BAB IV ANALISIS DAN DAN EVALUASI
3. Contoh Soal dan Penyelesaiannya
1. Tuan Salman adalah seorang wajib pajak, status belum kawin. Ia terdaftar sebagai wajib pajak pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat pada tahun 2000. Tuan Salman bekerja pada PT. PLN dengan memperoleh gaji sebesar Rp.2.500.000 sebulan. Dalam tahun berjalan Tuan Salman menerima bonus sebesar Rp.4.000.000. setiap bulannya dia membayar iuran pensiun ke dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp.60.000.Hitunglah PPh Pasal 21 untuk tahun pajak 2009 Cara menghitung PPh Pasal 21 atas bonus adalah :
A. PPh Pasal 21 atas gaji dan bonus : Gaji setahun
(12 x Rp. 2.500.000) = Rp. 30.000.000.00
Bonus = Rp. 4.000.000.00
Penghasilan Bruto setahun = Rp. 34.000.000.00 Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp. 34.000.000.00 = Rp.1.700.000.00 2. Iuran Pensiun setahun
12 x Rp. 60.000.00 = Rp. 720.000.00
= Rp. 2.420.000.00 Penghasilan Neto setahun = Rp. 31.580.000.00
3. PTKP setahun
Untuk Wajib Pajak = Rp. 15.840.000.00 Penghasilan Kena Pajak = Rp. 15.740.000.00 PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp. 15.740.000.00 = Rp. 787.000.00 B. PPh Pasal 21 atas Gaji
Gaji setahun (12 x Rp. 2.500.000) = Rp. 30.000.000.00 Pengurangan : 1. Biaya Jabatan 5% x Rp. 30.000.000.00 Rp. 1.500.000.00 = Rp. 1.500.000.00 2. Iuran Pensiun setahun
12 x Rp. 60.000.00 = Rp. 720.000.00
= Rp. 2.220.000.00 Penghasilan neto setahun = Rp. 27.780.000.00 3. PTKP setahun
Untuk Wajib Pajak = Rp. 15.840.000.00 Penghasilan Kena Pajak = Rp. 11.940.000.00 PPh Pasal 21 terutang
C. PPh Pasal 21 atas Bonus PPh Pasal 21 atas Bonus adalah :
Rp. 787.000.00 - Rp. 597.000.00 = Rp. 190.000.00
2. B (tidak kawin) memperoleh gaji sebesar Rp. 1.500.000.00 sebulan. Ia terdaftar sebagai wajib pajak pada KPP Pratama Medan Barat. Dia bekerja pada PT. PLN. Perusahaan ikut dalam program jamsostek. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi jaminan Kematian dibayar oleh perusahaan. Dan Jaminan Hari Tua masing-masing Rp. 10.000.00 dan Rp. 3.000.00 dan Rp. 37.000.00. B membayar iuran pensiun Rp. 30.000.00 dan iuran Jaminan Hari Tua sebesar Rp. 20.000.00 setiap bulan. Dalam tahun berjalan dia juga menerima Jasa Produksi sebesar Rp. 2.000.000.00.
Cara menghitung PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut : A. PPh. Pasal 21 atas Gaji dan Jasa Produksi
Gaji setahun (12 x Rp. 1.500.000.00) = Rp 18.000.000.00 Jasa Produksi = Rp. 2.000.000.00 Premi jaminan kec kerja
= 12 x Rp. 10.000.00 = Rp. 120.000.00 Premi jaminan kematian
= 12 x Rp. 3.000.00 = Rp. 36.000.00 Penghasilan Bruto setahun = Rp. 20.156.000.00
Pengurangan : 1. Biaya Jabatan
5% x Rp. 20.156.000.00 = Rp. 1.007.800.00 2. Iuran Pensiun setahun
12 x Rp. 30.000.00 = Rp. 360.000.00 3. Iuran Jaminan Hari tua
12 x Rp. 20.000.00 = Rp. 240.000.00
= Rp. 1.607.800.00 Penghasilan neto setahun = Rp. 18.548.200.00 Pembulatan = Rp. 18.548.000.00 4. PTKP Untuk WP = Rp. 15.840.000.00 Penghasilan Kena Pajak = Rp. 2.708.000.00 PPh Terutang 5% x Rp. 2.708.000.00 = Rp 135.400.00
B. PPh Pasal 21 atas Gaji
Gaji setahun (12 x Rp. 1.500.000.00) = Rp 18.000.000.00 Premi jaminan kec kerja
= 12 x Rp. 10.000.00 = Rp. 120.000.00 Premi jaminan kematian
= 12 x Rp. 3.000.00 = Rp. 36.000.00 Penghasilan Bruto setahun = Rp. 18.156.000.00 Pengurangan :
5% x Rp. 18.156.000.00 = Rp. 907.800.00 2. Iuran Pensiun setahun
12 x Rp. 30.000.00 = Rp. 360.000.00 3. Iuran Jaminan Hari tua
12 x Rp. 20.000.00 = Rp. 240.000.00
= Rp. 1.507.800.00 Penghasilan neto setahun = Rp. 16.648.200.00 Pembulatan = Rp. 16.648.000.00 4. PTKP untuk WP sendiri =
3. A seorang Karyawati (kawin anak 1) bekerja pada PT. PLN. Ia terdaftar sebagai wajib pajak KPP Pratama Medan Barat. Penghasilan sebulan Rp. 3.000.000.00. perusahaan mengikuti program Jamsotek. Premi Asuransi Kecalakaan Kerja dan Premi Asuransi Kematian masing-msing sebesar Rp. 15.000.00 dan Rp. 5.000.00 yang dibayarkan oleh perusahaan. Perusahaan membayar untuk A iuran Pensiun kedana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri keuangan sebesar Rp. 40.000.00 sebulan. Sedangkan A membayar iuran pensiun sebulan Rp. 30.000.00. disamping itu, perusahaan
Rp 15.840.000.00 Penghasilan Kena Pajak = Rp. 808.000.00 PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp. 808.000.00 = Rp. 40.400.00 C. PPh Pasal 21 atas Jasa Produksi
juga membayar untuk A iuran THT sebesar Rp. 9.000.00 sebulan, sedangkan A menanggung iuran THT sebesar Rp. 6.000.00 sebulan. Suaminya bekerja pada perusahaan lain.
