Kajian ini menemukan beberapa driving factor keberhasilan Provinsi NTT dalam menurunkan kematian ibu. Driving pertama adalah kepemimpinan; strong leadership sangat menonjol dirasakan disemua kabupaten yang diteliti. Kepemimpinan tidak hanya mampu mendorong lahirnya kebijakan seperti Pergub, Perbup atau Perda, namun pemimpin yang mampu melahirkan budaya organisasi yang sejalan dengan upaya-upaya inovatif dalam mengimplimentasikan kebijakan yang tidak hanya mampu memobilisasi masyarakat secara aktif namun mampu mengintegrasikan upaya-upaya inovatif tersebut kedalam tatanan kehidupan budaya masyarakat setempat untuk menjamin keberlanjutan sebuah program/kebijakan. Integrasi upaya-upaya penurunan kematian ibu ke dalam tatanan
kehidupan dan budaya masyarakat setempat sangat terasa disemua kabupaten yang diteliti, untuk itu disarankan aspek ini harus menjadi perhatian utama dan serius dalam berbagai implementasi
kebijakan kesehatan ibu dan anak dimasa mendatang. Setiap daerah mempunyai keunikan dan karakteristik tersediri; untuk indentifikasi, pemahaman dan integrasikan program kesehatan ibu dan ke dalam kearifan sosial budaya masyarakat setempat menjadi sesuatu kenisyaan untuk menjamin sense of bolonging masyarakat dan sustanaibility sebuah program.
Novetly kajian ini cukup jelas, untuk itu disarankan untuk diseminasi tidak hanya ke dalam laporan kegiatan, namun perlu di format ulang menjadi manuscript untuk publikasi jurnal. Untuk itu, sample penelitian perlu diperluas, tidak hanya di kabupaten yang menujukkan penurunan angka kematian yang konsisten selama tahun 2009-2015, namun juga mencakup beberapa kabupaten lain yang memiliki trend yang berbeda sehingga memungkinkan dilakukan analisis perbandingan dan hasil analisis menjadi lebih valid.
Annex 1
Komponen Budaya Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi NTT
1. Karakteristik Dominan 2. Kepemimpinan Organisasi
3. Managemen Bawahan 4. Perekat Organisasi
Annex 2
Komponen Budaya Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang
1. Karakteristik Dominan 2. Kepemimpinan Organisasi
3. Managemen Bawahan 4. Perekat Organisasi
Annex 3
Komponen Budaya Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Flotim
1. Karakteristik Dominan 2. Kepemimpinan Organisasi
3. Managemen Bawahan 4. Perekat Organisasi
Annex 4
Komponen Budaya Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada
1. Karakteristik Dominan 2. Kepemimpinan Organisasi
3. Managemen Bawahan 4. Perekat Organisasi
Annex 5
Instrumen Penilaian Budaya Organisasi
Petunjuk Pengisian
Tujuan Instrumen ini untuk menilai enam dimensi kunci dari budaya organisasi (Organizational Culture Assessment Instrument – OCAI). Untuk mengisi instrument ini, Bapak/Ibu akan memberikan penilaian gambaran tentang bagaimana organisasi tempat Bapak/Ibu bekerja itu berjalan selama ini dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas organisasi. Tidak ada jawaban yang benar atau yang salah berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini, karena tidak ada budaya benar atau salah. Setiap organisasi biasanya memberikan response yang berbeda. Oleh karena itu, sangat diharapkan dapat merespon seperti apa adanya sehingga memberikan hasil penilaian yang akurat.
Bapak/Ibu diminta untuk memberikan nilai untuk setiap pertanyaan berikut. Untuk memudahkan penilaian, Bapak/Ibu bayangkan bahwa organisasi dimana Bapak/Ibu bekerja itu dipimpinan oleh seorang atasan/pimpinan (misalnya Kepala Dinas, Kepala Kantor, Direktur, dsb). Bapak/Ibu bisa menfokuskan pada perubahan budaya organisasi yang merupakan target untuk perubahan.
Instrument ini terdiri dari enam pertanyaan.Setiap pertanyaan memiliki empat alternatif dengan total bobot poin 100.Bagilah 100 poin antara empat alternatif pertanyaan tergantung sejauh mana setiap alternatif tersebut mirip/sesuai dengan situasi di organisasi Bapak/Ibu bekerja. Berikan jumlah poin yang lebih tinggi ke alternatif pertanyaan yang paling mirip dengan situasi organisasi
Bapak/Ibu.Misalnya, untuk pertanyaan nomor 1, jika Bapak/Ibu berpikir alternatif A sangat mirip dengan situasi organisasi Bapak/Ibu, alternatif B dan C sedikit agak mirip, dan alternatif D tidak
mirip sama sekali, Bapak/Ibu mungkin memberikan 55 poin untuk A, 20 poin ke B dan C , dan 5 poin untuk D. Pastikan total sama dengan 100 poin untuk setiap pertanyaan.
Perlu diingat bahwa bahwa Bapak/Ibu memberikan penilaian untuk tigas situasi: 1. Situasi Saat ini, mengacu pada budaya organisasi seperti adanya saat ini.
2. Situasi Sebelumnya, mengacu pada budaya organisasi yang Bapak/Ibu rasakan/alami sebelumnya (pimpinan/atasan sebelumnya).
