• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Penerapan Arsitektur Informasi dalam Perancangan

4.2.3 Content and Task (Isi dan Tugas)

Content and Task (Isi dan Tugas) merupakan komponen yang dijadikan sebagai tujuan utama para pengguna, sulit untuk memisahkan konten dan tugas dari arsitektur informasi, karena ada komponen tertanam dalam konten dan tugas yang membantu pengelola situs web menemukan jalan kami. Terdapat 7 (tujuh) komponen arsitektur informasi tertanam dalam konten dan tugas meliputi:

1. Headings (Label Pada Bagian Atas Situs Web)

Headings (Label Pada Bagian Atas Situs Web) merupakan label yang ingin ditampilkan pada situs web. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan terdapat pelabelan yang digunakan pada tampilan situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.

2. Embedded Links (Link Tertanam)

Embedded Links (link tertanam) merupakan link tanpa teks; label yang mewakili isi dari link tersebut, dimaksudkan link tanpa teks adalah situs web link langsung yang merujuk ke content yang ditujukan tanpa diikuti teks yang di dalamnya.

Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan ditemukan link tertanam yang merujuk langsung pada content yang ditujukan, yaitu menu Kota medan langsung merujuk pengguna untuk dapat terhubung langsung pada situs web Pemerintah Kota Medan, juga didalam menu Tautan terdapat 4 (empat) link yang langsung terhubung ke link tersebut, akan tetapi link yang disediakan belum bekerja secara maksimal. Dapat dilihat bahwa ketika pengguna memilih salah satu Tautan maka link tersebut tidak terhubung langsung ke situs web yang dimaksudkan, seperti pada gambar berikut ini:

Gambar. 4.4 Tampilan Menu Link Perpustakaan USU 3. Embedded Metadata (Metadata Tertanam)

Embedded Metadata (Metadata Tertanam) merupakan informasi yang dapat digunakan sebagai metadata.

4. Chunk (Potongan)

Chunk (Potongan) merupakan unit logis dari konten, dapat bervariasi dalam glunarity, (misalnya potongan bagian dan bab dari buku). Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan terdapat potongan berita atau spesifikasi buku yang terdapat pada database situs web Perpustakaan Umum Kota Medan. Akan tetapi berita yang disajikan masih belum maksimal bagi pengguna terlihat dari berita yang diterbitkan tidak up to date Terlihat pada gambar sebagai berikut:

Gambar 4.5 Tampilan Spesifikasi buku pada Katalog Publik dan Berita pada laman homepage

5. Lists (Daftar)

Lists (daftar) merupakan potongan kelompok atau potongan link; yang terpenting karena telah dikelompokan (yang memiliki kesamaan) dan disajikan dalam urutan tertentu (secara kronologis). Spesifikasi buku pada menu Katalog publik serta Berita atau informasi yang disajikan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan ditampilkan berdasarkan lists-lists secara kronologis.

Berikut tampilan spesifikasi buku yang ditampilkan berdasarkan lists (daftar):

Gambar 4.6 Tampilan lists buku pada Katalog Publik

6. Sequential Aids (Alat Bantu Urutan)

Sequential Aids (alat bantu urutan) merupakan petunjuk yang menunjukkan dimana pengguna berada dalam proses atau tugas, dan seberapa jauh dia harus menyelesaikannya. Setiap hasil atau proses yang dilakukan pada situs web Perpustakaan ditampilkan secara berurutan.

7. Identifiers (Tanda Pengenal Situs Web)

Identifiers (tanda pengenal situs web) merupakan petunjuk yang menunjukkan dimana pengguna berada dalam sistem informasi (misalnya menspesifikan logo apa yang digunakan pada situs, atau breadcrumb yang menjelaskan dimana situs web tersebut berada). Terdapat logo pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan yang dijadikan sebagai identifiers (Tanda Pengenal Situs Web)

4.2.4 Invisible Components (Komponen Tak Terlihat)

Invisible components atau komponen tak terlihat merupakan komponen yang biasanya terwujud untuk latar belakang sebuah situs web, komponen ini terbagi menjadi 3 (tiga) bagian komponen yaitu:

1. Controlled vocabularies and thesauri (Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus) Controlled vocabularies and thesauri (Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus) merupakan kosa kata yang telah ditentukan istilah yang menggambarkan domain tertentu. Selanjutnya thesaurus dikendalikan oleh kosa kata yang umumnya mencakup istilah yang beragam. Kosa kata terkontrol dari thesaurus umumnya menyertakan link dalam arti luas dan

Sistem pencarian dapat meningkatkan permintaan dengan mengekstrasi sinonim query dari kosa kata terkontrol. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan tidak adanya komponen Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus.

