola oleh Bendahara I Dewan Paroki.
c. Fungsi-Fungsi Terkait
Berdasarkan Buku Akuntansi Beban (2019:110), berikut fungsi terkait dalam Beban Keperluan Rumah Tangga:
1) Fungsi Pengeluaran. Fungsi pengeluaran bertanggungjawab atas pengeluaran Beban Keperluan Rumah Tangga. Dalam struktur organisasi, fungsi pengeluaran berada di tangan Bendahara I Dewan Paroki. Uang yang dikeluarkan diserahkan kepada Karyawan Administrasi Keuangan yang akan menyerahkan kepada Pemohon.
2) Fungsi Akuntansi. Fungsi akuntansi bertanggungjawab untuk mencatat transaksi pembayaran Beban Keperluan Rumah Tangga berdasarkan Tanda Bayar–Tidak Terikat, Karyawan Administrasi Keuangan mencatat ke dalam dua (2) Buku Kas Dewan Paroki– Tidak Terikat dan berdasarkan Bukti Kas Keluar-Tidak Terikat, Karyawan Administrasi Keuangan mencatat Uang Muka Beban Kegiatan Rutin ke dalam perangkat lunak (software) akuntansi, serta berdasarkan Bukti Memorial–Tidak Terikat, Karyawan Administrasi Keuangan mencatat Beban Keperluan Rumah Tangga ke dalam perangkat lunak (software) akuntansi. Dalam struktur organisasi, fungsi akuntansi pencatatan Tanda Bayar– Tidak Terikat ke dalam dua (2) Buku Kas Dewan Paroki Tidak Terikat dan pencatatan Bukti Kas Keluar–Tidak Terikat serta
Bukti Memorial ke dalam perangkat lunak (software) akuntansi berada di tangan Karyawan Administrasi Keuangan.
d. Prosedur Beban Keperluan Rumah Tangga
Menurut Tim Akuntansi Keuskupan Agung Semarang (2019:112), berikut prosedur Beban Keperluan Rumah Tangga relatif kecil: 1) Karyawan Administrasi Keuangan sebagai pemegang Kas Kecil
Sekretariat Paroki memberikan uang beserta intruksi pembayaran beban keperluan rumah tangga kepada pihak yang ditunjuk. 2) Pihak yang ditunjuk membayarkan beban keperluan rumah
tangga sesuai intruksi Karyawan Administrasi Keuangan. 3) Pihak yang ditunjuk menyerahkan bukti pembayaran (nota,
kwitansi) pembayaran kepada Karyawan Administrasi Keuangan. 4) Karyawan Administrasi Keuangan meminta pengisian kembali
Karyawan Administrasi Keuangan Mulai Menyerahkan uang dan memberikan instruksi 1
Pihak yang Ditunjuk
1 Membayar Beban sesuai instruksi Bukti Pembayaran 2 2 Bukti Pembayaran Meminta pengisian kembali Kas Kecil Selesai
Menurut Tim Akuntansi Keuskupan Agung Semarang (2019:112), berikut prosedur Beban Keperluan Rumah Tangga relatif besar-uang muka kegiatan rutin:
1) Pemohon mengisi Dokumen Pencairan Dana Beban Keperluan Rumah Tangga rangkap 2. Lembar ke-1 Dokumen Pencairan Dana untuk Bendahara I Dewan Paroki, sedangkan lembar ke-2 untuk Karyawan Administrasi Keuangan.
2) Bendahara I Dewan Paroki menerima Dokumen Pencairan Dana Beban Keperluan Rumah Tangga rangkap 2 dari Pemohon. Pemohon dalam hal ini yaitu Karyawan Paroki.
3) Bendahara I Dewan Paroki menandatangani Dokumen Pencairan Dana rangkap 2.
4) Bendahara I Dewan Paroki membuat Tanda Bayar–Tidak Terikat rangkap 3 berdasarkan lembar ke-1 Dokumen Pencairan Dana. Lembar ke-1 Tanda Bayar–Tidak Terikat untuk Bendahara I Dewan Paroki, Lembar ke-2 Tanda Bayar–Tidak Terikat untuk Karyawan Administrasi Keuangan sedangkan Lembar ke-3 Tanda Bayar–Tidak Terikat untuk pemohon.
5) Bendahara I Dewan Paroki menyerahkan uang, lembar ke-2 Dokumen Pencairan Dana dan Tanda Bayar–Tidak Terikat rangkap 3 kepada Karyawan Administrasi Keuangan.
6) Karyawan Administrasi Keuangan mendatangani Tanda Bayar– Tidak Terikat rangkap 3.
7) Karyawan Administrasi Keuangan menyerahkan uang muka, dan lembar ke-3 Tanda Bayar–Tidak Terikat kepada pemohon. 8) Karyawan Administrasi Keuangan mencatat uang muka ke dalam
dua (2) Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat. Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat ke-1 untuk Bendahara I Dewan Paroki sedangkan Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat ke-2 untuk Karyawan Administrasi Keuangan.
