BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Cek Lapang Hasil Penelitian
Menurut hasil perolehan data jumlah TKI per kecamatan tahun 2009 dari (Disnakertans) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, Kecamatan yang memiliki jumlah TKI tertinggi adalah Kecamatan Gunung Jati yaitu sebanyak 216 orang. Kecamatan ini terdiri dari 15 desa, dimana yang memiliki jumlah TKI terbanyak terdapat di Desa Wanakaya. Oleh karena itu Desa Wanakaya ditetapkan sebagai daerah tujuan survey hasil penelitian.
Berdasarkan data dari kantor desa tersebut, Survey ini dilakukan dengan mewawancarai informan kunci yaitu Sekertaris desa Wanakaya yaitu Bapak Toto
Correlations
Suharto dan mengetahui kondisi lingkungan di desa tersebut (lihat Lampiran Foto). Penduduk Desa Wanakaya yang tercatat menjadi TKI pada tahun 2009 adalah sebanyak 20 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar berjenis kelamin wanita yang bekerja di Arab Saudi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), alasan utama penduduk menjadi TKI adalah kurangnya kesempatan kerja di desa tersebut. Desa Wanakaya memiliki angka beban tanggungan cukup tinggi, hal tersebut dikarenakan penduduk yang memiliki usia produktif adalah sebesar 40 % sedangkan sisanya adalah penduduk usia non produktif. Angka Pengangguran Terbuka di Desa Wanakaya cukup tinggi yaitu sebesar 30 % dari total angkatan kerja yang ada. Pengangguran tinggi disebabkan karena kurangnya kesempatan kerja di desa serta rendahnya pendidikan penduduk sehingga sulit memperoleh pekerjaan di kota (Kota Cirebon). Tingkat pendidikan rata-rata penduduk tergolong rendah yaitu hanya tamatan SD-SMP, sehingga jarang sekali penduduk yang bekerja di kota dan lebih banyak bekerja di desa sebagai pekerja kasar seperti kuli bangunan, buruh tani, dan TKI. Sebagai buruh tani, Sekitar 30 % dari 1200 KK yang ada merupakan keluarga miskin atau keluarga pra-sejahtera dengan pendapatan < 1 juta per bulan, selain itu pendapatan tersebut bersifat tak menentu karena sangat tergantung dengan musim bertani.
Penggunaan tanah yang paling dominan adalah pertanian, yaitu sebesar 140 ha dari luas desa yang sebesar 226.8 ha. Jadi proporsi luas lahan pertaniannya adalah sebesar 61 %. Pertanian yang dominan adalah berladang, dan dikerjakan oleh penduduk yang sebagian besar adalah buruh tani (bukan pemilik tanah). Pertanian di desa ini masih menggunakan peralatan yang sederhana, sehingga hasil yang diperoleh tidak terlalu maksimal. Sedangkan aksesibilitas menuju pintu utama Desa Wanakaya dapat dijangkau dengan angkutan umum, sedangkan untuk mencapai dusun-dusun tertentu masih menggunakan jalan lokal yang tidak terdapat angkutan umum.
Selain itu juga ditemukan faktor lain yang mempengaruhi banyaknya penduduk yang menjadi TKI yaitu banyaknya penyalur TKI yaitu sebanyak 2 PJTKI dan 6 penyalur TKI perseorangan (calo TKI) yang ada sehingga mempermudah proses pengurusan, dan juga banyaknya penduduk yang tergiur
karena melihat keberhasilan para pendahulu yang telah menjadi TKI dan dapat memperbaiki kondisi ekonominya setelah kembali dari luar negeri.
BAB 6 KESIMPULAN
Wilayah TKI di Kabupaten Cirebon memiliki kecenderungan makin menjauhi wilayah pesisir ke arah pedalaman jumlahnya semakin berkurang. Wilayah TKI tinggi terdapat di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.