2. Retrieval algorithms (Algoritma Temubalik)

Retrieval algorithms (Algoritma Temubalik) merupakan pencarian yang Digunakan untuk merangking hasil penelusuran berdasarkan urutan relevansi data yang terpanggil. Algoritma temubalik ini mencerminkan penilaian programmer situs web tentang cara untuk menentukan relevansi. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan perlunya ditambahkan komponen algoritma temubalik selain memberikan penilaian kepada programmer juga dapat memberikan hasil yang lebih spesifik kepada pengguna.

3. Best bets (Hasil Terbaik)

Best bets (Hasil Terbaik) merupakan hasil penelusuran manual yang dipandu dengan hasil penelusuran menggunakan query untuk menilai hasil yang mana yang lebih relevan.

4.3 Desain Rekomendasi Situs Web Perpustakaan Umum Kota Medan

Berdasarkan tampilan menu pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan merupakan komponen arsitektur informasi yang mewakili semua informasi yang dilayankan oleh situs web perpustakaan kepada pengguna sehingga melalui menu tersebut pengguna dapat melakukan penelusuran pada situs web dan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan koleksi maupun layanan serta jasa yang ditawarkan oleh Perpustakaan Umum Kota Medan

Tampilan homepage situs web Perpustakaan Umum Kota Medan dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar. 4.7. Tampilan Homepage Situs Web Perpustakaan Umum Kota Medan

Berikut tampilan setiap menu yang terdapat pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan:

Gambar. 4.8 Tampilan Menu Katalog Publik

Gambar. 4.9 Tampilan Menu Pendaftaran Anggota

Gambar . 4.10 Tampilan Menu Login

Gambar. 4.11 Tampilan Menu Repository Kota Medan

Gambar. 4.12 Tampilan Menu Kota Medan

Gambar. 4.13 Tampilan Menu Profil

Gambar 4.14 Tampilan Menu Sejarah Ringkas

Gambar 4.15 Tampilan Menu Visi dan Misi

Gambar 4.17 Tampilan Menu Denah yang Masih Kosong

Gambar 4.18 Tampilan Menu E-book

Gambar 4.19 Tampilan Menu Tautan

Gambar 4.20 Tampilan Menu Klub Pembaca dan Penulis

Gambar 4.21 Tampilan Menu Layanan Perpustakaan Keliling

Gambar 4.22 Tampilan Menu Sinema

Gambar 4.23 Tampilan Menu Berita Media

Gambar 4.24 Tampilan Menu Peta Lokasi

Gambar 4.25 Tampilan Kontak Kami

Situs web Perpustakaan Umum Kota Medan memiliki struktur menu yang tidak dikelompokan berdasarkan topik, tugas, khalayak, atau kronologi, berikut tampilan struktur yang terdapat pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan:

Gambar 4.26 Tampilan Struktur Situs Web Perpustakaan

Berikut merupakan desain rekomendasi struktur arsitektur informasi situs web perpustakaan yang baru:

Gambar 4.27. Tampilan Desain Rekomendasi Struktur Arsitektur Informasi Situs Web Perpustakaan

Temuan Tentang Pelayanan Bantuan

Alat-alat Penemuan Cari

Katalog Publik

City of Medan Institutional Repository (CM-IR)

Klub Pembaca dan Penulis

Tentang Organisasi

kunjungan ke perpustakaan Jam Layanan

Panduan tentang memilih topik Panduan menemukan info tentang subjek

Panduan pencarian menggunakan boolean

Pada tampilan rekomendasi struktur arsitektur informasi pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan di atas diharapkan membantu pengguna dalam menelusur informasi yang ada pada situs web dengan melihat sistem navigasi yang ada pada laman situs web.

Pengguna juga dapat mengetahui langsung apa saja layanan, produk, serta jasa yang ditawarkan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan. Adanya struktur situs web yang baik memberikan kemudahan dan petunjuk bagi pengguna (user) untuk dapat menggunakan dan menelusur situs web dengan baik.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian terhadap analisis penerapan arsitektur informasi pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan, dilihat berdasarkan 4 (empat) indikator AI dengan 23 bagian indikator AI, dapat disimpulkan bahwa:

1. Penerapan Arsitektur informasi yang pertama berdasarkan komponen Browsing Aids (alat bantu penelusuran) memiliki 8 (delapan) komponen AI diantaranya:

 Sistem Organisasi pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan

sudah diterapkan sistem organisasi akan tetapi penerapan ini belum secara maksimal atau kurang terstruktur dengan baik berdasarkan topik, tugas, khalayak, taksonomi, hierarki, maupun kronologi.

 Sistem Navigasi Situs pada situs web Perpustakaan Umum Kota

Medan sudah diterapkan akan tetapi belum secara maksimal, terlihat dari menu yang tidak memiliki sub menu dan secara keseluruhan menu hanya dapat terlihat pada tampilan laman homepage situs web saja, sehingga apabila pengguna ingin memilih informasi apa yang mereka butuhkan harus melalui menu pada tampilan laman homepage pada situs web perpustakaan.

