• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Kasus yang Dirawat dengan Sistem Damon

BAB 3 CARA PENGGUNAAN SISTEM DAMON

4.2 Contoh Kasus yang Dirawat dengan Sistem Damon

Pada subbab ini akan diperlihatkan beberapa contoh kasus yang dirawat dengan sistem low-force / low-friction. Pada kasus-kasus berikut ini memperlihatkan rencana perawatan berdasarkan wajah bisa menjadi fokus utama. Adaptasi fisiologis yang dicapai, mekanikanya yang sederhana, serta keuntungannya bagi operator maupun pasien dapat dilihat melalui kasus-kasus berikut ini.13

KASUS 113

Seorang laki-laki remaja berusia 14 tahun 6 bulan dengan kasus Klas I, crowded berat. Pada perawatan konvensional, ekstraksi perlu dilakukan pada pasien ini, sedangkan dengan sistem Damon, ekstraksi tidak dilakukan dan perawatan selesai dalam waktu 14 bulan 2 minggu dengan 7 kali kunjungan.

Diagnosa

Pemeriksaan wajah (Gambar 44) :

1. Profil wajah cekung

3. Kurangnya dukungan wajah lateral.

Gambar 44. Foto ekstra-oral sebelum perawatan. A. Profil wajah tampak dari depan,

B. Saat tersenyum, C. Dari samping 13 Pemeriksaan radiografis (Gambar 45)

Pemeriksaan intra-oral (Gambar 46 dan 47) : 1. Lengkung maksila dan mandibula yang sempit

2. Kekurangan panjang dan lebar lengkung maksila dan mandibula 3. Insisivus maksila dan mandibula tipping ke lingual

4. Posisi insisivus relatif retrognatik terhadap mandibula 5. Insisivus rahang atas yang over-erupsi

6. Kaninus dengan posisi yang tinggi dan ke arah labial

7. Tulang dan jaringan yang minimal menutupi permukaan labial kaninus maksila dan mandibula.

8. Ekstraksi molar ketiga mandibula sebelum perawatan karena posisinya yang buruk.

Gambar 46. Model sebelum perawatan 13

Tujuan Perawatan

Dalam menentukan tujuan perawatan, perlu diperhitungkan efek dari rencana perawatan terhadap wajah pasien saat dia berumur 30 tahun. Semua saudaranya memiliki hidung dan dagu yang menonjol. Mekanika perawatan didesain untuk memajukan gigi anterior ke depan, sehingga memberikan dukungan pada wajah.

Tujuan perawatan pada pasien ini yaitu :

1. Memberikan force yang ringan untuk bekerja dengan otot orofasial, tulang dan jaringan sehingga didapatkan posisi gigi yang baru secara fisiologis.

2. Mendapatkan panjang lengkung maksila dan mandibula. 3. Tidak menggunakan rapid palatal expansion

4. Mencapai hubungan bibir dan gigi anterior rahang atas yang tepat.

5. Memperbaiki dukungan tulang, jaringan, dan vaskular di sekitar kaninus rahang atas dan rahang bawah.

6. Memperbaiki profil dan dukungan wajah lateral.

Tahapan Perawatan

Torque yang dipilih pada Damon bracket yaitu +7o untuk insisivus sentralis maksila dan +3o untuk insisivus lateral maksila, sedangkan untuk insisivus sentral dan lateral mandibula dipilih bracket dengan torque -6o. Bracket ini dipilih untuk menjaga

posisi insisivus dan mencegahnya bergerak ke anterior. Pada awal perawatan dilakukan pemasangan bracket pada gigi molar kedua

kanan sampai molar kedua kiri maksila dan bite plate dipasang pada mandibula untuk membuka gigitan dan mengoreksi crossbite insisivus lateral maksila. Operator

menginginkan gigi anterior maksila bergerak ke depan dan 0,014 Ni-Ti SE digunakan sebagai initial archwire. Stop ditempatkan di antara premolar kiri yang dapat membatasi leveling dan aligning lengkung maksila. Crimpable stop seharusnya ditempatkan pada anterior kaninus (Gambar 48).