Wilayah TKI rendah berada di wilayah non pesisir yaitu bagian tengah dan berdekatan dengan Kota Cirebon.
Faktor sosial ekonomi yang memiliki hubungan dengan wilayah TKI adalah tingkat pendidikan dan hubungan tersebut berbanding terbalik, yaitu wilayah tingkat pendidikan rendah banyak terdapat di wilayah pesisir, sedangkan wilayah tingkat pendidikan sedang dan tinggi banyak terdapat di wilayah non pesisir.
Makin tinggi tingkat pendidikan, maka akan semakin rendah jumlah TKI yang ada dan sebaliknya, makin rendah tingkat pendidikan, maka akan semakin tinggi jumlah TKI yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2004). Undang-undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.
Bogue, D, J. (1973). Principle of Demography. New York: John Wiley and Son, Inc.
Badan Pusat Statistika (2009). Jumlah keluarga Miskin Kabupaten Cirebon.
Bappeda. (2009) Statistik Sosial Ekonomi Penduduk Kabupaten Cirebon.
Clarke, J.I. (1965). Population geography. Oxford: Pergamon Press.
Departemen Tenaga Kerja. (1995). Migrasi Penduduk. Jakarta.
Fendi, Ashry dkk. (2007). Transportasi dan Perkembangan Wilayah. Yogyakarta:
Universitas Gajah Mada.
Hagget, Petter.( 2001). Geography: Global Synthesis. London: Prentice Hall.
Kay, R and Alder J. (1999). Coastal Planning and Management. London: E & FN Spon, an imprint of Routledge.
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (2010). Kantong TKI Berdasarkan Daerah Asal Jakarta.
Lee, Everett, S. (1970). A Theory of Migration. Population Geography : A Reader, by Demko,G.J.,et al., McGraw-Hill, New York, 299- 308.
Mantra, I.B. (2000). Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mantra, I. B., Kasto, Keban, Y.T. (1999). Mobilitas Tenaga Kerja Indonesia ke Malaysia: Studi Kasus Flores Timur, Lombok Tengah, Pulau Bawean.
Manullang, Sedjun. (1995). Pokok-pokok Hukum Ketenagakerjaan Indonesia.
Jakarta: Rineka Cipta.
M. Iqbal Hasan. (1999). Pokok-pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif).
Jakarta: Bumi Aksara.
Merisa, Tita. (2010). Faktor yang Mempengaruhi Minat Tenaga Kerja Untuk Bekerja ke Luar Negeri (Kasus: Kota Semarang). Semarang: Universitas Diponegoro.
Munir, Rozy. (1981). Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: Lembaga Demografi Universitas Indonesia.
Murphey, Rhoad. (1966). The Scope of Geography. Chicago: Rand And Company.
Nainggolan, A. Edison. (2007). Buku Saku Tenaga Kerja Indonesia. Tabloid Dunia Tenaga Kerja Indonesia
R. Bintarto dan Surastopo H. (1979). Metode Analisa Geografi. Jakarta: LP3ES.
Saefullah, A.D. (1994). Mobilitas Penduduk dan Perubahan di Pedesaan, Jurnal Prisma No.7 Juli 1994.
Simanjuntak, Payaman J. (1996). Peranan Penelitian Ketenagakerjaan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia, Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama Bidang Ketenagakerjaan Pada Departemen Tenaga Kerja, Jakarta.
Siregar, Hermanto. (2007). Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan Jumlah Penduduk Miskin. Bogor: IPB
Sudjana, Nana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Syafa’at, N. (2000). Kajian Peran Pertanian Dalam Strategi Pembangunan Ekonomi Nasional : Analisis Simulasi Kebijaksanaan dengan Pendekatan Imbas Investasi (Induced Investment). Disertasi. Program Pascasarjana.
Bogor: IPB
Tjiptoherijanto, P. (1999). Migrasi Internasional: Proses, Sistem, dan Masalah Kebijakan. Bandung: Penerbit Alumni.