Penghitungan PPh Pasal 21 :
Gaji sebulan = Rp. 3.000.000.00 Premi Asuransi Kec. Kerja = Rp. 15.000.00 Premi Asuransi kematian = Rp. 5.000.00 Penghasilan Bruto Sebulan = Rp. 3.020.000.00 Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp. 3.020.000.00 = Rp.151.000.00 2. Iuran Pensiun = Rp. 30.000.00
3. Iuran THT = Rp. 6.000.00 = Rp. 187.000.00 Penghasilan Neto Sebulan = Rp. 2.833.000.00 Penghasilan neto setahun
= Rp. 12 x Rp. 2.876.000.00 = Rp. 33.996.000.00 4. PTKP
WP sendiri = Rp. 15.840.000.00 Penghasilan Kena Pajak = Rp. 18.156.000.00 PPh Pasal 21 setahun = 5% x Rp. 18.156.000.00 = Rp. 907.800.00 PPh Pasal 21 sebulan = Rp. 933.600.00 : 12 = Rp. 75.650.00
4. Eko pada bulan januari 2009 bekerja sebagai buruh harian pada PT. Dayat Nurwahid. Ia bekerja sehari memperoleh pendapatan Rp. 180.000.00. PPh Pasal 21 tahun 2009 adalah :
Penghitungan PPh Pasal 21 tahun 2009 :
Upah sehari = Rp. 180.000.00
Batas Upah harian yang tidak dipotong PPh = Rp. 150.000.00 PKP Sehari = Rp. 30.000.00
PPh Pasal 21 Sehari :
5% x Rp. 30.000.00 = Rp. 1.500.00
Contoh : Perhitungan PPh Pasal 21 atas pegawai Kantor Pajak Pratama Medan Barat :
1. Tuan A (TK/0) adalah pegawai tetap di KPP Pratama Medan Barat. Ia memperoleh penghasilan perbulan Rp. 4.000.000. selain gaji, ia juga mempunyai tambahan penghasilan berupa tunjangan umum sebesar Rp. 150.000, tunjangan beras Rp. 200.000, tunjangan khusus Rp. 130.000, dan tunjangan lain-lain Rp. 100.000. Ia membayar iuran pensiun setiap bulannya sebesar Rp. 50.000. hitunglah PPh Pasal 21 tahun 2008 dan 2009.
Penghitungan PPh Pasal 21 tahun 2008 :
Gaji Pokok = Rp. 4.000.000.00
Tunjangan Umum = Rp. 150.000.00 Tunjangan Beras = Rp. 200.000.00
Tunjangan khusus = Rp. 130.000.00 Tunjangan lain-lain = Rp. 100.000.00 Penghasilan Bruto = Rp. 4.580.000.00 Pengurang : 1. Biaya Jabatan 5% x Rp. 4.580.000.00 = Rp. 229.000 Maksimum = Rp. 108.000.00 2. Iuran Pensiun = Rp. 50.000.00 = Rp. 158.000.00 Penghasilan Neto Sebulan = Rp. 4.422.000.00 Penghasilan Neto Setahun
12 x Rp. 4.422.000.00 = Rp 53.064.000.00 PTKP : Untuk Wajib Pajak = Rp. 13.200.000.00 PKP = Rp. 39.864.000.00 PPh yang terutang setahun :
5% x Rp. 25.000.000.00 = Rp. 1.250.000.00 10% x Rp. 14.864.000.00 = Rp. 1.486.400.00 = Rp. 2.736.400.00
PPh Terutang Sebulan: Rp.2.736.400.00 : 12 = Rp. 228.033.00 Penghitungan PPh Pasal 21 Tahun 2009 :
Gaji Pokok = Rp. 4.000.000.00
Tunjangan Umum = Rp. 150.000.00 Tunjangan Beras = Rp. 200.000.00
Tunjangan khusus = Rp. 130.000.00 Tunjangan lain-lain = Rp. 100.000.00 Penghasilan Bruto = Rp. 4.580.000.00 Pengurang : 1. Biaya Jabatan 5% x Rp. 4.580.000.00 = Rp. 229.000.00 2. Iuran Pensiun = Rp. 50.000.00 = Rp. 279.000.00 Penghasilan Neto Sebulan = Rp. 4.301.000.00 Penghasilan Neto Setahun
12 x Rp. 4.301.000.00 = Rp. 51.612.000.00 PTKP : Untuk Wajib Pajak Sendiri = Rp.