Gambar 48. Foto intra-oral pasien pada awal perawatan. A. Sisi kanan, B. Tampak depan,

C. Sisi kiri, D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan pertama (2 bulan 2 minggu) tetap dilanjutkan pemakaian 0,014 Ni-Ti SE archwire pada maksila dan pemakaian bite plate pada mandibula (Gambar 49). Selanjutnya pada kunjungan ke-dua (5 bulan) dilakukan pemasangan bracket pada gigi molar kedua kanan sampai molar kedua kiri maksila. 0,014 x 0,025 Ni-Ti SE archwire ditempatkan pada maksila dan 0,014 Ni-Ti SE archwire pada mandibula (Gambar 50). Oklusi Klas I tetap dipertahankan.

Gambar 49. Foto intra-oral pasien pada kunjungan pertama. A. Sisi kanan,

B. Tampak depan, C. Sisi kiri, D. Pandangan oklusal maksila 13

Gambar 50. Foto intra-oral pasien pada kunjungan ke-dua. A. Sisi kanan,

B. Tampak depan, C. Sisi kiri, D. Pandangan oklusal maksila 13

Pada kunjungan ke-tiga (7 bulan 2 minggu) dilakukan pemasangan 0,016 x 0,025 Ni-Ti SE pada maksila dan 0,014 x 0,025 Ni-Ti SE pada mandibula (Gambar 51). Pada gigi yang masih crowded 0,014 x 0,025 Ni-Ti SE digunakan untuk menyelesaikan fase inisial.

Gambar 51. Foto intra-oral pada kunjungan ke-tiga. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan ke-empat (9 bulan 2 minggu) dilakukan pengambilan foto panoramik (Gambar 52A). Akar gigi dan posisi bracket dievaluasi, dan bracket yang kurang baik diganti sebelum pemasangan archwire. Kemudian dilakukan pemasangan 0,019 x 0,025 SS preposted archwire pada maksila dan bilateral V-elastics 5/16 inci 6 oz (Gambar 52B). Crimpable hook ditempatkan pada 0,014 x 0,025 Ni-Ti SE mandibula. Insisivus sentral dan lateral maksila diligasi dengan steel ligature wire untuk mencegah terbukanya ruang (Gambar 53). Alignment mandibula dibandingkan dengan evaluasi sebelumnya.

Gambar 53. Foto intra-oral pada kunjungan ke-empat. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan ke-lima (12 bulan) dilakukan pemasangan 0,016 x 0,025 preposted stainless steel archwire pada mandibula. Karena kontrol torque telah selesai, maka diharapkan penutupan gigitan.Tieback digunakan untuk menjaga ruang posterior tetap tertutup. Archwire pada maksila diperbaiki dan pemakaian bilateral V-elastic tetap dilanjutkan. Kemudian posterior box elastic mulai dipasang (Gambar 54 dan 55).

Gambar 54. Foto intra-oral pada kunjungan ke-lima. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

Gambar 55.Posterior box elastic13

Pada kunjungan ke-enam (13 bulan 2 minggu) archwire maksila dan mandibula diperbaiki dan pemakaian bilateral posterior V-elastic tetap dilanjutkan. Kemudian dijadwalkan untuk debonding (Gambar 56).

Gambar 56. Foto intra-oral pada kunjungan ke-enam. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan ke-tujuh (14 bulan 2 minggu) dilakukan debonding pada maksila dan mandibula. Foto ekstra-oral, intra-oral dan radiografi perawatan dapat dibandingkan sebelum dan sesudah perawatan (Gambar 57, 58, 59 dan 60).

Gambar 57. Foto ekstra-oral sebelum dan sesudah perawatan

A. Profil wajah saat tersenyum, B. Dari samping 13

Gambar 58. Foto intra-oral arah oklusal dan panoramik.

Gambar 59. Foto intra-oral sesudah perawatan. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri 13

Gambar 60. Gambaran radiografis sebelum dan sesudah perawatan 13

Retensiyang digunakan pada pasien yaitu :

1. 0,016 x 0,022 Bond-a-Braid archwire yang di-bonding pada gigi insisivus lateral kanan sampai insisivus lateral kiri maksila.

2. 0,026 stainless steel round pada gigi kaninus kanan sampai kaninus kiri mandibula.

