• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh dan Penyelesaian Kasus dari Metode Least Cost

Dalam dokumen LEAST COST PADA MASALAH TRANSPORTASI (Halaman 9-0)

BAB II PEMBAHASAN

2.5. Contoh dan Penyelesaian Kasus dari Metode Least Cost

1. Corp. Mempunyai tiga pabrik di tiga tempat yang berbeda. Berikut ini ialah data mengenai biaya transportasi dalam dollar ($) per unit dari masing masing pabrik ke kota tujuannya:

7

Dari/Ke Jakarta Bandung Surabaya

Pabrik 1 5 5 3

Pabrik 2 4 8 8

Pabrik 3 2 5 7

Diketahui juga kapasitas dari tiap pabrik dan seruan dari tiap kota ialah sebagai berikut:

Kapasitas:

Pabrik 1 = 1.000 unit

Pabrik 2 = 500 unit

Pabrik 3 = 1.500 unit

Permintaan:

Jakarta = 700 unit

Bandung 1.200 unit

Surabaya = 1.100 unit

Dengan memakai data yang telah diberikan data yang diberikan diatas, hitunglah total biaya transportasinya dengan memakai metode least cost!

Langkah 1

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah menciptakan tabel transportasinya, bedasarkan data diatas maka didapat tabel transportasinya dalah sebagai berikut:

Langkah 2

Selanjutnya, alokasikan pada sel yang mempunyai biaya terendah, dalam soal ini biaya terendah nya ialah dari pabrik 3 ke kota Jakarta.

Langkah 3

Kemudian isi sesuai dengan nilai maksimum dari kapasitas atau permintaannya. Karena kapasitasnya sebesar 1.500 sedangkan permintaannya sebesar 700, maka yang sanggup dialokasikan dari pabrik 3 ke kota Jakarta hanyalah sebesar 700.

9

Langkah 4

Karena kota jakarta sudah terpenuhi permintaanya, maka sanggup diberikan tanda strip (-) pada kolom jakarta sehingga sel-sel pada kolom tersebut tidak ikut dalam perhitungan berikutnya.

Langkah 5

Lakukan pengalokasian kembali pada sel dengan biaya terendah, dimana sel dengan kapasitas atau seruan yang sudah terpenuhi tidak ikut dalam alokasi. Sehingga bedasarkan tabel diatas, sel yang dipilih ialah dari pabrik 1 ke kota Surabaya.

Langkah 6

Kemudian isi sesuai dengan nilai maksimum dari kapasitas atau permintaannya. Karena permintaannya sebesar 1.100 sedangkan kapasitasnya hanya sebesar 1.000, maka yang sanggup dialokasikan dari pabrik 1 ke kota Surabaya hanyalah sebesar 1.000. Sehingga tabelnya menjadi:

Langkah 7

Dengan cara yang sama, ulangi kembali alokasi biaya tersebut, sehingga tabel selanjutnya menjadi:

Langkah8

Karena hanya tinggal 2 sel yang tersisa, maka sanggup diisi secara manual dengan memperhatikan seruan dan kapasitasnya. Sehingga didapat tabel transportasi balasannya sebagai berikut:

11

Langkah 9

Hitunglah biaya transportsinya bedasarkan tabel final tersebut dengan mengalikan output dengan biayanya.

Pabrik 1 ke kota Surabaya: 1.000 unit x 3 = 3.000 Pabrik 2 ke kota Bandung: 400 unit x 8 = 3.200 Pabrik 2 ke kota Surabaya: 100 unit x 8 = 800 Pabrik 3 ke kota Jakarta: 700 unit x 2 = 1.400 Pabrik 3 ke kota Bandung: 800 unit x 5 = 4.000

Total Biaya = 3.000 + 3.200 + 800 + 1.400 + 4.000 Total Biaya = 12.400

Jadi, total biaya transportasi yang didapat dalam metode Least Cost adalah sebesar 12.400, dengan alokasi sebagai berikut :

Pabrik 1 ke kota Surabaya = 3.000

Pabrik 2 ke kota Bandung = 3.200

Pabrik 2 ke kota Surabaya = 800

Pabrik 3 ke kota Jakarta = 1.400

Pabrik 3 ke kota Bandung = 4.000

2. Tentukanlah biaya transportasi di bawah ini dengan Least Cost Method!

Penyelesaian:

Pertama, harga terendah dalam tabel adalah 5 yang berapa pada sel X32, pada sel tersebut kebutuhan Pabrik Q yaitu 120 belum dapat terpenuhi oleh kapasitas produksi Gudang C sebanyak 60. Sel X32 diisi 60.

Tabel Simpleks Awal (TSA)

Berikutnya, masih ada 6 sel yang dapat diisi, dengan harga terendah adalah 7 berada pada sel X13. Pada sel tersebut, kebutuhan Gudang A yang belum terpenuhi adalah 100, sedangkan kapasitas produksi Pabrik R adalah 50. Sel X13 diisi 50, sehingga tersisa kapasitas Gudang A sebanyak 50 belum tersalurkan.

