11 10 9 8 H 7 G 6 F 5 E 4 D 3 C 2 B 1 A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Gambar 3. Diagram Tipe Curah Hujan Desa Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Menurut Schmidt Ferguson Berdasarkan Data Curah Hujan Tahun 2002 2011.
3. Tanah
Banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya tanah, tetapi menurut Hardjowigeno (1987: 26) hanya lima faktor yang dianggap paling penting yaitu iklim, organisme, bahan induk, topografi, dan waktu. Berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banjarnegara tanah yang terdapat di Desa Panggisari adalah tanah latosol cokelat.
Jenis tanah latosol menurut klasifikasi dari Pusat Penelitian Tanah Bogor yang dikutip oleh Hardjowigno (1987: 180) termasuk tanah dengan kadar liat lebuh dari 60%, strukturnya remah sampai gumpal, konsistensinya gembur, warna tanah seragam dengan batas-batas horison yang kabur, solun dalam (lebih dari 150cm), kejenuhan basah kurang dari 50%.
Rata-rata bulan basah
Q = 53,95% R at a-ra ta b ul an k er in g C 700 % 300 % 167 % 100 % 60 % 33,3 % 14,3 % X
Dalam penelitian ini tanah berkaitan erat dengan bahan baku untuk pembuatan batu bata karena tanah ini memiliki kandungan liat yang tinggi maka sangat baik untuk bahan baku batu bata, sehingga batu bata yang dihasilkan mempunyai kualitas yang bagus. Oleh sebab itulah maka banyak industri batu bata yang berdiri di Desa Panggisari karena potensi tanah di Desa Panggisari sangat mendukung untuk dijadikan bahan baku batu bata dengan kualitas yang baik.
4. Penggunaan Lahan
Menurut Arsyad (1989: 207) penggunaan lahan diartikan sebagai setiap bentuk campur tangan manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya baik material ataupun spiritual. Penggunaan lahan pada daerah penelitian dapat diringkas sebagai berikut :
Tabel 5. Penggunaan Lahan di Desa Panggisari tahun 2011
No Penggunaan Lahan Luas (dalam Ha)
1 Sawah Irigasi Teknis 107,37
2 Permukiman 91,4
3 Kebun 36,92
Jumlah 235,69
5. Sarana
Keadaan suatu daerah yang terbuka dalam arti mempunyai hubungan dengan wilayah lain akan mempunyai perkembangan yang lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang terisolasi. Semakin lengkap sarana pada suatu daerah maka akan mendorong naiknya tingkat laju pertumbuhan ekonomi pada daerah itu sendiri. Sarana yang terdapat di Desa Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara yaitu sarana pendidikan, sarana perhubungan, sarana peribadatan dan sarana kesehatan.
a. Sarana Pendidikan
Ketersediaan sarana pendidikan pada suatu daerah dapat menunjukan tingkat kemajuan daerah itu sendiri. Disamping itu dapat pula diperhitungkan apakah sarana pendidikan sudah mencukupi bila dikaitkan dengan jumlah penduduk yang menggunakan sarana pendidikan tersebut. Keberadaan sarana pendidikan di Desa Panggissari Kecamatan Mandiraja kabupaten banjarnegara sudah cukup baik meskipun yang ada baru jenjang tingkat TK sebanyak 3, tingkat SMP sebanyak 1, tingkat SD sebanyak 3. Untuk jenjang tingkat SMA dirasa belum perlu karena jumlah SMA di Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara masih mencukupi.
b. Sarana Perhubungan
Transportasi memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, yaitu untuk memperlancar arus barang dan kegiatan lain. Bahkan pada suatu daerah sarana transportasi sangat menunjang terutama untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lain, pada akhirnya sangat mempengaruhi mobilitas penduduk. Transportasi merupakan faktor yang penting dan berpengaruh terhadap perkembangan industri batu bata di Desa Panggisari.
Berdasarkan data monografi Desa Panggisari tahun 2011 dapat diketahui bahwa di Desa Panggisari terdapat jalan beraspal sepanjang 12 Km dan jalan yang belum beraspal sepanjang 4,2 Km yang menghubungkan satu dukuh dengan dukuh yang lain. Jembatan yang ada berjumlah 2 buah dalam kondisi yang baik dan sudah dibeton. Sedangkan untuk sarana kominikasi sebagian besar penduduknya sudah banyak menggunakan sarana komunikasi yang sudah
commit to user
tergolong modern karena sebagian besar penduduk mempunyai sarana untuk komunikasi baik media cetak ataupun media elektronik seperti koran, televisi, radio dan telepon. Adanya sarana transportasi dan komunikasi di Desa Panggisari memungkinkan bagi penduduk untuk melakukan mobilitas yang relatif tinggi sehingga memungkinkan bagi produsen batu bata untuk mamasarkan hasil produksinya.
c. Sarana Peribadatan dan Sarana Kesehatan
Sarana peribadatan sangat penting keberadaannya bagi masyarakat di suatu desa terutama di Desa Panggisari. Karena sarana peribadatan merupakan salah satu sarana untuk mengontrol mental penduduk. Jumlah sarana peribadatan di Desa Panggisara sudah cukup dapat memenuhi penduduknya hal ini dapat diliat dari jumlah banyaknya masjid yaitu 4 serta jumlah banyaknya mushola yaitu 6. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di desa panggisari terdapat 1 puskesmas pembantu dan 5 posyandu. Jika dilihat dari sarana terssebut maka sudah cukup untuk menangani penyakit ringan.
6. Keadaan Penduduk
Keadaan penduduk daerah penelitian yang dibahas dalam penelitian ini meliputi kepadatan penduduk, umur dan jenis kelamin, mata pencaharian penduduk dan tingkat pendidikan.
a. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas tanah yang diolah atau didiami. Berdasarkan data monografi Desa Panggisari jumlah penduduk tahun 2011 sebesar 4.642 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebesar 2.366 jiwa dan perempuan sebesar 2.276 jiwa. Jadi kepadatan
penduduk Desa Panggisari adalah 2.320 jiwa/Km2.
b. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis kelamin
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat menjadi petunjuk bagi kemungkinan bertambah dan berkurangnya perkembangan penduduk dimasa mendatang. Kemungkinan bertambah dan berkurangnya memberikan gambaran adanya penduduk usia produktif dan non-produktif.
Menurut Bintarto (1977) penduduk diklasifikasikan menjadi 3 golongan usia, yaitu golongan usia belum produktif (0-14 tahun), usia produktif (15 64 tahun), dan usia non-produktif (65 tahun ke atas). Berdasarkan penggolongan tersebut penduduk Desa Panggisari mempunyai struktur usia muda dan sebagian besar termasuk usia produktif. Data menunjukan bahwa penduduk yang berusia kurang dari 14 tahun sebesar 24,95%, yang berusia 15-64 tahun mencapai 67,23%, sedangkan sisanya penduduk usia 65 tahun ke atas yaitu 7,82%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini.
Tabel 6. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Desa Panggisari Tahun 2011
No Kelompok Umur
(Tahun)
Jenis Kelamin Jumlah
(Jiwa) Laki-laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa)
1 0-4 169 148 317 2 5-9 174 163 337 3 10-14 210 209 419 4 15-19 201 203 404 5 20-24 203 203 406 6 25-29 197 194 391 7 30-34 172 165 337 8 35-39 172 168 340 9 40-44 168 177 345 10 45-49 173 160 333 11 50-54 171 161 332 12 55-59 125 120 245 13 60-64 38 35 73 14 65 + 193 170 363 Jumlah 2.366 2.276 4.642