3. Clear plastic overlay retainer untuk lengkung maksila dan mandibula. 4. Damon splint yang digunakan pada malam hari selama 1 tahun pertama.

KASUS 213

Seorang pria berusia 43 tahun 1 bulan dengan kasus Klas I, crowded berat, profil sangat datar dan diindikasikan grafting gingiva. Kasus ini sama dengan kasus 1 pada pasien berusia 14 tahun. Ini menunjukkan respon perawatan, mekanika dan waktu yang hampir sama antara remaja dan dewasa dengan sistem ini. Pada pasien berusia 14 tahun menjalani waktu perawatan selama 14 bulan 2 minggu dengan 7 kali kunjungan setelah pemasangan, sedangkan pada pasien dewasa lamanya perawatan 15 bulan 1 minggu dengan 8 kali kunjungan setelah pemasangan bracket. Jika dibandingkan dengan ortodonti konvensional perlu dilakukan ekstraksi empat gigi, menggunakan force yang lebih besar sehingga tidak nyaman bagi pasien, dan waktu perawatan selama 22-24 bulan atau lebih.

Diagnosa

Pemeriksaan wajah (Gambar 61) : 1. Profil wajah datar

2. Hidung menonjol

3. Kurangnya dukungan wajah lateral 4. Bibir tipis.

Gambar 61. Foto ekstra oral sebelum perawatan A. Profil wajah tampak dari depan,

B. Saat tersenyum, C. Dari samping 13 Pemeriksaan radiografis (Gambar 62)

Gambar 62. Pemeriksaan radiografis 13 Pemeriksaan intra-oral (Gambar 63 dan 64) :

1. Cenderung ke arah gigi Klas III dengan anterior crossbite. 2. Lengkung maksila dan mandibula yang sempit

3. Kurangnya panjang dan lebar lengkung maksila dan mandibula 4. Oklusi anterior end-to-end

5. Daerah kaninus rahang atas membutuhkan grafting gingiva 6. Akar gigi yang panjang

Gambar 63. Model sebelum perawatan 13

Gambar 64 . Foto intra-oral sebelum perawatan. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri 13 Tujuan Perawatan :

1. Menggunakan low-force untuk mendapatkan posisi gigi yang baru secara fisiologis dan keharmonisan antara otot wajah, lidah, tulang dan jaringan

2. Memperbaiki profil dan dukungan wajah

3. Mendapatkan panjang lengkung maksila dan mandibula

4. Memberikan tulang yang baik dan dukungan vaskular sebelum dilakukan grafting.

5. Mendapatkan hubungan yang baik antara gigi anterior rahang atas dengan bibir.

Tahapan Perawatan

Torque yang dipilih pada Damon bracket yaitu +7° untuk insisivus sentral maksila, +3° untuk insisivus lateral maksila, dan -6° untuk insisivus sentral dan lateral mandibula. Pemilihan torque pada bracket ini untuk menjaga posisi insisivus dan mencegahnya bergerak ke anterior. Pada kaninus kiri rahang bawah dipilih Damon bracket dengan torque +7°. Torque ini dipilih karena inklinasi gigi ke arah distal. Bracket dengan torque +7° akan menyebabkan uprighting gigi kaninus ke posisi 0°.

Pada awal perawatan dilakukan pemasangan bracket pada gigi molar kedua kanan sampai molar kedua kiri maksila dan mandibula. 1/2 bracket dipasang pada insisivus lateral maksila dan insisivus lateral kanan mandibula karena ruangnya tidak cukup untuk ukuran Damon bracket. Ni-Ti spring digunakan dan 1/2 bracket diikatkan ke archwire dan spring dengan ikatan ringan. 0,014 Ni-Ti SE archwire dipasang pada kedua rahang dan stop-nya ditempatkan pada regio anterior (Gambar 65).

Gambar 65. Foto intra-oral pada awal perawatan. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan pertama (2 bulan 2 minggu) spring dilepaskan dan bracket biasa dipasang. Pada kunjungan ke-dua (4 bulan 3 minggu) 1/2 bracket dilepaskan dan Damon bracket dipasang pada insisivus lateral maksila dan insisivus lateral kanan mandibula dan pemakaian 0,014 Ni-Ti dilanjutkan (Gambar 66).