Usman, H. dan R. Purnomo Setiady Akbar. (2000). Pengantar Statistika. Jakarta : Bumi Aksara.
Wirawan, I.B. (2006). Analisis keputusan TKI bekerja ke luar negeri (Studi Kasus: Kabupaten Malang). Surabaya: Universitas Airlangga
Wirawan, I.B. (2008). Peningkatan Harapan Hidup Penduduk Usia Lanjut.
Universitas Airlangga, Surabaya
Yani, A. dan Mamat Rachmat. (2007). Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer.
Bandung: Grafindo.
1 Gunung jati 216
TinggiSumber: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Cirebon, 2009
1 Jamblang 23.26 Tinggi
16 Karangsembung 9.99 Sedang
17 Mundu 9.97 Sedang
Sumber : Bappeda Kab. Cirebon, 2009
1 Pabedilan 60 Tinggi
Sumber : Bapedda Kab. Cirebon, 2009
No Kecamatan Tamat SD SLTP SLTA Tinggi IP Keterangan
Sumber: Bapedda Cirebon , 2009
1 Gegesik 9.456 Tinggi
15 Karangsembung 4.610 Sedang
16 Greged 4.418 Sedang
17 Plered 4.418 Sedang
18 Arjawinangun 4.401 Sedang
19 Klangenan 4.284 Sedang
25 Suranenggala 3.563 Sedang
26 Pabuaran 3.504 Sedang
Sumber: BPS Kab Cirebon, 2009
1 Gegesik 5367.095 90 Tinggi
Sumber: Pengolahan data penggunaan tanah BPN, 2009
1 Kedawung 86946.794 65 Tinggi
16 Astanajapura 62595.125 30 Sedang
17 Gempol 97113.524 30 Sedang
25 Karangsembung 67376.606 24 Rendah
26 Mundu 80398.249 24 Rendah
27 Palimanan 93994.492 24 Rendah
28 Susukan 142853.135 23 Rendah
29 Gebang 66997.008 22 Rendah
30 Suranenggala 58826.658 20 Rendah
31 Susukanlebak 33280.745 20 Rendah
Sumber: Pengolahan Data Jaringan Jalan Bakosurtanal, 2009
No Kecamatan Wilayah 7 Suranenggala Tinggi Rendah Sedang Sedang Rendah Tinggi Rendah
- Wilayah non pesisir
1 Arjawinangun Rendah Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang 2 Astanajapura Rendah Rendah Tinggi Sedang Tinggi Rendah Sedang 3 Babakan Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Rendah Sedang 4 Ciledug Rendah Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang 5 Ciwaringin Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Tinggi Sedang 6 Depok Rendah Rendah Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang 7 Dukupuntang Rendah Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang 8 Gegesik Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah 9 Gempol Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Sedang Sedang 10 Greged Rendah Rendah Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah 11 Jamblang Rendah Tinggi Sedang Sedang Rendah Tinggi Sedang 12 Kaliwedi Rendah Sedang Sedang Sedang Rendah Tinggi Sedang 13 Karangsembung Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Rendah 14 Kedawung Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi Rendah Tinggi 15 Klangenan Rendah Tinggi Sedang Sedang Rendah Tinggi Sedang 16 Lemahabang Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang 17 Pabedilan Sedang Rendah Tinggi Tinggi Rendah Sedang Sedang 18 Pabuaran Rendah Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang 19 Palimanan Rendah Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Rendah 20 Panguragan Rendah Tinggi Sedang Tinggi Rendah Tinggi Sedang 21 Pasaleman Rendah Sedang Sedang Sedang Rendah Tinggi Rendah 22 Plered Rendah Rendah Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang 23 Plumbon Sedang Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi Sedang 24 Sumber Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang26 Susukanlebak Rendah Rendah Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah 27 Talun Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi Sedang Sedang 28 Tengahtani Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Sedang Sedang 29 Waled Rendah Rendah Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah 30 Weru Rendah Sedang Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang