Sebuah bulldozer digunakan untuk
menarik alat untuk harrowing yang
memiliki lebar kerja = 3,7 meter.
Kecepatan maju rata-rata dari bulldozer adalah 4 Km/jam.
• Faktor ketersediaan mesin : 0,9
• Efisiensi waktu : 0,83
• Efisiensi kerja : 0,75
Jawab : Faktor reaksi = 0,9 x 0,83 x 0,75 = 0,56
10.000
LK F FK
TP
3, 7 4000 0,56
0,83 /
10.000 Ha jam
PROSES KERJA PEMINDAHAN TANAH
Ecavacting (3 system) LAND CLEARING SOIL STRIPPING
Bulldozer Bulldozer
CUTTING
(Normal)
RIPPING
Bulldozer & Ripper
BLASTING STOCK SPLINDED Bulldozer LOADING Loaders HAULING
Dump Truck, Loader, Bulldozer,Conveyor
ROAD MAINTENANCE
DUMPING (3 system)
STONE CRUSHING DISPOSAL
SPREADING GRADING COMPACTING HAULING Belt conveyor HANDLING PRODUCT DAM/ROAD CONSTRUCTION MINING
Dalam pekerjaan pemindahan tanah, setelah land cleaning, proses selanjutnya adalah:
Pengupasan Top Soil (Stripping)
• Top soil pada pekerjaan konstruksi (bangunan gedung/jalan, dll) merupakan material yang harus dibuang, karena akan mempengaruhi kestabilan suatu pekerjaan pemindahan tanah.
• Untuk pertanian/perkebunan, top soil merupakan unsur
yang sangat berguna untuk pekerjaan mining
pertambangan nickel, timah, batu bara, top soil harus disisihkan/disimpan di suatu tempat yang nantinya setelah selesai mendapatkan hasil tambang yang bisa direklamasi (back felling) sehingga kondisi permukaan tanah bisa dilakukan reboisasi.
Penggalian (Excavator)
Yaitu kegiatan penggalian tanah material yang akan digunakan atau akan dibuang. Hal ini dipengaruhi oleh 3 (tiga) kondisi :
I : Bila tanah biasa (normal). Bisa langsung penumpukan stock atau langsung dimuat/loading.
II : Bila tanah keras harus diripping terlabih dahulubaru dilakukan stock pilling
dan loading.
III : Bila terlalu keras dimana ripping tidak ekonomis/tidak mampu, maka harus
dilakukan blasting (peledakan) guna memecah belah material lebih
dahulu
sebelum distock pilling kemudian loading.
Hauling
Pengangkutan material (tanah) oleh alat angkut (Dump Truck, Motor Seraper atau Wheel loader/load and carry) atau
bisa juga dengan bulldozer bila jarak angkut kurang dari 100 meter.
Pada hauling yang
menggunakan Dump Truck biasanya Hauling Road mesti dilakukan Road Maintenance yang biasanya dikerjakan oleh Motor Grader, Bulldozer,
maupun Compactor dan
Dumping
Adalah suatu kehiatan pembuangan tanah/material dari alat angkut yang bisa diteruskan dengan 3 (tiga) tujuan pekerjaan lain :
Untuk Pekerjaan Construction
Dumpingnya diteruskan dengan spreading grading dan compacting, dimana alat yang digunakan adalah untuk
Spreading (meratakan dari dumping) menggunakan bulldozer, kemudian grading/peralatan yang lebih halus menggunakan motor grader, dan selanjutnya pemadatan (compacting)
dengan menggunakan compactor. Untuk Mining (Cement)
Dumpingnya menuju Stone Crusher kemudian di
Hauling/angkut melewati Belt Conveyer untuk seterusnya dikirim ke pabrik/handling product.
Dumping over bourden (tanah tertutup), dibuang ke disposal dan diratakan oleh bulldozer. Demikian pula over bourden untuk nikel maupun timah hampir sama dengan over bourden untuk tambang batu bara.