Gambar 66. Foto intra-oral pada kunjungan ke-dua. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

Pada kunjungan ke-tiga (6 bulan 1 minggu) dilakukan rebonding insisivus lateral kiri maksila dan premolar kedua kiri mandibula. 0,014 x 0,025 Ni-Ti SE archwire dipasang pada maksila dan mandibula. Ekspansi lateral pada daerah premolar dan daerah kaninus rahang atas yang siap untuk di-grafting perlu diperhatikan. Pada kunjungan ini grafting ditunda karena masalah asuransi (Gambar 67).

Gambar 67. Foto intra-oral pada kunjungan ke-tiga. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan ke-empat (8 bulan 3 minggu) dilakukan pemasangan 0,018 x 0,025 Ni-Ti SE archwire pada maksila dan mandibula. High-technology archwire dan otot orofasial bekerja membentuk lengkung gigi. Kemudian pasien dirujuk untuk dilakukan grafting gingiva pada kaninus rahang atas. Gigitan terbuka pada anterior diperhatikan (Gambar 68).

Gambar 68. Foto intra-oral pada kunjungan ke-empat. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan ke-lima (11 bulan 2 minggu) dilakukan pemasangan 0,019 x 0,025 preposted stainless steel archwire pada maksila dan mandibula. Elastik Klas III dan anterior trapezoid 5/16 inci 6 oz (Gambar 69) mulai digunakan sepanjang hari.

Gambar 69. Elastik Klas III dan anterior trapezoid 13

Pada kunjungan ke-enam (13 bulan) archwire pada maksila dan mandibula diperbaiki dan hasil grafting gingiva telah terlihat. Pemakaian elastik Klas III dan anterior trapezoid dilanjutkan. Gigitan anterior terlihat telah tertutup (Gambar 70).

Gambar 70. Foto intra-oral pada kunjungan ke-enam dan hasil grafting gingiva telah dapat dilihat.

A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri, D. Pandangan oklusal maksila,

E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan ke-tujuh (14 bulan 1 minggu) archwire maksila dan mandibula diperbaiki dan elastik yang sama tetap digunakan (Gambar 71).

Gambar 71. Foto intra-oral pada kunjungan ke-tujuh. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri,

D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Pada kunjungan ke-delapan (15 bulan 1 minggu) dilakukan debonding pada rahang atas dan rahang bawah. Pada kunjungan ke-delapan ini dapat dilihat hasil

perawatan yang bisa dibandingkan dengan sebelum perawatan, baik dari wajah, susunan gigi-geligi maupun perkembangan rahang (Gambar 72, 73, 74 dan 75).

Gambar 72. Foto ekstra-oral sebelum dan sesudah perawatan

A. Profil wajah saat tersenyum, B. Dari samping 13

Gambar 74. Foto intra-oral arah oklusal dan panoramik.

A. Sebelum perawatan, B. Sesudah perawatan 13

Retensi yang digunakan pada pasien yaitu :

1. 0,016 x 0,022 Braid-a-bond archwire yang di-bonding pada gigi insisivus lateral kanan sampai insisivus lateral kiri maksila

2. 0,026 steel round yang di-bonding pada gigi kaninus kanan sampai kaninus kiri mandibula.

3. Clear plastic overlay retainer pada lengkung maksila dan mandibula. 4. Damon splint (Gambar 76) pada malam hari.

Gambar 76.Damon splint. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri 13 KASUS 3 13

Kasus berikut ini menggambarkan bagaimana wajah bisa menentukan rencana perawatan dan bahwa ada saatnya untuk ekstraksi. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun 7 bulan dengan kasus Klas II divisi 1 dengan bimaxillary protrusive. Orang tuanya memiliki mandibula yang kurang sempurna dengan wajah yang kecil. Rencana perawatan adalah dengan menggunakan pesawat Herbst dan dapat dilihat bagaimana pesawat ini bisa mempengaruhi profil.