9) Karyawan Administrasi Keuangan menyerahkan lembar ke-1 Tanda Bayar–Tidak Terikat dan kedua (2) Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat kepada Bendahara I Dewan Paroki. 10) Bendahara I Dewan Paroki menerima lembar ke-1 Tanda Bayar–
Tidak Terikat dan kedua (2) Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat dari Karyawan Administrasi Keuangan.
11) Bendahara I Dewan Paroki melakukan verifikasi otorisasi, tanggal, dan kesesuaian jumlah pengeluaran uang muka dalam kedua (2) Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat dengan lembar ke-1 Tanda Bayar–Tidak Terikat yang terkait.
12) Bendahara I Dewan Paroki membuat Bukti Kas Keluar–Tidak Terikat berdasarkan lembar ke-1 Tanda Bayar–Tidak Terikat terkait.
13) Bendahara I Dewan Paroki menandatangani Bukti Kas Keluar– Tidak Terikat.
15) Bendahara I Dewan Paroki menyerahkan Bukti Kas Keluar– Tidak Terikat beserta bukti pendukung dan kedua (2) Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat ke-2 kepada Karyawan Administrasi Keuangan.
16) Karyawan Administrasi Keuangan mencatat Uang Muka Beban Kegiatan Rutin ke dalam perangkat lunak (software) akuntansi paroki berdasarkan Bukti Kas Keluar–Tidak Terikat.
17) Karyawan Administrasi Keuangan mengembalikan Bukti Kas Keluar–Tidak Terikat beserta bukti pendukung dan Buku Kas Dewan Paroki–Tidak Terikat ke-1 kepada Bendahara I Dewan Paroki.
18) Bendahara I Dewan Paroki menerima Bukti Kas Keluar–Tidak Terikat beserta bukti pendukung dari Karyawan Administrasi Keuangan.
19) Bendahara I Dewan Paroki menerima Buku Kas Dewan Paroki– Tidak Terikat ke-1 dari Karyawan Administrasi Keuangan. 20) Bendahara I Dewan Paroki mengarsipkan Bukti Kas Keluar–
Tidak Terikat beserta bukti pendukung menurut tanggal transaksi di ruang Bendahara Dewan Paroki.
21) Bendahara I Dewan Paroki menyimpan Buku Kas Dewan Paroki Tidak Terikat 1. Buku Kas Dewan Paroki – Tidak Terikat ke-1 akan dikembalikan kepada Karyawan Administrasi Keuangan untuk diperbarui.
22) Karyawan Administrasi Keuangan membuat Catatan Uang Muka Beban Kegiatan Rutin rangkap 2 dengan menggunakan perangkat lunak (software) akuntansi paroki. Lembar ke-1 disimpan oleh Karyawan Administrasi Keuangan, dan lembar ke-2 diserahkan kepada Bendahara I Dewan Paroki secara mingguan.
23) Berdasarkan Lembar ke-2 Catatan Uang Muka Beban Kegiatan Rutin secara mingguan, Bendahara I Dewan Paroki membuat Rekap Catatan Uang Muka Beban Kegiatan Rutin rangkap 2. Lembar ke-1 disimpan oleh Bendahara Umum/ PGPM Dewan Paroki sedangkan Lembar ke-2 disimpan oleh Bendahara I Dewan Paroki.