C. Untuk Mining (batu bara)
Alat-alat berat yang umum digunakan pada pekerjaan tanah :
Jenis Pekerjaan Jenis Alat Jenis Attachment
pengupasan op soil (stripping) Bulldozer
Angle Blade/straight Blade
Pemotongan /penggalian
Bulldozer Angle Blade Excavator shear Blade Scrapper Grader Drag line Clamp shell Power Shovel Trencher Ditcher
penumpukan (stock pile)
Bulldozer angle blade Dozer shovel straight blade Wheel loader pemuatan (loading) Dozer shovel Wheel loader Excavator Power Shovel Motor Scraper Hauling (pengangkutan Dump Truck Motor Scraper Wheel loader Peyebaran (spreading) atau
Grading
Bulldozer angle blade Motor Scraper straight blade
TAKSIRAN PRODUKTIVITAS ALAT UNTUK PEKERJAAN PEMINDAHAN TANAH (EARTH MOVING)
Taksiran produktivitas alat tergantung fungsi dan kegunaan alat tersebut :
1. Taksiran Produksi Bulldozer • Dozing
TP = (KB * 60 * FK) / ((J/F) + ( J/R) + z) m3/jam
Produksi per satuan waktu = produksi per trip * jumlah trip per satuan waktu * factor koreksi
Keterangan :
KB = Kapasitas blade (m3) FK = Faktor koreksi
F : Kecepatan maju (meter/menit) R : Kecepatan Mundur (meter/menit) Z : waktu tetap (menit)
• Kapasitas Blade Dapat dihitung : Volume = L x H xH
= LH2
L : Panjang blade (meter) H : Tinggi blade (meter)
• Waktu tetap (z)
tergantung jenis transmisi dan jumlah tangki transmisi. Untuk produk Komatsu dapat dilihat pada tabel berikut:
• Contoh:
Sebuah Bulldozer memiliki data-data teknis : Horse Power 155/1800 rpm, berat operasi 17 ton, lebar blade 3,5 M dan tinggi Blade 0,6 M, lebar traktor 3 M, kecepatan maju 32 Km/Jam, kecepatan mundur 4 Km/Jam. Apabila bulldozer terseb ut digunakan untuk menggusur tanah dengan jarak dorong rata-rata 40 Mm, Berapakah produksi per jamnya?
(diketahui waktu tetap 0,10 menit, faktor ketersediaan mesin 0,9, efisiensi waktu 0,83, efisiensi kerja 0,75, dan operator 0,8 serta Balde faktornya 0,85).
• Jawab:
TP =
=
• RIPPING
Cara perhitungan taksiran produksi ripping oleh bulldozer dapat dibedakan atas: Multi Shank Ripper
Giant Ripper
TAKSIRAN PRODUKSI RIPPING DENGAN MULTI SHANK RIPPER
• Keterangan:
TP : Taksiran produksi ripping (m3/jam) LK : Lebar Kerja (meter)
P : Kedalaman penetrasi (meter) J : Jarak ripping (meter)
FK : Faktor koreksi (meter) F : Kecepatan Maju (m/menit) R : Kecepatan mundur (m/menit) Z : Waktu tetap (menit)
Contoh
Sebuah bulldozer 300 ttp digunakan untuk
pekerjaan ripping. Jarak ripping rata-rata 30 m. Data-data teknis bulldozer dan ripping adalah sebagai berikut:
- Lebar kerja 3,2 m - efisiensi waktu 0,83 - Kedalaman penetrasi 0,3 m - efisiensi kerja 0,8
- Kecepatan maju 2,5 km/jam - efisiensi operator 0,85
- Kecepatan mundur 3 km/jam - konversi material dr bank ke - Waktu tetap 0,1 menit gembur ditaksir 1,2
- Faktor ketersediaan mesin 0,9
Jawab
LK x P x J x 60 x FK TP= J J F R Z 3 3 3 3,2 x 0,3 x 30 x 60 x (0,9 x 0,83 x 0,8 x 0,85) 30 30 0,1 41,66 50 608, 45 / (bank condition) =608, 45 1, 2 730,14 / (loose condition) 730 / m jam x m jam dibulatkan m jam 2. Taksiran Produksi Ripping Dengan
Giant Ripper
• Keterangan:
TP = Taksiran produksi ripping (m³/jam) J = Jarak ripping (meter)
FK = Faktor koreksi
F = Kecepatan maju (meter/menit) R = Kecepatan mundur (m/menit) Z = waktu tetap 2 3 P x J x 60 x FK TP= m /jam J J F R Z
• Taksiran Produksi Gabungan Dozing + Ripping
dimana :
TD = Taksiran produksi dozing (m³/jam) TR = Taksiran produksi ripping (m³/jam)
3
TD x TR
TP= m /jam TD + TR
Contoh
• Sebuah bulldozer digunakan untuk
pekerjaan ripping dozing. Bila produksi
dozing = 20 m³/jam dan produksi ripping = 703 m³/jam, berapakah produksi
gabungan ripping dozing? Jawab:
3 TD x TR 20 x 703
TP= = =19,46 m /jam
2. Taksiran Produksi Shovel/ Wheel Loader
• Shovel/ wheel loader umumnya digunakan untuk pekerjaan memuat material ke atas dump truck dan lain-lain. Oleh karena itu, taksiran produktivitasnya diarahkan pada pekerjaan pemuatan (loading).
• Namun, khusus untuk loader, disamping digunakan untuk loading juga dapat
digunakan untuk pengangkutan jarak
dekat (± 100 meter) yang dikenal dengan
• Langkah – Langkah :
1. Loading 4. Return and Dumping 2. Return and Carry 5. Returning to Loading 3. Hauling