Pesawat Herbst digunakan selama 18 bulan. Tomogram dan head films diambil dan dilakukan tracing yang menunjukkan perubahan ANB 3º. Sekalipun posisi dagu diperbaiki, gadis kecil ini masih sangat protrusif. Pada kasus ini dijadwalkan untuk ekstraksi empat premolar pertama.

Diagnosa

Pemeriksaan wajah (Gambar 77) :

1. Pertumbuhan mandibula yang kurang dari normal dan maksila yang sangat protrusif

2. Potensi pertumbuhan genetik yang kurang baik

3. Bibir tidak menutup dengan sempurna (bibir atas protrusif) 4. Lower facial height tidak proporsional.

Gambar 77. Foto ekstra-oral sebelum perawatan. A. Profil wajah tampak dari depan, B.

Saat tersenyum, C. Dari samping 13 Pemeriksaan radiografis (Gambar 78)

Pemeriksaan intra-oral (Gambar 79 dan 80) : 1. Dari sisi kanan hubungan molar Klas II 2. Diastema gigi anterior maksila

3. Insisivus rahang atas berinklinasi ke labial 4. Insisivus sentralis besar

5. Overjet besar 6. Overbite normal

Gambar 79. Model sebelum perawatan. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri D. Pandangan oklusal maksila, E. Pandangan oklusal mandibula 13

Gambar 80. Foto intra-oral sebelum perawatan. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri 13 Tujuan Perawatan :

1. Mendapatkan wajah Klas I, lalu mengevaluasi kembali protrusi dan profil. Diharapkan tercapainya simetri dan keseimbangan wajah.

2. Diharapkan efek perawatan terhadap profil pasien

3. Herbst digunakan sekurang-kurangnya 16-18 bulan karena keparahan Klas II dan wajah pasien yang sangat kecil (pertumbuhan lambat).

Perawatan pasien ini dilakukan dengan dua fase yaitu fase I perawatan dengan pesawat Herbst dan fase II perawatan dengan sistem Damon.

Fase I – Perawatan dengan Pesawat Herbst Tahapan Perawatan

Pada fase pertama ini digunakan pesawat Herbst (Flip-Lock Herbst) dan dilakukan pengambilan tomogram sebelum memulai perawatan (Gambar 81).

Gambar 81. Tomogram sebelum perawatan 13

Pada awal perawatan pesawat Herbst dimajukan 4 hingga 4,5 mm, dan kemudian tidak dimajukan lagi selama 5 hingga 6 bulan. Pada kunjungan pertama (2 bulan 2 minggu) pesawat Herbst diperiksa (Gambar 82).

Pada kunjungan ke-dua (6 bulan) pesawat Herbst dimajukan 3 mm dan pada kunjungan ke-tiga (7 bulan 2 minggu) pesawat Herbst diperiksa kembali. Kemudian pada kunjungan ke-empat (10 bulan 2 minggu) pesawat Herbst diperiksa dan ditambah 1 mm, dan pada kunjungan ke-lima (13 bulan) pesawat Herbst diperiksa kembali. Pada kunjungan ke-enam (15 bulan) pesawat Herbst diperiksa dan dilakukan pengambilan tomogram.

Pada kunjungan ke-tujuh (18 bulan) pesawat Herbst dilepas, dilakukan pengambilan progress record (Gambar 83, 84 dan 85) dan dijadwalkan untuk masuk ke fase II (bonding).

Gambar 83. Foto intra-oral pada kunjungan ke-tujuh. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri 13

Gambar 85. Foto ekstra-oral dan radiografis setelah pemakaian pesawat Herbst

Fase II – Perawatan Post-Herbst Tahapan Perawatan

Pada fase kedua ini perawatan dilanjutkan dengan menggunakan sistem Damon. Torque yang dipilih pada Damon bracket yaitu +7º untuk kaninus rahang atas dan rahang bawah untuk mencegah tipping mahkota klinis ke arah lingual.

Pada awal perawatan pasien menunggu selama 5 bulan sebelum memulai fase kedua dari perawatan. Premolar pertama rahang atas dan rahang bawah diekstraksi. Pemasangan bracket dilakukan dari molar pertama kanan hingga molar pertama kiri maksila dan mandibula (molar kedua belum erupsi) dan dilakukan pemasangan 0,014 NiTi SE pada lengkung maksila dan mandibula (Gambar 86).