 Sistem navigasi lokal pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan belum diterapkan secara maksimal.

 Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan tidak memiliki Peta

Situs/Daftar Isi yang justru akan lebih membantu pengguna sebagai petunjuk navigasi kemana dan bagaimana tampilan situs web berdasarkan peta situs yang ada.

 Pada situs web Perpustakan Umum Kota medan tidak memberikan Site

Indeces (Index Situs) sebagai sistem navigasi tambahan yang dapat membantu memudahkan pengguna terlink ke isi menu utama situs web.

 Petunjuk Situs merupakan sistem navigasi yang memberikan informasi

khusus pada informasi yang lebih khusus serta link ke situs web terkait dengan content tersebut. untuk site guides juga tidak ditemukan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.

 Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan terdapat sistem

navigasi yang mengarahkan pengguna ke situs terkait (Site Wizards), menu Kota Medan yang terdapat pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan dapat langsung menghubungkan pengguna ke situs web Pemerintah Kota Medan.

 Sistem Navigasi Kontekstual pada situs web Perputakaan Umum Kota

Medan menyajikan konten berita atau informasi akan tetapi tidak terdapat link diantara berita yang disajikan oleh situs web perpustakaan 2. Penerapan Arsitektur informasi yang kedua berdasarkan komponen Search Aids (Alat Bantu Pencarian) yang terbagi menjadi 6 (enam) yang setiap komponen alat bantu pencarian belum diterapkan pada situs web

Perpustakaan Umum Kota Medan, terkecuali Hasil Penelusuran (Search Result) pada sudah diterapkan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan termasuk pada hasil pencarian pada katalog publik.

3. Penerapan Arsitektur informasi yang ketiga berdasarkan komponen Content and Task (Isi dan Tugas) terdapat 7 (tujuh) diantaranya:

 Headings (label pada bagian atas situs web) pada situs web

Perpustakaan Umum Kota Medan sudah diterapkan terlihat dari tampilan situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.

 Embedded Links (link tertanam) pada situs web Perpustakaan

Umum Kota Medan sudah diterapkan, merujuk langsung pada content yang ditujukan.

 Embedded Metadata dan Chunk (Potongan), untuk metadata

tertanam pada situs web tidak diterapkan, sedangkan untuk chunk (potongan) sudah diterapkan akan tetapi masih belum maksimal terlihat dari berita yang diterbitkan tidak up to date

 Lists (daftar), Sequential Aids (alat bantu urutan), dan Identifiers

(tanda pengenal situs web) sudah diterapkan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.

4. Penerapan Arsitektur informasi yang keempat berdasarkan komponen Invisible components (komponen tak terlihat) terbagi menjadi 3 (tiga) bagian komponen diantaranya: Controlled vocabularies and thesauri (Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus), Retrieval algorithms (Algoritma

Temubalik), dan Best bets (Hasil Terbaik) merupakan komponen yang belum diterapkan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.

5.2 Saran

1. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan perlu dimaksimalkan yaitu pada komponen Browsing Aids (alat bantu penelusuran) diantaranya:

Sistem Pengelompokan ulang dikarenakan struktur situs web yang lama masih belum maksimal, Penerapan Sistem Navigasi situs web lebih dimaksimalkan ini dikarenakan sistem navigasi yang ada kurang memudahkan pengguna untuk berpindah ke laman atau menu yang ada, Penambahan Peta Situs (sitemap) ini dikarenakan situs web tidak memiliki prta situs, serta penambahan site guide (seperti menu tanya pustakawan).

2. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan juga perlu ditambahkan komponen Search Aids (Alat Bantu Pencarian) dan menerapkan 6 (enam) bagian komponen AI, misalnya penambahan menu Search (cari, serta menambahkan pilihan menu Bahasa dengan pilhan Bahasa Indonesia-Inggris pada situs web perpustakaan.

3. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan telah menerapkan komponen Content and Task (Isi dan Tugas) memiliki 7 (tujuh) bagian komponen tersebut, hanya saja perlu memaksimalkan dengan memberikan informasi dan berita secara up to date.

4. Untuk komponen Invisible components atau komponen tak terlihat perlu diterapkan ini dimaksudkan agar memberikan hasil yang lebih spesifik kepada pengguna dan memberikan penilaian kepada programmer situs web.