3. Situasi Harapan dimasa mendatang; didasarkan keinginan bagaimana organisasi yang Bapak/Ibu inginkan lima tahun ke depan.
1. KARAKTERISTIK ORGANISASI YANG DOMINAN Sekarang Sebelumnya Harapan
A
Organisasi adalah tempat yang menyenangkan untuk bekerja, orang-orang saling bertukar informasi. Suasananya tidak
ubahnya seperti sebuah keluarga besar.
B
Organisasi adalah tempat berkreatifitas yang sangat dinamis. Orang bersedia berkorban dan mengambil resiko untuk kepentingan organisasi.
C
Organisasi ini sangat berorientasi pada pencapaian
hasil/target. Semua orang berupaya melaksanakan tugasnya
dengan baik dan tepat waktu. Orang-orang sangat berdidikasi,
bekerja keras dan berorientasi pada hasil kerja. D
Organisasi adalah tempat yang sangat formal dan
terstruktur. Semua pekerjaan diatur dengan prosedur yang sangat formal.
Total
100 100 1002. KEPEMIMPINAN ORGANISASI Sekarang Sebelumnya Harapan
mengambil resiko (risk taker).
C Kepemimpinan dalam organisasi umumnya dianggap berorientasi pada hasil-hasil program.
D
Kepemimpinan dalam organisasi umumnya dianggap sebagai fungsi koordinasi, pengorganisasian agar program-program berjalan dengan lancar dan efisiensi.
Total
100 100 1003. GAYA MANAJEMEN TERHADAP BAWAHAN Sekarang Sebelumnya Harapan
A Gaya manajemen dalam organisasi ditandai dengan kerja sama tim yang solid, consensus, dan partisipatif.
B
Gaya manajemen dalam organisasi ditandai dengan adanya kebebasan setiap individu untuk berinovasi dan berkreatifitas dalam menjalankan tugas masing-masing.
C Gaya manajemen dalam organisasi ditandai dengan kompetitif, tuntutan dan prestasi kerja yang tinggi D Gaya manajemen dalam organisasi ditandai dengan hubungan yang cukup harmonis dan suasana kerja yang baik.
Total
100 100 1004. PEREKAT ORGANISASI Sekarang Sebelumnya Harapan
A Perekat dalam organisasi adalah loyalitas dan saling percaya satu sama lain. Hal ini berjalan dengan baik dalam organisasi. B Perekat dalam organisasi adalah komitmen untuk berinovasi dan pengembangan. Penekanan pada upaya-upaya baru.
C
Perekat organisasi adalah penekanan pada prestasi dan pencapaian tujuan organisasi. Agresivitas dan pencapain target menjadi hal yang lumrah dan pembicaraan utama.
D Perekat organisasi adalah aturan dan kebijakan formal agar roda organisasi berjalan dengan baik.
Total
100 100 1005. PENEKANAN STRATEGIS Sekarang Sebelumnya Harapan
A Organisasi menekankan pentingnya peningkatan kapasitas staf. Kepercayaan terhadap staf, keterbukaan, dan partisipasi. B Organisasi menekankan pentingnya upaya-upaya atau strategi-strategi baru; pemikiran dan upaya-upaya baru sangat dihargai C Organisasi menekankan pentinya prestasi dan kinerja yang baik. Pencapaian target-target yang telah ditentukan. D Organisasi menekankan pentinya efisien dan pengendalian agar organisasi berjalan dengan baik
Total
100 100 1006. KRITERIA SUKSES Sekarang Sebelumnya Harapan
A
Organisasi mendefinisikan sukses atas dasar pengembangan staf, kerja sama tim, komitmen staf, dan kepedulian terhadap sesama.
B Organisasi mendefinisikan sukses atas dasar memiliki upaya-upaya atau strategi-strategi inovatif baru. C Organisasi mendefinisikan sukses atas dasar pencapaian target-target program. D Organisasi mendefinisikan sukses atas dasar pelaksanaan program berjalan efisien sebagaimana direncanakan.
References
Abdullah A., Hort K., Butu Y. & Simpson L., Risk factors associated with neonatal deaths: a
matched case-control study in Indonesia, Glob Health Action, 2016;9:30445.
Cameron K.S. & Quinn R.E., Diagnosing and changing organizational culture : based on the
competing values framework, Rev. ed, San Francisco: Jossey-Bass; 2006. xiv, 242 p. p.
Dodgson R., Lee K. & Drager N., Discussion Paper No. 1: Global Health Governance; a
Conceptual Review. , London: Centre on Global Change & Health, Department of Health &
Development London School of Hygiene and Tropical Medicine and World Health Organization, 2002.
North D.C., Institutions, institutional change, and economic performance, Cambridge ; New York: Cambridge University Press; 1990. viii, 152 p. p.
Siddiqi S., Masud T.I., Nishtar S., Peters D.H., Sabri B., Bile K.M. & Jama M.A., Framework for
assessing governance of the health system in developing countries: Gateway to good governance, Health Policy, 2009;90(1):13-25.
World Health Organization. World Health Report: Health Systems Improving Performance, Geneva, Switzerland: 2000.
Yosep U.A., Dicky L., Arief A.B. & Bumi H., 2H2 Center: Praktik Cerdas dari Flores Timur, Larantuka: Dinas Kesehatan Flores Timur; 2012.