• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh SOP (SOP Repair Electrical di Alat Berat- SOP/RP/001)

Dalam dokumen 4. PEMBAHASAN. 14 Universitas Kristen Petra (Halaman 46-55)

4.10 Contoh SOP, IK, dan Form Pendukung untuk Departemen Perbengkelan

4.10.1 Contoh SOP (SOP Repair Electrical di Alat Berat- SOP/RP/001)

• TUJUAN

Prosedur ini dapat digunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan tahapan Repair Electrical di Alat Berat dengan baik dan benar.

• RUANG LINGKUP

Prosedur ini hanya dapat berlaku untuk Bagian Repair Electrical Alat Berat.

• ACUAN / REFERENSI

ISO 9001:2008 Klausul 6.1 Penyediaan sumber daya, 6.3 Prasarana, 7.1 Perencanaan realisasi produk, 7.5.1 Pengendalian produksi dan penyediaan jasa, 7.5.2 Validasi proses produksi dan penyediaan jasa, 7.5.3 Identifikasi dan Mampu Telusur, dan 8.4 Analisa data.

• DEFINISI

- SPK merupakan singkatan dari Surat Perintah Kerja.

- Operator adalah pekerja yang menggunakan alat berat.

- Form PK adalah form Permintaan Kerja.

- Form PB adalah form Pengembalian Barang. Form ini harus dibawa untuk mengembalikan spare part bekas di Control Spare Part & Tools.

- Form BPPB adalah form Bon Permintaan Pengeluaran Barang. Form ini dibawa disertai dengan form PB untuk pengambilan spare part yang baru.

- Operator adalah pekerja yang mengoperasikan alat berat.

- Mechanic adalah pekerja yang memperbaiki alat berat bila terjadi kerusakan.

- QC In adalah pekerja yang bertugas untuk memeriksa keadaan alat berat ketika akan diperbaiki.

- QC Process adalah pekerja yang bertugas untuk memeriksa alat berat selama proses perbaikan.

- QC Out adalah pekerja yang bertugas untuk memeriksa alat berat setelah selesai diperbaiki, sehingga sesuai dengan spesifikasi perbaikan yang telah diberikan QC In.

• PROSEDUR

a. Kerusakan alat berat yang tidak bisa ditangani oleh Bagian Maintenance di pindahkan ke Bagian Repair Electrical di Alat Berat. Perpindahan ini disertai dengan form PK dari departemen bersangkutan yang melaporkan kerusakan dan form PK dari Bagian Maintenance.

b. Admin SPK akan membuat form PK untuk proses perbaikan.

c. Admin SPK bertugas untuk menyampaikan hal tersebut kepada Admin History untuk membuat laporan, dan kepada QC In untuk memeriksa kerusakan yang terjadi.

d. QC In akan mencatat semua hasil pemeriksaan tersebut dalam bentuk form check list.

e. Spare part yang perlu diganti akan diperiksa ketersediaannya di Bagian Control Spare Part & Tools.

f. Jika spare part tidak ada, maka mechanic menunggu dari Bagian Control Spare Part & Tools.

g. Jika spare part ada, maka mechanic membawa form PB untuk pengembalian spare part atau oli lama dan form BPPB untuk pengambilan spare part atau oli baru.

h. Mechanic melakukan perbaikan sesuai dengan check list yang telah diberikan QC In, tiap proses pengerjaan akan diperiksa oleh QC Process, untuk memastikan semua kerusakan telah diperbaiki.

i. Jika perbaikan sudah selesai, akan diperiksa secara keseluruhan oleh QC Out dari proses menyalakan alat berat sampai dengan menjalankannya. Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa alat berat sudah siap digunakan lagi.

j. Alat berat bersangkutan dapat diambil oleh operator.

4.10.2 Contoh IK (IK Center Pin Wheel Loader- IK/RP/004)

• TUJUAN

Instruksi ini menunjukkan cara pergantian center pin wheel loader yang baik dan benar.

• RUANG LINGKUP

Prosedur ini hanya dapat berlaku untuk Repair Mechanical di Alat Berat Wheel Loader.

• ACUAN / REFERENSI

ISO 9001:2008 Klausul 6.1 Penyediaan sumber daya, 6.3 Prasarana, 7.1 Perencanaan realisasi produk, 7.5.1 Pengendalian produksi dan penyediaan jasa, 7.5.2 Validasi proses produksi dan penyediaan jasa, 7.5.3 Identifikasi dan Mampu Telusur, dan 8.4 Analisa data.