DAFTAR PUSTAKA

Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta:

Andi

https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=oHi8C1W4N7wC&oi=f nd&pg=PA3&dq=pengertian+analisis++sistem+informasi+&ots=3MUnz

Ba2Kl&sig=krym7XHU7WZ6-8wVt0m3w3uibcE&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20analisis

%20%20sistem%20informasi&f=false (e-book/ diakses pada April 2016) Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineka Cipta

Brown, Don. 2010. Eight Principle of Information Architecture. Bulletin of the America Society for Information Science and Technology. Vol. 36, No. 6 https://www.asis.org/Bulletin/Aug-10/AugSep10_Brown.pdf (diakses

pada februari 2016)

Dillon, Andrew dan Don Turnbull. 2002. Information Architecture. School of Information, University of Texas : U.S.A. DOI: 10.1081/E-ELIS-120017582.

http://donturn.com/publications/Dillon-Turnbull-2005-Information-Architecture.pdf (diakses oktober 2015)

Ding, Wei dan Xia Lin. 2010. Information Architecture: The Design and Integration of Information Spaces.Morgan & Claypool Publishers

Duncan, Jennifer dan Wendy Holliday. 2008. The Role of Information Architecture in Designing a Third-Generation Library Web

http://crl.acrl.org/content/69/4/301.full.pdf+html (diakses Februari 2016) Eke, Helen Nneka. 2011.“Library Portals and Information Architecture:

Librarians emerging Info- architects”. International Research: Journal of library & Information Science Vol.1 No.2

http://search.proquest.com/docview/1267541946/fulltextPDF/94C3D7BB8 A5B47BBPQ/3?accountid=50257(diakses oktober 2015)

Gullikson, Shelley, Ruth Blades, Marc Bragdon, Shelley McKibbon, Marnie Sparling dan Elaine G. Toms. 1999. The Impact Of Information Architecture On Academic Web Site Usability. The Electronic Library, Vol. 17, No. 5, https://www.unc.edu/~acrystal/110-117/gullikson.pdf (diakses Februari 2016)

Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan:

Jogiyanto, HM. 1990. Analisis & desain : sistem informasi pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: ANDI

Krippendoff, Klaus. 1993. Analisis Isi Pengantar dan Teori Metodelogi. Jakarta:

Rajawali Press

Maloney, Krisellen dan Bracke, Paul J., 2004. Beyond Information Architecture:

A Systems Integration Approach to Web-site Design.

http://ejournal.narotama.ac.id/files/Beyond%20information%20architectu re%20%20A%20systems%20integration%20approach%20to%20web-site%20design.pdf (diakses pada maret 2016)

Morville, Peter dan Rosenfeld,Louis.2006. Information Architecture For The World Wide Web, Third Edition. Amerika Serikat: O‟Reilly Media Simon, Scott J. 2008. Information Architecture for Virtual Libraries.

http://shell.cas.usf.edu/~simon/documents/Information%20Architecture

%20for%20Virtual%20Libraries.pdf (diakses pada Februari 2016) Siregar, A. Ridwan. 2004. Perpustakaan : Energi pembangunan Bangsa. Medan:

USUpress

Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Surla, Stacy Merrill.“An Information Architecture Approach To Building a Much Better Digital Library”.Bulletin Of The American Society for Information

Science and Technology (online).

http://search.proquest.com/docview/204522988/fulltextPDF/94C3D7BB8 A5B47BBPQ/4?accountid=50257 (diakses oktober 2015)

Suwarno, Wiji. 2010. Pengetahuan dasar kepustakaan. Bogor: Ghalia Indonesia Wurman, Richard Saul. Information Architects. (P.17)

https://www.courses.psu.edu/art/art101_jxm22/ia.html (diakses April 2016)

LAMPIRAN

Tabel 4.1 Tabel Analisis Data terhadap Komponen AI Situs Web Perpustakaan

Indikator Ai Komponen Indikator AI Komponen

Indikator Lama

9) Organization System (Sistem Organisasi)

10) Site-Wide Navigation System (Sistem Navigasi Situs)

11) Local Navigation System (Sistem Navigasi Lokal)

12) Sitemaps/Table Of Content (peta situs/daftar isi)

13) Site Indeces (index situs) 14) Site Guides (petunjuk situs) 15) Site Wizards

16) Contextual Navigation System (Sistem Navigasi Kontektual)

8) Query Languege (Bahasa Query) 9) Query Builders (Pengembangan

query)

10) Retrieval Algorithms (Algoritma Temubalik)

11) Search Zones (Wilayah Pencarian)

12) Search Result (Hasil Pencarian)

7. Content and Taks (Isi Dan Tugas)

8) Headings (label pada baian atas situs web)

9) Embedded Links (Link tertanam) 10) Embedded Metadata (Metadata

Tertanam)

11) Chunk (Potongan) 12) Lists (daftar)

13) Sequential Aids (Alat Bantu Urutan)

Identifiers (Tanda Pengenal situs Web) 8. Invisible

Component (Komponen tak terlihat)

4) Controlled vocabularies and thesauri (Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus)

5) Retrieval algorithms (Algoritma Temubalik)

6) Best bets (Hasil Terbaik)