2. Tn. Y (K/4) adalah seorang kepala bagian di KPP Pratama Medan Barat. Setiap bulan ia memperoleh penghasilan pokok sebesar Rp. 8.000.000 per bulan.Tambahan penghasilan selain gaji adalah berupa Tunjangan istri, Tunjangan anak, Tunjangan struktural, Tunjangan beras, Tunjangan khusus, Tunjangan lain-lain masing-masing sebesar Rp. 150.000, Rp. 100.000, Rp. 3.250.000, Rp. 200.000, Rp. 300.000, Rp. 100.000. ia membaya iuran
15.840.000.00 PKP = Rp. 35.772.000.00 PPh Pasal 21 yang terutang :
5% x Rp. 35.772.000.00 = Rp. 1.788.600.00
pensiun setiap bulan sebesar Rp. 50.000. hitung PPh Pasal 21 tahun 2008 dan 2009.
Penghitungan PPh Pasal 21 Tahun 2008 :
Gaji Pokok = Rp. 8.000.000.00 Tunjangan istri = Rp. 150.000.00 Tunjangan anak = Rp. 100.000.00 Tunjangan Struktural = Rp. 3.250.000.00 Tunjangan Beras = Rp. 200.000.00 Tunjangan khusus = Rp. 300.000.00 Tunjangan lain-lain = Rp. 100.000.00 Penghasilan Bruto = Rp. 12.100.000.00 Pengurang : 1. Biaya Jabatan 5% x Rp. 12.100.000.00 = Rp. 605.000.00 Maksimum = Rp. 108.000.00 2. Iuran Pensiun = Rp. 50.000.00 = Rp. 158.000.00 Penghasilan Neto Sebulan = Rp. 11.942.000.00 Penghasilan Neto Setahun
PTKP : WP Sendiri : Rp. 13.200.000.00 Menikah : Rp. 1.200.000.00 3 Tanggungan : Rp. 3.600.000.00 = Rp. 18.000.000.00 PKP = Rp. 125.304.000.00
PPh Pasal 21 yang terutang :
5% x Rp. 25.000.000.00 = Rp. 1.250.000.00 10% x Rp. 25.000.000.00 = Rp. 2.500.000.00 15% x Rp. 50.000.000.00 = Rp. 7.500.000.00 25% x Rp. 25.304.000.00 = Rp. 6.326.000.00 = Rp.17.576.000.00 PPh Pasal 21 Sebulan = Rp.17.576.000.00 : 12 = Rp. 1.464.666
Penghitungan PPh Pasal 21 Tahun 2009 :
Gaji Pokok = Rp. 8.000.000.00 Tunjangan istri = Rp. 150.000.00 Tunjangan anak = Rp. 100.000.00 Tunjangan Struktural = Rp. 3.250.000.00 Tunjangan Beras = Rp. 200.000.00 Tunjangan khusus = Rp. 300.000.00 Tunjangan lain-lain = Rp. 100.000.00
Penghasilan Bruto = Rp. 12.100.000.00 Pengurang : 1. Biaya Jabatan 5% x Rp. 12.100.000.00 = Rp. 605.000.00 Maksimum = Rp. 500.000.00 2. Iuran Pensiun = Rp. 50.000.00 = Rp. 550.000.00 Penghasilan Neto Sebulan = Rp. 11.550.000.00 Penghasilan Neto Setahun
12 x Rp. 11.550.000.00 = Rp. 138.600.000.00 PTKP : WP Sendiri : Rp. 15.840.000.00 Menikah : Rp. 1.320.000.00 3 Tanggungan : Rp. 3.960.000.00 = Rp. 21.120.000.00 PKP = Rp. 117.480.000.00 PPh Pasal 21 yang terutang :
5% x Rp. 50.000.000.00 = Rp. 2.500.000.00 15% x Rp. 50.000.000.00 = Rp. 7.500.000.00 25% x Rp. 17.840.000.00 = Rp. 4.370.000.00
= Rp.14.370.000.00