Pada kunjungan pertama (2 bulan 2 minggu) 0,016 x 0,025 NiTi SE dipasang pada maksila dan mandibula. Pada kunjungan ke-dua (6 bulan) dilakukan pemasangan preposted 0,019 x 0,025 SS pada maksila dan mandibula dengan NiTi closing springs pada bagian distal archwire molar pertama. Springs tidak dipasang pada hook molar kedua karena bisa menyebabkan flaring molar ke arah bukal (Gambar 87).

Gambar 87. Penggunaan NiTi closing spring13

Pada kunjungan ke-tiga (7 bulan 1 minggu) NiTi spring diaktivasi dan bagian distal dari 0,019 x 0,025 SS preposted archwire dipotong hingga molar pertama maksila dan mandibula (Gambar 88).

Pada kasus retraksi penjangkaran minimum, disarankan untuk memotong bagian distal dari archwire ke molar pertama dan spring dipasang pada ujung distal tube molar pertama. Sedangkan pada kasus retraksi dengan penjangkaran maksimum direkomendasikan untuk meligasi molar pertama dan kedua sedangkan spring ditempatkan pada hook molar pertama.

Pada kunjungan ke-empat (9 bulan 3 minggu) NiTi spring diaktivasi dan elastik Klas II mulai digunakan (Gambar 89).

Gambar 89. Desain perawatan pada kunjungan ke-empat 13

Pada kunjungan ke-lima (12 bulan) dilakukan pemasangan bracket pada molar kedua maksila dan mandibula. 0,016 NiTi SE overlay archwire dipasang, penggunaan elastik Klas II dengan edgewise SS tetap dilanjutkan. 0,016 NiTi SE overlay wire digunakan untuk membawa molar kedua yang late-erupting pada garisnya dan pada waktu yang sama penggunaan elastik tetap dipertahankan.

Pada kunjungan ke-enam (14 bulan 2 minggu) archwire maksila diperbaiki dan pemakaian elastik Klas II dilanjutkan (hanya pada malam hari), termasuk pemakaian elastik anterior trapezoid. Pada kunjungan ke-tujuh (16 bulan) archwire maksila dan mandibula diperbaiki dan mulai digunakan V-elastic dan elastik anterior trapezoid pada malam hari.

Pada kunjungan ke-delapan (17 bulan 2 minggu) archwire maksila diperbaiki dan pemakaian V-elastic dan elastik anterior trapezoid dilanjutkan sepanjang hari. Pada kunjungan ke-sembilan (19 bulan) archwire maksila dan mandibula diperbaiki dan pemakaian V-elastik dan elastik anterior trapezoid dilanjutkan.

Pada kunjungan ke-sepuluh (20 bulan 2 minggu) archwire maksila diperbaiki dan pemakaian V-elastic dan elastik anterior trapezoid dilanjutkan. Kemudian ditentukan penjadwalan debonding.

Pada akhir perawatan (21 bulan 2 minggu) dilakukan debonding rahang atas dan rahang bawah. Pada akhir perawatan ini dapat dibandingkan keadaan pasien sebelum dan sesudah perawatan, baik melalui foto ekstra-oral, foto intra-oral maupun radiografi (Gambar 90, 91, 92 dan 93)

Gambar 91. Foto intra-oral sesudah perawatan. A. Sisi kanan, B. Tampak depan, C. Sisi kiri 13

Gambar 92. Pandangan oklusal dan panoramik sebelum dan sesudah perawatan 13

Retensi yang digunakan pada pasien yaitu :

1. 0,016 x 0,022 Bond-a-Braid archwire yang di-bonding pada insisivus lateral kanan hingga insisivus lateral kiri maksila.

2. 0,026 steel round yang di-bonding pada kaninus kanan hingga kaninus kiri mandibula.

3. Clear plastic overlay retainer pada lengkung maksila dan mandibula. 4. Damon splint (Gambar 94) sebagai retensi yang digunakan pada malam hari untuk mempertahan posisi Klas II yang telah dikoreksi. Splint digunakan selama satu tahun, kemudian diganti dengan slip cover.

Dokumen terkait