24) Bendahara I Dewan Paroki menyerahkan Rekap Catatan Uang Muka Beban Kegiatan Rutin kepada Bendahara Umum/ PGPM Dewan Paroki secara periodik (bulan/sesuai dengan kebutuhan)
Mulai
Keterangan:
DPD = Dokumen Pencairan Dana TB-TT = Tanda Bayar Tidak Terikat
BKDP-TT = Buku Kas Dewan Paroki-Tidak Terikat BKK-TT = Bukti Kas Keluar-Tidak Terikat CUMB = Catatan Uang Muka Beban RCUMB = Rekap Catatan Uang Muka Beban
2 1 DPD 1 Mengisi DPD 3 TB-TT 3 Disertai Uang D 9 RCUMB 1 D Selesai
Keterangan:
DPD = Dokumen Pencairan Dana TB-TT = Tanda Bayar Tidak Terikat BKDP-TT = Buku Kas Dewan Paroki-Tidak Terikat BKK-TT = Bukti Kas Keluar-Tidak Terikat CUMB = Catatan Uang Muka Beban RCUMB = Rekap Catatan Uang Muka Beban
1 2 1 DPD Menanda-tangani DPD dan membuat TB-TT 2 1 DPD TB-TT 1 2 3 Disertai Uang 2 4 2 BKDP-TT 1 TB-TT 1 DPD Verifikasi Membuat BKK-TT 2 BKDP-TT 1 TB-TT BKK Ditandatangani oleh Bendahara I Dewan Paroki dan Pastor Paroki D 5 6 1 BKDP-TT 1 TB-TT BKK-TT D 7 8 2 CUMB Membuat RCUMB CUMB 2 RCUMB 2 1 D 9
Keterangan:
DPD = Dokumen Pencairan Dana TB-TT = Tanda Bayar Tidak Terikat BKDP-TT = Buku Kas Dewan Paroki-Tidak Terikat BKK-TT = Bukti Kas Keluar-Tidak Terikat CUMB = Catatan Uang Muka Beban RCUMB = Rekap Catatan Uang Muka Beban
2 2 1 DPD TB-TT 1 23 Disertai Uang Menanda-tangani TB-TT dan melakukan pencatatan 2 1 BKDP-TT TB-TT 1 23 Disertai Uang 3 4 2 1 DPD TB-TT D 5 2 BKDP-TT 1 TB-TT BKK Mencatat Uang Muka Beban 2 1 BKDP-TT 1 TB-TT BKK-TT Mencatat dalam software Database 6 7 1 BKDP-TT Membuat CUMB CUMB 2 1 D 8
Pertanggungjawaban Beban Keperluan Rumah Tangga
1) Pemohon menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban rangkap 3 kepada Bendahara I Dewan Paroki. Rangkap ke-1 untuk Bendahara I Dewan Paroki, Rangkap ke-2 untuk Karyawan Administrasi Keuangan, Rangkap ke-3 untuk Pemohon. Pemohon dalam hal ini yaitu Karyawan Paroki.
2) Bendahara I Dewan Paroki memverifikasi kesesuaian Laporan Pertanggungjawaban rangkap 3 dengan Dokumen Pencairan Dana – Beban Keperluan Rumah Tangga dan Catatan Uang Muka Kegiatan Rutin.
3) Jika tidak sesuai Bendahara I Dewan Paroki mengembalikan Laporan Pertanggungjawaban rangkap 3 kepada pemohon untuk direvisi.
4) Jika sesuai Bendahara I Dewan Paroki membuat Bukti Memorial Tidak Terikat berdasarkan rangkap ke-1 Laporan Pertanggungjawaban.
5) Bendahara I Dewan Paroki menandatangani Bukti Memorial– Tidak Terikat.
6) Pastor Paroki menandatangani Bukti Memorial–Tidak Terikat. 7) Bendahara I Dewan Paroki menyerahkan rangkap ke-2 Laporan
Pertanggungjawaban, Bukti Memorial–Tidak Terikat kepada Karyawan Administrasi Keuangan.
8) Karyawan Administrasi Keuangan mencatat realisasi Uang Muka Beban Kegiatan Rutin ke dalam perangkat lunak (software) akuntansi paroki berdasarkan Bukti Memorial–Tidak Terikat. 9) Karyawan Administrasi Keuangan mengembalikan Bukti
Memorial–Tidak Terikat kepada Bendahara I Dewan Paroki. 10) Bendahara I Dewan Paroki menerima Bukti Memorial–Tidak
Terikat dari Karyawan Administrasi Keuangan kemudian mengarsipkan Bukti Memorial–Tidak Terikat beserta bukti pendukung menurut tanggal transaksi di ruang Bendahara Dewan Paroki.
11) Karyawan Administrasi Keuangan membuat Catatan Beban Kegiatan Rutin rangkap 2 dengan menggunakan perangkat lunak (software) akuntansi paroki. Lembar ke-1 disimpan oleh Karyawan Administrasi Keuangan, dan lembar ke-2 diserahkan kepada Bendahara I Dewan Paroki secara mingguan.
12) Berdasarkan Lembar ke-2 Catatan Beban Kegiatan Rutin secara mingguan, Bendahara I Dewan Paroki membuat Rekap Catatan Beban Kegiatan Rutin rangkap 2 dengan perangkat lunak (software) akuntansi paroki. Lembar ke-1 disimpan oleh Bendahara Umum / PGPM Dewan Paroki sedangkan Lembar ke-2 disimpan oleh Bendahara I Dewan Paroki.
13) Bendahara I Dewan Paroki menyerahkan Rekap Catatan Beban Kegiatan Rutin kepada Bendahara Umum/PGPM Paroki secara periodik (bulan/sesuai dengan kebutuhan).
Mulai LPJ 3 2 1 1 2 LPJ 3 2 1 D 4 LPJ 3 D 6 RCUMB 1 D Selesai Keterangan: LPJ = Laporan Pertanggungjawaban DPD = Dokumen Pencairan Dana BM-TT = Bukti Memorial-Tidak Terikat CB-TT = Catatan Beban-Tidak Terikat RCB = Rekap Catatan Beban