Tabel Simpleks Awal (TSA)

Sekarang, tersisa empat sel yang masih dapat diisi. Dari keempat sel tersebut harga terendahnya adalah 8 pada sel X12. Pada sel tersebut, kebutuhan Gudang A yang belum tersalurkan 50 dengan kapasitas

13

produksi Pabrik Q adalah 120. Sel X12 dapat diisi 50, sehingga tersisa 10 yang belum tersalurkan dari Pabrik Q.

Tabel Simpleks Awal (TSA)

Berikutnya, masih ada 2 sel yang dapat diisi, dengan harga terendah adalah 10 berada pada sel X21. Pada sel tersebut, kebutuhan Gudang B yang belum terpenuhi adalah 70, sedangkan kapasitas produksi Pabrik P adalah 60. Sel X21 diisi 60, sehingga tersisa kapasitas Gudang B sebanyak 10 belum tersalurkan.

Tabel Simpleks Awal (TSA)

Sekarang tersisa sel X22 untuk diisi dengan sisa kapasitas produksi dari Pabrik Q yaitu 10 dan Gudang B yaitu 10.

Tabel Simpleks Awal (TSA)

Pada tahap ini, penyelesaian awal masalah transportasi telah selesai dengan biaya distribusi sebesar 50 8 50 7 60 10 10 25 60 5 1900.

15 BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Metode trasnportasi yaitu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari tempat asal ke tempat tuuan. Salah satu metode trasnportasi adalah metode Least Cost . Metode Least Cost merupakan metode yang cara pengealokasian distribusi barang dari sumber ke tujuan dimulai dari sel yang memiliki biaya distribusi kecil ke biaya distribusi besar. Adapun langkah-langkah dalam memecahkan masalah menggunakan metode Least Cost:

1. Identifikasi sel dengan biaya yang paling rendah. Jika terdapat biaya yang sama, maka pilih salah satu.

2. Alokasikan unit sebanyak mungkin untuk sel tersebut tanpa melebihi pasokan atau permintaan. Kemudian tandai kolom atau baris (atau keduanya) yang sudah penuh terisi.

3. Dapatkan sel dengan biaya yang paling rendah dari sisa sel.

4. Ulangi langkah ke 2 dan 3 sampai semua unit habis dialokasikan

3.2. Saran

Semoga penulis dan pembaca dapat mengetahui dan memahami materi Least Cost ini terutama pengaplikasian. Makalah ini masih banyak kekurangan. Jika ada kesalahan dan penulisan makalah ini penulis mengharapkan kritikan atau saran dari pembaca.

16

Hutagaol, Armansyah Hambali. “Analisis Perbandingan EFISIENSI Biaya Optimal Model Transportasi Dan Decision Tree Pada Pendistribusian Barangpt. Tirta Medical Indonesiahi.” Digital Repository Universitas Negeri Medan, 20 Aug. 2014, http://digilib.unimed.ac.id/11830/.

Hutagaol, Armansyah Hambali. “Analisis Perbandingan EFISIENSI Biaya Optimal Model Transportasi Dan Decision Tree Pada Pendistribusian Barangpt. Tirta Medical Indonesiahi.” Digital Repository Universitas Negeri Medan, 20 Aug. 2014, http://digilib.unimed.ac.id/11830/.

Nufus, Hayatun. “Metode Least Cost.” Academia.edu, 30 May 2014, https://www.academia.edu/1325244/Metode_Least_Cost.

Nurrahman, Syafriandi. “Pengoptimalan Biaya Transportasi Menggunakan Metode Least Cost Dan Metode Stepping Stone Dengan Bahasa Pemrograman Java Untuk Distribusi BBM Studi Kasus: Pt. Pertamina Patra Niagahi.” ITS Repository, 20 July 2018, https://repository.its.ac.id/53430/.

17

Nurrahman, Syafriandi. “Pengoptimalan Biaya Transportasi Menggunakan Metode Least Cost Dan Metode Stepping Stone Dengan Bahasa Pemrograman Java Untuk Distribusi BBM Studi Kasus: Pt. Pertamina Patra Niagahi.” ITS Repository, 20 July 2018, https://repository.its.ac.id/53430/.

Riset Operasi - UNPAM.

http://eprints.unpam.ac.id/8614/2/SMJ0283_RISET%20OPERASI.pdf.

Riset Operasi - UNPAM.

http://eprints.unpam.ac.id/8614/2/SMJ0283_RISET%20OPERASI.pdf.

Sesi X : Model Transportasi - Universitas Brawijaya.

http://zacoeb.lecture.ub.ac.id/files/2017/11/X-Transportasi.pdf.

Sesi X: Model Transportasi - Universitas Brawijaya.

http://zacoeb.lecture.ub.ac.id/files/2017/11/X-Transportasi.pdf.

Unsoed, Matematika. Jurusan Matematika | Universitas Jenderal Soedirman, 11 May 2022, http://matematika.fmipa.unsoed.ac.id/.

Unsoed, Matematika. Jurusan Matematika | Universitas Jenderal Soedirman, 11 May 2022, http://matematika.fmipa.unsoed.ac.id/.

Dalam dokumen LEAST COST PADA MASALAH TRANSPORTASI (Halaman 9-0)

Dokumen terkait