• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada bagian awal rencana strategis ini dipaparkan bahwa membangun Program Studi Desain Komunikasi Visual merupakan proses yang panjang dan berkelanjutan. Kegagalan yang paling sering dihadapi oleh berbagai universitas dalam membangun program studinya adalah besarnya semangat pada saat awal proses digulirkan tetapi tidak dilanjutkan dengan semangat yang sama pada saat program studi telah bergulir. Organisasi dengan segala tantangan dan peluang yang dihadapi, pada akhirnya lebih berfokus untuk berstrategi menghadapi hal-hal yang bersifat operasional dan administratif, sehingga akhirnya tidak terlalu fokus pada rencana strategi yang telah disusun sebelumnya.

Dalam mencapai keberhasilan rencana strategis yang telah disusun, terdapat beberapa faktor kunci yang harus dihindari. Faktor kunci pertama adalah bila tidak menjaga keseimbangan kuantitas dan kualitas civitas academica DKV UPJ. Kuantitas berarti komposisi dosen dan mahasiswa, sedangkan kualitas selain meliputi dosen dan mahasiswa juga terhadap kualitas calon mahasiswanya. Faktor kunci kegagalan berikutnya adalah jika Prodi DKV UPJ menjalankan aktivitas selayaknya kegiatan rutin biasa dan tetap berpegangan pada paradigma lama dalam pendidikan desain yang hanya menciptakan karya tanpa memikirkan riset, inovasi, implementasi dan kolaborasi baik dalam menciptakan maupun mempublikasikan karyanya.

Memandang desain komunikasi visual sebagai ilmu yang eksklusif dan sudah sempurna juga jadi mentalitas yang menghambat Prodi DKV dalam mengembangkan dirinya, contoh yang harus dihindari adalah dengan tidak mengikuti perkembangan teknologi dan menolak bentuk pembelajaran alternatif yang memanfaatkan internet.

Program studi yang tidak mandiri juga adalah faktor kunci kegagalan lainnya yang harus dihindari. Tidak mandiri di sini misalnya dalam aspek finansial yang hanya mengandalkan

42

pemasukan keuangan dari mahasiswa dan untuk operasional, pengadaan fasilitas, serta aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain aspek finansial, tidak mandiri juga bisa dilihat jika dalam merencanakan program kerja hanya menjalankan instruksi standar dan tidak melakukan pengarsipan, dokumentasi, evaluasi, dan audit mutu secara internal. Faktor kunci kegagalan terakhir adalah jika Prodi DKV UPJ menutup diri dari kerja sama dengan pihak lain baik internal maupun eksternal UPJ.

Sebaliknya, program studi akan berhasil jika mampu menyikapi perubahan paradigma dalam pendidikan desain yang menekankan kolaborasi atau kerja sama dalam berbagai bidang. Dalam bidang tata kelola dan operasional, program studi adalah milik seluruh civitas academica yang satu sama lain saling mendukung sesuai peran masing-masing. Kerja sama dengan berbagai pihak juga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi era disrupsi yang masif baik dalam teknologi, perilaku dan gaya hidup masyarakat, dan juga secara keilmuan seperti saat ini.

Hal-hal yang disebut di atas merupakan bentuk keterbukaan terhadap perubahan dari luar.

Satu hal juga yang tidak kalah penting adalah membuka diri untuk membawa pengaruh kepada masyarakat melalui hasil karya, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penguasaan kanal publikasi juga sangat penting karena potensi hanya akan tetap berhenti menjadi potensi jika tidak dikenal orang. Dengan terbuka mempublikasikan diri maka reputasi dan eksistensi Program Studi Desain Komunikasi Visual UPJ akan terbentuk dengan sendirinya.

Paparan di atas menunjukkan bahwa kualitas dari suatu program studi sesungguhnya adalah akumulasi dari komitmen setiap anggota di dalamnya. Kebanggaan akan Program Studi Desain Komunikasi Visual tempatnya berkarya akan mendorongnya untuk melakukan upaya apa pun, secara alami, untuk meningkatkan kualitas program studi. Tidak hanya melindungi tapi juga memperkuat dengan memberikan ide-ide inovatif, menyebarkan informasi, dan upaya-upaya lain yang akan dengan senang hati dilakukannya.

Kebanggaan pada Program Studi Desain Komunikasi Visual bukan sesuatu yang dapat dibeli tetapi harus ditumbuhkan dari dalam melalui rangkaian kegiatan sistematis yang pasti membutuhkan investasi tenaga yang cukup besar, sehingga dibutuhkan komitmen organisasi untuk melakukannya. Kebanggaan harus dibentuk sejak mahasiswa maupun dosen bergabung menjadi civitas academica Desain Komunikasi Visual UPJ. Partisipasi aktif dari seluruh civitas academica dalam berbagai kegiatan adalah hal yang penting, sama pentingnya dengan pengakuan atas keterlibatan dan karya yang dihasilkan.

Untuk membangun kebanggaan tersebut, setiap kegiatan baik akademik, non akademik harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara profesional, dan juga dipertanggungjawabkan secara transparan. Di sini sistem rekrutmen, reward & punishment juga harus diterapkan secara konsisten sehingga membentuk mental dan karakter yang kuat dan bertanggung jawab.

Dengan proses yang tidak mudah, keberhasilan yang dicapai akan memberikan kepuasan dan kebanggaan yang lebih kuat bagi seluruh pihak yang terlibat.

43

Penutup

Untuk membentuk kehidupan akademik yang dinamis, Prodi DKV UPJ harus menjaga aktivitas kuncinya terencana dan termonitor dengan baik melalui penjaminan mutu yang ketat.

Konsistensi dalam mengikuti peta jalan penelitian dan pengabdian masyarakat juga dibutuhkan untuk membentuk identitas khas prodi di bidang urban design. Prodi DKV UPJ harus mendorong setiap dosen dan mahasiswanya untuk aktif kegiatan dan bekerja sama secara internal maupun eksternal UPJ. Civitas academica DKV UPJ juga harus berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kompetitif dan rutin mempublikasikan penelitian dan karyanya baik dalam forum ilmiah maupun di media lainnya.

Dalam mewujudkan cita-cita menjadi prodi unggulan, Prodi DKV UPJ harus mempersiapkan diri dan mampu beradaptasi menghadapi perkembangan jaman. Salah satu hal kunci yang harus dilakukan adalah mengembangkan konten pembelajaran daring yang khas dan menarik. Untuk itu Prodi DKV UPJ tidak dapat bekerja sendiri melainkan harus menjalin kerja sama dengan partner-partner kunci yang dimilikinya dan terus menerus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dari industri, pemerintah, dan institusi pendidikan lainnya.

Demikian rencana strategis ini disusun sebagai upaya menjadikan Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Jaya sebagai program studi yang dapat dibanggakan secara nasional maupun internasional. Rencana strategis ini perlu dikaji dan divalidasi secara berkala agar sesuai dan tetap relevan dengan kondisi yang berkembang, serta sangat penting untuk dipahami oleh setiap individu yang ada dalam organisasi Universitas Pembangunan Jaya, terutama para pemimpin program studi sebagai ujung tombak strategisnya.

44

Dokumen terkait