• DEFINISI

- Blander merupakan alat bantu pemotong logam ( Gas Cutting) yang terhubung dengan tabung O2 dan LPG. (Quality Procedure 4.1.2.3.a)

- Seal dan bearing tidak disebutkan langkah awal karena kondisi sudah aus, sehingga tinggal bekas-bekas serpihan ataupun wujud grimme.

• INSTRUKSI KERJA Pelepasan

a. Agar kondisi aman, lepas kutub-kutub baterai.

b. Melepas hydraulic steering sisi kiri dan kanan.

c. Lepas hose hydraulic yang menghubungankan body depan dan body belakang loader (body depan: frame depan + attachment + roda depan, body belakang : frame belakang + cabin + engine + transmisi + roda belakang).

d. Mengamankan seluruh hose-hose hydraulic dengan menutup ujungnya, agar oli tidak keluar.

e. Mengganjal body belakang dan body depan (yang dekat dengan center pin) dengan pengganjal (velg/kayu yang kuat).

Hydraulic steering

Hose-hose Hydraulic

f. Melepas drive shaft penghubung antara transmisi dengan differensial depan.

g. Melepas pengunci center pin sehingga pin tidak terkunci di body depan.

h. Melepas pin dari hole center pin, apabila pin sudah terlalu aus sebaiknya dipotong untuk menghindari resiko terjadinya kecelakaan kerja.

Pengganjal body belakang

Pengganjal body depan

Drive shaft yang akan dilepas

i. Menggeser body depan maju agar hole body depan dan body belakang berbeda posisi (tidak center).

j. Memeriksa kondisi hole center pin seberapa besar tingkat keausannya untuk menentukan langkah berikutnya. Apakah perlu dibuatkan bushing, round plate, atau flanges.

k. Membuka round plate dengan cara melepas baut-baut yang mengunci round plate tersebut dengan body depan.

l. Membuka flanges + bushing pada body depan dengan menggunakan blander.

Center Pin

Round Plate

m. Membuka bushing di body belakang dengan menggunakan blander.

n. Proses perbaikan hole center pin untuk dikembalikan ke dimensi standar.

Ada 2 cara: membuat body tambahan yang kemudian di las ataupun lubang diberikan tambahan material (material las) dan setelah itu dirapikan dengan gerinda.

o. Menyiapkan spare part - spare part pengganti.

p. Beberapa spare part pengganti jika tidak ada bisa dibuatkan antara lain:

round plate, bushing, dan flanges. Yang tidak bisa dibuat antara lain:

bearing.

q. Memasang bushing dan flanges body depan dan body belakang, posisi hole antara body depan dan body belakang harus sejajar agar center pin bisa dipasang.

Flanges

Blander

r. Memasang bearing, seal, dan round plate didudukannya. Round plate kemudian dikunci menggunakan baut pada body depan.

s. Memastikan keseluruhan pemasangan bearing, seal, bushing, flanges, dan round plate duduk dengan tepat termasuk pengelasan dalam posisi sempurna.

t. Menggeser body depan ke arah belakang sehingga hole center pin body depan dan body belakang sejajar (center).

u. Memasang center pin pada hole dengan cara menggerak-gerakkan body depan hingga center pin duduk dengan sempurna.

v. Memasang flanges pada posisi pin yang telah duduk dengan sempurna, dan las flanges tersebut.

w. Mengunci pin supaya tidak lepas dengan cara memasang baut pengunci yang terhubung dengan body bracket.

Center Pin yang digerak-gerakan

Pemasangan

a. Menghubungkan kembali drive shaft yang telah dilepas.

b. Memasang kembali hose-hose yang tadi dilepas.

c. Memasang hydraulic steering.

d. Mengangkat body sisi belakang, melepas pengganjal untuk body belakang.

e. Memasang kutub-kutub baterai.

f. Mesin wheel loader dinyalakan kembali.

g. Mengangkat body depan yang bertumpu pada bucket, melepas penggajal body bagian depan.

h. Memeriksa kembali pekerjaan yang telah dilakukan, mengantisipasi adanya kekurangan.

i. Test drive.

Bracket

Dalam dokumen 4. PEMBAHASAN. 14 Universitas Kristen Petra (Halaman 46-55)

Dokumen terkait